Ariel Noah, Armand Maulana, hingga BCL Gugat UU Hak Cipta ke MK
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Sebanyak 29 penyanyi top Indonesia mengajukan gugatan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Dilansir dari situs
Mahkamah Konstitusi
(MK) pada Selasa (11/3/2025), gugatan ini diajukan dengan nomor 33/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025.
Para penyanyi yang masuk daftar penggungat, antara lain Nazil Irham alias
Ariel Noah
,
Bunga Citra Lestari
, Ruth Sahanaya,
Armand Maulana
, hingga Raisa Andriana.
Gugatan ini belum masuk ke tahap registrasi, sehingga belum mendapatkan nomor perkara, dan dokumen permohonan belum diunggah ke laman situs MK.
Namun, diketahui bahwa Ariel dan kawan-kawan sebelumnya sempat melakukan audiensi dengan Kementerian Hukum untuk membicarakan sistem royalti musik, termasuk tentang
UU Hak Cipta
.
Hal ini menyusul adanya kasus mengenai royalti musik antara penyanyi Agnez Mo dan pencipta lagu Ari Bias yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.
“Seperti yang tadi Pak Menteri bilang, kami ke sini karena keresahan yang terjadi di ekosistem musik saat ini. Kita semua kompak berpikir, ‘Wah, sepertinya kita harus ke pemerintah deh,’ paling tidak memberikan masukan dari sudut pandang penyanyi,” kata Armand Maulana saat ditemui di Kantor Kementerian Hukum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Armand menambahkan, diskusi tersebut juga bertujuan untuk memberikan masukan.
“Pak Menteri tadi bilang, bukan hanya penyanyi yang hadir, tetapi juga pencipta lagu dan promotor. Kami di sini hanya ingin memberikan masukan dari sudut pandang kami,” tutur Armand.
Adapun 29 nama penyanyi yang mengajukan gugatan ini adalah:
1. Afgansyah Reza (Afgan)
2. Ruth Waworuntu Sahanaya
3. Wahyu Setyaning Budi Trenggono (Yuni Sara)
4. Andi Fadly Arifuddin (Fadly Padi)
5. Ahmad Z Ikang Fawzi (Ikang Fawzi)
6. Andini Aisyah Hariadi (Andien)
7. Dewi Yuliarti Ningsih
8. Hedi Suleiman
9. Mario Ginanjar
10. Teddy Adhytia Hamzah
11. Tubagus Arman Maulana (Armand Maulana)
12. Nazril Irham (Ariel Noah)
13. Vina DSP Harrijanto Joedo (Vina Panduwinata)
14. Dwi Jayati (Titi DJ)
15. Judika Nalom Abadi Sihotang
16. Bunga Citra Lestari (BCL)
17. Sri Rosa Roslaina H (Rossa)
18. Raisa Andriana
19. Nadin Amizah
20. Bernadya Ribka Jayakusuma
21. Anindyo Baskoro
22. Oxavia Aldiano (Vidi Aldiano)
23. David Bayu Danang Joyo
24. Tantri Syalindri Ichlasari (Tantri Kotak)
25. Hatna Danarda
26. Ghea Indrawari
27. Rendy Pandugo
28. Gamaliel Krisatya
29. Mentari Gantina Putri.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Afgan
-

Sidang Eksepsi di PN Bondowoso: Ratusan Warga Kaligedang Padati Pengadilan
Bondowoso(beritajatim.com) – Sidang dengan agenda eksepsi dalam perkara dugaan penghasutan yang melibatkan tiga terdakwa, yakni Ahmad Yudi Purwanto alias Pak Afgan, Jumari alias H. Nawawi, dan Fajariyanto alias Wajar, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso .
Sidang yang digelar di ruangan Cakra Pengadilan Negeri setempat dipimpin oleh Hakim ketua Randi Jastian Afandi SH menarik perhatian ratusan warga Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Bondowoso, yang mendatangi kantor PN Bondowoso untuk memberikan dukungan kepada para terdakwa.
Sejumlah personel kepolisian tampak hadir untuk mengawal jalannya persidangan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Kuasa hukum para terdakwa, M. Ramli Himawan, dalam eksepsinya menyampaikan keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Ia menilai dakwaan terhadap kliennya tidak jelas, terutama dalam menjelaskan relevansi antara perbuatan dan akibat yang dituduhkan.
“Kami mendalilkan bahwa ada ketidakjelasan dalam dakwaan, terutama dalam menguraikan peristiwa yang dituduhkan kepada para terdakwa. Antara perbuatan dan akibatnya tidak ada relevansi yang jelas. Ada beberapa kalimat dalam dakwaan yang tidak eksplisit ditujukan kepada siapa,” ujar Ramli pada beritajatim .com usai sidang, Selasa (18/2/2025).
Sidang eksepsi di PN Bondowoso yang juga dihadiri ratusan warga Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Selasa (18/2/2025). (Deni Ahmad Wijaya/BeritaJatim.com)
Ramli menekankan bahwa dalam eksepsi ini, pihaknya belum masuk ke pokok perkara, melainkan hanya membahas sistematika dakwaan dan unsur-unsur yang didakwakan kepada para terdakwa.
Ia berharap majelis hakim dapat lebih jeli dalam menelaah keberatan yang diajukan oleh tim kuasa hukum.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Bondowoso, Paulus Agung, menyatakan bahwa pihaknya tetap berpegang pada dakwaan yang telah disusun.
“Sidang tahap eksepsi sudah dilaksanakan, dan kita masih menunggu putusan dari majelis hakim, apakah eksepsi diterima atau ditolak. Namun, kami tetap berprinsip bahwa dakwaan yang kami bacakan sudah sesuai dengan perbuatan para terdakwa,” ujar Paulus.
Ia menambahkan bahwa jika eksepsi ditolak, maka sidang akan berlanjut ke tahap pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi dari berbagai pihak, termasuk dari PTPN XII maupun masyarakat yang terkait dalam perkara ini.
Untuk diketahui, kasus ini bermula dari program replanting kopi arabika di areal perkebunan PTPN XII di Kalisat-Jampit dan Blawan seluas 3.917,10 hektare.
Program ini didasarkan pada Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) antara PTPN XII dengan PTPN V sejak Mei 2022.
Pada 16 November 2022, PTPN XII mengadakan sosialisasi dengan tokoh warga Desa Kaligedang dan perwakilan petani yang memiliki kerja sama olah usaha (KSU) tanaman hortikultura.
Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa tidak akan ada program KSU/sewa lahan di areal Java Coffee Estate tahun 2023, dan petani diberi waktu hingga September 2023 untuk memanen tanaman mereka sebelum lahan dikembalikan kepada manajemen.
Namun, setelah pembersihan lahan dimulai pada September 2023, muncul protes dari sejumlah warga yang mengaku telah mengelola lahan tersebut secara turun-temurun.
Warga yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Abdi Ijen Raung mengajukan izin aksi unjuk rasa, namun tidak mendapatkan izin dari kepolisian dan disarankan untuk mediasi di Polres Bondowoso.
Meskipun tidak mendapatkan izin, pada 20 Oktober 2023 sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar 200 warga tetap melakukan aksi unjuk rasa ke kantor manajemen PTPN XII di Kalisat-Jampit.
Aksi tersebut dipimpin oleh terdakwa Ahmad Yudi Purwanto alias Pak Afgan, Jumari alias H. Nawawi, dan Fajariyanto alias Wajar.
Dalam aksi itu, mereka menyuarakan penolakan terhadap program replanting dan mengklaim bahwa PTPN XII tidak melakukan sosialisasi yang cukup kepada petani penggarap.
Setelah aksi tersebut, terjadi beberapa insiden lain, termasuk pertemuan di Balai Desa Kaligedang pada 31 Oktober 2023, di mana terdakwa Ahmad Yudi Purwanto diduga menghasut warga untuk tidak menerima keputusan PTPN XII.
Tak lama setelah pertemuan itu, ratusan warga melakukan aksi penanaman tanpa izin di lahan yang telah disiapkan untuk replanting.
Selain itu, pada 22 Desember 2023, terdakwa Fajariyanto alias Wajar diduga memasang spanduk berisi tudingan terhadap manajemen PTPN XII yakni ‘Alih Fungsi Lahan Kemitraan Oleh Heri Sucioko Membunuh Ekonomi Masyarakat Ijen’.
Akibat dari rangkaian peristiwa tersebut, pihak PTPN XII mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp 11.250.000 akibat perusakan lahan dan tanaman yang telah ditanam dalam program replanting.
Kini, para terdakwa harus menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana menghasut untuk melakukan perbuatan melawan hukum.
Persidangan masih akan berlanjut dengan agenda putusan sela dari majelis hakim terkait eksepsi yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa. (awi/ted)
-

Chord Gitar Lagu Jodoh Pasti Bertemu – Afgan
TRIBUNJATENG.COM- Chord kunci gitar lagu Jodoh Pasti Bertemu Afgan.
Berikut chord kunci gitar lagu Jodoh Pasti Bertemu Afgan:
Intro: C
C E Am G
Andai engkau tahu
F G C
betapa ku mencinta
F G E Am
Selalu menjadikanmu
D Bb F
isi dalam doakuC E Am G
Ku tahu tak mudah
F G C
menjadi yang kau pinta
F E Am G
Ku pasrahkan hatiku
D F G
takdir kan menjawabnyaReff:
C E Am G
Jika aku bukan jalanmu
Dm F G
Ku berhenti mengharapkanmu
E Am G D
Jika aku memang tercipta untukmu
Dm G C Am
Ku kan memilikimu
Dm G C G#-A#
jodoh pasti bertemuD# G Cm A#
Andai engkau tahu
G# A# D#
betapa ku mencinta
G# G Cm A#
Ku pasrahkan hatiku
F G
takdir kan menjawabnyaReff:
C E Am G
Jika aku bukan jalanmu
Dm F G
Ku berhenti mengharapkanmu
E Am G D
Jika aku memang tercipta untukmu
Dm G C Am
Ku kan memilikimu
Dm G
jodoh pasti bertemuInt. F Dm D# G#
Reff:
C# F A#m G#
Jika aku (jika aku) bukan jalanmu
D#m G#
Ku berhenti mengharapkanmu
F A#m G# D#
Jika aku memang tercipta untukmu
D#m G#
Ku kan memilikimuC# F A#m G#
Jika aku bukan jalanmu
D#m G#
Ku berhenti mengharapkanmu
F A#m G# D#
Jika aku memang tercipta untukmu
D#m G# A#m G# D#
Ku kan memilikimu
D#m G# C#
jodoh pasti bertemu Intro : CC E Am G
Andai engkau tahu
F G C
betapa ku mencinta
F G E Am
Selalu menjadikanmu
D Bb F
isi dalam doakuC E Am G
Ku tahu tak mudah
F G C
menjadi yang kau pinta
F E Am G
Ku pasrahkan hatiku
D F G
takdir kan menjawabnyaReff:
C E Am G
Jika aku bukan jalanmu
Dm F G
Ku berhenti mengharapkanmu
E Am G D
Jika aku memang tercipta untukmu
Dm G C Am
Ku kan memilikimu
Dm G C G#-A#
jodoh pasti bertemuD# G Cm A#
Andai engkau tahu
G# A# D#
betapa ku mencinta
G# G Cm A#
Ku pasrahkan hatiku
F G
takdir kan menjawabnyaReff:
C E Am G
Jika aku bukan jalanmu
Dm F G
Ku berhenti mengharapkanmu
E Am G D
Jika aku memang tercipta untukmu
Dm G C Am
Ku kan memilikimu
Dm G
jodoh pasti bertemuInt. F Dm D# G#
Reff:
C# F A#m G#
Jika aku (jika aku) bukan jalanmu
D#m G#
Ku berhenti mengharapkanmu
F A#m G# D#
Jika aku memang tercipta untukmu
D#m G#
Ku kan memilikimuC# F A#m G#
Jika aku bukan jalanmu
D#m G#
Ku berhenti mengharapkanmu
F A#m G# D#
Jika aku memang tercipta untukmu
D#m G# A#m G# D#
Ku kan memilikimu
D#m G# C#
jodoh pasti bertemu -

WBI Jadi Ruang Kepedulian akan Kekayaan Budaya Nusantara
Jakarta: Keragaman budaya Indonesia menjadi kekayaan yang sangat bermakna. Sebagai sebuah
negara kepulauan dengan letak geografis yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, Indonesia memiliki lebih dari 400 suku bangsa.Masing-masing suku memiliki ciri khas budaya dan adat istiadatnya, yang menjadikan Indonesia
negara dengan keberagaman yang memikat hati. Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation
menjadi ruang bagi semua untuk memiliki kepedulian bersama, akan berharganya kekayaan
budaya Indonesia.Didirikan pada 24 November 2021 oleh tokoh-tokoh yang peduli akan pentingnya menjaga
budaya Indonesia, WBI ingin berkontribusi pada kemajuan budaya nasional memanfaatkan dan
melestarikan budaya secara kreatif, membangun rasa cinta bangsa Indonesia, khususnya kaum
muda terhadap budaya Indonesia.Serta terus mendukung keberadaan pelaku budaya di negeri ini serta memberi kesempatan bagi mereka untuk berkarya melalui berbagai kegiatannya. Berbagai kegiatan tersebut di antaranya adalah menyelenggarakan Jagantara (Jaga Warisan Nusantara) secara berkala, sebagai wadah apresiasi untuk pelaku budaya dan mereka yang berada di sektor UMKM Budaya, seperti aneka kerajinan, wastra dan kuliner nusantara.
WBI Foundation juga memberikan atensi kepada pekerja seni, baik dalam bentuk penghargaan
maupun bantuan sosial terutama bagi pelaku budaya yang membutuhkan. Bantuan ini tidak hanya dalam bentuk dana sosial, tetapi juga dalam bentuk dukungan bagi mereka untuk terus berkarya.Kegiatan lain yang juga mendapat perhatian khusus oleh WBI Foundation adalah mengajak
sebanyak mungkin generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Di bidang
wastra khususnya, WBI mendorong disainer-disainer muda Indonesia untuk mengangkat
penggunaan wastra dalam busana rancangannya.Agar wastra bisa menjadi pilihan generasi muda dalam berkegiatan. Karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, tanpa disadari berbagai unsur budaya termasuk kesenian dan adat istiadat, perlahan terkikis dan tergantikan oleh unsur budaya luar.
Warisan Budaya Indonesia menjalin silaturahmi kebudayaan dengan dunia internasional, serta
membuka ruang kolaborasi, agar budaya Indonesia pun bisa mendunia. Pada HUT ASEAN 24 Agustus 2024 yang lalu, WBI bersama Kemenko Perekonomian menggagas terciptanya kain batik ASEAN.Kain batik ini mengambil motif klasik batik Indonesia yang dipadukan dengan kekayaan flora yang ada di setiap negara anggota ASEAN. Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh WBI untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia adalah menitipkan kain-kain wastra Indonesia di berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri.
Dalam acara Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan ini WBI Foundation juga memberikan apresiasi untuk pekerja seni dan budaya, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk keberlangsungan seni dan budaya Indonesia. Di antaranya Guruh Soekarno Putra dan Titiek Puspa.
Dengan penghargaan ini, WBI berharap seniman Indonesia memiliki kebanggaan akan profesi mereka dan dedikasi mereka untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Ini juga menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk menekuni dunia seni dan budaya. Mengingat di tangan generasi mudalah, warisan budaya Indonesia akan bisa bertahan.
“Sebagai wujud komitmen kami, tahun depan pada bulan Februari, WBI Foundation akan menyelenggarakan Jagantara 3.0 di Jakarta Convention Center. Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara adalah acara tahunan yang menampilkan dan mempresentasikan budaya Indonesia dengan kemasan menarik, terutama untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih mencintai budaya Indonesia dan turut melestarikannya,” kata Widhiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu pengurus WBI Foundation.
Ia berharap WBI Foundation dapat terus menjadi garda depan dalam melestarikan dan
mempromosikan seni budaya Indonesia di tingkat global. Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan Warisan Budaya Indonesia juga menampilkan peragaan busana karya disainer-disainer yang menggunakan wastra Indonesia, tarian daerah yang dikemas apik oleh GSP dan seniman-seniman muda Syandria, Adikara, Afgan, Rosa dan Kanda Brothers.WBI juga ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk menghargai dan
melestarikan warisan budaya Indonesia. Demi menjaga keberagaman dan kekayaan budaya
Indonesia untuk generasi masa depan dan menjadi devisa bagi negara yang membawa kemakmuran bagi para pelaku budaya.Agar budaya Indonesia bisa terus beradaptasi dengan selera dan tuntutan zamannya, dan bisa tetap diminati oleh generasi muda Indonesia yang akan menjadi pasar masa depan. WBI percaya, pendekatan yang kreatif memegang peran yang penting dalam upaya melestarikan budaya Indonesia, termasuk menghidupkan kembali budaya Indonesia.
Pada akhirnya industri kebudayaan sebagai bagian dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif,
diharapkan dapat terus menghidupkan keberagaman budaya yang pada gilirannya meningkatkan semangat inklusif dan saling jaga antar kelompok sosial, serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar.Dan dengan kekayaan budaya Indonesia yang ada, akan bisa menjadi penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui berbagai kegiatan ini Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation selaku berharap nilainilai budaya di Indonesia bisa terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang.
Semua ini merupakan bagian dari cita-cita WBI agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya
dikagumi sebagai maha karya semata, tetapi bisa menjadi devisa negara dan membawa
kesejahteraan bagi para pelaku budaya.Jakarta: Keragaman budaya Indonesia menjadi kekayaan yang sangat bermakna. Sebagai sebuah
negara kepulauan dengan letak geografis yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, Indonesia memiliki lebih dari 400 suku bangsa.
Masing-masing suku memiliki ciri khas budaya dan adat istiadatnya, yang menjadikan Indonesia
negara dengan keberagaman yang memikat hati. Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation
menjadi ruang bagi semua untuk memiliki kepedulian bersama, akan berharganya kekayaan
budaya Indonesia.
Didirikan pada 24 November 2021 oleh tokoh-tokoh yang peduli akan pentingnya menjaga
budaya Indonesia, WBI ingin berkontribusi pada kemajuan budaya nasional memanfaatkan dan
melestarikan budaya secara kreatif, membangun rasa cinta bangsa Indonesia, khususnya kaum
muda terhadap budaya Indonesia.
Serta terus mendukung keberadaan pelaku budaya di negeri ini serta memberi kesempatan bagi mereka untuk berkarya melalui berbagai kegiatannya. Berbagai kegiatan tersebut di antaranya adalah menyelenggarakan Jagantara (Jaga Warisan Nusantara) secara berkala, sebagai wadah apresiasi untuk pelaku budaya dan mereka yang berada di sektor UMKM Budaya, seperti aneka kerajinan, wastra dan kuliner nusantara.
WBI Foundation juga memberikan atensi kepada pekerja seni, baik dalam bentuk penghargaan
maupun bantuan sosial terutama bagi pelaku budaya yang membutuhkan. Bantuan ini tidak hanya dalam bentuk dana sosial, tetapi juga dalam bentuk dukungan bagi mereka untuk terus berkarya.
Kegiatan lain yang juga mendapat perhatian khusus oleh WBI Foundation adalah mengajak
sebanyak mungkin generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Di bidang
wastra khususnya, WBI mendorong disainer-disainer muda Indonesia untuk mengangkat
penggunaan wastra dalam busana rancangannya.
Agar wastra bisa menjadi pilihan generasi muda dalam berkegiatan. Karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, tanpa disadari berbagai unsur budaya termasuk kesenian dan adat istiadat, perlahan terkikis dan tergantikan oleh unsur budaya luar.
Warisan Budaya Indonesia menjalin silaturahmi kebudayaan dengan dunia internasional, serta
membuka ruang kolaborasi, agar budaya Indonesia pun bisa mendunia. Pada HUT ASEAN 24 Agustus 2024 yang lalu, WBI bersama Kemenko Perekonomian menggagas terciptanya kain batik ASEAN.
Kain batik ini mengambil motif klasik batik Indonesia yang dipadukan dengan kekayaan flora yang ada di setiap negara anggota ASEAN. Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh WBI untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia adalah menitipkan kain-kain wastra Indonesia di berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri.
Dalam acara Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan ini WBI Foundation juga memberikan apresiasi untuk pekerja seni dan budaya, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk keberlangsungan seni dan budaya Indonesia. Di antaranya Guruh Soekarno Putra dan Titiek Puspa.
Dengan penghargaan ini, WBI berharap seniman Indonesia memiliki kebanggaan akan profesi mereka dan dedikasi mereka untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Ini juga menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk menekuni dunia seni dan budaya. Mengingat di tangan generasi mudalah, warisan budaya Indonesia akan bisa bertahan.
“Sebagai wujud komitmen kami, tahun depan pada bulan Februari, WBI Foundation akan menyelenggarakan Jagantara 3.0 di Jakarta Convention Center. Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara adalah acara tahunan yang menampilkan dan mempresentasikan budaya Indonesia dengan kemasan menarik, terutama untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih mencintai budaya Indonesia dan turut melestarikannya,” kata Widhiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu pengurus WBI Foundation.
Ia berharap WBI Foundation dapat terus menjadi garda depan dalam melestarikan dan
mempromosikan seni budaya Indonesia di tingkat global. Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan Warisan Budaya Indonesia juga menampilkan peragaan busana karya disainer-disainer yang menggunakan wastra Indonesia, tarian daerah yang dikemas apik oleh GSP dan seniman-seniman muda Syandria, Adikara, Afgan, Rosa dan Kanda Brothers.
WBI juga ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk menghargai dan
melestarikan warisan budaya Indonesia. Demi menjaga keberagaman dan kekayaan budaya
Indonesia untuk generasi masa depan dan menjadi devisa bagi negara yang membawa kemakmuran bagi para pelaku budaya.
Agar budaya Indonesia bisa terus beradaptasi dengan selera dan tuntutan zamannya, dan bisa tetap diminati oleh generasi muda Indonesia yang akan menjadi pasar masa depan. WBI percaya, pendekatan yang kreatif memegang peran yang penting dalam upaya melestarikan budaya Indonesia, termasuk menghidupkan kembali budaya Indonesia.
Pada akhirnya industri kebudayaan sebagai bagian dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif,
diharapkan dapat terus menghidupkan keberagaman budaya yang pada gilirannya meningkatkan semangat inklusif dan saling jaga antar kelompok sosial, serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar.
Dan dengan kekayaan budaya Indonesia yang ada, akan bisa menjadi penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui berbagai kegiatan ini Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation selaku berharap nilainilai budaya di Indonesia bisa terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang.
Semua ini merupakan bagian dari cita-cita WBI agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya
dikagumi sebagai maha karya semata, tetapi bisa menjadi devisa negara dan membawa
kesejahteraan bagi para pelaku budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id(WHS)
/data/photo/2025/02/19/67b5a713d8f18.png?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000675/original/007717300_1731318113-Screen_Shot_2024-11-11_at_16.37.07.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5000688/original/014496500_1731318724-WhatsApp_Image_2024-11-11_at_16.51.49_d391b6a0.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)