Tag: Adi Hidayat

  • Anies dan Ganjar Ceramah di UGM, Jokowi Kapan?

    Anies dan Ganjar Ceramah di UGM, Jokowi Kapan?

    GELORA.CO -Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar agenda rutin kajian selama bulan suci Ramadan. Kajian tematik ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi dan tokoh nasional.

    Kajian yang digelar di Masjid UGM tersebut dihadiri para mahasiswa dan masyarakat umum. Sejumlah tokoh yang sudah mengisi kajian tersebut adalah mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

    Baik Anies maupun Ganjar membagikan pengalamannya memberikan ceramah di Masjid UGM lewat akun media sosial resminya.

    “Suasana seru saat acara Ramadan Public Lecture di Masjid UGM, tadi malam. Kita mengaji sambil diskusi tentang pentingnya pemerataan ekonomi. Mari berdoa dan berusaha bersama, agar bangsa ini semakin sejahtera,” tulis Ganjar, dikutip Kamis 6 Februari 2025.

    “Terima kasih untuk malam penuh energi di Masjid Kampus UGM!” tulis Anies Baswedan yang mengisi kajian pada Senin kemarin, 3 Maret 2025.

    Kolom komentar akun medsos dua tokoh yang pernah berkontestasi pada Pilpres 2024 ini mayoritas memberikan pujian. 

    Menariknya, warganet banyak yang bertanya kepada Anies dan Ganjar kapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi akan memberikan ceramah di UGM.

    Netizen penasaran dengan Jokowi yang tidak pernah hadir di forum UGM. Padahal presiden dua periode itu disebut-sebut juga lulusan universitas berjuluk kampus biru tersebut.

    Dalam informasi yang dihimpun redaksi dari Instagram resmi Masjid UGM, ada beberapa narasumber dari tokoh nasional yang akan mengisi agenda itu secara bergantian.

    Antara lain mantan Menkopolhukam Mahfud MD; Ustaz Adi Hidayat; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti; hingga Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, dan berbagai tokoh lainnya

  • Sempat Viral, Ini Keunikan Masjid Ar-Rohman di Pangandaran yang Punya Kubah Baret Bintang Empat

    Sempat Viral, Ini Keunikan Masjid Ar-Rohman di Pangandaran yang Punya Kubah Baret Bintang Empat

    Pangandaran, Beritasatu.com – Masjid dengan desain unik dan kubah berbentuk baret hijau bintang empat resmi dibuka oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Pangandaran, Jawa Barat. Masjid yang diberi nama Masjid Ar-Rohman ini diinisiasi oleh panglima TNI.

    Peresmian masjid Ar-Rohman yang terletak di Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, berlangsung pada Sabtu (1/3/2025). Acara peresmian dimulai dengan penandatanganan prasasti oleh panglima TNI dan disaksikan oleh tamu undangan serta ratusan warga sekitar. 

    Acara semakin khidmat dengan pelaksanaan salat Zuhur berjemaah, diikuti dengan tausyiah yang disampaikan oleh ustaz Adi Hidayat. Antusiasme jemaah cukup terasa, dengan banyaknya warga yang bahkan harus mengular hingga keluar masjid untuk menyaksikan peresmian ini.

    Masjid Ar-Rohman di Pangandaran yang punya kubah baret bintang empat – (Beritasatu.com/Muhamad Iqbal)

    Pembangunan Masjid Ar-Rohman yang dibangun oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ini dikebut selama kurang lebih satu tahun agar dapat digunakan pada bulan suci Ramadan 2025.

    Masjid Ar-Rohman memiliki keunikan tersendiri, terutama pada desain kubahnya yang menyerupai baret khas TNI, lengkap dengan empat bintang yang melambangkan pangkat tertinggi dalam militer. Selain itu, masjid ini juga dilengkapi dengan menara yang menyerupai tongkat komando, memberikan kesan gagah dan berwibawa. 

    Di dalam masjid, terdapat enam tiang besar yang melambangkan enam rukun iman, dengan masing-masing tiang dihiasi oleh empat logo kesatuan TNI. Masjid ini juga memiliki empat pintu yang mengarah ke kiblat yang desainnya mirip dengan pintu Kakbah, yang mengandung makna bahwa doa jamaah di masjid ini akan dikabulkan untuk segera berangkat ke Tanah Suci, Makkah.

    Ketua DKM Masjid Ar-Rohman Ahmad Sanusi menjelaskan, pembangunan masjid ini diinisiasi sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan negara. Setiap elemen bangunan masjid ini memiliki filosofi mendalam. 

    “Salah satu filosofi utama dari masjid ini adalah bentuk kubah baret dan bintang empat yang melambangkan persembahan seorang abdi Tuhan yang juga abdi negara. Panglima TNI sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) pernah belajar dan mengaji di masjid ini,” ujar Ahmad Sanusi.

    Suasana di dalam Masjid Ar-Rohman di Pangandaran yang punya kubah baret bintang empat. – (Beritasatu.com/Muhamad Iqbal)

    Antusiasme warga terlihat sangat positif, terutama setelah masjid ini selesai dibangun dan mulai digunakan untuk salat tarawih pada hari pertama Ramadan. Setelah peresmian, masjid ini juga akan mengadakan berbagai program selama Ramadan, yang dipimpin oleh dua syekh asal Mesir. 

    Program tersebut bertujuan untuk melatih ustaz dan warga setempat dalam membaca Al-Qur’an, serta memimpin salat tarawih yang diperkirakan akan diikuti oleh jemaah tidak hanya dari Pangandaran, tetapi juga dari daerah lain.

    Masjid Ar-Rohman kini menjadi salah satu destinasi wisata religi baru yang disambut baik oleh warga sekitar. Bahkan, video proses pembangunan masjid ini sempat viral di media sosial, menjadi perbincangan hangat karena keunikannya.

    Seorang warga Cijulang, Tita Luvita menyambut baik adanya renovasi masjid ini. Ia merasa bangga karena masjid ini turut membawa nama Pangandaran ke masyarakat luas dan berharap masjid ini dapat meningkatkan semangat warga dalam menjalankan ibadah lima waktu berjemaah.

    “Alhamdulillah, sebagai warga Pangandaran, kami sangat senang dan menyambut baik adanya Masjid Ar-Rohman yang memiliki arsitektur khas dan penuh makna. Semoga dengan adanya masjid ini, warga muslim semakin taat dalam menjalankan ibadah,” kata Tita Luvita.

    Diharapkan, Masjid Ar-Rohman di Pangandaran dengan desain khas ini akan menjadi tempat ibadah yang nyaman dan membawa berkah bagi masyarakat. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  • Viral Masjid Unik dengan Kubah Berbentuk Baret TNI Ternyata Usulan Ustaz Adi Hidayat

    Viral Masjid Unik dengan Kubah Berbentuk Baret TNI Ternyata Usulan Ustaz Adi Hidayat

    TRIBUNJATENG.COM – Viral kubah masjid berbentuk baret TNI bintang empat.

    Diketahui, masjid itu bernama Ar Rohman yang berada di Desa Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat.

    Masjid tersebut menjadi sorotan lantaran bentuk kubah yang tak biasa hingga ramai di media sosial.

    Pembangunan kubah berbentuk baret TNI ini bukan tanpa alasan.

    Sang pembangun ternyata memiliki kenangan dengan masjid tersebut.

    Masjid Ar-Rohman memiliki desain bangunan unik yakni menyerupai topi baret Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.

    Dalam video yang dilihat TribunnewsBogor.com dari akun media sosial Instagram @folkkonoha, atap tersebut dibuat menyerupai baret khas TNI AD.

    Tak hanya itu, atap masjid ini juga memiliki ornamen tambahan berupa empat bintang.

    Tak jauh dari bintang-bintang tersebut, terdapat logo besar TNI yang turut menghiasi bagian atas bangunan.

    Usut punya usut, pembangunan masjid itu berada di bawah arahan langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    “Proses Pembangungan Masih 60 persen, Atap Masjid Berkonsep Topi Baret TNI, di Pangandaran,” tulis akun tersebut, Senin (10/2/2025).

    Diketahui peletakan batu pertama dilakukan pada 3 Februari 2024 silam.

    Sementara itu, Masjid Ar-Rohman rupanya dibangun karena memiliki nilai sejarah bagi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    Masjid ini merupakan tempat di mana Jenderal Agus mengaji semasa kecil. 

    Ide desain yang terinspirasi dari baret TNI ini diusulkan Ustaz Adi Hidayat.

    Menurutnya masjid tersebut sebagai cerminan perjalanan hidup Panglima dalam dunia militer.

    Di sisi lain, bangunan masjid berbentuk baret TNI AD itu langsung direspon warganet.

    Warganet meletakkan komentarnya dikolom yang tersedia.

    “Menyala masjid Panglima TNI di kampungku,” ucap seorang warganet.

    “Yg penting ibadah khusyuk, jgn memperdebatkan bangunan selama bukan berhal,” tulis masfoodies.

    “Apapun bentuknya yang penting dalemnya alias isinya seperti fasilitas masjid yang bener-bener untuk umat n buat non Muslim bisa istirahat intinya agama islam merangkul semua umat beragama,” rizaloioi.

    “Model apa pun itu masjid jika tidak menggangu kaidah agama itu gak masalah,yang jadi masalah jika udah ada masjid tp orang sekitarnya atau orang mukmin tidak menunaikan kewajibannya melaksanakan shalat,” mr_batula.

    “Mantaapp.. ini sepertinya Masjid Pak Panglima TNI karena itu kampung halamannya,” ugainspira. (*)

     

  • Pengurus Masjid Kaget ada Mobil Menyelonong Lindas Sajadah Salat Jumat, Tingkah Pengendara Disorot

    Pengurus Masjid Kaget ada Mobil Menyelonong Lindas Sajadah Salat Jumat, Tingkah Pengendara Disorot

    TRIBUNJATIM.COM, PALEMBANG – Aksi pengendara mobil yang cuek dan menyelonong melindas sajadah di depan masjid.

    Diketahui sajadah itu sedianya akan digunakan untuk jemaah Salat Jumat.

    Aksi tersebut kemudian terekam CCTV dan viral di media sosial.

    Setelah peristiwa itu bahkan terjadi cekcok antara pengendara mobil dengan pengurus masjid.

    Diketahui, peristiwa itu terjadi di Masjid Nur Ramadhan di Jalan Segaran, Kecamatan 9 Ilir Kelurahan Ilir Timur III, Palembang, pada Jumat 7 Februari 2025 sekitar pukul 09:22 WIB.

    Dari video yang dilihat, mobil jenis Honda Mobilio BG 1202 AP masuk dari depan masjid yang sudah dipasang traffic cone, sedangkan ambal masjid sudah terpasang di depan halaman masjid.

    Beberapa meter mobil tersebut masuk kemudian ditegur oleh pengurus masjid. 

    Salah seorang penumpang terlihat turun hendak mengatur mobil keluar lagi.

    Saat dijumpai, David salah satu pengurus masjid mengatakan, kejadian itu berawal saat petugas masjid sedang mempersiapkan sejadah di depan halaman masjid yang sudah biasa dipakai untuk ibadah Sholat Jumat di masjid tersebut.

     “Kami lagi pasang sajadah untuk salat Jumat nantinya, juga memasang kerucut lalu lintas. Kami pasang sajadahnya dari depan hingga belakang, ” ujar David, Senin (10/2/2025).

    Selagi sibuk menggelar karpet sajadah di bagian belakang, tiba-tiba mobil warna hitam itu masuk dari depan dan melindas sajadah yang sudah dibentang.

    Lalu pengurus masjid menegur pengemudi mobil.

    Setelah ditegur sempat terjadi cekcok mulut, mobil itu berhenti, pengurus masjid melihat ada 4 orang wanita di dalam mobil.

    Salah satu penumpang sempat turun dari mobil.

    “Saat kami tanyai mau kemana, katanya mau melayat ke belakang lalu kami larang. Ada satu penumpang yang turun, namun masih pakai sandal, lalu kami tegur baru dilepaskan sandalnya. Mobil ini masih maju mundur, lalu kami suruh maju saja karena sulit untuk memutar,” katanya.

    Dia menambahkan, setidaknya ada 25 gulung karpet sajadah yang terlindas mobil tersebut.

    Satu gulung ambal sajadah diperuntukkan 10 orang jemaah salat Jumat.

    Akibatnya sajadah tidak bisa digunakan dikarenakan sudah kotor terlindas mobil.

    “Setelah itu pengendara itu cuma minta maaf, sampai hari ini tidak ada pihak mereka menemui kami selaku petugas masjid. Jadi paling tidak kami harus mencucinya sendiri atau di laundry saja rencananya besok atau lusa,” tandasnya. 

    Sementara itu, kisah viral masjid lainnya juga terjadi di Jawa Barat. 

    Kali ini masjid itu viral karena bentuk bangunannya.

    Masjid di Pangandaran, Jawa Barat ini menjadi sorotan lantaran bentuk kubah.

    Alih-alih setengah bola, kubah ini berbentuk baret TNI bintang empat.

    Diketahui, masjid bernama Ar Rohman tersebut berada di Desa Cijulang.

    Pembangunan kubah berbentuk baret TNI ini bukan tanpa alasan.

    Sang pembangun ternyata memiliki kenangan dengan masjid tersebut.

    Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

    Masjid Ar-Rohman memiliki desain bangunan unik yakni menyerupai topi baret Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.

    Dalam video yang dilihat TribunnewsBogor.com dari akun media sosial Instagram @folkkonoha, atap tersebut dibuat menyerupai baret khas TNI AD.

    Tak hanya itu, atap masjid ini juga memiliki ornamen tambahan berupa empat bintang. 

    Tak jauh dari bintang-bintang tersebut, terdapat logo besar TNI yang turut menghiasi bagian atas bangunan.

    Usut punya usut, pembangunan masjid itu berada di bawah arahan langsung dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    “Proses Pembangungan Masih 60 persen, Atap Masjid Berkonsep Topi Baret TNI, di Pangandaran,” tulis akun tersebut, Senin (10/2/2025).

    Diketahui peletakan batu pertama dilakukan pada 3 Februari 2024 silam.

    Sementara itu, Masjid Ar-Rohman rupanya dibangun karena memiliki nilai sejarah bagi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    Masjid ini merupakan tempat di mana Jenderal Agus mengaji semasa kecil. 

    Ide desain yang terinspirasi dari baret TNI ini diusulkan oleh Ustaz Adi Hidayat.

    Menurutnya masjid tersebut sebagai cerminan perjalanan hidup Panglima dalam dunia militer.

    Di sisi lain, bangunan masjid berbentuk baret TNI AD itu langsung direspon warganet.

    Warganet meletakkan komentarnya dikolom yang tersedia.

    “Menyala masjid Panglima TNI di kampungku,” ucap seorang warganet.

    “Yg penting ibadah khusyuk, jgn memperdebatkan bangunan selama bukan berhal,” tulis masfoodies.

    “Apapun bentuknya yang penting dalemnya alias isinya seperti fasilitas masjid yang bener-bener untuk umat n buat non Muslim bisa istirahat intinya agama islam merangkul semua umat beragama,” rizaloioi.

    “Model apa pun itu masjid jika tidak menggangu kaidah agama itu gak masalah,yang jadi masalah jika udah ada masjid tp orang sekitarnya atau orang mukmin tidak menunaikan kewajibannya melaksanakan shalat,” mr_batula.

    “Mantaapp.. ini sepertinya Masjid Pak Panglima TNI karena itu kampung halamannya,” ugainspira.

    —– 

    Berita Jatim dan berita viral lainnya.

  • Lahir di Cimahi, Kenapa Jenderal Agus Subiyanto Bangun Masjid Kubah Baret di Pangandaran?

    Lahir di Cimahi, Kenapa Jenderal Agus Subiyanto Bangun Masjid Kubah Baret di Pangandaran?

    PIKIRAN RAKYAT – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membangun masjid kubah baret di Pangandaran, Jawa Barat. Ternyata pria 57 tahun itu tidak lahir di Pangandaran, melainkan di kota lain di Jabar.

    Belum lama ini, Agus membangun masjid dengan desain unik yaitu ada baret khas militer. Diketahui konsep dari bangunan tersebut dibuat oleh Ustaz Adi Hidayat. Desain sang ulama sedang dalam dibicarakan publik karena tampilannya yang tidak biasa.

    Kenapa Jenderal Agus bangun masjid di Pangandaran?

    Diketahui Panglima TNI Agus Subiyanto membangun masjid kubah baret itu di Pangandaran, bukan di Cimahi yang merupakan tempat lahirnya. Ternyata alasan ia membangunnya di sana karena ia pernah menghabiskan sebagian masa kecilnya di lokasi tersebut.

    “Masjid ini, waktu kecil (saya) sering tidur di masjid, waktu SMP dulu, insyaallah 1 tahun masjid ini akan selesai. Dia (Ustaz Adi Hidayat) menyampaikan konsep masjid yang akan dibangun dengan luas 803 meter persegi,” kata Jenderal Agus.

    “Masjid ini jadi saksi kebaikan kita semua dan amal jariah warga Desa Cijulang,” kata Agus Subiyanto ketika menyampaikan sambutan setelah peletakan batu pertama pada Sabtu 3 Februari 2024 silam.

    Cijulang adalah wilayah yang kini masuk dalam Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Orang tuanya berasal dari kawasan tersebut, usaha penyewaan becak milik sang ayah di Cimahi dulu diberi tulisan “Putra Cijulang” untuk mengingatkannya akan asal daerah. Nenek Agus Subiyanto tinggal di sana. Rumah neneknya dekat dengan Jembatan Haurseah atau area Cukang Taneuh, salah satu tempat wisata di Pangandaran.

    Diketahui masjid desain kubah baret itu diberi nama Masjid Ar-Rahman. Video viral menampilkan proses pembangunannya yang diunggah pada Minggu 9 Februari 2025. Disebutkan bahwa progres pembangunan sudah 60 persen.

    Profil Panglima TNI Agus Subiyanto Nama lengkap: Agus Subiyanto TTL: Cimahi, Jawa Barat 5 Agustus 1967 Almamater: Akademi Militer Angkatan Darat (1991) Pangkat: Jenderal TNI NRP: 1910029630867 Brevet kehormatan Agus Subiyanto Pin Korps Brimob (16 November 2023) Brevet Hiu Kencana (2 Maret 2024) Pin Gadjah Mada Puspomad (2024) Karier Agus Subiyanto 2017-2018: Komandan Korem 132/Tadulako 2019-2020: Wakil Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri 2020:Komandan Korem 061/Surya Kencana 2020-2021: Komandan Pasukan Pengamanan Presiden 2021-2022: Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi 2022-2023: Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat 2023: Kepala Staf TNI Angkatan Darat 2023-sekarang: Panglima TNI

    Demikian alasan Jenderal Agus Subiyanto membangun masjid baret hijau di Pangandaran, bukan di Kota Cimahi. Sang Panglima TNI menghabiskan sebagian masa kecil di sana.***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Oleksyi Poroshenko, Putra Mantan Presiden Ukraina Hindari Wajib Militer, Hanya Didenda Rp 10 Juta – Halaman all

    Oleksyi Poroshenko, Putra Mantan Presiden Ukraina Hindari Wajib Militer, Hanya Didenda Rp 10 Juta – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, UKRAINA – Ketakutan mobilisasi militer oleh Ukraina bukan hanya dilakukan oleh warga bisa. 

    Oleksyi Poroshenko, putra dari mantan presiden Petro Poroshenko pun terciduk melakukan aksi penghindaran wajib militer agar tidak dikerahkan untuk berperang melawan Rusia.

    Petro Poroshenko adalah Presiden Ukraina yang menjabat pada tahun 2014 hingga 2019 silam. 

    Ia dikenal sebagai politikus yang pro Rusia, dan dikalahkan Volodymyr Zelensky  saat pemilu 2019.

    Dikutip dari Strana, Oleksiy Poroshenko, sempat diadili di sebuah pengadilan dan diwajibkan untuk membayar denda sebesar 25.500 hryvnia atau setara hampir Rp 10 juta.

    Oleksiy didenda karena tidak menghadiri panggilan TCC atau lembaga perekrutan wajib militer setempat.

    Dalam sebuah dokumen pengadilan Kiev disebutkan, ia tidak hadir tanpa alasan yang kuat di Pechersk RTCK di Kota Kiev untuk menerima panggilan guna mengklarifikasi data.

    Jika putra Poroshenko mengabaikan pembayaran denda, maka pengadilan akan meningkatkan denda yang jauh lebih besar. 

    “Jika terjadi kegagalan membayar denda dalam waktu 15 hari sejak tanggal penyerahan resolusi ini kepada pelanggar, denda akan ditagih secara paksa sesuai dengan Pasal 308 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Ukraina sebesar dua kali lipat dari jumlah UAH 51.000,” demikian pernyataan dokumen tersebut.

    Oleksiy Poroshenko yang berusia 39 tahun itu merupakan mantan anggota parlemen Ukraina. 

    Namanya muncul karena masuk daftar pencarian orang karena tidak hadir dalam panggilan ke Komisi Anti-Korupsi. 

    Ia merupakan seorang anggota militer cadangan Ukraina berpangkat letnan, namun saat ini lebih sering tinggal di luar negeri.

    Banyak Menghindari Wajib Militer

    Apa yang dilakukan oleh putra mantan presiden Poroshenko itu banyak dilakukan oleh warga pria Ukraina saat ini.

    Mereka lebih memilih masuk penjara atau kabur ke luar negeri daripada berperang melawan Rusia yang lebih banyak risiko kalahnya.

    Sebelumnya, Roman Kostenko, sekretaris komite pertahanan parlemen mengatakan, Ukraina perlu memobilisasi 500.000 warga negara.

    Dikutip dari Kiev Independent, ia mencatat bahwa tingkat mobilisasi menurun pada bulan September setelah awalnya stabil menyusul undang-undang penguatan mobilisasi pada bulan April.

    Meskipun tujuannya adalah untuk merekrut 200.000 orang, Kostenko yakin ini masih kurang, sejalan dengan rekomendasi sebelumnya dari mantan Panglima Tertinggi Valery Zaluzhny untuk merekrut 500.000 orang.

    Pada bulan Desember 2023, Presiden Volodymyr Zelensky mengakui usulan militer untuk mobilisasi skala besar, memperkirakan hal itu akan menelan biaya Ukraina sebesar 500 miliar hryvnia.

    Saat ini, rencana ditetapkan untuk memobilisasi 160.000 orang tambahan, menambah 1,05 juta orang yang sudah bertugas.

    Ukraina telah berjuang keras untuk memobilisasi cukup banyak tentara di garis depan guna mengimbangi korban jiwa pasukan dan kebutuhan untuk merotasi tentara yang telah bertempur sejak dimulainya perang skala penuh.

    Namun banyak dari prajurit wajib militer yang tidak sempat berperang. 

    Diberitakan oleh media-media Barat, sebanyak 200.000 pasukan mobilisasi memilih untuk kabur sebelum berperang alias desersi. (Strana/Kyiv Independent)

  • Makna Salat Qabliyah, Ustaz Adi Hidayat Sebut Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

    Makna Salat Qabliyah, Ustaz Adi Hidayat Sebut Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

    Jakarta, Beritasatu.com – salat qabliyah subuh, yang dilaksanakan dua rakaat sebelum salat subuh, memiliki keutamaan yang sangat besar menurut hadis Rasulullah Saw. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, dijelaskan bahwa salat ini lebih baik dari dunia dan seisinya.

    Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw mengajarkan bahwa melaksanakan salat sunah ini memberikan pahala yang tak terhingga.

    “Salat dua rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Muslim).

    Hadis ini menegaskan bahwa salat qabliyah subuh memiliki pahala yang jauh lebih besar dari segala yang ada di dunia ini.

    Mengutip dari tayangan YouTube Short @ckiichannel, pada Rabu (8/1/2025), Ustaz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan lebih lanjut tentang makna hadis ini. Menurutnya, orang yang mengerjakan salat sunah tersebut akan mendapatkan dunia dan seisinya.

    Tafsir Tentang Dunia dan Seisinya

    Ada beberapa tafsir yang mengungkapkan makna dari kalimat “dunia dan seisinya” Salah satu tafsiran menyebutkan bahwa dunia dan seisinya merujuk pada kemudahan hidup. Ada pula yang mengartikan bahwa ini berhubungan dengan pahala besar yang diterima di akhirat nanti.

    “Ada yang menafsirkan, hidupnya mudah, ada yang menafsirkan pahala yang besar di akhirat nanti,” kata UAH.

    Selain itu, UAH juga menyampaikan tafsir lain mengenai kalimat “lebih baik dari dunia dan seisinya,” yaitu tentang kemudahan dan kenyamanan dalam hidup. Dalam pandangan ini, seseorang yang istikamah melaksanakan salat qabliyah subuh akan diberi kelancaran dalam hidupnya, seperti kesehatan yang terjaga atau kelancaran dalam perjalanan.

    “Ada yang menafsirkan kemudahan, kenyamanan dalam hidup, orang sakit, dia sehat, harusnya misalnya macet, dia lancar”. ucapnya melanjutkan.

    Dunia Dipandang Kecil

    Selain tafsir tentang kemudahan hidup, ada pula tafsir yang menunjukkan bahwa dunia menjadi kecil dalam pandangan orang yang rutin mengerjakan salat qabliyah subuh. Dengan ketekunan dalam beribadah, seseorang akan semakin tidak tergoda oleh gemerlapnya dunia.

    “Ada yang menafsirkan, dunia dijadikan kecil. Ia tidak terpengaruh dengan dunia. Nafsunya ditahan, takwanya naik.” tutur UAH.

    Dengan demikian, orang yang selalu menjaga salat qabliyah subuh akan merasa bahwa dunia ini tidak begitu penting, dan nafsu duniawi mereka dapat ditekan sehingga mereka semakin dekat dengan Allah.

    Melaksanakan salat qabliyah subuh bukan hanya membawa pahala yang sangat besar, tetapi juga memberikan berbagai manfaat dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dari kemudahan hidup hingga kemampuan untuk mengendalikan nafsu, salat ini memberikan banyak keuntungan bagi orang yang istiqamah dalam melaksanakannya.

    Dengan melaksanakan salat dua rakaat sebelum subuh, seseorang tidak hanya mendapatkan dunia dan seisinya, tetapi juga menjadikan dunia ini kecil dalam pandangannya.

  • Setiawan Ichlas Bahas Ketahanan Pangan di Islamic International Conference

    Setiawan Ichlas Bahas Ketahanan Pangan di Islamic International Conference

    loading…

    Utusan Khusus Presiden Setiawan Ichlas di acara Islamic International Conference di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (28/12/2024). Foto/Istimewa

    JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Setiawan Ichlas membuka Islamic International Conference di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (28/12/2024). Pria yang akrab disapa Iwan Bomba itu menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia mengapresiasi kegiatan ini, sehingga dapat memberikan pandangan mendalam tentang ketahanan pangan yang berbasis Al-Qur’an.

    “Terutama pendalaman terharap Surah Yusuf dalam Al-Qur’an, yang membahas tentang ketahanan pangan dan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” kata Setiawan Ichlas dalam sambutannya.

    Iwan Bomba juga menegaskan dukungan pemerintah Indonesia terhadap kesiapan dunia islam dalam mengatasi ketahanan pangan ke depan. “Indonesia saat ini sedang fokus berbuat untuk ketahanan pangan dalam mengantisipasi situasi global yang tak pasti. Dengan adanya kerja sama pangan di dunia Islam, Indonesia mendukung penuh dialog dan kerjasama seperti ini,” ujarnya.

    Adapaun Islamic International Conference ini turut dihadiri sejumlah utusan dari negara-negara Islam seperti, UAE, Libya, Mesir, dan Arab Saudi. Acara yang diinisiasi Ustaz Adi Hidayat ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan ulama dari dalam negeri.

    “Kegiatan ini mendukung tentang program pemerintah tentang modernisasi beragama dan ketahanan pangan,” pungkas Iwan Bomba.

    (rca)

  • Begini Cara Muslim Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ustaz Adi Hidayat

    Begini Cara Muslim Mengucapkan Selamat Natal Menurut Ustaz Adi Hidayat

  • Ustaz Adi Hidayat Beri Dalil soal Tarif Pendakwah, Netizen Pernah Singgung Gus Miftah: 75Juta/1,5Jam

    Ustaz Adi Hidayat Beri Dalil soal Tarif Pendakwah, Netizen Pernah Singgung Gus Miftah: 75Juta/1,5Jam

    TRIBUNJAKARTA.COM -Tarif penceramah menjadi bahasan Ustaz Adi Hidayat kala berbicara tentang fenomena Gus Miftah.

    Seperti diketahui, belakangan Gus Miftah viral karena mengolok-olok seorang pedagang es teh, Sunhaji, saat pengajian.

    Hal itu membuat Gus Miftah ramai dihujat masyarakat, utamanya melalui media sosial.

    Gus Miftah sampai mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

    Pada saat ramai hujatan, ada juga netizen yang mengungkap tarif ceramah Gus Miftah.

    Netizen X yang juga pegiat media sosial, Rumail Abbas (@Stakof), membocorkan tarif Gus Miftah per 1,5 jam.

    Dalam cuitannya pada Selasa (3/12/2024), menyebut Gus Miftah memasang tarif Rp 75 juta.

    “Tarif “Gus Kacamata Hitam” itu…

    75juta/1,5jam

    Saya pernah dengar dari panitia pengajian Gus Baha, amplop yang diberikan ke Gus asal Kragan, Rembang ini hanya dia isi… 2juta

    Sudah ada kitab, penjelasannya bersanad, gak mau dijemput, dan ngajinya tahqiq.

    Beda ya,” cuit @Stakof.

    Menurut akun centang biru itu juga, tarif Gus Miftah Rp 75 juta belum termasuk akomodasi dan transportasi.

    “Oiya, 75juta/1,5jam itu belum termasuk…

    – Hotel

    – Transportasi

    – Makan

    – Akomodasi Pendherek

    – Riders yang mungkin perlu disiapkan,” lanjut cuitnya pada hari yang sama.

    Rumail Abbas juga meyakinkan bahwa dia saksi mata soal tarif itu ketika ada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) satu daerah hendak mengundang Gus Miftah.

    “Untuk GM, saya saksi mata kala ada konco di PCNU kabupaten X mau ngundang. Untuk Gus Baha, itu tim @gayengco
     jadi saksinya. Informasi ini valid,” cuitnya.

    Cuitan Rumail Abbas soal tarif ceramah Gus Miftah.

    Komentar Ustaz Adi Hidayat

    Adi Hidayat melihat fenomena Gus Miftah dan Sunhaji sebagai sarana untuk mengambil pelajaran.

    Dengan senyum dan nada yang lembut, Adi Hidayat pun memberikan tangapannya.

    “Tentu ini yang menjadi pelajaran untuk kita semua, bagi saya pribadi, dan kita semua betapa Allah SWT senantiasa bersikap adil memberikan rahmat yang luar biasa memberikan jalan kepada setiap hamba untuk menjadi lebih baik tentunya sebelum kita kembali kepada Allah subhanahu wa taala,” kata Adi Hidayat berbicara di channel Youtubenya, Adi Hidayat Official, Kamis (12/12/2024).

    Untuk Unhaji, Adi Hidayat melihat betapa Allah SWT bisa mengangkat kemuliaan seseorang dengan cara tak biasa.

    “Bapak yang viral dengan ikhtiarnya dengan jualannya Allah angkat kemuliaannya dengan cara yang berbeda dengan cara yang tidak biasa. Rezekinya juga bertambah dengan cara yang tidak biasa, tentu ini pun harus dijaga dengan lebih meningkatkan ketaatan dan ketakwaan pada Allah SWT,” kata Adi Hidayat.

    Untuk Gus Miftah, Adi Hidayat mengambil pelajaran tentang betapa Allah SWT menyayangi umatnya, sehingga diberi jalan untuk berubah.

    “Sisi lain, sosok lain yang juga viral, juga dengan kasih sayang Allah diberikan jalan untuk bisa menjadi lebih baik, untuk bisa mengoreksi dan ini pun menjadi pesan bagi kita-kita yang berceramah, memberikan tausiah, pun demikian para ulama, para kiai, siapun kembali memendomani aturan-aturan dalam mendakwahi mendampingi umat pada segala hal yang baik dengan cara yang baik.”

    “Menjauhi sifat materialistik kemudian juga menutur kata yang baik menjaga kata-kata gitu,” kata Adi Hidayat sambil tersenyum.

    Sebagai sesama penceramah, Adi Hidayat mengutip Surat Al Mudatsir ayat 1-6 sebagai pedoman berdakwah.

    Di dalamnya terdapat cara berpakaian, bertutur kata hingga soal tarif.

    “Cukuplah ayat 1 sampai 6 Al Mudatsir itu jadi pedoman kita dalam berdakwah untuk semuanya.”

    “Tampil dengan tampilan yang yang baik. performance yang baik sehingga tidak menimbulkan keprihatinan dari audiens dari masyarakat.”

    “Seperti pakaiannya bersih lisannya juga mesti bersih kata-katanya juga mesti mesti baik sehingga ilmu amal dan akhlak beriringan bersamaan.”

    “Jangan pernah ada motivasi untuk mengharapkan materi-materi yang dinilai harus lebih dibandingkan dengan dengan apa yang diberikan ya bahasa sekarang mungkin pasang tarif dan sebagainya itu
    ketentuan yang sangat standar sangat baku di luar ayat-ayat yang lain,” paparnya.

    Adi Hidayat juga membuka kesempatan kepada siapapun yang mendengar ceramahnya untuk memberi masukan.

    Ia juga menutup videonya dengan permintaan maaf.

    “Melalui video dan kolom ini teman-teman bisa memberikan masukan, kalau ada yang kurang tepat, kurang baik, cara yang tidak elok, tidak elegan, silakan dengan senang hati disampaikan. Dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf bila ada hal-hal yang kurang berkenan sekaligus memohon kepada Allah untuk senantiasa dipandu diberikan hidayah untuk menjadi lebih baik sehingga meringankan hisab saat kembali kepadanya,” tutupnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya