Tag: Abdul Muhari

  • Banjir Sumatra Sudah Sebulan, Pratikno Klaim Negara Bekerja Tanpa Henti

    Banjir Sumatra Sudah Sebulan, Pratikno Klaim Negara Bekerja Tanpa Henti

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap bekerja tanpa henti dalam menangani dampak banjir dan longsor di Sumatra, meskipun peristiwa tersebut telah berlangsung selama satu bulan.

    “Bapak ibu yang saya hormati, hari ini tepat satu bulan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Pratikno saat menyampaikan konferensi pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB, Kamis (25/12/2025).

    Pratikno menyampaikan saat ini dirinya berada di Aceh guna memastikan secara langsung proses penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor berjalan sesuai rencana.

    Lebih lanjut, dia memastikan seluruh jajaran pemerintah tetap menjalankan tugas penanganan tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.

    “Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi menolong masyarakat yang terdampak bencana,” kata Pratikno.

    Dia menjelaskan, meskipun sejumlah wilayah terdampak banjir di Sumatra telah mulai memasuki tahap pemulihan, masih terdapat daerah lain yang tetap berada dalam status tanggap darurat.

    Dari total 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 12 daerah telah menetapkan status transisi dari darurat menuju pemulihan.

    Sementara itu, di Provinsi Aceh tercatat masih terdapat 11 kabupaten dan kota yang memperpanjang masa tanggap darurat bencana. 

    “Untuk memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan oleh warga bisa dilakukan dengan maksimal, dan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase pemulihan,” ujar Pratikno.

    Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa berdasarkan data terbaru BNPB, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.135 jiwa, sementara 173 orang masih dinyatakan hilang.

    “Per hari ini ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa, sehingga total yang kemarin 1.129 jiwa kini menjadi 1.135 jiwa,” katanya.

    Data tersebut merangkum dampak bencana di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan total 489.864 warga mengungsi hingga saat ini.

    Di Provinsi Aceh, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 503 jiwa, dengan 31 orang hilang dan 466.667 warga mengungsi. Kabupaten dan kota terdampak tersebar di hampir seluruh wilayah Aceh, dengan jumlah pengungsi terbesar berada di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

    Sementara di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal mencapai 371 jiwa, dengan 70 orang masih hilang, serta 13.262 warga mengungsi. Wilayah terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, hingga Mandailing Natal.

    Adapun di Sumatra Barat, korban meninggal dunia tercatat 261 jiwa, dengan 72 orang hilang, dan 9.935 warga mengungsi. Daerah terdampak meliputi Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, Kota Padang, hingga Tanah Datar.

  • Korban Jiwa Banjir Sumatra Terus Bertambah: Tembus 1.135 Orang, Ini Updatenya!

    Korban Jiwa Banjir Sumatra Terus Bertambah: Tembus 1.135 Orang, Ini Updatenya!

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra terus bertambah hingga Kamis (25/12/2025).

    Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa berdasarkan data terbaru BNPB, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.135 jiwa, sementara 173 orang masih dinyatakan hilang.

    “Per hari ini ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa, sehingga total yang kemarin 1.129 jiwa kini menjadi 1.135 jiwa,” katanya.

    Data tersebut merangkum dampak bencana di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan total 489.864 warga mengungsi hingga saat ini.

    Di Provinsi Aceh, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 503 jiwa, dengan 31 orang hilang dan 466.667 warga mengungsi. Kabupaten dan kota terdampak tersebar di hampir seluruh wilayah Aceh, dengan jumlah pengungsi terbesar berada di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

    Sementara di Sumatra Utara, jumlah korban meninggal mencapai 371 jiwa, dengan 70 orang masih hilang, serta 13.262 warga mengungsi. Wilayah terdampak antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, hingga Mandailing Natal.

    Adapun di Sumatra Barat, korban meninggal dunia tercatat 261 jiwa, dengan 72 orang hilang, dan 9.935 warga mengungsi. Daerah terdampak meliputi Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, Kota Padang, hingga Tanah Datar.

    Secara nasional, akumulasi korban dari ketiga provinsi tersebut menunjukkan tren peningkatan, dengan catatan kenaikan enam korban meninggal dan penurunan satu orang hilang dibandingkan laporan sebelumnya.

    Selain itu, tercatat 13 kabupaten/kota telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan, yang terdiri dari empat daerah di Aceh, lima daerah di Sumatra Utara, dan empat daerah di Sumatra Barat.

    “Pemerintah pusat dan daerah terus melakukan upaya pencarian korban hilang, penanganan pengungsi, serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” pungkasnya.

  • Update BNPB: 17 Jasad Ditemukan, Korban Tewas Banjir Sumatera Menjadi 1.129 Jiwa

    Update BNPB: 17 Jasad Ditemukan, Korban Tewas Banjir Sumatera Menjadi 1.129 Jiwa

    Update BNPB: 17 Jasad Ditemukan, Korban Tewas Banjir Sumatera Menjadi 1.129 Jiwa
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera bertambah 17 jiwa.
    “Per hari ini, terdapat penambahan daftar korban meninggal dunia sebanyak 17 jiwa, sehingga total
    korban jiwa
    secara keseluruhan kini mencapai 1.129 orang,” ujar Abdul dalam konferensi pers yang digelar virtual, Rabu (24/12/2025).
    Rincian penambahan korban tersebut berasal dari Aceh Utara sebanyak 14 jiwa, serta masing-masing satu jiwa di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Sumatera Barat.
    Saat ini, Tim SAR Gabungan masih mencari keberadaan 174 korban yang belum ditemukan.
    “Untuk data korban hilang saat ini mengalami penurunan menjadi 174 jiwa, sedangkan jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 496.293 jiwa,” ucapnya.
    Terkait status kedaruratan wilayah, per hari ini tercatat sebanyak 12 kabupaten dan kota telah mengalami pergeseran status dari masa tanggap darurat menuju status transisi darurat.
    “Daerah tersebut mencakup masing-masing empat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata dia.
    Abdul mengatakan, masih ada beberapa daerah yang memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat hingga tanggal 28 atau 30 Desember mendatang.
    Seluruh pekerjaan lapangan saat ini sudah mulai berjalan bertahap.
    Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap.
    Selain itu, percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan juga dilakukan terutama untuk mendukung kelancaran transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
    “Saat ini, pemulihan di Sumatera Barat sudah hampir mencapai 100 persen, sementara di wilayah Tapanuli Raya, Sumatera Utara, progresnya telah mencapai kisaran 80 hingga 90 persen,” ucapnya.
    Untuk wilayah Aceh, jalur Lintas Timur dan Lintas Barat secara umum sudah dapat dilewati, dengan fokus pengerjaan saat ini diarahkan pada titik-titik penghubung Lintas Timur ke arah Tengah melalui pemasangan jembatan Bailey.
    Jembatan Bailey dibangun sementara di beberapa lokasi kritis agar konektivitas wilayah menuju Aceh Tengah tetap terjaga.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Kondisi Faskes di Aceh-Sumatera Pascabencana, RS-Puskesmas Mayoritas Pulih

    Kondisi Faskes di Aceh-Sumatera Pascabencana, RS-Puskesmas Mayoritas Pulih

    Jakarta

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan seluruh rumah sakit daerah yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sudah beroperasi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan tenaga kesehatan juga ditambah untuk meningkatkan layanan.

    Sebagai salah satu contoh, ada 23 rumah sakit pemerintah di Aceh dan semuanya sudah beroperasi. Namun, memang ada ada satu yaitu RSUD Aceh Tamiang yang saat ini masih terdapat material sisa banjir.

    Proses pembersihan terus dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, dan relawan yang ada. Abdul menambahkan peralatan medis yang terdampak banjir mulai diperbaiki dan diganti.

    “Satu rumah sakit di Aceh Tamiang masih melakukan pembersihan ruang rawat inap lantai satu, serta penggantian alat kesehatan yang rusak,” kata Abdul dikutip dari Antara News, Kamis (24/12/2025).

    Terdapat 288 puskesmas di Aceh yang sudah beroperasi dan 19 lainnya belum beroperasi. Menurut laporan, sebanyak 30 puskesmas masuk kategori rusak berat.

    Sementara itu, di Sumut terdapat 35 rumah sakit pemerintah yang secara keseluruhan sudah beroperasi. Sebanyak 325 puskesmas sudah beroperasi dengan 36 puskesmas sempat masuk dalam kategori rusak berat.

    Lalu di Sumbar seluruh rumah sakit pemerintah yang berjumlah 29 juga sudah beroperasi. Seluruh puskesmas sebanyak 233 sudah beroperasi, dengan dua puskesmas sempat masuk kategori rusak berat.

    Abdul mengungkapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga rutin mengirimkan bantuan berupa alat medis dan obat-obatan. Selain itu, mereka juga mengirimkan bantuan tenaga kesehatan untuk memastikan layanan tetap berjalan optimal.

    “Kemenkes telah mengirimkan tambahan tenaga kesehatan untuk memperkuat layanan, khususnya di wilayah dengan akses darat yang masih terbatas,” tandasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (avk/kna)

  • Pembangunan Hunian Sementara di Aceh DItargetkan Rampung Sebelum Ramadhan

    Pembangunan Hunian Sementara di Aceh DItargetkan Rampung Sebelum Ramadhan

    Pembangunan Hunian Sementara di Aceh DItargetkan Rampung Sebelum Ramadhan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh ditargetkan rampung pada Februari 2026 atau sebelum Ramadhan tahun depan.
    Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan (
    BNPB
    ) Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Selasa (23/12/2025).
    “Pembangunan
    hunian sementara
    terus dilakukan. Pengungsian terpadu akan dibangun di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Dilengkapi layanan kesehatan, layanan psikososial, serta dapur umum,” ujar Abdul, Selasa.
    “Hunian sementara ditargetkan selesai sebelum pertengahan Februari atau sebelum awal Ramadhan,” sambungnya.
    Ia menjelaskan, pembangunan
    huntara
    di Provinsi Aceh akan dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Gayo Lues, dan Kabupaten Pidie.
    Di samping itu, instansi terkait dibantu TNI, Polri, dan alat berat terus dikerahkan untuk memulihkan wilayah-wilayah terdampak bencana.
    “Pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan mengerahkan personel dan alat secara maksimal,” ujar Abdul.
    BNPB juga terus memperkuat dukungan pemulihan di Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Bener Meriah.
    Abdul menjelaskan, pemulihan akses darat di Aceh menjadi salah satu fokus utama. Sejumlah jembatan di jalur penghubung antara Bireuen dengan Bener Meriah juga dilaporkan sudah dapat digunakan.
    Sementara itu, beberapa wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih menghadapi keterbatasan akses kendaraan roda empat.
    “Beberapa ruas jalan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua, namun belum optimal. Pemerintah akan terus mengupayakan agar sebelum akhir Desember jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat,” ujar Abdul.
    KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Kerusakan Desa Bungkah, Aceh Utara, rumah hancur, jalan putus, rel kereta api terbalik, Jumat (19/12/2025).
    Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa seluruh rumah sakit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana telah beroperasi kembali.
    Di Aceh, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut bahwa seluruh rumah sakit di provinsi tersebut sudah beroperasi kembali.
    “Dari sisi pelayanan kesehatan, seluruh rumah sakit pemerintah di Aceh telah beroperasi,” ujar Abdul.
    Berdasarkan data, terdapat 23 rumah sakit di Aceh yang telah beroperasi kembali usai diterjang banjir dan longsor.
    Tersisa satu rumah sakit di Kabupaten Aceh Tamiang yang beroperasi secara bertahap, karena pembersihan material sisa-sisa banjir masih dilakukan.
    Selain itu, 288 puskesmas telah beroperasi beroperasi kembali. Tersisa 19 puskesmas yang belum bisa memberikan pelayanan.
    Sedangkan di Sumatera Utara, 35 rumah sakit telah beroperasi. Kemudian di Sumatera Barat, 29 rumah juga sudah beroperasi.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update Bencana Sumatra-Aceh: 1.112 Korban Jiwa, Sejumlah Jembatan Telah Berfungsi

    Update Bencana Sumatra-Aceh: 1.112 Korban Jiwa, Sejumlah Jembatan Telah Berfungsi

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru bencana hidrometeorologi di Sumatra dan Aceh pada Senin (23/12/2025).

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan korban jiwa menjadi 1.112 atau bertambah enam jiwa dari hari sebelumnya, hilang menjadi 176 jiwa, dan 498.447 jiwa mengungsi.

    “Ini terus kita dukung kebutuhan makanan dan non pemakamannya sehingga benar-benar saudara-saudara kita yang saat ini masih berada pada titik pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah sementara tinggal di rumah kerabat saudara ini masih terus kita dukung kebutuhan,” katanya dalam konferensi pers secara daring di akun YouTube @BNPB Indonesia.

    Dari data Kementerian Pekerjaan Umum yang dia sampaikan, sejumlah jembatan di Aceh telah berfungsi, yakni jembatan Meureudu, Teupin Mane, Alue Kulus, Rongka, Welhi Lempahan, Lawe Mengkudu.

    Dia menjelaskan jembatan yang dibangun merupakan titik krusial untuk menguburkan antara Bener Meriah dengan Bireuen.

    “Kementerian PU menyampaikan bahwa ini targetnya hampir semua dari titik-titik jalan maupun jembatan ini akan diupayakan selesai tidak lebih dari akhir Desember,” ucapnya.

    Terdapat dua kabupaten/kota di bagian Aceh, Bener Meriah, dan Aceh tengah yang masih sulit diakses kendaraan roda empat, tetapi sudah bisa akses dengan kendaraan roda dua.

    Abdul memaparkan pembangunan jembatan di Sumatra Utara, tepatnya akses darat Tapanuli Raya, Tapanuli Utara ke Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah ke Tapanuli Selatan telah berprogres lebih dari 50%.

    Distribusi logistik bertambah 100 ton sehingga total yang telah disalurkan sebesar 1.326 ton. Abdul menuturkan Aceh disalurkan 22 sorti, Sumatra Barat 1,3 ton, dan Sumatra Utara 1,8 ton.

    Abdul mengemukakan bahwa sampai saat ini pemerintah terus melakukan penyaluran logistik dan menjalankan operasi SAR. Selain itu, pemerintah juga tengah membuka lahan untuk dibangun hunian sementara, serta membangun infrastruktur air bersih.

  • Bertemu Seskab Teddy, Kepala BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca di Sumatera

    Bertemu Seskab Teddy, Kepala BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca di Sumatera

    Jakarta

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof Teuku Faisal Fathan bertemu dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dalam pertemuan tersebut, salah satu bahasannya adalah mengenai prakiraan curah hujan dan kondisi cuaca selama masa libur akhir tahun.

    “BMKG terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk modifikasi cuaca untuk mencegah sebisa mungkin turun hujan tinggi yang tidak terkontrol di Sumatera, terutama daerah terdampak bencana,” tulis @sekretariat.kabinet di Instagram, dikutip Selasa (23/12/2025).

    Update Korban Bencana

    Korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus bertambah. Hari ini tim pencarian menemukan 16 jenazah.

    “Per hari ini, Senin mengalami penambahan baik dari temuan maupun hasil identifikasi yang sudah dilakukan. Per hari ini rekapitulasi jumlah total dari 1.090 di Sabtu dan Minggu bertambah 16 jiwa. Sehingga per hari ini 1.106 jiwa,” kata ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers, Senin (22/12/2025).

    Berikut data jumlah korban tewas 22 Desember 2025:

    Aceh: 477 meninggal duniaSumut: 369 meninggal duniaSumbar: 260 meninggal dunia.

    Abdul Muhari mengatakan jumlah korban hilang berkurang 10 jiwa. Jadi korban yang masih dicari sebanyak 175 orang.

    “Yang mengungsi 502.570 jiwa, sebagian besar di minggu terakhir ini satu minggu kemarin cukup banyak yang berkurang,” tuturnya.

    Abdul Muhari juga mengatakan hari ini merupakan minggu terakhir jelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat di Aceh, Sumut dan Sumbar. Dia mengatakan pemerintah terus melakukan aspek prioritas penanganan pascabencana.

    “Pencarian pertolongan korban, distribusi logistik, pemulihan akses jalan, akses komunikasi dan pemulihan sektor energi listrik maupun BBM,” jelasnya.

    Halaman 2 dari 2

    (dpy/kna)

  • BNPB: Layanan RSUD di Provinsi Aceh Mulai Beroperasi Kembali Usai Banjir

    BNPB: Layanan RSUD di Provinsi Aceh Mulai Beroperasi Kembali Usai Banjir

    BNPB: Layanan RSUD di Provinsi Aceh Mulai Beroperasi Kembali Usai Banjir
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa layanan kesehatan RSUD di 18 kabupaten/kota di Aceh sudah mulai beroperasi usai diterjang banjir bandang dan tanah longsor.
    “Mengenai
    layanan kesehatan
    , Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 18 kabupaten/kota terdampak di Provinsi
    Aceh
    sudah mulai beroperasi kembali,” kata Abdul saat konferensi pers secara virtual, Senin.
    Meskipun masih bersifat layanan dasar, upaya pembersihan dan pemenuhan bahan medis habis pakai serta penggantian alat kesehatan terus dikejar untuk dipenuhi di Aceh Tamiang.
    Di sisi lain, evakuasi medis menggunakan helikopter terus dioptimalkan bagi pasien yang membutuhkan layanan lanjutan.
    Hingga hari ke-25 ini, tercatat sekitar 25 hingga 30 pasien telah dievakuasi ke pusat pemerintahan provinsi.
    Dukungan logistik kesehatan seperti tabung gas, oksigen konsentrator, serta alat pelindung diri juga terus dipasok untuk memastikan operasional rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan.
    Saat ini akses jalan dari Nagan Raya menuju Aceh Tengah juga sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, yang sebelumnya hanya terbatas untuk roda dua.
    “Di sektor infrastruktur, perbaikan jembatan di Kuala Simpang, Nagan Raya, dan Aceh Utara terus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai serta revitalisasi saluran air primer,” kata Abdul.
    Jalur tersebut sangat penting sebagai rute alternatif selain jalur lintas Timur dan Barat yang merupakan urat nadi transportasi di Aceh.
    “Target dari Kementerian PUPR adalah menyelesaikan perbaikan lima jembatan di jalur Timur pada sekitar tanggal 30 Desember mendatang,” ucapnya.
    Untuk dukungan logistik nasional, total bantuan yang telah diberangkatkan dari Halim mencapai 1.297 ton, dengan 1.252 ton di antaranya sudah terdistribusi dan menyisakan sekitar 40 ton sebagai stok penyangga.
    Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, distribusi melalui jalur darat sudah berfungsi optimal sehingga pengiriman bantuan menjadi lebih efektif.

    Sedangkan untuk wilayah Aceh, distribusi dilakukan secara berjenjang menggunakan helikopter dan pesawat kargo dari pangkalan udara menjatuhkan bantuan ke posko kabupaten/kota.
    “Bagi warga di daerah terpencil seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang akses daratnya masih sulit, personel TNI dan Polri mengirimkan koordinat titik pengungsian setiap hari agar bantuan dapat dijatuhkan langsung melalui jalur udara secara rutin,” jelasnya.
    Sementara kebutuhan air bersih di Aceh Tamiang saat ini didukung oleh mobil tangki dan hidran umum di titik-titik pengungsian.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Golkar Papua Sumbang Rp 406 Juta untuk Korban Banjir Aceh

    Golkar Papua Sumbang Rp 406 Juta untuk Korban Banjir Aceh

    Golkar Papua Sumbang Rp 406 Juta untuk Korban Banjir Aceh
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Papua menyalurkan bantuan Rp 406 juta untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
    Bantuan tersebut merupakan hasil kontribusi DPD Partai
    Golkar
    Papua, Ketua Golkar Kota Jayapura, serta sumbangan derma jemaat yang dihimpun dalam kegiatan ibadah Kristen Protestan.
    Bantuan ini diserahkan oleh Ketua DPD Partai
    Golkar Papua
    , Mathius Fakhiri, kepada Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Sabtu (20/12/2025).
    Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji.
    “Bantuan dari Golkar Papua ini sebagai bentuk
    solidaritas kebangsaan
    ,” kata Sarmuji dalam siaran pers yang diterima
    Kompas.com
    , Minggu (21/12/2025).
    Dia juga menegaskan bahwa bantuan dari Golkar Papua mencerminkan nilai solidaritas kebangsaan yang menjadi ruh perjuangan partai berlambang pohon beringin tersebut.
    “Meskipun jarak antara Papua dengan Aceh dari ujung timur ke ujung barat wilayah Indonesia, ini mencerminkan sikap satu kesatuan sebagai bangsa, saling gotong royong untuk membantu,” ujar Sarmuji.
    Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Aceh Muhammad Salim Fakhry mengaku haru atas kepedulian masyarakat Papua terhadap warga Aceh yang tengah tertimpa musibah.
    “Kami, atas nama DPD Partai Golkar Aceh, akan menyalurkan amanat bantuan ini dengan baik dan memastikan diterima oleh yang benar-benar membutuhkan, masyarakat terdampak bencana,” kata Salim.
    Salim selaku Ketua Golkar Aceh menambahkan bahwa bantuan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Aceh.
    “Kami sangat terharu atas bantuan ini. Kita tahu bahwa masyarakat Papua bukan tergolong masyarakat yang kaya, tetapi bersedia membantu untuk saudara-saudaranya di Aceh,” ujarnya.
    Diberitakan sebelumnya, per hari Minggu (21/12/2025) pagi, korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Pulau Sumatera mencapai 1.090 jiwa.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat data korban meninggal bertambah 19 orang pada Sabtu (20/12) malam dari sebelumnya 1.071 jiwa pada Jumat.
    Data tersebut diumumkan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, saat konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Sabtu (17/12) pukul 17.00 WIB.
    Selain korban jiwa, korban yang masih belum ditemukan juga ada sekitar 186 orang dan warga yang mengungsi masih mencapai 510.528 jiwa.
    Jumlah tersebut merupakan hasil rekapitulasi korban di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Sabtu malam.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bupati Pastikan Wisata Guci Sudah Aman Dikunjungi Pascabanjir Bandang

    Bupati Pastikan Wisata Guci Sudah Aman Dikunjungi Pascabanjir Bandang

    Banjir bandang menerjang kompleks wisata pemandian air panas guci Tegal. Material banjir yang memenuhi sungai membuat wisata ikonik di Tegal itu porak-poranda. Peristiwa itu terjadi pukul 16.30 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lama hingga aliran sungai meluap dan menerjang kawasan wisata Guci tepatnya di area pemandian 13.

    Pantauan visual di lapangan, material lumpur, pasir dan batu menutup sebagian area wisata. Untuk keamanan, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum.

    Tim BPBD Kabupaten Tegal di lokasi dan melakukan kaji cepat serta upaya penanganan darurat di lapangan.

    “Diimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Abdul Muhari.

    Kepala Kepolisian Sektor Bojong Kompol Khaerun mengatakan, banjir bandang yang melanda kawasan objek wisata Guci karena kiriman banjir dari Sungai Sawangan, yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Brebes.

    “Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, jadi masih aman. Ya, banjir karena kiriman dari wilayah atas,” kata Khaerun. Dikutip dari Antara.