Tag: Abdul Muhari

  • Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Bencana Sumatera di Permukiman

    Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Bencana Sumatera di Permukiman

    Jakarta

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan hampir dipastikan tak ada lagi jasad korban bencana Sumatera di kawasan permukiman atau pusat aktivitas warga. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan tim di lapangan selama beberapa hari terakhir.

    “Seperti kita sampaikan kemarin di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan permukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).

    Namun operasi pencarian oleh tim SAR masih terus dilanjutkan di sejumlah titik pencarian. Untuk hari ini ada 2 jasad yang ditemukan di Aceh.

    “Tapi operasi pencarian masih terus dilakukan di sisi-sisi yang mungkin masih diidentifikasi sebagai lokasi pencairan tim SAR gabungan,” tuturnya.

    Dua jasad yang ditemukan hari ini di Bener Meriah dan Aceh Utara. BNPB mencatat jumlah korban meninggal per 28 Desember mencapai 1.140 orang dan 163 masih dinyatakan hilang.

    “Sehingga per hari ini jumlah total korban jiwa rekapitulasi dari 3 provinsi itu menjadi 1.140 jiwa,” ujar Abdul.

    Adapun jumlah pengungsi per hari ini sebanyak 399.172 orang. Berikut data korban 28 Desember 2025:

    Aceh
    – 513 orang meninggal dunia
    – 31 orang hilang
    – 377.853 pengungsi

    Sumatera Barat
    – 262 orang meninggal dunia
    – 72 orang hilang
    – 9.935 pengungsi.

    (ial/idn)

  • BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu

    BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu

    BNPB Pastikan Layanan Psikososial Korban Banjir Sumatera Tersedia Dua Kali Seminggu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan layanan pemulihan psikososial bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera tersedia secara berkala, yakni satu hingga dua kali dalam sepekan.
    Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari untuk merespons sorotan publik mengenai ketersediaan
    layanan psikososial
    , di samping pelayanan kesehatan fisik bagi warga terdampak.
    “Pelayanan kesehatan kemarin juga sempat ditanyakan berkaitan dengan pemulihan atau layanan psikososial. Ini di setiap kabupaten kota secara berkala satu hingga dua kali seminggu terus kita lakukan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    Abdul Muhari menjelaskan, BNPB melibatkan tenaga profesional dan relawan untuk memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak banjir.
    Layanan tersebut juga diklaim menyasar berbagai kelompok usia dan latar belakang para warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
    “Kita mendatangkan ahli dokter psikiater dan para relawan untuk bisa menyampaikan atau melaksanakan kegiatan-kegiatan psikososial tidak hanya untuk anak usia sekolah atau balita tetapi juga untuk ibu rumah tangga dan secara umum warga yang terdampak,” kata dia.
    Abdul Muhari menegaskan bahwa program layanan psikososial akan terus dijalankan secara berkelanjutan, guna membantu masyarakat pulih dari trauma akibat bencana.
    “Ini tetap kita programkan, kita harapkan ini juga secara bertahap bisa memulihkan trauma yang didapat oleh saudara-saudara kita pasca bencana,” jelas Abdul Muhari.
    Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyampaikan perkembangan distribusi logistik bagi korban banjir.
    Hingga saat ini, Posko Halim telah menerima ribuan ton bantuan logistik.
    “Untuk logistik, kita lihat di Posko Halim per hari ini sudah 1.566 ton yang masuk secara total dari awal, terdistribusi 1.503 ton,” kata Abdul Muhari.
    “Jadi kalau kita lihat setiap hari rata-rata di Posko Halim ini menerima 100 ton dan kemudian langsung mendistribusikan 80 hingga 90 ton,” imbuh dia.
    Menurut Abdul Muhari, stok logistik masih mencukupi karena adanya cadangan yang terus diperbarui seiring dengan masuknya bantuan baru.
    “Masih ada
    buffer stock
    yang kemudian kita gabung lagi dengan barang yang masuk pada hari berikutnya,” ujar dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman

    BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman

    BNPB: Hampir Dipastikan Tak Ada Lagi Jasad Korban Banjir Sumatera di Permukiman
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban banjir yang tertimbun di kawasan permukiman maupun pusat aktivitas warga di wilayah terdampak banjir di tiga provinsi Sumatera.
    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari mengatakan, kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan tim di lapangan selama beberapa hari terakhir.
    “Seperti kita sampaikan kemarin di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan pemukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    Meski demikian, Abdul Muhari menegaskan bahwa operasi pencarian oleh tim
    SAR gabungan
    tetap dilanjutkan di sejumlah titik yang masih teridentifikasi sebagai lokasi pencarian.
    Pada hari ini, tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.
    Penemuan itu menambah jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Sumatera.
    “Hari ini tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di Bener Meriah dan Aceh Utara. Sekali lagi, tidak henti-hentinya kita memanjatkan doa dan belasungkawa yang mendalam,” kata Abdul Muhari.
    Dengan penemuan itu, BNPB mencatat jumlah korban jiwa akibat banjir di tiga provinsi terdampak mencapai 1.140 orang.
    Selain korban meninggal, BNPB juga masih mencatat ratusan warga yang belum ditemukan.
    “Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian. Ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin,” kata Abdul Muhari.
    Ia juga menekankan pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
    “Sekali lagi, penanganan terus kita lakukan, tidak ada hari libur. Kita optimalkan, kita maksimalkan supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” tegasnya.
    Memasuki fase transisi darurat, BNPB mencatat sejumlah kemajuan dalam proses pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik.
    Di Aceh Utara, khususnya wilayah Langkahan, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan terus dilakukan siang dan malam, termasuk pembersihan fasilitas pendidikan.
    “Hari ini kita melihat ke Aceh Utara, ke Langkahan. Ini ada pembukaan jalan, pembersihan Yayasan Darul Huda. Ini juga dilakukan siang dan malam. Kemudian pembersihan akses jalan dan fasilitas umum,” ungkap Abdul Muhari.
    Abdul Muhari menambahkan, proses pemulihan dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga BPBD daerah.
    Dia berharap, sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan lumpur dapat kembali difungsikan saat awal semester genap pada Januari 2026.
    “Yang kita harapkan nanti pada saat awal pembelajaran semester genap nanti di minggu pertama bulan Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” ujar Abdul Muhari.
    “Meskipun demikian, kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang

    Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang

    Update Korban Banjir Sumatera: 1.140 Orang Meninggal, 163 Warga Masih Hilang
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Jumlah korban jiwa akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera kembali bertambah.
    Hingga Minggu (28/12/2025), total warga yang wafat tercatat mencapai 1.140 orang.
    Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
    BNPB
    Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban jiwa terjadi setelah tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara.
    “Hari ini tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di Bener Meriah dan Aceh Utara. Sekali lagi, tidak henti-hentinya kita memanjatkan doa dan belasungkawa yang mendalam,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (28/12/2025).
    “Sehingga per hari ini jumlah total korban jiwa rekapitulasi dari tiga provinsi itu menjadi 1.140 jiwa,” kata Abdul Muhari.
    Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat masih terdapat ratusan warga yang belum ditemukan.
    Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian untuk menekan angka korban hilang.
    “Masih ada 163 nama yang dinyatakan masih hilang, dilaporkan masih dalam daftar pencarian. Ini tentu saja masih terus dilakukan pencarian hingga kita bisa menekan angka korban hilang sekecil mungkin,” ujar dia.
    Abdul Muhari menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi lapangan, di sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga sudah hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban yang tertimbun.
    Meski demikian, operasi pencarian belum dihentikan.
    “Seperti kita sampaikan kemarin, di beberapa titik itu sudah hampir dipastikan tidak ada jasad korban yang mungkin masih ada di kawasan pemukiman atau di pusat-pusat aktivitas warga. Tapi operasi pencarian masih terus dilakukan di sisi-sisi yang mungkin masih diidentifikasi sebagai
    site
    pencarian tim SAR gabungan,” kata Abdul Muhari.
    Abdul Muhari juga menekankan bahwa penanganan bencana banjir dilakukan tanpa mengenal hari libur.
    Pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
    “Sekali lagi, penanganan terus kita lakukan, tidak ada hari libur. Kita optimalkan, kita maksimalkan supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” kata dia.
    Memasuki fase transisi darurat, BNPB mencatat sejumlah kemajuan dalam proses pemulihan, terutama perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik.
    Di Aceh Utara, khususnya wilayah Langkahan, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan terus dilakukan siang dan malam, termasuk pembersihan fasilitas pendidikan.
    “Hari ini kita melihat ke Aceh Utara, ke Langkahan. Ini ada pembukaan jalan, pembersihan Yayasan Darul Huda, ini juga dilakukan siang dan malam. Kemudian pembersihan akses jalan dan fasilitas umum,” ungkap Abdul Muhari.
    Abdul Muhari menambahkan, proses pemulihan dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga BPBD daerah.
    “Tim dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, POLRI, relawan, BPBD semuanya bekerja bersama bahu-membahu akses jalan di Aceh Utara, fasilitas umum, sekolah, madrasah,” kata dia.
    Dia berharap, sejumlah fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dan lumpur dapat kembali difungsikan saat awal semester genap pada Januari 2026.
    “Yang kita harapkan nanti pada saat awal pembelajaran semester genap nanti di minggu pertama bulan Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” ujar Abdul Muhari.
    Namun demikian, BNPB juga menyiapkan solusi sementara bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan.
    “Meskipun demikian, kita juga menyiapkan beberapa tenda darurat sehingga untuk sekolah-sekolah yang memerlukan perbaikan nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” kata dia.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Masih Ada 163 Korban Bencana Sumatera Hilang, BNPB: Kerja Tanpa Henti, Akhir Pekan dan Malam Hari

    Masih Ada 163 Korban Bencana Sumatera Hilang, BNPB: Kerja Tanpa Henti, Akhir Pekan dan Malam Hari

    Masih Ada 163 Korban Bencana Sumatera Hilang, BNPB: Kerja Tanpa Henti, Akhir Pekan dan Malam Hari
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa tim SAR gabungan bekerja tanpa henti untuk mencari korban hilang bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
    Data terakhir per hari ini, Abdul menyampaikan bahwa sebanyak 1.138 jiwa tewas dan 163 jiwa masih dinyatakan hilang.
    “Tim di lapangan bekerja tanpa henti, termasuk di akhir pekan dan malam hari,” imbuh Abdul saat konferensi pers secara daring, Sabtu (27/12/2025). Sebagai bukti keseriusan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan segenap entitas yang terlibat untuk mempercepat proses pemulihan di ketiga provinsi.
    “Terkait data dampak korban jiwa, proses pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan di beberapa titik,” imbuh dia.
    Abdul menuturkan, untuk kawasan pemukiman, persentase kemungkinan penemuan jasad sudah mulai mengecil.
    “Saat ini, pemerintah daerah berdasarkan data catatan sipil terus melakukan identifikasi dan pencocokan data korban
    by name by address
    ,” jelasnya.
    Data ini nantinya akan menjadi dasar penentuan hak-hak ahli waris korban berkaitan dengan hunian sementara (huntara), relokasi pemukiman, dana santunan, dan bantuan lainnya.
    Sementara itu, akses jalan dan jembatan di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara secara relatif untuk akses jalan nasional sudah pulih.
    Di Provinsi Aceh, terdapat perkembangan signifikan pada dua koridor utama jalur akses darat.
    Koridor lintas timur yang menghubungkan Banda Aceh dan Kota Medan per hari ini sudah bisa dilewati. Sebelumnya, koridor tersebut memiliki 13 ruas titik terputus.
    Dengan demikian, jalur lintas timur dan lintas barat kini sudah fungsional.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update Bencana Aceh Sumatra: Korban Jiwa 1.138, Perbaikan Jalan dan Jembatan Dikebut

    Update Bencana Aceh Sumatra: Korban Jiwa 1.138, Perbaikan Jalan dan Jembatan Dikebut

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa korban jiwa akibat bencana banjir longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Sumatra Barat bertambah 1 orang berdasarkan data terbaru hari ini, Sabtu (27/12/2025) pukul 17.00.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa total korban jiwa mencapai 1.138 orang, sebanyak 163 orang dinyatakan hilang, sedangkan 449.846 orang tercatat mengungsi.

    “Per hari ini terdapat kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138 jiwa,” kata Abdul dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.

    Secara terperinci, Aceh mencatatkan 511 korban jiwa, sebanyak 31 korban hilang, serta 429.577 pengungsi. Sementara itu, terdapat 365 korban jiwa, enam puluh korban hilang, dan 10.354 pengungsi di Sumatra Utara.

    Berikutnya, Sumatra Barat mencatat 262 korban jiwa, sebanyak 72 korban hilang, dan 9.935 orang yang mengungsi. Abdul menyebut bahwa pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, seiring kemungkinan masih adanya jasad di lokasi permukiman maupun pusat aktivitas warga.

    Terkait daerah yang menetapkan status transisi darurat ke pemulihan, BNPB mencatat sebanyak 6 kabupaten/kota di Aceh telah menetapkan status tersebut, yakni Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Singkil, dan Lhokseumawe. Aceh Besar masih dalam proses pengesahan surat keputusan (SK).

    Sementara itu di Sumatra Utara, wilayah Binjai dan Tebing Tinggi masih dalam proses SK transisi. Deli Serdang, Langkat, Mandailing Natal, Sibolga, Padang Sidempuan, dan Batubara telah terlebih dahulu menetapkan transisi darurat ke pemulihan.

    Adapun di Sumatra Barat, transisi darurat ke pemulihan dicatatkan Padang Panjang, Pasaman, Solok, Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, serta Kota Padang. Lima Puluh Kota masih dalam proses transisi.

    Abdul lantas menyebut bahwa akses jalan nasional di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah pulih. Sementara itu, pemulihan dan pembersihan akses jalan di Aceh disebut berkembang signifikan.

    Di koridor lintas timur, BNPB mencatat akses jalan dan jembatan yang terputus telah nihil, seperti Jembatan Krueng Tingkem yang kembali fungsional per hari ini. Demikian pula dengan akses jalan dan jembatan di koridor lintas barat.

    Namun demikian, perbaikan jalan dan jembatan masih banyak berlangsung di koridor lintas penghubung serta koridor lintas tengah.

    “Ini merupakan progres yang signifikan, tanggal 27 Desember sesuai target yang sebelumnya disampaikan oleh Kementerian PU, untuk lintas timur dan lintas barat itu sudah fungsional,” ujar Abdul.

  • Jemaah Haji Sumatra Terdampak Bencana Dapat Relaksasi Pelunasan Bipih

    Jemaah Haji Sumatra Terdampak Bencana Dapat Relaksasi Pelunasan Bipih

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan relaksasi pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) bagi jemaah yang terdampak bencana di wilayah Sumatra.

    Direktur Jenderal Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj Ian Heriyawan menyebut bahwa situasi bencana alam memengaruhi kesiapan jemaah haji di provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tersebut. Selain itu, terdapat pula faktor gangguan infrastruktur perbankan hingga gangguan fasilitas pemeriksaan syarat kesehatan.

    “Dampak bencana ini tergambar dari masih rendahnya persentase pelunasan biaya haji pada tahap pertama, khususnya di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara,” kata Ian dalam keterangan tertulis, dikutip pada Sabtu (27/12/2025).

    Berdasarkan data tahap pertama, pihaknya mencatat baru 56,58% jemaah haji di Aceh yang melakukan pelunasan, seperti halnya Sumatra Utara yang baru mencapai 62,5%.

    Menurutnya, angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional pelunasan yang mencapai 73,99%. Sementara itu, jemaah di Sumatra Barat masih mencatat persentase pelunasan di atas rerata nasional.

    Oleh karenanya, Kemenhaj memberikan kesempatan bagi jemaah haji tiga provinsi itu untuk melakukan pelunasan pada tahap kedua, yakni pada 2–9 Januari 2026.

    “Selain itu, relaksasi tambahan seperti perpanjangan waktu khusus bagi tiga provinsi terdampak bencana akan dipertimbangkan setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil pelunasan tahap kedua,” lanjutnya.

    Kendati demikian, Ian menyebut bahwa pemerintah harus menjaga ketepatan jadwal pelunasan secara nasional, mengingat ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi yang menetapkan batas akhir input data jemaah untuk keperluan visa pada 8 Februari 2026.

    Dalam perkembangan terakhir per Jumat (26/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.137 korban jiwa, 163 korban hilang, serta 457.225 pengungsi dari bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

    Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB Abdul Muhari. Dia juga menyampaikan sebanyak 21 daerah di tiga provinsi telah melakukan transisi darurat ke pemulihan.

    “Di Aceh ada 6 kabupaten/kota yang sudah menyatakan transisi darurat. Pada fase transisi darurat, bedanya dengan tanggap darurat selain masih melakukan lima aspek prioritas, pemerintah juga secara paralel kemudian masuk pada fase recovery,” kata Abdul dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring.

  • PLN Pastikan 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Teraliri Listrik

    PLN Pastikan 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Teraliri Listrik

    PLN Pastikan 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Teraliri Listrik
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Sebanyak 184 desa di wilayah Aceh Tengah sudah teraliri listrik setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
    Pemulihan itu seiring dengan upaya PT PLN (Persero) menormalkan 323 gardu distribusi listrik secara bertahap untuk masyarakat terdampak.
    Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan, pihaknya memprioritaskan pemulihan sistem kelistrikan demi mendukung aktivitas masyarakat di masa pemulihan bencana.
    “Kami memahami tingginya urgensi listrik bagi masyarakat Takengon dalam masa pemulihan pascabencana. Bersama Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat, kami terus berkoordinasi di lapangan untuk membuka akses jalan untuk mobilisasi material yang masih terbatas,” ujar Darmawan dalam keterangan Tim Media Presiden, Sabtu (27/12/2025).
    Sebelumnya, PLN juga telah mengirimkan genset darurat melalui jalur udara untuk RSUD Takengon guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski akses darat sempat terputus total.
    Di sisi lain, PLN masih berupaya memulihkan sejumlah gardu.
    General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan, timnya masih berjuang menormalkan 139 gardu distribusi tambahan yang masih terdampak, di antaranya di Takengon.
    Meskipun sebagian besar wilayah mulai menyala, proses pemulihan sepenuhnya masih terkendala oleh rusaknya infrastruktur jalan dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
    “Kami terus mengupayakan perbaikan gardu-gardu distribusi tersebut, termasuk jaringan distribusi dan sarana pendukung lain yang membutuhkan penanganan lanjutan. Petugas kami di lapangan bekerja menyesuaikan kondisi infrastruktur dan medan, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan pasokan listrik,” jelas Eddi.
    Sebelumnya diberitakan, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diterjang
    banjir bandang dan tanah longsor
    .
    Sebagian desa hilang tersapu derasnya air bah.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB melaporkan
    korban meninggal dunia
    akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bertambah menjadi 1.137 orang pada Jumat (26/12/2025).
    Jumlah korban meninggal bertambah usai ditemukannya dua jenazah pada Jumat di Aceh dan Sumatera Barat.
    Rinciannya, sebanyak 504 korban meninggal dunia di Aceh, 371 di Sumatera Utara, dan 262 di Sumatera Barat.
    “Kemarin 1.135 korban meninggal dunia, kemudian ada penambahan di Aceh dan Sumatera Barat, sehingga total korban meninggal dunia, per hari ini, Jumat, 26 Desember 2025, menjadi 1.137 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring, Jumat.
    Ia juga mengungkapkan jumlah pengungsi akibat bencana Sumatera mengalami penurunan, dibanding pada Kamis (25/12/2025).
    Jumlah pengungsi, baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat per Jumat sebanyak 457.255 orang.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Update Bencana Sumatra-Aceh: 1.137 Korban Jiwa, 21 Daerah Transisi Status Darurat

    Update Bencana Sumatra-Aceh: 1.137 Korban Jiwa, 21 Daerah Transisi Status Darurat

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Total korban jiwa sebanyak 1.137, korban hilang menjadi 163 jiwa, dan 457.255 pengungsi.

    Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan terjadi penambahan dua korban jiwa pada hari ini, Jumat (26/12/2025). Penambahan jumlah korban jiwa berada di Aceh dan Sumatra Barat.

    Selain korban jiwa, Abdul menjelaskan sebanyak 21 daerah di tiga provinsi telah melakukan transisi darurat ke pemulihan.

    “Di Aceh ada 6 kabupaten/kota yang sudah menyatakan transisi darurat. Pada fase transisi darurat bedanya dengan tanggap darurat selain masih melakukan lima aspek prioritas, pemerintah juga secara pararel kemudian masuk pada fase recovery,” kata Abdul saat konferensi secara daring di akun YouTube @BNPB Indonesia, Jumat (26/12/2025).

    Dari data yang dipaparkan Abdul, di Aceh kabupaten/kota yang telah melakukan transisi, yakni:

    1. Aceh Tenggara

    2. Aceh Selatan

    3. Kota Subulussalam

    4. Kota Langsa

    5. Aceh Singkil (proses pengesahan SK)

    6. Aceh Besar (proses pengesahan SK)

    Di Sumatra Utara transisi darurat ke pemulihan dilakukan oleh: 

    1. Deli Serdang 

    2. Langkat 

    3. Mandailing Natal 

    4. Kota Sibolga

    5. Kota Padang Sidempuan

    6. Batubara 

    7. Binjai (proses SK)

    8. Tebing Tinggi (proses SK)

    9. Tapanuli Selatan

    10. Tapanuli Tengah 

    Sedangkan di Sumatra Barat transisi darurat ke pemulihan berada di kabupaten/kota:

    1. Kota Padang Panjang

    2. Pasaman

    3. Solok

    4. Padang Pariaman 

    5. Kota Pariaman

    6. Lima Puluh Kota (proses pengesahan SK)

    7. Pesisir Selatan (proses pengesahan SK)

    8. Kota Padang (proses pengesahan SK)

    Sementara itu, sejumlah jalan dan jembatan terdampak telah kembali berfungsi. Di Aceh, kata Abdul, 33 dari 38 ruas jalan nasional sudah diperbaiki; 11 dari 12 jalan nasional di Sumatra Utara telah diperbaiki; dan Sumatra Barat sudah rampung secara menyeluruh.

    “Sehingga dari total kumulatif dari tiga provinsi 80 titik ruas terdampak, 74 ruas sudah operasional sehingga kisaran progres per Harini 92,5%,” papar Abdul.

    Abdul menuturkan untuk perbaikan jembatan di Aceh, sebanyak 9 jembatan telah diperbaiki, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah rampung secara menyeluruh. Sehingga 26 dari 33 jembatan kembali berfungsi.

  • 100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        26 Desember 2025

    100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan Regional 26 Desember 2025

    100 Personel Brimob Polda Sulsel Dikirim ke Sumatera, Punya Kemampuan Konstruksi Bangunan
    Tim Redaksi
    MAKASSAR, KOMPAS.com
    – Sebanyak 100 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) beserta logistik kemanusiaan dikerahkan ke wilayah Sumatera untuk membantu penanganan pascabencana banjir.
    Upacara pengiriman bantuan tersebut digelar di Markas Komando
    Brimob
    Polda Sulsel, Jalan KS Tubun, Kota Makassar, Jumat (26/12/2025).
    Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, pengerahan ratusan personel ini difokuskan pada penanganan pascabencana di sejumlah provinsi di Sumatera.
    “Saat ini pasca bencana perlunya berbagai kekuatan untuk membantu masyarakat di sana. Baik itu segi pasca bencana, membantu pembangunan, dan paling tidak mengembalikan moril masyarakat di wilayah Sumatera,” ujar Djuhandhani usai upacara pemberangkatan.
    Menurut dia, para personel yang diberangkatkan memiliki kemampuan khusus, mulai dari penanganan trauma hingga operasi evakuasi.
    “Ini adalah wujud kehadiran pemerintah, dalam hal ini Polri selalu siap mendukung apa saja yang menjadi kebijakan pemerintah dan di sinilah kehadiran negara untuk masyarakat,” bebernya.
    Djuhandhani juga berpesan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan selama menjalankan operasi kemanusiaan.
    “Saya pesankan agar selalu berhati-hati dalam bertugas, dan saya berharap dari 100 personel ini bisa memberikan sumbangsih ataupun pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di daerah saudara-saudara kita yang mengalami bencana,” ucapnya.
    Sementara itu, Dansat
    Brimob Polda Sulsel
    Kombes Pol Muhammad Ridwan mengatakan sebagian besar personel yang dikerahkan memiliki kemampuan di bidang konstruksi bangunan.
    “Mereka memiliki kemampuan pertukangan dan konstruksi bangunan. Mereka juga ditugaskan untuk melakukan pembersihan di rumah-rumah warga yang terdampak. Ini dilakukan untuk penanganan pasca bencana,” ujar Ridwan.
    Ia menambahkan, ratusan personel tersebut akan bertugas di wilayah Sumatera selama satu bulan.
    “Untuk rencananya mereka akan ditempatkan di lokasi bencana selama satu bulan dan akan bergabung dengan personel lainnya,” tutupnya.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat banjir Sumatera mencapai 1.135 orang per 25 Desember 2025.
    “Per hari ini, ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/12/2025).
    BNPB mencatat korban meninggal terbanyak berasal dari Aceh Utara sebanyak 205 orang, disusul Tapanuli Tengah 191 orang, dan Tapanuli Selatan 133 orang.
    Selain itu, masih terdapat 173 orang yang dinyatakan hilang. Sebanyak 489.864 warga juga terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.