Tag: Abdul Muhaimin Iskandar

  • Yaqut Tersangka Korupsi Haji, Ustaz Somad Kenang saat Ceramahnya Ditolak Banser

    Yaqut Tersangka Korupsi Haji, Ustaz Somad Kenang saat Ceramahnya Ditolak Banser

    GELORA.CO – Penceramah Ustaz Abdul Somad mengunggah tangkapan layar pemberitaan soal penolakan GP Ansor-Banser di media sosial Instagramnya terkait rencana safari dakwahnya di Jepara, Jawa Tengah.

    Ada dua tangkapan layar yang diunggah UAS.

    Pertama berita berjudul ‘Cak Imin: Saya Pembela UAS, Jangan Ada yang Mengadang Beliau’ dan unggahan kedua berjudul ‘Ini Alasan Ansor Minta Polisi Pertimbangkan Ceramah UAS’ 

    Unggahan tersebut bertepatan dengan ramainya pemberitaan terkait penetapan tersangka Mantan Menteri Agama di era Presiden Joko Widodo sekaligus mantan panglima tertinggi GP Ansor,Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut

    Gus Yaqut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji.

    Seperti diketahui, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jepara pernah menyatakan sikap menolak, atau lebih tepatnya memberikan pertimbangan kepada kepolisian, terkait rencana kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk berceramah di Jepara pada September 2018. 

    GP Ansor adalah singkatan dari Gerakan Pemuda Ansor, organisasi kepemudaan di Indonesia yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). GP Ansor fokus pada pengembangan pemuda, penguatan nilai keagamaan moderat, kebangsaan, dan kepedulian sosial, termasuk kegiatan pendidikan, dakwah, sosial, dan keamanan umat.

    Di tahun tersebut, Gus Yaqut menjabat sebagai panglima tertinggi GP Ansor-Banser

    Alasan Penolakan

    Ketua GP Ansor Jepara saat itu, H. Syamsul Anwar, menjelaskan bahwa sikap tersebut diambil bukan untuk mengancam UAS, melainkan untuk menjaga kondusivitas daerah.

    Ansor mencurigai adanya potensi acara tersebut ditunggangi atau disusupi oleh atribut-atribut yang terafiliasi dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

    Adapun poin-poin yang menjadi perhatian Ansor adalah:

    Beredarnya atribut yang mirip dengan bendera HTI di Jepara menjelang acara UAS.Kekhawatiran akan adanya konsolidasi eks-HTI dalam acara pengajian tersebut.

    Ansor meminta pihak kepolisian untuk memastikan agar dalam kegiatan tersebut terdapat Bendera Merah Putih dan dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

    Sebagai respons, ribuan anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) juga menggelar apel kebangsaan dan doa bersama di Lapangan Desa Ngabul, Tahunan, Jepara, sebagai bagian dari komitmen menjaga NKRI dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

    Pada akhirnya, UAS membatalkan jadwal ceramahnya di Pondok Pesantren Al-Husna Mayong, Jepara, yang menurut pihak UAS akibat adanya intimidasi, namun dibantah oleh pihak GP Ansor Jepara

  • 5
                    
                        Peta Dukungan Ide Pilkada via DPRD: 5 Partai di Parlemen Setuju, PDIP Menolak
                        Nasional

    5 Peta Dukungan Ide Pilkada via DPRD: 5 Partai di Parlemen Setuju, PDIP Menolak Nasional

    Peta Dukungan Ide Pilkada via DPRD: 5 Partai di Parlemen Setuju, PDIP Menolak
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Ide pemilihan kepala daerah oleh DPRD semakin dinamis setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengutarakan usulannya tersebut di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
    Di hadapan Prabowo pada peringatan HUT ke-61
    Golkar
    , Bahlil menyatakan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mengusulkan agar
    kepala daerah
    dipilih oleh
    DPRD
    .
    “Khusus menyangkut
    pilkada
    , setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro kontra, tapi setelah kita mengkaji, alangkah lebih baiknya memang kita lakukan sesuai dengan pemilihan lewat DPR kabupaten/kota biar tidak lagi pusing-pusing. Saya yakin ini perlu kajian mendalam,” kata Bahlil dalam sambutannya di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.
    Bahlil menilai, pembahasan RUU bidang politik dapat dimulai tahun depan. Namun, ia mengingatkan agar pembahasan dilakukan secara komprehensif.
    “RUU ini harus melalui kajian yang mendalam,” ujar Bahlil.
    Kini, terdapat lima partai di parlemen yang menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut. Siapa saja partai tersebut? Berikut rangkumannya dari Kompas.com:
    Partai berlambang pohon beringin pimpinan Bahlil menjadi yang terdepan dalam mendukung pilkada melalui DPRD.
    Bahkan, usulan tersebut termaktub dalam hasil rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar pada Desember 2025.
    “Adapun sepuluh pernyataan politik Rapimnas I Partai Golkar tahun 2025 di antaranya adalah Partai Golkar mengusulkan pilkada melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitik beratkan pada keterlibatan dan partisipasi publik dalam proses pelaksanaannya,” demikian bunyi siaran pers Partai Golkar, Minggu (21/12/2025).
    Setelah Bahlil mengutarakan usulannya itu di hadapan Prabowo, Partai Gerindra pun menyampaikan dukungannya terhadap usulan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD.
    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono menyampaikan bahwa kepala daerah yang dipilih oleh DPRD akan lebih efisien dari sisi anggaran.
    Selain dari sisi anggaran, kepala daerah yang dipilih DPRD juga lebih efisien dalam penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran, ongkos politik, hingga pemilihan terlaksana.
    “Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
    Dokumentasi Partai Gerindra Sugiono (tengah) usai resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru Partai Gerindra menggantikan Ahmad Muzani, Jumat (1/8/2025).
    Sugiono pun mencontohkan pada 2015, ketika dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaan pilkada menyentuh hampir Rp 7 triliun.
    Angka tersebut meningkat pada 2024, di mana dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan pilkada meningkat menjadi lebih dari Rp 37 triliun.
    Di samping itu, ia menyorot ongkos politik calon kepala daerah yang cenderung mahal dan kerap menjadi hambatan bagi sosok yang berkompeten.
    Oleh karena itu, Partai Gerindra dalam posisi mendukung usulan agar DPRD yang memilih gubernur, bupati, maupun wali kota.
    “Dari sisi efisiensi, baik itu proses, mekanisme, dan juga anggarannya kami mendukung rencana untuk melaksanakan
    pilkada lewat DPRD
    ,” ujar Sugiono.
    Sebelum menjadi perbincangan di akhir tahun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah menyatakan dukungan untuk pilkada lewat DPRD pada pertengahan 2025.
    Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, kepala daerah semestinya ditunjuk oleh pemerintah pusat atau dipilih oleh DPRD di masing-masing daerah.
    “Saatnya
    pemilihan kepala daerah
    dilakukan evaluasi total, manfaat dan mudaratnya,” kata Cak Imin dalam acara Hari Lahir ke-27 PKB di JICC, Jakarta, 23 Juli 2025.
    “Kalau tidak ditunjuk oleh pusat, maksimal pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD-DPRD di seluruh tanah air,” sambungnya.
    Sementara itu, Fraksi Partai Nasdem DPR menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD masih sesuai konstitusi dan demokrasi.
    Oleh karena itu, Partai Nasdem menjadi salah satu yang mendukung usulan DPRD memilih kepala daerah.
    Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR Viktor Laiskodat mengatakan, konstitusi Indonesia tidak menetapkan satu model tunggal dalam demokrasi elektoral di tingkat daerah.
    ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Ilustrasi pemungutan suara ulang (PSU).
    Sehingga mekanisme gubernur, bupati, dan wali kota dipilih DPRD dapat dipandang sebagai bentuk demokrasi perwakilan yang sah dan konstitusional.
    “Konstitusi kita tidak mengunci demokrasi pada satu model. Pilkada melalui DPRD memiliki dasar konstitusional yang sah dan tetap berada dalam koridor demokrasi,” ujar Viktor dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).
    Perubahan mekanisme pilkada dinilai tidak bertujuan melemahkan demokrasi, melainkan untuk memastikan proses demokrasi tetap berlangsung secara sehat dan tidak sekadar menjadi agenda rutin setiap lima tahun.
    Fraksi Partai Nasdem memandang, demokrasi tidak seharusnya dipahami hanya sebagai prosedur pencoblosan, melainkan sebagai sarana untuk menghadirkan kepemimpinan daerah yang berintegritas, efektif, serta mampu merespons aspirasi masyarakat.
    “Demokrasi yang hidup adalah demokrasi yang mampu beradaptasi, memperbaiki diri, dan tetap menjamin keterwakilan rakyat. Selama prinsip partisipasi, akuntabilitas, dan kontrol publik dijaga, demokrasi tidak sedang dimatikan, tetapi justru diperkuat,” ujar Viktor.
    Terbaru, Partai Demokrat menyatakan dukungannya terhadap usulan
    kepala daerah dipilih DPRD
    .
    Padahal pada masa lalu, sistem pemilihan itu digagalkan oleh Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, partainya berada pada barisan yang sama dengan Presiden Prabowo dalam menyikapi wacana tersebut.
    Posisi Partai Demokrat, kata Herman, didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang memberikan kewenangan kepada negara, untuk mengatur mekanisme pemilihan kepala daerah melalui undang-undang.
    “Karena itu, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD merupakan pilihan yang sah dalam sistem demokrasi Indonesia,” kata Herman dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026).
    “Demokrat berada dalam satu barisan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi sistem pemilihan kepala daerah,” sambungnya.
    Di antara delapan partai politik yang duduk di parlemen, sejauh ini baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (
    PDIP
    ) yang terang-terangan menolak gagasan pilkada melalui DPRD.
    Bahkan, PDI-P mengakui adanya ajakan dan pembicaraan dari partai-partai koalisi pemerintah agar mendukung wacana pilkada melalui DPRD.
    Namun, PDI-P menegaskan sikap partai tidak berubah dan tetap menolak pilkada tidak langsung.
    Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus mengatakan, komunikasi informal sudah terjadi, meski belum masuk tahap lobi resmi atau pembahasan formal.
    “Lobi-lobi, saya kira pembicaraan-pembicaraan, ngobrol-ngobrol sudah. Tapi kan memang belum ada jadwal resmi kapan dimulai pembahasan,” ujar Deddy, Rabu (7/1/2025).
    “Dan, sikap kita kan sudah tegas dari awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD,” sambungnya menegaskan.
    PDI-P Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
    Secara matematis posisi PDI-P di DPR memang minoritas, karena partai-partai lain seperti Golkar, PAN, PKB, Gerindra sudah menyatakan sikap dukungan.
    Kendati demikian, Deddy menilai dinamika politik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi di parlemen. Dia meyakini suara masyarakat dan kelompok yang tidak terwakili di legislatif tetap akan berpengaruh.
    “Tapi kan pasti akan ada dinamika, pasti akan ada suara-suara masyarakat, suara kelompok lain yang tidak terwakilkan di legislatif,” ujar Deddy.
    Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan dua partai di parlemen yang belum mengambil sikap tegas terkait usulan tersebut.
    Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid mengatakan bahwa partainya masih mencari sistem terbaik terkait pemilihan kepala daerah (pilkada).
    Oleh karena itu, PKS masih melakukan kajian terkait usulan kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan lagi oleh rakyat lewat pilkada langsung.
    “Kami sedang mengkajinya mana yang terbaik buat masyarakat dan masa depan demokrasi kita,” ujar Kholid kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).
    PKS, kata Kholid, terlebih dahulu akan mendiskusikan usulan tersebut dengan partai-partai yang berada dalam koalisi.
    Selain itu, masyarakat, pakar, tokoh bangsa, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga kampus akan didengarkan PKS dalam proses kajian tersebut.
    “Kita juga ingin dengarkan masukan dari para ahli, dari masyarakat sipil, ormas, kampus, dan tokoh-tokoh bangsa,” ujar Kholid.
    KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih mengikuti kirab ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk dilantik pada, Kamis (20/2/2025). Presiden Prabowo Subianto melantik serentak 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih pada Pilkada 2024.
    Sedangkan Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno menilai, usul kepala daerah dipilih DPRD layak dipertimbangkan.
    Ia politik uang atau money politics dan politik dinasti justru semakin intens terjadi dengan sistem pemilihan langsung.
    “Kami melihatnya itu adalah sebuah usulan yang memang layak dipertimbangkan. Kami melihat adanya peningkatan intensitas di berbagai hal. Satu, money politics. Dua, politik dinasti. Dan pada saat itu ada politik identitas yang sangat besar intensitasnya, ketika pilkada itu dilaksanakan secara langsung (dipilih rakyat),” ujar Eddy dalam Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin.
    Pilkada langsung dinilainya memang berdampak negatif terhadap pendidikan politik bagi masyarakat karena adanya praktik politik uang untuk memilih kandidat tertentu.
    Meskipun begitu, Eddy juga mengakui bahwa sistem pilkada lewat DPRD akan mengambil hak rakyat dalam memilih pemimpin di daerahnya.
    “Memang saya akui bahwa jika masyarakat publik sudah diberikan hak untuk memilih langsung, dan kemudian haknya diambil, saya kira akan menimbulkan berbagai masukan yang menghendaki agar itu tetap melekat pada mereka,” kata dia.
    Oleh sebab itu, Eddy menegaskan bahwa wacana pilkada lewat DPRD layak untuk dikaji demi memperbaiki kualitas demokrasi Indonesia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Libatkan Lintas Sektor, Pemerintah Bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatera

    Libatkan Lintas Sektor, Pemerintah Bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana Sumatera

    Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana Sumatera untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).

    Pokja ini akan mengoordinasikan program lintas kementerian setelah masa tanggap darurat berakhir.

    Menteri Koordinator (Menko) PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada rehabilitasi fisik, tetapi juga dimulai dari langkah-langkah pemberdayaan agar masyarakat tetap produktif.

    “Program dan langkah pemberdayaan pasca bencana ini kita bentuk Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana,” ujar Cak Imin usai memimpin rapat terbatas menteri di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

    Pokja Pemberdayaan Pascabencana melibatkan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, dan Kementerian Koperasi.

    “Kita bertekad bahwa recovery, rehabilitasi dan rekonstruksi pascatanggap darurat dimulai dengan langkah-langkah pemberdayaan,” ucap Cak Imin.

    Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Pokja Pemberdayaan Pascabencana akan bersinergi dengan Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang dibentuk Presiden, serta menggandeng filantropi, badan amil zakat, dan lembaga corporate social responsibility (CSR) swasta.

    “Kami juga bersinergi dengan filantrofi, badan amil zakat, lembaga-lembaga penggerak masyarakat untuk bersinergi terutama peta pemberdayaan,” terang dia.

     

     

    Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengingatkan pekerja migran Indonesia untuk tidak mencari kerja di Kamboja. Dia memastikan bahwa Kamboja bukan tempat aman buat bekerja.

  • Pemerintah Beri Relaksasi Utang bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

    Pemerintah Beri Relaksasi Utang bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera

    Pemerintah Beri Relaksasi Utang bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah akan memberikan relaksasi utang bagi pelaku UMKM di Sumatera yang terdampak bencana.
    Keringanan utang ini merupakan salah satu dari tiga layanan program
    Klinik UMKM Bangkit
    yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana Sumatera besutan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) untuk pemulihan ekonomi warga terdampak.
    “Bahwa terkait pinjaman usaha, dan lain sebagainya UMKM di wilayah terdampak akan diberikan relaksasi dan nanti akan kita petakan mana-mana saja yang akan dihapuskan,” ujar Maman usai menghadiri Rapat Terbatas Menteri (RTM) di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
    Maman menegaskan, layanan ini bertujuan agar para pelaku usaha yang terdampak bencana Sumatera tidak terbebani dengan utang.
    “Lalu (layanan) yang kedua adalah layanan membeli barang ataupun membeli produk lokal. Dan yang ketiga adalah layanan produksi,” ucap Maman.
    Di sisi lain, berdasarkan tindak lanjut RTM dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, pemerintah disebut mulai gotong royong untuk membersihkan warung, toko, pasar, dan fasilitas usaha lainnya di seluruh daerah terdampak guna menggerakkan kembali perekonomian setempat.
    Ia menjelaskan, upaya itu bertujuan mendorong perputaran ekonomi di daerah terdampak dengan memprioritaskan produksi dan konsumsi lokal.
    Produk-produk yang masih dapat diproduksi namun belum terserap pasar akan dibantu pemasarannya, termasuk melalui pembelian oleh pemerintah, agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.
    “Alhamdulillah sekarang sudah mulai terjadi pergerakan dan tinggal selanjutnya adalah pemantauan dan pemetaan secara utuh masuk ke wilayah pemulihan ekonomi secara komprehensif,” ungkap dia.
    Diberitakan sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PMK) membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana Sumatera.
    Pembentukan pokja tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, usai memimpin Rapat Terbatas Menteri (RTM) bersama kementerian/lembaga terkait di kantornya, Rabu (7/1/2026).
    “Program dan langkah pemberdayaan pascabencana ini kita bentuk Pokja Pemberdayaan Pascabencana,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut.
    Pokja ini berisi Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian P2MI, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
    “(Kami) akan bersama-sama mendorong semua program-program yang kita miliki agar Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, segera pulih dan bangkit secara ekonomi,” tegas Cak Imin.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Bertemu Zulhas dan Cak Imin, Bahlil Tepis Bahas Isu Pilkada Dipilih DPRD

    Bertemu Zulhas dan Cak Imin, Bahlil Tepis Bahas Isu Pilkada Dipilih DPRD

    Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara soal pertemuan dirinya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) beberapa waktu lalu.

    Bahlil, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan pertemuan tersebut bersifat silaturahmi.

    Dia membantah adanya pembahasan khusus mengenai wacana Pilkada dipilih oleh DPRD dalam pertemuan tersebut. Menurut Bahlil, diskusi yang dilakukan lebih banyak menyangkut agenda kebangsaan dan isu-isu strategis nasional.

    “Silaturahmi. Salah satunya kami melakukan diskusi-diskusi untuk kebangsaan. Agendanya kebangsaan,” kata Bahlil usai menghadiri Retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam. 

    Dia juga menegaskan koalisi partai-partai pendukung pemerintah berada dalam kondisi solid dan kompak dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

    Konsolidasi politik yang dilakukan, kata Bahlil, sepenuhnya diarahkan untuk menyukseskan program-program pemerintah yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat.

    “Baik-baik saja, kita koalisi kompak semua membantu Presiden, membantu pemerintahan. Orientasinya menyukseskan berbagai program pemerintah yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Bahlil.

    Menurutnya, sejumlah program prioritas yang menjadi fokus bersama antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, investasi dan hilirisasi, serta penguatan kedaulatan pangan dan energi.

  • Bahlil soal Pertemuan dengan Dasco, Cak Imin, dan Zulhas: Diskusi Kebangsaan

    Bahlil soal Pertemuan dengan Dasco, Cak Imin, dan Zulhas: Diskusi Kebangsaan

    Bahlil soal Pertemuan dengan Dasco, Cak Imin, dan Zulhas: Diskusi Kebangsaan
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkap bocoran pembahasan saat bertemu tiga ketua partai politik, pada Minggu (28/12/2025) lalu.
    Menurut Bahlil, pertemuannya dengan Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketua Harian
    Partai Gerindra
    Sufmi Dasco Ahmad, itu dalam rangka silaturahmi.
    “Silaturahmi,” ungkap Bahlil, singkat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
    Saat ditanya soal adanya pembahasan terkait wacana Pilkada tidak langsung atau via DPRD, Bahlil enggan menegaskan secara jelas.
    Namun, ia memastikan isi pertemuan itu sekaligus membahas sejumlah
    agenda kebangsaan
    .
    “Ya silaturahmi salah satu di antaranya kami melakukan diskusi-diskusi untuk kebangsaan, agendanya agenda kebangsaan,” paparnya singkat.
    Diketahui, Bahlil, Dasco, Cak Imin, dan Zulhas berlangsung, pada Minggu (28/12/2025) lalu.
    Foto pertemuan itu sempat disebarkan oleh politikus
    Golkar
    Arief Rosyid Hasan ke awak media pada keesokan harinya.
    Dari foto yang dibagikan tampak Dasco, Bahlil, Zulhas, Cak Imin duduk bersama di sebuah ruang tamu.
    Foto selanjutnya menampilkan hanya Zulhas, Cak Imin, dan Bahlil yang berfoto bersama sambil berpegangan tangan.
    Arief menyebut, mereka bertemu di rumah Bahlil, di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
    “Silaturahim elite partai politik di kediaman Ketum Golkar,” ujar Arief, kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025).
    Menurut Arief, keempat sosok tersebut bertemu dalam rangka memperkuat koalisi.
    “Silaturahmi dan diskusi untuk memperkuat koalisi dan membahas beberapa agenda politik ke depan,” imbuh dia.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo Minta PKB Terus Diawasi, Begini Respons Muhaimin Iskandar

    Prabowo Minta PKB Terus Diawasi, Begini Respons Muhaimin Iskandar

    Fajar.co.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan koalisi partai pendukung pemerintah kuat. Hal itu disampaikan pada penghujung taklimat awal tahun 2026-nya yang disampaikan pada sesi pembuka retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa siang (6/1/2026).

    Prabowo kemudian lanjut menyebut bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar harus diawasi terus.

    “Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih,” ujar Prabowo seraya menutup sesi taklimatnya untuk Kabinet Merah Putih.

    Menanggapi hal itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, meyakini tidak ada maksud lain di balik kelakar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “PKB harus diawasi terus”.

    “Ya bercanda, bercanda,” ujar Muhaimin selepas retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa malam (6/1/2026).

    Pada kesempatan yang sama, Cak Imin juga langsung membantah saat ditanya mengenai kelakar itu sebagai sinyal adanya kekhawatiran terhadap manuver politik PKB pada kemudian hari.

    “Nggak, nggak, nggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu,” ujar Muhaimin sambil berjalan menuju kendaraannya.

    Muhaimin kemudian memastikan tidak ada yang perlu diawasi. “Nggak ada,” ujarnya, dikutip dari ANTARA.

    Muhaimin menilai, kelakar semacam itu biasa dialamatkan kepada partainya, terlepas dari adanya ketua umum partai lain dalam ruangan berlangsungnya retret.

  • Prabowo Sebut PKB Harus Diawasi, Ini Respons Cak Imin

    Prabowo Sebut PKB Harus Diawasi, Ini Respons Cak Imin

    Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan tidak ada maksud lain di balik kelakar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “PKB harus diawasi terus” dalam kegiatan retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    “Ya, bercanda. Bercanda,” kata Pria yang biasa disapa Cak Imin ini saat ditemui seusai retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Selasa (6/1/2026) malam.

    Muhaimin yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga membantah anggapan bahwa kelakar tersebut merupakan sinyal kekhawatiran Presiden terhadap manuver politik PKB ke depan.

    “Nggak, nggak, nggak. Bercanda. Begitu-begitu biasalah, sering begitu,” ujarnya sambil berjalan menuju kendaraannya.

    Ia menegaskan tidak ada hal khusus yang perlu diawasi dari PKB. “Nggak ada,” kata Muhaimin singkat.

    Menurut dia, kelakar semacam itu kerap dialamatkan kepada PKB, terlepas dari kehadiran para ketua umum partai politik lain dalam forum tersebut.

    “Sering begitu, bercanda begitulah, gojlok’an begitu,” ujarnya.

     

    Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para menteri dan kepala lembaga di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1). Prabowo ingin memberikan taklimat awal tahun 2026.

  • Prabowo Bilang PKB Harus Diawasi Terus, Begini Respons Cak Imin

    Prabowo Bilang PKB Harus Diawasi Terus, Begini Respons Cak Imin

    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto sempat menyebut kalau PKB harus diawasi terus saat retret berlangsung. Ketum PKB sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai ucapan Prabowo itu sekadar candaan.

    “Ya bercanda, bercanda,” kata Cak Imin di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025).

    Cak Imin tak menganggap serius ucapan Prabowo tersebut. Ia mengungkap Prabowo memang kerap bercanda kepadanya.

    “Sering begitu, bercanda begitu, lah. Gojlokan begitu,” ujarnya.

    Canda Prabowo terkait PKB itu dilontarkan saat memberikan taklimat di retret Hambalang. Prabowo memang sempat menanyakan kehadiran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat mengabsen ketum partai koalisi. Di situ, Prabowo berkelakar PKB perlu diawasi terus.

    “Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” lanjut Prabowo sambil berkelakar.

    (eva/maa)

  • 10
                    
                        Cak Imin soal Prabowo Minta PKB Diawasi: Bercanda, Sering Begitu
                        Nasional

    10 Cak Imin soal Prabowo Minta PKB Diawasi: Bercanda, Sering Begitu Nasional

    Cak Imin soal Prabowo Minta PKB Diawasi: Bercanda, Sering Begitu
    Tim Redaksi
    BOGOR, KOMPAS.com
    – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menganggap permintaan Presiden Prabowo Subianto mengawasi PKB adalah bentuk candaan.
    Menurutnya, guyonan semacam itu kerap dilontarkan untuk mencairkan suasana.
    Adapun guyonan itu dilemparkan Presiden Prabowo sesaat sebelum menutup taklimat awal tahunnya dalam
    retret
    di
    Hambalang
    , Bogor, Selasa (6/1/2026).
    “Ya, bercanda, bercanda. Sering begitu, becanda begitu, lah. Gojlokan begitu,” kata Muhaimin, Selasa.
    Ia membantah, pernyataan Prabowo memiliki maksud lain.
    Ia pun menegaskan tidak ada yang perlu diawasi dari partainya.
    “Oh nggak (ada maksud lain), biasa. Sering, sering. Begitu kan sering. Nggak ada (yang perlu diawasi),” beber dia.
    Tak hanya itu, pria yang karib disapa Cak Imin ini menyatakan tidak ada manuver yang dilancarkan dirinya.
    “Nggak, nggak, nggak. Bercanda begitu-gitu biasa lah. Sering begitu,” tandasnya.
    Sebelumnya diberitakan, Presiden
    Prabowo Subianto
    sempat melontarkan guyonan kepada
    Muhaimin Iskandar
    dalam
    retreat
    di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
    Mulanya, Prabowo menyampaikan taklimat awal tahun dalam
    retreat
    tersebut.
    Sebelum beralih ke inti pembahasan yang tertutup, ia meminta awak media yang meliput untuk keluar ruangan.
    “Saudara-saudara, banyak sekali yang kita akan
    review
    tapi saya kira taklimat yang selanjutnya sebaiknya kawan-kawan media kita istirahat dulu. Kalau perlu mungkin makan dan minum kopi sambil saya memberi petunjuk-petunjuk yang lebih perinci,” kata Prabowo, Selasa.
    “Jadi ada hal-hal yang boleh terbuka tapi ada hal-hal yang sebaiknya kita simpan dulu, saudara-saudara,” imbuh dia.
    Setelah itu, Prabowo meminta persetujuan kepada para Menteri dan Wakil Menteri yang hadir.
    Ia lalu berseloroh, biasanya persetujuan kerap didapati dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
    “Bagaimana? Setuju?” tanya Prabowo.
    “Setuju,” kata para peserta rapat.
    “Kok enggak semangat setujunya?” tegur dia.
    “Setuju? Biasa itu di DPR,” ucap Prabowo lagi, sembari tertawa.
    Pembahasan kemudian beralih soal koalisi.
    Kepala Negara bertanya apakah koalisinya kuat kepada para ketua partai yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.
    “Tapi di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada?” ujarnya.
    Ia lantas bertanya terkiat kehadiran Cak Imin, lalu melemparkan guyonan kepadanya.
    Guyonan itu disambut tawa kembali oleh para menteri dan wakil menteri.
    “Ketua
    PKB
    ada? Oh, kayaknya PKB yang harus diawasi terus ini,” seloroh Prabowo.
    Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.