Kebingungan Rano Karno Terpecahkan, Lumpur Hasil Pengerukan 17 Sungai Dibuang ke Ancol
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memastikan sedimen lumpur dari pengerukan 17 sungai dan waduk di Jakarta akan dibuang ke lokasi pembuangan (dumping site) yang terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
“Sebetulnya udah ada, kan di Ancol ada tempat reklamasi, ada sebetulnya,” ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025).
Sedimen yang diangkat dari Waduk Pluit, Jakarta Utara, diperkirakan akan dibuang di area sekitarnya.
Namun, untuk wilayah lainnya, seluruh lumpur hasil pengerukan akan diarahkan ke Ancol.
“Cuma teknis kemarin agak sulit kan itu harus diangkut. Jadi artinya kalau kemarin yang di Pluit itu mungkin itu di sekitar, tapi wilayah lain semua akan dibuang di Ancol,” kata Rano.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jakarta sempat mengalami kendala dalam menentukan
lokasi pembuangan lumpur
hasil pengerukan sungai dan waduk.
Lumpur tersebut tidak bisa dibuang sembarangan, sementara program pengerukan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta.
Proyek ini menargetkan sekitar 1 juta meter kubik lumpur yang harus dikeluarkan dari sungai dan waduk.
“1 juta meter kubik, sekarang tinggal kita buang ke mana ini,” kata Rano kepada wartawan usai memimpin apel kesiapan pengerukan sungai secara serentak di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2025).
Pengerukan dilakukan serentak dengan melibatkan 1.000 petugas, serta didukung oleh 122 unit alat berat dan 84 unit alat pendukung lainnya.
Rano menyebut, kegiatan ini akan berlangsung hingga Agustus 2025 dan tetap berjalan selama bulan Ramadhan.
Ia juga menegaskan bahwa pengerukan harus dilakukan secara berkala, bukan hanya setiap enam bulan sekali.
“Enggak mungkin bahasanya minimal enam bulan sekali harus dilakukan karena sedimentasi ini setiap hari pasti akan bergerak,” pungkasnya.
(Reporter: Ruby Rachmadina | Editor: Abdul Haris Maulana)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Tag: Abdul Haris
-
/data/photo/2025/02/23/67baa1d0e0127.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Kebingungan Rano Karno Terpecahkan, Lumpur Hasil Pengerukan 17 Sungai Dibuang ke Ancol Megapolitan 24 Februari 2025
-
/data/photo/2025/02/21/67b82073b15dc.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
9 "Sentuhan" Pertama Bang Doel di Jakarta… Megapolitan
“Sentuhan” Pertama Bang Doel di Jakarta…
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Hari pertama menjabat sebagai Wakil Gubernur
Jakarta
,
Rano Karno
atau yang akrab disapa Bang Doel langsung turun ke lapangan.
Tak menunggu lama setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025), Rano meninjau pengerukan
Kali Krukut
di Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2025).
Kedatangan Rano disambut hangat oleh warga dan jajaran Pemprov DKI, termasuk Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin. Sambutan ini membuatnya sedikit terkejut.
“Assalamualaikum, waduh ramai-ramai kayak mau kampanye,” selorohnya sembari tersenyum dan menjabat tangan para pejabat yang hadir.
Tak sekadar meninjau, Rano menyusuri gang-gang kecil untuk melihat langsung kondisi warga sekitar kali.
Dengan ramah, Rano menyapa satu per satu warga yang ditemuinya.
“Bu, nunpang lewat ya,” katanya kepada salah satu warga.
Pengerukan kali
menjadi tugas utama pemerintahan
Pramono Anung
-Rano Karno dalam 100 hari kerja.
Rano sebelumnya menegaskan program pengerukan kali akan menyentuh seluruh sungai di Jakarta.
“Tugas pertama kita adalah mengeruk semua kali dan sungai di Jakarta,” ujar Rano.
Saat melihat langsung kondisi Kali Krukut, Rano mengaku terkejut dengan tingkat banjir yang bisa mencapai dua meter.
Rano menyadari warga sudah lama lelah dengan kondisi tersebut.
“Woh tadi saya lihat, banjir bisa 2 meter. Waduh. Saya bilang, kaget juga kalau daerah sini banjir 2 meter,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mempertimbangkan opsi relokasi warga ke
rumah susun
(rusun).
Rano bahkan langsung menanyakan kesiapan kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang turut hadir di lokasi.
“Ada beberapa skenario. Yang paling ideal adalah relokasi. Saya tanya Pak Sekda, ‘di daerah sini ada lahan yang bisa digunakan untuk rusun?’” ujarnya.
Namun, Rano menyadari bahwa membangun rusun bukan perkara sulit, tetapi meyakinkan warga untuk pindah adalah tantangan tersendiri.
“Saya tanya sama emak-emak, ‘sudah berapa tahun kena banjir?’ ‘Tiap tahun, Bang,’ katanya. Saya tanya lagi, ‘mau begini terus?’ ‘Enggak, Bang.’ Nah, berarti ada keinginan. Tinggal nanti pilihannya,” katanya.
Usai dari Kali Krukut, Rano melanjutkan kunjungannya ke
Rumah Susun
Sederhana Sewa (
Rusunawa
) Pesakih di Daan Mogot, Jakarta Barat.
Ia tiba sekitar pukul 11.10 WIB dan disambut Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V Arja serta warga rusun yang antusias.
Setelah menyapa warga di lantai satu, Rano naik ke lantai dua untuk meninjau salah satu unit yang dihuni seorang lansia.
Ia pun berbincang santai dengan penghuni sambil melihat kondisi rusun.
“Rusun ini bagus ya,” komentarnya setelah melihat fasilitas yang tersedia.
Ia pun memastikan kebutuhan dasar seperti air, listrik, dan genset cadangan sudah terpenuhi.
Rano menilai, masalah kekumuhan di Jakarta dapat teratasi jika warga bersedia tinggal di rusun.
“Kalau semua masyarakat Jakarta mau tinggal di rumah susun, selesai semua kekumuhan,” ujarnya usai peninjauan.
Namun, Rano tak menampik bahwa tak semua warga siap pindah ke rusun.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi agar warga memahami manfaat tinggal di hunian vertikal.
“Masalahnya, apakah masyarakat Jakarta semua mau? Makanya, ini butuh sosialisasi,” katanya.
Selain itu, Rano juga mengingatkan bahwa menjaga fasilitas rusun adalah tanggung jawab bersama.
“Setelah ada rumah susun, harus dijaga kebersihannya dan segala macam,” pesannya sebelum meninggalkan lokasi.
Setelah rangkaian peninjauan, Rano menutup agendanya dengan menunaikan salat Jumat di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari yang berjarak sekitar 300 meter dari rusun.
Hari pertama Rano sebagai
Wakil Gubernur Jakarta
menjadi bukti bahwa ia tak ingin berlama-lama duduk di balik meja.
Dari Kali Krukut hingga Rusunawa Pesakih, sentuhan pertamanya adalah turun langsung ke lapangan, sebuah awal yang akan dinanti kelanjutannya oleh warga Jakarta.
(Reporter: Baharudin Al Farisi, Rachel Farahdiba Regar | Editor: Abdul Haris Maulana, Fitria Chusna Farisa)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

2 Perkara Mendiktisaintek Satryo Brodjonegoro hingga Pernah Didemo di Kantornya – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Profesor Satryo Soemantri Brodjonegoro disebut-sebut akan diganti dari jabatan sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Kabar penggantiannya mengemuka di tengah rencana Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat negara di Istana Negara Jakarta sore ini, Rabu (19/2025).
“Nanti sore akan ada pelantikan beberapa pejabat,” kata Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya kepada wartawan, Rabu (19/2/2025).
Kontroversi Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro
Sebelum isu reshuffle kabinet terhadap Satryo Brodjonegoro mengemuka, menteri dari kalangan akademisi ini pernah dirundung dua masalah yang sempat mengemuka di publik.
Padahal baru sekitar tiga bulan dia menjabat sebagai menteri.
Prof Satryo dilantik pada 21 Oktober 2024 silam untuk memimpin kementerian baru yang merupakan pecahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Selama mengemban jabatan seumur jagung ini, Mendiktisaintek Satryo tercatat dua kali didemo bahkan salah satunya didemo oleh pegawainya sendiri.
2 perkara yang membuat Mendikti Prof Satryo didemo
1. Tukin dosen ASN tidak cair
Pada Senin tanggal 6 Januari 2025, Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) melakukan demo di gedung Kemendikti Saintek.
Mereka menggelar aksi kirim karangan bunga Kantor Kemendikti Saintek karena kecewa atas pernyataan tersebut.
Protes itu dilakukan simbolik dengan memberikan 60 karangan bunga ke Kantor Kemendikti Saintek pada Senin (6/1/2024) silam.
“Aksi ini adalah bentuk protes terhadap ketidakadilan yang dialami para dosen ASN. Sejak menerima SK sebagai ASN, pegawai lain di kementerian ini langsung mendapatkan tukin,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com, Senin (20/1/2025).
Anggun mengatakan selama ini dosen-dosen ASN di Kemendikti Saintek seperti diabaikan hak-haknya terutama dalam hal pemberian tukin.
Koordinator Adaksi Anggun Gunawan mengatakan, pihaknya sudah mulai memperjuangkan tukin sejak lama.
Berbagai macam tindakan juga sudah dilakukan hingga akhirnya pada September 2024 ADAKSI diminta untuk melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Dikti) Prof. Abdul Haris dan diterbitkanlah Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kepmendikbud) Nomor 447 Tahun 2024.
Lalu pada 5 November 2024, ADAKSI juga bertemu dengan Komisi X DPR yang membidangi pendidikan untuk mengadu soal permasalah pembayaran tukin.
Setelah ada kepastian soal pencairan tukin dosen, Anggun bersama rekannya di ADAKSI kaget kalau ternyata pemerintah melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Prof. Togar Simatupang menyatakan bahwa tukin dosen tidak akan cair pada tahun 2025.
“ADAKSI memandang alasan ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah. Regulasi dan janji ini sudah bergulir selama lima tahun. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus menunda hak yang sudah dijanjikan,” kata Anggun.
2. Pegawai Kemendikti merasa Mendikti semena-mena
Mendiktisaintek Satryo Soemantri juga didemo pegawai Dikti yang berkumpul pada Senin, (20/1/2025) pagi dengan membawa spanduk protes bahwa mereka bukan pegawai pribadi Prof. Satryo dan istri.
“Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk keluarga, bukan babu keluarga,” demikian bunyi kalimat yang tertera di spanduk itu.
“Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!” bunyi spanduk lain yang dibawa para pegawai.
Beberapa dari mereka juga mengirim karangan bunga sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan Satryo.
Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek Suwitno mengatakan, masalah di Kemendikti Saintek karena beberapa hal.
Penyebab pertama sudah dimulai sejak adanya pergantian pejabat baru setelah Satryo diangkat sebagai Mendikti Saintek oleh Presiden Prabowo Subianto.
Suwitno mengatakan, pergantian jabatan ini dilakukan dengan tidak adil.
“Tapi dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur,” kata Suwitno di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1/2025).
Alasan demo kedua, ketika salah satu pegawai aparatur sipil negara (ASN), yakni Neni Herlina, dipecat sepihak oleh Satryo.
Neni merupakan pegawai yang bertugas menangani semua urusan rumah tangga Kemendikti Saintek. Neni tiba-tiba dipecat oleh Satryo karena ada kesalahpahaman saat menjalankan tugas.
“Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin.Tapi harus jelas prosedurnya, ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, bahkan diminta angkat kaki,” pungkas Suwitno.
Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com
-

Tanggul Jebol karena Curah Hujan Tinggi di Tanah Bumbu Kalsel, JRP Bayar Klaim Rp2,6 Miliar – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PT Jasaraharja Putera (JRP Insurance) berkomitmen memberikan perlindungan asuransi yang optimal dan selalu mengedepankan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini dibuktikan dengan pembayaran klaim asuransi Public Liability kepada PT Sungai Danau Jaya (SDJ) sebesar Rp2.692.800.000,-.
Insiden yang terjadi di Desa Makmur, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan jebolnya tanggul pemisah tempat pembuangan limbah PT Sungai Danau Jaya.
Jebolnya tanggul tersebut membuat air dari tempat pembuangan limbah mengalir ke perkebunan sawit warga dan mencemari tanah di perkebunan kelapa sawit milik warga.
Akibat kejadian tersebut, KUD Berkat Makmur selaku unit usaha warga yang memiliki perkebunan sawit yang terdampak mengajukan tuntutan ganti rugi kepada PT Sungai Danau Jaya selaku pemegang Polis Asuransi Public Liability dari PT Jasaraharja Putera.
Sebagai perusahaan asuransi yang berkomitmen terhadap kepercayaan dan kepuasan nasabah, JRP Insurance bergerak cepat dalam menangani klaim tersebut.
Setelah melalui proses verifikasi dan asesmen sesuai dengan prosedur yang berlaku, JRP Insurance menyetujui dan membayarkan klaim tersebut untuk membantu PT Sungai Danau Jaya dalam memitigasi dampak yang ditimbulkan.
“Kami berharap pembayaran klaim ini dapat membantu PT Sungai Danau Jaya (SDJ) dan warga Desa Makmur dalam memulihkan kondisi pasca kejadian, pembayaran klaim ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kami dalam mendukung perlindungan terhadap risiko yang dihadapi oleh para tertanggung serta memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada seluruh nasabah JRP Insurance,” ujar Abdul Haris selaku Direktur
Utama Jasaraharja Putera dalam keterangan yang diterima, Senin (17/2/2025).Abdul Haris menjelaskan, pihaknya berusaha memberikan layanan terbaik dengan proses klaim yang transparan dan profesional serta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan inovasi produk asuransi untuk memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia.
-
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5135889/original/045948900_1739795911-29a4b0d7-0faa-4b5d-adc0-64dc9446bee5.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Jasaraharja Putera Bayar Klaim Asuransi Rp 2,6 Miliar usai Tanggul di Kalsel Jebol – Page 3
PT Jasaraharja Putera mencatatkan kinerja keuangan positif pada 2024 dengan peningkatan dalam pendapatan premi bruto dan laba perusahaan pada laporan keuangan internal (unaudited). Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta strategi bisnis yang efektif dalam menghadapi dinamika industri asuransi.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2024, PT Jasaraharja Putera berhasil meningkatkan pendapatan premi bruto dari Rp1,114 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp1,185 triliun pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dari para pemegang polis serta efektivitas strategi pemasaran dan inovasi produk asuransi yang dilakukan perusahaan.
Selain itu, laba perusahaan juga mengalami lonjakan yang signifikan. Dari Rp124 miliar pada tahun 2023, laba bersih PT Jasaraharja Putera meningkat menjadi Rp156 miliar pada tahun 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kualitas portfolio bisnis, optimalisasi portofolio investasi, peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan serta efisiensi operasional.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi serta memberikan perlindungan asuransi terbaik bagi masyarakat.
“Kinerja positif ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim PT Jasaraharja Putera dalam meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan bisnis. Kami akan terus berupaya menghadirkan solusi asuransi yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Haris dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).
Ke depan, PT Jasaraharja Putera akan terus fokus pada pengembangan produk asuransi yang relevan dan kontekstual dengan kebutuhan customer (customer oriented), pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan layanan, serta memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
-

Rumah Rata dengan Tanah, Mobil Rusak Dihantam Pohon
PIKIRAN RAKYAT – Langit di Bulukumba mendadak gelap pada Senin, 10 Februari 2025 siang hari. Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, menjadi saksi bisu kedahsyatan angin puting beliung yang menghancurkan 15 rumah, dua di antaranya rata dengan tanah. Angin kencang tersebut juga merusak pepohonan dan membuat atap-atap rumah beterbangan.
Puting beliung melanda Dusun Talle-talle dan Dusun Ganjenge, menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal. Hasnah, salah satu warga setempat menceritakan detik-detik ketika rumahnya rusak berat.
“Saya sedang di dapur waktu angin datang. Tidak ada hujan, tapi tiba-tiba atap rumah terangkat. Saya tarik anak saya, lari ke luar. Rumah tetangga juga sama, atapnya terbang,” kata Hasnah sambil menahan tangis.
Sementara itu, di Desa Bijawang, sebuah pohon besar tumbang dan menutup jalan poros Bulukumba-Sinjai. Insiden ini menyebabkan kemacetan panjang hingga satu jam. Warga setempat dan tim dari BPBD Bulukumba bahu-membahu membersihkan batang pohon yang melintang di jalan. Jalan akhirnya kembali terbuka setelah proses evakuasi.
Tenda Darurat untuk Korban Bencana
BPBD Bulukumba segera mendirikan tenda darurat di lokasi bencana untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Abdul Haris, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bulukumba, memastikan timnya telah turun sejak sore hari untuk membantu korban bencana.
“Kami memasang tenda darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Bantuan awal sudah mulai disalurkan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Bulukumba, Andi Zulkifli mengimbau warga agar tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga pertengahan Februari 2025 ini. Ia juga mengingatkan pengendera untuk berhati-hati saat melintas di jalanan dengan banyaknya pohon besar.
“Kami terus memantau dan melakukan asesmen di lokasi bencana. Warga di daerah rawan angin kencang kami minta untuk lebih waspada,” ujarnya.
Desa Topanda juga Terdampak
Ilustrasi. Desa Topanda terdampak bencana puting beliung hingga sebabkan mobil hancur tertimpa ranting pohon.
Selain Kecamatan Rilau Ale, Desa Topanda juga dilanda bencana. Tiga rumah kehilangan atap, sementara satu mobil hancur tertimpa ranting pohon. Basri, salah satu warga, mengungkapkan bahwa angin puting beliung kali ini adalah yang paling parah sejak ia tinggal di desa tersebut.
“Saya lihat atapnya terangkat seperti ada yang menarik dari atas. Mobil tetangga saya juga rusak kena pohon,” katanya.***
Disclaimer: Artikel ini telah tayang sebelumnya di Warta Bulukumba dengan judul ‘Angin Kencang Mengamuk di Bulukumba: Atap Seng Terbang ke Kabel Listrik, 15 Rumah Porak Poranda’.
Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News
-
/data/photo/2024/10/02/66fc86c5816b4.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Akhir Jalan Polisi Penerima Suap… Megapolitan 8 Februari 2025
Akhir Jalan Polisi Penerima Suap…
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Di balik seragam kebanggaan yang semestinya menjadi simbol keadilan, justru tersembunyi praktik yang mencoreng institusi.
Karier yang dibangun bertahun-tahun akhirnya runtuh dalam hitungan hari. Jumat (7/2/2025) menjadi titik akhir bagi AKBP Bintoro dan eks dua anak buahnya di kepolisian.
Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi terberat, pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu terbukti menerima suap untuk menghentikan kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang menyeret tersangka Arif Nugroho dan Muhammad Bayu Hartoyo.
“AKBP B, PTDH,” tegas Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam di Gedung Promoter Polda Metro Jaya.
Nasib serupa juga dialami AKP Ahmad Zakaria dan
AKP Mariana
yang ikut terseret dalam kasus yang sama.
Keduanya merupakan eks Kanit Resmob dan Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan.
Sedangkan Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Gogo Galesung dan eks Kasubdit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Ipda ND disanksi demosi 8 tahun.
Praktik kotor ini mulai terkuak saat sidang KKEP membongkar aliran dana yang diterima AKBP Bintoro.
Jumlahnya mencapai lebih dari Rp 100 juta, jauh lebih kecil dari spekulasi awal yang menyebut angka miliaran rupiah.
“Kurang lebih, ya tidak jauh dari angka yang beredar terakhir di publik. Bukan yang awal, Rp 20 miliar, Rp 5 miliar, Rp 17 miliar, dan macam-macam. Kurang lebih Rp 100 juta lebih,” ungkap Choirul Anam.
Namun, mengenai untuk apa uang itu digunakan, Choirul tidak menjelaskan secara rinci.
Tetapi yang pasti, menerima suap dalam kasus apapun, terlebih pembunuhan dan pemerkosaan, adalah perbuatan yang tidak bisa ditoleransi.
“Mau itu digunakan untuk pribadi, atau untuk yang lain, dalam konteks sidang etik, itu menerima uang, ya itu salah,” tegasnya.
Kasus ini pertama kali mencuat ke publik setelah Indonesia Police Watch (IPW) mengeluarkan rilis terkait dugaan penyuapan dalam penanganan kasus Arif Nugroho dan Muhammad Bayu Hartoyo.
Dalam gugatan perdata yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 7 Januari 2025, disebutkan bahwa keluarga Arif Nugroho memberikan sejumlah uang kepada AKBP Bintoro dengan imbalan penghentian kasus.
Perkara tersebut terbagi dalam dua berkas, yakni pembunuhan dan pemerkosaan.
Kasus ini pun akhirnya diusut oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya.
Sejak 25 Januari 2025, empat polisi telah menjalani penempatan khusus (patsus) atau ditahan di Bidang Propam.
Namun, hanya AKP Mariana tidak termasuk dalam daftar yang ditahan.
Sidang kode etik memang telah usai, tetapi bukan berarti ini akhir dari segalanya.
Dengan terungkapnya suap dalam kasus ini, kemungkinan adanya proses hukum pidana masih terbuka lebar.
“Lalu, terkait dengan perkembangan kasus ini, ya soal pidananya, kan ada LP (laporan polisi) pidana yang juga masuk ke polisi, itu sedang berproses,” kata Anam.
Kasus ini menjadi pelajaran pahit bahwa hukum tak pandang bulu. Seragam polisi bukan tameng untuk kebal dari konsekuensi.
Mereka yang seharusnya menegakkan keadilan, kini justru merasakan bagaimana hukuman ditegakkan atas perbuatannya sendiri.
(Reporter: Baharudin Al Farisi | Editor: Fitria Chusna Farisa, Abdul Haris Maulana)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -
/data/photo/2025/02/06/67a47f9fbef30.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perahu Eretan di Pesanggrahan, Mengayuh Melawan Zaman Megapolitan 6 Februari 2025
Perahu Eretan di Pesanggrahan, Mengayuh Melawan Zaman
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Jakarta, sebuah kota yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit, kendaraan bermotor berdesakan, dan kemajuan transportasi yang tak terbendung, masih memiliki sebuah sisi yang tak banyak diketahui.
Di antara hiruk-pikuk tersebut, masih ada satu pemandangan yang bertahan, sebuah tradisi yang mengalir di antara riak-riak air Kali Pesanggrahan.
Perahu eretan
, sebuah transportasi sederhana yang dioperasikan dengan tali tambang, tetap menjadi pilihan utama bagi para siswa di wilayah Jakarta Selatan itu.
“Ramainya sama anak sekolah pas agak lebih siang, sekitar pukul 14.00 WIB mungkin,” ujar Enda, sang pengemudi perahu.
Pada Kamis (6/2/2025), di antara deretan jalanan yang sibuk, perahu-perahu kecil itu meluncur perlahan di permukaan kali, dengan latar belakang bangunan-bangunan tinggi di Jakarta yang seolah menutup cakrawala.
Tali tambang yang membentang di atas air, berfungsi sebagai penggerak perahu, seolah memberikan sentuhan tradisi di tengah gemerlapnya kemajuan transportasi canggih seperti MRT, LRT dan Transjakarta.
Perahu-perahu ini memiliki lebar sekitar 2,5 hingga 3 meter dan mengapung di atas kali yang memiliki lebar hampir 20 meter, menembus kesibukan kota dengan irama yang jauh lebih tenang.
Setiap pagi dan siang, perahu-perahu Enda dipenuhi para siswa yang mencari jalan pintas menyeberangi Kali Pesanggrahan.
Meski Jakarta kini dilengkapi dengan berbagai moda transportasi canggih, Enda dan perahunya tetap menjadi penghubung yang tak ternilai harganya bagi para pelajar.
Lokasi penyeberangan ini begitu strategis, terletak di antara dua sekolah besar, MTSN 13 Jakarta dan SMPN 31 Jakarta.
Sebuah pilihan efisien bagi mereka yang ingin menyingkat perjalanan setelah lelah belajar di sekolah.
Namun, siapa sangka, sebuah perahu yang digerakkan dengan tangan justru membawa mereka menyeberang sungai lebih cepat daripada kendaraan harus berputar di jalanan yang macet.
“Kalau pakai kendaraan motor itu, buat bisa menyeberang, palingan di pertigaan ke arah sana tuh (Tanah Kusir), jaraknya sekitar satu kilometer lebih,” ujar Enda.
Perahu eretan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan hanya bagi Enda, tetapi juga bagi para siswa yang telah menjadikannya bagian dari rutinitas mereka.
Enda, yang setiap hari melakukan lebih dari 30 perjalanan bolak-balik, mengangkut tujuh hingga 10 penumpang dalam satu kali perjalanan, bekerja keras dari pagi hingga malam.
“Tapi kalau ada warga yang belanja subuh atau biasanya abang bakso cilok yang pulang jam 23.00 WIB, itu tetap saya coba seberangin,” ungkap Enda.
Bagi para siswa, seperti yang terlihat pada tiga anak SD yang sedang menunggu untuk naik,
perahu eretan
ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga tentang kepraktisan.
Dengan uang Rp 2.000 yang mereka keluarkan dari kantong seragam, mereka menyebrangi kali dan merasa seolah dunia mereka jadi lebih dekat.
“Ya lumayan jauh, makanya pada milih menyeberang lewat sini, hemat energi dan setelah naik ini kan jarak perjalanan mereka mungkin berkurang juga,” kata Enda.
Dalam keseharian para pelajar dan warga, perahu eretan berfungsi lebih dari sekedar alat transportasi.
Ia menjadi saksi bisu dari kehidupan sederhana yang tetap ada, meskipun dikelilingi oleh laju modernitas yang cepat.
Tidak jauh dari jantung ibu kota, di mana MRT, LRT, Transjakarta bahkan ojek online berlalu lalang, perahu eretan tetap bertahan.
Perahu eretan memberikan kenyamanan dengan cara yang berbeda, menyatukan tradisi dan kebutuhan sehari-hari yang tak lekang oleh waktu.
Di tengah gemuruh kota yang terus maju, perahu eretan tetap mengalir tenang, mengingatkan kita bahwa dalam setiap perjalanan, tak selamanya kecepatan adalah segalanya.
(Reporter: Dinda Aulia Ramadhanty | Editor: Abdul Haris Maulana, Larissa Huda)
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Apa Itu Pemuda Pancasila? Ini Sejarahnya
Jakarta, Beritasatu.com – Penggeledahan rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik perhatian publik. Sebanyak 11 mobil, sejumlah uang, dan valuta asing disita KPK.
Dengan kejadian tersebut, publik kini menyoroti lebih dalam mengenai apa sebenarnya Pemuda Pancasila ini dan bagaimana sejarah terbentuknya. Apalagi, PP memang dikenal memiliki jaringan luas di berbagai daerah, dengan anggota dari beragam latar belakang.
Dilansir dari laman Pemuda Pancasila, berikut penjelasan mengenai apa itu Pemuda Pancasila dan sejarah pembentukannya.
Apa Itu Pemuda Pancasila?
Pemuda Pancasila
Pemuda Pancasila adalah organisasi kemasyarakatan yang memiliki tujuan utama menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Organisasi ini juga berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Sejarah Singkat
Pemuda Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1959, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Organisasi ini diprakarsai oleh Jenderal Abdul Haris Nasution, seorang tokoh militer yang dikenal atas dedikasinya dalam mempertahankan keutuhan NKRI dan nilai-nilai Pancasila. Sejak berdirinya, Pemuda Pancasila aktif dalam berbagai kegiatan sosial, politik, dan kebangsaan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas negara.
Tujuan dan Perjuangan Pemuda Pancasila
Mengamalkan dan melestarikan Pancasila: Pemuda Pancasila berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.
Mengimplementasikan UUD 1945: Prinsip-prinsip dalam UUD 1945 dijadikan dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI: Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, Pemuda Pancasila berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.Membina kader Pemuda Pancasila: Organisasi ini berupaya menciptakan kader-kader bangsa yang terampil dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.Pemberdayaan anggota: Pemuda Pancasila terus mendorong pengembangan dan pemberdayaan anggota untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dalam keluarga besar organisasi ini.
Komitmen Pemuda Pancasila
Pemuda Pancasila tidak hanya sekadar organisasi, tetapi juga merupakan gerakan sosial yang bertujuan memperkuat semangat nasionalisme dan cinta tanah air di seluruh lapisan masyarakat. Dengan memegang teguh prinsip Pancasila dan UUD 1945, Pemuda Pancasila terus mengawal cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa, Pemuda Pancasila berkomitmen untuk terus berkarya dan berjuang demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Dengan semangat persatuan dan kesetiaan kepada Pancasila, organisasi ini percaya bahwa bangsa Indonesia dapat mencapai kemajuan, kedaulatan, dan kesejahteraan yang lebih baik di masa depan.
Penggeledahan rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno oleh KPK menjadi deretan kontroversi baru yang menyelimuti organisasi ini. Sebelumnya, Pemuda Pancasila juga kerap dikaitkan dengan berbagai kontroversi, termasuk keterlibatan dalam dinamika politik nasional.
/data/photo/2025/01/24/6793827160a3d.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)