Tag: A Riza Patria

  • Jokowi & SBY Absen di Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono

    Jokowi & SBY Absen di Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) Ahmad Riza Patria mengonfirmasi bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tak dapat hadir di Kampanye Akbar Satu1n Jakarta di Lapangan Banteng, Sabtu (23/11/2024).

    Dia mengatakan bahwa bahwa absennya kedua mantan kepala negara Indonesia itu dikarenakan adanya urusan masing-masing. Mulai dari SBY yang tengah mengalami sakit dan Jokowi yang menghadiri agenda kampanye di Jawa Tengah.

    “Pak SBY kebetulan hari ini berada di luar negeri dalam kegiatan berobat. Semoga Pak SBY bisa lekas sembuh dan kembali ke Tanah Air. Salam juga dari Pak Jokowi yang hari ini kebetulan juga ada kegiatan kampanye di Jawa Tengah,” ujarnya kepada wartawan.

    Lebih lanjut, Riza mengatakan bahwa meskipun keduanya absen untuk hadir di kampanye akbar terakhir sebelum memasuki masa tenang itu, tetapi keduanya memberikan dukungan dari jauh kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

    “Pak SBY menyampaikan permohonan maaf dan beliau memberikan salam hangat kepada pasangan calon dan warga seluruh warga jakarta. Pak Jokowi juga demikian. Kami berterima kasih Pak Jokowi melakukan endorse dan hadir dalam beberapa kegiatan Bang Ridwan Kamil dan Mas Suswono di DKI Jakarta,” ucapnya.

    Dia juga mengatakan bahwa calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 untuk Pilkada Jakarta 2024 ini mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

    Riza menyebut meskipun Prabowo saat ini tengah berada di Abu Dhabi untuk kunjungan kenegaraan, tetapi orang nomor satu di Indonesia itu menyampaikan salam kepada seluruh warga Jakarta agar dapat memberikan dukungannya kepada Ridwan Kamil dan Suswono.

    “Bapak Prabowo Subianto sebagai ketum Partai Gerindra juga selain mencalonkan bang Ridwan Kamil, mengusung, juga memberikan dukungan bantuan bagi kemenangan Bang Ridwan,” pungkas Riza.

    Sebelumnya, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) Basri Baco mengatakan, SBY dan Jokowi bakal hadir dalam kampanye akbar Ridwan Kamil-Suswono hari ini. 

    “Bapak Presiden Jokowi sudah insyaallah confirmed hadir. Yang masih tentatif Pak SBY. Saat ini, kita masih minta kepastiannya, karena beliau masih ada kunjungan ke luar daerah,” tuturnya di Jakarta, Jumat (22/11/2024).

  • Jokowi, SBY, Ketum Parpol KIM Plus Tak Hadiri Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono di Jakarta Pusat

    Jokowi, SBY, Ketum Parpol KIM Plus Tak Hadiri Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono di Jakarta Pusat

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR – Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan batal menghadiri kampanye akbar pamungkas Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang digelar di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2024).

    Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan RIDO Ahmad Riza Patria di lokasi kampanye akbar.

    Politikus senior Gerindra ini bilang, Jokowi batal datang lantaran hari ini turut menghadiri kampanye akbar pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Jawa Tengah.

    “Pak Jokowi hari ini kebetulan juga ada kegiatan kampanye di Jawa Tengah,” kata Ariza.

    Sedangkan SBY berhalangan hadir lantaran saat ini tengah berada di luar negeri dalam rangka untuk berobat.

    “Pak SBY kebetulan hari ini juga berada di luar negeri dalam kegiatan berobat. Semoga pak SBY bisa lekas sembuh dan kembali ke tanah air,” ucapnya.

    Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut, para ketua umum partai pengusung RIDO juga berhalangan hadir dalam kampanye akbar yang digelar sore ini.

    “Hampir semua ketua partai berada di daerah, keliling semua, karena hari ini kampanye serentak terakhir. Tapi Insyaallah ada perwakilan partai, sekjen, atau wakil ketua umum,” tuturnya.

    KLIK SELENGKAPNYA: Anies Baswedan Dianggap Jadi Pemain Naturalisasi PDI Perjuangan Demi Pramono Anung. Pengamat Adi Prayitno Melihat Megawati Tidak Terlampau Tampil.

    Meski tak dihadiri Jokowi dan SBY, Ariza menyebut, puluhan ribu orang bakal tumpah ruah di Lapangan Banteng mengikuti acara kampanye akbar pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

    “Alhamdulillah nanti hadir tidak kurang dari 35 ribu warga Jakarta yang terdiri dari perwakilan dari 697 relawan dari lebih dari 112 ormas. Kemudian juga ada dari perwakilan 16 partai pendukung yang juga akan hadir,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Jokowi, SBY, Ketum Parpol KIM Plus Tak Hadiri Kampanye Akbar Ridwan Kamil-Suswono di Jakarta Pusat

    Relawan Hingga Parpol Pendukung Hadiri Kampanye Akbar RK-Suswono di Lapangan Banteng Jakarta Pusat

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR – Jelang kampanye akbar Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), ribuan orang mulai memadati Lapangan Benteng yang berlokasi di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

    Pantauan TribunJakarta.com di lokasi sekira pukul 14.00 WIB, para relawan dan simpatisan RIDO mayoritas tampak mengenakan pakaian berkelir putih.

    Mereka juga terlihat membentangkan berbagai bendera dukungan terhadap pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

    Tak seperti saat kampanye akbar pertama, kali ini bendera dari belasan partai pendukungan RIDO tanpak turut berkibar di sekitar lapangan Banteng.

    Termasuk bendera berwajah Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

    Ketua Tim Pemenangan RIDO Ahmad Riza Patria mengatakan, kurang lebih ada 30 ribu lebih masyarakat hadir di lapangan Banteng.

    “Alhamdulillah nanti hadir tidak kurang dari 35 ribu warga Jakarta yang terdiri dari perwakilan dari 697 relawan dari lebih dari 112 ormas. Kemudian juga ada dari perwakilan 16 partai pendukung yang juga akan hadir,” ucapnya, Sabtu (23/11/2024).

    Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun berharap, acara kampanye akbar pamungkas pasangan RIDO bisa terselenggara dengan aman dan lancar.

    “Mari kita bersama-sama hadiri kampanye akbar bang Ridwan Kamil dan mas Suswono di Jakarta,” kata Ariza.

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Sandiaga Uno instruksikan relawannya menangkan RIDO 

    Sandiaga Uno instruksikan relawannya menangkan RIDO 

    Jakarta (ANTARA) – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menginstruksikan relawan Rumah SandiUno Indonesia (RSI) untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilkada Jakarta 2024.

    “Perintah Pak Sandi adalah kami mendukung dan memenangkan pasangan RIDO. Karena itu, dalam waktu yang singkat ini, dengan pengalaman kami di Pilgub 2016-2017, akan terulang kembali,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) RSI, Denny H. Suryo Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    RSI adalah salah satu relawan yang turut mengantarkan pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2017-2022.

    “Kalau kami sudah hadir, Pak Sandi Uno juga pasti hadir. Karena beliau adalah ketua dewan pembina kami. Secara konkret itu nanti Pak Sandi sendiri yang akan terjun. Tentu kami dari simpul beliau akan turun langsung dan besok juga akan mulai bergerak,” ujarnya.

    Sementara itu, cagub DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil mengatakan bahwa saat ini pasangan RIDO memiliki dua tokoh yang berpengalaman sebagai wakil gubernur di era Anies, yakni Sandiaga Uno dan Ahmad Riza Patria atau Ariza.

    Keduanya, merupakan sosok yang sudah terbukti mampu menjalankan tugas sebagai pemimpin di Jakarta.

    Ariza menyertai pasangan Ridwan Kamil-Suswono sejak awal. Dia kini menjadi Ketua Tim Pemenangan pasangan RIDO .

    Sementara Sandi Uno dan relawan RSI secara tegas menyatakan bergerak dan bekerja keras memenangkan RIDO pada hari pemilihan 27 November 2024.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan paslon Ridwan Kamil-Suswono nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana nomor urut 2 dan Pramono Anung-Rano Karno nomor urut 3 pada Pilkada DKI Jakarta.

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Edy Sujatmiko
    Copyright © ANTARA 2024

  • Relawan Sandiaga Uno Deklarasikan Dukungan kepada Ridwan Kamil-Suswono
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        21 November 2024

    Relawan Sandiaga Uno Deklarasikan Dukungan kepada Ridwan Kamil-Suswono Megapolitan 21 November 2024

    Relawan Sandiaga Uno Deklarasikan Dukungan kepada Ridwan Kamil-Suswono
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Relawan
    Sandiaga Uno
    Indonesia (RSI) resmi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta,
    Ridwan Kamil-Suswono
    (Rido), di Pilkada Jakarta 2024.
    “Hari ini, Bang Sandiaga Uno mendeklarasikan dukungan lewat Rumah Sandi Uno Indonesia,” ujar Ridwan Kamil di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2024).
    Ridwan berharap, jaringan relawan Sandiaga Uno dapat membantu merangkul warga Jakarta untuk mendukung pasangan calon nomor urut 1 pada hari pencoblosan, 27 November 2024.
    Sekretaris Jenderal RSI, Denny Suryoprabowo, menyebutkan bahwa keputusan mendukung pasangan RIDO merupakan arahan langsung dari Sandiaga Uno. RSI juga berencana segera bergerak di lapangan untuk memenangkan RIDO.
    “Kami akan segera menurunkan semua simpul-simpul yang ada di dalam Rumah Sandi Uno untuk memenangkan RIDO satu putaran nanti di tanggal 27 November 2024,” kata Denny.
    Meski Sandiaga Uno tidak hadir dalam acara deklarasi ini, tim pemenangan RIDO turut diwakili oleh Ahmad Riza Patria, yang hadir sebagai Ketua Tim Pemenangan.
    Diketahui, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing dalam Pilkada Jakarta 2024. Mereka adalah Pramono Anung-Rano Karno (nomor urut 3), Ridwan Kamil-Suswono (nomor urut 1), dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana (nomor urut 2).
    Pencoblosan Pilkada Jakarta akan berlangsung pada 27 November. Masa kampanye akan berakhir pada 23 November, diikuti masa tenang pada 24-26 November sebelum hari pemungutan suara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Golkar Jaksel lakukan patroli jaga APK RIDO dari pelaku perusakan

    Golkar Jaksel lakukan patroli jaga APK RIDO dari pelaku perusakan

    Jakarta (ANTARA) – DPD II Partai Golkar Jakarta Selatan mengerahkan semua kader dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk melakukan patroli penjagaan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang belakangan masif terjadi perusakan.

    Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan, Kreshna Putra di Jakarta, Rabu, mengatakan, pihaknya mengerahkan AMPG untuk melakukan patroli ke semua lokasi rawan perusakan alat peraga kampanye pasangan calon (paslon) RIDO di Jakarta Selatan.

    “Kami sudah mulai menggerakkan kader dan AMPG Jaksel untuk melaksanakan Patroli Penjagaan APK RIDO di seluruh wilayah Jakarta Selatan,” katanya.

    Menurut dia, langkah yang dilakukan Golkar Jakarta Selatan (Jaksel) sebagai bentuk melaksanakan instruksi dari Ketua Tim Pemenangan RIDO Ahmad Riza Patria.

    Menurut dia, tindakan perusakan APK tidak beradab. Cara yang dilakukan tersebut sangat pengecut dan tidak “fair play” dalam kompetisi Pilkada Jakarta 2024.

    “Saya sangat menyayangkan sikap ini, siapapun itu yang melakukan perusakan APK, itu sudah merusak demokrasi,” kata Kreshna.

    Secara teknis para kader akan dibagi tugas sesuai dengan wilayah masing-masing. Sampai menjelang pencoblosan, dipastikan pengawasan dilakukan hingga malam hari.

    Selain patroli memburu pelaku perusakan APK, pihaknya juga melakukan perbaikan terhadap APK yang sudah telanjur dirusak.

    “Waktu kita tinggal satu minggu ini. Kesabaran sudah cukup bagi kita, saatnya kita lakukan tindakan kepada para pelaku,” ujarnya.

    Kendati demikian, Kreshna memastikan, para kader di Jakarta Selatan tetap tidak akan melakukan tindakan pembalasan perusakan APK.

    “Kita tetap menjunjung aturan. Sampai masa tenang pencoblosan, kita akan menjaga dan melindungi diri kita,” tegasnya.

    Pewarta: Syaiful Hakim
    Editor: Sri Muryono
    Copyright © ANTARA 2024

  • Effendi Simbolon Dinilai Tak Lagi Dianggap oleh PDI-P Usai Beri Dukungan ke Ridwan Kamil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 November 2024

    Effendi Simbolon Dinilai Tak Lagi Dianggap oleh PDI-P Usai Beri Dukungan ke Ridwan Kamil Megapolitan 20 November 2024

    Effendi Simbolon Dinilai Tak Lagi Dianggap oleh PDI-P Usai Beri Dukungan ke Ridwan Kamil
    Penulis
    JAKARTA, KOMPAS.com –
    Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia, Arif Nurul Imam, menilai
    PDI-P
    sudah tak menganggap kadernya,
    Effendi Simbolon
    , yang secara terang-terangan mendukung calon gubernur Jakarta nomor urut 1,
    Ridwan Kamil
    , pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
    Hal itu disampaikan Arif usai Ketua DPP PDI-P Said Abdullah mengatakan capek untuk menindak Effendi karena tidak mendukung pasangan calon yang diusung PDI-P, yakni Pramono Anung-Rano Karno.
    “Terkait PDI-P yang tidak menindaklanjuti langkah Effendi Simbolon (mendukung Ridwan Kamil), ini bisa dibaca dua hal. Pertama PDI-P tidak menganggap Effendi Simbolon sebagai kadernya, atau sudah diabaikan, atau sudah tidak dihitung lagi sehingga apa pun langkah Effendi dalam tanda petik tidak dianggap,” jelas Arif kepada
    Kompas.com
    , Rabu (20/11/2024).
    Di lain sisi, Arif menilai PDI-P tidak disiplin dengan kadernya yang tidak mau mengikuti instruksi kebijakan partai.
    Kata Arif, seharusnya Effendi perlu diberikan sanksi apabila dia masih menjadi kader PDI-P.
    “Posisi lain juga bisa dilihat kalau kemudian ini faktor Jokowi atau satu barisan Jokowi. Bisa jadi juga PDI-P juga sudah cukup abai atau membiarkan jika (Effendi) itu dalam barisan satu barisan bersama Jokowi,” imbuhnya.
    Sebelumnya diberitakan, PDI-P mengaku “capek” melihat kadernya, Effendi Simbolon, ikut mengampanyekan Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta alih-alih Pramono Anung-Rano Karno yang merupakan usungan PDI-P.
    “Capek,” kata Ketua DPP PDI-P, Said Abdullah, saat ditanya apakah PDI-P akan menindak Effendi, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
    Ia menilai upaya itu juga tak akan berpengaruh terhadap tingkat elektoral.
    Said memberi contoh, dirinya merupakan calon anggota legislatif dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia pada Pileg 2024.
    Namun, perolehan suara itu belum tentu akan berpengaruh terhadap tingkat elektoral kandidat yang ia dukung dalam sebuah pilkada.
    Sebab, kata Said, dalam pilkada, yang berpengaruh adalah ketokohan si calon itu sendiri.
    “Kalau urusan tindakan,
    ina inu
    , kita fokus tanggal 27. Biar seribu Said, biar suara terbesar di republik, enggak laku,” ujar dia.
    Said juga mengaku tidak tahu status terbaru keanggotaan Effendi di PDI-P, terlebih menyusul tindakannya yang membelot dari arah dukung.
    Adapun Effendi Simbolon hadir dalam pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Ridwan Kamil dan sejumlah kader partai politik anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Senin (18/11/2024).
    Nama Effendi sempat disapa oleh Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil dan Suswono, Ahmad Riza Patria. Riza bilang, kader PDI Perjuangan itu mendukung Ridwan.
    “Di sini ada spesial Pak Jokowi, dari PDI Perjuangan ada Effendi Simbolon. Ini kader PDI Perjuangan yang mendukung Ridwan Kamil,” ujar Riza di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin.
    Di penghujung acara, nama Effendi kembali disinggung oleh Ridwan Kamil.
    Ridwan menyinggung soal Pilkada Jakarta yang menjadi ajang rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang terpecah pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, termasuk sosok Effendi.
    “Di belakang saya ada Pak Effendi Simbolon, (tadi) mendeklarasikan 7.000 (dukungan dari) orang-orang Batak, beliau dari partai mana kita semua tahu kan,” kata Ridwan usai acara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Profil Effendi Simbolon, Kader PDIP yang Membelot Dukung RK di Pilkada Jakarta 2024

    Profil Effendi Simbolon, Kader PDIP yang Membelot Dukung RK di Pilkada Jakarta 2024

    Bisnis.com, JAKARTA — Nama Effendi Simbolon kembali mencuat ke publik lantaran dirinya menghadiri acara pertemuan antara Presiden RI ke-7 Joko Widodo alias Jokowi dengan Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil atau RK, di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta, pada Senin (18/11/2024) malam.

    Dalam pertemuan tersebut, Effendi mengenakan kemeja hitam dan duduk berhadap-hadapan dengan RK. Kemudian, dia juga berjabat tangan dengan RK saat namanya disebut oleh Ketua Timses RIDO Ahmad Riza Patria, bahwa Effendi Simbolon adalah kader PDIP yang mendukung Ridwan Kamil.

    Lantas siapa sebenarnay sosok Effendi Simbolon?

    Profil Effendi Simbolon

    Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, M.I.Pol lahir pada 1 Desember 1964 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dia merupakan sosok yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI selama emoat periode sejak 2004.

    Saat itu, Politikus PDIP ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII yang berfokus pada bidang permasalahan Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup hingga 2013. Adapun, sejak 2019, dia merupakan anggota Komisi I DPR RI. 

    Di internal partai PDIP, Effendi pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, bahkan dia juga sempat diusung sebagai bakal calon sekretaris jenderal PDIP untuk periode tahun 2010 hingga 2015.

    Menilik ke belakang, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini merupakan putra bungsu dari St. MM Simbolon dan Martha br. Tobing. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri Cendrawasih Banjarbaru (1969–1975), kemudian berpindah ke Jakarta. 

    Di Jakarta, dirinya bersekolah di SMP Negeri 41 Jakarta (1975–1979) dan SMA Negeri 3 Jakarta (1979–1982). Dalam bangku pendidikannya, Effendi pernah ditunjuk menjadi Ketua Alumni SMA Negeri 3 Jakarta dengan anggota sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai kalangan.

    Selepas lulus SMA, Effendi mengemban studi S-1 Manajemen Perusahaan di Universitas Jayabaya dan meraih gelar Doktorandus pada 1988. Sambil berkursi di DPR, pada 2011 dia masih haus mengejar ilmu dengan menempuh studi S-2 Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar Magister Ilmu Politik pada 2013. Bahkan, dia langsung melanjutkan studi S-3 Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran dan meraih gelar Doktor pada 2015.

    Tak hanya mengenyam pendidikan, ternyata dia juga dipercaya dalam sejumlah bidang organisasi, salah satunya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PB Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) hingga tahun 2012 menggantikan ketua lama periode 2004-2008, Doddy Susanto. Tak hanya itu, Effendi juga merupakan salah satu penggagas terbentuknya Pusat Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI), sebuah perkumpulan bagi marga Simbolon.

    Kemudian, Effendi juga sempat ikut berpartisipasi sebagai calon gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2013 dan berpasangan dengan Jumiran Abdi. Dalam pemilihan ini, pasangan Effendi-Jumiran meraih posisi ke-2 dengan 24,34 persen suara, sementara posisi pertama diraih pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi dengan 33,00 persen suara.

  • Effendi Simbolon Dinilai Tak Lagi Dianggap oleh PDI-P Usai Beri Dukungan ke Ridwan Kamil
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        20 November 2024

    1 Effendi Simbolon Ikut Jokowi Kampanye Ridwan Kamil, Ketua DPP PDI-P: Capek Nasional

    Effendi Simbolon Ikut Jokowi Kampanye Ridwan Kamil, Ketua DPP PDI-P: Capek
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com

    PDI-P
    mengaku “capek” melihat kadernya,
    Effendi Simbolon
    , ikut mengampanyekan Ridwan Kamil-Suswono di
    Pilkada Jakarta
    alih-alih Pramono Anung-Rano Karno yang merupakan usungan PDI-P.
    “Capek,” kata Ketua DPP PDI-P,
    Said Abdullah
    , saat ditanya apakah PDI-P akan menindak Effendi, ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024).
    Ia menilai upaya itu juga tak akan berpengaruh terhadap tingkat elektoral.
    Said memberi contoh, dirinya merupakan calon anggota legislatif dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia pada Pileg 2024.
    Namun, perolehan suara itu belum tentu akan berpengaruh terhadap tingkat elektoral kandidat yang ia dukung dalam sebuah pilkada.
    Sebab, kata Said, dalam pilkada, yang berpengaruh adalah ketokohan si calon itu sendiri.
    “Kalau urusan tindakan, ina inu, kita fokus tanggal 27. Biar seribu Said, biar suara terbesar di republik, enggak laku,” ujar dia.
    Said juga mengaku tidak tahu status terbaru keanggotaan Effendi di PDI-P, terlebih menyusul tindakannya yang membelot dari arah dukung.
    Ia pun enggan mengomentari lebih jauh seberapa berdampak dukungan Presiden ketujuh Joko Widodo terhadap potensi kemenangan Ridwan Kamil-Suswono.
    “Struktur partai bergerak masif, relawan bergerak masif,
    civil society
    juga bergerak pada satu muara di tanggal 27 untuk memenangkan Mas Pram dan Bang Doel,” sebut Said.
    “Saya bersyukur ada Pak Jokowi di sebelah karena bagi kita, karena status Pak Jokowi adalah presiden ketujuh, kan punya kebebasan.
    Fairness
    . Itu. Berkompetisi secara sehat. Kan Jakarta itu etalase republik, jangan dikotori oleh yang di luar konteks aturan main,” kata dia.
    Effendi Simbolon hadir dalam pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Ridwan Kamil dan sejumlah kader partai politik anggota Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, Senin (18/11/2024).
    Nama Effendi sempat disapa oleh Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil dan Suswono, Ahmad Riza Patria. Riza bilang, kader PDI Perjuangan itu mendukung Ridwan.
    “Di sini ada spesial Pak Jokowi, dari PDI Perjuangan ada Effendi Simbolon. Ini kader PDI Perjuangan yang mendukung Ridwan Kamil,” ujar Riza di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin.
    Di penghujung acara, nama Effendi kembali disinggung oleh Ridwan Kamil.
    Ridwan menyinggung soal Pilkada Jakarta yang menjadi ajang rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang terpecah pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, termasuk sosok Effendi.
    “Di belakang saya ada Pak Effendi Simbolon, (tadi) mendeklarasikan 7.000 (dukungan dari) orang-orang Batak, beliau dari partai mana kita semua tahu kan,” kata Ridwan usai acara.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Jokowi dan Ridwan Kamil Bertemu di Jakpus, Suswono Tak Terlihat
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        18 November 2024

    Jokowi dan Ridwan Kamil Bertemu di Jakpus, Suswono Tak Terlihat Megapolitan 18 November 2024

    Jokowi dan Ridwan Kamil Bertemu di Jakpus, Suswono Tak Terlihat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Calon wakil gubernur nomor urut 1 Suswono tampak tidak hadir dalam pertemuan Presiden ke-7 RI dengan Ridwan Kamil, Senin (18/11/2024).
    Pengamatan
    Kompas.com
    , Ridwan Kamil tiba di lokasi pertemuan terlebih dahulu, yakni di sebuah restoran di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
    Mengenakan jaket berlogo Monas dan bertuliskan RIDO, pria yang akrab disapa Kang Emil itu hadir sekitar pukul 18.59 WIB.
    Selain Kang Emil, tampak pula sejumlah tokoh dari partai politik pengusung RK-Suswono di
    Pilkada DKI Jakarta
    , antara lain Ketua DPD Gerindra Jakarta Ahmad Riza Patria, Ketua DPD Golkar Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, Ketua DPW NasDem Jakarta, Wibi Andrino, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. 
    Hadir juga politikus Gerindra dan Ketua Relawan Prabowo Mania Immanuel Ebenezer, Ahmad Dhani, dan Raffi Ahmad.
    Hingga pukul 20.08 WIB, Suswono tampak belum hadir dalam pertemuan itu. Belum ada keterangan resmi dari tim sukses mengenai ketidakhadiran Suwono ini.
    Jokowi sendiri tiba sekitar pukul 19.37 WIB. Jokowi tampak hadir mengenakan kemeja putih dengan lengan panjang tergulung.
    Sejumlah pendukung RK-Suswono langsung menyambut kedatangan Jokowi.
    “Jokowi, Jokowi, Jokowi,” sorak kader partai dan warga yang berkumpul.
    Jokowi tampak kesulitan melangkah ke tempat duduk karena padatnya kader yang berkumpul. Setelah bersusah payah menembus kerumunan, Jokowi duduk diapit Ridwan Kamil dan Ahmad Riza Patria.
    Sebelumnya, Kang Emil mengatakan, pertemuannya dengan Jokowi malam ini adalah untuk mendapatkan arahan. 
    “Kan sudah jelas, Pak Jokowi mendukung (saya). Dengan dukungan kan tidak hanya lisan, mungkin ada arahan-arahan kepada mereka-mereka yang mencintai pak Jokowi di Jakarta ya,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di GOR Ciracas, Senin.
    Mantan gubernur Jawa Barat ini berharap, pertemuannya dengan Jokowi bisa semakin menguatkannya untuk menang satu putaran di Pilkada Jakarta 2024.
    “Ya kurang lebih akan sedang direncanakan (sekitar pukul 20.00 WIB), tapi pastinya bisa maju mundur,” ujar dia.
    “Saya belum tahu (yang akan hadir), saya juga undangan,” sambung dia.
    Copyright 2008 – 2024 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.