Sudah Mualaf, Bobon Santoso Tidak Sholat Id: Gue Kira Kayak Natalan
TRIBUNJATENG.COM – Bobon Santoso mengaku tidak sholat id padahal sudah mualaf.
Bobon Santoso kembali menjadi sorotan setelah mengaku melewatkan Sholat Idulfitri pertamanya sebagai seorang mualaf.
Dalam unggahan Instagram Story-nya, ia mengungkapkan alasan dirinya tidak ikut serta dalam Sholat Id yang ternyata karena kesalahpahaman.
“Pada tungguin update Sholat Id gw kan??”
“Kesiangan gw..”
“gw kira kayak Natalan, ada kebaktian pagi, siang dan malam coi..”
“Sampai jumpa di Sholat Id tahun depan aja dah..” tulis Bobon, Senin (31/3/2025).
Sebelumnya, Bobon juga sempat membagikan foto dirinya sedang berdoa di dalam masjid.
“Tiba-tiba Lebaran pertama kalinya, tiba-tiba mikirin Sholat Id gimana dan dimana Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk semuanya,” tulisnya di caption.
Sebelumnya diberiakan, perjalanan Bobon Santoso menjadi seorang mualaf sempat mengundang perhatian publik.
Semuanya bermula ketika video dirinya mengucap dua kalimat syahadat viral di media sosial.
Ia kemudian muncul dalam podcast Denny Sumargo, yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo pada 17 Maret 2025.
Dalam podcast tersebut, Bobon berbincang dengan Denny Sumargo dan Ustadz Felix Siauw.
Ia mengaku masih merasa bingung setelah ramai diberitakan sebagai mualaf.
“Kemarin ramai, beneran ini masih serba kebingungan kita. Bingungnya karena mungkin di berita Bobon mualaf, bingungnya gimana ini siapa yang nuntun ini,” ujar Bobon sambil bercanda.
Denny Sumargo kemudian bertanya apakah Bobon yakin ingin memeluk Islam.
Namun, Bobon tidak bisa langsung menjawab iya atau tidak.
Ia mengaku sudah lama tertarik dengan Islam karena sejak kecil hidup di lingkungan mayoritas Muslim.
“Kalau ngejawab ini, gue nggak bisa iya atau tidak. Dari kecil lingkungan temen-temen gue Muslim, gue tidur di surau, sempet coba-coba adzan juga.”
“Gue juga mempelajari sejarah Nabi Muhammad.”
“Tapi gue juga besar di lingkungan yang cukup toleran, ada yang Buddha, ada Klenteng, Cap Go Meh juga,” ungkapnya.
Bobon pun mengaku pernah menyampaikan keinginannya untuk pindah agama kepada istrinya beberapa tahun lalu.
Namun, ia merasa bahwa proses masuk Islam yang ia alami terbilang mendadak.
“Kalau untuk Islam, bukan hal yang baru.”
“Cuma buat kondisi kemarin, mungkin bagi gue terlalu cepat dan mendadak. Jadi kayak tiba-tiba dipotong aja, kayak misal ada pisau tajam yang tiba-tiba motong,” tuturnya.
Bobon menjelaskan bahwa awalnya ia hanya membuat konten memasak dengan Ustadz Derry. Mereka hendak menyajikan sop kambing Arab untuk berbuka puasa. Saat akan menyembelih kambing, Ustadz Derry menjelaskan bahwa penyembelihan harus dilakukan oleh seorang Muslim.
Dari situ, Ustadz Derry akhirnya membimbing Bobon untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan belajar wudhu.
Meski telah mengucapkan syahadat, Bobon menegaskan bahwa dirinya masih dalam proses belajar mendalami Islam. Ustadz Felix Siauw pun menjelaskan bahwa mengucapkan syahadat saja belum tentu menjadikan seseorang Muslim jika tidak diiringi dengan keyakinan hati.
“Kalau seandainya ada seseorang mengucapkan syahadat, apakah dia sudah pasti menjadi seorang Muslim? Jawabannya tidak. Itu password, tapi harus diucapkan dengan keyakinan hati yang setara dengan kata-kata itu,” jelas Ustadz Felix.
Denny Sumargo pun bertanya apakah Bobon sudah memenuhi hukum sebagai seorang Muslim.
“Dia sudah termasuk memenuhi hukum sebagai seorang Muslim karena sudah punya kecenderungan, mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa paksaan, dan mau belajar,” terang Ustadz Felix.
Bobon sendiri mengakui bahwa dirinya butuh waktu untuk lebih memahami Islam.
“Kalau bisa dikasih waktu untuk belajar, didoakan juga semoga istiqomah,” kata Bobon. (*)