Ia mengatakan, selain penyisiran permukaan dan penyelaman, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda NTT juga menurunkan peralatan teknologi bawah laut. ROV dan sonar ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban di dasar perairan.
Upaya pencarian turut diperkuat dengan pengerahan multibeam sonar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta multibeam sonar milik Distrik Navigasi Kupang.
“Area pencarian difokuskan di perairan sekitar Pulau Padar. Namun, hingga kini, hasil operasi SAR masih nihil,” jelasnya.
Fathur mengaku, Kedutaan Besar Spanyol melalui surat resminya menyampaikan apresiasi kepada Basarnas dan seluruh tim SAR Gabungan atas kerja keras, komitmen, serta perjuangan maksimal dalam proses pencarian korban.
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 lalu di perairan Pulau Padar dan empat warga negara Spanyol dilaporkan hilang. Hingga saat ini, tiga korban telah berhasil ditemukan, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467307/original/088854600_1767870560-Pencarian_WN_Spanyol_korban_tenggelamnya_KM_Putri.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)