Jakarta (ANTARA) – SDN Pademangan Timur 05, Jakarta Utara mulai memperbaiki plafon di ruang kelas VI, setelah sebelumnya ambrol karena tak kuat menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang akibat hujan deras pada Senin (12/1).
“Progres perbaikan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen,” kata Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pademangan Timur 05, Eka Bahari di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran internal sekolah serta dukungan dari Polsek Pademangan.
Ia mengaku, bantuan material dan personel sangat membantu dalam proses pembersihan puing dan pemasangan plafon baru itu.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan kehadiran jajaran Polsek Pademangan. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat karena bantuan ini mempercepat proses perbaikan,” kata dia.
Pihak sekolah juga melakukan langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang dengan menambah saluran pembuangan air dari atap agar air hujan dapat langsung mengalir dan tidak kembali meluap.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Saluran air sudah kami tambah dan instalasi listrik juga sudah dicek agar benar-benar aman untuk anak-anak,” katanya.
Ia juga menyebutkan, selama proses perbaikan, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari.
“Hari ini kami fokus gladi bersih dan merapikan seluruh area. Insyaallah, besok anak-anak sudah bisa kembali belajar tatap muka,” katanya.
Kronologi
Ia mengatakan plafon ambrol berada di lantai empat gedung sekolah, tepatnya di ruang kelas VI.
Plafon itu berbahan gipsum dan diduga tidak mampu menahan rembesan air hujan yang meluap dari talang atap akibat intensitas hujan yang sangat tinggi pada Senin (12/1).
Pada saat itu hujan sangat deras itu, talang air di tengah atap tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke kiri dan kanan.
“Air masuk ke plafon membuat gipsum menjadi berat, lalu ambrol,” kata dia.
Tak ada korban dalam kejadian tersebut dan sekolah segera mengevakuasi seluruh peserta didik setelah melihat tanda-tanda awal kerusakan, seperti munculnya retakan dan rembesan air dari plafon.
Ia mengakui, saat itu anak-anak baru selesai makan pagi MBG dan begitu hujan sangat deras dan air mulai mengalir serta langsung mengevakuasi mereka ke lantai bawah.
“Prinsip kami, keselamatan peserta didik adalah yang utama,” katanya
Sebelumnya, plafon di bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara ambrol saat siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (12/1).
“Plafon ambrol saat siswa sedang sarapan MBG di kelas dan guru langsung evakuasi siswa ke lapangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji.
Ia mengatakan kejadian ini terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menimbulkan rembesan air dari atas sekolah hingga ke plafon.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
