Jakarta (ANTARA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan dapat masuk jajaran 10 besar Bursa Efek (Stock Exchange) di tingkat global dalam lima tahun mendatang sebagaimana juga tertuang dalam Mastreplan BEI 2026-2030.
Direktur Utama BEI Iman Rachman memastikan BEI akan membangun pasar modal Indonesia yang semakin inovatif, transparan, inklusif, serta terhubung secara global.
“Harapannya Indonesia dapat masuk ke jajaran top 10 Bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi, sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional,” ujar Iman dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.
Seiring dengan itu, ia mengatakan BEI juga menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun pada 2026.
“BEI juga menetapkan sejumlah asumsi berdasarkan kondisi macroeconomic nasional dan global. BEI mengasumsikan nilai RNTH pada tahun 2026 pada angka Rp15 triliun,” ujar Iman.
BEI menargetkan sebanyak 555 pencatatan efek baru pada tahun 2025, dengan sebanyak 50 merupakan pencatatan saham baru, lanjutnya.
“Dari sisi pencatatan, kami menargetkan 555 pencatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru,” ujar Iman.
Lebih lanjut, ia mengatakan akan memastikan BEI terus memanfaatkan berbagai kanal distribusi informasi untuk mencapai target pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia, dengan penambahan 2 juta investor baru pada tahun 2026.
“Kami percaya agar tercapai visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stackholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” ujar Iman,
Data perdagangan BEI pada Jumat, pukul 10.40 WIB, IHSG tercatat menguat 56,88 poin atau 0,66 persen berada di level 8.703,82.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.462.695 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,77 miliar lembar saham senilai Rp21,15 triliun. Sebanyak 431 saham naik 220 saham menurun, dan 156 tidak bergerak nilainya.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
