Sambil Menanti Revitalisasi APBN pada Bangunan Terancam Longsor, Pelajar SD Negeri 2 Kokap Belajar di Tenda
Tim Redaksi
KULON PROGO, KOMPAS.com –
Kerusakan talud penahan tebing mengancam keselamatan bangunan SD Negeri 2 Kokap, yang berada di Padukuhan Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi itu memaksa sekolah dan pemerintah daerah menerapkan sistem pembelajaran darurat dengan memindahkan sebagian siswa ke tenda, sembari menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat.
Kerusakan talud
bermula pada 2 Januari 2025, setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kokap.
Talud di sisi depan sekolah awalnya mengalami retakan, namun dalam beberapa hari kondisi semakin memburuk.
Penurunan tanah terus terjadi hingga lebih dari delapan sentimeter, disertai pergeseran dan keretakan pada beberapa bangunan sekolah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana PAUD, SD, SMP, dan Pendidikan Nonformal, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
Kulon Progo
, Wuriandreza Gigih Muktitama, menjelaskan kerusakan berkembang cukup cepat dan berpotensi membahayakan aktivitas belajar-mengajar.
“Awalnya hanya retakan kecil, tetapi pada hari Senin terjadi penurunan sekitar lima sentimeter dan terus bertambah hingga lebih dari delapan sentimeter. Struktur trap atas mulai patah dan pergerakan tanah mengarah ke area ruang guru,” kata Gigih di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).
Dua bangunan yang berada paling dekat dengan talud, yakni UKS dan kantin, terpaksa dibongkar atas izin sekolah untuk mengurangi beban dan mencegah risiko longsor lebih besar. Sementara itu, ruang guru dan beberapa kelas dipindahkan karena masuk zona rawan.
Sebagai langkah darurat, BPBD Kulon Progo mendirikan tenda untuk menampung kegiatan belajar-mengajar. Penataan ruang dilakukan agar siswa kelas akhir tetap nyaman dan fokus belajar.
Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, menegaskan keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama.
“Ada beberapa ruangan yang tidak lagi aman digunakan. Maka kami lakukan penataan. Kelas 6 dan kelas 5 kami prioritaskan tetap belajar di ruang kelas karena mereka akan menghadapi agenda nasional,” kata Nur Hadiyanto.
Siswa kelas 6 akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April mendatang, sedangkan kelas 5 akan mengikuti Asesmen Nasional untuk pengukuran literasi dan numerasi.
Oleh karena itu, kelas 1 dan kelas 4 sementara mengikuti pembelajaran di tenda darurat.
Disdikpora Kulon Progo bersama BPBD, Baperida, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan peninjauan serta penghitungan awal kebutuhan anggaran rehabilitasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penanganan parsial tidak cukup aman.
“Kalau hanya diperbaiki sebagian, risikonya tetap tinggi. Rencana kami adalah rehabilitasi menyeluruh agar bangunan bisa lebih aman,” kata Nur.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengakui keterbatasan anggaran daerah melalui APBD.
Oleh karena itu, penanganan diajukan melalui APBN dengan skema revitalisasi sarana-prasarana pendidikan khusus kebencanaan.
Tim Kemendikdasmen telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan verifikasi awal.
Dua opsi penanganan mengemuka: revitalisasi darurat, fokus pada penguatan talud, atau revitalisasi rekonstruksi, yang memungkinkan pemindahan bangunan menjauh dari titik longsor.
“Harapan kami adalah dipindahkan dan lalu rekonstruksi, sehingga area rawan longsor tidak lagi dibebani bangunan sekolah,” kata Gigih, menegaskan tidak ada pembangunan lagi di area kerusakan sekarang.
Usulan pemerintah telah diajukan, namun pelaksanaan masih menunggu proses verifikasi dan penetapan dari kementerian.
Di tengah musim hujan yang belum berakhir, pihak sekolah dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif demi memastikan keselamatan siswa.
“Yang terpenting saat ini adalah mitigasi risiko. Keselamatan anak-anak dan guru tidak boleh dikompromikan,” kata Nur.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Sambil Menanti Revitalisasi APBN pada Bangunan Terancam Longsor, Pelajar SD Negeri 2 Kokap Belajar di Tenda Regional 13 Januari 2026
/data/photo/2026/01/13/6965ebdb8a977.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)