Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, meminta masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor sehubungan curah hujan di daerah itu meningkat.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Senin, mengatakan beberapa hari ke depan curah hujan meningkat dan berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor serta pergerakan tanah.
Saat ini, curah hujan intensitas sedang melanda wilayah Kabupaten Lebak sejak, Senin dini hari hingga pagi ini masih berlangsung.
BPBD Lebak minta masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar waspada menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
Bila curah hujan intensitas lebat disertai angin kencang, sebaiknya warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari korban jiwa.
“Kami berharap warga tetap tenang dan waspada jika curah hujan terus meningkat,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, selama ini, wilayah Kabupaten Lebak berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor, karena topografi alamnya daerah aliran sungai dan pegunungan serta perbukitan.
Karena itu, BPBD Lebak kini siaga menghadapi bencana alam tersebut dengan mengoptimalkan posko utama yang melibatkan petugas kebencanaan sekitar 35 orang dan dibantu relawan masing-masing satu kecamatan satu orang di 28 kecamatan.
Selain itu juga pihaknya menyiagakan peralatan evakuasi penyelamatan pascabencana guna meminimalisasi korban jiwa.
Peralatan evakuasi itu di antaranya kendaraan roda dua, roda empat, perahu, pelampung, gergaji mesin, tenda, tambang dan lainnya, termasuk kesiapsiagaan logistik.
Selain itu juga BPBD Lebak berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kebencanaan, seperti PUPR, Dinas Ketapang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Polri, TNI, Basarnas, BNPB dan lainnya.
“Kita bergerak cepat melakukan evakuasi ke lapangan setelah menerima laporan adanya bencana alam itu,” kata Sukanta.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470334/original/034389800_1768202629-banjir_rangkasbitung.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)