Cikampek, Beritasatu.com – Menjelang Lebaran 2025, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan, sistem satu arah (one way) nasional yang telah diberlakukan sejak Kamis (27/3/2025) dicabut pada hari ini, Minggu (30/3/2025). Pencabutan sistem tersebut direncanakan akan dilakukan di ruas tol Cikampek.
“One way dicabut. Rencananya, pencabutan ini akan dilakukan bersama Pak Kakorlantas pada pukul 09.00 WIB pagi,” ujar Menhub Dudi dalam konferensi pers di Command Centre Jasa Marga pada Minggu (30/3/2025) pagi.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas), Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan kepada Beritasatu.com, pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi arus balik setelah pencabutan sistem one way.
Selanjutnya, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan membuka satu lajur hingga tiga lajur, tergantung pada intensitas kendaraan yang melintas per jam.
“Rekayasa ini didasarkan pada parameter yang jelas, bukan sekadar prediksi. Apabila hasil traffic counting radar menunjukkan 5.500 kendaraan per jam mengarah ke Jakarta, maka kami akan memberlakukan one way satu lajur. Apabila volume kendaraan meningkat menjadi 6.400 per jam, maka kami akan menerapkan contraflow di dua lajur. Jika contraflow di dua lajur masih belum mencukupi, kemungkinan akan diperpanjang hingga kilometer 47 menuju Jakarta,” jelas Agus.
Selain itu, Agus juga menyebutkan pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan contraflow untuk arus balik.
“Kami telah menyusun berbagai skenario, baik untuk contraflow arus balik yang dimulai dari kilometer 70 hingga kilometer 37,” katanya.
Agus menambahkan, rekayasa lalu lintas berupa one way lokal tetap akan diterapkan di beberapa lokasi strategis. Selain itu, pihaknya juga akan melaksanakan one way lokal.
“Tahapannya dimulai dari kilometer 70 ke arah timur, dan bisa juga dari Kalikangkung ke arah barat,” tandasnya yang juga menjelaskan tentang sistem one way yang dicabut hari ini.