Jakarta (ANTARA) – Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan akan melakukan komisioning sekali lagi sebelum beroperasi sepenuhnya.
“Karena ini sudah hampir lengkap, kami segera melakukan komisioning sekali lagi. Dan setelah itu pasti RDF Rorotan akan operasional sepenuhnya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota, Rabu.
Pramono mengatakan, RDF Rorotan sempat berjalan lancar dan tidak ada komplain dari masyarakat.
Namun, persoalan kembali muncul ketika air lindi yang tumpah dari truk pembawa sampah (compactor) kembali menimbulkan bau tak sedap.
Oleh karenanya, komisioning RDF Rorotan dihentikan sementara hingga memiliki kendaraan pengangkut sampah yang baik.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta kini memiliki 148 armada truk compactor tertutup yang siap mengangkut sampah ke fasilitas RDF Rorotan.
Dari 148 armada truk compactor yang dimiliki RDF Rorotan, 97 unit truk di antaranya merupakan hasil pengadaan Tahun Anggaran 2024, sementara 51 unit lainnya hasil pengadaan Tahun Anggaran 2025 yang siap melayani pengangkutan sampah dari wilayah layanan RDF.
“Kemarin, saya memerintahkan untuk pengadaan truk compactor yang baru. Supaya air lindinya tidak ke mana-mana, pengaturan sampahnya juga lebih baik,” jelas Pramono.
Jika nantinya RDF Rorotan dapat beroperasi dengan baik saat komisioning terakhir, Pramono menyebut fasilitas tersebut akan segera diresmikan untuk beroperasi sepenuhnya.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
