provinsi: NUSA TENGGARA BARAT

  • Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 2025 Prabowo, Jokowi, Pejabat dan Gubernur-Wagub Jakarta – Halaman all

    Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 2025 Prabowo, Jokowi, Pejabat dan Gubernur-Wagub Jakarta – Halaman all

    Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 2025 Prabowo, Jokowi, Pejabat dan Gubernur-Wagub Jakarta

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Berikut ini daftar lokasi Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah/2025 Prabowo, Jokowi, Menteri Kabinet Merah Putih, dan Gubernur-Wakil Gubernur Jakarta.

    Presiden Kedelapan Prabowo Subianto

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Istiqlal Jakarta

    Presiden Ketujuh Joko Widodo

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Istiqlal Jakarta

    Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Istiqlal Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Istiqlal Jakarta

    Gubernur Jakarta Pramono Anung

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Fatahillah Balai Kota Jakarta

    Wakil Gubernur Jakarta

    Rano Karno

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Masjid Fatahillah Balai Kota Jakarta

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Lokasi Salat Idul Fitri

    Lapangan Gasibu

    Untuk diketahui, Salat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah/2025 kemungkinan akan dilakukan pada Senin 31 Maret 2025.

    Hal ini karena hilal belum terlihat.

    Muhammadiyah menetapkan awal Lebaran pada Senin, 31 Maret 2025. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memperkirakan satu Syawal 1446 Hijriah pada Senin.

    Hilal 1 Syawal 1446 Hijriah dipastikan tidak terlihat di wilayah Aceh, Sabtu (29/3/2025).

    Berdasarkan perhitungan Tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, ketinggian hilal di Aceh adalah minus (-) 1,07 derajat di bawah ufuk dengan elongasi geosentrik 1,2 derajat dan elongasi toposentrik 1,5 derajat.

    Merujuk pada data tersebut, maka hilal di Aceh belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), dilansir Serambinews.com.

    Sebagai informasi, Kemenag akan menggelar sidang isbat pada Sabtu sore ini, terkait pengumuman kapan Idul Fitri 2025.

    Pemantauan hilal dilakukan di 33 wilayah, berikut daftarnya:

    Aceh – Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, Lhoknga

    Sumatra Utara – Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatra Utara, Medan

    Sumatra Barat – Rooftop Hotel Rangkayo Basa Syofyan Inn, Padang

    Riau – Rooftop Premier Hotel, Pekanbaru

    Kepulauan Riau – Pantai Setumu Dompak, Kota Tanjungpinang

    Jambi – Rooftop Hotel Odua Weston, Kota Jambi

    Sumatra Selatan – Helipad Hotel Aryaduta, Palembang

    Bangka Belitung – Pantai Tanjung Raya, Bangka

    Bengkulu – Jalan Pariwisata No. 1, Kota Bengkulu

    Lampung – POB Pantai Canti, Kalianda, Lampung Selatan

    DKI Jakarta – Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta

    Jawa Barat – POB Gunung Putri, Kota Banjar

    Banten – Pantai Anyer

    Jawa Tengah – Pantai Binangun, Rembang

    DI Yogyakarta – POB Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul

    Jawa Timur – Bukit Condrodipo, Gresik

    Kalimantan Barat – Pantai Indah, Sungai Kakap, Kubu Raya

    Kalimantan Tengah – Menara Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya

    Kalimantan Timur – Puncak Hotel Five Premiere, Samarinda

    Kalimantan Selatan – Rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin

    Kalimantan Utara – SATRAD 225 Tarakan, Kota Tarakan

    NTB – Pantai Loang Baloq, Mataram

    NTT – Rooftop Gedung Pelayanan BMKG, Kota Kupang

    Sulawesi Selatan – Delf Apartemen, Makassar

    Sulawesi Barat – Tanjung Mercusuar Sumare, Mamuju

    Sulawesi Tenggara – Pantai Bahari, Kabupaten Kolaka

    Sulawesi Utara – Apartemen MTC Megamas, Manado

    Gorontalo – Obyek Wisata Hiu Paus, Bone Bolango

    Sulawesi Tengah – Gedung Observasi, Donggala

    Maluku – Halaman Samping Rumah Dinas Wakil Gubernur, Ambon

    Maluku Utara – Pantai Ropu Tengah Balu, Halmahera Barat

    Papua – The Hele’yo Yobeh, Sentani, Jayapura

    Papua Barat – Hotel Kota Sorong.

  • Kanwil Kementerian Agama Jakarta Pantau Hilal 1 Syawal 1446 Hijriah di 4 Lokasi

    Kanwil Kementerian Agama Jakarta Pantau Hilal 1 Syawal 1446 Hijriah di 4 Lokasi

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA – Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah pada Sabtu (29/3/2025) sore.

    Pemantauan dilakukan pada empat lokasi, yakni rooftop Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

    Kemudian lokasi kedua berada Masjid Raya KH Hasyim Ashari di Jalan Rusunawa Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat lokasi ketiga di Masjid Al Musari’in, Basmol, Kembangan, Jakarta Barat.

    Lokasi keempat di Pulau Karya Kabupaten Kepulauan Seribu, keempat lokasi ini merupakan tempat yang dari tahun ke tahun selalu menjadi titik pemantauan hilal di wilayah DKI Jakarta.

    Nantinya hasil pemantauan hilal dari masing-masing tempat ini yang akan dilaporkan ke tingkat Kementerian Agama RI untuk dibahas dalam sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1446 Hijriah.

    “Hasil pemantauan di setiap titik baik di DKI maupun di titik yang lain dilaporkan ke sidang Isbat,” kata Tim Ahli Hisab Rukiyat Jakarta, Syarif Hidayat di Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (29/3/2025).

    Tim Hisab Rukiyat Jakarta menyatakan bahwa tugas mereka hanya melakukan pemantauan hilal, sementara untuk keputusan penentuan 1 Syawal 1446 tetap melalui Sidang Isbat.

    Pantauan di rooftop Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, persiapan pemantauan hilal 1 Syawal 1446 Hijriah menggunakan teodolit dan teleskop sudah dilakukan sejak pukul 16.15 WIB.

    Tak hanya melibatkan jajaran Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah ini turut melibatkan organisasi masyarakat (Ormas) Islam.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Hilal Sulit Terlihat di Mataram, Lebaran 2025 Diprediksi Jatuh Senin

    Hilal Sulit Terlihat di Mataram, Lebaran 2025 Diprediksi Jatuh Senin

    Mataram, Beritasatu.com – Tim rukyatul hilal yang terdiri dari pemerintah, tokoh agama, dan akademisi di Mataram menghadapi tantangan signifikan dalam menentukan awal Syawal 1446 Hijriah pada hari ini, Sabtu (29/3/2025).

    Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan menyampaikan, peluang untuk melihat hilal sangat kecil karena posisi bulan masih berada di bawah cakrawala atau infuk.

    “Hari ini kita melakukan pengamatan hilal, tetapi peluang untuk melihatnya sangat kecil karena bulan masih berada di bawah cakrawala atau infuk,” ujar Sumawan saat memberikan keterangan terkait pengamatan hilal di Mataram, Sabtu (29/3/2025).

    Sumawan menjelaskan, bulan diperkirakan akan terbenam lebih dahulu dibandingkan matahari. Matahari dijadwalkan terbenam pada pukul 18.21 Wita, sementara bulan akan terbenam lebih awal pada pukul 18.13 Wita. Perbedaan waktu terbenam ini semakin memperkecil kemungkinan terlihatnya hilal.

    “Kami berpendapat bahwa kemungkinan besar Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Syawal 1446 H kemungkinan besar jatuh pada hari Senin,” lanjut Sumawan.

    Selain posisi bulan yang kurang mendukung, kondisi cuaca di Mataram pada sore hari ini juga tidak bersahabat. Sumawan mengungkapkan bahwa sebelumnya terjadi hujan dan saat ini langit masih mendung dengan angin bertiup cukup kencang.

    Kondisi ini semakin mempersulit upaya tim rukyat dalam mengamati hilal, meskipun menggunakan alat bantu optik.

    “Cuaca di Mataram sempat hujan, sekarang mendung, dan anginnya cukup kencang,” kata Sumawan.

    Data ketinggian hilal yang dipublikasikan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah, termasuk Indonesia, berada pada area dengan ketinggian hilal negatif atau sangat rendah pada 29 Maret 2025.

    Ketinggian hilal positif menandakan bulan berada di atas horizon saat matahari terbenam, sedangkan ketinggian negatif berarti bulan masih di bawah horizon.

    Peta ketinggian hilal untuk wilayah Indonesia pada Sabtu (29/3/2025) mengonfirmasi kondisi ini. Sebagian besar wilayah Indonesia menunjukkan ketinggian hilal yang sangat rendah atau negatif saat matahari terbenam, memperkuat prediksi bahwa hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat pada hari ini.

    Sebaliknya, peta ketinggian hilal untuk Minggu (30/3/2025) menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik, dengan ketinggian hilal positif dan lebih tinggi di sebagian besar wilayah dunia, termasuk Indonesia. Hal ini semakin mendukung perkiraan bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah kemungkinan besar akan jatuh pada hari Senin.

    Meskipun prediksi dari Stasiun Geofisika Mataram dan analisis data ketinggian hilal mengarah pada kemungkinan 1 Syawal jatuh pada hari Senin, kepastian resmi mengenai penetapan awal Syawal 1446 Hijriah akan diumumkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar malam ini. Hasil sidang isbat akan menjadi keputusan final yang diikuti oleh seluruh umat Islam di Indonesia.
     

  • Kisah Heroik Pria Disabilitas Selamatkan Wanita Melahirkan di Sungai

    Kisah Heroik Pria Disabilitas Selamatkan Wanita Melahirkan di Sungai

    Lombok Timur, Beritasatu.com – Aksi heroik Sahrul, pria disabilitas dengan kedua tangan buntung menyelamatkan seorang perempuan berinisial YN (18) yang melahirkan bayi seorang diri di pinggir sungai menuai pujian. Kejadian ini terjadi di Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (29/3/2025). 

    Cerita Sahrul yang merupakan ketua Self-Help Group (SHG) Sopoq Angen Selebung Ketangga selama ini aktif memberi pendampingan hukum kepada warga disabilitas korban kekerasan seksual. 

    YN termasuk orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) yang mengalami kekerasan seksual dalam empat bulan terakhir. Dia hamil akibat diperkosa hingga melahirkan bayi.

    SHG Sopoq Angen telah mempersiapkan berbagai kebutuhan persalinan YN, termasuk popok, tempat tidur bayi, bedak, selimut, dan perlengkapan lainnya, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

    Sejak pagi hari, Sahrul bersama Atik, seorang kader Desa Selebung Ketangga telah berupaya membawa YN ke puskesmas terdekat lantaran kandungannya sudah memasuki masa persalinan. 

    Namun, karena belum menunjukkan tanda-tanda melahirkan yang signifikan, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Tak disangka, ketika YN hendak pergi ke sungai untuk buang air besar, ia mengalami kontraksi hingga melahirkan tanpa bantuan medis.

    Ketika ditemukan oleh warga, YN telah melahirkan seorang bayi perempuan. Tetapi, kondisi kritis karena ari-ari bayi masih tertahan di dalam tubuh wanita itu. Warga yang panik segera mencari bantuan medis. 

    Beberapa bidan desa yang datang ke lokasi kejadian tidak berani mengambil tindakan medis lebih lanjut karena khawatir akan risiko pendarahan hebat yang dapat mengancam nyawa YN dan bayi.

    Dalam kondisi genting itu, Sahrul langsung membopong tubuh YN yang lemah walau kedua tangannya tidak sempurna. Kemudian YN dibopong ke jalan utama desa. Begitu ambulans tiba, YN langsung dibawa ke puskesmas dengan didampingi Sahrul. 

    Setelah mendapatkan penanganan medis, YN dan bayinya dinyatakan sehat. Sahrul yang mendampingi perawatan YN mengaku lega.

    “Kami hanya ingin memastikan ibu dan bayinya selamat. Saya tidak berpikir soal keterbatasan fisik saya, yang penting dia bisa segera ditolong,” ujar pria disabilitas itu.

    Kisah Sahrul menolong perempuan disabilitas tersebut melahirkan dengan cepat menyebar dan menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang di Lombok Timur.

    Kisah ini membuktikan kemanusiaan dan keberanian sejati tidak ditentukan oleh kondisi fisik seseorang, melainkan oleh ketulusan niat dan tindakan nyata yang dilakukan untuk membantu orang lain. 

    Sahrul telah menunjukkan semangat solidaritas dan kepedulian dapat mengatasi segala keterbatasan.

    Cerita pilu dialami YN, perempuan disabilitas yang menjadi korban kekerasan seksual menyoroti pentingnya penguatan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas di Nusa Tenggara Barat. 

    Kasus ini juga menjadi pengingat akan perlunya peningkatan kesadaran dan penanganan yang lebih baik terhadap korban kekerasan seksual, terutama bagi kaum disabilitas.

  • SPBU Modular KM 20A Siap Layani Pemudik dari Merak

    SPBU Modular KM 20A Siap Layani Pemudik dari Merak

    Bisnis.com, LAMPUNG – PT Pertamina Patra Niaga menyediakan 57 unit SPBU Modular yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 titik berada di ruas Tol Trans Sumatera. Bila dirinci, sebanyak 8 titik SPBU Modular yang ada di ruas Tol Trans Sumatera berada di Provinsi Lampung.

    Belum semua rest area di Tol Trans Sumatera dilengkapi SPBU, model modular inovasi Pertamina ini menjadi solusi bagi para pemudik.

    SPBU Modular merupakan fasilitas pengisian BBM yang dapat dipindahkan. SPBU ini juga dilengkapi dengan sistem pengisian modern dengan layanan cepat dan efisien. SPBU Modular memiliki desain yang fleksibel sehingga fasilitas ini dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk memastikan distribusi BBM yang optimal di berbagai lokasi.

    Bima Kusuma Aji, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Lampung mengatakan SPBU Modular ini hanya dibuka ketika momentum mudik Lebaran. Fungsinya adalah menyediakan layanan pengisian bahan bakar di titik-titik yang jauh dari akses SPBU.

    “Sehingga antar ruas jalan tol yang belum ada SPBU, misalnya dari sini, dari Pelabuhan Bakauheni sampai KM 49 A [Bakauheni-Terbanggi] tidak ada SPBU. Pemudik akan kesulitan apabila dia kehabisan BBM di pelabuhan Bakauheni. Untuk memperpendek jarak pengisian BBM kami sediakan SPBU Modular di KM 20 A,” kata Bima kepada Bisnis saat ditemui di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (28/3/2025).

    Dalam SPBU Modular tersebut Pertamina menyediakan produk Pertamax dan Pertamax Dex yang bisa dipilih pengunjung. Bima menjelaskan untuk mempermudah transaksi, SPBU Modular bisa melayani pembayaran tunai dan debit. Selain itu, SPBU Modular juga dijamin tersedia 24 jam penuh.

    SPBU Modular di Rest Area KM 20 A Bakauheni-Terbanggi ini disebut efektif mengurangi macet. Bima menjelaskan kemacetan tersebut biasanya terjadi pada kendaraan yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni. Berkat SPBU Modular KM 20 A, pemudik memiliki opsi untuk mengisi BBM usai menepi di Bakauheni.

    “Kemacetan yang ada di Merak yang cukup panjang menyebabkan pemudik belum sempat isi BBM di jalur tol Merak, dan ketika kemacetan itu pemudik tidak mematikan kendaraannya, turun dari kapal ke sini rata-rata BBM sudah habis,” ujarnya.

    Berdasarkan pantauan Bisnis langsung dari lokasi, titik SPBU di rest area terdekat yang bisa dijangkau dari Pelabuhan Bakauheni adalah di Rest Area KM 49 A. Lokasinya berjarak sekitar 52 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni. Di antara dua titik tersebut, terdapat SPBU Modular yang berada di Rest Area KM 20 A dengan jarak hanya 22 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni.

    “Dan KM 20 A itu salah satu SPBU modular yang cukup tinggi karena pemudik mengejar pengisian bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan mudik. Sangat banyak yang menggunakan fasilitas ini,” ujarnya.

    Adapun penjualan BBM di SPBU Modular KM 20 A ini sempat menyentuh 1.621,23 kilo liter per hari pada hari Rabu tanggal 26 Maret atau H-4 Lebaran 2025. Jumlah tersebut terdiri dari penjualan produk Pertamax sebanyak 1.326,02 kilo liter dan Pertamina Dex 295,21 kilo liter.

    Pada H-5, atau pada Selasa 25 Maret, penjualannya baru 813,54 kilo liter, terdiri dari Pertamax sebanyak 736,73 kilo liter dan Pertamina Dex 76,81 kilo liter.

    Sementara data terbaru, pada H-3 atau hari Kamis 27 Maret penjualan BBM di Rest Area KM 20 A ini mencapai 1.113,28 kilo liter, terdiri dari penjualan Pertamax 873,17 kilo liter dan Pertamina Dex 240,11 kilo liter.

    Sehingga secara total, penjualan BBM di SPBU Modular ini dalam tiga hari berturut-turut mencapai sebesar 7.389,94 kilo liter.

    “Rara-rata penyaluran SPBU Modular ini sudah mencapai 1.600 kilo liter per hari. Di awal-awal arus mudik, kami buka di tanggal 20, itu masih di bawah 500, mulai minggu lalu, satu pekan lalu, sudah naik di atas 1.000,” pungkasnya.

  • Viral Video Wanita Diminta Bayar Rp3 Juta Saat Lapor Kasus, Polres Metro Jakarta Timur Bantah

    Viral Video Wanita Diminta Bayar Rp3 Juta Saat Lapor Kasus, Polres Metro Jakarta Timur Bantah

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA – Sebuah video merekam seorang wanita mempertanyakan kinerja Polres Metro Jakarta Timur dalam menangani laporan warga terkait kasus tindak pidana viral.

    Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, korban diminta penyidik membayar uang Rp3 juta agar laporan kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dapat ditindaklanjuti.

    Disebutkan juga bahwa karena korban menolak membayar uang Rp3 juta kepada penyidik, maka laporan kasus Curanmor dihentikan pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

    “Ingat seragam, atribut, segala macam itu melindungi dan mengayomi, bukan manipulasi,” kata seorang wanita sebagaimana dalam video yang beredar di media sosial.

    Dalam videonya dia juga mempertanyakan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pelayanan masyarakat, karena dianggap tidak dijalankan seluruh jajaran anggota Polri.

    Berdasar latar dalam video wanita tersebut merekam keluhannya secara langsung di Mapolres Metro Jakarta Timur, tepatnya di lantai 3 atau persis di depan ruang Kapolres Metro Jakarta Timur.

    “Terlapor bayar berapa sih? Gue jual ginjal juga nih buat bayar hukum. Jangan semuanya dimanipulasi dong, berdasarkan fakta, kerja itu yang benar. Kacau banget ya Polres Metro Jakarta Timur,” ujarnya.

    Menanggapi video, Polres Metro Jakarta Timur membantah terdapat anggota mereka yang meminta uang kepada korban dan menghentikan penyelidikan kasus Curanmor secara sepihak.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunanto Hutahean menuturkan narasi dan keterangan video disampaikan wanita tersebut tidak benar.

    Menurut Polres Metro Jakarta Timur narasi dalam video bahwa korban dimintai uang agar kasus dapat ditindaklanjuti juga tidak disampaikan dalam keterangan video dibuat korban.

    “Penyidik tidak pernah meminta sejumlah uang sebagaimana narasi dalam video tersebut. Kami penyidik Polres Metro Jakarta Timur tidak pernah meminta uang sepeser pun,” tutur Armunanto.

    Polres Metro Jakarta Timur menyebut kasus yang dilaporkan wanita dalam video awalnya bermula dari transaksi jual beli mobil bekas BMW X5 pada sebuah showroom mobil bekas.

    Korban sebagai pembeli merasa ditipu karena mendapat penjelasan terkait pajak dan kondisi kendaraan yang dibeli, sehingga membuat laporan polisi ke Polres Metro Jakarta Timur.

    “Ada dua laporan polisi yang dibuat. Laporan Pasal 378 KUHP atau penipuan, terkait laporan oleh penyelidik telah dihentikan penyelidikannya dengan alasan bukan tindak pidana,” lanjut Armunanto.

    Penghentian penyelidikan laporan kasus penipuan dilakukan pada 23 Mei 2022 melalui mekanisme gelar perkara yang dilakukan penyelidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.

    Namun setelah korban mengajukan gelar perkara khusus, Polres Metro Jakarta Timur kembali membuka penyelidikan kasus penipuan dan hingga kini kasusnya masih di tahap penyelidikan.

    Sementara laporan kedua awalnya dibuat korban ke Polda Metro Jaya, namun pada 24 Maret 2023 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) melimpahkan penanganan ke tingkat Polres.

    “Perkara tentang dugaan tindak pidana terkait UU Konsumen sebagaimana diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1999, dan atau Pasal 378 KUHP. Terlapor OHS, pelapor CA,” kata Armunanto.

    Menurut Armunanto pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tujuh orang saksi untuk mengusut kasus, di antaranya saksi dari pihak Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta.

    Kemudian saksi dari pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Kementerian Hukum RI, hasil pemeriksaan saksi ini sudah dibahas saat gelar perkara pada 18 Maret 2025.

    “Hasil gelar perkara, merekomendasikan kepada penyelidik agar kasus yang dilaporkan dihentikan penyelidikannya. Alasannya tidak ditemukan peristiwa pidana,” ujar Armunanto.

     

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Ngabuburit Bersama Sherly dan Bima, Hiu Paus Jinak di Gorontalo

    Ngabuburit Bersama Sherly dan Bima, Hiu Paus Jinak di Gorontalo

    Liputan6.com, Gorontalo – Menjelang waktu berbuka puasa, banyak masyarakat mencari destinasi menarik untuk ngabuburit. Salah satu lokasi unggulan di Gorontalo adalah Desa Wisata Botubarani, tempat wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan hiu paus jinak di habitat aslinya.

    Terletak di Kabupaten Bone Bolango, sekitar 20-30 menit dari pusat Kota Gorontalo, Botubarani menawarkan pengalaman unik bagi pecinta wisata bahari.

    Dengan tarif mulai dari Rp100 ribu, pengunjung bisa menikmati sensasi melihat dan berenang bersama hiu paus (Rhincodon typus), ikan terbesar di dunia yang dikenal ramah terhadap manusia.

    Hiu paus yang sering muncul di perairan Botubarani hanya mengonsumsi plankton, udang kecil, dan ikan-ikan berukuran kecil. Meski berukuran raksasa, mereka tergolong hewan yang jinak dan tidak berbahaya bagi manusia.

    Menurut Iman Tilahunga, anggota Tim Monitoring Hiu Paus, spesies ini merupakan filter-feeder yang hanya memakan makanan berukuran maksimal 20 cm.

    “Jika ada makanan yang lebih besar, hiu paus akan mengeluarkannya kembali,” jelasnya.

    Sejak tahun 2016, sebanyak 60 individu hiu paus telah teridentifikasi di perairan Botubarani. Masyarakat sekitar sering memberi julukan Sherly dan Bima kepada beberapa individu hiu paus yang kerap muncul di area tersebut.

    “Sherly sebenarnya bukan satu individu, tetapi lebih kepada istilah yang digunakan warga untuk menyebut hiu paus yang sering terlihat,” kata Iman.

    Meskipun jinak, wisatawan dilarang menyentuh hiu paus demi menjaga keseimbangan ekosistem. Selain berisiko bagi kesehatan manusia, interaksi fisik dapat menyebabkan stres pada hewan tersebut.

    “Ada laporan wisatawan mengalami gatal-gatal setelah menyentuh hiu paus. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kulit hiu paus mengandung bakteri tertentu yang bisa memicu reaksi alergi,” ujar Sukirman, salah satu pegiat konservasi laut di Gorontalo.

    Selain itu, sentuhan manusia dapat mengganggu kenyamanan hiu paus. “Jika setiap hari ada ratusan wisatawan yang menyentuh mereka, tentu itu akan menjadi gangguan serius,” tambahnya.

    Desa Wisata Botubarani tidak hanya menawarkan interaksi langsung dengan hiu paus, tetapi juga menjadi contoh sukses wisata berbasis konservasi.

    Kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem laut serta peran aktif dalam pemantauan keberadaan hiu paus menjadi nilai tambah bagi destinasi ini.

    Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda saat ngabuburit Ramadhan, mengunjungi Botubarani bisa menjadi pilihan tepat.

    Pesona laut Gorontalo dan keberadaan hiu paus jinak menjadikan destinasi ini sebagai daya tarik utama yang tidak boleh dilewatkan. Segera rencanakan perjalanan Anda dan nikmati pesona wisata bahari di Gorontalo!

     

    2 Warga Kebumen Jadi Korban Keganasan Ombak Pantai Selatan di Muara Sungai Lukulo

  • Warga Pasar Rebo Diimbau Tak Gelar Takbir Keliling dan Sulut Petasan Pada Malam Idulfitri

    Warga Pasar Rebo Diimbau Tak Gelar Takbir Keliling dan Sulut Petasan Pada Malam Idulfitri

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO – Warga Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur diimbau tidak melakukan konvoi takbir keliling dan menyalakan petasan saat merayakan Idulfitri 1446 Hijriah.

    Camat Pasar Rebo, Mujiono mengimbau warga tidak melakukan konvoi takbir keliling saat malam Idulfitri 1446 Hijriah guna menjaga situasi kondusif dan mencegah hal-hal tidak diinginkan.

    “Kita berharap warga tidak melakukan takbiran di jalan. Pada waktu malam takbiran nanti cukup di masjid, di musola, atau lingkungan sekitar,” kata Mujiono di Jakarta Timur, (29/3/2025).

    Nantinya jajaran Kecamatan, Polsek, dan Koramil Pasar Rebo juga akan melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk mencegah konvoi, dan gangguan keamanan lain pada malam takbiran.

    Di antaranya di Jalan Raya Bogor yang merupakan perbatasan antara Depok dengan Jakarta Timur, serta Jalan TB Simatupang perbatasan Jakarta Timur dengan Jakarta Selatan.

    “Sebenarnya kita termasuk wilayah yang aman, namun kita tiga pilar tetap antisipasi. Harapan kita masyarakat bisa mengadakan takbiran di masjid, agar bisa beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.

    Mujiono juga mengimbau warganya untuk tidak menyalakan petasan saat malam takbiran Idulfitri 1446 Hijriah guna mencegah terjadinya kebakaran, dan memastikan situasi kondusif.

    Kecamatan Pasar Rebo berharap warga dapat menggunakan momentum Idulfitri 1446 Hijriah untuk meningkatkan ibadah, sekaligus memperbaiki diri agar menjadi pribadi lebih baik.

    “Tidak menyalakan mercon, supaya tidak menimbulkan gaduh. Harapannya malam takbiran nanti bisa kita nikmati dengan takbiran yang Islami, yang menambah iman dan takwa kita,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Harga Pertamax Turun, Isi Full Tank Avanza-Innova Buat Mudik Keluar Duit Segini

    Harga Pertamax Turun, Isi Full Tank Avanza-Innova Buat Mudik Keluar Duit Segini

    Jakarta

    Harga Pertamax Turun per 29 Maret 2025. Kalau mau isi full tangki Avanza hingga Innova Zenix dari nol buat perjalanan mudik, bakal habis duit segini.

    Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series dan Dex Series terpantau mengalami penyesuaian jelang awal bulan April 2025. Semuanya kompak turun harga dengan besar penurunan antara Rp 400 per liter hingga Rp 700 per liter.

    Plt Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dalam menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan kado Lebaran dari pemerintah dan Pertamina untuk masyarakat.

    “Sebagai bagian dari komitmen dalam melayani masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran ini, pemerintah dan Pertamina Patra Niaga memberikan hadiah spesial dengan menurunkan harga BBM nonsubsidi. Kami berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau,” ujar Mars Ega dilansir Antara.

    Harga BBM Pertamax 29 Maret 2025

    Untuk mengetahui lengkapnya, berikut ini rincian harga BBM Pertamina yang turun per 29 Maret 2025.

    Pertamax (RON 92): Rp 12.500 per liter (sebelumnya Rp 12.900 per liter)Pertamax Green (RON 95): Rp 13.250 per liter (sebelumnya Rp 13.700 per liter)Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.500 per liter (sebelumnya Rp 14.000 per liter)Dexlite (CN 51): Rp 13.600 per liter (sebelumnya Rp 14.300 per liter)Pertamina Dex: Rp 13.900 per liter (sebelumnya Rp 14.600 per liter)Biaya Isi Full Tank

    Perlu dicatat, harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor lima persen, seperti di DKI Jakarta. Di laman MyPertamina, khusus untuk Pertamax, harga Rp 12.500 per liter itu juga berlaku di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, dan NTB.

    Buat kamu pengguna Pertamax yang hendak mengisi full tank dari nol untuk perjalanan mudik, biayanya tentu akan sedikit lebih murah. Sebagai gambaran, bila mobilnya Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dengan kapasitas tangki 43 liter, maka biaya pengisian penuh dari kosong Rp 537.500. Biayanya lebih hemat sekitar Rp 17.200. Jika mobil yang digunakan Kijang Innova Zenix dengan kapasitas tangki 52 liter, pengisian penuh tangki dari nol bakal keluar duit Rp 650 ribu, lebih hemat Rp 20.800.

    Bagi yang menggunakan Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla, siapkan uang Rp 450 ribu untuk mengisi penuh tangki berkapasitas 36 liter.

    (dry/din)

  • Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia

    Sejarah Tradisi Mudik Lebaran di Indonesia

    Jakarta, Beritasatu.com – Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia. Setiap menjelang hari raya Idulfitri, jutaan orang berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

    Fenomena ini bukan hanya menjadi momen penting secara emosional, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar. Tradisi mudik yang telah berlangsung selama berabad-abad ini menunjukkan betapa eratnya hubungan masyarakat Indonesia dengan tanah kelahiran mereka.

    Selain itu, ini menunjukan bagaimana nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan tetap dijunjung tinggi meskipun di tengah modernisasi dan urbanisasi yang semakin pesat. Lalu, bagaimana sejarah dan asal-usul dari tradisi mudik ini?

    Asal Usul Kata Mudik

    Secara etimologis, kata “mudik” berasal dari bahasa Jawa, yaitu “mulih dilik,” yang berarti “pulang sebentar”. Istilah ini awalnya digunakan oleh masyarakat pedesaan yang pergi ke kota untuk bekerja dan kembali ke kampung halaman dalam waktu singkat.

    Selain itu, dalam bahasa Melayu, “udik” juga memiliki arti “hulu” atau “arah ke pedalaman,” yang mencerminkan perjalanan seseorang dari kota kembali ke daerah asalnya di pedalaman atau desa.

    Penggunaan istilah ini kemudian berkembang dan semakin populer seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

    Jejak Sejarah Mudik di Indonesia

    Tradisi mudik lebaran bukanlah fenomena baru. Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa kebiasaan pulang kampung telah ada sejak zaman kerajaan Nusantara.

    Pada masa Kerajaan Majapahit dan Mataram Islam, masyarakat memiliki kebiasaan pulang ke desa untuk berziarah ke makam leluhur serta berkumpul bersama keluarga dalam rangka ritual keagamaan. Tradisi ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat pada saat itu yang menempatkan leluhur sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka.

    Pulang ke kampung halaman bukan hanya sebatas kunjungan biasa, tetapi juga bagian dari penghormatan kepada leluhur yang diyakini dapat memberikan restu dan perlindungan bagi generasi penerusnya.

    Pada masa kolonial Belanda, urbanisasi mulai berkembang seiring dengan adanya industrialisasi. Banyak penduduk desa yang pindah ke kota-kota besar seperti Batavia (Jakarta), Surabaya, dan Semarang untuk bekerja di sektor perkebunan, perdagangan, dan jasa.

    Namun, meskipun sudah menetap di kota, mereka tetap memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kampung halaman dan selalu menyempatkan diri untuk pulang, terutama saat hari-hari besar keagamaan.

    Seiring dengan berkembangnya sistem transportasi seperti jalur kereta api yang mulai dibangun pada abad ke-19, perjalanan pulang ke kampung halaman menjadi lebih mudah dilakukan oleh para perantau.

    Pada era 1950-an hingga 1960-an, pasca-kemerdekaan Indonesia, urbanisasi semakin meningkat akibat pembangunan ekonomi yang berfokus di kota-kota besar. Banyak masyarakat desa yang merantau ke ibu kota dan kota-kota industri untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Namun, setiap kali hari raya Idulfitri tiba, mereka akan berusaha kembali ke kampung halaman, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Pada masa ini, perjalanan mudik masih dilakukan dengan berbagai keterbatasan, seperti kondisi jalan yang belum memadai serta transportasi yang masih terbatas.

    Banyak pemudik yang harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi yang tidak nyaman demi bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.

    Sejak era 1970-an, istilah mudik semakin populer, terutama setelah pemerintahan Orde Baru mulai membangun infrastruktur transportasi seperti jalan raya, terminal bus, dan jaringan kereta api yang menghubungkan kota-kota besar dengan daerah pedesaan.

    Pembangunan ini mempermudah mobilitas masyarakat dan menjadikan mudik sebagai tradisi tahunan yang semakin masif. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang pesat juga menyebabkan meningkatnya jumlah perantau yang bekerja di berbagai sektor di kota-kota besar.

    Mereka yang merantau ke ibu kota dan pusat-pusat industri lainnya akan memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk kembali ke kampung halaman sebagai bentuk pelepasan rindu serta ajang berkumpul dengan keluarga besar.

    Pada era 1990-an hingga 2000-an, fenomena mudik semakin berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang lebih maju. Jalan tol mulai dibangun di berbagai wilayah untuk mengakomodasi lonjakan arus mudik yang semakin besar.

    Di sisi lain, kemajuan teknologi juga mulai mempengaruhi tradisi mudik, dengan munculnya sistem reservasi tiket online yang memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka.

    Pemerintah mulai aktif mengelola arus mudik dengan berbagai kebijakan, seperti sistem pengaturan lalu lintas dan penyediaan layanan mudik gratis bagi masyarakat kurang mampu.

    Seiring dengan berkembangnya zaman, mudik juga mengalami perubahan dalam cara dan sarana transportasi yang digunakan. Jika dahulu mudik lebih banyak dilakukan dengan kendaraan umum seperti bus dan kereta api, kini banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

    Di sisi lain, industri transportasi udara juga semakin berkembang, membuat perjalanan mudik menjadi lebih cepat dan nyaman bagi mereka yang memiliki akses ke penerbangan domestik.

    Selain dari aspek transportasi, fenomena mudik juga menjadi ajang perputaran ekonomi yang besar. Setiap tahunnya, berbagai sektor ekonomi mengalami peningkatan drastis menjelang mudik, seperti industri transportasi, jasa pengiriman barang, kuliner, hingga pariwisata lokal di daerah-daerah tujuan mudik.

    Bagi daerah asal para pemudik, tradisi ini membawa dampak ekonomi yang signifikan karena adanya peningkatan konsumsi dan aktivitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, banyak pemerintah daerah yang berupaya meningkatkan fasilitas serta kenyamanan bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman mereka.

    Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan fisik dari kota ke desa, tetapi juga perjalanan emosional yang menghubungkan seseorang dengan akar dan identitasnya. Sejarah panjang tradisi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat Indonesia dengan keluarga dan kampung halaman mereka.

    Dengan berbagai tantangan dan perubahan zaman, mudik tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Indonesia, sekaligus menjadi simbol kebersamaan, kehangatan, dan keakraban di tengah kesibukan kehidupan modern.

    Selama nilai kekeluargaan masih menjadi aspek utama dalam budaya Indonesia, tradisi mudik akan tetap bertahan dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman. 

    Dalam perkembangannya, mudik Lebaran bukan hanya sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi perayaan besar yang membawa berkah bagi banyak pihak, baik secara sosial maupun ekonomi.