provinsi: JAWA TIMUR

  • Polisi Cari Keberadaan Bu Guru Pemeran Video Joget Tanpa Busana di Jember, Di Rumahnya Tak Ada – Halaman all

    Polisi Cari Keberadaan Bu Guru Pemeran Video Joget Tanpa Busana di Jember, Di Rumahnya Tak Ada – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JEMBER – Keberadaan Bu Guru berinisial SR asal Jember, Jawa Timur yang viral karena video syurnya menyebar di media sosial kini tak diketahui keberadaannya.

    Polres Jember diketahui saat ini sedang menyelidiki kasus video syur tersebut.

    SR sendiri sebelumnya sempat memberikan klarifikasi terkait video joget tanpa busana yang diperankan dirinya.

    Ia mengaku sebagai korban karena terbuai bujuk rayu kenalannya di media sosial.

    Namun, polisi belum bisa menemukan keberadaan SR.

    Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma mengatakan polisi masih mencari keberadaan SR hingga saat ini.

    Bahkan, polisi pun sudah mendatangi kediaman SR, tetapi yang bersangkutan tidak ada.

    “Kami sudah mendatangi rumahnya tetapi yang bersangkutan tidak ada,” kata Angga, Jumat (28/2/2025). 

    Hingga saat ini, polisi belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait perkara tersebut, karena SR belum dilakukan pemeriksaan.

    “Sama sekali kami tidak punya materi terkait kasus video yang viral ini karena pemerannya belum diperiksa. Karena (SR) belum ditemukan,” ucap Angga.

    Polisi pun belum bisa menentukan pasal untuk pemeran video syur tersebut.. 

    “Pasal apa yang menjerat untuk pelaku pemeran video, belum bisa dipastikan. Bagaimana bisa memastikan pasal, kami belum memeriksa (SR),” ucapnya.

    Atas peristiwa tersebut, polisi mengimbau masyarakat agar menjaga privasi ketika berkomunikasi dengan orang lain di media sosial (medsos).

    “Karena yang bisa menjaga adalah kita sendiri,” ujarnya.

    Bu Guru Mengaku Menyesal

    SR pun diketahui sempat memberikan klarifikasi soal video syurnya melalui akun tiktok pribadinya yang diunggah, Rabu (26/2/2025).

    Dia meminta maaf dan mengaku menyesal atas  beredarnya video tak pantas tersebut. 

    Ia pun mengaku tidak mau menyalahkan siapapun dalam insiden tersebut, sebab kejadian itu terjadi akibat kesalahannya dalam menggunakan media sosial. 

    “Saya minta maaf dan menyesal kasus ini,” ucapnya.

    Asal Usul Video Syur Beredar

    SR pun mengungkap asal-usul video syur dirinya beredar di media sosial.

    Ia mengaku peristiwa terjadi setelah dirinya tertipu seseorang yang dikenalnya dari media sosial.

    “Hal itu bermula karena saya tertipu oleh seseorang di media sosial,” ujarnya. 

    Menurutnya, seluruh video tanpa busana yang dikirim melalui pesan singkat pribadi melalui Instagram, rupanya disebar luaskan pelaku penipuan tersebut. 

    “Chat pribadi saya disebar luas dan dijual belikan, sehingga saya tidak bisa mengontrol itu,” katanya. 

    Mengundurkan Diri Jadi Guru

    Sebelum video syur itu menyebar luas, SR mengaku dirinya telah mengundurkan diri sebagai guru pembantu di sekolah dasar Kecamatan Ambulu Jember pada 7 Februari 2025.

    “Dan bukan lagi bagian instansi manapun sejak 7 Februari 2025. Saya seorang mahasiswi yang mencoba mencari pengalaman dan pengembangan dengan mengajar,” ucapnya. 

    Dia menegaskan, kasus itu murni kesalahan individu, yang tidak ada kaitannya dengan anggota keluarga ataupun sekolah. 

    “Yang jelas tidak ada orang terdekat saya yang membiarkan hal ini terjadi. Ini murni kebodohan saya dan saya sangat jauh dari cerminan seorang guru,” ucapnya. 

    Dia juga berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang, agar waspada dengan modus penipuan melalui media sosial. 

    “Saya memohon jangan menyerang keluarga saya, teman-teman saya atau instansi yang berkaitan dengan saya. Saya akan bertanggung jawab secara pribadi,” katanya. 

    SR sebelumnya dinyatakan lolos seleksi berkas PPPK.

    Namanya masuk dalam 3.844 pelamar yang lulus seleksi administrasi PPPK Pemerintah Kabupaten Jember Pra Sanggah. 

    Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur langsung menelusuri keberadaannya.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Jember, Sukowinarno mengatakan Pansela telah mengkonfirmasi kepala sekolah tempat guru perempuan ini mengajar. 

    “Kami konfirmasi langsung kepada kepala sekolahnya. (Kepala Sekolah) menyampaikan kalau yang bersangkutan sudah mengundurkan diri (tidak aktif) kerja per 7 Pebruari 2025,” ujar Suko melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (24/2/2025). 

    Menurutnya, kepala sekolah di Kecamatan Ambulu Jember itu, telah membuat surat pernyataan bermaterai yang menegaskan, kalau Bu Guru SR ini sudah tidak aktif bekerja. 

    Berdasarkan keterangan tertulis pihak sekolah itu, Suko pastikan guru perempuan ini tidak memenuhi syarat mendaftar PPPK Pemkab Jember tahap II. 

    “Sebagai dasar pertimbangan TMS saat pendaftaran PPPK,” ujarnya.

    Diketahui puluhan video tanpa busana yang diduga Bu Guru SR beredar di media sosial, mulai dari X hingga grup Whatsapp warga Jember. 

    Nampak, Ibu guru ini berjoget-joget di ruangan tertutup dengan menunjukan tubuhnya yang tanpa busana.

    (Surya.co.id/ Tribunjatim-timur.com/Imam Nawawi)

    Sebagian dari artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Eks Guru Perempuan Terduga Pemeran Video Panas Menghilang, Polres Jember Belum Memulai Pemeriksaan

  • Superindo sediakan 1.200 paket diskon sembako “Friday Mubarak” Aprindo

    Superindo sediakan 1.200 paket diskon sembako “Friday Mubarak” Aprindo

    Sebagai anggota Aprindo, Superindo juga men-‘support’ asosiasi sehingga kami mempunyai program yang sama dan ini berjalan di 10 kota

    Semarang (ANTARA) – Superindo ikut menyediakan setidaknya 1.200 paket sembako dengan harga diskon seiring Program “Friday Mubarak” yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendorong konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan 1446 H.

    National Head Retail Operation Superindo Joko Susanto di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, menyebutkan diskon harga yang diberikan untuk paket sembako itu mencapai 30 persen.

    “Sebagai anggota Aprindo, Superindo juga men-‘support’ asosiasi sehingga kami mempunyai program yang sama dan ini berjalan di 10 kota,” kata Joko Susanto di sela peluncuran Program “Friday Mubarak” yang berlangsung secara hybrid.

    Peluncuran Program “Friday Mubarak” dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Aprindo Solihin di Jakarta.

    Beberapa toko ritel modern yang tergabung dalam Aprindo melaksanakan peluncuran Program “Friday Mubarak” di masing-masing kota, seperti Superindo di Kota Semarang.

    Pada kesempatan yang sama, juga diadakan temu wicara secara daring antara Airlangga dengan para pengusaha ritel atau swalayan yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, seperti dari Semarang (Jawa Tengah), Sumatra Utara, Lampung, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Maluku Utara.

    Joko menjelaskan bahwa “Friday Mubarak” adalah program yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Aprindo dengan menyediakan paket sembako dengan harga diskon.

    “Jadi, ini berlaku itu untuk seluruh Indonesia akan akan berjalan lima kali Jumat selama periode Ramadhan. Ini Jumat pertama, minggu depan ada lagi sampai di minggu terakhir bulan puasa,” katanya.

    Harga normal paket sembako tersebut di kisaran Rp125.000 per paket, tetapi didiskon hingga menjadi Rp100.000 per paket yang dijual di masing-masing toko sebanyak 100 paket setiap hari Jumat selama bulan puasa.

    Khusus untuk Superindo, kata dia, menyediakan paket diskon sembako setiap Jumat seiring program “Friday Mubarak” di 12 toko yang tersebar di 10 kota di Indonesia, seperti Semarang, Surabaya, Malang, Jakarta, Bandung dan Lampung.

    “Harapannya, (program) ini bisa membantu konsumen Superindo untuk bisa mendapatkan sembako dengan harga yang terjangkau dan tidak terganggu oleh kenaikan harga saat periode Ramadhan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Dyah Lukisari menyampaikan apresiasi atas Program “Friday Mubarak” karena bisa membantu masyarakat mendapatkan sembako dengan harga terjangkau

    Melalui program tersebut, kata dia, sejumlah toko ritel memberikan banyak diskon untuk produk sembako yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat dan biasanya mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan.

    “Kami berharap kehadiran ‘Friday Mubarak” ini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan. Apalagi, di tengah harga yang makin melonjak seperti komoditas beras, bawang putih dan minyak goreng,” katanya.

    Turut hadir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Bambang Pramusinto.

    Pewarta: Zuhdiar Laeis
    Editor: Agus Salim
    Copyright © ANTARA 2025

  • Polda Lampung Bongkar Ban Serep Berisi 24 Kilogram Sabu-sabu

    Polda Lampung Bongkar Ban Serep Berisi 24 Kilogram Sabu-sabu

    Bandar Lampung, Beritasatu.com – Polda Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 24 kilogram sabu-sabu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung. Pelaku berupaya menyelundupkan barang haram tersebut dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dengan cara menyembunyikan ke dalam ban serep mobil Pajero Sport warna putih.

    “Pengungkapan itu terjadi pada Sabtu (22/2/2025) pekan lalu. Upaya penyelundupan sabu-sabu yang dilakukan MS (39), warga Jawa Timur ini terungkap setelah polisi mencurigai kendaraan yang dikemudikannya,” ujar Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Lampung Kombes Pol Irfan Nurmansyah di Mapolda Lampung, Jumat (28/2/2025).

    Saat dilakukan pemeriksaan di dalam mobil pelaku, polisi mendapati 24 kilogram sabu-sabu yang disimpan di dalam tas ransel warna hitam. Polisi yang tidak puas kemudian melakukan pemeriksaan di seluruh bagian mobil pelaku.

    “Setelah mobil pelaku ini kami hentikan dan digeledah, tim mencurigai ban serep yang ada sayatannya. Kemudian ban tersebut dibawa ke bengkel untuk dibongkar dan ditemukan sabu-sabu 22 paket sabu-sabu,” ungkap Irfan.

    Satu per satu sabu-sabu dalam kemasan teh Cina yang disembunyikan di dalam ban serep dikeluarkan oleh polisi untuk dihitung dan didokumentasikan.

    Irfan menambahkan 24 kilogram sabu-sabu tersebut berasal dari Aceh dan rencananya akan diedarkan di wilayah Jawa Timur

    “Dari Aceh mereka transit di Palembang Sumatera Selatan untuk tukar kendaraan lalu melanjutkan perjalanan melalui Pelabuhan Bakauheni,” imbuh Irfan.

    Untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, para pelaku saat ini ditahan di Polda Lampung. Polda Lampung saat ini masih melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap sindikat jaringan penyelundupan sabu-sabu. 

  • Kepala BGN Klaim Kepala Daerah Dukung MBG, Pemda Jatim Siap Kucurkan APBD Rp700 Miliar

    Kepala BGN Klaim Kepala Daerah Dukung MBG, Pemda Jatim Siap Kucurkan APBD Rp700 Miliar

    Bisnis.com, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengeklaim seluruh kepala daerah yang baru saja dilantik bakal mendukung berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dia mengeklaim ada pemerintah daerah yang sudah menyiapkan APBD senilai Rp700 miliar untuk mendukung berjalannya program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto itu. 

    Dadan, yang mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, menyebut bahwa peran pemerintah daerah dibutuhkan dalam tiga aspek untuk mendukung berjalannya program MBG. 

    “Pertama, menyiapkan infrastruktur. Kedua, meningkatkan atau membina rantai pasok, petani peternak nelayan agar rantai pasok lokal bisa terpenuhi. Ketiga, bersama-sama Gizi untuk melakukan pendampingan terutama penyaluran untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/2/2025). 

    Pada sisi anggaran, Dadan menyebut pemerintah daerah tak melibatkan APBD dalam menyiapkan menu MBG setiap harinya untuk peserta didik. Dia menyebut anggaran untuk program sudah berasal dari kantong APBN, atau pemerintah pusat. 

    Adapun pemerintah daerah melalui APBD bisa mendukung untuk menyiapkan infrastruktur penunjang program, maupun rantai pasok hingga program-program pendampingan.

    “Tapi pada intinya kami sudah sampaikan kemarin untuk makan bergizinya cukup dari pemerintah pusat, nanti pemda siapkan anggaran jika ada anggaran. Jika tidak ada, tidak usah memaksakan untuk tiga tersebut,” kata akademisi dari IPB itu. 

    Saat mengikuti retret di Akmil Magelang, Dadan mengungkap bahwa sudah ada kepala daerah yang menyiapkan anggaram daerah untuk mendukung tiga hal dimaksud. Salah satu pemda yang sudah menyisihkan anggaran daerahnya yakni Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

    Untuk diketahui, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. 

    “Contohnya Jawa Timur sudah menyiapkan Rp700 miliar. Bojonegoro sudah menyiapkan Rp99 miliar. Tapi kami arahkan bukan untuk makan bergizinya tapi untuk penyiapan infrastruktur, rantai pasok dan juga nanti pendampingan-pendampingan,” terang Dadan. 

    Dadan, yang dilantik menjadi Kepala BGN 2024 lalu, menegaskan bahwa dukungan anggaran dari pemda bukan hal yang wajib. Dia mengungkap bahwa pemerintah pusat pun tetap menyediakan anggaran untuk infrastruktur, rantai pasok hingga pendampingan program MBG di beberapa daerah terluar Indonesia. 

    “Bahkan untuk daerah-daerah terpencil, nanti infrastrukturnya dari Badan Gizi. Yanh daerahnya hanya ada satu sekolah, dua sekolah, di remote area, yang mitra tidak tertarik ke sana, kami juga punya budget,” tuturnya. 

    Adapun program MBG yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025 lalu. Pemerintah awalnya mempersiapkan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk program anyar tersebut. 

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintahannya menargetkan agar Program MBG bisa menyasar ke seluruh anak sekolah di Indonesia pada akhir 2025. 

    Berdasarkan keterangannya 22 Januari 2025 lalu, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah berhasil melayani 650.000 anak peserta didik di 31 provinsi. 

    Kepala Negara menjelaskan bahwa target cakupan program MBG akan berjenjang. Pada Januari-April 2025, MBG akan menyasar kepada 3 juta anak sekolah. Kemudian, April-Agustus 2025 akan mencapai 6 juta anak. 

    “September kita harapkan juta anak dan akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa mendapatkan Makan Bergizi Gratis,” ujarnya kepada Kabinet Merah Putih saat Rapat Kabinet Paripurna.

  • Booth Es Teh di Madiun Dibobol Maling, Aksi Terekam CCTV

    Booth Es Teh di Madiun Dibobol Maling, Aksi Terekam CCTV

    Madiun (beritajatim.com) – Sebuah booth es teh di Kabupaten Madiun menjadi sasaran aksi pencurian pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian ini sempat terekam kamera CCTV sebelum akhirnya pelaku mematikan perangkat tersebut.

    Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria masuk dengan hati-hati ke dalam booth, kemudian mengacak-acak barang di sekitarnya. Pelaku yang beraksi seorang diri hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk membawa kabur sejumlah barang berharga.

    Aksi pencurian ini terjadi di salah satu outlet Booth Es Teh Kota yang berlokasi di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Andre Septa Fernadi, penjaga outlet, mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui kejadian tersebut saat tiba untuk membuka toko pada pukul 08.30 WIB.

    “Saya datang shift pagi dan melihat keadaan outlet sudah berantakan. Setelah dicek, beberapa barang juga hilang,” ujar Andre, Jumat (28/2/2025).

    Setelah mengecek rekaman CCTV, Andre memastikan bahwa pencurian terjadi pada dini hari. Ia segera menghubungi rekan-rekannya untuk menghitung barang yang hilang dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

    “Pelaku masuk lewat belakang dengan mengakali jendela yang hanya dikunci pakai slot besi, lalu membukanya secara manual,” jelasnya.

    Beberapa barang yang hilang antara lain mesin cup, dua cup minuman, dua kotak susu UHT, satu botol sirup leci, 10 botol Yakult, tiga kaleng susu kental manis, kipas angin, plastik sealer, topi, uang tunai Rp160 ribu, dua bungkus bubuk Choco Avocado, 18 bungkus bubuk teh, serta satu unit speaker. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp600 ribu.

    Andre menduga bahwa pelaku bukanlah warga sekitar karena tidak pernah terlihat membeli es teh di lokasi tersebut sebelumnya. Berdasarkan rekaman CCTV, ciri-ciri pelaku menunjukkan bahwa ia memiliki rambut agak keriting. “Sepertinya bukan orang sini. Saya tidak pernah melihat dia datang membeli es teh sebelumnya,” pungkasnya. [fiq/kun]

  • GSN serahkan 200 “paddy reaper” kepada petani Wonogiri dan Ponorogo

    GSN serahkan 200 “paddy reaper” kepada petani Wonogiri dan Ponorogo

    Ini adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam rangka modernisasi pertanian

    Jakarta (ANTARA) – Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan 200 unit “paddy reaper” (mesin pemanen padi) kepada petani di Wonogiri, Jawa Tengah, dan di Ponorogo, Jawa Timur.

    Kegiatan yang merupakan bagian dari program modernisasi alat pertanian ini adalah salah satu langkah nyata GSN yang akan diamplifikasikan di daerah-daerah lain, dalam rangka mensukseskan program-program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Sekretaris Jenderal GSN, Bobby Gafur Umar dalam siaran pers di Jakarta, Jumat, mengatakan, bantuan ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha tani sekaligus memperkuat program ketahanan pangan.

    “Ini adalah salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat dalam rangka modernisasi pertanian,” kata Bobby Gafur Umar yang mewakili Ketua Umum GSN Rosan Roeslani, dalam acara Panen Raya di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    Bobby menjelaskan, pemberian bantuan ini merupakan bentuk dari kebersamaan, kesetiakawanan serta solidaritas masyarakat Indonesia.

    “Antusiasme masyarakat Indonesia dalam membantu sesama menjadi modal sosial yang sangat luar biasa untuk terus meningkatkan solidaritas kemanusiaan. Tidak hanya dari segi jumlah donasi dan banyaknya relawan yang terlibat, tapi juga tentang dampak jangka panjang yang dihasilkan. Tidak hanya bantuan yang sifatnya hit and run (sekali datang dan langsung pergi), tapi juga bantuan yang memberikan dampak panjang berkelanjutan,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa kebersamaan dan solidaritas masyarakat tersebut menjadi komponen sangat penting untuk membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo.

    Bobby mengatakan, dari 200 unit mesin yang disalurkan, 120 unit diperuntukkan bagi petani di Wonogiri dan 80 unit untuk petani di Ponorogo. Penyerahan mesin pemanen padi ini merupakan kerja sama GSN, PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) dan Yayasan STAPA Center.

    Menurut Bobby, mesin ini mampu menggarap lahan hingga 1.000 hektare, menghemat waktu, tenaga, serta menekan biaya produksi.

    “Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ribuan petani penerima langsung, tetapi juga oleh sekitar 8.000 anggota keluarga mereka,” katanya.

    Bobby menambahkan, petani nantinya akan diberi pelatihan agar mampu merawat dan mengelola mesin dengan baik. “Kami ingin memastikan mesin ini dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani dalam jangka panjang,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Sampoerna Elvira Lianita menekankan pentingnya peran petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia berharap mesin pemanen padi dan pelatihan yang diberikan dapat mendukung pemanfaatan teknologi tepat guna di bidang pertanian.

    “Melalui teknologi tepat guna, program ini diharapkan dapat membantu petani mencapai efisiensi dan keuntungan optimal dari aktivitas panen. Selain itu, program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan dengan memberdayakan petani sebagai pilar utama ekosistem pertanian Indonesia,” kata Elvira.

    Ia berharap inisiatif ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani, sehingga dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

    Sedangkan Direktur Yayasan STAPA Center Agus Rahmatullah mengatakan, program ini dapat memberikan dampak positif bagi petani.

    “Kami berterima kasih atas dukungan dan komitmen yang diberikan oleh GSN dan Sampoerna terhadap ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

    Pewarta: Ahmad Buchori
    Editor: Faisal Yunianto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Hadirkan Inovasi hingga Budaya Kerberlanjutan, Bank Mandiri Diyakini Capai Net Zero Emissions Operasional pada 2030

    Hadirkan Inovasi hingga Budaya Kerberlanjutan, Bank Mandiri Diyakini Capai Net Zero Emissions Operasional pada 2030

    Jakarta, Beritasatu.com – Pencapaian net zero emissions (NZE) pada 2060 menjadi misi pemerintah Indonesia untuk memitigasi perubahan iklim, mewujudkan ekonomi hijau, hingga menciptakan keberlanjutan lingkungan dan energi. Di sektor perbankan, Bank Mandiri sebagai bagian dari Himpunan Bank Negara (Himbara) pun menunjukkan komitmen kuat untuk berkontribusi atas pencapaian NZE pada 2060.

    Selain melalui berbagai inisiatif keuangan, keseriusan Bank Mandiri untuk mendukung pencapaian zero carbon emissions pada 2060 secara konkret telah dimulai melalui sejumlah inovasi hingga budaya keberlanjutan di internal perusahaan. Di lingkup perusahaan, Bank Mandiri telah mencanangkan target net zero emissions operasional pada 2030 mendatang.

    Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, salah satu inovasi yang telah dihadirkan Bank Mandiri untuk merealisasikan zero carbon emissions operasional adalah dengan meluncurkan digital carbon tracking.

    Mandiri merupakan bank pertama di Indonesia yang memiliki digital carbon tracking sebagai platform yang digunakan untuk menghitung dan memonitori emisi perusahaan, sehingga perusahaan dapat melakukan tindak lanjut apabila menemukan emisi karbon berlebih.

    “Langkah ini juga sebagai bentuk internalisasi budaya kepada seluruh pegawai untuk memonitor emisi yang dihasilkan dan upaya pengurangan emisi,” kata Alexandra dalam wawancara yang ditayangkan BTV beberapa waktu lalu.

    Untuk mendorong budaya keberlanjutan di perusahaan, Bank Mandiri kini telah mengoperasikan sebanyak 143 unit electric vehicles (EV) atau kendaraan listrik, melakukan instalasi 17 charging points, melakukan pemasangan 727 solar panel pada kantor cabang eco friendly di Jakarta, Medan, Palembang, dan Surabaya.

    Lebih jauh, Bank Mandiri memiliki satu gedung di Surabaya yang tersertifikasi “Gold” oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Bank pelat Merah itu juga berinovasi dengan penggunaan low emission glass (OTTV Glass) pada gedung perusahaan yang tersebar di lima titik, yakni Medan, Denpasar, Bekasi, Jayapura, serta Wijayakusuma Jakarta.

    Di samping itu, Bank Mandiri berpartisipasi dalam perdagangan karbon, serta menunjukkan komitmennya dengan mendorong transformasi digital melalui superapp Livin’ by Mandiri dan wholesale digital super platform Kopra by Mandiri sejak 2021. Mandiri turut mengonversi cabang konvensional menjadi ke arah digital dengan meluncurkan sebanyak 241 smart branch.

    Bersama dengan Gedung Plaza Mandiri dan Wisma Mandiri, ratusan smart branch tersebut turut memanfaatkan lampu LED yang ramah lingkungan dalam operasionalnya. Selain itu, Mandiri turut menerapkan efisiensi air dengan menggunakan sistem water recycling di Plaza Mandiri, Menara Mandiri, dan Wisma Mandiri.

    Tak lupa, target ambisius Bank Mandiri dalam capaian zero carbon emissions operasional pada 2030 juga dilakukan dengan mendorong budaya keberlanjutan kepada seluruh pegawai di pusat maupun di 2.192 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

    “Kami juga rutin membangun awareness melalui e-learning dan sosialisasi kepada seluruh unit, di mana kami terus mendorong penerapan budaya berkelanjutan menjadi bagian dari business as usual,” ungkap Alexandra.

    Ekonom Yakin Bank Mandiri Capai Net Zero Emissions Operasional pada 2030

    Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengungkapkan, berbagai inisiatif yang dilakukan telah berdampak terhadap menurunnya emisi karbon di perusahaannya. Berdasarkan data terkini Bank Mandiri, emisi operasional telah turun sebesar 17,6%

    “Upaya-upaya ini (strategi menurunkan NZE operasional) berhasil menurunkan emisi operasional sebesar 17,6% dari baseline pada 2019, yaitu 358.000 ton CO2 menjadi 282.000 ton CO2,” imbuh Alexandra.

    Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto melihat, berbagai inisiatif tersebut sangat memungkinkan Bank Mandiri untuk mencapai net zero emissions operasional pada 2030. Menurutnya, budaya keberlanjutan yang dimiliki bank pelat merah itu sudah menyentuh seluruh elemen di internal perusahaan.

    “Bank Mandiri possible (mencapai NZE operasional pada 2030) karena itu sudah menjadi komitmen seluruh insan-insan Bank Mandiri. Jadi setiap pegawai Bank Mandiri punya komitmen sebagai pribadi untuk melakukan perbuatan-perbuatannya yang harus mendukung tercapainya era net zero emissions di 2030,” tutur Ryan kepada Beritasatu.com, Jumat (28/2/2025).

    Menurut Ryan, Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang menonjol dalam menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Komitmen tersebut, kata Ryan, salah satunya terlihat jelas dengan pembiayaan kredit dari Bank Mandiri yang menganut prinsip environmental friendly atau ramah lingkungan.

    Ryan mencontohkan, Bank Mandiri tidak pernah membiayai sektor-sektor ekonomi yang dalam proses produksi sang debitur terbukti melanggar aturan terkait lingkungan hidup, seperti penggundulan hutan, pembakaran hutan, hingga pembebasan lahan yang tidak sesuai dengan aturan hukum. Sebaliknya, Bank Mandiri sangat menonjol melakukan pembiayaan yang masuk kategori green economy, seperti proyek renewable energy.

    Namun, menurutnya, komitmen perbankan dalam mendukung net zero emissions tidak harus melalui jalur pembiayaan hijau atau kredit semata, melainkan juga bisa melalui perilaku operasional perusahaan.

    Dia lantas mengapresiasi berbagai inisiatif yang telah dilakukan Bank Mandiri dalam operasional, termasuk digitalisasi yang membuat nasabah tak perlu datang ke kantor cabang sampai pencatatan di perusahaan yang sifatnya paperless atau minim penggunaan kertas sehingga ramah lingkungan.

    “Yang saya lihat, Bank Mandiri sudah agresif melakukan pencatatan yang sifatnya paperless. Dengan digitalisasi, maka akan mengurangi penggunaan kertas. Dengan, digitalisasi, maka akan mengurangi penggunaan BBM atau energi fosil. Nasabah kalau mau ke kantor cabang Mandiri enggak perlu lagi datang ke kantor cabang, cukup pakai mobile banking Bank Mandiri menggunakan aplikasi Livin, kita sudah bisa bertransaksi,” jelas Ryan.

    Visi Bank Mandiri dalam mewujudkan zero emissions operasional pada 2030 dan mendukung net zero emissions pada 2060 bukan hanya sekedar implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement, maupun Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 51 Tahun 2017 tentang Keuangan Berkelanjutan dan Taksonomi Hijau semata, melainkan juga kontribusi nyata Mandiri sebagai agent of development dan berperan aktif dalam agenda global untuk keberlanjutan.

    Inisiatif-inisiatif dalam pengurangan emisi karbon pun menjadi salah satu faktor kunci yang membuat Bank Mandiri dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia dalam ESG Score berdasarkan penilaian lembaga pemeringkat ESG terkemuka, Sustainalytics. Per 9 Januari 2025, Bank Mandiri berhasil menurunkan ESG Risk Rating Score secara signifikan dari 28,2 (medium risk) pada 2024 menjadi 17,5 (low risk).
     

  • Lada putih di Kendari dijual hingga capai Rp130.000 perKg

    Lada putih di Kendari dijual hingga capai Rp130.000 perKg

    Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbun)

    Lada putih di Kendari dijual hingga capai Rp130.000 perKg
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Kamis, 27 Februari 2025 – 19:49 WIB

    Elshinta.com – Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbun) Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat harga lada putih di tingkat pedagang antar-pulau yang ada di beberapa Kota Kendari mengalami kenaikan menjadi Rp130.000 per kilogram pada Februari 2025.

    Kepala Bidang Perkebunan Disbun Sultra Akbar Effendi, di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa sebelumnya harga lada putih di tingkat pedagang yang berada di Kota Lulo itu pernah menyentuh harga Rp125.000 perkilogram pada pekan ke empat Januari 2025.

    “Berdasarkan data yang diterima dari pihaknya harga lada putih itu naik Rp5.000, sehingga mencapai Rp130.000/kg,” kata Akbar.

    Akbar menyebutkan bahwa harga lada putih di pasaran pada tahun sebelumnya pernah menyentuh sekitar Rp105.000 hingga Rp110.000 per kilogram pada Oktober-Desember 2024.

    “Kami harapkan kenaikan harga tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani perkebunan komoditi lada,” ujarnya.

    Ia menjelaskan salah satu faktor kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kurangnya produksi hasil perkebunan serta tingginya permintaan pasar dari luar daerah, yakni permintaan di Makassar dan Surabaya.

    “Selain harga lada putih, komoditas perkebunan jenis kopra hitam juga alami kenaikan, yaitu dari harga Rp17.300 menjadi Rp18.000 per kg,” ucapnya.

    Akbar mengungkapkan bahwa kenaikan harga tersebut juga menjadi penyemangat para petani lainnya yang berada di wilayah itu, sebab, dengan kenaikan harga ladah putih itu juga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

    Berdasarkan data perkembangan harga yang dihimpun dari Pusat Informasi Pasar (PIP) Disbun Sultra mencatat harga jenis komoditi perkebunan lainnya di wilayah itu seperti kakao non fermentasi Rp130.000 per kg, arang tempurung Rp9.000 per kg, dan bunga cengkeh kering Rp114.000 per kg.

    “Kemudian, mete gelondongan Rp21.000 per kg, mete kupas Rp135.000 per kg, pinang kupas Rp7.000 per kg, kemiri gelondongan Rp8.000 per kg, dan tandan buah segar (TBS) Rp2.600 per kg,” tutupnya.

    Sumber : Antara

  • Hasil Sidang Isbat Penetapan Kapan Puasa 2025 1 Ramadhan 1446 H – Page 3

    Hasil Sidang Isbat Penetapan Kapan Puasa 2025 1 Ramadhan 1446 H – Page 3

    Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) melalui situs resminya hilal.bmkg.go.id turut memotret pantauan 1 ramadan 1446 Hijriah melalui Sistem Informasi Observasi Hilal.

    Obervasi BMKG dilakukan tersebar di sejumlah titik di seluruh Indonesia, seperti di Rooftop Mega Trade Center (MTC) Manado, Pantai Tanah Lot, Tabanan, Kantor Stasiun Geofisika Jayapura, Stasiun Geof Saumlaki, Maluku, Bukit Gado-Gado, Pantai Air Manis, Kota Padang, VTS Sengkuang, Batam, Gunung Sitoli, Pantai Wisata Hiu Paus Botubarani, Kantor Bupati Malang.

    Selanjutnya, POB Syekh Belabelu Parangtritis Bantul, Gedung Layanan MKG Kupang, Hotel Mambruk Anyer, Gedung Observatorium Hilal BMKG AveTaduma Ternate, Pantai Patra Jasa Badung, Pantai Lhok Keutapang, Delft Apartemen CPI Makassar, Pantai Tanjung Setumu Tanjung Pinang, Apartemen Delft CPI Makassar.

    Berikutnya ada di Menara Hilal BMKG Desa Marana Donggala, Pantai Bahari Tanggetada Kolaka, POB Lampu Satu Merauke, Pantao Hotel Puti Retno Anyer Serang, Bukit Persaudaraan Mauliru Sumba Timur, Dermaga Kokar Alor, POB Pedalen Kebumen, Gedung Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Lhoknga, Hotel Tirta Kencana, dan Hotel Waigo Sorong.

    Sementara itu, untuk menentukan 1 Ramadan 1446 Hijriah akan dilakukan sidang isbat di Kementerian Agama pada sore hari ini.

  • Dipukul Botol Miras oleh LC, Perempuan Bulak Banteng Rencana Lapor Polisi

    Dipukul Botol Miras oleh LC, Perempuan Bulak Banteng Rencana Lapor Polisi

    Surabaya (beritajatim.com) – Dipukul botol miras oleh Ladies Companion (LC), Dian Purnama Sari (28) warga Bulak Banteng berencana untuk melapor ke polisi. Ia sebenarnya sudah berangkat ke Polsek Tambaksari untuk melapor. Namun, karena dijanjikan ganti rugi sebesar Rp 15 juta ia urung melapor.

    “Sampai sekarang belum dibayar hingga sesuai kesepakatan yaitu Rp. 15 juta,” kata Dian, Jumat (28/02/2025).

    Dian menceritakan, kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi pada Rabu (05/02/2025) kemarin di kafe Arjuna Bravo, Jalan Kenjeran. Dian sebagai tamu lantas terlibat cekcok dengan seorang LC berinisial IM. Keduanya lantas makin panas. IM lantas memukulkan botol miras ke kepala Dian hingga harus dirawat dan mendapatkan 8 jahitan.

    “Saya saat itu mau ke Polsek untuk laporan. Tapi luka saya saat itu lebih butuh dirawat sehingga memutuskan ke rumah sakit dulu. Baru sorenya ke Polsek. Namun, sebelum saya ke Polsek, IM ke rumah saya dan menjanjikan kompensasi,” tutur Dian.

    Perjanjian damai keduanya lantas membuat surat perjanjian. IM pun memberikan uang sebesar Rp5 juta saat itu. Sedangkan sisanya akan dicicil Rp2,5 juta selama 4 kali.

    “Janjinya seminggu sekali dicicil. Namun, sampai saat ini tidak ada lagi pembayaran. Saat ditagih pun IM malah mengingkari,” tambahnya.

    Atas kejadian ini, Dian berniat untuk melaporkan IM ke Polrestabes Surabaya. Namun, ia masih menunggu iktikad baik IM untuk memenuhi janjinya yang tertuang dalam surat kesepakatan. (ang/ian)