Pesepeda Motor Jangan Nekat Terjang Banjir di Jalan Alternatif Semarang-Demak
Tim Redaksi
DEMAK, KOMPAS.com –
Jalan alternatif Semarang-Demak, khususnya di
Jalan Genuk-Pamongan
Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terendam banjir pada Jumat (31/1/2025) sore.
Genangan air mencapai panjang 2 kilometer, menghubungkan pertigaan Onggorawe Pantura Demak menuju Genuk, Kota Semarang.
Titik banjir terpantau di depan Balaidesa Kalisari, Kecamatan Sayung, dengan kedalaman air mencapai 50 sentimeter.
Kendaraan sepeda motor yang nekat melintas di area tersebut berpotensi mogok, sedangkan kendaraan mobil masih dapat melintas dengan aman.
Pantauan
Kompas.com
di lokasi pada pukul 15.00 WIB menunjukkan sejumlah pengguna jalan terpaksa mendorong sepeda motor mereka.
Salah satunya adalah Dodi (22), seorang pengendara sepeda motor yang terpaksa mendorong kendaraannya setelah mogok usai melintas di Desa Kalisari.
“Iya ini mati, dalam sana segini (menunjuk lutut) di sana,” ujar Dodi, yang berasal dari Kabupaten Brebes dan sedang dalam perjalanan dari arah Semarang menuju Demak untuk berjualan.
“Sudah 300-an dorong, ini tak hidup-hidup,” saat menjelaskan betapa sulitnya situasi yang dihadapinya.
Camat Sayung, Sukarman, menjelaskan bahwa banjir juga terjadi di tiga desa lainnya, yaitu Desa Sayung, Desa Loireng, dan Desa Kalisari.
“Tiga desa ini bisa dikatakan lumayan parah,” ungkap Sukarman saat ditemui di kantornya.
Dia menambahkan bahwa banjir di Desa Kalisari tidak hanya menggenangi jalan raya, tetapi juga pemukiman penduduk.
“Di depan (jalan raya) Desa Kalisari ketinggian mencapai 50 sentimeter,” katanya.
Saat ini, pemerintah setempat tengah berupaya untuk menangani banjir di wilayah Kecamatan Sayung, demi mengurangi dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
provinsi: JAWA TENGAH
-
/data/photo/2025/01/31/679ca691cf8f7.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Pesepeda Motor Jangan Nekat Terjang Banjir di Jalan Alternatif Semarang-Demak Regional 31 Januari 2025
-

Sambut Baik Pertemuan Prabowo dengan Megawati, FX Rudy: Hal yang Bagus
Solo, Beritasatu.com – Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo menyambut baik rencana pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Baik lah. Namanya sama-sama ketua umum bertemu adalah hal yang bagus. Pertemuan Mbak Mega (Megawati) dengan Pak Presiden Prabowo itu malah lebih baik,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai hubungan antara Megawati dengan Prabowo, Rudy, sapaannya mengatakan keduanya sebenarnya memiliki hubungan yang baik dan tidak ada persoalan, berbeda dengan yang dikabarkan di luar. Mantan wali kota Solo itu menyebut jika isu hubungan tidak baik antara dua tokoh tersebut hanyalah bagian dari upaya memecah belah bangsa.
“Ya biasa namanya juga Indonesia. Ini yang namanya adu domba untuk memecah belah itu sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Contohnya, zaman Ken Arok, raja saling bunuh. Kemudian dijajah Belanda ada yang namanya politik adu domba. Jadi bagaimana kita mengantisipasinya saja,” tandasnya.
Saat ditanya kapan pertemuan tersebut akan berlangsung, Rudy mengaku tidak tahu menahu. Ia hanya meminta masyarakat menunggu. “Kita tunggu saja,” ucapnya singkat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PDIP dan Partai Gerindra sama-sama membuka peluang pertemuan Prabowo dengan Megawati. Terlebih hubungan Prabowo dan Megawati sejak lama sudah terjalin baik.
“Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sesuatu hal yang sangat mungkin untuk terjadi,” kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan pertemuan Prabowo dan Megawati bisa berlangsung sebelum kongres PDIP pada April 2025.
Sementara itu, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengisyaratkan pertemuan Prabowo dan Megawati Soekarnoputri terjadi sebelum kongres PDIP. “Jadi mungkin, jika komunikasi intens dilakukan, pertemuan bisa terjadi sebelum atau sesudah Kongres PDIP,” ujar Dasco.anti Putri)
-

Budaya sebagai Perekat Masyarakat Indonesia dan Belgia
loading…
Dr. Sidum Trio Indarto, Diplomat Ahli Madya pada KBRI Brussel. Foto/Istimewa
Dr. Sidum Trio Indarto
Diplomat Ahli Madya pada KBRI BrusselINDONESIA dan Belgia baru saja merayakan 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2024. Meskipun demikian, jejak sejarah persahabatan kedua negara telah ada sebelum Belgia membuka kantor perwakilan diplomatiknya di Jakarta pada tahun 1949.
Mohammad Hatta , menghadiri Konferensi the League Against Imperialism and Colonial Oppression di Brussel pada bulan Februari 1927 untuk menyuarakan kemerdekaan Indonesia kepada dunia internasional. Belgia kembali hadir dalam catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika menjadi salah satu anggota Komisi Tiga Negara untuk menengahi konflik antara Indonesia dan Belanda akibat agresi militer Belanda I pada 21 Juli 1947. Patut dicatat bahwa Belgia adalah salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia secara de jure pada tanggal 28 Desember 1949, sehari setelah penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949.
Hubungan persahabatan yang cukup panjang di antara kedua negara telah berjalan dengan harmonis dan konstruktif. Pada tingkatan pemerintah, kedua negara telah mempunyai mekanisme konsultasi bilateral untuk membahas perkembangan hubungan bilateral kedua negara secara komprehensif. Selain itu, berbagai pertemuan antara pejabat tinggi kedua negara juga sering dilakukan untuk membahas kerja sama dalam berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama.
Hubungan persahabatan kedua negara juga tampak dari kehadiran “wajah” Indonesia yang sangat mencolok di Pairi Daiza. Pada area Kingdom of Ganesha di Pairi Daiza, berdiri megah Candi Kurung (Flower Temple) dan Pura Agung Santi Bhuwana (salah satu Pura Hindu Bali terbesar di Eropa) yang dibangun dengan menggunakan batu dari Gunung Agung dan Gunung Merapi. Ornamen kedua bangunan tersebut diukir oleh para seniman Bali dan Jawa Tengah. Konon diperlukan sekitar 300 kontainer untuk membawa batu-batu yang digunakan untuk membangun kedua bangunan tersebut dari Indonesia. Selain Candi Kurung dan Pura Agung Santi Bhuwana, kita bisa menyaksikan stupa-stupa yang mirip dengan stupa Candi Borobudur, rumah adat Toraja, sawah teras siring dengan tanaman padi, orang utan, gajah Sumatera, dan komodo di Kingdom of Ganesha.
Kehadiran “wajah” Indonesia di Pairi Daiza tersebut berkat kecintaan Eric Domb, pendiri dan CEO Pairi Daiza serta Konsul Kehormatan Republik Indonesia untuk wilayah Wallonia, Belgia, kepada Indonesia. Ketika beliau masih anak-anak, orang tuanya mengajak Eric Domb mengunjungi Bali. Kunjungan tersebut sangat membekas di ingatan Eric Domb, sehingga beliau berkali-kali kembali mengunjungi Bali dan beberapa wilayah lain di Indonesia.
Kisah kedekatan masyarakat Belgia dengan Indonesia juga dibangun oleh Gabriel Laufer, yang sejak tahun 2013 memilih untuk tinggal di Indonesia. Gabriel, seorang musisi lulusan program Master di bidang Perkusi dari Royal Conservatory of Brussels, berkenalan dengan Gamelan Bali pada tahun 1996. Sejak saat itu Gabriel jatuh cinta dengan Gamelan Bali dan bergabung dengan kelompok Gamelan Bali KBRI Brussel yang diasuh oleh Made Wardana. Selain itu, Gabriel juga sangat menggemari Wayang Kulit, seni tari, dan musik tradisional Indonesia.
Selain Gabriel, cerita mengenai budaya yang menjembatani Indonesia dan Belgia juga ditunjukkan Fillippo Deorsola, warga negara Italia yang tinggal di Brussel. Pada bulan Oktober 2024, Fillippo dan band jazznya, Anaphora, mengerjakan proyek kolaborasi musik Jazz dengan kelompok Gamelan Sandhikala yang berada di Yogyakarta. Pengalaman Fillippo bersentuhan dengan gamelan membuatnya jatuh cinta pada gamelan sehingga bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel. Fillippo juga mengajak teman-teman pemusiknya untuk bergabung dengan kelompok Gamelan KBRI Brussel.
Kembali pada perayaan 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Belgia, kita patut mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh KBRI Brussel untuk memeriahkan perayaan tersebut dengan kegiatan Indonesia-Belgium Culture Festival yang diselenggarakan di beberapa kota Belgia. Festival tersebut bukan hanya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia, tetapi juga ragam kuliner Nusantara. Upaya untuk memperkenalkan Indonesia di Belgia secara intensif melalui festival budaya di berbagai kota sepanjang tahun 2024 perlu untuk terus ditingkatkan agar masyarakat lokal Belgia lebih mengenal Indonesia.
-
/data/photo/2024/08/06/66b18b2277f81.jpeg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Perbaikan 102 Rumah Tidak Layak Huni, Bantuan Rp 15 Juta untuk Setiap Unit Regional 31 Januari 2025
Perbaikan 102 Rumah Tidak Layak Huni, Bantuan Rp 15 Juta untuk Setiap Unit
Tim Redaksi
MAGELANG, KOMPAS.com
– Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan 102 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2025.
Anggaran ini diharapkan dapat bertambah melalui dukungan dari berbagai pihak.
Staf Bidang Kawasan Permukiman di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Magelang, Dwi Windaryati menjelaskan, biaya perbaikan untuk 102 RTLH tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai pagu sekitar Rp 1,5 miliar.
“Rencananya ada 24 unit di kawasan kumuh dan 78 unit di luar kawasan kumuh. Berarti 102 RTLH dari APBD,” ujarnya kepada
Kompas.com
pada Jumat (31/1/2025).
Dwi menambahkan bahwa sasaran perbaikan lebih difokuskan pada wilayah dengan angka
kemiskinan ekstrem
yang tinggi, berdasarkan data dari Penyasaran Percepatan Penghapusan
Kemiskinan Ekstrem
(P3KE), seperti Kecamatan Kajoran, Windusari, dan Salaman.
Setiap unit rumah yang diperbaiki akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta, yang terdiri dari Rp 13 juta untuk pembelian material dan Rp 2 juta untuk jasa perbaikan.
Jumlah sasaran
perbaikan RTLH
dan biaya bantuannya berpotensi bertambah melalui dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta tanggung jawab sosial (CSR) dari entitas bisnis dan/atau sosial.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, sasaran perbaikan RTLH yang bersumber dari APBD tahun ini mengalami penurunan.
Pada tahun lalu, sasaran perbaikan mencapai 266 unit rumah, dan dengan bantuan dari berbagai pihak, total perbaikan pada tahun 2024 mencapai 1.830 unit RTLH.
Dwi juga menjelaskan bahwa data mengenai rumah yang tergolong tidak layak huni tidak hanya mengacu pada satu sumber, seperti P3KE atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Berdasarkan BDT (Basis Data Terpadu), sampai saat ini ada 15.445 RTLH,” imbuhnya.
Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved. -

Tradisi Rejeban Plabengan menjadi salah satu agenda wisata budaya di Kabupaten Temanggung
Jumat, 17 Januari 2025 12:50 WIB
Sejumlah warga memikul tenong berisi berbagai jenis makanan saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2025). Tradisi turun temurun yang dilaksanakan setiap hari Jumat Wage, Bulan Rejeb, penanggalan Jawa itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan, dan saat ini menjadi salah satu agenda wisata budaya di Kabupaten Temanggung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU
Sejumlah warga bersama pengunjung berebut gunungan palawija saat tradisi Nyadran Rejeban Plabengan di kawasan lereng Gunung Sumbing Dusun Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (17/1/2025). Tradisi turun temurun yang dilaksanakan setiap hari Jumat Wage, Bulan Rejeb, penanggalan Jawa itu sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan penghormatan terhadap tokoh penyebar agama Islam Ki Ageng Makukuhan, dan saat ini menjadi salah satu agenda wisata budaya di Kabupaten Temanggung. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/YU
-

Verifikasi Kreditur Sritex: Tagihan Pajak Rp402 Miliar, Bea Cukai Rp195,4 Miliar
Bisnis.com, JAKARTA – Tim Kurator PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex dan tiga anak usahanya telah menyusun daftar piutang tetap (DPT) usai melakukan verifikasi kreditur dalam rapat yang berlangsung pada hari, Kamis (31/1/2025).
Dokumen DPT yang dikutip Bisnis, memaparkan bahwa total tagihan yang sudah diakui oleh Kurator Sritex mencapai Rp29,8 triliun. Jumlah itu terdiri dari kreditur preferen atau yang diprioritaskan dibayar terlebih dahulu mencapai Rp619,5 miliar, kreditur sparatis (pemegang jaminan) senilai Rp919,7 miliar, dan kreditur konkuren (tidak memiliki hak istimewa) senilai Rp28,3 triliun.
Di antara tagihan tersebut, Sritex tercatat masih memiliki utang kepada Direktorat Jenderal Pajak alias Ditjen Pajak senilai Rp402,3 miliar.
Utang pajak itu terdiri dari tagihan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sukoharjo senilai Rp28,6 miliar dan KPP Penanaman Modal Asing Empat senilai Rp373,7 miliar.
Selain pajak, Sritex juga tercatat memiliki utang kepada otoritas kepabeanan dan cukai alias Bea Cukai sebagai kreditur preferen sekitar Rp195,45 miliar.
Jumlah tagihan tersebut terdiri dari Rp189,2 miliar di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, KPP BC Madya Pabean A Semarang Rp4,9 miliar, Kanwil DJBC Jateng dan DIY Rp995,6 juta, serta KPP BC Tipe Madya Pabean A Semarang Rp356,9 juta.
Tolak 83 Tagihan
Di sisi lain, Tim Kurator menolak total 83 piutang kreditur kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex dan tiga anak usahanya dengan nilai keseluruhan hampir mendekati Rp200 miliar.
Hal itu terungkap dalam rapat antara Kurator, kreditur, dan debitur terkait pengurusan kepailitan Sritex di Pengadilan Niaga Semarang, Kamis (30/1/2025).
Berdasarkan dokumen yang dilihat Bisnis, dari total 83 daftar kreditur yang memiliki piutang terhadap Sritex berasal dari perusahaan yang sama. Adapun keseluruhan nilai piutang emiten berkode SRIL yang ditolak itu yakni Rp199.988.112.356,95.
Tim Kurator mencatat adanya sederet alasan mengapa tagihan-tagihan tersebut ditolak. Misalnya, ada piutang yang ditolak karena terafiliasi dengan debitur pailit sendiri yakni Iwan Setiawan Lukminto. Perusahaan dimaksud adalah PT Golden Nusajaya yang memiliki tiga daftar nilai piutang, dengan nilai terbesarnya Rp631 juta.
Tim Kurator mencatat bahwa tagihan piutang ditolak karena Wawan Lukminto diketahui merupakan pemegang saham terbesar, serta menjabat komisaris maupun direktur utama.
“Dasar tagihan yaitu invoice tiket kepada orang-orang yang statusnya tidak diketahui apakah merupakan karyawan dari Para Debitur Pailit,” demikian bunyi temuan Tim Kurator.
Kemudian, ada tagihan yang ditolak dari PT Jaya Kencana senilai Rp36,4 juta karena berkaitan dengan keperluan pribadi yaitu pemasangan unit AC di rumah dinas yang terletak di Banjarsari.
Tagihan piutang Sritex terbesar yang ditolak oleh Tim Kurator adalah senilai Rp61 miliar dari PT Multi International Logistic. Nilai piutang itu meliputi empat pokok piutang masing-masing terdiri dari Rp13,6 miliar, Rp170,6 juta, Rp705,5 juta serta Rp40 miliar (ditambah bunga Rp6,49 miliar).
Tim Kurator mencatat bahwa tagihan piutang tersebut ditolak karena underlying dari debitur kepada kreditur adalah perbuatan ilegal.
Hal itu berdasarkan Surat Persetujuan Perpanjangan Kredit dari Bank INA kepada Kreditur pada poin persyaratan Umum Lainnya angka 1 yang menyebutkan, debitur menggunakan fasilitas kredit dari bank hanya untuk kepentingan sebagaimana dimaksud dalam tujuan penggunaan kredit, bukan untuk kepentingan lainnya.
“Tagihan kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk., PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries dan PT Primayudha Mandirijaya tidak dapat menunjukkan bukti tagihan yang jelas berupa PO, invoice dan/atau Perjanjian Kerja Pengiriman Barang,” ungkap Tim Kurator.
Selain itu, sebagian besar alasan penolakan tagihan piutang SRIL lainnya yaitu ketidaklengkapan dokumen tagihan yang diminta oleh Tim Kurator.
Voting Going Concern Batal
Adapun pada perkembangan lain, proses pengambilan suara untuk opsi Going Concern atau keberlangsungan usaha Sritex dan tiga anak usahanya batal digelar pada hari ini, Kamis (30/1/2025) di Pengadilan Negeri Semarang.
Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan debitur, kreditur, serta tim kurator dengan agenda verifikasi lanjutan dan usulan dari pihak kreditur.
“Hasil dari hari ini, yaitu kami harus berkoodinasi dengan kurator untuk menyediakan satu skema untuk opsi apabila Going Concern seperti apa, kalau penyelesaian atau insolvent seperti apa. Supaya nanti menjadi pertimbangan seluruh kreditur,” jelas Iwan Kurniawan Lukminto, Direktur Utama Sritex saat ditemui wartawan usai rapat.
Iwan menjelaskan bahwa pihaknya siap untuk berdikusi dengan Tim Kurator. Sesuai dengan arahan dari Hakim Pengawas kasus kepailitan Sritex, pihak manajemen juga bakal menyiapkan data yang diperlukan sebagai bekal analisis kelayakan atau feasibility studies perusahaan tersebut.
“Agenda berikutnya kami berdiskusi dengan kurator. Skemanya seperti apa, penjualannya berapa, lalu profitnya seperti apa. Ini kan harus dikomparasi. Kalau insolvent, pemberesan dari sisi kreditur ini seperti apa. Jadi ini tim kurator mempunyai satu kewajiban untuk pertanggung jawaban kepada kreditur juga,” jelas Iwan.
-

Lewat Business Matching, PaDi UMKM Catatkan Transaksi Rp1,2 Triliun dalam Sehari – Halaman all
TRIBUNNEWS.COM – PaDi UMKM, salah satu platform digital dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil buktikan komitmennya dalam membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM di Indonesia.
Program Business Matching yang digelar PaDi UMKM berhasil membuat UMKM di Jakarta berhasil mengantongi omzet lebih dari 1,2 triliun rupiah dalam waktu sehari.
Business Matching yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Ballroom The Gade, Jakarta merupakan rangkaian kegiatan PaDi Business Forum dan Showcase tahun kedua. Diikuti oleh 86 BUMN dan 27 UMKM yang berasal dari Jabodetabek hingga Boyolali dengan berbagai kategori seperti elektronik, fashion, juga makanan dan minuman.
“Inovasi penciptaan platform itu soal kecil. Serahkan saja pada Telkom, pasti beres. Inovasi yang betul-betul hebat adalah inovasi penciptaan market, yang sudah dilaksanakan para BUMN dengan mengubah operasi procurement jadi kapabilitas penciptaan market, dan diakui sebagai inovasi yang berhasil,” ungkap VP Synergy Telkom Kuncoro Wastuwibowo dalam sambutannya.
Awalnya, Business Matching hanya menghasilkan beberapa miliar rupiah saja, tetapi sekarang sudah mencapai 16 triliun rupiah. Hal tersebut dinilai menjadi inovasi luar biasa yang patut dibanggakan oleh seluruh BUMN, sekaligus menunjukkan komitmen bersama untuk terus mendukung UMKM di Indonesia.
Business Matching kali ini, dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan PaDi Business Forum and Showcase yang menyertakan kegiatan lain seperti talkshow, showcase, dan PaDi Talk. Juga merupakan puncak kegiatan Business Matching yang telah berlangsung di seluruh Indonesia sejak awal tahun.
Business Matching menjadi wadah bertemunya UMKM dengan BUMN secara langsung di mana mereka dapat memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung pula. Terbukti sebanyak 31 ribu lebih transaksi dengan nominal 1 triliun rupiah telah berhasil dicatatkan.
“Melihat betapa strategisnya UMKM dalam menggerakkan perekonomian nasional, kami di Telkom terus berupaya mengembangkan PaDi UMKM. Tidak hanya sebagai platform pengadaan, tetapi juga sebagai solusi menyeluruh untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis UMKM, baik dari kolaborasi dengan BUMN maupun perusahaan swasta,” kata EVP Digital Business & Technology Telkom Komang Budi Aryasa.
Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, UMKM telah menjadi salah satu penopang ekonomi nasional karena UMKM mencakup 99 persen total unit usaha di Indonesia.
Adapun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai lebih dari 60?n menyerap hampir 97?ri total tenaga kerja di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekadar mendorong transaksi pembelanjaan saja, tetapi juga berfungsi sebagai wadah membangun jaringan, kolaborasi, dan komunikasi yang dapat meningkatkan kapabilitas UMKM yang belum terserap oleh BUMN. Begitu juga sebaliknya, kebutuhan BUMN yang belum bisa dipenuhi oleh UMKM.
Keberhasilan program Business Matching ini menjadi tonggak sejarah kontribusi Telkom dalam mendukung pertumbuhan bisnis UMKM. Lewat PaDi UMKM, Telkom berharap bisa memajukan kesejahteraan masyarakat sekaligus juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
Temukan berbagai solusi digital yang dikembangkan oleh Telkom lainnya di sini https://leaptelkom.me/BusinessMatching.
-

Kades perpanjangan jabatan di Banjarnegara tolak pelantikan kades baru
Bagaimana status kades hasil perpanjangan jabatan ini nanti jika sudah ada kades baru yang dilantik?
Semarang (ANTARA) – Sejumlah kepala desa (kades) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang mengantongi surat keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan hingga 2026 menolak rencana pelantikan 51 kades hasil pemilihan pada bulan Maret 2024.
Kuasa hukum kades di Banjarnegara yang masa jabatannya diperpanjang, Toni Triyanto, di Semarang, Jumat, mengatakan, hingga saat ini masih ada 34 kades yang mengantongi SK perpanjangan masa jabatan hingga April 2026.
Di lain pihak, lanjut dia, 51 kades hasil pilkades pada bulan Maret 2024 akan dilantik pada tanggal 3 Februari 2025.
“Padahal, 34 kades perpanjangan ini SK-nya belum dibatalkan sehingga masih berlalu,” katanya.
Pj. Bupati Banjarnegara yang tetap menggelar pilkades pada bulan Maret 2024 meski ada moratorium dari Kemendagri, kemudian akan melantik calon kades terpilih pada tanggal 3 Februari, kata dia, berpotensi menimbulkan polemik.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025 -
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134972/original/096785500_1590134591-resep-rawon-daging-sapi.jpg?w=1200&resize=1200,0&ssl=1)
Rekomendasi Kuliner Viral dan Legendaris di Surabaya
Liputan6.com, Surabaya – Berjalan-jalan ke Surabaya terasa kurang jika belum berburu kuliner viralnya. Mulai dari olahan bebek hingga sambal khasnya menjadi ikon kuliner Kota Pahlawan yang tak boleh ketinggalan.
Sebagai kota multi-etnis, Surabaya memiliki kekayaan budaya yang memengaruhi berbagai aspek di dalamnya, termasuk dalam hal kuliner. Berikut beberapa rekomendasi kuliner viral Surabaya yang wajib dicoba:
1. Bebek Tugu Pahlawan
Bebek Tugu Pahlawan berlokasi di Jalan Tembaan 17F, Alun-alun Contong, Surabaya. Berada dekat dengan Tugu Pahlawan, tempat makan ini tak pernah sepi pembeli.
Semakin malam, jumlah pengunjung Bebek Tugu Pahlawan akan semakin membludak. Bahkan, pengunjung harus antre untuk dapat mencicipinya.
2. Rawon Kalkulator
Rawon Kalkulator berlokasi di Sentra PKL Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Surabaya. Tempat makan ini memiliki nama unik yang akan langsung menarik perhatian pengunjung.
Sesuai namanya, penjual Rawon Kalkulator memiliki kemampuan menghitung dengan cepat, layaknya menghitung dengan kalkulator. Selain unik, Rawon Kalkulator juga merupakan salah satu kuliner legendaris di Surabaya yang sudah berdiri sejak 35 tahun lalu.
Menu rawon di tempat ini memiliki cita rasa yang lezat dan gurih. Biasanya, rawon disantap dengan aneka lauk, seperti perkedel, tempe, telor asin, hingga paru.
3. Rujak Cingur Genteng Durasim
Rujak Cingur Genteng Durasim berlokasi di Jalan Genteng Durasim No.29, RT.001/RW.05, Genteng, Surabaya. Warung legendaris ini sudah berdiri sejak 1940. Konon, cobek yang digunakan untuk menghaluskan petis dan bumbu kacang rujak sudah berusia 80 tahun.
Menurut cerita yang beredar, pendiri Rujak Cingur Genteng Durasim meminta dibuatkan cobek khusus oleh seseorang dari Magelang, Jawa Tengah. Pembuat cobek tersebut kemudian mengantarkan cobek langsung ke Surabaya dengan menggunakan sepeda onthel.
Konon, si pembuat cobek menolak dibayar. Ia hanya meminta diajak berkeliling ke Surabaya dengan menaiki andong.
Cobek tersebut menjadi cobek legendaris yang masih digunakan hingga sekarang. Karena sudah digunakan selama puluhan tahun, kondisi cobek ini sekarang terlihat aus dan cekung.
