provinsi: JAWA TENGAH

  • Politikus Nigeria kunjungi Solo untuk belajar kepemimpinan Jokowi

    Politikus Nigeria kunjungi Solo untuk belajar kepemimpinan Jokowi

    Saat mengakhiri, Indonesia berada di level tinggi. Kita lihat ada peningkatan, itulah kenapa?

    Solo (ANTARA) – Politikus asal Nigeria Peter Gregory Obi mengunjungi Solo untuk belajar kepemimpinan dari mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

    Pada kedatangannya ke Solo, Jawa Tengah, Jumat, Obi didampingi oleh mantan Dubes Indonesia untuk Nigeria Usra Hendra Harahap.

    Usai pertemuan, Obi mengakui banyak hal yang dipelajarinya dari pertemuan dengan Jokowi.

    “Tentu saja kepemimpinan yang dipelajari, mulai memimpin hingga berakhir kepemimpinannya,” kata Obi.

    Obi menyebutkan saat Jokowi memulai kepemimpinan, indeks pembangunan manusia di level menengah.

    “Saat mengakhiri, Indonesia berada di level tinggi. Kita lihat ada peningkatan, itulah kenapa?” katanya.

    Sementara itu, Usra mengatakan bahwa Peter Obi merupakan tokoh dari Nigeria dengan banyak pendukung. Mayoritas pendukung Peter Obi berasal dari kalangan muda.

    Pada kedatangannya ke Solo, Usra mengatakan bahwa Peter tertarik mempelajari keberhasilan Indonesia yang berkembang pesat.

    Selain berdialog dengan Jokowi, Peter juga bertemu dengan tokoh lain seperti Jusuf Kalla dan sejumlah menteri.

    “Beliau melihat Indonesia berkembang pesat dalam satu masa sehingga beliau tertarik untuk mempelajari apa yang terjadi di sini melalui lesson learn atau pembelajaran bertemu dengan para menteri, mantan menteri, dan orang-orang terkenal,” katanya.

    Pada kesempatan tersebut, Jokowi mengaku keduanya membahas berbagai macam hal.

    “Semua tamu dilayani dengan baik, baik dari domestik maupun dari luar negeri. Berbicara mengenai waktu jadi wali kota, waktu jadi gubernur, waktu jadi presiden itu aja. Beliau ‘kan juga pernah menjadi calon wakil presiden di Nigeria,” katanya.

    Pewarta: Aris Wasita
    Editor: D.Dj. Kliwantoro
    Copyright © ANTARA 2025

  • Bocah SD Dituduh Curi Sayuran Padahal Pungut Sisa untuk Dijual, Digunduli dan Disekap Penjaga Pasar

    Bocah SD Dituduh Curi Sayuran Padahal Pungut Sisa untuk Dijual, Digunduli dan Disekap Penjaga Pasar

    TRIBUNJATIM.COM – Seorang bocah dituduh curi sayuran padahal pungut sisanya di pasar Induk Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

    Karena hal itu, bocah SD berinisial MR itu dianiaya oleh penjaga pasar.

    Peristiwa yang dialami bocah 12 tahun tersebut diungkapkan oleh Conie Pania Putri dan Novel Suwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti.

    Mereka melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang dengan nomor laporan STTLP/357/II/2025/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.

    Menurut Conie, insiden itu terjadi pada Minggu (2/2/2025) pagi.

    MR bersama teman-temannya biasa mengumpulkan sayuran sisa di pasar untuk dijual saat libur sekolah.

    Namun, saat MR berusaha mengambil kubis sisa, petugas keamanan menuduhnya mencuri dan membawanya ke dalam pos, di mana diduga terjadi aksi penganiayaan.

    “Anak ini bersama temannya hanya mencari sayuran sisa di pasar. Mereka melakukan ini karena faktor ekonomi, bukan untuk mencuri. Tapi malah ditangkap, disiksa, dan dikurung di pos keamanan pasar dari pagi hingga siang,” ungkap Conie pada Jumat (7/2/2025), melansir dari Kompas.com.

    Conie menambahkan bahwa penganiayaan diduga dilakukan oleh empat orang, sesuai pengakuan korban.

    Selama penyiksaan, MR digunduli dan jari tangannya dijepitkan ke kaki meja untuk memaksanya mengaku.

    “Tubuhnya penuh dengan bekas luka merah akibat dipukuli dengan pipa dan selang. Kami sangat menyesalkan tindakan ini,” ujarnya.

    Sementara itu, Novel menegaskan bahwa tindakan pelaku sudah melampaui batas, terutama mengingat korban adalah anak-anak.

    Ia menekankan bahwa jika MR memang mencuri, seharusnya pihak keamanan pasar langsung menyerahkannya kepada polisi, bukan menyiksanya.

    “Bukan disiksa, ini adalah anak-anak disiksa. Mereka cuma mencari sayur sisa itu untuk dijual lalu uangnya untuk makan keluarga. Bapak dari anak ini juga keluarga kurang mampu yang pekerjaannya hanya pemulung,” ungkap Novel.

    Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Hery, membenarkan adanya laporan tersebut dan menjelaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim untuk penyelidikan lebih lanjut.

    “Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan di Unit PPA,” kata Hery singkat.

    Sementara itu sebelumnya, seorang santri di Boyolali, Jawa Tengah menderita luka bakar pada Senin malam (16/12/2024).

    Korban berinisial SS santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darusy Syahadah, Simo, Boyolali.

    Ia menjadi korban pembakaran setelah disiram bensin oleh seorang tamu.

     Santri itu mengalami luka bakar di bagian kaki hingga paha.

    Korban yang merupakan santri kelas 1 Kulliyatul Mu’allimin Tahfizhul Qur’an (KMT), asal Sumbawa, dituduh mencuri handphone milik adik dari si tamu tersebut.

    Peristiwa memilukan itu terjadi pada Senin malam (16/12/2024) di salah satu ruang tamu Ponpes.

    Pimpinan Ponpes Darusy Syahadah, Qosdi Ridwanullah, membenarkan insiden tersebut.

    “Jadi kemarin malam ada tamu, kakak dari salah satu santri. Dia menuduh korban telah mencuri telepon genggam milik adiknya,” ujar Qosdi pada Selasa (17/12/2024).

    Meski sudah dijelaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar, pelaku tetap menginterogasi SS dan mengancam dengan kekerasan.

    Situasi semakin memanas ketika pelaku nekat menyiramkan bensin ke tubuh korban.

    Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian membakar bensin yang telah disiramkan hingga api melalap bagian kaki korban, menyebabkan luka bakar serius dari paha hingga ke bawah.

    Saat ini, pihak Ponpes dan keluarga korban mengecam keras tindakan tersebut dan berharap pihak berwenang segera menindak tegas pelaku.

    Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif serta kronologi lebih lanjut.

    Santri asal Sumbawa itu mengalami luka bakar serius setelah menjadi korban kekerasan berupa pembakaran oleh GSD (21), seorang tamu yang merupakan kakak dari salah satu santri di pondok tersebut.

    Insiden ini terjadi pada Senin malam (16/12/2024) ketika GSD, warga Kaliwungu, Kendal, berkunjung ke Ponpes. Kedatangannya awalnya tidak menimbulkan kecurigaan. GSD meminta adiknya memanggil SS, yang dituduh mencuri telepon genggam miliknya.

    Ketegangan mulai meningkat saat GSD membawa SS ke dalam salah satu ruangan tertutup di pondok pesantren.

    Dalam ruangan itu, ia menginterogasi SS sambil membawa sebotol bensin yang disiapkannya dalam botol bekas minuman kopi.

    Menurut keterangan pihak pondok, pelaku semakin emosional selama proses interogasi.

    Tanpa peduli penjelasan SS yang membantah tuduhan, GSD menyiramkan bensin ke tubuh SS.

    Suasana menjadi semakin mencekam ketika GSD menyalakan korek api dan menyulut tubuh korban yang sudah basah oleh bensin.

    Api dengan cepat menyebar, melukai bagian paha hingga kaki korban, juga tangan kiri, leher kanan, dan sebagian pipi kanan.

    Peristiwa mengerikan ini berlangsung dalam hitungan detik sebelum korban mendapatkan pertolongan.

    Insiden ini sontak menghebohkan warga ponpes dan membuat pihak pondok segera melaporkannya ke Polsek Simo.

    “Pelaku langsung kami amankan setelah kejadian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Simo, Aiptu Dwi Yulianto.

    Saat ini, perkara tersebut telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Boyolali karena korban masih di bawah umur.

    Sementara itu, korban segera dilarikan ke RSUD Simo untuk mendapatkan perawatan medis.

    Dokter menyebutkan SS mengalami luka bakar serius yang memerlukan penanganan intensif.

    Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

  • Aksi Mobil Listrik Pertama Suzuki Main Offroad

    Aksi Mobil Listrik Pertama Suzuki Main Offroad

    Jakarta

    Suzuki telah meluncurkan mobil listrik pertamanya di dunia, Suzuki eVitara. Suzuki telah melakukan pengujian terhadap mobil listrik ini, termasuk pengujian di medan offroad.

    Kanal YouTube Suzuki Global membagikan video pengetesan Suzuki eVitara di lintasan uji. Video tersebut memperlihatkan kemampuan off-road eVitara di atas pasir, lumpur, dan permukaan yang tidak rata.

    Suzuki menguji fitur all wheel drive (AWD) yang disebut sebagai AllGrip-e pada e Vitara. Ini sebenarnya adalah versi AWD untuk mobil listrik Suzuki.

    Mobil listrik tersebut diuji di berbagai medan. Hal ini dilakukan untuk menguji artikulasi suspensi dan kemampuan SUV listrik Suzuki itu. Suspensi diuji, begitu pula kinerja pengaturan motor gandanya. Suzuki eVitara memiliki ground clearance 180 mm, yang cocok untuk off-road ringan.

    Bisa dilihat, SUV ini dapat melaju dengan mulus di atas pasir lepas tanpa terjebak. Mengingat eVitara adalah mobil listrik, torsinya instan. Hal ini membantu SUV listrik Suzuki tersebut melewati rintangan tanpa terjebak.

    Sistem penggerak listrik dari Suzuki eVitara terdiri dari sistem 3 in 1 yang mengintegrasikan motor, inverter dan transmisi. Mobil ini ditawarkan dengan dua pilihan baterai lithium-ion yaitu baterai 61 kWh dan 49 kWh. Suzuki mengklaim, baterainya telah dirancang dan diuji dengan suhu ekstrem dari padang pasir sampai salju. Baterai mobil listriknya tetap bisa bekerja optimal di suhu -30 derajat celcius sampai suhu panas 60 derajat celcius.

    Suzuki eVitara juga dilengkapi dengan mode regenerative dengan sistem one pedal. Suzuki mengklaim, mobil listrik ini bisa menjangkau jarak hingga 500 km dengan kondisi baterai penuh (berdasarkan pengujian internal untuk versi 61 kWh). Angka itu cukup untuk perjalanan Jakarta-Semarang yang sekitar 450 km.

    Suzuki eVitara dilengkapi ADAS (Advanced Driver Assistance System) Level 2 dan tujuh airbag, termasuk airbag di lutut pengemudi, sebagai standar fitur. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan rangkaian keselamatan yang komprehensif, termasuk struktur perlindungan baterai yang canggih dan bodi baja berkekuatan tinggi.

    Selain itu, Suzuki Connect pada mobil ini menambahkan lebih dari 60 fitur untuk pembaruan kendaraan secara langsung dan kendali jarak jauh. eVitara juga dilengkapi fitur-fitur premium seperti jok pengemudi yang dapat disesuaikan 10 arah, jok belakang yang dapat digeser, dan sistem suara Infinity by Harman.

    (rgr/dry)

  • Satpol PP Kabupaten Mojokerto Jaring Belasan Anak Punk Luar Kota

    Satpol PP Kabupaten Mojokerto Jaring Belasan Anak Punk Luar Kota

    Mojokerto (beritajatim.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto berhasil menjaring belasan anak punk dalam operasi jalanan, Jumat (6/2/2025). Dalam operasi dengan tujuan untuk menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat tersebut terjaring belasan anak punk dari luar kota.

    Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Mahendra WW mengatakan, ada dua wilayah yang menjadi sasaran operasi yakni di Kecamatan Mojosari dan Pungging. “Sasarannya di simpang lampu merah yang menjadi mangkal para PMKS,” ungkapnya.

    Masih kata Mahendra, titik yang menjadi sasaran operasi adalah simpang lampu merah dan perempatan yang biasa dipakai mangkal Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Operasi jalan tersebut merupakan agenda rutin sekaligus menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

    “Sasaran kami di tempat mereka (PMKS) Mangkal, yakni simpang 4 lampu merah Panjer dan simpang 4 lampu merah Lebaksono SMK Habibie Kecamatan Pungging. Simpang 4 Awang-awang dan Simpang 4 Pekukuhan Kecamatan Mojosari. Hasilnya belasan anak punk berhasil diamankan,” katanya.

    Dari operasi tersebut, lanjutnya, petugas berhasil mengamankan belasan anak punk yang sedang mangkal. Mereka tidak ada yang membawa kartu identitas, namun mereka mengaku berasal dari luar Mojokerto. Di simpang Panjer terjaring dua anak punk asal Kediri dan Nganjuk.

    “Perempatan Awang-awang 1 pengamen asal Grati Pasuruan, depan SPBU Awang-awang 5 anak punk. Mereka berasal dari Demak Jawa Tengah 1 anak, Kediri 1 anak, Sumenep Madura 1 anak, Jombang 1 anak, Candi Sidoarjo 1 anak serta 1 orang pengemis disabilitas berasal dari Bangkalan Madura. Dari belasan anak punk tersebut, dua diantaranya perempuan,” jelasnya.

    Pihaknya kemudian melakukan pendataan, teguran dan himbauan administrasi kepada belasan anak punk tersebut. Setelah dilakukan pendataan, belasan anak punk tersebut dibuatkan surat pernyataan tertulis untuk pulang ke daerahnya masing-masing dan tidak kembali melakukan kegiatan ke jalan untuk mengganggu ketertiban masyarakat.

    “Khusus untuk anak punk, peringatan diberikan dua kali. Jika tidak dihiraukan kami kirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan. Kami tetap lakukan pencegahan secara humanis sebatas peringatan saja, jika ada pengaduan dari masyarakat terkait ketertiban dan ketentraman umum akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. [tin/kun]

  • Skor Babak I Persis Solo Vs Persebaya 0-0, Kadek Raditya Harus Ditarik Keluar, Cedera di Menit Awal

    Skor Babak I Persis Solo Vs Persebaya 0-0, Kadek Raditya Harus Ditarik Keluar, Cedera di Menit Awal

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin

    TRIBUNJATIM.COM, SOLO – Laga Persis Solo Vs Persebaya berakhir imbang 0-0 hingga babak pertama di Stadion Manahan, Solo, Jumat (7/2/2025) malam ini.

    Persis Solo yang bermain di depan pendukung sendiri langsung mengambil inisiatif serangan laga pekan ke-22 Liga 1 2024/2025 ini sejak wasit Fibay Rahmatullah.

    Pertahanan Persebaya terus dicecar lewat pergerakan cepat pemain sayap Persis Solo, Moussa Sidibe, Althaf juga Ramadhan Sananta.

    Tempo permainan terus berjalan cepat meski laga berjalan di bawah guyuran hujan.

    Meski terus ditekan, pertahanan Persebaya masih cukup solid hingga menit ke-8.

    Menit 9 bek tengah Persebaya, Kadek Raditya harus ditarik keluar akibat cedera, digantikan Riswan Lauhim.

    Gawang Persebaya nyaris kebobolan menit 10 lewat tendangan keras Moussa Sidibe, namun masih bisa diamankan Ernando Ari, kiper Persebaya.

    Persis Solo terus mendominasi permainan. Persebaya yang terus ditekan hanya coba menciptakan peluang lewat skema serangan balik.

    Persebaya mendapat peluang pertamanya menit 12 melalui tendangan keras Flavio, sayang hanya mendarat di sisi kanan gawang Persis Solo.

    Ernando Ari kembali menunjukkan kualitas berhasil menggagalkan tendangan keras Moussa Sidibe menit 19.

    Memasuki menit 20 hujan mulai reda, permainan semakin menarik.

    Menit 25 Persebaya mulai bisa menetralisir serangan, praktis duel lini tengah tersaji dengan tensi tinggi.

    Gawang Persebaya kembali mendapat ancaman menit 29 melalui tendangan Jose Belleggia, namun Ernando masih bisa mengantisipasi.

    Ernando kembali bisa mengantisipasi serangan lawan menit 36 melalui tendangan Althaf.

    Penghujung babak pertama, tensi permainan masih berjalan cepat, dua tim silih ganti menekan.

    Namun hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama selesai, tak ada gol tercipta, skor 0-0 meniadi hasil sementara.

  • TTC Travel Mart Diikuti Puluhan Pelaku Perjalanan Wisata Internasional dan Domestik di Surabaya

    TTC Travel Mart Diikuti Puluhan Pelaku Perjalanan Wisata Internasional dan Domestik di Surabaya

    Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

    TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pameran pariwisata Travel Mart hadir di Surabaya, menjadi ‘mak comblang’ untuk menghubungkan para agent travel kepada vendor pariwisata.

    Gelaran rutin tahunan ke 41 ini, diikuti 80 sellers dari berbagai destinasi dan profil seperti tour operator, hotel, asuransi perjalanan, wifi, tempat wisata dan lain sebagainya.

    “Kali ini TTC Travel Mart ke 41 yang kami rutin gelar setahun dua kali. Eventnya B2B untuk travel agent, kenalan dan bikin paket,” ungkap Project Manager TTC Indonesia Pascalis Kidung kepada Tribun Jatim, Rabu (5/1/2025).

    Event ini menargetkan pengunjung sebanyak 410 pengunjung.

    Rata-rata dari pengunjung yang datang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Bali, Solo, Kediri.

    Kidung menyebut, Kota Surabaya selalu menjadi kota dengan market penerbangan pariwisata terbanyak setelah Jakarta. 

    Sehingga event ini juga menjadi lanjutan setelah digelar di Jakarta dengan 860 pengunjung.

    Sementara untuk destinasi wisata, Kidung menyebut, peningkatan terjadi pada market Jepang yang menyusul posisi Vietnam.

    Tahun lalu, agent travel Vietnam ramai ‘membuka meja’ atau ikut pameran TTC Travel Market.

    “Destinasi tahun lalu peningkatan market Vietnam, terlihat dari banyaknya agent Vietnam yang buka meja. 2024 Vietnam naik, 2025 Vietnam ramai tapi Jepang menyalip,” ungkapnya.

    Para seller internasional yang hadir menawarkan paket wisata seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, China, Korea Selatan, dan masih banyak lainnya.

    Tak hanya untuk perjalanan luar negeri, TTC Travel Market juga diikuti seller dari Banyuwangi, Medan, Manado, Bali, Lombok Labuhan Bajo sekitarnya.

    Tampak ramai pengunjung mendatangi satu per satu seller. Salah satunya Travel Japan Konsorsium.

    Dalam wawancara terpisah, Direktur Travel Japan Konsorsium Chung Brata menyebut peningkatan perjalanan pariwisata dari Indonesia ke Jepang dipengaruhi oleh banyak hal.

    Salah satunya kemudahan mengurus visa dan turunnya mata uang yen yang membuat  banyaknya permintaan terbang ke Jepang.

    “Sekarang elektronik visa, begitu gampangnya lewat website tanpa biaya. Makanya meningkat. Kurs turun lagi murah, makanannya oke. Jadi meningkat,” ungkapnya.

    Chung Brata menyebut dalam sebulan travelnya dapat mengakomodir 100-200 pax perjalanan wisata Indonesia ke Jepang.

    Sementara untuk tujuan wisata di Jepang, disebut Tokyo dan Fuji menjadi paling favorit.

    Tempat kuliner dan tempat souvenir jadi sorotan tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan Surabaya.

    “Area paling banyak Shinjuku, Shibuya, itu palinv top dikunjungi wisatawan,” tutupnya.

  • Program Tiga Juta Rumah Percepat Capaian SDGs

    Program Tiga Juta Rumah Percepat Capaian SDGs

    JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyebutkan program pembangunan tiga juta rumah dapat mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs).

    “Penyediaan perumahan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, swasta, dan masyarakat. Dengan strategi yang telah dirancang, diharapkan program tiga juta rumah dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ucapnya saat rapat koordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, dilansir Antara, Jumat 7 Februari.

    Pada kesempatan tersebut, dia menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kementerian PKP terus memperkuat strategi dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Pemerintah menegaskan komitmen untuk mewujudkan target pembangunan tiga juta rumah dalam periode 2025-2029, yang terdiri atas dua juta unit di pedesaan dan satu juta unit di perkotaan.

    “Pembangunan perumahan bukan hanya soal menyediakan tempat tinggal, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki hunian layak, terjangkau, dan berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Kepala Bappenas.

    Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan akses hunian layak dan terjangkau bagi MBR dengan menggunakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), serta pengembangan sistem housing queue yang akan memastikan penerima manfaat benar-benar tepat sasaran. Sistem ini mencakup informasi preferensi, daya beli, dan permintaan hunian, baik rumah milik, sewa, maupun sewa-milik.

    Demi mendukung keberlanjutan program ini, lanjutnya, revisi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (pemda) diperlukan guna memperluas kewenangan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan perumahan bagi MBR.

    Saat ini, regulasi tersebut membatasi peran pemda, padahal mereka memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan perumahan di wilayah masing-masing.

    Pemerintah turut mendorong skema matching program seperti yang telah diterapkan dalam program “Tuku Lemah Oleh Omah” di Jawa Tengah.

    Lebih lanjut, program tiga juta rumah ini diproyeksikan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan nilai investasi mencapai Rp412,50 triliun, program itu diproyeksikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,68 persen dan menyerap tenaga kerja 380 ribu orang.

    “Pemerintah juga berupaya memperkuat ekosistem perumahan melalui pengembangan tabungan berbasis investasi dan sekuritisasi aset pembiayaan perumahan. Skema pembiayaan perumahan swadaya di perdesaan akan diperluas, sementara pembangunan perumahan di perkotaan akan mengadopsi konsep transit-oriented development serta mempertimbangkan urban renewal (peremajaan kota),” ungkap Rachmat.

  • Astra Infra Pastikan Kesiapan 8 Ruas Tol Jelang Mudik Lebaran

    Astra Infra Pastikan Kesiapan 8 Ruas Tol Jelang Mudik Lebaran

    Bisnis.com, JAKARTA – Astra Infra memastikan 8 kelolaan ruas jalan tol miliknya siap mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik pada momentum libur Idulfitri 1446 H/2025. 

    Corporate Communications Analyst Astra Infra, Deandra Daniella menyebut saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kemantapan jalan sejumlah ruas tol milik Astra Infra, mulai dari Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) hingga Tol Tangerang – Merak (Tamer).

    “Memang sudah jadi SOP untuk jalan pasti terus dilakukan pengecekan secara rutin [tak hanya jelang Lebaran saja]. Terlebih nanti menjelang lebaran juga ada pembatasan untuk tidak boleh ada konstruksi di beberapa hari sebelum hari H, jadi memang kami sedang optimalkan ke situ,” kata Deandra saat melakukan kunjungan ke Wisma Bisnis Indonesia, Kamis (6/2/2025). 

    Lebih lanjut, Dea mengaku pihaknya telah merumuskan berbagai rekayasa lalu lintas mengantisipasi adanya kepadatan di sejumlah ruas milik Astra Infra.

    Adapun, Astra Infra sendiri memiliki 8 ruas tol di antaranya Tol Cipali, Tol Tamer, Tol Kunciran – Serpong dan Tol Ulujami – Kebon Jeruk. Kemudian, Astra Infra juga mengelola Tol Semarang – Solo, Tol Jombang – Mojokerto, Tol Pandaan – Malang dan dan terakhir Tol Surabaya – Mojokerto.

    Di sisi lain, sebagai langkah mengurai kepadatan di Rest Area Tol Cipali selama arus mudik dan arus balik Lebaran, Astra Infra juga menyuarakan agar para pemudik untuk dapat beristirahat di luar tol.

    Pasalnya, Tol Cipali sendiri menggunakan sistem tertutup. Sehingga, pengendara tidak akan dikenakan biaya tambahan apabila keluar dan masuk pada sejumlah pintu Tol Cipali. 

    “Biasanya kalau mudik itu memang kita koordinasi dengan kepolisian, jadi biasanya kita buat delaying system di rest area biar jalannya gak terlalu menumpuk,” tambah Dea.

    Berdasarkan catatan Bisnis, Astra Infra juga telah menyelesaikan penambahan lajur pada jalan Tol Cipali pada Desember lalu. Sedangkan, pada 2023 terdapat 5 titik di ruas Tol Cipali yang telah dilakukan pelebaran, di antaranya KM 72, KM 87, KM 101, KM 102, dan KM 130.

    Dengan demikian, total panjang ruas Tol Cipali yang diperlebar lajurnya mencapai 41,2 kilometer. Perinciannya, sepanjang 18,2 kilometer telah rampung diperluas pada 2023 dan sisanya yakni 23 kilometer ditargetkan rampung pada akhir 2024.

    Seiring dengan terpenuhinya peningkatan tersebut, tarif Tol Cipali juga baru-baru ini mengalami kenaikan. Di mana, kenaikan tarif jaringan Jalan Tol Trans Jawa (JTT)  itu telah berlaku sejak pukul 00.00 WIB pada 30 Oktober 2024. 

    Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Astra Tol Cipali memastikan kenaikan tarif tersebut telah mengantongi restu Kementerian Pekerjaan Umum yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Penyesuaian Tarif Tol dan Penetapan Golongan Kendaraan Bermotor pada Ruas Jalan Tol Cikampek – Palimanan Nomor 2789/KPTS/M/2024.

    Dalam perinciannya, tarif terjauh ruas Cikopo hingga Palimanan yang semula Rp119.000 bakal naik menjadi Rp132.000 untuk kendaraan golongan I. Artinya, kenaikan tarif tersebut mencapai 10% dari harga semula.

  • ASN di Jateng Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg, Sekda: Dialokasikan untuk Masyarakat Miskin
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        7 Februari 2025

    ASN di Jateng Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg, Sekda: Dialokasikan untuk Masyarakat Miskin Regional 7 Februari 2025

    ASN di Jateng Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg, Sekda: Dialokasikan untuk Masyarakat Miskin
    Tim Redaksi
    SEMARANG, KOMPAS.com
    – Sekretaris Daerah (Sekda)
    Jawa Tengah
    , Sumarno, mengingatkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) dilarang menggunakan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg).
    Larangan ini dikeluarkan karena gas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 500.2.1/196 yang ditandatangani oleh Sumarno pada 4 Februari 2025.
    Sumarno mengimbau seluruh ASN, baik di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Tengah maupun di Kabupaten/Kota, untuk tidak menggunakan elpiji tabung 3 kg dan diwajibkan beralih ke elpiji non-subsidi.
    “Saya ingatkan teman-teman semua, utamanya ASN di Jawa Tengah, baik Pemprov maupun kabupaten/kota, bahwa elpiji 3 kg dialokasikan untuk masyarakat miskin,” kata Sumarno dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2025).


    DOK PERTAMINA Pertamina Patra Niaga menyalurkan tambahan pasokan hingga 3,9 juta tabung gas elpiji 3 kilogram pada pekan pertama Februari 2025.
    Dia menegaskan bahwa ASN tidak termasuk dalam kategori masyarakat miskin, sehingga seharusnya ASN menyadari bahwa gas melon bersubsidi tersebut bukan hak mereka.
    Untuk mendukung subsidi yang tepat sasaran, ASN diminta untuk mematuhi surat edaran ini.
    “Kita semua sebagai ASN itu justru yang punya kewajiban agar kebijakan pemerintah bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
    Sumarno berharap ASN dapat menjadi contoh yang baik dengan tidak menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg.
    Selain itu, ASN juga diharapkan dapat berperan dalam mengawasi distribusi elpiji ukuran tersebut agar tepat sasaran.
    Menurutnya, jika yang menerima adalah mereka yang berhak, secara hitungan jumlah sudah memenuhi kebutuhan.
    Terlebih, Jawa Tengah telah mendapatkan jatah 1,2 metron ton gas selama 2025.
    “Kami mengetuk hati teman-teman ASN, kita tidak berhak, tentu (sebagai) umat beragama tahu bahwa kalau kita mengonsumsi sesuatu yang bukan haknya, itu adalah dilarang,” tandasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Lapas Sesak, Otto Tawarkan Rehabilitasi hingga Amnesti Napi Narkoba
                
                    
                        
                            Bandung
                        
                        7 Februari 2025

    Lapas Sesak, Otto Tawarkan Rehabilitasi hingga Amnesti Napi Narkoba Bandung 7 Februari 2025

    Lapas Sesak, Otto Tawarkan Rehabilitasi hingga Amnesti Napi Narkoba
    Tim Redaksi
    CIREBON, KOMPAS.com
    – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan,
    Otto Hasibuan
    , menyebut penghuni seluruh lapas di Indonesia sudah over kapasitas.
    Pihaknya tengah mengevaluasi untuk menurunkan tingkat kriminalitas dengan berbagai opsi.
    Salah satu fakta yang dia dapati, usai dilantik pada 21 Oktober 2024 lalu, sekitar 55 persen dari penghuni lapas adalah kasus narkoba.
    Sebagian besar di antaranya adalah pelaku dengan kategori pengguna baru yang coba-coba, lalu masuk penjara dihukum lama, dan keluar malah jadi bandar.
    Salah satu opsi yang dipertimbangkan, kata Otto, adalah upaya rehabilitasi bagi pengguna narkoba, terutama mereka yang baru pertama kali terjerat kasus.
    Atas dasar itu, kebijakan rehabilitasi perlu dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan aspek hukum serta ketersediaan anggaran negara.
    “Kita hitung-hitung, kalau mereka dipenjara, negara harus menanggung makan dan minum mereka. Bisa jadi kalau dialokasikan untuk rehabilitasi, biayanya malah lebih efisien,” kata Otto saat ditemui Kompas.com dalam kunjungannya ke Lapas Kelas 1 Kesambi Kota Cirebon pada Jumat (7/2/2025) siang.
    Opsi ini adalah salah satu langkah dan pendekatan baru dalam penegakan hukum, terutama terkait kasus narkoba.
    Hal ini terutama mempertimbangkan solusi agar jumlah penghuni lapas tidak terus meningkat.
    Baginya, bila tidak ada opsi dan pendekatan baru, hal ini akan terus menjadi masalah besar dalam penanganan hukum, utamanya lembaga pemasyarakatan.
    Otto tidak ingin menambah lapas, karena sama saja membiarkan potensi kejahatan terus terjadi.
    Otto juga menyoroti soal opsi amnesti bagi 44 ribu warga binaan lapas di Indonesia dengan kategori tertentu, namun tidak melanggar ketentuan hukum.
    Beberapa di antaranya adalah narapidana yang sudah berusia 95 tahun, narapidana dengan gangguan jiwa, dan lainnya.
    Menurutnya, hal ini perlu menjadi perhatian khusus karena sudah tidak mampu secara fisik untuk menjalani hukuman.
    Bahkan, orang dengan gangguan jiwa berpotensi membahayakan lingkungan sekitarnya.
    Otto juga menegaskan bahwa pemerintah harus mengambil kebijakan yang lebih baik dalam sistem pemasyarakatan.
    “Kita tidak lagi berpikir soal balas dendam terhadap orang. Makanya sekarang disebut lembaga pemasyarakatan, bukan lagi penjara,” tambah Otto.
    Evaluasi ini masih terus berjalan.
    Sejak beberapa hari lalu, dirinya bersama tim kementerian melakukan kunjungan kerja ke beberapa lapas, antara lain Grobogan, Bangli, dan lainnya.
    Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat masalah secara luas guna menemukan formula dan opsi yang tepat dalam penegakan hukum dengan pendekatan terbaru.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.