Produk: CCTV

  • Kompolnas Ungkap Ada Satu CCTV yang Bisa Gambarkan Jelas Kasus Affan Kurniawan – Page 3

    Kompolnas Ungkap Ada Satu CCTV yang Bisa Gambarkan Jelas Kasus Affan Kurniawan – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Kompolnas bersama Komnas HAM mendampingi Bareskrim mengambil beberapa rekaman CCTV terkait kasus tewasnya pengemudi ojol Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

    Komisioner Kompolnas Choirul Anam menjelaskan, kehadirannya untuk memastikan proses penyelidikan berjalan terbuka dan transparan.

    “Kami, Kompolnas sama Komnas HAM diundang. Kami cek semua bagaimana mereka ngambilnya, terus apa saja, jadi sebelum diambil, di-copy, ada yang DVR-nya diambil, terus sebelum itu memang kita minta untuk diperlihatkan dulu videonya,” kata Cak Anam kepada wartawan, Senin (8/9/2025).

    Sejak pagi, tim gabungan bergerak ke beberapa titik, mulai dari Diskominfo Balai Kota hingga gedung-gedung di sekitar lokasi. Proses pengambilan dilakukan terbuka, disaksikan Komnas HAM dan Kompolnas, serta pemilik gedung.

    Dia mengatakan, pengambilan rekaman CCTV di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.

    “Jadi video di titik yang paling penting itu juga diambil, terus ditarik beberapa waktu, baik ke belakang maupun ke depan itu kami lihat, baru DVR-nya diambil, ada yang diambil, ada yang belum karena memang prosesnya panjang, ada yang di-copy karena prosesnya panjang. Tapi yang paling penting substansi gambarnya sudah kami lihat dulu,” ujar dia.

    Anam menjelaskan, sebelum DVR diambil, rekaman diperlihatkan lebih dulu ke pihak pengawas. Tak hanya itu, Kompolnas juga ikut merekam seluruh proses pengambilan. Rekaman tersebut rencananya akan dibagikan ke media sebagai bukti transparansi.

    “Nah kami juga rekam prosesnya,” ucap dia.

     

  • Polisi Buru Perampok Bersenpi yang Gasak Rp47 Juta dari Dua Alfamart Tuban

    Polisi Buru Perampok Bersenpi yang Gasak Rp47 Juta dari Dua Alfamart Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Aksi perampokan bersenjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) ternyata menyatroni dua Alfamart di jalan Panglima Sudirman dan Jalan RE Martadinata Tuban.

    Aksi sekawanan perampokan tersebut berlangsung cepat dari mulai pukul 03.02 hingga 03.24 WIB, kini Kepolisian Satreskrim Polres Tuban tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

    Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander mengatakan sebelumnya tadi siang telah dilakukan olah TKP di dua Alfamart tersebut dan diperkirakan pelaku berjumlah empat orang datang dengan menggunakan satu mobil.

    “Kami masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian,” terang AKP Dimas sapanya. Senin (08/09/2025).

    Dari hasil pemeriksaan, ciri-ciri pelaku menggunakan jaket hoodie dan penutup wajah. Serta, saat melakukan aksinya, satu orang tetap berada di dalam mobil sebagai sopir sekaligus memantau situasi. Sedangkan, tiga orang lainnya masuk ke Alfamart dengan mengancam para pegawai untuk membuka brangkas.

    “Dari dua minimarket itu, mereka berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 47 juta,” kata Dimas.

    Ia juga menjelaskan, pelaku sepertinya dengan sengaja menyasar minimarket yang beroperasi 24 jam ketika kondisi sedang sepi. “Kami juga mendapatkan kabar bahwa dengan ciri-ciri pelaku ini ternyata tidak hanya dilakukan di Tuban saja,” terang Dimas.

    Mereka sebelum beraksi di Tuban telah melakukan aksi di Kabupaten Rembang Jawa Tengah, kemudian di Tuban, serta di Kabupaten Lamongan. “Ciri-ciri kendaraan dan postur tubuhnya sama,” imbuhnya.

    Ia mengimbau kepada pengelola minimarket untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat shift malam. “Kalau bisa dipertebal lagi jumlah pegawai pada malam hari untuk meminimalisir kejadian serupa,” pungkasnya. [dya/kun]

  • Misteri Sosok Mukena Berbadan Besar,Terekam CCTV saat Bakar Lemari Masjid di Makassar

    Misteri Sosok Mukena Berbadan Besar,Terekam CCTV saat Bakar Lemari Masjid di Makassar

    Liputan6.com, Jakarta – Warga BTN Batara Ugi, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dihebohkan aksi pembakaran lemari dan peralatan salat di Masjid Al-Mujahidin pada Senin (8/9/2025) dini hari.

    Kejadian itu pun kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. 

    Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Jafar Ahmad membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa pihaknya kini tengah memburu terduga pelaku. 

    “Sementara kami selidiki dan lakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Jafar, Senin (8/9/2025) kepada Liputan6.com.

    Saat ini pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengambil rekaman CCTV.  “Sudah olah TKP dan kami libatkan tim Inafis Polrestabes Makassar. Kita sudah cek CCTV dan periksa tiga orang saksi,” bebernya. 

     

    Sebuah plafon masjid di Makassar, Sulawesi Selatan ambruk saat jamaah masjid sedang melaksanakan ibadah. Diduga ambruknya plafon masjid itu lantaran tiang balok plafon keropos.

  • Penganiaya Sekuriti di Depok Ternyata Warga Setempat 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 September 2025

    Penganiaya Sekuriti di Depok Ternyata Warga Setempat Megapolitan 7 September 2025

    Penganiaya Sekuriti di Depok Ternyata Warga Setempat
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menegaskan bahwa pelaku penganiayaan sekuriti di Perumahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Kota Depok adalah warga kompleks.
    “Saat ini pelaku sudah teridentifikasi memang tinggal di daerah tersebut,” kata Made Budi kepada wartawan, Minggu (7/9/2025).
    Made melanjutkan, korban telah membuat laporan dan kasus tersebut kini tengah dalam proses pemeriksaan.
    “Korban sudah membuat laporan di Polsek Sukmajaya, dan saat ini proses penyidikan masih berlanjut. Sedang tahap pemeriksaan korban dan saksi,” ucap Made.
    Korban mengalami memar di bagian wajah yaitu pipi bagian kanan dan luka di kaki.
    Namun, hasil visum yang dijalankan korban di Polres Metro Depok sampai saat ini masih belum diketahui.
    Adapun, insiden pemukulan itu diketahui dipicu oleh seorang pemuda yang mengendarai motor memaksa korban untuk membuka portal tersebut agar bisa melintas.
    “Pelaku tersebut mau lewat, namun tidak diperkenankan oleh security tersebut, karena memang sudah melewati jam malam atau jam tutup portal,” kata Made.
    “Namun ketika portal dibuka, tiba-tiba penganiayaan langsung dilakukan oleh pemuda tersebut,” sambungnya.
    Sebelumnya diberitakan, seorang petugas keamanan lanjut usia diduga dianiaya pengendara motor di Perumahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jumat (5/9/2025).
    Insiden ini terekam kamera CCTV dan diunggah di akun Instagram @depokhariini.
    Video menunjukkan korban berpakaian serba hitam sedang jongkok di tepi portal jalan sambil membuka gembok untuk seorang pria pengendara motor yang membonceng wanita.
    Saat portal diangkat setengah, pengendara motor melaju dan berhenti sejenak.
    Tidak lama kemudian, pria tersebut memukul korban hingga terjadi penganiayaan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Penganiaya Sekuriti di Depok Ternyata Warga Setempat 
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 September 2025

    Kronologi Sekuriti di Depok Dianiaya Pemotor hingga Terluka Gegara Portal Perumahan Megapolitan 7 September 2025

    Kronologi Sekuriti di Depok Dianiaya Pemotor hingga Terluka Gegara Portal Perumahan
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com —
    Seorang satpam lanjut usia di Sukmajaya, Kota Depok mengalami luka memar di bagian wajah usai dianiaya pengendara motor pada Jumat (5/9/2025) malam.
    “Untuk visum saat ini masih belum diketahui hasilnya. Namun yang terlihat secara kasat mata luka lebam di wajah sebelah kanan dan luka di kaki sebelah kanan,” jelas Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi, Minggu (7/9/2025).
    Made melanjutkan peristiwa bermula pelaku yang menggunakan motor memaksa satpam untuk membuka portal perumahan yang sudah ditutup.
    Namun korban menjelaskan bahwa jam malam portal memang harus ditutup. Saat satpam akan membuka portal, pelaku langsung melakukan penganiayaan.
    “Pelaku tersebut mau lewat, namun tidak diperkenankan oleh security tersebut, karena memang sudah melewati jam malam atau jam tutup portal,” kata Made. 
    “Namun ketika portal dibuka, tiba-tiba penganiayaan langsung dilakukan oleh pemuda tersebut,” sambungnya.
    Adapun, Polres Metro Depok memastikan bahwa identitas pelaku sudah dipastikan sebagai warga yang tinggal di dalam perumahan tersebut. 
    “Saat ini pelaku sudah teridentifikasi memang tinggal di daerah tersebut, dan korban sudah membuat laporan di Polsek Sukmajaya, dan saat ini proses penyidikan masih berlanjut,” terang Made.
    Sebelumnya diberitakan, seorang petugas keamanan lanjut usia diduga dianiaya pengendara motor di Perumahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Kota Depok.
    Insiden ini terekam kamera CCTV dan viral di media sosial Instagram @depokhariini.
    Video menunjukkan korban berpakaian serba hitam sedang jongkok di tepi portal jalan sambil membuka gembok untuk seorang pria pengendara motor yang membawa wanita di jok penumpang.
    Saat portal diangkat setengah, pengendara motor melaju dan berhenti sejenak. Tidak lama kemudian, pria tersebut memukul korban hingga terjadi penganiayaan.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Koalisi Jurnalis Bali Desak Polda Tindak Tegas Polisi Pelaku Intimidasi Wartawan

    Koalisi Jurnalis Bali Desak Polda Tindak Tegas Polisi Pelaku Intimidasi Wartawan

    Dukungan moral mengalir dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar. Kordiv Gender dan Kemitraan AJI Denpasar, Ni Kadek Novi Febriani, menilai langkah Fabiola melaporkan kasus ini sangat penting bagi dunia pers.

    “Fabiola adalah bukti nyata jurnalis perempuan pemberani yang melawan intimidasi. Kebebasan pers adalah kunci negara demokratis dan tidak bisa ditawar. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia,” tegas Febri.

    Febri juga menyinggung Pasal 8 UU Pers yang menjamin perlindungan hukum bagi wartawan.

    “Adanya tindakan kekerasan terhadap jurnalis saat meliput aksi 30 Agustus adalah pelanggaran hukum sekaligus pelanggaran demokrasi,” tambahnya.

    AJI Denpasar secara tegas mengecam intimidasi terhadap jurnalis dan meminta Kapolda Bali mengusut tuntas kasus ini.

    “Kami mendesak polisi mengungkap pelaku dan memastikan kejadian serupa tidak berulang,” pungkasnya.

     

    Serangan Terhadap Kebebasan Pers

    Koalisi Jurnalis Bali menilai tindakan aparat ini bukan sekadar pelanggaran terhadap individu, melainkan juga serangan terhadap kebebasan pers dan demokrasi.

    “Pekerjaan jurnalis dilindungi UU Pers. Jika aparat justru mengintimidasi, itu sama dengan menghalangi hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar dan independen,” jelas Rhadite.

    Sebagai bukti, tim hukum telah menyerahkan kartu pers, surat tugas peliputan, dua orang saksi, dan titik rekaman CCTV yang merekam sebagian kejadian. Semua dokumen itu diharapkan memperkuat penyidikan.

    Kasus Fabiola Dianira menjadi sorotan karena memperlihatkan rentannya posisi jurnalis di lapangan, terutama saat meliput aksi massa yang berpotensi ricuh.

    Koalisi Jurnalis Bali yang beranggotakan YLBHI-LBH Bali, AJI Denpasar, IJTI Bali, IWO Bali, Ukhuwah Jurnalis Bali, dan Pena NTT menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik.

    “Kami berharap seluruh jurnalis yang menjadi korban berani melapor. Hanya dengan begitu kita bisa memutus mata rantai kekerasan aparat terhadap jurnalis,” tegas Rhadite.

  • Grand Final Soedirman Cup di Pacitan Ricuh, Penonton Bakar Perangkat Pertandingan Gara-gara Rivan dan Dimas Absen

    Grand Final Soedirman Cup di Pacitan Ricuh, Penonton Bakar Perangkat Pertandingan Gara-gara Rivan dan Dimas Absen

    Pacitan (beritajatim.com) – Turnamen bola voli Soedirman Cup 2025 yang digelar di kawasan Monumen Jenderal Soedirman, Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Pacitan, berakhir dengan kericuhan pada Minggu (7/9/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

    Kejadian ini dipicu oleh kekecewaan para penonton yang merasa dibohongi setelah dua pemain bintang nasional yang dijanjikan panitia tidak kunjung hadir.

    Menurut rekaman video amatir yang beredar luas, para penonton yang kecewa melakukan aksi anarkis dengan membakar perangkat pertandingan. Tidak hanya pamflet dan lampu, kamera CCTV dan panggung utama juga menjadi sasaran amukan massa.

    Camat Nawangan, Sukarwan, mengonfirmasi bahwa kerusuhan tersebut dipicu oleh absennya dua pemain tim nasional yang dijanjikan akan tampil, yakni Rivan Nurmulki yang seharusnya memperkuat Restu Putra Gunungkidul, dan Dimas Saputra Pratama yang seharusnya membela KWK Genk Ponorogo.

    Sukarwan menjelaskan, “Sejak setengah set pertama sudah ada gejolak. Banyak penonton dari luar daerah datang hanya untuk menyaksikan mereka. Karena kecewa, akhirnya penonton merusak perangkat pertandingan.”

    Meski demikian, Sukarwan menegaskan bahwa fasilitas milik pemerintah dan pedagang sekitar monumen tetap aman. “Hanya perangkat pertandingan yang dirusak, fasilitas monumen tidak ada yang terdampak,” ujar Sukarwan, memastikan bahwa kerusuhan hanya berfokus pada area pertandingan.

    Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh aparat setempat untuk mengidentifikasi pelaku kerusuhan dan mengupayakan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. [tri/suf]

  • Sopir Bank di Wonogiri Bawa Kabur Rp10 Miliar, Sempat Curhat Gaji Tak Cukup Beli Susu Anak

    Sopir Bank di Wonogiri Bawa Kabur Rp10 Miliar, Sempat Curhat Gaji Tak Cukup Beli Susu Anak

    Liputan6.com, Solo – Hilangnya uang Rp10 miliar milik salah satu bank daerah di Wonogiri masih jadi sorotan. Dana tersebut dibawa kabur sopir bank menggunakan mobil operasional saat pengambilan di Solo, Senin (1/9/2025).

    Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Prastiyo Triwibowo menjelaskan kronologi awal kasus pencurian uang bank ini. Menurutnya, pegawai bank mengambil Rp6 miliar dari Kantor Perwakilan BI Cabang Solo. Sementara Rp4 miliar lainnya diambil dari Bank Jateng Cabang Solo kawasan Gladag.

    Semua proses dilakukan dengan mobil penumpang yang difungsikan sebagai kendaraan operasional bank.

    “Dari Rp4 miliar yang diambil, sudah dimasukkan ke dalam boks sesuai SOP. Namun masih ada kekurangan Rp1 miliar yang rencananya akan menyusul. Pada saat teller menunggu tambahan dana tersebut, sopir bersama mobil tiba-tiba tidak ada di lokasi,” kata Prastiyo.

    Rekaman CCTV menunjukkan mobil keluar area sekitar pukul 12.20 WIB. Ketika dihubungi, sopir yang membawa kendaraan itu tidak memberi respons. Sampai sekarang, belum ada titik terang mengenai keberadaan mobil maupun pelaku.

    “Ini menjadi fokus pencarian kami. Sampai detik ini, baik mobil maupun terduga pelaku masih belum ditemukan. Anggota di lapangan terus melakukan pengejaran dan penelusuran,” katanya.

    Polisi pun telah memeriksa beberapa saksi, termasuk pegawai bank dan orang-orang yang sempat berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan para saksi ini penting untuk mengurai lebih detail jalannya peristiwa.

    Selain itu, penyidik juga menelusuri soal prosedur keamanan dana. Termasuk alasan mengapa mobil penumpang digunakan sebagai kendaraan operasional untuk membawa uang dalam jumlah besar.

    “Kami pastikan akan terus mendalami informasi yang ada. Proses pemanggilan saksi-saksi tambahan juga berjalan sesuai SOP. Mohon dukungan doa agar mobil dan pelaku segera bisa ditemukan,” ucapnya.

  • Tol Trans Sumatera Tambah Panjang Lagi 18,49 Km, Tembus Jambi!

    Tol Trans Sumatera Tambah Panjang Lagi 18,49 Km, Tembus Jambi!

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT Hutama Karya (Persero) atau HK telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan predikat bintang 5 (lima). SLO itu diberikan untuk proyek Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 (Tempino-Ness) pada Jumat (22/8/2025) lalu.

    Sertifikat ini menandai kesiapan penuh ruas tol sepanjang 18,49 Km tersebut untuk melayani publik dengan standar keselamatan dan kualitas terbaik. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah melalui penilaian dengan predikat tertinggi ini.

    “Predikat ini bukti komitmen Hutama Karya yang mampu menghadirkan infrastruktur jalan tol berstandar tinggi. Ruas Tempino-Ness kami siapkan dengan cermat agar mengakomodir perjalanan yang aman, efisien, dan bermakna bagi masyarakat,” ungkap Adjib dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

    Lebih lanjut, Adjib menegaskan bahwa jalan tol ini secara substansi sudah siap beroperasi. Tahap selanjutnya adalah penerbitan Keputusan Menteri PU mengenai penetapan pengoperasian sebelum jalan tol dapat digunakan oleh publik. Setelah beroperasi, waktu tempuh Jambi menuju Betung dipangkas drastis dari lebih empat jam menjadi sekitar dua jam saja.

    Adapun dari Bayung Lencir (Sumatera Selatan) menuju Sp. Ness (Jambi) kini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dibanding sebelumnya hampir 3 jam, dimana dapat memecah kemacetan yang sering terjadi di jalur Lintas Sumatera.

    Jalan tol ini juga sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik, terutama arus angkutan batu bara dan hasil sumber daya alam, sehingga diharapkan memberi dorongan pada produktivitas kawasan dan industri sekitar.

    Foto: Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 (Tempino–Ness). (Dok. Hutama Karya)
    Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 (Tempino–Ness). (Dok. Hutama Karya)

    SLFO bintang 5 diperoleh setelah melalui proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Rabu – Jumat (6-8 Agustus 2025) lalu. Uji tersebut meliputi pemeriksaan teknis lapangan, seperti struktur jalan utama, bahu jalan, drainase, dan kelengkapan rambu keselamatan, serta evaluasi aspek administrasi sesuai regulasi Kementerian PU.

    Jalan Tol Tempino-Ness dibangun dengan dua lajur per arah, dilengkapi bahu jalan sisi dalam dan luar, drainase modern, on-off ramp, serta rambu keselamatan. Dari sisi kelengkapan fasilitas, tersedia penerangan jalan umum (PJU), pos pemantauan, dan sistem CCTV 24 jam agar pengguna tetap merasa aman selama perjalanan.

    “Kami berharap dengan beroperasinya ruas tol ini, masyarakat Jambi dan Sumatra Selatan bisa merasakan langsung manfaat perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman terutama dalam mempersiapkan momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 nanti,” tutup Adjib.

    Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang ±1.235 Km, termasuk ruas yang beroperasi maupun dalam tahap konstruksi. Ruas tol yang telah beroperasi penuh antara lain:

    Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (140 Km),
    Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 Km),
    Tol Palembang – Indralaya (22 Km),
    Tol Indralaya – Prabumulih (64 Km),
    Tol Betung – Jambi Seksi 3 (Bayung Lencir – Tempino) (33,6 Km),
    Tol Bengkulu – Taba Penanjung (16,725 Km),
    Tol Pekanbaru – Dumai (132 Km),
    Tol Medan – Binjai (17 Km),
    Tol Binjai – Langsa Seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km),
    Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 Km),
    Tol Padang – Sicincin (35,45 Km),
    Tol Indrapura – Kisaran (48 Km),
    Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 Km),
    Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 (49 Km).

    (wur/wur)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Dosen UPI yang Sempat Dikabarkan Hilang Ditemukan di Lembang, Tak Terkait Aksi Demo – Page 3

    Dosen UPI yang Sempat Dikabarkan Hilang Ditemukan di Lembang, Tak Terkait Aksi Demo – Page 3

    Pencarian terhadap Esa oleh kepolisian sempat berlangsung sampai Sabtu dinihari. Polisi menyisir daerah Cikole, Lembang, berdasarkan jejak terakhirnya. Diawali dari penemuan sepeda motor di sebuah parkiran minimarket.

    Di Lembang, Esa sempat tinggal di salah satu masjid di Lembang. Selama tiga hari tinggal di masjid, jejak Esa kemudian hilang lagi tanpa diketahui ke mana arahnya.

    “Jadi yang kami temukan selama pencarian itu hanya motornya saja di parkiran minimarket, dari CCTV dia buru-buru pergi sambil membawa tasnya. Tapi ketika di jalan tidak kelihatan lagi. Jadi kalau kami, sampai malam pencarian tidak menemukan yang bersangkutan,” kata Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, dilansir Antara.

    Nama Esa masuk dalam daftar orang hilang yang dicatat oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

    Kontras mencatat masih ada 7 orang yang dinyatakan hilang keberadaannya sejak aksi demonstrasi besar di berbagai wilayah Tanah Air pada 25, 28, 29, 30, 31 Agustus 2025.