Polisi Tutup Kasus Kematian Arya Daru, Keluarga Ungkap Banyak Kejanggalan

Polisi Tutup Kasus Kematian Arya Daru, Keluarga Ungkap Banyak Kejanggalan

Liputan6.com, Jakarta – Di balik keputusan kepolisian menghentikan penyelidikan kematian Arya Daru, tersisa tanda tanya besar yang hingga kini belum terjawab.

Bagi keluarga, penutupan perkara justru membuka kembali luka lama sekaligus memunculkan sederet kejanggalan yang mereka nilai tidak pernah diusut secara tuntas.

Kematian Arya Daru yang sejak awal menyisakan misteri kini resmi dihentikan penyelidikannya oleh kepolisian. Kepastian itu diketahui setelah istri almarhum, Meta Puspitari, menerima Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) pada 7 Januari 2026.

Namun, yang menjadi sorotan, surat tersebut bertanggal 6 Januari 2026, sementara penetapan penghentian penyelidikan disebut telah dilakukan sejak 12 Desember 2025.

Keputusan ini sontak menuai kekecewaan mendalam dari pihak keluarga. Mereka menilai, banyak fakta penting yang hingga kini belum mendapatkan penjelasan logis dari aparat penegak hukum.

Salah satu kejanggalan yang kembali diungkap adalah temuan sidik jari di lokasi kejadian. Dalam audiensi dengan penyidik Polda Metro Jaya pada November 2025, keluarga mendapat penjelasan bahwa terdapat empat sidik jari di tempat kejadian perkara. Namun, hanya satu yang berhasil diidentifikasi sebagai milik Arya Daru, sementara tiga lainnya disebut rusak akibat faktor cuaca.

Penjelasan tersebut dinilai janggal oleh keluarga. Pasalnya, sidik jari itu ditemukan di dalam kamar tertutup yang dilengkapi pendingin ruangan atau AC. Menurut keluarga, kondisi tersebut seharusnya meminimalkan kemungkinan rusaknya sidik jari akibat cuaca.

“Kami mempertanyakan logika dari penjelasan itu. Bagaimana mungkin sidik jari di ruangan tertutup dan ber-AC rusak karena cuaca?,” ujar Ketua Tim Hukum Keluarga Almarhum Arya Daru Pangayunan (ADP), Nicolay Aprilindo.

 

Pihak keluarga mendesak penyidik Polda Metro Jaya mendalami informasi terbaru di balik kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan. Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui kerap menginap bersama seorang perempuan di sejumlah hotel di Jakart…