Pipa Gas PT TGI 2 Kali Meledak di Riau, Pakar Duga akibat Tak Ada Inspeksi Menyeluruh Regional 11 Januari 2026

Pipa Gas PT TGI 2 Kali Meledak di Riau, Pakar Duga akibat Tak Ada Inspeksi Menyeluruh
                
                    
                        
                            Regional
                        
                        11 Januari 2026

Pipa Gas PT TGI 2 Kali Meledak di Riau, Pakar Duga akibat Tak Ada Inspeksi Menyeluruh
Tim Redaksi
PEKANBARU, KOMPAS.com
– Pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) kembali meledak di Riau, memicu sorotan dari pakar minyak dan gas bumi (Migas).
Peristiwa ledakan pertama terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Jumat (2/1/2026) sore, yang memicu kebakaran besar.
Berselang seminggu, pipa gas kembali meledak di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jumat (9/1/2026) dini hari, namun tidak sampai memicu kebakaran.
Pakar Migas
Riau, Muslim, menilai peristiwa ini mengindikasikan tidak adanya inspeksi menyeluruh terhadap jaringan pipa gas setelah ledakan pertama.
Menurutnya, tim PT TGI terkesan hanya fokus menyelesaikan titik pipa yang meledak pertama kali, tanpa melakukan pemeriksaan menyeluruh pada pipa-pipa lain di sekitar jalur tersebut.
“Kebocoran pipa gas yang terjadi untuk kedua kalinya, ini memberi kesan bahwa tim PT TGI hanya fokus pada perbaikan pipa yang meledak pertama. Tidak terlihat adanya inspeksi menyeluruh terhadap pipa-pipa gas di sekitar titik kebocoran, baik sebelum maupun sesudahnya dalam radius tertentu,” tutur Muslim saat diwawancarai wartawan di Pekanbaru, Minggu (11/1/2026).
Muslim menegaskan, ketika terjadi kebocoran dan ledakan gas di satu titik, seharusnya segera dilakukan analisis menyeluruh untuk mengidentifikasi kemungkinan titik-titik lain yang berpotensi mengalami kebocoran lanjutan.
“Pihak perusahaan harus cepat menganalisis titik mana saja yang berpotensi bocor berikutnya.”
Muslim menjelaskan, data hasil inspeksi, perbaikan, serta pengujian rutin pipa gas yang selama ini dilakukan, seharusnya menjadi bahan utama untuk dianalisis secara mendalam ketika terjadi insiden kebocoran.
“Data-data inspeksi dan perawatan yang ada itu sangat penting. Idealnya dibuka, dibahas, dan dianalisis lebih detail saat terjadi kebocoran seperti sekarang, karena sangat membantu dalam pengambilan keputusan teknis,” katanya.
Ia menegaskan bahwa
maintenance
(pemeliharaan) dan
inspeksi pipa gas
, merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan secara rutin oleh perusahaan pengelola.
“Kegiatan
maintenance
dan inspeksi pipa adalah hal wajib. Biaya operasional dan
maintenance
(O&M) memang harus disiapkan. Ini jauh lebih kecil dibandingkan biaya dan dampak jika terjadi kebocoran besar, kebakaran, bahkan korban jiwa,” terang Muslim.
Muslim mendorong pihak-pihak terkait, seperti SKK Migas dan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki PT TGI.
“Perlu diperiksa apakah SOP yang ada benar-benar dilaksanakan secara rutin dan konsisten, baik untuk inspeksi pipa maupun mitigasi risiko ketika terjadi insiden,” kata Muslim.
Ia juga menekankan bahwa kebocoran pipa gas, umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses bertahap.
“Pipa gas idealnya tidak langsung bocor besar dan meledak. Biasanya ada kebocoran kecil terlebih dahulu. Karena pipa tertanam di dalam tanah, kebocoran kecil ini sering tidak terdeteksi jika inspeksi tidak dilakukan secara serius dan rutin,” jelas Muslim.
Menurutnya, justru di situlah pentingnya inspeksi berkala dan sistem pemantauan yang ketat, agar potensi kebocoran dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi ledakan.
Terkait penyebab kebocoran, Muslim menyebut masih perlu menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.
“Apakah kebocoran ini akibat kelalaian dalam inspeksi dan
maintenance
rutin, atau karena faktor lain seperti bencana alam, misalnya hujan deras seperti yang disampaikan pihak PT TGI, semuanya harus dibuktikan lewat investigasi,” kata Muslim.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, dua rumah warga bocor akibat bantingan batu dan tanah dampak dari ledakan.
Polres Inhu meminta keterangan pihak perusahaan pascakejadian.
Menurut pihak perusahaan, kebocoran pipa gas terjadi karena faktor alam, yakni hujan.
Kompas.com sudah mencoba mengonfirmasi Corporate Secretary PT TGI, Emil Ismail, terkait ledakan pipa yang kembali terjadi, namun tak merespons.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.