TRIBUNNEWS.COM – Sebuah pesawat penumpang Delta nyaris bertabrakan dengan jet Angkatan Udara AS di dekat Bandara Nasional Reagan, Jumat (28/3/2025).
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden penerbangan di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Pesawat Delta dengan 137 orang di dalamnya sedang dalam penerbangan menuju Minneapolis-St Paul, Minnesota.
Tiba-tiba alarm berbunyi di kokpit, memperingatkan keberadaan pesawat lain dalam jarak berbahaya.
Menurut laporan Daily Mail, jet tempur T-38 Talon milik Angkatan Udara AS melintas dengan kecepatan lebih dari 350 mil per jam hanya beberapa ratus kaki di bawah pesawat Delta.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menyatakan bahwa empat jet T-38 sedang menuju Pemakaman Nasional Arlington untuk melakukan terbang lintas ketika insiden itu terjadi.
Pengendali lalu lintas udara segera mengeluarkan instruksi perbaikan kepada kedua pesawat untuk menghindari tabrakan.
Dalam komunikasi yang terdengar di LiveATC.net, seorang pilot Delta bertanya, “Apakah ada pesawat sekitar 500 kaki di bawah kami?” yang kemudian dikonfirmasi oleh pengendali lalu lintas udara.
FAA telah mengumumkan penyelidikan terhadap insiden ini.
“Pesawat Delta menerima peringatan di dalam pesawat bahwa ada pesawat lain di dekatnya,” kata mereka dalam pernyataan resmi.
Delta Airlines menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama mereka.
“Kami akan bekerja sama dengan regulator dan pemangku kepentingan penerbangan dalam peninjauan insiden ini,” kata juru bicara maskapai tersebut.
Senator AS dari Minnesota, Amy Klobuchar, mengecam insiden ini melalui media sosial.
“Sangat berbahaya, syukurlah semua orang selamat. Saya akan menanyakan Departemen Pertahanan mengapa pesawat militer bisa terbang begitu dekat dengan penerbangan penumpang,” tulisnya.
Insiden ini terjadi setelah serangkaian kecelakaan udara yang mengkhawatirkan.
Pada Januari lalu, tabrakan antara helikopter Black Hawk dan penerbangan American Airlines di dekat Reagan National menewaskan 67 orang, menjadikannya bencana penerbangan AS paling mematikan sejak 2001.
Selain itu, FAA melaporkan adanya lebih dari 15.000 kejadian hampir tabrakan antara pesawat dan helikopter antara Oktober 2021 hingga Desember 2024.
Laporan dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) juga mengungkapkan 85 kasus di mana dua pesawat terbang dalam jarak kurang dari 1.500 kaki secara horizontal dan kurang dari 200 kaki secara vertikal.
Bandara Reagan National telah lama menghadapi kekurangan staf pengendali lalu lintas udara.
Menurut laporan FAA, hingga September 2023 hanya ada 19 pengendali bersertifikat penuh, jauh di bawah target 30 orang.
CNN melaporkan bahwa saat ini jumlah staf meningkat menjadi 24 dari 28 posisi yang tersedia.
Kejadian di menara kontrol baru-baru ini mengindikasikan adanya ketegangan di antara para petugas.
DailyMail.com mengungkap bahwa dua pengendali lalu lintas udara bahkan sempat terlibat perkelahian di dalam menara kontrol.
Hingga kini, FAA masih menyelidiki insiden terbaru ini.
CBS News melaporkan bahwa pihaknya juga telah menghubungi Angkatan Udara untuk mendapatkan pernyataan resmi terkait keterlibatan jet tempur dalam insiden ini.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)