Perusahaan: Reuters

  • Panas Lagi, China Usir Pesawat Filipina di Laut China Selatan

    Panas Lagi, China Usir Pesawat Filipina di Laut China Selatan

    Beijing

    China dan Filipina kembali terlibat insiden di Laut China Selatan yang menjadi sengketa kedua negara. Militer Beijing mengatakan pihaknya telah memperingatkan dan mengusir tiga pesawat Filipina yang “menyusup secara ilegal” ke wilayah udara di dekat Kepulauan Spratly, yang menjadi sengketa di perairan itu.

    Komando Zona Selatan militer China, seperti dilansir Reuters, Jumat (21/2/2025), menuduh Filipina berusaha “memaksakan klaim ilegalnya” melalui provokasi.

    Militer Beijing memperingatkan Manila bahwa “manuver sembrono seperti itu pasti akan gagal”.

    China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, yang merupakan jalur perairan penting bagi perdagangan via kapal dengan setiap tahunnya nilainya melebihi US$ 3 triliun. Klaim itu membuat Beijing berselisih dengan beberapa negara, seperti Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam.

    Putusan arbitrase tahun 2016 lalu menyatakan klaim sepihak China itu tidak sah. Namun Beijing tidak mau mengakui putusan itu.

    Belum ada tanggapan langsung dari otoritas Filipina maupun Kedutaan Besar Manila di Beijing terkait laporan ini.

    Pada Kamis (20/2) waktu setempat, Filipina mengatakan otoritas penjaga pantai dan biro perikanannya secara bersama-sama melakukan penerbangan untuk meningkatkan kesadaran domain maritim di atas Kepulauan Kalayaan, sebutan Manila untuk Kepulauan Spratly.

    Misi itu disebut bertujuan untuk menegaskan kedaulatan, hak kedaulatan dan yurisdiksi maritim Filipina di Laut Filipina Barat. Disebutkan oleh Manila bahwa lebih dari 50 kapal milisi maritim dan sebuah kapal penjaga China terdeteksi selama misi itu berlangsung.

    Tidak diketahui secara jelas apakah misi itu, yang mengerahkan dua pesawat Filipina, merupakan aktivitas yang disebut oleh militer Beijing sebagai penyusupan ilegal tersebut.

    Konfrontasi terbaru ini terjadi setelah otoritas penjaga pantai Filipina menuduh Angkatan Laut China melakukan manuver penerbangan berbahaya pada awal pekan ini, ketika pesawat-pesawat Beijing mengudara sangat dekat dengan pesawat pemerintah Manila yang berpatroli di atas Scarborough Shoal yang juga diperebutkan di Laut China Selatan.

    Otoritas China membantah tuduhan Filipina pada saat itu.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    TikTok PHK Ratusan Karyawan di Asia hingga Eropa Imbas AI, Di AS Nasib Tak Menentu

    Bisnis.com, JAKARTA — TikTok, sosial media commerce asal China, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan di unit Trust & Safety yang bertanggung jawab atas moderasi konten di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mulai 20 Februari 2025.

    PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib TikTok di Amerika Serikat dan peralihan perusahaan ke moderasi berbasis AI.  

    Dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2025),  dua sumber anonim mengatakan bahwa Adam Presser, kepala operasi aplikasi yang juga mengawasi unit tersebut, mengirim memo kepada staf pada hari Kamis untuk memberitahu mereka tentang kepindahan tersebut.

    PHK dimulai pada hari yang sama untuk tim di Asia dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika, kata dua sumber. yang mengetahui. Dikabarkan jumlah yang terdampak hingga ratusan karyawan.

    Sementara itu, Malaymail melaporkan bahwa restrukturisasi ini dilakukan setelah pertimbangan matang selama berbulan-bulan, bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memenuhi kebutuhan bisnis dengan lebih baik.

    Di antara yang terdampak adalah manajer produk trust and safety Eric Tan, yang membagikan di LinkedIn bahwa ia “terbangun oleh kabar mengejutkan” tentang pemutusan hubungan kerjanya.

    Adapun PHK ini terjadi di tengah ketidakpastian nasib mereka di pasar terbesarnya di Amerika Serikat. 

    Bloomberg News pada bulan Januari melaporkan bahwa pejabat China sedang mengevaluasi kemungkinan yang akan memungkinkan orang terkaya di dunia dan pendukung Presiden Donald Trump itu untuk mengakuisisi bisnis TikTok di AS jika perusahaan tersebut gagal menghindar dari larangan pemerintah Paman Sam. 

    Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya mencoba melarang aplikasi besutan Bytedance Ltd asal China dengan alasan keamanan nasional.

    Dalam proses evaluasi tersebut, Elon Musk justru berkomentar mengenai isu pembelian TikTok pada sebuah konferensi di Jerman, yang diselenggarakan oleh konglomerat media Jerman AxelSpringer, Mathias Doepfner, pada bulan lalu.

    “Saya tidak pernah mengajukan penawaran untuk TikTok,” ujarnya yang bergabung melalui video pada konferensi tersebut.

    “Saya tidak punya rencana apapun mengenai apa yang akan dilakukan jika punya TikTok,” tambahnya.

    Dia juga menyebut tidak menggunakan aplikasi populer itu secara personal. “Saya tidak berhasrat untuk mengakuisisi TikTok,” kata Elon Musk, yang membeli Twitter pada 2022 sebelum mengganti nama layanan media sosial tersebut menjadi X.

    Imbas AI

    Pada Oktober 2024, Induk usaha platform media sosial TikTok, ByteDance, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada lebih dari 700 pekerja dari unitnya di Malaysia. 

    Pemecatan ini seiring dengan upaya perusahaan mengalihkan fokusnya ke arah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang lebih besar dalam moderasi konten.

    Mengutip Reuters pada Jumat (11/10/2024) berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui masalah tersebut para karyawan yang sebagian besar terlibat dalam operasi moderasi konten perusahaan diberitahu tentang pemecatan mereka melalui email pada Rabu (9/10) malam.

    Satu Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi pihak TikTok pada hari Jumat. Namun, TikTok menyebut pihaknya tidak dapat memberikan angka pasti mengenai jumlah karyawan yang terkena dampak di Malaysia.

  • Takut Terdampak Trade War Trump, Jepang Mulai Lobi AS soal Rencana Tarif Impor Mobil – Halaman all

    Takut Terdampak Trade War Trump, Jepang Mulai Lobi AS soal Rencana Tarif Impor Mobil – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM –  Pemerintah Jepang tengah melobi Amerika Serikat (AS), terkait rencana usulan tarif dagang yang akan diberlakukan Presiden Donald Trump pada produk kendaraan dan otomotif.

    Langkah tersebut diambil Jepang setelah Trump mengumumkan kenaikan tarif impor mobil dan semikonduktor yang akan diberlakukan pada 2 April 2025. 

    Trump tidak menyebutkan secara spesifik apakah tarif tersebut akan menargetkan negara-negara tertentu atau berlaku untuk semua kendaraan yang diimpor ke AS.

    Namun pungutan tersebut kemungkinan besar berdampak pada industri otomotif Jepang.

    Alasan tersebut yang mendorong Negara Sakura ini untuk mengambil langkah antisipasi, dengan melobi AS demi menghindari pukulan besar terhadap perekonomian Jepang, sebagaimana dikutip dari Reuters.

    Dampak Kebijakan Trump

    Para ekonom memperkirakan apabila kebijakan Trump diberlakukan dampaknya akan sangat besar.

    Ini lantaran produk mobil merupakan komponen terbesar ekspor Jepang, dengan Amerika Serikat sebagai pasar nomor satu.

    Dimana sepertiga ekspor Jepang ke AS adalah mobil. Bahkan di tahun lalu, ekspor mobil menyumbang 17 persen dari seluruh pengiriman keluar Jepang, dan lebih dari sepertiganya dikirim ke AS.

    Oleh karenanya apabila pajak  tarif 25 persen diterapkan di semua negara, termasuk Jepang maka harga mobil akan naik.

    Apabila permintaan pembelian tidak dapat mengimbangi, itu berarti permintaan ekspor perusahaan besar Jepang seperti Toyota, Honda, dan Nissan yang memiliki pabrik di AS akan turun.

    Hal tersebut tentunya akan mengancam perekonomian Jepang.

    Lebih lanjut, kebijakan Trump juga berpotensi mengganggu rantai pasokan global.

    Lantaran banyak komponen kendaraan yang diproduksi di Jepang dan diekspor ke berbagai negara termasuk AS.

    Pengenaan tarif bisa mengganggu aliran komponen ini, menyebabkan peningkatan biaya produksi dan mempengaruhi industri otomotif di seluruh dunia.

    Tak hanya itu, Pengenaan tarif impor terhadap kendaraan Jepang dapat mempengaruhi nilai tukar yen.

    Jika ekspor kendaraan menurun, hal ini bisa mengarah pada penurunan permintaan yen di pasar internasional, yang pada gilirannya bisa menyebabkan depresiasi nilai tukar yen.

    Secara keseluruhan, tarif impor terhadap kendaraan Jepang akan membawa dampak negatif bagi ekonomi Jepang.

    Perusahaan-perusahaan otomotif, serta hubungan dagang antara Jepang dan AS. Jika kebijakan ini dilanjutkan dalam jangka panjang, bisa menambah ketidakpastian ekonomi bagi kedua negara.

    “Pemerintah AS, mengingat pentingnya industri otomotif Jepang. Kami pertama-tama akan hati-hati memeriksa rincian spesifik dari tindakan yang akan diambil dan dampaknya terhadap Jepang, dan kemudian merespons dengan tepat,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi dalam konferensi pers.

    Alasan Trump Perketat Kebijakan

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan kebijakan agresif, lewat kenaikan tarif pada impor mobil, semikonduktor, dan farmasi sekitar 25 persen, mulai 2 April 2025.

    “Saya mungkin akan memberitahu Anda pada tanggal 2 April, tetapi jumlahnya akan mendekati 25 persen,” kata Trump kepada wartawan di klubnya Mar-a-Lago ketika ditanya tentang rencananya untuk tarif otomotif, mengutip dari Financial Post.

    Kendati memicu dampak negatif bagi industri otomotif dunia, namun Trump berpendapat bahwa tarif ini akan memberikan keuntungan bagi produsen domestik.

    Membuat produk impor lebih mahal dan mempersulit persaingan. Dengan cara ini, diharapkan produsen lokal dapat lebih kompetitif di pasar AS. 

    Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dengan mendorong produksi barang-barang yang lebih strategis, seperti semikonduktor dan produk farmasi, di dalam negeri. 

    Dengan begitu AS dapat mengumpulkan lebih banyak pendapatan.

    (Tribunnews.com / Namira)

  • Netanyahu Ancam Hamas karena Tak Serahkan 1 Jenazah Sandera Israel

    Netanyahu Ancam Hamas karena Tak Serahkan 1 Jenazah Sandera Israel

    Tel Aviv

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bertekad untuk membuat Hamas membayar karena tidak menyerahkan satu jenazah sandera Israel. Hal ini disampaikan setelah Tel Aviv menyebut satu dari empat jenazah yang diserahkan Hamas di Gaza pada Kamis (20/2) bukanlah sandera Israel.

    Militer Israel sebelumnya, seperti dilansir Reuters dan The Times of Israel, Jumat (21/2/2025), mengumumkan bahwa dua jenazah telah diidentifikasi sebagai dua balita Israel, Kfir Bibas dan Ariel Bibas, yang diculik Hamas dalam serangan pada 7 Oktober 2023.

    Satu jenazah lainnya, yang seharusnya merupakan Shiri Bibas, ibunda dari kedua balita itu, didapati tidak cocok dengan DNA sandera mana pun. Hingga kini, satu jenazah itu masih belum teridentifikasi. Satu jenazah lainnya diidentifikasi sebagai Oded Lifshitz yang berusia 83 tahun ketika diculik oleh Hamas.

    “Kita akan bertindak dengan tekad untuk membawa pulang Shiri bersama dengan semua sandera kita — baik yang hidup maupun yang sudah meninggal — dan memastikan Hamas akan membayar harga penuh atas pelanggaran perjanjian yang kejam dan keji ini,” tegas Netanyahu dalam pernyataan video terbaru.

    Netanyahu mengonfirmasi bahwa tiga jenazah lainnya yang diserahkan Hamas adalah benar jenazah Kfir, Ariel dan Oded.

    “Ketiganya dibunuh secara brutal dalam penyanderaan Hamas pada minggu-minggu pertama perang. Semoga Tuhan membalas darah mereka — dan kita juga akan membalasnya,” ujarnya.

    Dalam pernyataannya, Netanyahu kemudian menuduh Hamas bertindak “dengan cara yang sangat sinis” dengan menempatkan jenazah seorang wanita Gaza di dalam peti mati yang seharusnya menjadi tempat jenazah Shiri dibaringkan.

    Shiri dan kedua anaknya merupakan bagian dari keluarga Bibas yang menjadi simbol krisis sandera yang melanda Israel sejak perang Gaza berkecamuk. Shiri dan kedua putranya, Ariel yang berusia empat tahun dan Kfir yang baru berusia sembilan bulan, diculik dari rumah mereka di dekat perbatasan Gaza.

    Yarden Bibas, suami Shiri dan ayah dari kedua balita itu, diculik secara terpisah pada 7 Oktober 2023 dan dibebaskan dalam keadaan hidup dari Gaza pada 1 Februari lalu.

    “Kekejaman monster Hamas tidak mengenal batas. Mereka tidak hanya menculik ayahnya, Yarden Bibas, ibu muda, Shiri, dan kedua bayi kecil mereka,” ucap Netanyahu dalam pernyataannya.

    “Namun dengan cara yang sangat sinis, mereka tidak mengembalikan Shiri bersama anak-anaknya yang masih kecil, para malaikat kecil, dan mereka memasukkan jenazah seorang wanita Gaza ke dalam peti mati,” kecamnya.

    Hamas mengumumkan pada November 2023 bahwa Shiri dan kedua anaknya tewas akibat serangan udara Israel yang melanda Jalur Gaza. Namun kematian mereka tidak pernah dikonfirmasi oleh otoritas Israel.

    Sejauh ini, Hamas belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan Israel.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • TikTok PHK Massal Lagi, Pegawai di Seluruh Dunia Terdampak

    TikTok PHK Massal Lagi, Pegawai di Seluruh Dunia Terdampak

    Bisnis.com, JAKARTA – TikTok dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap sejumlah staf di unit kepercayaan dan keamanan yang bertanggung jawab atas moderasi konten.

    Melansir dari Reuters, Jumat (21/2/2025) informasi ini diperoleh dari tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut pada Kamis.

    Menurut dua sumber, Adam Presser, kepala operasi TikTok yang juga memimpin unit kepercayaan dan keamanan, mengirim memo kepada staf pada hari yang sama untuk memberitahukan perubahan tersebut.

    Pemutusan hubungan kerja ini dimulai pada hari yang sama di wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, kata dua sumber tersebut. Hingga saat ini, TikTok belum memberikan komentar terkait isu ini.

    Restrukturisasi ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai masa depan TikTok. Aplikasi video pendek yang sangat populer, yang digunakan oleh hampir setengah dari populasi Amerika Serikat, sempat menghadapi ancaman berhenti beroperasi pada bulan lalu.

    Ancaman tersebut muncul setelah undang-undang yang diberlakukan pada 19 Januari mengharuskan pemilik TikTok, ByteDance dari China, untuk menjual aplikasi tersebut atau menghadapi larangan dengan alasan masalah keamanan nasional.

    Pada Januari tahun lalu, CEO TikTok, Shou Chew, bersaksi di hadapan Kongres bersama kepala perusahaan besar lainnya, seperti Mark Zuckerberg dari Meta, di mana anggota parlemen menuduh mereka gagal melindungi anak-anak dari ancaman pelecehan seksual yang meningkat di platform mereka.

    Dalam sidang tersebut, Chew berjanji bahwa TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$2 miliar untuk meningkatkan upaya menjaga kepercayaan dan keamanan platform.

    Pada bulan Oktober lalu, TikTok juga melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran terhadap ratusan karyawan di seluruh dunia, termasuk sejumlah besar staf di Malaysia, sebagai bagian dari strategi untuk mengalihkan fokus ke penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam moderasi konten.

    Meskipun TikTok menyatakan memiliki lebih dari 40.000 profesional yang bekerja di bidang kepercayaan dan keamanan di seluruh dunia, Reuters belum dapat memastikan sejauh mana pemotongan ini berdampak pada jumlah staf yang terkena dampaknya.

  • Perusahaan Truk Listrik Ini Bangkrut, Aset-asetnya Mau Dijual

    Perusahaan Truk Listrik Ini Bangkrut, Aset-asetnya Mau Dijual

    Jakarta

    Produsen truk listrik Nikola dikabarkan bangkrut. Kabarnya Nikola juga akan menjual aset-asetnya.

    Nikola disebut telah mengajukan perlindungan kebangkrutan dan akan mengupayakan penjualan aset-asetnya. Diberitakan Reuters, Nikola kesulitan bergelut di industri kendaraan listrik akibat merosotnya permintaan. Di sisi lain, Nikola juga harus menghadapi tantangan pendanaan.

    Nikola yang beberapa kali mengubah kepemimpinan, sahamnya tercatat anjlok. Semasa pandemi, perusahaan startup kendaraan listrik memang banyak bermunculan. Namun beberapa di antaranya juga tak bertahan lama. Sebut saja merek Fisker, Proterra, dan Lordstown Motors diketahui sudah mengajukan kebangkrutan karena pendanaan untuk operasional padat modal menyusut lantaran suku bunga tinggi dan lemahnya permintaan.

    “Seperti perusahaan lain di industri kendaraan listrik, kami menghadapi banyak pasar dan faktor makroekonomi yang berdampak pada kemampuan kami untuk beroperasi,” ungkap CEO Nikola Steve Girsky dalam pernyataan resminya.

    “Sayangnya, upaya terbaik kami belum cukup untuk mengatasi tantangan-tantangan yang signifikan ini,” tambah Steve.

    Nikola rencananya akan melanjutkan beberapa operasional untuk mendukung truk yang sudah terjual dan juga sejumlah operasional pengisian bahan bakar hidrogen hingga akhir Maret.

    Nikola merupakan perusahaan kendaraan listrik yang berbasis di Phoenix, Arizona. Nikola perdana mengirimkan truknya pada Desember 2021. Namun belakangan Nikola dihantui rentetan kasus yang melibatkan kendaraannya. Pada tahun 2023 misalnya, truk listrik Nikola terlibat kebakaran. Alhasil perusahaan melakukan recall terkait dengan masalah keamanan.

    Kemudian pada tahun 2024, Nikola melakukan peningkatan produksi truk hidrogen namun justru merugi hingga ratusan ribu dolar per unitnya. Ini lantaran operator armada enggan berinvestasi dalam penggunaan truk listrik di tengah biaya peminjaman yang tinggi.

    Adapun pabrik Nikola di Coolidge Arizona diklaim bisa memproduksi 2.400 truk per tahun dalam tiga shift. Asetnya bernilai antara USD 500 juta hingga USD 1 miliar.

    (dry/din)

  • Jasad yang Diserahkan Hamas Bukan Sandera, Israel Marah!

    Jasad yang Diserahkan Hamas Bukan Sandera, Israel Marah!

    Tel Aviv

    Israel marah kepada kelompok Hamas karena satu dari empat jenazah yang diserahkan di Jalur Gaza, pada Kamis (20/2) waktu setempat, bukanlah sandera. Tel Aviv menyebut pemeriksaan forensik terhadap satu jenazah itu tidak cocok dengan sandera Israel dan hingga kini tidak bisa diidentifikasi.

    Militer Israel, seperti dilansir Reuters, Jumat (21/2/2025), menuduh Hamas telah melanggar kesepakatan gencatan senjata Gaza yang sudah rapuh, yang berlaku sejak 19 Januari lalu dan melibatkan pertukaran sandera-tahanan.

    Hamas, dengan difasilitasi Palang Merah Internasional, menyerahkan empat peti mati yang diyakini berisi para sandera Israel yang tewas saat ditahan di Jalur Gaza. Hamas menyebut keempat sandera itu tewas akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada November 2023 lalu, tak lama usai mereka diculik.

    Ini menjadi momen pertama kali Hamas menyerahkan sandera dalam kondisi tidak bernyawa kepada Israel sejak gencatan senjata berlaku.

    Militer Israel mengumumkan bahwa dua jenazah di antaranya telah diidentifikasi sebagai dua balita Israel, Kfir Bibas dan Ariel Bibas. Satu jenazah lainnya, yang seharusnya merupakan Shiri Bibas, ibunda dari kedua balita itu, didapati tidak cocok dengan DNA sandera mana pun.

    Hingga kini, satu jenazah itu masih belum teridentifikasi.

    Kfir berusia sembilan bulan dan Ariel berusia empat tahun ketika mereka diculik bersama ibunda mereka dalam serangan mengejutkan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

    Satu jenazah lainnya, menurut pernyataan pihak keluarga sandera, diidentifikasi sebagai Oded Lifshitz yang berusia 83 tahun ketika diculik oleh Hamas.

    “Ini merupakan pelanggaran paling parah yang dilakukan oleh organisasi teroris Hamas, yang berdasarkan perjanjian diwajibkan menyerahkan empat sandera yang meninggal,” tegas militer Israel dalam pernyataannya, yang menuntut pemulangan semua sandera, termasuk Shiri.

    Sejauh ini belum ada tanggapan dari Hamas atas komplain Israel ini.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Industri Lokal Rugi Gegara Dumping, Korsel Bakal Pajaki Baja China 38%

    Industri Lokal Rugi Gegara Dumping, Korsel Bakal Pajaki Baja China 38%

    Jakarta

    Pemerintah Korea Selatan (Korsel) bersiap mematok tarif impor 38% untuk produk baja asal China. Rencana ini disampaikan Kementerian Perindustrian Korsel setelah melakukan penyelidikan atas dugaan praktik dumping.

    Hal itu merupakan tindak lanjut atas keluhan pengusaha Korsel soal masuknya pelat baja berbiaya rendah dari Negeri Tirai Bambu. Adapun pelat baja China biasa digunakan untuk pembuatan kapal hingga kebutuhan konstruksi.

    Pemerintah Korsel menyebut hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya alasan kuat yang berkaitan dengan kerugian besar di industri dalam negeri akibat produk dumping yang masuk ke negaranya.

    “Untuk mencegah kerugian yang mungkin terjadi selama periode penyelidikan penuh, kami telah memutuskan untuk merekomendasikan pengenaan bea masuk anti-dumping sementara sebesar 27,91% hingga 38,02% kepada menteri keuangan,” katanya Kementerian Perindustrian Korsel, dikutip dari Reuters, Jumat (21/2/2025).

    Sementara itu Kementerian Perdagangan China belum mengeluarkan pernyataan soal rencana Korsel. Pada tahun 2024, Korea Selatan mengimpor produk baja senilai US$ 10,4 miliar dari China yang setara 49% dari total impor baja negara tersebut.

    Pengawasan terhadap impor baja dilakukan ketika Korea Selatan bersiap menghadapi dampak tarif 25% yang dikenakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor baja dan aluminium terhadap industri dalam negeri.

    Pekan lalu Menteri Perdagangan Korea Selatan Cheong In-kyo mengatakan bahwa tarif AS yang mulai berlaku pada bulan Maret akan mengurangi permintaan baja dari AS dan mengikis profitabilitas eksportir baja.

    Sebagai informasi China juga menghadapi kondisi serupa untuk perdagangan baja dan aluminium dengan AS. Pasalnya Trump mengumumkan penerapan tarif 25% terhadap produk itu, termasuk untuk barang yang berasal dari China.

    (ily/rrd)

  • Industri Lokal Rugi Gegara Dumping, Korsel Bakal Pajaki Baja China 38%

    Industri Lokal Rugi Gegara Dumping, Korsel Bakal Pajaki Baja China 38%

    Jakarta

    Pemerintah Korea Selatan (Korsel) bersiap mematok tarif impor 38% untuk produk baja asal China. Rencana ini disampaikan Kementerian Perindustrian Korsel setelah melakukan penyelidikan atas dugaan praktik dumping.

    Hal itu merupakan tindak lanjut atas keluhan pengusaha Korsel soal masuknya pelat baja berbiaya rendah dari Negeri Tirai Bambu. Adapun pelat baja China biasa digunakan untuk pembuatan kapal hingga kebutuhan konstruksi.

    Pemerintah Korsel menyebut hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya alasan kuat yang berkaitan dengan kerugian besar di industri dalam negeri akibat produk dumping yang masuk ke negaranya.

    “Untuk mencegah kerugian yang mungkin terjadi selama periode penyelidikan penuh, kami telah memutuskan untuk merekomendasikan pengenaan bea masuk anti-dumping sementara sebesar 27,91% hingga 38,02% kepada menteri keuangan,” katanya Kementerian Perindustrian Korsel, dikutip dari Reuters, Jumat (21/2/2025).

    Sementara itu Kementerian Perdagangan China belum mengeluarkan pernyataan soal rencana Korsel. Pada tahun 2024, Korea Selatan mengimpor produk baja senilai US$ 10,4 miliar dari China yang setara 49% dari total impor baja negara tersebut.

    Pengawasan terhadap impor baja dilakukan ketika Korea Selatan bersiap menghadapi dampak tarif 25% yang dikenakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor baja dan aluminium terhadap industri dalam negeri.

    Pekan lalu Menteri Perdagangan Korea Selatan Cheong In-kyo mengatakan bahwa tarif AS yang mulai berlaku pada bulan Maret akan mengurangi permintaan baja dari AS dan mengikis profitabilitas eksportir baja.

    Sebagai informasi China juga menghadapi kondisi serupa untuk perdagangan baja dan aluminium dengan AS. Pasalnya Trump mengumumkan penerapan tarif 25% terhadap produk itu, termasuk untuk barang yang berasal dari China.

    (ily/rrd)

  • Tanah Jarang Ukraina, Harta Karun yang Ingin Dikuasai Trump

    Tanah Jarang Ukraina, Harta Karun yang Ingin Dikuasai Trump

    Jakarta

    Sebagai imbalan bantuan militer Amerika Serikat ke Ukraina, Presiden Donald Trump meminta Ukraina memberikan akses ke sumber daya alam termasuk mineral tanah jarang Ukraina. Namun sejauh ini, presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy masih menolak menandatangani kesepakatan karena dinilai berat sebelah.

    Ukraina punya cadangan mineral penting sangat besar, dipakai di industri dirgantara, pertahanan, dan nuklir. Pemerintahan Trump tampak tertarik mengaksesnya guna mengurangi ketergantungan pada China. Tetapi Zelenskyy mengatakan eksploitasi apa pun harus sesuai dengan jaminan keamanan bagi Ukraina untuk menghalangi agresi Rusia di masa mendatang.

    Saat ini, Pemerintah AS terus mendesak Ukraina menandatanganinya. “Ikatan ekonomi yang mengikat dengan Amerika Serikat akan menjadi jaminan terbaik terhadap agresi di masa mendatang dan bagian integral dari perdamaian abadi,” cetus jubir White House National Security Council, Brian Hughes.

    Secara keseluruhan, proposal itu mungkin akan membuat Washington memiliki sumber daya alam senilai USD 500 miliar di Ukraina, termasuk minyak dan gas. Adapun tiga sumber mengatakan ke Reuters bahwa AS mengusulkan untuk mengambil alih kepemilikan 50% mineral penting Ukraina.

    Mineral tanah jarang Ukraina

    Ada beberapa logam dan bahan baku yang amat dibutuhkan untuk produksi produk berteknologi tinggi, khususnya terkait dengan transisi energi hijau, tapi juga elektronik konsumen, infrastruktur kecerdasan buatan, dan senjata.

    Desakan untuk mengatasi kerusakan iklim dan mengurangi bahan bakar fosil memicu permintaan mineral transisi energi seperti kobalt, tembaga, litium, dan nikel, yang berguna untuk elektrifikasi transportasi dan pembuatan turbin angin. Mineral yang sama dan lainnya juga dipakai membuat ponsel, pusat data AI, dan senjata seperti pesawat tempur F-35.

    Unsur tanah jarang sendiri adalah 17 mineral penting yang sangat diperlukan untuk ponsel, kendaraan listrik, sistem kendali rudal, dan aplikasi elektronik, industri, dan energi lainnya. Meski namanya demikian, sebagian besar unsur tanah jarang tidak terlalu langka, tapi ekstraksi dan pemurniannya sangat sulit dan sangat merusak lingkungan. Maka produksinya terkonsentrasi di sangat sedikit tempat, terutama China .

    REE (rare earth element) meliputi europium yang digunakan dalam kendali pembangkit listrik tenaga nuklir, disprosium, gandolinium, dan praseodimium, yang digunakan dalam magnet di telepon seluler, dan gadolinium, holmium, dan iterbium, yang digunakan dalam laser dan lain-lain.

    Sebuah artikel tahun 2022 oleh kepala Asosiasi Geolog Ukraina, Hanna Liventseva, mengklaim negaranya memiliki sekitar 5% sumber daya mineral dunia. Menurut data Ukraina, negara tersebut memiliki endapan 22 dari 34 mineral yang diidentifikasi sebagai penting oleh Uni Eropa, termasuk tanah jarang seperti lantanum, cerium, neodymium, erbium, dan yttrium.

    Sebelum pecahnya perang dengan Rusia, Ukraina pemasok utama titanium, memproduksi sekitar 7% dari produksi global pada tahun 2019. Negara tersebut juga mengklaim memiliki 500.000 ton cadangan litium dan seperlima dari grafit dunia, komponen penting pembangkit listrik tenaga nuklir.

    Namun karena Rusia yang menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, sebagian besar cadangan ini telah hilang. Menurut perkiraan, hingga 40% sumber daya logam Ukraina berada di bawah pendudukan Rusia. Pasukan Rusia juga menduduki sedikitnya dua deposit litium Ukraina, satu di Donetsk dan satu lagi di Zaporizhzhia.

    (fyk/rns)