Perusahaan: Netflix

  • Bukan AI, Para Raksasa Teknologi Panen Cuan dari Sini

    Bukan AI, Para Raksasa Teknologi Panen Cuan dari Sini

    Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah maraknya investasi besar-besaran pada kecerdasan buatan (AI), bisnis periklanan digital raksasa teknologi dunia justru semakin menggeliat.

    Mengutip CNBC.com, Minggu (2/10/2025), Meta, Amazon, Alphabet (Google), dan Microsoft kompak mencatat lonjakan pendapatan dari sektor iklan online pada laporan keuangan kuartal terbaru mereka.

    Laporan pendapatan kuartal III/2025 menunjukkan bisnis iklan digital tetap tumbuh kuat, meski ekonomi global sempat diliputi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Meta mencatat kinerja terbaik dengan pendapatan iklan naik 26% secara tahunan menjadi US$51,24 miliar, tertinggi sejak kuartal I/2024. Sekitar 98% pendapatan perusahaan bersumber dari bisnis iklan online.

    Amazon juga mencetak kenaikan signifikan. Pendapatan unit iklannya melonjak 24% menjadi US$17,7 miliar, bahkan melampaui pertumbuhan bisnis komputasi awan (AWS) yang naik 20%. CEO Amazon Andy Jassy mengatakan, perusahaan terus memperluas platform iklannya ke aplikasi dan situs pihak ketiga, termasuk menjalin kemitraan dengan Roku, Netflix, dan Spotify.

    Sementara itu, Alphabet membukukan pendapatan iklan sebesar US$74,18 miliar, naik 13% dibanding tahun sebelumnya. YouTube juga mencatat pertumbuhan 15% menjadi US$10,26 miliar.
    Microsoft melaporkan pendapatan US$3,7 miliar dari unit iklan pencarian dan berita, meningkat 14% dibanding tahun lalu.

    Tak hanya para raksasa teknologi, platform lain seperti Reddit juga menunjukkan performa gemilang. Penjualan Reddit naik 68% pada kuartal yang sama, sementara pengguna aktif harian global tumbuh 19% menjadi 116 juta.

    Meski bisnis iklan tengah melonjak, para raksasa teknologi juga terus memperbesar investasi pada kecerdasan buatan. Alphabet, Meta, Amazon, dan Microsoft secara kolektif memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini melampaui US$380 miliar.

    Namun, langkah agresif Meta di bidang AI justru menekan harga sahamnya. Saham perusahaan anjlok 11% setelah menaikkan batas bawah proyeksi capex menjadi US$70-72 miliar. Analis Oppenheimer menilai, strategi Meta di AI mencerminkan pola serupa dengan proyek metaverse sebelumnya yang belum menghasilkan keuntungan signifikan.

    Chief Financial Officer Meta Susan Li menegaskan, perusahaan harus tetap berinvestasi besar pada infrastruktur dan layanan cloud berbasis AI agar tidak tertinggal.

    (mkh/mkh)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Meghan Markle Luncurkan Lilin Beraroma Royal Wedding, Harganya Fantastis

    Meghan Markle Luncurkan Lilin Beraroma Royal Wedding, Harganya Fantastis

    JAKARTA – Meghan Markle baru saja merilis koleksi liburan pertamanya untuk brand gaya hidupnya, As ever. Menariknya koleksi ini tidak hanya berisi produk kecantikan dan elegan, tetapi juga mengandung makna pribadi sebagai bentuk penghormatan untuk suaminya, Pangeran Harry serta kedua anak nya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.

    Koleksi yang dirilis pada Selasa, 28 Oktober ini mencakup lilin aromaterapi, sparkling wine serta kit rempah minuman hangat. Dalam keterangan resminya, As ever menyebut koleksi ini dirancang untuk menghadirkan suasana hangat saat berkumpul, merayakan, atau memberi hadiah.

    “Dari lilin yang dituangkan dengan tangan, selai buah buatan artisan, madu dari California, hingga wine spesial, semuanya dipilih dengan cermat agar menghadirkan keindahan dan kehangatan,” tulis pihak brand, dikutip dari laman People.

    Namun yang membuat koleksi ini semakin personal adalah detail kecil yang terselip dalam penamaan dan bahan-bahannya. Berikut beberapa makna khusus di balik produk-produk tersebut.

    1. Signature Candle No. 519

    Lilin ini diberi nama No. 519 sebagai penghormatan pada tanggal pernikahan Meghan dan Harry yaitu 19 Mei 2018.

    Aromanya menggambarkan suasana hangat, langit biru, tawa, cinta, dan kesegaran pedesaan Inggris, semua hal yang terasa pada hari pernikahan mereka.

    Lilin ini juga memiliki aroma daun mint Maroko, mengingatkan pada perjalanan resmi terakhir Meghan dan Harry ke Maroko pada Februari 2019, sebelum kelahiran Archie beberapa bulan kemudian.

    2. Signature Candle No. 084

    Lilin ini merayakan rumah dan keluarga. Angka 084 merujuk pada tanggal lahir Meghan, 4 Agustus. Terinspirasi dari kampung halamannya di Los Angeles, lilin ini memadukan aroma lotus air, sandalwood, dan California poppy.

    Dideskripsikan sebagai aroma rumahan, lilin ini mencerminkan suasana hangat, nyaman, dan penuh cinta seperti pelukan.

    3. 2021 Vintage Napa Valley Brut

    Sparkling wine terbaru ini memiliki aroma apel hijau, pir, peach, jeruk, dan sedikit buah bintang, sehingga menghasilkan rasa segar sekaligus elegan. Menariknya tahun vintage wine ini adalah 2021, tahun kelahiran Putri Lilibet. Wine ini dibuat di Napa Valley, tidak jauh dari kediaman Meghan dan Harry di Montecito.

    4. Spiced Cider Mulling Spice Kit & Hot Toddy Mulling Spice Kit

    Meghan dikenal senang menjamu tamu dengan suasana santai dan hangat. Dalam salah satu tayangan With Love, Meghan di Netflix, ia mengaku sering menyambut tamu dengan santai, tanpa sepatu, memakai celemek, dan langsung mengundang mereka masuk ke dapur.

    Meghan mengaku suka memasak minuman hangat seperti cider atau hot toddy di atas kompor, sehingga tamu bisa menyajikan sendiri dan merasa nyaman. Kebiasaan inilah yang menginspirasi dua kit rempah minuman hangat dalam koleksi ini.

    Koleksi liburan As ever ini bukan hanya sekadar kumpulan produk rumah tangga, tetapi juga sebuah cerita penuh kenangan, kehangatan keluarga, dan momen pribadi Meghan bersama Harry dan kedua anak mereka.

    Dengan sentuhan sederhana namun penuh makna, Meghan kembali menunjukkan bagaimana dirinya selalu menghadirkan nuansa personal dalam setiap karyanya.

  • Berkunjung ke Kampung 'Zombie' di Bantul, Lokasi Syuting Film Abadi Nan Jaya
                
                    
                        
                            Yogyakarta
                        
                        31 Oktober 2025

    Berkunjung ke Kampung 'Zombie' di Bantul, Lokasi Syuting Film Abadi Nan Jaya Yogyakarta 31 Oktober 2025

    Berkunjung ke Kampung Zombie di Bantul, Lokasi Syuting Film Abadi Nan Jaya
    Tim Redaksi
    YOGYAKARTA, KOMPAS.com
    — Film horor Indonesia tahun 2025 berjudul “Abadi Nan Jaya” kini menduduki peringkat nomor 1 di Netflix dan jadi perbincangan di jagat maya.
    Sebagian lokasi syuting film mayat hidup ini diambil di Padukuhan Ngijo dan Jombor, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY.
    Proses pengambilan gambar dilakukan pada pertengahan tahun 2024.
    Meski sudah lebih dari setahun berlalu, warga masih mengingat jelas pengalaman saat kampung mereka menjadi lokasi film yang kini ramai dibicarakan.
    Kompas.com mengunjungi lokasi syuting film itu pada Jumat (31/10/2025), dan mewawancarai sejumlah warga.
    Di Padukuhan Jombor, hamparan sawah hijau yang dikelilingi perbukitan menjadi latar syuting.
    Sebuah bangunan kandang hewan disulap menjadi kantor polisi dalam adegan film.
    “Setahun lalu, sawah saya digunakan untuk taman dan jalan untuk shooting. Kebetulan kantor polisi itu sebelahan dengan sawah saya, jadi ikut disewa,” kata Sariyanti, warga setempat, Jumat (31/10/2025).
    Kini, bangunan bekas lokasi syuting telah dikembalikan menjadi kandang hewan, sementara sawah di sekitarnya kembali ditanami kacang tanah.
    Sariyanti bercerita, selama proses syuting yang berlangsung sekitar satu bulan, area tersebut steril dari warga. Jalan masuk ditutup dan dijaga ketat oleh petugas keamanan produksi.
    “Warga enggak boleh keluar rumah, semua jalan ditutup waktu syuting,” ujarnya.
    Meski sempat terganggu aktivitasnya di sawah, Sariyanti mengaku senang karena mendapat kompensasi sewa lahan dari rumah produksi.
    “Dulu diledakkan bukan kandang ini, tapi bangunan baru di depannya. Masih digunakan waktu itu, tapi sekarang kosong,” katanya.
    Bagi warga, keindahan alam sekitar Jombor yang selama ini dianggap biasa ternyata menjadi daya tarik utama film tersebut.
    “Di sini view-nya indah, ada sawah dan perbukitan. Pas lihat di film kok bagus banget, nggak nyangka tempatnya bisa viral,” ujar Sariyanti sambil tersenyum.
    Sumiyati (60), warga lainnya, mengaku sempat terkejut melihat cuplikan film yang menampilkan dusunnya. Ia menilai para kru film ramah dan menghargai warga.
    “Iya, kalau ada kerusakan diganti. Saya waktu itu lahannya dipakai buat jembatan, dikasih ganti sekitar Rp 1 jutaan. Jadi enggak merugikan petani,” ujarnya.
    Warga Bejo Riyanto (60) menilai penggunaan lahan warga untuk syuting membawa manfaat ekonomi, meski sempat mengganggu waktu panen.
    “Waktu itu lahan saya siap panen, tapi syutingnya mundur jadwal panen. Semoga kalau ada film lagi, koordinasinya lebih jelas,” katanya.
    Meski begitu, Bejo tetap mendukung desanya digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar film di masa mendatang.
    “Enggak apa-apa, asal dikasih tahu dulu. Lumayan, desa kita jadi terkenal,” tambahnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Warga Korea Heboh Manusia Rp 3.000 Triliun Makan Ayam Goreng

    Warga Korea Heboh Manusia Rp 3.000 Triliun Makan Ayam Goreng

    Jakarta, CNBC Indonesia – CEO Nvidia Jensen Huang lagi-lagi bikin heboh. Kali ini, warga Korea Selatan memadati sebuah restoran ayam di Seoul melihat wajahnya yang sedang makan malam bersama Komisaris Utama Samsung Lee Jae-yong dan Komisaris Hyundai Chung Eui-sun.

    Ketiga bos perusahaan raksasa tersebut bertemu di Kkanbu Chicken pada pukul 7 malam. Kkanbu Chicken adalah restoran ayam goreng dan bir (Chimaek) yang terkenal berkat serial Netflix, Squid Game.

    Warga sekitar yang mengetahui soal pertemuan Huang, Lee, dan Chung mengerubungi restoran tersebut bersama wartawan dan fotografer. Perbincangan mereka bahkan disiarkan secara langsung oleh televisi setempat.

    Puncak keramaian terjadi saat ketiganya bersulang dengan saling mengaitkan tangan mereka dalam aksi yang disebut sebagai “love shot.”

    CEO Nvidia Jensen Huang bertemu dengan petinggi Samsung Electronics dan Hyundai Motor. (Reuters TV)

    Para pengunjung restoran juga “ketiban untung” karena Huang memutuskan untuk mentraktir mereka. “Semua meja, saya yang bayar,” kata Huang.

    Huang sepertinya sangat menikmati atmosfer yang meriah, bahkan menyatakan kepada Chung bahwa “hari ini adalah hari terbaik dalam hidup saya.” 

    Lee, orang paling berkuasa di konglomerat Samsung, juga mengungkapkan betapa kebahagiaan dirinya. “Setelah tarif AS sudah didapatkan solusinya, saya menyadari bahwa kebahagiaan tak susah dicari. Berbagi makanan enak dan minuman dengan orang yang baik, itu adalah kebahagiaan.”

    Nvidia yang dipimpin oleh Huang kini adalah perusahaan paling “mahal” di dunia dengan kapitalisasi pasar nyaris menyentuh US$ 5 miliar. Harga saham Nvidia yang meroket membuat harta Huang menembus US$ 176 miliar atau sekitar Rp 2.927 triliun.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Netflix Mau Rekrut Superman dan Harry Potter, Lagi Cari Bohir

    Netflix Mau Rekrut Superman dan Harry Potter, Lagi Cari Bohir

    Jakarta, CNBC Indonesia – Netflix menjajaki akuisisi atas Warner Bros Discovery, perusahaan media pemilik HBO dan studio film di balik film superhero DC seperti Batman dan Superman.

    Reuters melaporkan bahwa Netflix tengah mencari konsultan keuangan dan telah meminta akses ke catatan finansial Warner Bros Discovery. Moelis & Co., bank investasi yang sukses membantu Skydance Media mencaplok Paramount Global ditunjuk Netflix untuk mengkaji penawaran akuisisi.

    Kepemilikan atas studio milik Warner Bros bakal memberikan Netflix sederet karakter dan franchise terkenal, termasuk Harry Potter, Games of Thrones, dan DC Comics.

    CEO Netflix Ted Sarandos pekan lalu menyatakan Netflix biasanya lebih memiliki tradisi “membangun daripada pembeli.” Namun, dia memastikan Netflix akan mengevaluasi potensi akuisisi berdasarkan kriteria seperti potensi dan dampaknya ke penawaran konten kepada pelanggan.

    Ia juga mengindikasikan bahwa Netflix tidak tertarik membeli jaringan televisi kabel milik Warner Bros Discovery yang mencakup CNN, TNT, dan Animal Planet.

    “Kami sangat tegas bahwa tidak tertarik memiliki jaringan media legacy,” kata Sarandos.

    Warner Bros Discovery pekan lalu mengumumkan bahwa perusahaan mempertimbangkan beberapa opsi setelah tiga kali menerima tawaran akuisisi dari Paramount Skydance.

    Opsi yang dipertimbangkan adalah memisahkan bisnis televisi dari bisnis film, studio, HBO, dan streaming HBO Max atau menjual sebagian atau seluruh perusahaan.

    Perusahaan lain yang dikabarkan tertarik mengakuisisi Warner Bros Discovery adalah Comcast. Presiden Comcast Mike Cavanang menyatakan bahwa perusahaan mengkaji aset media yang bakal melengkapi bisnis Comcast.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Keras! Manusia Rp 700 Miliar Lebih Pilih Mati daripada Pakai ChatGPT

    Keras! Manusia Rp 700 Miliar Lebih Pilih Mati daripada Pakai ChatGPT

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sutradara kawakan pemenang 4 Piala Oscars, Guillermo del Toro, memiliki pandangan keras terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia menyorot soal kebodohan alami manusia dalam menciptakan sebuah inovasi, hingga berpotensi membawa petaka.

    “Perhatian saya bukan pada AI [secara spesifik], tetapi kebodohan natural. Menurut saya, kebodohan yang mendorong terciptanya fitur-fitur terburuk di dunia,” kata del Toro dalam wawancaranya yang dikutip dari NPR, Senin (27/10/2025).

    Lebih lanjut, del Toro menghubungkan kesombongan para ‘tech bro’ pencipta inovasi AI dengan tokoh fiktif Victor Frankenstein. Sebagai konteks, del Toro baru saja merilis film ‘Frankenstein’ di beberapa bioskop secara terbatas pada 17 Oktober 2025. Film teranyarnya itu akan ditayangkan di Netflix mulai 7 November 2025.

    “Dia [Victor] agak buta, menciptakan sesuatu tanpa mempertimbangkan konsekuensinya, dan saya pikir kita harus berhenti sejenak dan mempertimbangkan ke mana kita akan pergi,” del Toro menuturkan.

    Menurut laman MoneySnoop, kekayaan del Toro diestimasikan mencapai US$43 juta atau setara Rp714,5 miliar. Dalam situs itu, ia tercatat sebagai pembuat film terkaya ke-22.

    Beberapa film garapannya yang terkenal dan mendapat penghargaan bergengsi adalah Pan’s Labyrinth, Nightmare Alley, dan The Shape of Water.

    Saat ditanya soal tanggapannya dengan AI populer, del Toro mantap mengatakan tak tertarik menjajalnya. Terlebih untuk layanan AI-generatif seperti ChatGPT, Copilot, Gemini, dkk. Bahkan, del Toro menyebut lebih baik mati ketimbang menggunakan teknologi tersebut.

    “Saya tidak tertarik dengan AI, khususnya AI-generatif, dan saya tidak akan pernah tertarik. Saya berusia 61 tahun, dan saya berharap bisa tetap tidak tertarik menggunakannya sampai saya meninggal,” kata del Toro.

    “Suatu hari, seseorang mengirim email kepada saya dan bertanya, ‘apa pendapat Anda tentang AI?’, dan jawaban saya sangat singkat. Saya berkata, ‘saya lebih baik mati’,” ia menambahkan.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • OPINI : Pelajaran dari Nobel Ekonomi

    OPINI : Pelajaran dari Nobel Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA – Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia meng­­­­anu­gerahkan Hadiah Nobel Ekonomi (Sve­­­­riges Riksbank Prize in Economic Sciences) kepada tiga ekonom terkemuka, ya­­­itu Joel Mokyr, Philippe Aghion, dan Peter Howitt atas kontribusi mereka da­­­lam menjelaskan per­tum­­­­buhan ekonomi yang di­­­ge­­­rakkan oleh peranan ino­­­vasi.

    Mokyr menekankan perlunya Pembangunan Teknologi sebagai prasyarat pertumbuhan yang berke­si­­nam­­­bungan sementara Aghion dan Howitt berbagi penghargaan atas teori cre­ative destruction. Teori ini menjelaskan bahwa ino­­vasi baru secara terus-me­­ne­­­rus akan menggantikan teknologi dan perusahaan lama.

    Dalam kehidupan sehari-hari creative destruction ini terlihat dalam berbagai perubahan di sekitar kita. Kamera digital membuat bisnis film gulung seperti Kodak bangkrut, namun melahirkan industri baru fotografi digital dan media sosial.

    Kehadiran Netflix dan Spotify menghilangkan persewaan dan toko DVD/CD dengan layanan streaming yang lebih efisien. Begitu pula Gojek dan Grab yang menggantikan taksi konvensional, atau e-commerce seperti Tokopedia yang menggantikan banyak toko fisik serta menciptakan ekosistem rantai pasok baru yang terintegrasi.

    Secara umum, karya para ekonom ini menegaskan bahwa inovasi tidak boleh lagi dilihat sebagai proses yang terjadi secara otomatis; namun memerlukan kebijakan pemerintah serta perubahan lingkungan yang terbuka terhadap penelitian dan pengembangan.

    Pemikiran di atas juga merupakan kelanjutan dari teori pertumbuhan yang sudah dikenal sejak setengah abad lalu. Robert Solow (1956) menunjukkan bahwa kemajuan teknologi, dan bukan akumulasi modal atau tenaga kerja, yang berperan sebagai pendorong utama pertumbuhan jangka panjang. Paul Romer (1986) memperluas gagasan tersebut dengan pernanan modal manusia (human capital) sebagai sumber pertumbuhan secara endogen. Keduanya pun menerima hadiah Nobel ekonomi, Solow pada 1987 dan Romer pada 2018.

    Bagi Indonesia, terdapat benang merah penting dari pemikiran di atas; apakah negara kita akan terus menyandarkan pertumbuhan ekonomi dari ekstraksi sumber daya alam atau pelan-pelan menuju sumber pertumbuhan berbasis inovasi. Selama 2 dekade terakhir, nilai ekspor RI masih bergantung pada hasil tambang dan pertanian, khususnya batu bara dan minyak sawit.

    Sebagai perbandingan, Vietnam sukses beralih ke komoditas perdagangan dari industri manufaktur bernilai tambah tinggi, khususnya elektronik, sehingga ekspor komputer dan elektroniknya melampaui Indonesia sejak pertengahan 2010-an.

    Hal ini bisa menjadi preseden bahwa Indonesia bergerak lebih lambat untuk bertransformasi menuju pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

    Salah satu permasalahan utama terbatasnya peranan inovasi bersifat struktural. Total belanja penelitian dan pengembangan (R&D) Indonesia hanya 0,28% dari PDB, jauh di bawah Malaysia (1,1%), China (1,4%), apalagi rata-rata negara OECD mencapai 2,5% pada 2022.

    Survei Bank Dunia terhadap 123 perusahaan manufaktur menemukan hanya 22 yang perusahaan yang melakukan R&D, dan hanya satu di sektor TIK. Meski 82% perusahaan mengklaim melakukan inovasi, 4 dari 5 di antaranya berasal dari transfer teknologi luar negeri, bukan dari hasil riset lokal.

    Dengan kata lain, lemahnya inovasi, peranan triple helix antara perusahaan dan universitas membuat perusahaan Indonesia lebih sering meminjam inovasi daripada menciptakannya.

    Data tahunan dari Joint Research Centre Komisi Eropa dalam laporan Industrial R&D Investment Scoreboard bisa digunakan sebagai acuan peranan inovasi pada tingkat perusahaan.

    Berdasarkan data ini ditemukan bahwa pada 2024, sejumlah 2.000 perusahaan terbesar dunia menghabiskan 1,25 triliun euro untuk R&D pada 2023, naik 7,5% dari tahun sebelumnya.

    Sektor TIK, kesehatan, dan otomotif menyumbang hampir dua pertiga dari total tersebut. Nama Indonesia hanya muncul sekali, melalui GoTo (hasil merger Gojek dan Tokopedia).

    Sebagai perbandingan, Korea Selatan memiliki 60 perusahaan dalam daftar, dan Taiwan 38. Jumlah ini mencerminkan investasi terkoordinasi selama puluhan tahun dalam R&D dan human capital yang melahirkan banyak sekali perusahaan berbasis inovasi.

    Munculnya nama GoTo di daftar tersebut menunjukkan kemajuan sekaligus keterbatasan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa jumlah belanja R&D GoTo tahun 2023 sebesar 210 juta euro dengan nilai penjualan sebesar 864 juta euro. Dengan kata lain R&D intensity atau rasio R&D terhadap penjualan sebesar 24%. Namun, GoTo masih mencatatkan kerugian secara keuangan serta mencatatkan jumlah pendapatan jauh di bawah peers seperti Grab (2,1 miliar euro) dan Lyft (4 miliar euro). Fakta ini menjelaskan, bahkan untuk perusahaan berbasis inovasi terbesar di Indonesia baru bisa mengandalkan basis domestik. Hal ini menandakan belum terbentuknya ekosistem inovasi nasional yang menopang pertumbuhan jangka panjang. Di tingkat menengah, keterbatasan ini kian nyata di tengah kemunculan otomatisasi dan kecerdasan buatan.

    Statistik lain juga menunjukkan kinerja yang kurang menggembirakan. Saat ini, hanya terdapat 0,05 % perusahaan di Indonesia yang berinvestasi dalam R&D. Indonesia memiliki kurang dari 300 peneliti per sejuta penduduk, jauh di bawah Malaysia (1.200) dan Korea Selatan (7.000). Ketimpangan ini menjelaskan mengapa kisah sukses digital Indonesia, meskipun mengesankan, masih sangat bergantung pada teknologi impor dibandingkan dengan hasil inovasi domestik

    Sebagai penutup hadiah Nobel Ekonomi tahun 2025 ini memberikan inspirasi sekaligus peringatan bagi Indonesia. Ekonomi berbasis pengetahuan memang membutuhkan perhatian khusus yang didukung ekosistem berbasis riset. Negara yang berinvestasi dalam riset dan human capital akan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi optimal di masa depan. Pilihan Indonesia jelas: tetap menjadi pengguna teknologi atau melangkah menjadi produsen pengetahuan.

  • Deal! Football Manager 26 Gandeng FIFA Hadirkan Piala Dunia

    Deal! Football Manager 26 Gandeng FIFA Hadirkan Piala Dunia

    Jakarta

    Sports Interactive dan FIFA resmi menandatangani kemitraan, untuk menghadirkan lisensi turnamen sepakbola terbesar, Piala Dunia 2026, yang akan diadakan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

    Namun tak hanya itu, dalam pernyataan singkatnya, dikatakan kalau di dalam permainan mereka juga menyertakan ajang bergengsi lain, seperti Piala Dunia Wanita dan Piala Dunia Anterklub.

    “Pengumuman kemitraan ini memungkinkan kami menjawab pertanyaan Anda, lisensi ini bertepatan dengan penyertaan modul Manajemen Internasional yang dapat dimainkan dan diperbarui dalam pembaruan konten tahun depan untuk FM26, Konsol FM26, dan FM26 mobile menjelang Piala Dunia FIFA 26,” bunyi pernyataan Sports Interactive di situs resminya, Jumat (24/10/2025).

    Terkait detail fitur di dalam game akan diinfokan oleh Sports Interactive ke depannya. Saat ini mereka baru bisa membeberkan informasi soal ketersediaan perlengkapan resmi dari 48 tim, yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026, bersama dengan tampilan siaran ketika bertanding dan nama turnamennya.

    Football Manager 26 rencananya akan dirilis oleh SEGA pada 4 November 2025. Saat sudah tersedia, gamer bisa memainkan game ini di berbagai macam platform gaming, mulai dari PS5, Xbox One, Xbox Series X/S, PC, MacOS, dan mobile.

    Untuk versi Nintendo Switch, Football Manager 25 baru dapat dimainkan pada 4 Desember 2025. Lalu gamer mobile nantinya bisa menikmati game ini melalui platform streaming film yang sudah sangat terkenal, yaitu Netflix.

    Jika tertarik memainkan game ini, sebaiknya gamer membelinya sekarang. Hal ini dikarenakan, SEGA tengah memberikan diskon 10%, sehingga harga Football Manager 26 di semua platform menjadi Rp 585 ribu dari aslinya Rp 650 ribu.

    Sebelum memutuskan untuk membelinya, khusus bagi gamer PC dan laptop, pastikan spesifikasi perangkatnya mumpuni. Berikut spesifikasi yang dibutuhkan.

    1. PC

    Sistem operasi: Windows 10/11 64 bitProsesor: Intel Core i3-530 atau AMD FX-4100 atau Intel Core i5-9600 atau AMD Ryzen 5 2600RAM: 4/12 GBGPU: Nvidia GeForce GTX 960 atau AMD Radeon R9 380 atau Intel HD 530 atau Nvidia GeForce RTX 2060 atau AMD Radeon RX 5600 XTDirectX: Versi 11Ruang penyimpanan: 20GB

    2. Laptop

    Sistem operasi: Windows 10/11 64 bitProsesor: Intel Core i3-330M atau AMD A6-5200 atau
    Intel Core i5-1035G7 atau AMD Ryzen 7 3750HRAM: 4/12 GBGPU: Nvidia GeForce GTX 960M atau AMD Radeon R9 M375 atau Intel HD 530 512MiB VRAM atau Nvidia GeForce RTX 2060 Mobile atau AMD Radeon RX 6600MDirectX: Versi 11Ruang penyimpanan: 20 GB

    3. MacOS

    Sistem operasi: 11 Big Sur, 12 Monterey, 13 Ventura, 14 Sonoma, 15 SequoiaProcessor: Apple M1 atau Intel Core MRAM: 4/12GBGraphics: Apple M1 atau NVIDIA GeForce GT 750M atau Intel HD Graphics 5000 atau AMD FirePro D300Ruang penyimpanan: 20 GB available space

    (hps/rns)

  • Puncak Inovasi Ponsel Layar Lipat

    Puncak Inovasi Ponsel Layar Lipat

    Jakarta

    Samsung tak lagi sekadar memimpin pasar ponsel layar lipat — dengan Galaxy Z Flip 7, mereka menunjukkan bahwa inovasi bisa mencapai titik kematangan yang benar-benar terasa.

    Setelah lima tahun bereksperimen dan memperhalus formula, Flip 7 hadir sebagai representasi paling matang dari visi Samsung terhadap smartphone lipat yang ringkas, kuat, dan benar-benar siap menjadi perangkat utama sehari-hari.

    Perubahan mungkin tak tampak radikal di permukaan, tapi setiap detail di Flip 7 menunjukkan evolusi yang sangat terukur. Ketika ponsel ini dibuka dan ditutup, terasa bahwa teknologi lipat Samsung sudah mencapai titik di mana keunikan desain tak lagi mengorbankan kenyamanan atau performa.

    RilisKamera

    Juli 2025

    Kamera Luar: 50 MP Wide (f/1.8, 1.0μm, OIS) + 12 MP Ultra-Wide (f/2.2, 123° 1.12 μm)
    Kamera Dalam: 10MP (f/2.2, 85˚ 1.12μm)DimensiBobot

    75.2 x 85.5 x 13.7mm (lipat)
    75.2 x 166.7 x 6.5mm (dibuka)

    188 gram

    Layar CoverLayar Utama

    4.1-inch (1048 x 948 pixels) Super AMOLED display
    refresh rate 60Hz / 120Hz , 344PPI, Corning Gorilla Glass Victus 2

    6.9-inch Full HD+ (2520 x 1080 pixels) 21.9 Dynamic AMOLED 2X Infinity Flex display
    adaptive refresh rate 1~120Hz , 397ppi

    ProsesorBaterai

    Exynos 2500 3nm dengan GPU Xclipse 950

    4.300 mAh fast charging 25W, Qi wireless charging 15W

    RAM dan StorageWarna

    12GB dan 256GB/512GB

    Blue Shadow, Jet Black, Coral Red, dan Mint

    FiturHarga

    USB Type-C Audio, Stereo Speakers, Dolby Atmos

    Galaxy Z Flip7 12GB/256GB: Rp 17.999.000
    Galaxy Z Flip7 12GB/512GB: Rp 19.999.000

    Galaxy Z Flip 7 adalah puncak inovasi ponsel lipat Samsung — bukan karena ia memperkenalkan hal yang revolusioner, tapi karena semuanya kini terasa matang, solid, dan siap menggantikan ponsel konvensional sepenuhnya. Ini bukan lagi “ponsel lipat untuk pencinta gaya”, tapi ponsel yang benar-benar bisa diandalkan.detikINETLayar

    Lupakan layar cover kecil. Galaxy Z Flip7 kini datang dengan FlexWindow 4,1 inch yang membentang penuh, nyaris tanpa bingkai. Ini adalah lompatan besar dari 3,4 inch di seri sebelumnya.

    Tak sampai di situ, layar cover kini mendukung refresh rate hingga 120Hz, sebuah peningkatan signifikan dari 60Hz pada model Z Flip6. Kecerahan puncak pun kini menyentuh 2600 nits, menjadikannya mudah dilihat bahkan di bawah sinar Matahari langsung.

    Samsung Galaxy Z Flip7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Kehadiran Infinity FlexWindow 4,1 inch membuat aktivitas membalas pesan jauh lebih mudah. Tanpa perlu membuka layar utama, kita dapat langsung mengetik pesan balasan WhatsApp di layar cover.

    Fitur Now Brief menampilkan notifikasi seperti jadwal harian, cuaca, atau peringatan perjalanan langsung di layar cover, sehingga pengguna yang sibuk bisa tetap terorganisir tanpa repot.

    Layar cover yang lebih besar bermanfaat untuk menikmati hiburan singkat di YouTube, Instagram ataupun TikTok saat naik commuter seperti MRT atau sembari bekerja. Kita jadi nyaman nonton konten tanpa perlu membuka layar utama 6,9 inch, yang mungkin mengganggu penumpang di kiri dan kanan.

    Samsung Galaxy Z Flip7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Puncak inovasi Galaxy Z Flip7 adalah integrasi Gemini Live langsung di FlexWindow, menjadikannya ponsel lipat pertama yang menawarkan akses AI multimodal tanpa membuka layar utama.

    Kami mencoba Gemini Live untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya meminta bantuan memilihkan outift yang cocok dipakai ke suatu acara. AI langsung menganalisis dan memberikan saran secara real-time.

    Samsung menggunakan panel SuperAMOLED pada layar cover. Warna tajam, kontras mendalam, dan animasi yang lancar membuat pengalaman visual semakin menyenangkan.

    Layar ini dibekali Gorilla Glass Victus 2 memberikan ketahanan terhadap goresan. Sementara fitur Vision Booster dan HDR10+ memastikan visibilitas tetap optimal meski di outdoor.

    Hal serupa kami rasa pada layar bagian dalam ukurannya 6,9 inch Foldable Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz dan HDR10+. Rasio 21:9 membuahnya lebih lega untuk ngetik dan multitasking.

    Crease (lipatan) pada layar dalam terasa lebih minim berkat desain water drop pada engsel, meskipun masih terlihat dalam kondisi tertentu, seperti saat terkena pantulan cahaya.

    Desain

    Samsung tampaknya serius mengejar estetika dan fungsi pada Galaxy Z Flip7. Salah satu perubahan paling mencolok adalah desain yang lebih ramping dibandingkan pendahulunya, Z Flip6.

    Ketika dibuka, ponsel ini memiliki ketebalan hanya 6,5 mm, turun dari 6,9 mm pada Z Flip6, dan 13,7 mm saat dilipat, dibandingkan 14,9 mm pada model sebelumnya. Meskipun perbedaan ini terlihat kecil, dampaknya cukup signifikan saat digenggam, memberikan kesan lebih premium dan nyaman di saku.

    Samsung Galaxy Z Flip7 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Desain engsel baru, yang disebut Armour Flex Hinge, juga menjadi sorotan. Engsel ini tidak hanya lebih kuat, tetapi juga memungkinkan ponsel untuk dilipat sepenuhnya rata tanpa celah, menghasilkan suara clap yang memuaskan saat ditutup.

    Engsel ini juga mendukung berbagai sudut lipatan, memungkinkan pengguna untuk menggunakan ponsel dalam mode Flex untuk keperluan seperti merekam video atau video call tanpa perlu tripod.

    Z Flip7 hadir dalam beberapa pilihan warna menarik, salah satunya Mint yang eksklusif tersedia melalui situs resmi Samsung. Meskipun memiliki rating IP48 yang tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit, ponsel ini hanya tahan terhadap partikel debu berukuran lebih dari 1 mm, sehingga pengguna harus tetap berhati-hati di lingkungan berdebu seperti pantai.

    Secara keseluruhan, desain Z Flip7 terasa seperti langkah maju yang signifikan, menjadikannya salah satu ponsel lipat paling menarik secara visual di pasaran.

    Performa

    Untuk pertama kalinya, Samsung menggunakan chipset buatan sendiri, Exynos 2500, pada Z Flip7, menggantikan Snapdragon yang biasa digunakan pada seri foldable sebelumnya. Chipset ini dibuat dengan proses 3nm, dipadukan dengan RAM 12GB serta penyimpanan hingga 512GB.

    Dalam penggunaan sehari-hari, performa Z Flip7 terasa lincah untuk tugas-tugas harian seperti multitasking dan browsing. Bahkan HP ini mampu menjalankan Samsung DeX dengan lancar saat terhubung dengan monitor memberikan pengalaman desktop.
    Soalgaming, kami bisa memainkan Call of Duty Mobile dengan lancar dengan grafis tinggi tanpa frame drop yang signifikan, meski bodi belakang mulai terasa hangat setelah 20 menit bermain.

    Untuk mengetahui seberapa kencang Z Flip7, HP ini diuji menggunakan sejumlah aplikasi benchmark. berikut hasilnya:

    Antutu 1.285.010Geekbench Single Core 1.592Geekbench Multi Core 6.921

    Secara keseluruhan, Exynos 2500 menunjukkan peningkatan dari Snapdragon 8 Gen 3 di Z Flip6, terutama pada performa GPU. Namun, skor CPU dan stabilitas termal masih kalah dibandingkan Snapdragon 8 Elite, yang menjadi standar premium flaghsip di 2025.

    Baterai

    Kapasitas baterai Z Flip7 meningkat menjadi 4300mAh, naik 7% dari 4000mAh pada Z Flip6. Dalam pengujian, ponsel ini mampu bertahan seharian penuh dengan penggunaan moderat (sekitar 3-4 jam screen-on time), dengan sisa baterai sekitar 35-40% pada malam hari.

    Pengujian Samsung menunjukkan waktu tahan 19 jam untuk browsing web, 9,5 jam untuk streaming video, dan hingga 31 jam untuk pemutaran video lokal 720p. Angka merupakan peningkatan dari Z Flip6.

    detikINET sempat melakukan pengujian menggunakan PC Mark. HP ini menorehkan hasil 13 jam 59 menit.

    Kamera

    Samsung di Z Flip7 masih membawa kamera utama: 50MP dengan aperture f/1.8, OIS (Optical Image Stabilization), dan dual-pixel autofocus. Sensor ini sama seperti di Z Flip6, tapi dengan tuning ProVisual Engine yang ditingkatkan untuk pemrosesan gambar lebih baik.
    Lalu ada kamera ultrawide berukuran 12MP dengan field of view 123 derajat, ideal untuk foto landscape atau grup. Tidak ketinggalan kamera selfie di layar bagian dalam berukuran 10MP dengan aperture f/2.2, cukup untuk video call.

    Dari pengalaman penggunaan, kamera utama menghasilkan foto yang vivid dengan warna akurat di siang hari. Misalnya, saat memotret pemandangan kota di sore hari, detail bangunan tetap tajam meski cahaya Matahari terbenam.

    Di low-light, seperti malam hari, noise berkurang berkat ProVisual Engine, dan skin tones terlihat natural – tidak terlalu oversaturated seperti di model lama. Ultrawide-nya bagus untuk foto grup. Secara keseluruhan, ini bukan kamera pro-level, tapi untuk penggunaan sehari-hari, Z Flip7 unggul di kemudahan dan konsistensi.

    Paling bikin saya jatuh cinta adalah pengalaman selfie di Z Flip7, terutama berkat layar cover 4.1 inch yang lebih besar dari 3.4 inci di Z Flip6. Ini bukan sekadar upgrade ukuran; layar ini sekarang edge-to-edge, memungkinkan preview yang lebih luas saat menggunakan kamera utama 50MP untuk selfie.

    Ya, kita bisa lipat ponsel setengah dan gunakan FlexCam mode untuk hasil berkualitas tinggi tanpa membuka layar utama. Sepanjang pengujian, kami sering menggunakan FlexMode untuk selfie grup.

    Tak sampai di situ, Samsung memberikan akses cepat ke filters tanpa buka aplikasi kamera penuh. Fitur Audio Eraser juga bisa diakses dari FlexWindow saat merekam video, memungkinkan kita menghapus suara latar seperti klakson atau keramaian dengan sekali tap.

    Berikut adalah beberapa foto hasil jepretan Galaxy Z Flip 7

    Hasil kamera Galaxy Z Flip7 Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINETHasil kamera Galaxy Z Flip7 Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINETHasil kamera Galaxy Z Flip7 Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINETHasil kamera Galaxy Z Flip7 Foto: Rizqy Nur Amalia/detikINETFitur Produktivitas

    Galaxy Z Flip7 dilengkapi dengan Galaxy AI, termasuk Gemini Live yang bisa diakses dari layar cover. Fitur ini memungkinkan interaksi multimodal, seperti mengobrol dengan asisten AI sambil menggunakan kamera eksternal.

    FlexWindow kini mendukung aplikasi seperti Google Maps, YouTube Music, dan Netflix tanpa perlu membuka ponsel, meskipun pengaturan widget masih harus dilakukan dari layar utama, yang terasa kurang praktis.

    Fitur Samsung DeX juga hadir, memungkinkan ponsel ini berfungsi sebagai CPU saat terhubung ke monitor, keyboard, dan mouse. Ini sangat berguna untuk produktivitas, terutama saat bepergian.

    Opini detikINET

    Samsung Galaxy Z Flip7 adalah ponsel lipat yang menyenangkan dengan layar cover terbesar di kelasnya, baterai lebih tahan, dan kamera selfie yang mumpuni. Desain ramping dan fitur Galaxy AI menjadikannya perangkat gaya hidup yang menarik.

    Galaxy Z Flip 7 adalah puncak inovasi ponsel lipat Samsung — bukan karena ia memperkenalkan hal yang revolusioner, tapi karena semuanya kini terasa matang, solid, dan siap menggantikan ponsel konvensional sepenuhnya. Ini bukan lagi “ponsel lipat untuk pencinta gaya”, tapi ponsel yang benar-benar bisa diandalkan.

    Dengan Flip 7, Samsung membuktikan bahwa inovasi sejati bukan sekadar menambah fitur, tapi menyempurnakan pengalaman hingga terasa alami. Di titik ini, ponsel layar lipat bukan lagi masa depan — ia sudah tiba, dan Samsung ada di garis depan.

    Jika kamu mencari ponsel lipat yang stylish dan fungsional, Galaxy Z Flip7 adalah pilihan yang solid.

    Simak Video “Video: Sah! Samsung Galaxy Z Fold7 dan Flip 7 Resmi Dijual di Indonesia “
    [Gambas:Video 20detik]

    (asj/asj)

  • Netflix, Amazon, dan Apple Berebut Beli Warner Bros

    Netflix, Amazon, dan Apple Berebut Beli Warner Bros

    Jakarta

    Tiga raksasa teknologi dunia, yakni Netflix, Amazon, dan Apple, dilaporkan tengah menunjukkan minat untuk mengakuisisi Warner Bros Discovery (WBD) – baik secara keseluruhan maupun sebagian asetnya. Kabar ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg, mengutip sejumlah sumber internal yang mengetahui proses tersebut.

    Menurut laporan itu, ketiga perusahaan teknologi tersebut tengah menjajaki peluang untuk membeli perusahaan hiburan besar yang membawahi nama-nama seperti HBO, CNN, DC Studios, dan Warner Bros Pictures. Beberapa di antaranya disebut tertarik pada perpustakaan konten dan aset produksi WBD, yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan dalam industri hiburan global.

    Bloomberg melaporkan bahwa Warner Bros Discovery sebelumnya telah menolak tiga tawaran dari Paramount, termasuk salah satunya yang mencapai USD 24 per saham. Paramount sendiri baru saja menyelesaikan merger kontroversial dengan Skydance Media, sebuah langkah yang sempat memicu perdebatan di kalangan investor karena kompleksitas struktur dan nilai kesepakatannya.

    Sumber yang dikutip Bloomberg menyebutkan, meski WBD belum membuat keputusan resmi, pihak internal perusahaan telah melakukan kajian strategis untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, terutama setelah menerima berbagai penawaran tak resmi dari beberapa pihak.

    Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Warner Bros Discovery berencana untuk memisahkan bisnis kabel TV dan layanan streaming pada tahun depan. Langkah ini diyakini akan membuat perusahaan lebih fleksibel dalam menghadapi tekanan pasar sekaligus membuka peluang penjualan sebagian unit bisnis yang kurang strategis.

    WBD juga tengah menyiapkan nondisclosure agreement (NDA) untuk calon pembeli potensial, termasuk Netflix, Amazon, Apple, Paramount, dan Comcast, sebelum membagikan data keuangan internal sebagai bagian dari proses due diligence.

    Meski minat tinggi datang dari sejumlah perusahaan besar, akuisisi penuh terhadap WBD bukan perkara mudah. Perusahaan ini memiliki valuasi besar, portofolio aset yang kompleks, serta keterikatan regulasi yang ketat, terutama karena kepemilikan media besar seperti CNN dan HBO.

    Jika proses ini berlanjut, akuisisi WBD oleh salah satu raksasa teknologi bisa menjadi salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah industri hiburan modern – menandai era baru di mana perusahaan teknologi tak hanya menjadi platform distribusi, tetapi juga pemilik utama konten hiburan global.

    (afr/afr)