Perusahaan: Guardian

  • Terkuak, Alasan Haru Ramai Lansia Jepang Pilih Jadi Kriminal

    Terkuak, Alasan Haru Ramai Lansia Jepang Pilih Jadi Kriminal

    Jakarta, CNBC Indonesia – Geger masyarakat lansia Jepang marak menjadi kriminal. Padahal, negara itu dikenal sebagai negara berbudaya dengan masyarakatnya yang sejahtera. Ternyara, kedigdayaan masyarakat Jepang kebanyakan hanya terjadi di usia matang mereka.

    Saat ini cukup banyak lansia di Jepang yang berakhir di jeruji besi karena tindakan kriminal. Banyak dari mereka bahkan ingin masuk penjara secara sukarela demi menyambung hidup.

    Menurut BBC International, para lansia menganggap penjara adalah tempat menyambung hidup terbaik. Di balik jeruji besi, mereka bisa memperoleh tempat tinggal, mendapat layanan kesehatan 24 jam, dan terpenting, kebutuhan hidup dasar dapat terpenuhi.

    Hal ini disebabkan karena kehidupan masa tua di Jepang tidak diiringi dengan kualitas hidup yang membaik. Saat mereka tak lagi produktif, lansia ini dihadapkan pada mahalnya biaya hidup, tingginya biaya pelayanan kesehatan, serta jeratan kesepian akibat ditinggal keluarga.

    Menurut laporan pemerintah pada 2021 yang dikutip The Economist, jumlah pelaku kriminal di atas usia 65 tahun telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama 20 tahun terakhir. Secara persentase, sebagaimana dilaporkan Reuters, jumlah ini meningkat 7% dari satu dekade sebelumnya.

    Pada 2006 misanya, The Guardian melaporkan bahwa tahanan berusia 60 tahun ke atas berjumlah 28.892 orang atau 12% dari keseluruhan tahanan berjumlah 80.000. Angka ini meningkat drastis dari tahun 2000 yang hanya 9.478 orang.

    Memang, mereka tidak mendapat kebebasan. Tapi, di penjara, warga dijamin pemerintah. Contoh kasus, seorang kakek berusia 64 tahun bernama Toshio Takata. la secara sengaja ingin dipenjara.

    Toshio awalnya seorang pensiunan yang tinggal seorang diri. Namun, uang pensiun yang didapat tak bisa menutupi besarnya biaya hidup.

    Setelah kocar-kacir cari nafkah dan gagal, Toshio putus asa dan punya rencana cerdik.

    Dia ingin mencuri sepeda, lalu secara sukarela menyerahkan diri kepada polisi. Sekali waktu, dia sungguh melakukan itu dan berhasil.

    “Lihat, saya mengambil sepeda ini,” katanya kepada polisi, saat menceritakan ulang ke BBC International.

    Meski tergolong kecil, polisi sangat serius menindaknya. Hasilnya pun sesuai harapan sang kakek di mana ia dipenjara setahun

    “Saya bisa makan dan tinggal secara gratis,” kata Toshio tanpa rasa bersalah. Setelah setahun dan bebas, Toshio malah ketagihan hidup di penjara. Dia lagi-lagi punya rencana jahat dan berhasil ditindak.

    Kali ini dia super bahagia karena bisa menghabiskan waktu di penjara lebih lama.

    Di hukuman kedua, polisi menghukumnya delapan tahun penjara karena melakukan pengancaman dengan senjata.

    “Saya menyukai karena bisa tinggal gratis.

    Bahkan setelah keluar nanti, saya punya uang banyak karena dana pensiun saya tidak terpakai oleh kebutuhan di rumah,” ujar kakek berusia 64 tahun itu.

    Jika kasus Toshio didasarkan pada masalah finansial, maka kasus yang menjerat para perempuan lansia lain cerita. Perlu diketahui, mayoritas tahanan lansia adalah perempuan.

    Kantor berita NHK menulis mayoritas kasus para nenek 90% adalah pencurian. Mereka secara sukarela masuk penjara karena kesepian, bisa karena ditinggal keluarga atau ceral.

    Ambil contoh cerita Takako Suzuki. Perempuan berusia 76 tahun itu rela masuk penjara karena menganggap hidupnya disana bisa bahagia.

    Sebelum menjadi terdakwa, Takako punya suami dan dua anak yang sudah bekerja. Kesibukan anaknya dan suami yang sudah tiada membuat dia merasa kesepian, yang membuatnya nekat melakukan aksi pidana dan mencapai yang dia inginkan, yakni masuk penjara.

    Saat ditahan, polisi mendiagnosis dia terkena demensia, sehingga dia dibebaskan setelah enam hari ditahan. Namun, setelahnya dia justru kembali ingin masuk penjara dengan mencuri.

    Kepada NHK, Takako cerita saat di penjara kualitas hidupnya meningkat. Dia tak lagi kesepian, bisa ngobrol bareng tahanan lain, melakukan kegiatan keterampilan, dan mendapat pengobatan fisioterapi secara gratis. “Saya lebih baik dan suka di sini.

    “Sangat senang,” kata Takako.

    Kisah Toshio dan Takako berujung pada lahirnya ‘lingkaran setan’ yang tak berujung.

    Dalam laporan The Economist lagi, Jepang awalnya cukup keras terhadap narapidana. Namun, karena beberapa tahun terakhir mayoritas diisi tahanan lansia, maka pemerintah melunak. Mereka kemudian menjadikan penjara sebagai rehabilitasi.

    Masalahnya, dengan pola pikir “penjara membawa kesejahteraan” para lansia malah betah dan menganggap penjara sebagai panti jompo. Akibatnya, kasus ini pun tak akan selesai.

    Peneliti Universitas Kokugakuin, Yasuda Megumi, menyebut langkah pemerintah Jepang merehabilitas tahanan baik, tetapi yang harus diperkuat adalah soal jaring pengaman. Maksudnya, seperti reformasi hukum untuk membatasi penahanan lansia atau menawarkan amnesti.

    Dalam riset When the Elderly Turn to Petty Crime: Increasing Elderly Arrest Rates in an Aging Population, Naomi F. Sugie menjelaskan bahwa persoalan ini membutuhkan integrasi kehidupan sosial yang jelas di antara masyarakat Jepang.

    Pemerintah, misalnya, bisa melakukan peningkatan potongan gaji bulanan saat usia produktif untuk dana pensiun lebih besar di masa depan.

    Lalu, masyarakat pun harus mulai mengubah pola pikir tentang keluarga. Mulai dari keengganan memiliki anak, memilih hidup sendirian, dan sekalipun punya keluarga, banyak orang ingin hidup mandiri karena tinggal bersama keluarga bisa merepotkan.

    Akibatnya, kesulitan ekonomi yang menjerat dan kuatnya budaya ala Jepang itu membuat pikiran “penjara membawa kebahagiaan” sulit dilepas.

    Dengan melihat proyeksi penduduk Jepang masa depan yang didominasi lansia, bukan tidak mungkin bahwa akan ada ribuan kisah-kisah Toshio dan Takako lain di masa depan.

    (fsd/fsd)

  • Pemberontak Suriah Dekati Kota Homs, Hizbullah Langsung Kirim Pasukan Pengintai – Halaman all

    Pemberontak Suriah Dekati Kota Homs, Hizbullah Langsung Kirim Pasukan Pengintai – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Pergerakan pasukan pemberontak Suriah telah membuat Timur Tengah terguncang.

    Para pasukan oposisi Suriah ini dengan cepat telah mengambil kota-kota penting di negara tersebut dan menuju ke Ibu Kota Damaskus.

    Kini, para pemberontak telah mendekati kota terbesar ketiga di Suriah, Homs, menyapu sepanjang jalan raya yang mengarah ke Damaskus.

    Militan yang dipelopori kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) sebelumnya menguasai Kota Hama pada Kamis (5/12/2024).

    Mereka dengan cepat merebut dua kota utama di Suriah sebelum tiba di Al-Dar al-Kabera, sebuah kota dengan jarak 9 km dari pusat Homs.

    Pemerintah Suriah juga kehilangan kendali atas kota simbolis di selatan Deraa dan sebagian besar provinsi yang menjadi tempat pemberontakan di negara tersebut pada tahun 2011.

    Dikutip dari The Guardian, pejuang pemberontak maju ke Deraa setelah mencapai kesepakatan untuk memberikan jalan aman bagi pejabat militer menuju Damaskus.

    Video dari saluran Aleppo Today menunjukkan serangan udara yang menargetkan Talbiseh di jalan antara Hama dan Homs tak lama setelah pemberontak mengklaimnya.

    Kementerian Pertahanan di Damaskus mengatakan pesawat militer Rusia dan Suriah bertanggung jawab atas serangan udara di pedesaan Hama.

    Sementara serangan yang dikaitkan dengan pasukan dari Moskow menghancurkan sebuah jembatan di sepanjang jalan raya menuju Homs.

    Kota Homs terletak di persimpangan penting yang dekat dengan perbatasan Lebanon, yang menghubungkan jalan menuju Damaskus dengan jalan raya menuju masyarakat pesisir, jantung wilayah kekuasaan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan lokasi pangkalan angkatan laut Rusia.

    Homs menyaksikan beberapa pertempuran paling sengit selama fase-fase awal perang saudara Suriah lebih dari satu dekade lalu.

    Pasukan pemberontak terlibat dalam pertempuran jalanan selama bertahun-tahun dengan tentara dan pasukan milisi Suriah yang bersekutu, serta kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

    Hizbullah Kirim Pasukan ke Homs

    Kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah mengirim sejumlah kecil “pasukan pengawas” dari Lebanon ke Suriah pada Jumat (6/12/2024) malam untuk membantu mencegah pejuang antipemerintah merebut kota strategis Homs.

    “Homs tidak boleh jatuh,” kata salah satu sumber kepada Reuters.

    Sumber itu juga mengatakan bahwa perwira senior dikerahkan semalam untuk mengawasi beberapa pejuang Hizbullah yang telah berada di Suriah dekat perbatasan dengan Lebanon selama bertahun-tahun.

    Seorang perwira militer Suriah dan dua pejabat regional yang dekat dengan Teheran juga mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan elit Hizbullah telah menyeberang dari Lebanon dan mengambil posisi di Homs.

    Langkah tersebut mencerminkan perombakan dramatis di medan pertempuran Suriah sejak Senin, ketika sumber yang dekat dengan kelompok tersebut mengatakan Hizbullah tidak bermaksud untuk dikerahkan ke Suriah untuk saat ini.

    Saat itu, pasukan pemberontak yang dipimpin HTS, mantan afiliasi Al-Qaeda, telah merebut Kota Aleppo di Suriah utara.

    Namun pada hari Kamis, mereka telah merebut Hama – sebuah kota di pusat Suriah – dan bergerak maju ke Homs.

    Homs, provinsi terbesar di Suriah, berbatasan dengan Lebanon, Irak, dan Yordania dan menjadi rute transportasi utama bagi Iran untuk membawa peralatan militer ke Hizbullah di Lebanon.

    Sumber keamanan Lebanon mengatakan Homs penting sebagai “tempat penyimpanan” bagi Hizbullah dan kelompok bersenjata lain yang didukung Iran.

    Kehilangan kota Homs akan mengisolasi ibu kota Damaskus dari benteng pesisir pemerintah Suriah di sebelah barat.

    Para pejabat Barat mengatakan kepada Reuters bahwa para pejuang Hizbullah khawatir mereka akan diserang oleh Israel jika mereka dikerahkan ke Suriah.

    (Tribunnews.com/Whiesa)

  • Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1017: Rusia Minta Ukraina Jadi Negara Non-Blok jika Mau Damai – Halaman all

    Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1017: Rusia Minta Ukraina Jadi Negara Non-Blok jika Mau Damai – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Berikut ini perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-1017 pada Jumat (6/12/2024).

    Pada tengah malam, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan Rusia mencoba 37 kali untuk menerobos pertahanan Ukraina ke arah Pokrovsky.

    Pada pukul 01.00 waktu setempat, satu dari enam drone mencoba terbang menuju Ukraina.

    Setidaknya lima UAV Rusia terdeteksi di wilayah utara Ukraina pada pukul 03.00 waktu setempat, seperti diberitakan Telegraf.

    Menlu Rusia: Tak Boleh Gabung NATO, Ukraina Harus Jadi Negara Non-Blok

    Menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengungkapkan syarat untuk melakukan perundingan damai dengan Ukraina.

    “Presiden Vladimir Putin sering dituduh secara keliru menolak berunding dengan Ukraina,” kata Lavrov mengatakan kepada Carlson dalam wawancara yang dipublikasikan pada Kamis (5/12/2024).

    Menurutnya, pihak Ukraina-lah yang menolak perundingan itu karena Zelensky menandatangani perintah yang melarang perundingan apapun dengan Rusia.

    “Sebagai permulaan, mengapa Anda tidak memberi tahu dia (Zelensky) untuk membatalkannya (perintah) secara terbuka? Ini akan menjadi sinyal bahwa dia menginginkan negosiasi,” kata Lavrov.

    Ia menyebutkan beberapa syarat yang pernah disampaikan oleh Putin, terutama larangan bagi Ukraina untuk bergabung dengan NATO, aliansi pertahanan pimpinan AS.

    “Prinsip utamanya adalah status non-blok Ukraina. Tidak ada NATO. Sama sekali tidak. Tidak ada pangkalan militer, tidak ada latihan militer di tanah Ukraina dengan partisipasi pasukan asing,” tegasnya.

    Sekutu Ukraina Memaki Menlu Rusia soal Perang di Ukraina

    Negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat (AS) mengecam keras menteri luar negeri Rusia, Sergei Lavrov, atas perang di Ukraina dalam sebuah pertemuan tahunan Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa di Malta.

    “Pesan saya kepada delegasi Rusia adalah sebagai berikut: Kami tidak tertipu oleh kebohongan Anda. Kami tahu apa yang Anda lakukan. Anda mencoba membangun kembali kekaisaran Rusia dan kami tidak akan membiarkan Anda. Kami akan melawan Anda semaksimal mungkin,” kata Menteri luar negeri Polandia, Radoslaw Sikorski.

    Menlu Ukraina Walkout saat Menlu Rusia Berpidato

    Menteri luar negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyampaikan dalam pertemuan itu bahwa negaranya terus berjuang demi haknya untuk hidup.

    “Dan penjahat perang Rusia di meja ini harus tahu: Ukraina akan memenangkan hak ini dan keadilan akan menang,” kata Andrii Sybiha.

    Menteri luar negeri Polandia, Ukraina dan lainnya meninggalkan ruangan ketika Sergei Lavrov akan berpidato.

    Sementara itu, Sergei Lavrov tidak hadir saat menteri luar negeri AS, Antony Blinken, menyampaikan pidatonya di mana ia menyebut Lavrov sangat mahir menenggelamkan pendengar dalam tsunami misinformasi, seperti diberitakan The Guardian.

    Gubernur Kursk Mundur Setelah Invasi Ukraina, Putin Tunjuk Pejabat Baru

    Presiden Rusia Vladimir Putin menunjuk Alexander Khinshtein sebagai penjabat gubernur wilayah Kursk selatan.

    “Manajemen krisis diperlukan di wilayah tersebut,” kata Putin.

    Setelah serangan mendadak pada awal Agustus lalu, Ukraina kini menduduki sebagian wilayah Kursk.

    Sementara itu Gubernur Kursk saat ini, Alexei Smirmnov, telah mengundurkan diri.

    Zelensky Marah, PBB Tidak Berbuat Maksimal untuk Pulangkan Tawanan Ukraina di Rusia

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengkritik PBB dan Palang Merah yang dinilai tidak berbuat cukup banyak untuk membawa kembali warga Ukraina yang ditawan oleh Rusia. 

    “Apakah saat ini kita menerima banyak bantuan dari organisasi-organisasi seperti PBB atau Komite Internasional Palang Merah dalam melindungi dan mengamankan kembalinya tahanan Ukraina yang ditahan di Rusia? Faktanya, kita tidak,” kata Zelensky pada sebuah konferensi hak asasi manusia di Kyiv.

    “Kita semua melihat, khususnya, betapa lemahnya respons dunia terhadap apa yang dilakukan Rusia terhadap tahanan Ukraina,” lanjutnya.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    Berita lain terkait Rusia dan Ukraina

  • ChatGPT Langsung Error Saat Ketik Nama Ini, Cek Alasannya

    ChatGPT Langsung Error Saat Ketik Nama Ini, Cek Alasannya

    Jakarta, CNN Indonesia

    Akhir pekan lalu, nama “David Mayer” menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Namun, yang menarik, nama tersebut justru tidak diakui oleh ChatGPT.

    Kejadian ini memicu rasa penasaran banyak orang di media sosial, terutama karena chatbot populer tersebut tampaknya “menolak” untuk menyebutkan nama tersebut.

    Para pengguna ChatGP, yang dikenal sebagai “wrangler chatbot” mencoba berbagai cara untuk memaksa chatbot itu mengetik “David Mayer”. Sayangnya upaya mereka berujung pada kegagalan.

    Jawaban dari ChatGPT bervariasi, mulai dari “terjadi kesalahan”, “saya tidak dapat memberikan tanggapan”, hingga hanya berhenti di kata “David”.

    Hal ini memicu berbagai spekulasi daring mengenai siapa sebenarnya David Mayer. Sebagian pengguna bahkan mengira bahwa Mayer mungkin telah meminta namanya dihapus dari sistem ChatGPT, berdasarkan aturan privasi tertentu.

    Namun, penjelasan akhirnya datang dari pengembang ChatGPT, OpenAI, yang menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan sistem.

    “Salah satu alat kami secara keliru menandai nama ini dan mencegahnya muncul dalam tanggapan. Hal ini tidak seharusnya terjadi, dan kami sedang bekerja untuk memperbaikinya,” ujar juru bicara OpenAI.

    Spekulasi liar di media sosial pun berkembang. Beberapa pengguna menduga bahwa David Mayer yang dimaksud adalah David Mayer de Rothschild, seorang anggota keluarga Rothschild yang sering menjadi subjek teori konspirasi.

    Namun Mayer de Rothschild membantah keterlibatannya dalam hal ini.

    “Saya tidak pernah meminta nama saya dihapus dan tidak pernah berhubungan dengan ChatGPT. Sayangnya, semua ini didorong oleh teori konspirasi,” ungkapnya, melansir The Guardian.

    Sementara itu, kesalahan tersebut juga dipastikan tidak ada hubungannya dengan mendiang Profesor David Mayer, seorang akademisi yang pernah dicurigai masuk daftar keamanan AS karena namanya sama dengan alias mantan militan Chechnya, Akhmed Chatayev.

    Meski demikian, beberapa pihak menduga masalah ini mungkin terkait dengan aturan privasi di Uni Eropa dan Inggris, khususnya dalam konteks GDPR (General Data Protection Regulation). OpenAI memiliki kebijakan privasi di Eropa yang memungkinkan individu untuk meminta penghapusan data pribadinya dari produk mereka, dikenal sebagai “hak untuk dilupakan”.

    Namun, OpenAI menolak memberikan komentar apakah masalah “David Mayer” ini berkaitan dengan prosedur tersebut.

    Helena Brown, seorang mitra sekaligus spesialis perlindungan data di firma hukum Addleshaw Goddard, menjelaskan bahwa permintaan “hak untuk dilupakan” dapat diajukan terhadap siapa pun yang memproses data pribadi seseorang, termasuk alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT.

    “Menariknya, dalam kasus David Mayer, terlihat bahwa nama lengkap bisa sepenuhnya dihapus dari alat AI ini,” ujarnya.

    Namun, Brown juga menekankan bahwa menghapus semua informasi yang mampu mengidentifikasi seseorang sepenuhnya bisa menjadi tantangan besar bagi alat AI.

    “Volume data yang sangat besar serta kompleksitas alat GenAI menciptakan masalah kepatuhan privasi. Menghapus semua informasi terkait individu tidak sesederhana hanya menghapus nama mereka,” jelasnya.

    Ia juga mencatat bahwa banyak data pribadi yang digunakan untuk melatih model AI berasal dari sumber publik seperti internet. Hal ini membuat pelacakan dan penghapusan data pribadi secara menyeluruh menjadi tugas yang hampir mustahil dilakukan.

    Saat ini, OpenAI telah memperbaiki kesalahan terkait nama David Mayer. ChatGPT kini dapat merespons permintaan dengan menyebut nama tersebut. Namun, beberapa nama lain yang muncul di media sosial selama akhir pekan masih memicu respons seperti “terjadi kesalahan” ketika diketikkan ke dalam chatbot.

    (wnu/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Pertama Kali, Amnesty Internasional Menyatakan Tindakan Israel di Gaza Merupakan Genosida – Halaman all

    Pertama Kali, Amnesty Internasional Menyatakan Tindakan Israel di Gaza Merupakan Genosida – Halaman all

    Pertama Kali, Amnesty Internasional Menyatakan Tindakan Israel di Gaza Merupakan Genosida

    TRIBUNNEWS.COM- Laporan Amnesty International merinci tuduhan utama untuk mendukung klaimnya bahwa “Israel” melakukan genosida di Jalur Gaza.

    Sebuah laporan oleh Amnesty International mengklaim bahwa perang “Israel” di Jalur Gaza merupakan kejahatan perang genosida menurut hukum internasional, dalam deklarasi pertama dari jenisnya sejak dimulainya serangan 14 bulan yang lalu. 

    Laporan setebal 32 halaman yang diterbitkan pada hari Kamis itu mengkaji berbagai peristiwa di Gaza dari Oktober 2023 hingga Juli 2024, dan menuduh “Israel” melakukan tindakan genosida selama konflik yang sedang berlangsung. 

    Amnesty menemukan bahwa pendudukan itu “secara terang-terangan, terus-menerus, dan dengan impunitas total… menimbulkan kekacauan” di Gaza, dengan menyatakan bahwa tindakan “Israel”, termasuk pembunuhan, menimbulkan kerugian, dan menciptakan kondisi yang mengancam jiwa , mencerminkan niat untuk menghancurkan warga Palestina di Gaza. 

    Laporan tersebut menekankan bahwa Operasi Banjir Al-Aqsa yang dilakukan Hamas pada tanggal 7 Oktober “tidak membenarkan genosida,” dan lebih jauh menekankan bahwa ini adalah pertama kalinya organisasi tersebut membuat tuduhan seperti itu selama konflik yang sedang berlangsung, berdasarkan laporan PBB sebelumnya yang menunjukkan bukti adanya genosida.

    Amnesty menyoroti penghambatan bantuan yang disengaja, penghancuran sistem penting, dan pengungsian, menggambarkan hal ini sebagai bagian dari pola konsisten yang terkait dengan blokade dan pendudukan lama di Gaza. 

    Sekretaris Jenderal Agnes Callamard, saat berpidato di sebuah konferensi pada hari Rabu, menyatakan, “Temuan kami yang memberatkan ini harus menjadi peringatan: ini adalah genosida dan harus dihentikan sekarang.”

    Budour Hassan, peneliti Amnesty untuk “Israel” dan wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan kepada The Guardian bahwa meskipun organisasi tersebut awalnya menyadari adanya risiko genosida, bukti yang terkumpul mengungkapkan situasi yang jauh melampaui sekadar pelanggaran hukum internasional , yang mengarah pada sesuatu yang lebih mendalam.

    Tuduhan utama Amnesty 

    Amnesty mencantumkan serangkaian tuduhan utama dan memeriksa beberapa aspek untuk mendukung laporannya:

    – Skala dan luasnya kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya , yang melampaui konflik lain yang pernah tercatat pada abad ke-21. 

    – Niat untuk menghancurkan setelah mengevaluasi dan menolak klaim kecerobohan atau ketidakpedulian Israel terhadap kehidupan warga sipil dalam operasi mereka melawan Hamas.

    – Terlibat dalam serangan langsung berulang terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil atau melakukan serangan tanpa pandang bulu yang mengakibatkan kematian dan kerusakan fisik atau mental yang serius.

    – Menciptakan kondisi kehidupan yang dimaksudkan untuk menimbulkan kerusakan fisik, termasuk penghancuran fasilitas medis, pemblokiran bantuan kemanusiaan , dan penerbitan “perintah evakuasi” yang sewenang-wenang dan meluas yang memengaruhi 90 persen populasi, mengarahkan mereka ke wilayah yang tidak layak huni.

    Amnesty Internasional menyerukan gencatan senjata

    Kristine Beckerle, penasihat tim Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan bahwa “Israel”, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki tanggung jawab hukum untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang diduduki. 

    Namun, ia menganggap serangan “Israel” terhadap Rafah, tempat terakhir yang relatif aman di Gaza saat itu, sebagai titik balik yang penting dalam upaya menetapkan niat.

    “[Israel] telah menjadikan Rafah sebagai titik bantuan utama, dan mereka tahu warga sipil akan pergi ke sana. ICJ memerintahkan mereka untuk berhenti dan mereka tetap melanjutkan perjalanan… Rafah adalah kuncinya,” katanya. 

    Setidaknya 47 orang, termasuk empat anak-anak, tewas dalam serangan udara di Gaza pada hari Selasa, dengan 21 dari mereka berlindung di sebuah kamp tenda dekat Khan Younis. 

    Amnesty International telah meminta PBB untuk menegakkan gencatan senjata , menjatuhkan sanksi kepada para pemimpin Israel dan Hamas, dan agar negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Jerman berhenti menyediakan senjata untuk “Israel”. 
    Kelompok hak asasi manusia tersebut juga mendesak Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menyelidiki genosida dan kejahatan perang lainnya. 

    Selain itu, Amnesty menuntut pembebasan tawanan Israel dan pertanggungjawaban Hamas dan kelompok lain yang bertanggung jawab atas operasi 7 Oktober.

    Laporan tersebut, yang diberi judul “Anda Merasa Seperti Submanusia: Genosida Israel terhadap Warga Palestina di Gaza,” diperkirakan akan memancing reaksi keras, dengan beberapa pakar hukum menduga operasi pada tanggal 7 Oktober itu mungkin juga merupakan genosida, The Guardian menambahkan. 

    SUMBER: AL MAYADEEN

  • Instagram Secara Aktif Bantu Penyebaran Konten Kekerasan

    Instagram Secara Aktif Bantu Penyebaran Konten Kekerasan

    Jakarta

    Meta, perusahaan induk Instagram, dilaporkan secara aktif memungkinkan konten yang berkaitan dengan kekerasan, seperti gambar melukai diri sendiri dan foto-foto eksplisit, berkembang di platformnya. Penemuan ini terungkap melalui sebuah penelitian dari Denmark yang menunjukkan bahwa Meta tidak menghapus gambar-gambar tersebut, dan moderasi kontennya dianggap sangat tidak memadai.

    Dilansir dari detikINET yang mengutip The Guardian pada Selasa (3/12/2024), para peneliti Denmark membuat jaringan pribadi di Instagram untuk menguji apakah konten terkait melukai diri sendiri akan dikenali dan dihapus oleh platform.

    Mereka bahkan membuat profil palsu dengan usia 13 tahun dan membagikan 85 gambar yang berhubungan dengan perilaku melukai diri sendiri, dengan tingkat keparahan yang meningkat seiring berjalannya waktu. Konten tersebut termasuk gambar darah, silet, dan bahkan ajakan untuk melukai diri sendiri.

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji klaim Meta yang mengatakan bahwa mereka telah meningkatkan kemampuan untuk menghapus konten berbahaya, terutama dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Meta sebelumnya mengklaim bahwa mereka menghapus sekitar 99% konten berbahaya sebelum dilaporkan.

    Namun, Digitalt Ansvar, sebuah organisasi yang mempromosikan pengembangan digital yang bertanggung jawab, menemukan bahwa dalam percobaan selama satu bulan, tidak ada satu pun gambar yang dihapus.

    Lebih mengejutkan lagi, ketika Digitalt Ansvar mengembangkan alat AI sederhana untuk menganalisis konten, alat tersebut mampu secara otomatis mengidentifikasi 38% gambar yang berkaitan dengan melukai diri sendiri dan 88% gambar yang paling ekstrem. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram sebenarnya memiliki teknologi yang mampu menangani masalah ini, namun tidak menerapkannya secara maksimal.

    Digitalt Ansvar menilai bahwa moderasi konten di Instagram sangat tidak memadai dan menyatakan bahwa Meta tidak mematuhi peraturan Uni Eropa, khususnya Undang-Undang Layanan Digital yang mengharuskan platform besar untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko sistemik, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental pengguna.

    Sebagai respons, juru bicara Meta mengatakan bahwa konten yang mempromosikan melukai diri sendiri bertentangan dengan kebijakan perusahaan, dan mereka menghapusnya saat terdeteksi. Dalam laporan resmi, Meta mengungkapkan bahwa pada paruh pertama tahun 2024, mereka telah menghapus lebih dari 12 juta konten terkait bunuh diri dan melukai diri sendiri di Instagram, dengan 99% di antaranya dihapus secara proaktif.

    Meta juga menambahkan bahwa mereka telah memperkenalkan fitur Akun Remaja Instagram yang mengatur konten sensitif dengan lebih ketat bagi remaja, untuk mengurangi kemungkinan mereka melihat atau direkomendasikan konten berbahaya.

    Namun, meskipun klaim tersebut, penelitian dari Denmark menunjukkan bahwa algoritme Instagram justru membantu memperluas jaringan konten melukai diri sendiri. Anak-anak berusia 13 tahun yang bergabung dengan satu grup terkait melukai diri sendiri dilaporkan langsung terhubung dengan anggota grup lainnya, menunjukkan bahwa algoritme platform berperan dalam penyebaran konten berbahaya tersebut.

    Ask Hesby, CEO Digitalt Ansvar, mengungkapkan keheranannya atas temuan ini. “Kami mengira bahwa seiring dengan meningkatnya tingkat keparahan gambar yang dibagikan, platform ini akan segera mengenali dan menghapusnya. Namun kenyataannya, itu tidak terjadi,” ujarnya.

    “Kami terkejut karena kami berpikir bahwa mereka memiliki sistem yang cukup canggih untuk menangani masalah ini, tetapi ternyata itu tidak bekerja seperti yang diharapkan.”

    Temuan ini semakin mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa meskipun Meta mengklaim memiliki alat untuk mengidentifikasi konten berbahaya, platform ini tampaknya tidak cukup serius dalam mengatasi masalah tersebut, yang bisa berdampak besar pada keselamatan pengguna, terutama kalangan remaja.

    (jsn/afr)

  • Mengkhawatirkan, TikTok Blokir Remaja di Bawah 18 Tahun Gunakan Filter Kecantikan

    Mengkhawatirkan, TikTok Blokir Remaja di Bawah 18 Tahun Gunakan Filter Kecantikan

    Bisnis.com, JAKARTA – TikTok kini memberikan aturan baru terhadap para pengguna remaja berusia di bawah 18 tahun.

    Remaja akan diblokir saat menggunakan filter kecantikan di TikTok. Hal ini dilakukan di tengah kekhawatiran meningkatnya kecemasan dan penurunan harga diri.

    Pembatasan ini akan berlaku pada filter seperti “Bold Glamour”, yang mengubah fitur muka anak-anak dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh riasan.

    Namun filter selain riasan, misalnya yang menambahkan telinga kelinci atau hidung anjing tidak akan terpengaruh.

    Melansir Guardian, pelarangan ini dilakukan karena bermula dari kekhawatiran yang meluas bahwa filter kecantikan, yang sebagian disediakan oleh TikTok, telah memberikan tekanan pada remaja, terutama perempuan untuk memiliki penampilan fisik yang bagus.

    TikTok juga mengumumkan bahwa mereka memperketat sistemnya untuk memblokir pengguna di bawah 13 tahun dari platform tersebut, yang dapat berarti ribuan anak-anak Inggris dilarang menggunakan platform tersebut.

    Sebelum akhir tahun ini, TikTok akan meluncurkan uji coba sistem otomatis baru yang menggunakan pembelajaran mesin untuk mendeteksi orang-orang yang melanggar batasan usianya.

    Langkah ini dilakukan seiring dengan peraturan yang lebih ketat terhadap penggunaan media sosial di bawah umur di Inggris yang akan terjadi pada tahun baru ini, berdasarkan Undang-Undang Keamanan Online.

    Adapun platform tersebut juga telah menghapus 20 juta akun setiap kuartal di seluruh dunia karena ketahuan di bawah umur.

    “Kami berharap ini akan memberi kami kemampuan untuk mendeteksi dan menghapus dengan lebih cepat,” kata Chloe Setter, pimpinan kebijakan publik keselamatan anak di TikTok.

    Namun TikTok juga membuka banding bagi orang-orang yang telah diblokir.

  • Polisi Ungkap Sisi Kelam AI, untuk Penipuan hingga Pelecehan Seksual

    Polisi Ungkap Sisi Kelam AI, untuk Penipuan hingga Pelecehan Seksual

    Jakarta, CNN Indonesia

    Kepolisian Inggris memperingatkan kecerdasan buatan (AI) semakin sering digunakan untuk berbagai kejahatan seperti penipuan, pelecehan seksual, hingga eksploitasi anak.

    Alex Murray, Kepala Polisi Nasional bidang AI, mengungkapkan aksesibilitas teknologi yang semakin mudah menjadi faktor utama peningkatan penggunanya oleh pelaku kriminal.

    “Kita tahu dari sejarah kepolisian bahwa penjahat itu kreatif dan akan menggunakan apa pun untuk melakukan kejahatan. Mereka sekarang menggunakan AI untuk melakukan kejahatan,” kata Murray, mengutip The Guardian, Minggu (24/11).

    Ia menambahkan, kejahatan ini bisa terjadi dalam skala internasional maupun di tingkat individu.

    Salah satu kejahatan AI yang berkembang pesat adalah penggunaan teknologi deepfake untuk melakukan penipuan berskala besar. Murray mengungkapkan contoh kasus penipuan menggunakan video deepfake untuk menyamar sebagai eksekutif perusahaan.

    Dalam kasus ini, seorang karyawan perusahaan multinasional tertipu untuk mentransfer dana sebesar HK$200 juta atau sekitar Rp409 miliar. Pelaku saat menjalankan aksinya berbicara dalam konferensi video dengan menyamar sebagai kepala keuangan perusahaan menggunakan AI.

    Kasus serupa dilaporkan terjadi di berbagai negara, dengan insiden pertama yang diketahui melibatkan perusahaan energi Inggris pada 2019. Menurut Murray, meskipun jenis kejahatan ini jarang terjadi, dampaknya sangat besar dan ia telah mengetahui puluhan kasus semacam ini.

    Eksploitasi anak dan pelecehan seksual

    Penggunaan AI yang paling mengkhawatirkan adalah untuk menciptakan konten pelecehan anak. Teknologi generatif AI memungkinkan pelaku membuat ribuan gambar dan video pelecehan seksual anak secara sintetik, yang semuanya ilegal.

    Murray menyoroti kasus Hugh Nelson (27), seorang pria dari Bolton yang dihukum 18 tahun penjara setelah menawarkan layanan pembuatan gambar pelecehan anak berbasis AI kepada jaringan pedofil daring.

    Selain itu, AI juga dimanfaatkan dalam praktik “sextortion,” yaitu pemerasan dengan ancaman menyebarkan gambar tidak senonoh korban. Pelaku sering memanipulasi foto yang diambil dari media sosial untuk membuat gambar telanjang menggunakan teknologi “nudify.”

    “Kita berbicara tentang ribuan dan ribuan dan ribuan gambar,” kata Murray.

    “Semua gambar, baik sintetis maupun tidak, melanggar hukum, dan orang-orang menggunakan AI generatif untuk membuat gambar anak-anak yang melakukan hal-hal yang paling mengerikan.” tambahnya

    Kejahatan siber dan radikalisasi

    AI juga digunakan untuk kejahatan siber, seperti menyuruh AI untuk menemukan celah keamanan dalam perangkat lunak atau kode tertentu.

    “Sebagian besar kejahatan AI saat ini berkisar pada gambar pelecehan anak dan penipuan, tetapi ada banyak potensi ancaman,” ujar Murray.

    Ancaman radikalisasi melalui AI juga menjadi perhatian, terutama setelah seorang pria yang mencoba menyerang Ratu Elizabeth II dengan crossbow pada 2021 mengaku mendapatkan dorongan dari chatbot berbasis AI.

    Peninjau independen legislasi terorisme Inggris, Jonathan Hall, mengungkapkan bahwa chatbot bisa digunakan untuk menyebarkan propaganda, memfasilitasi perencanaan serangan, atau bahkan menciptakan figur radikal. Hall mengilustrasikan betapa mudahnya ia membuat chatbot Osama bin Laden menggunakan platform AI komersial.

    “Meskipun kita tidak tahu persis bagaimana AI generatif akan dieksploitasi oleh teroris, kita memerlukan pemahaman bersama tentang AI generatif dan keyakinan untuk bertindak, dan tentu saja bukan reaksi yang mengatakan: ‘Ini terlalu sulit.’,” Hall memperingatkan dalam pidatonya di Lancaster House bulan lalu.

    Murray menekankan bahwa pesatnya perkembangan AI generatif, baik dalam pembuatan teks maupun gambar, memperbesar risiko penyalahgunaan teknologi ini di masa depan.

    “Orang-orang yang menggunakan perangkat lunak semacam ini saat ini masih tergolong orang-orang yang terbatas, tetapi akan menjadi sangat mudah digunakan. Kemudahan masuk, realisme, dan ketersediaan adalah tiga vektor yang mungkin akan meningkat,” tutur Murray.

    Ia memperingatkan bahwa polisi harus bertindak cepat untuk menghadapi ancaman ini. “Antara sekarang hingga 2029, kita akan melihat peningkatan signifikan dalam berbagai jenis kejahatan ini, dan kami ingin mencegahnya,” tambahnya.

    Cara Agar Tak Jadi Korban Pornografi Deepfake (Foto: CNN Indonesia/Agder Maulana) (wnu/dmi)

    [Gambas:Video CNN]

  • Kenapa Amerika Serikat Paksa Google Jual Chrome?

    Kenapa Amerika Serikat Paksa Google Jual Chrome?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Google, raksasa teknologi global, menghadapi tekanan besar dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ). Pemerintah AS memaksa Google untuk menjual peramban unggulan mereka, Chrome, yang dianggap sebagai kunci dalam dominasi perusahaan terhadap pasar pencarian internet.

    Usulan ini muncul setelah keputusan pengadilan pada Agustus lalu yang menyatakan Googl telah melanggar undang-undang antimonopoli dan mempertahankan monopoli ilegal dalam layanan pencarian. DoJ menilai penjualan Chrome adalah langkah penting untuk mengakhiri dominasi Google yang dianggap menghambat persaingan pasar.

    Dalam dokumen pengadilan, mereka menjelaskan tujuan utama kebijakan ini yaitu membuka pasar bagi pesaing, memastikan Google tidak menikmati keuntungan dari pelanggaran hukum, dan mencegah monopoli di masa depan.

    Jika Chrome dijual, dampaknya akan sangat besar. Tidak hanya akan melemahkan posisi Google dalam bisnis iklan digital, tetapi juga bisa mereduksi pengarungnya terhadap industri teknologi secara keseluruhan.

    Langkah ini dinilai penting oleh DoJ untuk menciptakan pasar yang lebih kompetitif, di mana pemain lain memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang.

    “Solusi untuk mengatasi monopoli ilegal Google harus dilakukan secara simultan dengan (1) membebaskan pasar-pasar ini dari perilaku eksklusif Google; (2) membuka pasar-pasar ini untuk persaingan; (3) mencegah Google memperoleh hasil dari pelanggaran hukumnya; dan (4) mencegah Google memonopoli pasar-pasar ini dan pasar-pasar terkait di masa mendatang.” ucap pihak DoJ, melansir The Guardian, Selasa (26/11).

    Google jelas tidak tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, Kent Walker, Chief Legal Officer Google, menyebut usulan DoJ sebagai “ekstrem” dan “tindakan pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Walker menyoroti potensi dampak negatif kebijakan ini terhadap inovasi teknologi AS.

    Walker juga mengkritik beberapa aspek spesifik dari usulan ini, seperti kewajiban menampilkan dua layar pilihan sebelum pengguna dapat mengakses pencarian Google di Pixel. Melansir The Guardian, ia menyebut ide tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal dan berlebihan.

    Wakil Presiden urusan regulasi Google, Lee-Anne Mulholland, mengatakan bahwa sebenarnya dalam kasus ini DoJ terus mendorong agenda radikal yang melampaui isu hukum.

    “Terus mendorong agenda radikal yang jauh melampaui masalah hukum dalam kasus ini,” ucap Mulholland, melansir The Verge, Selasa (19/11).

    Bulan depan, Google berencana mengajukan banding atas keputusan ini dan menyodorkan proposal alternatif. Namun, dengan semakin kuatnya tekanan dari pemerintah, masa depan Chrome tampak tidak pasti.

    Selain ancaman pada model bisnis Google, usulan ini juga dapat memengaruhi pengguna secara langsung. Misalnya Chromebook, laptop murah berbasis Chrome OS yang banyak digunakan di sekolah-sekolah, bisa kehilangan relevansinya jika Chrome dipisahkan dari Google.

    Laptop ini dirancang untuk tugas berbasis web, menjadikannya populer di kalangan pelajar. Namun, tanpa dukungan penuh dari Google, daya tariknya mungkin menurun.

    Dampaknya juga dirasakan pada kesepakatan Google dengan pihak lain, seperti kontrak senilai $20 miliar per tahun dengan Apple untuk menjadikan Google sebagai mesin pencarian default di Safari.

    Jika kontrak ini dihentikan, pengguna mungkin harus memilih mesin pencarian sendiri, yang bisa membuka peluang bagi pesaing seperti DuckDuckGo atau Bing untuk menarik perhatian pengguna.

    Ancaman global 10 tahun ke depan (Foto: Basith Subastian/CNNIndonesia)

    Nasib Android di halaman berikutnya…

    Di satu sisi, Google berpendapat bahwa langkah-langkah seperti ini justru akan merugikan posisi AS dalam inovasi teknologi global. Di sisi lain, DoJ berargumen bahwa monopoli Google membatasi persaingan, yang pada akhirnya juga menghambat inovasi.

    Monopoli Google tidak hanya mencakup pencarian internet, tetapi juga meluas ke produk-produk lainnya yang dirancang untuk mempertahankan dominasi mereka di pasar.

    Dengan memaksa Google menjual aset-aset penting seperti Chrome atau Android, DoJ berharap dapat memberikan ruang bagi pemain baru untuk berkembang dan mendorong terciptanya inovasi lebih lanjut.

    Android juga dalam bahaya

    Selain Chrome, DoJ juga mempertimbangkan langkah serupa terhadap sistem operasi Android. Ada dua opsi yang diajukan: memaksa Google menjual Android atau menempatkannya di bawah pengawasan pemerintah.

    Android, yang merupakan sistem operasi paling populer di dunia, juga memainkan peran penting dalam mengumpulkan data pengguna untuk mendukung bisnis iklan Google.

    Jika pemerintah mengambil alih pengelolaan Android, banyak yang penasaran seperti apa jadinya desain sistem operasi yang dikelola oleh badan pemerintahan. Bagaimana pemerintah akan menangani fitur-fitur teknologi yang kompleks dan dinamis seperti ini?

    Namun penjualan Android mungkin menjadi pukulan yang lebih berat bagi Google dibandingkan Chrome, mengingat peran Android sebagai fondasi ekosistem perangkat seluler mereka.

    Keputusan akhir tentang nasib Chrome dan Android masih berada di tangan pengadilan. Namun, satu hal yang pasti: langkah ini menandai perubahan besar dalam cara pemerintah AS menangani raksasa teknologi. Jika usulan DoJ berhasil, hal ini bisa menjadi preseden bagi tindakan serupa terhadap perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Amazon, Apple, atau Meta.

    Bagi Google, ini bukan hanya tentang mempertahankan Chrome atau Android. Ini adalah pertarungan untuk mempertahankan struktur bisnis yang selama ini menjadi inti dari kesuksesan mereka. Apapun hasil akhirnya, dampaknya akan dirasakan tidak hanya oleh Google, tetapi juga oleh industri teknologi dan pengguna di seluruh dunia.

  • Serangan Udara Rusia Hantam Wilayah Suriah yang Dikuasai Pemberontak

    Serangan Udara Rusia Hantam Wilayah Suriah yang Dikuasai Pemberontak

    GELORA.CO –  Rusia yang mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, melakukan serangan udara terhadap wilayah di Suriah yang dikuasai pemberontak, Minggu (1/12/2024).

    Sebelumnya, kelompok pemberontak di Suriah dilaporkan telah menguasai Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah.

    Dalam laporan terkini The Guardian pada Minggu, pasukan pemberontak telah maju ke beberapa kota di pedesaan di dekat Hama.

    Pemberontak yang dipimpin kelompok Islamis pada Sabtu merebut bandara Aleppo dan puluhan kota di dekatnya setelah menguasai sebagian besar Aleppo, kata pemantau perang.

    Tentara Suriah mengonfirmasi bahwa pemberontak telah memasuki sebagian besar kota berpenduduk sekitar dua juta orang.

    Pihak tentara juga mengatakan puluhan orang dari angkatan bersenjatanya telah tewas.

    Pada Rabu, kelompok jihadis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi-faksi sekutu melancarkan serangan mendadak terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah di provinsi Aleppo utara.

    “Serangan itu yang memicu pertempuran paling sengit dalam beberapa tahun terakhir,” kata Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

    Sementara Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang rezimnya didukung oleh Rusia dan Iran telah berjanji untuk mempertahankan stabilitas dan integritas teritorial Suriah dalam menghadapi semua teroris dan pendukungnya.

    Serangan mendadak yang dilakukan oleh pemberontak untuk merebut wilayah di seluruh wilayah barat laut Suriah menandai tantangan paling serius terhadap kendali Assad dalam beberapa tahun terakhir.

    Suriah telah dilanda perang saudara selama lebih dari satu dekade, meskipun intensitas konflik telah menurun dalam beberapa tahun terakhir.

    “Setidaknya satu warga sipil tewas setelah Rusia melancarkan lima serangan udara berturut-turut yang menargetkan kamp pengungsi di sebuah lingkungan di Idlib,” menurut SOHR.

    Minggu (1/12/2024) hari ini, SOHR mengatakan, Rusia menargetkan wilayah pedesaan Idlib dan Hama, tempat kelompok yang memimpin serangan pemberontak yang baru-baru ini menguasai wilayah tersebut.

    Wilayah Idlib menjadi sasaran gencatan senjata yang berulang kali dilanggar tetapi sebagian besar telah dipatuhi yang ditengahi oleh Turkiye dan Rusia setelah serangan pemerintah Suriah pada Maret 2020.