Perusahaan: Google

  • Diresmikan Pramono Bulan Depan, RDF Plant Jakarta Diklaim Mampu Olah 2.500 Ton Sampah per Hari

    Diresmikan Pramono Bulan Depan, RDF Plant Jakarta Diklaim Mampu Olah 2.500 Ton Sampah per Hari

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – RDF Plant Jakarta yang berlokasi di Kecamatan Rorotan, Jakarta Utara siap beroperasi sebagai RDF Plant terbesar di dunia.

    Menurut rencana, RDF Plant Jakarta ini bakal diresmikan Gubernur Pramono Anung pada Maret 2025 mendatang.

    Adapun fasilitas pengolahan sampah ini pun diklaim mampu mengolah 2.500 ton sampah dalam sehari.

    “Keberadaan fasilitas canggih pengolahan sampah modern ini menjadi solusi strategis dalam mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks di Jakarta,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto, Kamis (13/2/2025).

    Dalam sistem pengelolaan sampah, RDF Plant disebut Asep, berperan penting dalam mengurangi ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif di dalam Kota Jakarta.

    Ia pun memastikan, RDF Plant Jakarta sudah didukung dengan teknologi mutakhir untuk memastikan proses pengolahan sampah berjalan sesuai standar lingkungan yang ketat. 

    “Fasilitas ini dilengkapi dengan sistem pengendalian bau yang canggih, termasuk deodorizer dengan teknologi ozonisasi dan UV sterilization yang mampu menetralkan bau seperti amonia dan hidrogen sulfida melalui proses oksidasi,” ujarnya.

    “Selain itu, filter karbon aktif juga digunakan untuk menyerap partikel bau yang tersisa,” tambahnya menjelaskan.

    Selain sistem deodorizer, RDF Plant ini juga dilengkapi dengan teknologi cyclone dan wet scrubber untuk menyaring udara dari hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke lingkungan. 

    Kedua teknologi ini memastikan bahwa udara yang keluar dari fasilitas sudah dinetralkan sehingga tidak menimbulkan bau dan emisi yang membahayakan lingkungan.

    Untuk menjaga kebersihan dan memastikan RDF Plant Jakarta beroperasi dengan standar tinggi, fasilitas ini juga memiliki sistem pengolahan air limbah. 

    “Kami telah menyiapkan Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan sistem tangki ekualisasi, tangki koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi, kolam anaerobik,  tangki oksidasi, serta tangki filtrasi pasir agar air limbah hasil operasional dapat digunakan kembali untuk pencucian truk dan penyiraman tanaman di sekitar fasilitas,” kata Asep.

    Sebagai upaya menjaga kualitas udara, RDF Plant ini juga dilengkapi dengan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Mobile yang mampu memantau kualitas udara secara real-time dengan berbagai parameter, seperti PM 2.5, PM 10, CO, NO2, ozon, dan SO2.

    “Selain itu, area sekitar fasilitas dibersihkan secara rutin menggunakan road sweeper dengan cairan karbol atau cairan penghilang bau untuk memastikan lingkungan selalu higienis,” tuturnya.

    “Kami juga menyediakan fasilitas pencucian truk agar kendaraan dalam kondisi bersih sebelum kembali ke pangkalan,” sambungnya.

    Asep juga menekankan bahwa RDF Plant Jakarta telah dirancang untuk memastikan operasionalnya berjalan secara optimal dengan meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar. 

    “Kami telah menerapkan standar tinggi dalam setiap aspek operasional RDF Plant ini, mulai dari penerapan teknologi pengendalian emisi hingga prosedur kebersihan yang ketat,” kata dia.

    “Hal ini bertujuan agar RDF Plant tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat di sekitarnya,” damnungnya.

    Dengan penggunaan teknologi canggih ini, RDF Plant Jakarta tidak hanya menjadi fasilitas terbesar di dunia, tetapi juga menjadi role model dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. 

    Selain membantu mengurangi dampak lingkungan, RDF Plant ini mampu menghasilkan bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh industri semen dan pembangkit listrik.

    Ia juga menekankan bahwa keberhasilan RDF Plant Jakarta sangat bergantung pada kolaborasi dan komitmen berbagai pihak, termasuk m Pemerintah Daerah, industri, dan masyarakat. 

    “Kami berharap ada sinergi yang kuat antara Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan RDF Plant ini. Jika model ini berhasil diterapkan secara luas, maka pengelolaan sampah di Indonesia bisa semakin maju dan tidak lagi bergantung pada sistem pembuangan konvensional,” ujarnya.

    Warga Cium Bau Busuk

    Pada pra-commissioning akhir pekan lalu, sempat terjadi kebocoran bau yang dirasakan oleh warga sekitar. 

    Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta KSO Wika-Jaya Konstruksi, Angga Bagus, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya menuturkan bahwa insiden ini terjadi akibat proses pengaturan (set up) unit Advanced Oxidation Process (AOP) pada deodorizer yang saat itu belum beroperasi penuh.

    “Ke depan, kami memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang. Seluruh sistem pengendalian bau kini sudah disempurnakan dan siap beroperasi optimal untuk memastikan RDF Plant berjalan tanpa dampak negatif bagi masyarakat sekitar,” kata Angga.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Pembangunan Puskesmas Pembantu Gedong Jakarta Timur Terkendala Bekas Menara BTS

    Pembangunan Puskesmas Pembantu Gedong Jakarta Timur Terkendala Bekas Menara BTS

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO – Pembangunan gedung Puskesmas Pembantu Gedong di Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yang dilakukan Dinas Kesehatan Jakarta mengalami kendala.

    Camat Pasar Rebo, Mujiono mengatakan proses pembangunan terkendala karena terdapat bekas menara BTS yang berada di akses masuk pembangunan gedung Puskesmas Pembantu Gedong.

    “BTS lama, pemiliknya sudah bangkrut tapi mau dibongkar khawatir ada yang menuntut di kemudian hari,” kata Mujiono saat dikonfirmasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2025).

    Hingga kini Pemprov Jakarta masih berupaya berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan kendala keberadaan menara BTS tersebut agar tak mengganggu pembangunan.

    Diharapkan setelah kendala BTS tersebut teratasi, Dinas Kesehatan Jakarta dapat segera melakukan pembangunan gedung Puskesmas Pembantu Gedong pada lahan yang ditentukan.

    “Sedang dikoordinasi terus agar bisa. Untuk anggaran pembangunan dan kegiatan di Dinas Kesehatan, kami dari Kecamatan sifatnya membantu  menyukseskan,” ujarnya.

    Mujiono menuturkan pembangunan gedung diperlukan karena hingga kini Puskesmas Pembantu Gedong masih menyewa bangunan untuk tempat pelayanan warga.

    Usulan ini sudah cukup lama disampaikan warga Kelurahan Gedong, namun baru disetujui pada tahun 2023 lalu pembangunan Puskesmas Pembantu Gedong disetujui.

    “Puskesmas Gedong sementara ngontrak di rumah warga yang cukup besar. Untuk Puskesmas kelurahan lain di Pasar Rebo sudah semuanya memiliki bangunan sendiri,” tuturnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Cara Mudah Blokir Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi Lain

    Cara Mudah Blokir Iklan di HP Android Tanpa Aplikasi Lain

    Daftar Isi

    Jakarta, CNBC Indonesia – Anda mungkin sering menemukan ponsel tiba-tiba memunculkan iklan. Terkadang iklan ini mengganggu aktivitas yang tengah kita lakukan dengan perangkat tersebut.

    Iklan muncul hampir di setiap waktu, misalnya pada Home Screen, Lock Screen, hingga sejumlah aplikasi. Ada cara mudah untuk menghilangkan atau menyetop iklan di HP Android.

    Anda tak perlu aplikasi tambahan untuk melakukannya, namun dengan membuka menu pengaturan pada tiap lokasi kemunculannya.

    Simak caranya berikut ini:

    Hilangkan Iklan dari Chrome

    – Buka Google Chrome di aplikasi Android

    – Klik menu tiga titik di sisi kanan atas untuk membuka “Settings”

    – Gulir ke bawah sampai menemukan “Site Settings”

    – Pilih “Pop-ups and redirects” dan gulir toggle untuk mengaktifkan pemblokiran iklan-iklan pop-up

    – Kembali ke “Site Settings” dan pilih “Ads”

    – Gulir ke kanan untuk mengaktifkan toggle “Ads” yang membuat iklan-iklan berbahaya tak muncul ke permukaan.

    Hilangkan Iklan dari Home Screen

    Sebagai informasi, iklan di Home Screen muncul karena sebuah aplikasi. Anda bisa menghapus langsung aplikasi dari ponsel jika tidak terlalu membutuhkannya. Cara lain untuk menghilangkannya adalah berikut ini:

    – Tekan dan tahan ikon aplikasi dan buka menu info yang terbuka

    – Gulir hingga menemukan opsi “Display over other apps”

    – Gulir untuk mematikan toggle “Allow display over other apps”.

    Hilangkan Iklan dari Wallpaper

    Iklan di Wallpaper juga berasal dari sebuah aplikasi. Salah satunya adalah Glance, yang menyediakan berbagai rekomendasi, berita serta konten kemitraan.

    Konten kemitraan yang berisi iklan dan memiliki porsi yang lebih banyak dibandingkan layanan lain. Ini cara memblokir iklan dari Wallpaper:

    – Geser ke atas (swipe up) dari home screen untuk membuka menu app drawer

    – Pilih “Settings”

    – Gulir ke “Lock Screen”

    – Buka “Wallpaper Services”

    – Tekan tombol radio di samping “None”

    Blokir Iklan di HP Samsung

    – Buka menu Settings

    – Pilih Samsung Account

    – Masuk ke menu Privacy

    – Pilih Customization service

    – Matikan pilihan Customization this phone untuk menghentikan konten personalisasi yang biasanya mengandung iklan.

    Blokir Iklan di HP Xiaomi

    Buka Settings di HP

    – Pilih Sandi & Keamanan

    – Masuk ke opsi Privasi

    – Lanjutkan dengan menekan Layanan Iklan

    – Matikan opsi Rekomendasi Iklan yang Dipersonalisasi

    Iklan HP Xiaomi juga bisa diblokir lewat MiUI System Ads:

    – Masuk ke menu Settings

    – Pilih Sandi & Keamanan

    – Pilih Otorisasi dan pencabutan

    – Matikan opsi MiUl System Ads

    Sementara itu, untuk menghapus iklan dari aplikasi Tema adalah sebagai berikut:

    Buka aplikasi Tema

    Pilih menu Profil dan klik Settings atau Pengaturan

    Matikan Pilihan Tampilkan Iklan.

    (fab/fab)

  • Siapa Heru Irawanto? Kader Gerindra Pemilik PT Lembah Tidar Indonesia Lokasi Retreat

    Siapa Heru Irawanto? Kader Gerindra Pemilik PT Lembah Tidar Indonesia Lokasi Retreat

    PIKIRAN RAKYAT – Orientasi Kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah tahun 2025 menuai perhatian publik setelah viral di media sosial. Salah satu sorotan yang muncul adalah lokasi acara yang lagi-lagi diselenggarakan di PT Lembah Tidar Indonesia, sebagaimana ospek Kabinet Merah Putih.

    Aktivis @Dandhy_Laksono di X (dulu Twitter) mengungkapkan hal tersebut melalui unggahannya. Dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, dijelaskan bahwa acara retreat akan berlangsung dengan konsep glamping di Lembah Tidar, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada 20 Februari 2025, dengan biaya akomodasi yang ditanggung oleh APBN dan APBD.

    Dandhy menghitung anggaran yang diperlukan untuk acara yang melibatkan 503 peserta itu. Hasilnya, 34 gubernur, 380 bupati, dan 89 walikota harus menyiapkan total anggaran mencapai lebih dari Rp11 miliar.

    Anggaran ini belum termasuk biaya untuk ajudan dan staf yang mendampingi kepala daerah. Keuntungan besar didapat PT Lembah Tidar Indonesia yang belakangan terungkap milik salah satu kader Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD Brebes, Heru Irawanto.

    Siapa Heru Irawanto?

    Di tengah kebijakan penghematan besar-besaran efisiensi anggaran oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ospek ratusan kepala daerah ini dinilai menjadi ironi.

    Adapun, Informasi soal kepemilikan PT Lembah Tidar Indonesia tercantum dalam data kepemilikan manfaat perusahaan, di laman resmi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

    Saat mencalonkan diri jadi calon legislatif, dengan nomor urut 2, Heru Irawanto dari Gerindra memilih Daerah Pemilihan Brebes 3 (Dapil III) yang meliputi Kecamatan Larangan, Bantarkawung dan Salem.

    Setelah terpilih, pada Rabu 6 November 2024, ia resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Brebes.

    Pelantikan dilakukan oleh Ketua DPRD Brebes, M. Taufiq langsung, dan dihadiri oleh Pj Bupati Brebes serta Forkompinda, di Gedung DPRD Brebes.

    Pria yang kini berusia 52 tahun itu lahir di Brebes dan berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

    Dalam hal riwayat pendidikan, Heru hanya tercatat telah menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas (SMA)-nya di Sekolah Perawat Kesehatan Cirebon, pada tahun 1992.

    Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum mencatat, PT Lembah Tidar Indonesia, yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No 1, RT 001, RW 002, Kelurahan/Desa Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, benar adalah milik Heru Irawanto.

    “PEMILIK MANFAAT: HERU IRAWANTO. Alamat Korespondensi: Jl Gatot Subroto No 1, RT 001, RW 002, Kelurahan/Desa Magersari, Kecamatan Magelang Selatan,” demikian tertulis dalam laman resmi Ditjen AHU, Kemenkumham RI, dilihat Kamis, 13 Februari 2025.

    Masih dari keterangan serupa, sebagai pemilik manfaat, Heru memiliki kewenangan untuk mengangkat, menggantikan, atau memberhentikan anggota direksi dan anggota dewan komisaris PT Lembah Tidar Indonesia.

    Disebutkan dalam laman, data merupakan hasil isian oleh Pelapor sehingga Ditjen AHU tidak melakukan verifikasi terhadap data yang disampaikan. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

  • Strategi Pemangkasan Anggaran Argentina: Seberapa Efektif?

    Strategi Pemangkasan Anggaran Argentina: Seberapa Efektif?

    Jakarta: Argentina baru-baru ini menjadi pusat perhatian dunia karena langkah-langkah ekstrem yang diterapkan oleh Presiden Javier Milei untuk menekan anggaran negara. 
     
    Kebijakan penghematan ini sukses membawa Argentina mencatat surplus fiskal pertama dalam lebih dari satu dekade. 
     
    Namun, seberapa efektif strategi pemangkasan anggaran ini dalam memperbaiki kondisi ekonomi Argentina? Mari kita bahas lebih lanjut.
     

    Pemangkasan anggaran, jurus ampuh Milei
    Mengutip Buenos Aires Times, sejak menjabat, Milei mengambil langkah drastis untuk mengurangi defisit fiskal yang telah lama membebani perekonomian Argentina. 

    Beberapa kebijakan utama yang diterapkannya meliputi:

    Penghentian hampir semua proyek infrastruktur publik.
    Pemotongan transfer dana ke provinsi-provinsi.
    Pengurangan anggaran pensiun dan gaji pegawai negeri.
    Penghapusan subsidi energi dan transportasi.
    Pemecatan lebih dari 30.000 pegawai pemerintah.

    Kebijakan ini memang keras, tetapi berhasil menciptakan surplus fiskal yang setara dengan 1,8% dari produk domestik bruto (PDB) Argentina. 
     
    Bahkan setelah memperhitungkan pembayaran bunga utang, Argentina masih mencatat surplus sebesar 0,3 persen pada tahun 2024, sesuatu yang terakhir kali terjadi saat negara ini mengalami booming komoditas.
     

    Dampak ekonomi: stabilitas vs resesi?
    Strategi penghematan ini memberikan hasil yang cukup mencolok:
     
    Inflasi turun drastis: Dari hampir 300 persen per tahun menjadi 118 persen pada Desember 2024.  
    Kepercayaan pasar meningkat: Investor mulai melihat Argentina sebagai negara yang lebih stabil secara fiskal.
    Pertumbuhan ekonomi yang diantisipasi: IMF memproyeksikan Argentina akan tumbuh sebesar 5 persen pada tahun 2025.
     
    Pemangkasan anggaran Argentina di bawah kepemimpinan Javier Milei telah menunjukkan hasil yang signifikan dalam mengatasi defisit fiskal dan menurunkan inflasi. 
     
    Apakah kebijakan ini akan membawa ekonomi Argentina semakin membaik? Waktu yang akan menjawabnya. Yang jelas, strategi pemangkasan anggaran ini telah membawa Argentina ke arah yang lebih stabil, meski dengan pengorbanan besar.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (ANN)

  • Dilimpahkan ke Kejaksaan, Anak Bos Prodia Tersangka Pembunuhan Segera Disidang

    Dilimpahkan ke Kejaksaan, Anak Bos Prodia Tersangka Pembunuhan Segera Disidang

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

    TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU – Berkas perkara pembunuhan ABG perempuan di hotel kawasan Senopati, Jakarta Selatan dengan tersangka anak bos prodia, Arif Nugroho, telah dinyatakan lengkap atau P21.

    Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan juga sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan.

    “Melakukan proses tahap 2, pada hari Selasa 11 Feb 2025 ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terhadap tersangka AN alias S dari rutan Cipinang ke Kejari Jaksel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kamis (13/2/2025).

    Ade Ary menjelaskan, barang bukti dalam kasus ini adalah hasil visum dan otopsi terhadap jenazah korban berinisial FA.

    “Semua barang bukti habis dalam pemeriksaan toksologi di Puslabfor Mabes Polri dan sudah dituangkan di dalam berita acara,” ujar dia.

    Kasus ini mencuat setelah eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro diduga menerima suap dari tersangka Arif Nugroho.

    Bintoro telah menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terkait penyuapan tersebut. Hasilnya, Bintoro disanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat.

    Nasib serupa dialami AKP Ahmad Zakaria dan AKP Mariana. Mantan Kanit Resmob dan PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu juga dipecat karena terlibat penyuapan.

    Sementara itu, AKBP Gogo Galesung dan Ipda Novian Dimas menerima sanksi jauh lebih rendah. Gogo dan Dimas didemosi selama delapan tahun dan penempatan khusus (patsus) selama 20 hari.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

     

  • Diresmikan Pramono Bulan Depan, RDF Plant Jakarta Diklaim Mampu Olah 2.500 Ton Sampah per Hari

    Bau Busuk Tercium Warga, RDF Plant Rorotan Alami Kebocoran Sebelum Diresmikan Pramono Anung

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Bau tak sedap keluar dari cerobong pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.

    Diduga bau tak sedap ini muncul akibat masalah teknis saat proses Pra-Commissioning atau pengujian dan pemeriksaan di tempat pengolahan sampah tersebut.

    Kejadian ini pun sempat dikeluhkan oleh warga yang tinggal di sekitar RDF Plant Rorotan.

    Terkait hal ini, Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta KSO Wika-Jaya Konstruksi Angga Bagus meminta maaf atas kejadian ini.

    Ia pun menegaskan komitmen pihaknya dalam membenahi permasalahan tersebut sebelum dilakukan pengoperasian secara penuh.

    Adapun menurut rencana, RDF ini bakal diresmikan oleh Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung pada Maret 2025 mendatang.

    “Kami sangat menyesal atas insiden yang sempat dirasakan warga sekitar RDF Plant Jakarta. Kami memastikan kejadian tersebut tidak terulang kembali, serta akan mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2025).

    Angga menjelaskan, kejadian ini akibat proses pengaturan (set up) unit Advanced Oxidation Process (AOP) pada deodorizer yang saat itu belum beroperasi penuh. 

    Saat ini, seluruh sistem telah berjalan sempurnakan dan siap beroperasi secara optimal. 

    “Proses penyetelan dari peralatan pengendali bau dan asap ini yang menyebabkan peralatan tersebut belum bekerja optimal. Jika set up selesai, pasti akan bekerja dengan baik,” ujarnya

    Untuk mengatasi insiden tersebut, tim teknis RDF Plant Jakarta melakukan evaluasi terhadap bekerjanya sistem deodorizer agar fasilitas ini dapat beroperasi sesuai standar lingkungan. 

    “Ke depan, kami memastikan bahwa seluruh teknologi pengendalian bau akan bekerja dengan maksimal, sehingga RDF Plant Jakarta dapat beroperasi tanpa dampak negatif bagi masyarakat sekitar,” kata dia.

    Didesain Ramah Lingkungan

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut, RDF Plant ini telah dirancang dengan teknologi mutakhir untuk memastikan operasionalnya tetap ramah lingkungan. 

    Menurutnya, fasilitas ini dilengkapi dengan sistem pengendalian bau canggih, termasuk deodorizer dengan teknologi ozonisasi dan UV sterilization yang mampu menetralkan bau seperti amonia dan hidrogen sulfida melalui proses oksidasi. 

    Selain itu, filter karbon aktif juga digunakan untuk menyerap partikel bau yang tersisa.

    “Selain sistem deodorizer, RDF Plant ini memiliki teknologi cyclone dan wet scrubber untuk menyaring udara atau asap dari hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke lingkungan, asap dikeluarkan dari proses pengeringan produk,” tuturnya.

    Kedua teknologi ini memastikan bahwa udara yang keluar dari fasilitas sudah dinetralkan sehingga tidak menimbulkan bau dan emisi yang membahayakan lingkungan,” sambungnnya.

    Untuk menjaga kebersihan dan memastikan RDF Plant Jakarta beroperasi sesuai standar tinggi, fasilitas ini juga memiliki sistem pengolahan air limbah yang dilengkapi tangki ekualisasi, tangki koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi.

    Serta kolam anaerobik dan tangki filtrasi pasir agar air limbah hasil operasional dapat digunakan kembali untuk pencucian truk dan penyiraman tanaman di sekitar fasilitas.

    Sebagai upaya menjaga kualitas udara, RDF Plant Jakarta juga dilengkapi dengan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Mobile yang mampu memantau kualitas udara secara real-time dengan berbagai parameter seperti PM 2.5, PM 10, CO, NO2, ozon, dan SO2.

    “Selain itu, area sekitar fasilitas dibersihkan secara rutin menggunakan road sweeper dengan cairan karbol atau cairan penghilang bau untuk memastikan lingkungan selalu higienis. Kami juga menyediakan fasilitas pencucian truk agar kendaraan dalam kondisi bersih sebelum kembali ke pangkalan,” kata Asep.

    Asep menekankan bahwa RDF Plant Jakarta telah menerapkan standar tinggi dalam setiap aspek operasionalnya, mulai dari penerapan teknologi pengendalian emisi hingga prosedur kebersihan yang ketat. 

    “Kami telah menerapkan teknologi canggih untuk memastikan RDF Plant tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Diresmikan Pramono Bulan Depan, RDF Plant Jakarta Diklaim Mampu Olah 2.500 Ton Sampah per Hari

    Warga Cium Bau Busuk, RDF Plant Rorotan Alami Kebocoran Sebelum Diresmikan Pramono

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Bau tak sedap keluar dari cerobong pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.

    Diduga bau tak sedap ini muncul akibat masalah teknis saat proses Pra-Commissioning atau pengujian dan pemeriksaan di tempat pengolahan sampah tersebut.

    Kejadian ini pun sempat dikeluhkan oleh warga yang tinggal di sekitar RDF Plant Rorotan.

    Terkait hal ini, Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta KSO Wika-Jaya Konstruksi Angga Bagus meminta maaf atas kejadian ini.

    Ia pun menegaskan komitmen pihaknya dalam membenahi permasalahan tersebut sebelum dilakukan pengoperasian secara penuh.

    Adapun menurut rencana, RDF ini bakal diresmikan oleh Gubernur Jakarta terpilih Pramono Anung pada Maret 2025 mendatang.

    “Kami sangat menyesal atas insiden yang sempat dirasakan warga sekitar RDF Plant Jakarta. Kami memastikan kejadian tersebut tidak terulang kembali, serta akan mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terjadi kembali,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2025).

    Angga menjelaskan, kejadian ini akibat proses pengaturan (set up) unit Advanced Oxidation Process (AOP) pada deodorizer yang saat itu belum beroperasi penuh. 

    Saat ini, seluruh sistem telah berjalan sempurnakan dan siap beroperasi secara optimal. 

    “Proses penyetelan dari peralatan pengendali bau dan asap ini yang menyebabkan peralatan tersebut belum bekerja optimal. Jika set up selesai, pasti akan bekerja dengan baik,” ujarnya

    Untuk mengatasi insiden tersebut, tim teknis RDF Plant Jakarta melakukan evaluasi terhadap bekerjanya sistem deodorizer agar fasilitas ini dapat beroperasi sesuai standar lingkungan. 

    “Ke depan, kami memastikan bahwa seluruh teknologi pengendalian bau akan bekerja dengan maksimal, sehingga RDF Plant Jakarta dapat beroperasi tanpa dampak negatif bagi masyarakat sekitar,” kata dia.

    Didesain Ramah Lingkungan

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menyebut, RDF Plant telah dirancang dengan teknologi mutakhir untuk memastikan operasionalnya tetap ramah lingkungan. 

    Menurutnya, fasilitas ini dilengkapi dengan sistem pengendalian bau canggih, termasuk deodorizer dengan teknologi ozonisasi dan UV sterilization yang mampu menetralkan bau seperti amonia dan hidrogen sulfida melalui proses oksidasi. 

    Selain itu, filter karbon aktif juga digunakan untuk menyerap partikel bau yang tersisa.

    “Selain sistem deodorizer, RDF Plant ini memiliki teknologi cyclone dan wet scrubber untuk menyaring udara atau asap dari hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke lingkungan, asap dikeluarkan dari proses pengeringan produk,” tuturnya.

    Kedua teknologi ini memastikan bahwa udara yang keluar dari fasilitas sudah dinetralkan sehingga tidak menimbulkan bau dan emisi yang membahayakan lingkungan,” sambungnnya.

    Untuk menjaga kebersihan dan memastikan RDF Plant Jakarta beroperasi sesuai standar tinggi, fasilitas ini juga memiliki sistem pengolahan air limbah yang dilengkapi tangki ekualisasi, tangki koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi.

    Serta kolam anaerobik dan tangki filtrasi pasir agar air limbah hasil operasional dapat digunakan kembali untuk pencucian truk dan penyiraman tanaman di sekitar fasilitas.

    Sebagai upaya menjaga kualitas udara, RDF Plant Jakarta juga dilengkapi dengan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Mobile yang mampu memantau kualitas udara secara real-time dengan berbagai parameter seperti PM 2.5, PM 10, CO, NO2, ozon, dan SO2.

    “Selain itu, area sekitar fasilitas dibersihkan secara rutin menggunakan road sweeper dengan cairan karbol atau cairan penghilang bau untuk memastikan lingkungan selalu higienis. Kami juga menyediakan fasilitas pencucian truk agar kendaraan dalam kondisi bersih sebelum kembali ke pangkalan,” kata Asep.

    Asep menekankan bahwa RDF Plant Jakarta telah menerapkan standar tinggi dalam setiap aspek operasionalnya, mulai dari penerapan teknologi pengendalian emisi hingga prosedur kebersihan yang ketat. 

    “Kami telah menerapkan teknologi canggih untuk memastikan RDF Plant tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Pemkot Jakpus Sasar Jukir Liar, Terciduk Bakal Kena Sidang, Wanti-wanti Aparat Tak Main Mata

    Pemkot Jakpus Sasar Jukir Liar, Terciduk Bakal Kena Sidang, Wanti-wanti Aparat Tak Main Mata

    Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

    TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR – Menjelang Ramadan, Pemkot Jakarta Pusat menggencarkan operasi untuk menjaring para juru parkir (jukir) liar yang kerap meresahkan.

    Pasalnya, selain keberadaan mereka, para jukir liar itu mematok tarif seenaknya dalam praktik pungutan liar (pungli).

    “Kita akan tindak pelaku preman parkir yang tidak punya hak tidak punya kewenangan, legalitas mengelola parkir untuk kepentingan orang per orang,” ucap Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin dilansir Kamis (13/12/2025).

    Operasi tertib yang diantaranya menyasar para jukir liar digelar selama satu bulan mulai 12 Februari sampai 12 Maret 2025.

    Bahkan, Arifin memastikan para jukir liar yang terciduk bakal dikenakan sanksi berupa sidang dalam perkara tindak perkara ringan (tipiring).

    “Kami ingin nantinya akan ada untuk ditindak secara tipiring, mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan daerah. 

    Dimana nantinya akan dibawa ke pengadilan jadi tipiring sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

    Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta itu pun mengklaim sudah memetakan wilayah di Jakarta Pusat yang rawan terjadi praktik parkir liar.

    “Yang jelas kami sudah petakan, titik-titik lokasi rawan parkir yang dikelola oleh preman parkir, karena kalau saya sampaikan pasti pada saat operasi pasti sudah bersih sudah rapih. 

    Kami sudah petakan dengan informasi yang sudah masuk kepada kami,” kata Arifin.

    “Trotoar, taman dan bahu jalan banyak dimanfaatkan untuk parkir liar. Kami lakukan penindakan untuk mengembalikan fungsi trotoar, taman dan bahu jalan sebagaimana diperuntukkan,” lanjutnya.

    Arifin pun mewanti-wanti jajaran Satpol PP dan Sudinhub Jakpus untuk tidak bermain mata dengan preman yang mengelola parkir liar.

    Ia menegaskan bakal menindak jika didapatkan ada petugas Satpol PP dan Sudinhub Jakpus yang bermain mata dengan para beking parkir liar.

    “Saya akan tindak secara internal,” kata dia.

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • Ospek 503 Kepala Daerah di Lembah Tidar Magelang, APBD Tanggung Rp11 Miliar Lebih

    Ospek 503 Kepala Daerah di Lembah Tidar Magelang, APBD Tanggung Rp11 Miliar Lebih

    PIKIRAN RAKYAT – Sebagaimana ospek menteri Kabinet Merah Putih tempo lalu, orientasi kepala daerah era Presiden Prabowo Subianto juga dilakukan kembali di Lembah Tidar Magelang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengonfirmasinya lewat surat edaran.

    Acara yang diikuti 503 orang Kepala Daerah itu akan dilangsungkan tepatnya di Glamping Borobudur Internasional Golf, Magelang, pada 21 hingga 28 Februari 2025 untuk Angkatan I.

    Peserta terdiri atas seluruh Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota yang baru terpilih dalam Pemilu 2024.

    Dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 200.5/628/SJ itu, disebutkan bahwa orientasi bertujuan untuk memberikan pemahaman serta mempersiapkan para kepala daerah dalam menjalankan tugas kepemimpinan mereka.

    Dikabarkan pula, 28 Februari 2025 mendatang, akan ada pengarahan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di lokasi orientasi.

    Total Biaya Rp11 Miliar Lebih

    Biaya kegiatan selama delapan hari di Magelang akan dibiayai oleh DIPA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri.

    Sementara itu, biaya lain-lain seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah.

    Sebanyak 503 peserta, terdiri dari 34 gubernur, 380 bupati, dan 89 walikota yang ikut kegiatan glamping Lembah Tidar juga dibebankan biaya akomodasi dan konsumsi per orang, untuk setiap hari kegiatan, yakni sebesar Rp2.750.000.

    Bila dihitung, biaya akomodasi tiap peserta sepanjang acara bisa mencapai lebih dari Rp11 miliar, tepatnya Rp11.066.000.000

    Perhitungan ini belum mencakup biaya tambahan untuk ajudan dan staf yang turut hadir mendampingi kepala daerah.

    Ospek Menteri di Lembah Tidar

    Presiden Prabowo Subianto mengadakan pembekalan Kabinet Merah Putih di Akademi Militer Lembah Tidar, Magelang. Pembekalan itu digelar sejak Jumat, 25 Oktober 2024 dan dilaksanakan hingga Minggu, 27 Oktober 2024.

    Selama kegiatan berlangsung, para menteri dan wakil menteri bak mahasiswa yang tengah menjalani orientasi pengenalan kampus atau ospek. 

    Selain mendapat pembekalan, mereka tidur di dalam tenda. Selain itu, mereka juga akan mengenakan seragam khusus bercorak loreng cadangan (komcad) yang disediakan. ***

    Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News