Perusahaan: Google

  • Soal Penegakan Hukum Kasus Penembakan Sabung Ayam, Ini Kata MUI Lampung

    Soal Penegakan Hukum Kasus Penembakan Sabung Ayam, Ini Kata MUI Lampung

    Bandar Lampung: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung turut menyimak proses hukum kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota Polri dalam penggerebekan sabung ayam.

    Ketua MUI Lampung, KH Suryani M. Nur, mendukung penuh terhadap penegakan hukum terhadap para pelaku tanpa pandang bulu.

    “Kami mengapresiasi profesionalisme TNI yang telah membuka proses peradilan terhadap anggotanya secara tegas. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua institusi agar tidak memberi ruang bagi oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangan,” kata Suryani dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 19 Juni 2025.

    Dia menjelaskan peradilan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi militer, sekaligus menjadi bentuk pembenahan internal yang nyata.
     

    Selain soal penegakan hukum, MUI Lampung juga menyoroti akar persoalan dari kasus ini yakni, praktik perjudian sabung ayam terjadi di Way Kanan. Oleh karenanya MUI mengutuk keras aktivitas ilegal tersebut.

    “MUI juga menyerukan agar tokoh agama, adat, dan masyarakat ikut aktif dalam membina umat melalui dakwah, pendidikan akhlak, dan pengawasan sosial, demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bermartabat,” jelas Suryani.

    Sementara Ketua MUI Way Kanan, KH Saefullah, mengaku bersyukur proses hukum telah memasuki persidangan. Dia berharap ada pelajaran penting yang bisa dipetik dalam kejadian ini.

    “Kami berharap proses persidangan tetap dapat digelar secara terbuka untuk umum dan diketahui masyarakat luas,” ungkapnya.

    Hal senada dikatakan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Way Kanan, Joko Susanto yang mengatakan bahwa transparansi dan independensi peradilan militer sangat penting agar kepercayaan publik terhadap institusi hukum tetap terjaga.

    “Masyarakat tentu akan memperhatikan proses ini dengan seksama. Kami berharap tidak ada intervensi dalam bentuk apapun dan majelis hakim benar-benar menggali kebenaran materiil agar putusannya mencerminkan keadilan yang sesungguhnya,” ungkap Joko.

    Bandar Lampung: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung turut menyimak proses hukum kasus penembakan yang menewaskan tiga anggota Polri dalam penggerebekan sabung ayam.
     
    Ketua MUI Lampung, KH Suryani M. Nur, mendukung penuh terhadap penegakan hukum terhadap para pelaku tanpa pandang bulu.
     
    “Kami mengapresiasi profesionalisme TNI yang telah membuka proses peradilan terhadap anggotanya secara tegas. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua institusi agar tidak memberi ruang bagi oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangan,” kata Suryani dalam keterangan pers dikutip, Kamis, 19 Juni 2025.

    Dia menjelaskan peradilan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi militer, sekaligus menjadi bentuk pembenahan internal yang nyata.
     

     
    Selain soal penegakan hukum, MUI Lampung juga menyoroti akar persoalan dari kasus ini yakni, praktik perjudian sabung ayam terjadi di Way Kanan. Oleh karenanya MUI mengutuk keras aktivitas ilegal tersebut.
     
    “MUI juga menyerukan agar tokoh agama, adat, dan masyarakat ikut aktif dalam membina umat melalui dakwah, pendidikan akhlak, dan pengawasan sosial, demi menciptakan lingkungan yang bersih dan bermartabat,” jelas Suryani.
     
    Sementara Ketua MUI Way Kanan, KH Saefullah, mengaku bersyukur proses hukum telah memasuki persidangan. Dia berharap ada pelajaran penting yang bisa dipetik dalam kejadian ini.
     
    “Kami berharap proses persidangan tetap dapat digelar secara terbuka untuk umum dan diketahui masyarakat luas,” ungkapnya.
     
    Hal senada dikatakan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Way Kanan, Joko Susanto yang mengatakan bahwa transparansi dan independensi peradilan militer sangat penting agar kepercayaan publik terhadap institusi hukum tetap terjaga.
     
    “Masyarakat tentu akan memperhatikan proses ini dengan seksama. Kami berharap tidak ada intervensi dalam bentuk apapun dan majelis hakim benar-benar menggali kebenaran materiil agar putusannya mencerminkan keadilan yang sesungguhnya,” ungkap Joko.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (PRI)

  • Sudah Bisa Bayar Tol Tanpa Setop, Begini Cara Daftarnya

    Sudah Bisa Bayar Tol Tanpa Setop, Begini Cara Daftarnya

    Jakarta

    Beberapa jalan tol sudah menerapkan sistem bayar tol tanpa setop. Untuk saat ini, sistem bayar tol tanpa berhenti tersebut menggunakan stiker RFID.

    Memang belum semua jalan tol dapat menerima transaksi pembayaran tanpa berhenti. Namun, sistem ini sudah bisa digunakan oleh pengguna kendaraan di beberapa wilayah.

    Untuk saat ini, sistem pembayaran tol tanpa berhenti masih menerapkan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Artinya, SLFF ini masih membutuhkan gardu tol untuk melakukan transaksi.

    Cara pembayaran tol tanpa berhenti untuk saat ini bisa menggunakan Let It Flo. Saat lewat gerbang tol, pengendara mobil tak perlu berhenti untuk membayar tarif tol, portal akan otomatis terbuka ketika sistem membaca ada perangkat stiker RFID yang terpasang di kendaraan dan saldo di aplikasi akan terpotong secara otomatis.

    Untuk membayar tol tanpa berhenti, harus menggunakan aplikasi Let It Flo dikembangkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Let It Flo sekarang sudah terintegrasi langsung dengan aplikasi Travoy.

    Dikutip dari situs Let It Flo, sistem ini masih dalam tahap uji coba terbatas untuk kalangan terbatas. Sistem pembayaran tol tanpa berhenti ini mengandalkan sistem sensorik otomatis pada stiker yang ditempelkan di kaca atau lampu depan mobil.

    Untuk menggunakan sistem transaksi tol Let It Flo, pengguna harus memiliki stiker RFID. Stiker ini berperan sebagai alat sensor. Stiker RFID ditempel di bagian kaca depan atau lampu depan sebelah kanan dari kendaraan yang telah terdaftar. Bagaimana cara daftar dan mendapatkan stiker RFID?

    Cara Daftar Bayar Tol Tanpa Berhenti

    Seperti diunggah akun Instagram resmi Let It Flo, berikut cara daftar sistem bayar tol tanpa berhenti:

    1. Unduh aplikasi Travoy melalui Play Store atau App Store.

    2. Login menggunakan akun email, Google, atau Facebook.

    3. Aktifkan notifikasi dan akses lokasi pada aplikasi Travoy mendapatkan update informasi terbaru seputar informasi jalan tol.

    4. Pastikan nomor handphone yang terdaftar di aplikasi Travoy sama dengan yang terdaftar di aplikasi Let it Flo dan LinkAja. Jika berbeda, lakukan perubahan nomor di aplikasi Travoy terlebih dahulu.

    5. Pilih menu “Lainnya” pada menu Home Aplikasi Travoy, lalu pilih fitur “Let it Flo”.

    6. Untuk pengguna baru, pilih menu “Daftar”. Jika sudah pernah menggunakan Let it Flo, pilih menu “Masuk”.

    7. Untuk pemesanan stiker, pilih fitur “Order Tag” untuk melakukan self order stiker Let it Flo.

    8. Daftarkan kendaraan yang akan dipasangkan stiker, lalu pilih jadwal dan lokasi kedatangan di Fitment Center Let it Flo.

    9. Sebelum datang ke Fitment Center, pastikan sudah mengunduh aplikasi LinkAja dan melakukan top-up saldo.

    10. Sebelum menyelesaikan pembayaran, pastikan kembali jadwal yang dipilih sudah benar dan tidak akan berubah, karena tidak tersedia fitur reschedule.

    11. Diimbau untuk datang sesuai jadwal yang telah dipilih, agar tidak terjadi antrean panjang di Fitment Center.

    Untuk saat ini, sudah ada beberapa gerbang tol di Jabodetabek dan Bali yang bisa melakukan transaksi tanpa berhenti menggunakan Let It Flo. Gardu tol yang menerima transaksi Let It Flo biasanya ada penanda khusus berupa logo Flo.

    (rgr/din)

  • Galaxy Watch Boyong Fitur Deteksi Gempa Real-time yang Bisa Selamatkan Nyawa – Page 3

    Galaxy Watch Boyong Fitur Deteksi Gempa Real-time yang Bisa Selamatkan Nyawa – Page 3

    Saat ini, jutaan smartphone Android sudah didukung fitur pendeteksi gempa. Jadi, smartphone bisa dibilang merupakan seismograf berukuran kecil. 

    Cara kerjanya? Ketika ada cukup banyak smartphone yang mendeteksi gerakan yang tak biasa, server Google akan melakukan triangulasi data, mengonfirmasi gempa bumi, dan memicu peringatan dalam hitungan detik. 

    Notifikasi pada jam tangan mencerminkan versi smartphone, memperlihatkan perkiraan skala gempa dan jarak si pengguna dari pusat gempa.

    Dengan begitu, jam pintar Samsung ini seolah memberikan waktu bagi pengguna untuk berpindah ke tempat yang lebih aman dari gempa. 

    Update ini tentunya begitu penting bagi siapa pun yang sedang tak membawa smartphone Android mereka. Misalnya ketika sedang berolah raga, berlari, mendaki, hingga melakukan tugas lainnya. 

    Apalagi, Galaxy Watch dengan dukungan konektivitas seluler bawaan tak perlu smartphone atau jaringan WiFi untuk bisa terhubung internet. Jam-jam ini jadi bisa menerima peringatan secara mandiri. 

  • Indigo Hadir di iPhone, Aplikasi Kamera dari Pencipta GCam

    Indigo Hadir di iPhone, Aplikasi Kamera dari Pencipta GCam

    Jakarta

    Adobe baru saja merilis aplikasi kamera inovatif bernama Indigo di App Store, yang disebut-sebut sebagai “penerus spiritual” dari Pixel Camera legendaris milik Google. Aplikasi ini dikembangkan oleh dua mantan insinyur Google, Marc Levoy dan Florian Kainz, otak di balik teknologi fotografi komputasional Pixel Camera yang mendefinisikan standar fotografi ponsel pintar dengan fitur seperti HDR+ dan Super Res Zoom.

    Dalam posting blog resminya, Levoy dan Kainz menjelaskan bahwa Indigo dirancang untuk menghasilkan foto berkualitas tinggi dengan tampilan alami melalui fotografi komputasional, sekaligus memberikan kontrol manual penuh kepada pengguna. Mirip dengan HDR+ milik Google, Indigo mengambil beberapa foto dalam kondisi cahaya redup dan menggabungkannya menjadi satu gambar.

    Namun, Indigo lebih unggul dengan kemampuan menggabungkan hingga 32 foto (dibandingkan 15 foto pada Google Camera) dan sengaja mengurangi pencahayaan untuk meminimalkan sorotan berlebih serta noise bayangan. Hasilnya? Foto dengan detail sorotan lebih tajam dan noise lebih rendah, meski pengguna mungkin perlu menunggu beberapa detik setelah menekan tombol rana.

    Adobe juga memamerkan perbandingan gambar antara bidikan tunggal dan bidikan gabungan Indigo, yang menunjukkan pengurangan noise signifikan dan retensi detail lebih baik. Dengan pendekatan ini, Indigo tidak perlu mengaplikasikan penghalusan berlebih, sehingga tekstur alami tetap terjaga, bahkan pada format RAW.

    Fitur Unggulan Indigo

    Indigo menghadirkan fitur populer Pixel Camera, seperti Super Res Zoom, yang pertama kali diperkenalkan pada Pixel 3. Fitur ini memanfaatkan goyangan tangan alami dan beberapa bingkai untuk menghasilkan zoom 2x hingga 10x dengan kualitas tinggi tanpa memerlukan lensa telefoto.

    Aplikasi Indigo Foto: Androidauthority

    Tombol zoom ditandai ikon “SR” untuk menegaskan penggunaan teknologi super resolusi.
    Selain itu, Indigo memiliki mode malam canggih yang dapat mengambil hingga 32 eksposur berdurasi 1 detik saat perangkat terdeteksi pada tripod. Pengguna juga bisa memotret malam secara manual.

    Aplikasi ini mendukung pengaturan profesional seperti zero shutter lag, ISO manual, kecepatan rana, white balance, dan eksposur. Ada juga mode long exposure yang mengekspor gambar RAW, serta opsi untuk menyesuaikan jumlah frame yang digabungkan-ideal untuk menangkap objek bergerak cepat.

    Perbandingan Single vs Multi Frame Foto: AndroidauthorityKetersediaan

    Saat ini, Indigo hanya tersedia untuk iPhone dengan RAM 6GB atau lebih. Adobe sedang mengembangkan versi Android, namun belum ada tanggal rilis resmi. Ke depannya, Adobe berencana menambahkan fitur seperti mode potret tingkat lanjut, perekaman video dengan pemrosesan cerdas, panorama, dan mode bracketing untuk astrofotografi atau foto panorama.

    Dengan pengalaman Levoy dan Kainz di balik Pixel Camera, Indigo memiliki potensi besar untuk menjadi aplikasi kamera pilihan bagi penggemar fotografi mobile. Jika Adobe terus mengembangkannya, Indigo bisa menjadi saingan berat di ranah fotografi ponsel pintar, terutama saat versi Android dirilis.

    (afr/afr)

  • Google Luncurkan Gemini 2.5 Pro Gratis untuk Semua Pengguna, Ini Kelebihannya – Page 3

    Google Luncurkan Gemini 2.5 Pro Gratis untuk Semua Pengguna, Ini Kelebihannya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Setelah menghadirkan preview pertama sekitar tiga bulan lalu, Google siap meluncurkan Gemini 2.5 Pro sekaligus membuat model penalaran umum tersedia bagi konsumen dan pengembang.  

    Gemini 2.5 Pro sebelumnya memasuki fase percobaan pada akhir Maret 2025. Empat hari setelah debut berbayar untuk pelanggan dan developer, kini Google membuat model AI ini tersedia secara gratisan bagi seluruh pengguna. 

    Mengutip 9to5Google, Kamis (19/6/2025), Gemini 2.5 Pro mendapatkan peningkatan coding besar-besaran pada Mei lalu, tepat sebelum dihelatnya konferensi pengembang tahunan Google I/O. Update model AI Gemini 2.5 Pro terbaru berikutnya dihadirkan pada Juni ini. 

    Dengan peluncuran ini, Gemini 2.5 Pro tak akan lagi memiliki label “preview” di aplikasi Gemini. Hal ini seiring dengan kehadiran model AI 2.5 Flash memasuki GA pada aplikasi Gemini di I/O bulan lalu. 

    Google pun memberikan catatan tentang Pro yang dimaksud. Menurutnya, Pro memiliki kemampuan dalam hal “penalaran, matematika, dan kode.” Adapun Gemini 2.0 Flash adalah untuk “bantuan serba cepat.”

    Google baru saja merilis Gemini, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang menjadi saingan ChatGPT. Meskipun sebelumnya ada laporan tentang penundaan peluncuran, kini Gemini sudah tersedia dan dapat digunakan.

  • Iran Minta Warganya Hapus Whatsapp, Meta Bantah Terafiliasi dengan Israel

    Iran Minta Warganya Hapus Whatsapp, Meta Bantah Terafiliasi dengan Israel

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Iran melalui televisi nasional pada Selasa sore (18/6) mengimbau seluruh warga untuk menghapus aplikasi pesan instan WhatsApp dari ponsel mereka.

    Seruan ini disertai tuduhan bahwa WhatsApp diduga mengumpulkan informasi pengguna dan mengirimkannya ke Israel.

    WhatsApp, yang dimiliki oleh Meta Platforms (induk Facebook dan Instagram), segera membantah tuduhan tersebut.

    Dalam pernyataan resminya, WhatsApp menyatakan kekhawatiran bahwa laporan palsu ini akan dijadikan alasan untuk memblokir layanan mereka, terutama di saat masyarakat Iran sangat membutuhkan akses komunikasi yang aman di tengah situasi konflik.

    WhatsApp menegaskan mereka menggunakan sistem enkripsi end-to-end, yang berarti pesan hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima. 

    “Kami tidak melacak lokasi Anda secara presisi, tidak menyimpan log siapa saja yang saling berkirim pesan, dan tidak melacak pesan pribadi antar pengguna. Kami juga tidak memberikan data massal ke pemerintah mana pun,” tulis Meta dikutip dari Aljazeera Kamis (19/6/2025).

    Enkripsi end-to-end membuat pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp tidak dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk penyedia layanan itu sendiri. Jika pesan dicegat, isinya hanya akan berupa kode acak yang tidak bisa dipecahkan tanpa kunci khusus.

    Sementara itu AN melaporkan bahwa Asisten Profesor teknik dan pakar keamanan siber dari Cornell University, menyatakan meski pesan di WhatsApp terenkripsi, metadata seperti pola penggunaan aplikasi tetap bisa dikumpulkan. 

    “Anda bisa mengetahui bagaimana orang menggunakan aplikasi, dan itu sudah lama menjadi isu yang membuat sebagian orang enggan menggunakan WhatsApp,” ujar Falco.

    Falco juga menaruh perhatian pada isu kedaulatan data (data sovereignty), di mana data pengguna dari suatu negara belum tentu disimpan di pusat data dalam negeri. “Negara-negara perlu menyimpan dan memproses data mereka sendiri dengan algoritma mereka sendiri, karena semakin sulit mempercayai infrastruktur data global,” tambahnya.

    Iran berupaya melakukan pemblokiran terhadap berbagai platform media sosial, terutama saat terjadi gejolak politik atau konflik. WhatsApp dan Google Play sempat diblokir pada 2022 selama aksi protes massal atas kematian seorang perempuan dalam tahanan polisi moral. Pemblokiran tersebut baru dicabut akhir tahun lalu.

    Meski demikian, banyak warga Iran tetap menggunakan aplikasi terlarang dengan memanfaatkan proxy dan VPN untuk mengakses layanan yang diblokir pemerintah. WhatsApp sendiri menjadi salah satu aplikasi pesan paling populer di Iran, bersaing dengan Instagram dan Telegram.

  • Google Catat Gerak Gerik Anda di Internet, Begini Cara Hapus di Laptop

    Google Catat Gerak Gerik Anda di Internet, Begini Cara Hapus di Laptop

    Jakarta, CNBC Indonesia – Semua aktivitas Anda di Google akan tercatat dalam history atau riwayat. Yakni terkait apa saja yang dicari dalam Google Search dari pencarian hingga situs yang dibuka.

    Jadi setiap aktivitas pencarian akan meninggalkan jejak dalam history. Data riwayat pencarian itu akan tersimpan dalam akun Google.

    Tenang, Anda bisa menghapus pencarian tersebut dengan sangat mudah. Salah satunya dengan menggunakan laptop.

    Anda dapat memanfaatkan menu riwayat penelusuran untuk menghapus semua aktivitas dalam pencarian. Menu tersebut berisi daftar history yang tersimpan pada akun Google yang digunakan.

    Sebelum Anda menggunakan cara berikut, pastikan lebih dulu Anda sudah masuk atau log in dengan akun yang dimiliki di laman Google.com.

    Google juga menyediakan menu hapus otomatis. Jadi Anda tak perlu repot lagi menghapus satu per satu riwayat dalam waktu tertentu karena akan terhapus langsung sesuai dengan pengaturan yang ditetapkan.

    Berikut cara menghapus riwayat pencarian melalui laptop:

    Buka website Google lewat browser di browser
    Klik menu Setelan
    Tekan menu Histori Penelusuran
    Anda akan melihat daftar riwayat pencarian di Google. Klik opsi Hapus
    Pilih opsi waktu yang disediakan
    Google juga menyediakan fitur hapus otomatis. Menu tersebut bisa menghapus riwayat selama waktu tertentu, mulai dari tiga bulan, 18 bulan atau 36 bulan.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Data Center AI Damac Senilai Rp37,5 Triliun Siap Saingi DCII hingga Equinix

    Data Center AI Damac Senilai Rp37,5 Triliun Siap Saingi DCII hingga Equinix

    Bisnis.com, JAKARTA — Persaingan pusat data (data center) khusus AI makin panas setelah perusahaan asal Dubai, EDGNEX Data Centers by DAMAC, di Jakarta dengan total investasi mencapai US$2,3 miliar atau sekitar Rp37,54 triliun (asumsi kurs Rp16.323 per dolar AS).

    Dalam 2 bulan terakhir, jumlah data center jumbo di Indonesia bertambah cukup banyak. Damac menyusul PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) dan Kongsi Equinix-Astra yang sebelumnya juga telah merilis data center baru di Indonesia.

    Proyek milik perusahaan yang berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab itu menjadi salah satu pengembangan khusus AI terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas tambahan di masa mendatang sebesar 144 Megawatt (MW).

    Untuk diketahui, EDGNEX beroperasi di 11 negara, yakni Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Arab Saudi, Turki, Thailand, Malaysia, Yunani, Spanyol, Finlandia, Italia, termasuk Indonesia.

    Pendiri DAMAC Group Hussain Sajwani mengatakan setelah proses akuisisi lahan yang diselesaikan pada Maret lalu oleh DAMAC, lokasi ini telah memasuki tahap awal konstruksi dengan fase pertama yang diperkirakan siap beroperasi pada Desember 2026.

    Nantinya, pusat data ini akan mengadopsi rak AI berdensitas tinggi, sehingga menetapkan standar baru untuk infrastruktur generasi berikutnya di kawasan Asia Tenggara.

    “Ini adalah pembangunan kedua kami di Indonesia, yang semakin menegaskan komitmen kami untuk menjembatani kesenjangan digital di pasar yang sedang berkembang pesat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Sajwani dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).

    Sajwani mengatakan dengan pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, proyek ini hadir untuk memenuhi kebutuhan akan infrastruktur yang skalabel dan hemat energi.

    Lebih lanjut, dia mengungkap bahwa proyek pusat data yang mengadopsi AI ini dirancang untuk mendukung gelombang inovasi dan pertumbuhan digital berikutnya.

    “Dengan meningkatnya skala beban kerja AI, kebutuhan akan infrastruktur generasi baru yang lebih kuat dan efisien pun tumbuh dan proyek ini merupakan bagian dari komitmen besar kami di Asia Tenggara, di mana kami telah menginvestasikan lebih dari US$3 miliar untuk pengembangan infrastruktur digital,” ungkapnya.

    Adapun, pusat data ini menargetkan power usage effectiveness (PUE) sebesar 1,32, yang secara signifikan akan meningkatkan efisiensi energi dan selaras dengan standar keberlanjutan global EDGNEX.

    Titik lokasi data center EDGNEX di Jakarta

    Untuk diketahui, pada 2024, EDGNEX mengumumkan pusat data perdananya di Indonesia dengan kapasitas terencana sebesar 19,2 MW yang akan dibangun di kawasan MT Haryono, Jakarta. Dia menjelaskan fasilitas ini dirancang untuk menjawab permintaan yang terus meningkat dari penyedia layanan cloud, node edge, dan potensi penerapan kecerdasan buatan. Fase pertama dijadwalkan rampung pada kuartal III/2026.

    Adapun secara regional, Sajwani menyatakan EDGNEX menargetkan kapasitas operasional lebih dari 300 MW di Asia Tenggara pada tahun mendatang.

    Penantang DCII dan Equinix

    Belum lama ini, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) juga meluncurkan data center berstandar global JK6 milik , pada Selasa (3/6/2025) di DCI H1 Campus, Cibitung, Bekasi. 

    Dengan kapasitas 36 megawatt, fasilitas ini diklaim sebagai salah satu pusat data terbesar di Asia Tenggara dan akan menjadi infrastruktur penting bagi penguatan ekonomi digital Indonesia. 

    Mengutip laporan GSMA 2024, digitalisasi di sektor energi, pertanian, perikanan, dan kehutanan diproyeksikan menyumbang nilai tambah hingga Rp1.271 triliun pada 2029. Dalam konteks tersebut, pusat data memiliki peran penting sebagai simpul penghubung yang menjamin efisiensi dan keamanan proses digitalisasi lintas sektor.

    Pada Mei 2025, Equinix, Inc. bekerja sama dengan PT Astra International Tbk. (ASII)  meresmikan pusat data (data center) International Business Exchange™ (IBX®) pertamanya di Jakarta, JK1. 

    Pusat data berkinerja tinggi JK1 menawarkan akses langsung ke ekosistem digital, yang mencakup lebih dari 50 penyedia layanan cloud, jaringan, dan internet exchange terkemuka, termasuk Alibaba Cloud, Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, dan Google Cloud. 

    Sementara itu Presiden Direktur Utama Equinix Indonesia Haris Izmee mengungkap potensi besar ekonomi digital Indonesia, terutama sektor e-commerce yang diproyeksikan mencapai US$120 miliar pada tahun 2025. 

    Pertumbuhan ini makin didorong oleh adopsi cloud yang pesat, yang meningkatkan permintaan akan konektivitas kuat dan infrastruktur digital berkinerja tinggi yang dapat diskalakan. 

    “Seiring Indonesia mempersiapkan diri untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, menjadi pusat digital utama di Asia akan sangat penting bagi transformasi ekonomi jangka panjang,” ujar Haris Izmee.

    Masih Tertinggal dari Malaysia …

  • Giliran Google Sindir Apple dan iOS 26 yang Tiru Fitur Android

    Giliran Google Sindir Apple dan iOS 26 yang Tiru Fitur Android

    Jakarta

    Apple mengumumkan sederet fitur baru iOS 26 di ajang WWDC 2025 pekan lalu. Seminggu kemudian, Google menyindir Apple dan fitur baru iOS 26 yang sudah lama ada di Android.

    Sindiran itu disampaikan dalam video terbaru bertajuk ‘#BestPhonesForever: Responding to MORE Rumors’ yang diunggah di YouTube. Sama seperti video lainnya di seri ini, video ini memperlihatkan percakapan antara Pixel dan iPhone.

    Dalam video tersebut, Pixel menyinggung fitur baru iPhone yang mirip seperti fitur yang sudah ada di Android sejak lama. Namun iPhone hanya menjawab bahwa kemiripan itu hanya kebetulan.

    “Saya mengumumkan penerjemahan langsung untuk SMS,” kata iPhone dalam video berdurasi satu menit itu, seperti dikutip dari MacRumors, Kamis (19/6/2025).

    “Dan ternyata saya sudah memilikinya sejak empat tahun lalu,” kata Pixel.

    “Yeah, kebetulan yang gila”.

    iPhone juga mengungkit dua fitur baru lainnya yang akan hadir di iOS 26 yaitu Hold Assist dan Call Screening. Lagi-lagi Pixel membalas kalau fitur itu sudah tersedia di ponselnya selama bertahun-tahun.

    Google pertama kali meluncurkan fitur Live Translate di Pixel 6 pada tahun 2021. Sama seperti Live Translate di iOS 26, fitur Android ini dapat menerjemahkan SMS dan panggilan telepon secara otomatis.

    Pada tahun 2020, Google merilis fitur Hold for Me di untuk Pixel 3 ke atas. Cara kerjanya mirip dengan Hold Assist di iOS 26, di mana fitur ini dapat menunggu saat menelepon customer service atau semacamnya, dan memberi tahu pengguna saat sudah ada agen yang menjawab.

    Video itu diakhiri dengan iPhone bertanya kepada Pixel tentang apa yang sedang Google persiapkan untuk Pixel 10 series, kemungkinan agar Apple bisa mencari inspirasi lagi untuk iPhone dan update iOS berikutnya.

    Google bukan satu-satunya raksasa teknologi yang mengejek fitur baru iOS 26. Tidak lama setelah Apple mengumumkan deretan fitur baru iOS 26, Samsung mengatakan fitur-fitur tersebut sudah tersedia lebih dulu di perangkat mereka.

    Desain antarmuka ‘Liquid Glass’ di iOS 26 yang transparan seperti kaca juga sempat disindir oleh Microsoft karena mirip seperti antarmuka Aero di Windows Vista.

    (vmp/afr)

  • OpenAI Putus Kerja Sama dengan Scale AI Usai Investasi Besar Meta Rp472 Triliun

    OpenAI Putus Kerja Sama dengan Scale AI Usai Investasi Besar Meta Rp472 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengumumkan pemutusan kerja sama dengan Scale AI, startup penyedia data labeling, hanya beberapa hari setelah Meta (induk Facebook) menginvestasikan US$14,3 miliar atau Rp472 triliun dan mengambil 49% saham di Scale AI.

    Selain suntikan dana besar, Meta juga merekrut CEO Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin unit “superintelligence” barunya.

    Dilansir dari Techcrunch dan Bloomberg, Kamis (19/6/2025) menurut juru bicara OpenAI, keputusan untuk menghentikan kerja sama ini sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak 6 hingga 12 bulan terakhir, jauh sebelum pengumuman investasi Meta.

    OpenAI menyatakan bahwa mereka tengah mencari penyedia data lain yang lebih spesifik dan mampu memenuhi kebutuhan pengembangan model AI terbaru yang semakin canggih

    Scale AI selama ini dikenal sebagai mitra utama bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Meta, dalam menyediakan data untuk pelatihan model AI. Namun, akuisisi besar-besaran oleh Meta memunculkan kekhawatiran di kalangan pelanggan lain, terutama terkait potensi akses Meta terhadap data sensitif milik kompetitornya.

    Tak hanya OpenAI, Google juga dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memutus kerja sama dengan Scale AI. Hal ini menimbulkan ketidakpastian besar bagi masa depan bisnis inti Scale AI di bidang data labeling.

    Beberapa pesaing Scale AI bahkan melaporkan adanya lonjakan permintaan dari pengembang model AI yang kini mencari mitra data yang dianggap lebih “netral”.

    Menanggapi kekhawatiran tersebut, Scale AI menegaskan bahwa Meta tidak akan mendapatkan perlakuan khusus atau akses ke informasi rahasia pelanggan lain. Alexandr Wang juga disebut tidak akan terlibat dalam operasional harian perusahaan setelah bergabung dengan Meta. Meski demikian, langkah para klien besar yang mulai meninggalkan Scale AI menandakan perlunya perubahan strategi bisnis bagi startup ini.

    Dalam blog terpisah, CEO interim Scale AI, Jason Droege, menyatakan perusahaan akan memperkuat bisnis aplikasi AI, khususnya dalam membangun solusi AI kustom untuk pemerintah dan perusahaan besar.