Perusahaan: Google

  • Daftar HP Vivo yang bakal Kebagian Android 16, dari Seri X hingga iQOO – Page 3

    Daftar HP Vivo yang bakal Kebagian Android 16, dari Seri X hingga iQOO – Page 3

    Satu hal yang agak mengganggu mengenai smartphone Vivo adalah perusahaan ini kurang transparan tentang kebijakan update software mereka, terutama untuk model mid-range maupun yang lebih murah. 

    Pengguna jadi sulit untuk menentukan apakah smartphone mereka termasuk yang akan bisa di-update ke Android 16 atau tidak. 

    Pada model premium pengguna mendapatkan informasi yang cukup baik. Baik itu update yang lebih cepat serta dukungan perpanjangan update software. Misalnya, Vivo X200 Series dijanjikan mendapatkan empat kali update software, sebelumnya pada tahun lalu hanya terbatas tiga kali update. 

    Model iQOO di sisi lain, seperti iQOO 13 dan iQOO 12 juga dijanjikan mendapatkan perpanjangan update software. Sementara, Vivo V50 series juga mendapatkan penambahan update OS yang sebelumnya hanya dua kali update Android.  

    Adapun Vivo T dan Y series masing-masing biasanya mendapatkan dua tahun update software. Begitu pula dengan iQOO Z series, namun untuk Neo series kini mendapatkan update software hingga 3 tahun berturut-turut. 

    Vivo pun berupaya untuk meningkatkan kebijakan update software, meski masih ketinggalan kalau dibandingkan model seperti Samsung dan Google yang kini menjanjikan update software hingga 4 tahun (entry level) dan tujuh tahun (flagship). 

  • EarFun Rilis TWS hingga Headphone, Harga Mulai Rp500 Ribuan

    EarFun Rilis TWS hingga Headphone, Harga Mulai Rp500 Ribuan

    Bisnis.com, JAKARTA – Shenzhen Earfun Technology Co., Ltd., produsen merek EarFun, merilis tiga produk baru seiring dengan meningkatnya pasar audio nirkabel di Indonesia.

    Berdasarkan siaran pers, Minggu (22/6/2025), EarFun meluncurkan EarFun Clip, EarFun Wave Life, dan EarFun Open Jump dengan sejumlah fitur unggulan.

    EarFun Clip, merupakan true wireless stereo (TWS) berjenis open-ear dengan desain unik double “C”. Konektivitasnya menggunakan Bluetooth 6.0 untuk menghasilkan koneksi dan pengalaman audio yang stabil.

    TWS dengan driver 10.8mm carbon fiber composite ini memiliki teknologi LDAC HD Audio dan 3D Spatial Sound untuk menghasilkan suara jernih dengan dimensi audio yang imersif. Selain itu memiliki teknologi Echo Noise Cancellation dan AI noise-reduction mic untuk digunakan di lingkungan ramai.

    Bagi para gamer, fitur ultra-low latency gaming mode memberikan pengalaman bermain tanpa delay. Adapun, daya tahan baterai hingga 10 jam per pemakaian, dan total 40 jam bersama charging case.

    Harga EarFun Clip sebesar Rp800.000 memiliki fitur tambahan seperti Hi-Res Audio Certification, Google Fast Pair, SweatShield Technology (IP55), custom EQ melalui aplikasi EarFunAudio

    Wave Life adalah headphone over-ear dengan driver 40mm composite yang didukung Bluetooth 5.4, serta mendukung penggunaan hingga 60 jam dalam sekali pengisian daya.

    Selain Active Noise Cancellation (ANC) untuk meredam kebisingan sekitar, kualitas audio bisa disesuaikan melalui custom EQ di EarFun App. Harga yang ditawarkan sekitar Rp500.000 dilengkapi fitur voice assistant dan pengisian cepat

    Terakhir, Open Jump merupakan TWS open-ear dengan driver 14.2mm wool composite dan teknologi BassSurge™ yang dirancang khusus untuk aktivitas luar ruang. Memiliki desain ear hook, gawai ini memiliki sertifikat IPX7 dengan SweatShield™ Technology dengan harga sekitar Rp800.000.

  • Google Akhirnya Menyerah, Internet Bakal Berubah Total

    Google Akhirnya Menyerah, Internet Bakal Berubah Total

    Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa teknologi Google akhirnya melunak. Perusahaan induk Alphabet itu mengusulkan perubahan besar pada hasil pencarian di internet demi menghindari denda pelanggaran anti-monopoli dari Uni Eropa yang bisa sangat besar nilainya.

    Dokumen yang diperoleh Reuters mengungkapkan, Google bersedia menampilkan layanan milik pesaing secara lebih adil di halaman pencariannya. Ini dilakukan sebagai respons atas dakwaan Uni Eropa yang menuding Google melanggar aturan Digital Markets Act (DMA) karena terlalu mengutamakan layanan miliknya sendiri seperti Google Shopping, Google Hotels, dan Google Flights.

    DMA adalah regulasi penting Uni Eropa yang dirancang untuk membatasi dominasi perusahaan teknologi besar dan menciptakan persaingan yang lebih sehat serta memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.

    Dalam proposal barunya, Google menyatakan akan memberikan ruang khusus di bagian atas halaman pencarian untuk vertical search service (VSS) milik pesaing, misalnya mesin pencari hotel, restoran, atau transportasi. Tampilan boks itu akan setara dengan milik Google sendiri, baik dari sisi format, fitur, maupun informasi.

    Masing-masing VSS akan menampilkan tiga tautan langsung yang mereka pilih sendiri. Sementara pesaing lain tetap muncul di bawahnya, namun tanpa kotak khusus, kecuali jika pengguna mengkliknya terlebih dahulu.

    “Kami tidak setuju dengan temuan awal Komisi (Eropa), namun demi penyelesaian perkara ini, kami ingin mencari solusi yang dapat diterapkan,” tulis Google dalam dokumen bersama yang dikirimkan ke para pesaing dan Komisi, dikutip dari kantor berita Reuters di Jakarta, Minggu (22/6/2025).

    Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan pada 8 Juli mendatang untuk mendengar tanggapan para pesaing atas usulan Google. Namun sejumlah pihak yang enggan disebutkan namanya menyatakan langkah Google belum cukup untuk menciptakan kondisi persaingan yang benar-benar adil.

    Jika perubahan ini disetujui, cara kerja mesin pencari bisa berubah drastis. Ini pun bisa menjadi titik balik besar dalam bagaimana pengguna internet menemukan informasi di era digital.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Daftar Fitur iOS 26 yang Sudah Ada di Android Namun Baru Ada di iPhone – Page 3

    Daftar Fitur iOS 26 yang Sudah Ada di Android Namun Baru Ada di iPhone – Page 3

    Pengguna Pixel sudah lebih lama menikmati kapabilitas Google Assistant untuk mengetahui informasi panggilan dari kontak yang tak dikenal. Tak hanya itu, fitur ini juga menyediakan transkrip sebelum pengguna mengangkat telepon. 

    Kini pada iOS 26, Apple memperkenalkan versi Call Screening-nya sendiri. Jadi, kini pada iPhone yang menjalankan iOS 26, perangkat bisa menjawab telepon otomatis saat nomor tak dikenal menelepon.

    Selanjutnya iOS akan menanyakan alasan si penelepon membuat panggilan dan menampilkan respons di Lock Screen. 

    Android sudah lebih dahulu punya filter spam untuk pesan yang masuk. Pada Apple iOS 26 mampu mendeteksi pesan spam dan memasukkannya ke folder Unknown Sender.  

    Secara default, iOS 26 juga membisukan atau silent seluruh pesan yang tak diketahui siapa pengirimnya. Dengan begitu, pesan mengganggu ini tak akan tampil di notifikasi pop-up kecuali telah mendapat persetujuan dari pengguna. 

     

  • Google Sudah Ditinggal, Aplikasi Penggantinya Makin Ramai Diserbu

    Google Sudah Ditinggal, Aplikasi Penggantinya Makin Ramai Diserbu

    Jakarta, CNBC Indonesia – Apple dilaporkan berencana untuk mencaplok Perplexity, layanan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI) yang merupakan pesaing Google.

    Para petinggi Apple dilaporkan telah mengadakan pembicaraan internal terkait hal tersebut, menurut laporan dari Bloomberg News, berdasarkan keterangan orang-orang yang mengetahui diskusi itu.

    Pembahasan soal rencana Apple mencaplok Perplexity masih dalam tahap awal dan mungkin tidak akan menghasilkan penawaran, kata laporan Bloomberg. Pasalnya, Apple belum membahas penawaran ini dengan manajemen Perplexity.

    “Kami tidak mengetahui adanya diskusi M&A saat ini atau di masa mendatang yang melibatkan Perplexity,” kata Perplexity menanggapi permintaan komentar Reuters, dikutip Minggu (22/6/2025).

    Apple tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Perusahaan teknologi besar berlomba-lomba menggelontorkan investasi untuk meningkatkan kemampuan AI di tengah kompetisi yang kian sengit.

    Bloomberg News juga melaporkan bahwa Meta Platforms mencoba membeli Perplexity pada awal tahun ini. Namun, kabar itu belum terkonfirmasi.

    Pada pekan lalu, Meta mengumumkan investasi sebesar US$14,8 miliar ke Scale AI dan menunjuk CEO Scale AI Alexandr Wang untuk memimpin unit superintelijen barunya.

    Sebelumnya, Apple dilaporkan berencana untuk mengintegrasikan kemampuan pencarian yang digerakkan oleh AI, seperti Perplexity AI, ke dalam peramban Safari-nya.

    Hal ini berpotensi mengancam kemitraan bisnis antara Apple dan Google yang sudah berlangsung lama. Google selama ini membayar Apple untuk menjadikan mesin pencarinya sebagai layanan default di perangkat-perangkat Apple.

    Namun, strategi itu kian mendapat tekanan dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) karena dinilai melanggar aturan anti-monopoli.

    Sejauh ini, mesin pencari tradisional seperti Google masih mendominasi pangsa pasar global. Kendati demikian, opsi pencarian bertenaga AI yang ditawarkan Perplexity dan ChatGPT makin menonjol dan mengalami peningkatan adopsi pengguna, terutama di kalangan generasi muda.

    Perplexity baru-baru ini menyelesaikan putaran pendanaan yang menilai perusahaan itu sebesar US$14 miliar, menurut laporan Bloomberg News.

    Google Makin Ditinggal

    Sebelumnya, laporan The Verge berkolaborasi dengan tim Research dan Insights dari Vox Media serta Two Cents Insights, mengungkap adanya perubahan tren dalam cara netizen mencari informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk AI.

    Laporan tersebut menyimpulkan, kekuatan kini mulai beralih kembali ke tangan pengguna. Masyarakat makin mengutamakan komunitas yang memiliki nilai dan kredibilitas tinggi dalam menyerap informasi yang dapat dipercaya.

    “Teknologi warisan seperti Google dan platform sosial lainnya mulai kehilangan kepercayaan masyarakat. Banyak orang yang beralih ke chatbot AI dan komunitas kecil, serta platform semacam TikTok,” kata laporan The Verge.

    Kesimpulan yang didapat The Verge dan mitranya dihasilkan dari survey 2.000 pengguna internet di Amerika Serikat. Secara angka, 42% mengatakan mesin pencari seperti Google makin tak berguna.

    Sebanyak 66% mengatakan kualitas informasi di internet kian buruk dan sulit mencari sumber informasi yang bisa diandalkan. Sebanyak 55% memilih bertumpu pada komunitas mereka untuk mencari informasi terbaru, lebih dari platform pencarian seperti Google.

    Sementara itu, 52% telah beralih ke chatbot AI dan platform alternatif seperti TikTok untuk mencari informasi, ketimbang mengandalkan Google.

    Menurunnya tingkat kepercayaan pengguna internet terhadap Google tidak datang dari ruang hampa. Sebanyak 76% responden mengatakan lebih dari seperempat hasil pencarian mereka di Google ketika hendak belanja online menunjukkan konten bersponsor atau sengaja dipromosikan secara berbayar.

    Hanya 14% dari konten bersponsor tersebut yang dinilai benar-benar membantu pengalaman pencarian pengguna.

    Sebanyak 61% Gen Z dan 53% milenial mengatakan mereka menggunakan tool AI untuk menggantikan Google dalam mencari informasi terkait topik yang spesifik.

    Saat ini, sudah banyak tool AI yang beredar di pasaran dan bisa dijadikan alternatif pengganti mesin pencari Google. Selain Perplexity dan OpenAI yang populer, ada juga mesin pencari AI yang relatif belum banyak terdengar. Misalnya iAsk.Ai, Komo AI, Brave Search, Andi Search, hingga You.com.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Mark Zuckerberg Goda Para Startup AI dengan Limpahan Uang

    Mark Zuckerberg Goda Para Startup AI dengan Limpahan Uang

    Jakarta

    Mark Zuckerberg merencanakan berbagai strategi agar Meta bisa berkibar di bidang AI. Ternyata, Meta awalnya mendekati startup Perplexity AI tentang kemungkinan akuisisi sebelum akhirnya baru-baru ini menginvestasikan USD 14,3 miliar ke Scale AI.

    Menurut sumber CNBC, kedua perusahaan tidak menyelesaikan kesepakatan. Pembicaraan mereka akhirnya dibubarkan, ada yang menyebut oleh keduanya tapi ada sumber yang mengatakan Perplexity meninggalkan kesepakatan potensial.

    Upaya Meta membeli Perplexity menjadi contoh terbaru dari agresivitas Mark Zuckerberg untuk mendukung upaya AI perusahaannya di tengah persaingan ketat dari OpenAI dan induk Google, Alphabet.

    Zuckerberg semakin gelisah dan cemas, lantaran melihat pesaing seperti OpenAI tampaknya lebih unggul dalam model AI dan aplikasi konsumen, dan dia berusaha keras untuk merekrut bakat AI teratas.

    Meta kini memiliki 49% saham di Scale AI setelah investasinya yang bernilai miliaran dolar. Pendiri Scale AI, Alexandr Wang, bersama sejumlah kecil karyawan Scale AI akan bergabung dengan Meta sebagai bagian dari perjanjian tersebut.

    Awal tahun ini, Meta juga mencoba mengakuisisi Safe Superintelligence, yang dilaporkan bernilai USD 32 miliar. Daniel Gross, CEO Safe Superintelligence, dan mantan CEO GitHub Nat Friedman pun bergabung dengan upaya AI Meta, di mana mereka akan mengerjakan produk di bawah Wang.

    CEO OpenAI Sam Altman mengatakan pada episode terbaru podcast Uncapped bahwa Meta telah mencoba memburu karyawan OpenAI dengan menawarkan bonus penandatanganan setinggi USD 100 juta dengan paket kompensasi tahunan lebih besar.

    “Saya mendengar bahwa Meta menganggap kami sebagai pesaing terbesar mereka. Upaya AI mereka saat ini belum berjalan sebaik yang mereka harapkan dan saya menghargai sikap agresif dan terus mencoba hal-hal baru,” cetus Altman yang dikutip detikINET dari CNBC, Minggu (22/6/2025).

    (fyk/fyk)

  • Sosok CEO Terpintar Sedunia yang Raih Penghargaan Nobel Kimia

    Sosok CEO Terpintar Sedunia yang Raih Penghargaan Nobel Kimia

    Jakarta

    Professor Demis Hassabis dikenal sebagai CEO paling pintar sedunia dan tahun lalu ia meraih penghargaan Nobel Prize for Chemistry. Ini sosok Demis Hassabis yang memulai kariernya sebagai desainer video game.

    Hassabis lahir dan besar di London, Inggris. Ia sudah jago main catur sejak usia empat tahun dan mencapai standar master pada usia 13 tahun.

    Ia menyelesaikan A-level di usia 16 tahun dan diterima di Cambridge University untuk melanjutkan pendidikannya di jurusan ilmu komputer, tapi universitas bergengsi itu meminta Hassabis untuk mengambil cuti satu tahun karena usianya masih terlalu muda.

    Di usianya yang masih sangat muda, Hassabis merancang video game ‘Theme Park’ yang dirilis pada tahun 1994 dan memenangkan sejumlah penghargaan. Ia kemudian menyelesaikan program PhD di University College London, lalu bekerja di sejumlah universitas di Amerika Serikat.

    Pada tahun 2010, Hassabis mendirikan perusahaan machine learning DeepMind yang dibeli Google pada tahun 2014. Startup ini mampu mengembangkan AI yang jago main game, termasuk komputer AlphaGo yang berhasil mengalahkan pemain Go terbaik di dunia.

    Hassabis juga disebut sebagai CEO paling pintar saat ini menurut laporan Preply. Dalam risetnya, Preply menilai bagaimana 100 eksekutif perusahaan AS menggunakan bahasa untuk berbicara sebagai tanda kecerdasan. Hassabis mendapatkan skor tertinggi 87,33.

    2024 merupakan tahun kejayaan bagi Hassabis. Pria berusia 48 tahun ini dianugerahi gelar kesatriaan oleh Kerajaan Inggris atas kontribusinya di sektor AI. Ia kini menyandang gelar Sir Demis Hassabis.

    Pada November 2024, Hassabis bersama Professor John Jumper dan Professor David Baker meraih Penghargaan Nobel Kimia atas kerja mereka yang menggunakan AI untuk memecahkan kode dari hampir semua protein yang dikenal.

    Hassabis dan Jumper menggunakan AI untuk memprediksi struktur hampir semua protein yang diketahui dan menciptakan alat bernama AlphaFold2. Komite Nobel menyebut AlphaFold2 sebagai revolusi dan alat itu kini digunakan untuk 200 juta protein di seluruh dunia.

    Hassabis dan Jumper mendapatkan setengah dari hadiah penghargaan Nobel sebesar 11 juta krona Swedia atau sekitar Rp 18,6 miliar. Separuh hadiah lainnya diberikan kepada Baker yang berhasil menciptakan protein baru.

    (vmp/vmp)

  • Tren Lava Lamp Kunyit Ramai di Media Sosial, Begini Cara Bikinnya!

    Tren Lava Lamp Kunyit Ramai di Media Sosial, Begini Cara Bikinnya!

    Jakarta: Viral di media sosial tren eksperimen lava lamp paket hemat. Eksperimen yang biasanya membutuhkan banyak bahan itu dibuat menggunakan kunyit dan segelas air sebagai bahan utama.

    Belakangan viral di TikTok sedang tren eksperimen atau percobaan lava lamp kunyit. Dalam video tersebut terlihat seorang anak begitu antusias melihat gelasnya mengeluarkan cahaya kuning layaknya lava lamp.

    Buat yang belum tahu lava lamp adalah lampu hias yang sudah dikembangkan sejak 1960. Lava lamp berbentuk seperti tabung yang apabila dinyalakan akan mengeluarkan gumpalan cairan berwarna yang mengambang di bagian atas lampu dan kemudian turun kembali.

    Lava lamp sendiri banyak dijual di pasaran. Namun jika dilihat di e-commerce harga lava lamp ini cukup lumayan.

    Nah daripada beli mahal-mahal kamu bisa melakukan eksperimen membuat lava lamp sendiri di rumah. Bahanya pun cukup sederhana loh! Mau tau caranya yuk simak informasi lengkapnya di sini.
     

     

    Bahan dan Cara Membuat Lava Lamp Kunyit Viral
    Pertama-tama kamu perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lava lamp. Apa saja bahannya? Bahannya adalah kunyit bubuk dan segelas air. 

    Kemudian kamu juga perlu menyiapkan sebuah handphone yang nantinya dipakai sebagai sumber cahayanya. Setelah semua bahan siap sekarang saatnya praktek membuat lava lamp kunyit.

    Untuk pengalaman yang lebih seru pastikan kamu berada di ruangan yang gelap. Berikut cara bikin lava lamp dengan kunyit.

    Siapkan gelas kaca bening
    Isi gelas dengan air
    Kemudian nyalakan flash handphone
    Letakkan gelas yang sudah diisi air ke atas handphone, pastikan gelas berada tepat di bagian flash
    Selanjutnya kamu tinggal memasukkan bubuk kunyit ke dalam gelas
    Nantinya gelas akan menyala kuning

    Itu tadi cara membuat lava lamp kunyit yang bisa kamu coba di rumah bersama orang tua atau dengan teman-temanmu. Semoga bermanfaat ya!

    Jakarta: Viral di media sosial tren eksperimen lava lamp paket hemat. Eksperimen yang biasanya membutuhkan banyak bahan itu dibuat menggunakan kunyit dan segelas air sebagai bahan utama.
     
    Belakangan viral di TikTok sedang tren eksperimen atau percobaan lava lamp kunyit. Dalam video tersebut terlihat seorang anak begitu antusias melihat gelasnya mengeluarkan cahaya kuning layaknya lava lamp.
     
    Buat yang belum tahu lava lamp adalah lampu hias yang sudah dikembangkan sejak 1960. Lava lamp berbentuk seperti tabung yang apabila dinyalakan akan mengeluarkan gumpalan cairan berwarna yang mengambang di bagian atas lampu dan kemudian turun kembali.

    Lava lamp sendiri banyak dijual di pasaran. Namun jika dilihat di e-commerce harga lava lamp ini cukup lumayan.
     
    Nah daripada beli mahal-mahal kamu bisa melakukan eksperimen membuat lava lamp sendiri di rumah. Bahanya pun cukup sederhana loh! Mau tau caranya yuk simak informasi lengkapnya di sini.
     

     

    Bahan dan Cara Membuat Lava Lamp Kunyit Viral
    Pertama-tama kamu perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lava lamp. Apa saja bahannya? Bahannya adalah kunyit bubuk dan segelas air. 
     
    Kemudian kamu juga perlu menyiapkan sebuah handphone yang nantinya dipakai sebagai sumber cahayanya. Setelah semua bahan siap sekarang saatnya praktek membuat lava lamp kunyit.
     
    Untuk pengalaman yang lebih seru pastikan kamu berada di ruangan yang gelap. Berikut cara bikin lava lamp dengan kunyit.

    Siapkan gelas kaca bening
    Isi gelas dengan air
    Kemudian nyalakan flash handphone
    Letakkan gelas yang sudah diisi air ke atas handphone, pastikan gelas berada tepat di bagian flash
    Selanjutnya kamu tinggal memasukkan bubuk kunyit ke dalam gelas
    Nantinya gelas akan menyala kuning

    Itu tadi cara membuat lava lamp kunyit yang bisa kamu coba di rumah bersama orang tua atau dengan teman-temanmu. Semoga bermanfaat ya!
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • 10 HP Pancarkan Radiasi Paling Tinggi, Ada yang Laku Keras di RI

    10 HP Pancarkan Radiasi Paling Tinggi, Ada yang Laku Keras di RI

    Jakarta, CNBC Indonesia – Barang elektronik seperti smartphone mengeluarkan pancaran radiasi. Pancaran radiasi tinggi bisa mengganggu kesehatan Anda, seperti gangguan mata dan gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko mengalami tumor otak.

    Menurut data terbaru dari German Federal Office for Radiation Protection yang dikutip dari FCC (Federal Communications Commission), sejumlah model ponsel diketahui memiliki tingkat radiasi yang tinggi.

    Meski masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan, pengguna tetap disarankan untuk mempertimbangkan aspek ini sebelum membeli ponsel baru.

    Salah satu ukuran yang kerap digunakan untuk mengukur tingkat radiasi ponsel adalah SAR (Specific Absorption Rate), yakni laju penyerapan energi gelombang elektromagnetik oleh tubuh saat menggunakan perangkat tersebut.

    SAR diukur dalam satuan watt per kilogram (W/kg). Di Amerika Serikat, batas SAR maksimum yang diperbolehkan adalah 1,6 W/kg. Semakin rendah nilai SAR, maka semakin kecil radiasi yang diserap tubuh saat menggunakan ponsel tersebut.

    Dalam daftar terbaru ini, Motorola Edge menjadi ponsel pintar dengan emisi radiasi paling tinggi. Menurut pengujian yang dilakukan, keluaran radiasi Motorola Edge mencapai 1,79 watt per kilogram. Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada kebanyakan model lainnya.

    Dengan efisiensi radiasi 1,59 watt per kilogram, ZTE Axon 11 5G berada di urutan kedua, diikuti oleh OnePlus 6T dengan 1,55 watt.

    Berikut daftar 10 ponsel dengan nilai radiasi tertinggi berdasarkan pengujian SAR di area kepala (head SAR), dikutip dari Bodywell :

    1. Motorola Edge – 1,79 W/kg

    2. ZTE Axon 11 5G – 1,59 W/kg

    3. OnePlus OnePlus 6T – 1,55 W/kg

    4. Samsung Galaxy A13 – 1,27 W/kg

    5. Samsung Galaxy S24 Ultra – 1,26 W/kg

    6. Samsung Galaxy S24 – 1,23 W/kg

    7. Apple iPhone 13 Pro – 1,20 W/kg

    8. Google Pixel 7a – 1,20 W/kg

    9. Samsung Galaxy S22 Plus – 1,19 W/kg

    10. Apple iPhone 13 Mini – 1,19 W/kg

    Nah, itu dia daftar 10 HP yang memancarkan radiasi tinggi. Beberapa di antaranya merupakan merek HP kawakan yang laku keras di Indonesia. Semoga informasi ini membantu!

    (hsy/hsy)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Kisah Hacker Asal Sampit yang Jadi Top 10 Google Bug Hunter Indonesia

    Kisah Hacker Asal Sampit yang Jadi Top 10 Google Bug Hunter Indonesia

    Jakarta

    Dalam dunia cyber security, nama Rahmadhani Novian Jaya (21) atau yang akrab disapa Dhani mencuri perhatian publik. Pemuda asal Sampit, Kalimantan Tengah ini masuk Top 10 Google Bug Hunter di Indonesia, sebuah prestasi yang membuktikan kemahiran dalam bidang teknologi tak hanya dari kota-kota besar.

    Dengan keahliannya, Dhani mengungkap beberapa kerentanan (bug) pada sistem raksasa Google. Di antaranya perihal keamanan untuk pengguna Google (Client Side).

    Jika dibiarkan, bug tersebut berpotensi memungkinkan peretas mengambil alih akun pengguna atau mencuri data sensitif. “Jadi ada yang namanya kerentanan Cross-Site Scripting gitu. Nah ada juga kerentanan Bypass CSP,” ujarnya pada detikKalimantan, Sabtu (21/06/2025).

    Dari kerentanan tersebut, ia mengungkapkan keamanan akun pengguna Google masih dapat ditingkatkan. “Secara teknis Google sudah aman, tetapi dia itu masih bisa di bypass CSP. Di mana kita ngelakuin hacking untuk nyisipin script berbahaya gitu di Google-nya. Jadi kayak lebih meningkatkan keamanan,” terangnya.

    Atas penemuan-penemuan tersebut Dhani memperoleh penghargaan dengan total mencapai Rp 170 juta. “Yang terakhir ini dapat 3.137 dolar, sekitar Rp 51 juta. Sebelumnya Maret 2025 dapat 7.500 dolar, sekitar Rp 120 juta. Total sekitar Rp 170 juta an lah,” ungkapnya.

    Dari 1.723 peserta di seluruh dunia, Dhani menempati peringkat 288 global dan top 10 di Indonesia. “Di Indonesia, kita dapat top nomor 10 itu,” ujarnya.

    Selain itu, Dhani juga sempat membobol situs NASA pada tahun 2019. Ia menemukan kerentanan berupa cross-site scripting (XSS) di situs tersebut.

    “Saya laporin, tapi nggak ditanggapi. Akhirnya saya tulis di blog Medium, masih bisa dilihat sampai sekarang,” terangnya.

    Kerentanan tersebut memungkinkan penyisipan kode berbahaya yang bisa mengubah tampilan situs atau mencuri data seperti cookie pengguna. “Itu situsnya bisa disisipin lewat cookie pengguna gitu,” tegasnya.

    Saat masih duduk di bangku SMK Negeri 2 Sampit, Dhani pernah membuat heboh. Ia membobol sistem ujian berbasis Computer-Based Test (CBT) sekolahnya. “Satu hari sebelum ujian, saya temuin kerentanan di sistem CBT. Bisa upload backdoor, akses admin dashboard, lihat soal, jawaban, semua data,” ungkapnya.

    Beruntung Dhani masih dipertahankan oleh wali kelasnya yang melihat bakat potensi Dhani di dunia IT. Sehingga ia memperoleh arahan agar menggunakan kepintarannya secara bijak.

    Awal Mula Petualangan Siber
    Dhani belajar hacking secara otodidak sejak SMP. Ia terinspirasi dari film-film hacker yang penuh aksi. “Waktu itu masih bocil, cari jati diri,” ujarnya sambil tertawa.

    Saat itu belum ada komunitas tentang keamanan siber di Sampit, Dhani gigih mengasah kemampuannya lewat internet. “Nggak ada komunitas waktu itu, jadi saya bikin sendiri, namanya BorneoSec,” katanya.

    Komunitas ini menjadi wadah baginya untuk belajar bersama teman-teman tentang cara menemukan dan melaporkan kerentanan sistem.

    BorneoSec: Dari Komunitas Jadi Perusahaan

    Komunitas BorneoSec yang dirintis Dhani kini telah bertransformasi menjadi perusahaan. “Kami pengen nunjukkin Kalimantan juga bisa jadi top di dunia siber, kalo bisa sampai top 1,” tegasnya.

    Perusahaan ini fokus pada penetration testing dan membantu organisasi mengamankan sistem mereka. Dhani juga bekerja penuh waktu sebagai IT security di eDOT.id, anak perusahaan Nabati Group, secara remote dari Sampit.

    Dhani mengakui selama ini sudah menangani hacking hingga puluhan website. Meski telah menorehkan banyak prestasi, ia mengakui bagaimana tantangan di dunia siber.

    “Teknologi cepat banget berubah. Hari ini A, minggu depan udah B. Harus proaktif, eksplor, dan belajar terus. Apalagi sekarang ada AI, kita harus adaptif tuh,” terangnya.

    Ia juga menyinggung stigma negatif soal hacker. “Hacker itu ada white hat dan black hat. White hat kayak saya, legal, bantu perusahaan. Black hat yang jahat, ngerusak buat kepentingan pribadi,” jelasnya.

    Dukungan dan Harapan ke Depan
    Orang tua Dhani awalnya tak tahu soal aktivitasnya di depan laptop. “Mereka kira saya main-main. Baru tahu pas lihat berita. Kini, mereka mendukung penuh. Ayah komen, ‘semangat terus anak gue,’” ujar Dhani sambil tersenyum.

    Diketahui, saat ini Dhani masih duduk dibangku kuliah jurusan Manajemen di Universitas Darwan Ali Sampit, Kalimantan Tengah. Ia sempat mendapat pujian dari dosennya.

    “Dosen bilang sayang saya nggak ambil sistem informasi, tapi mereka bangga,” tambahnya.

    Ke depan, Dhani punya mimpi besar. “Cita-cita, BorneoSec jadi nomor satu di Indonesia. Kami mau buktikan bahwa dari Kalimantan juga bisa jago,” katanya penuh semangat.

    Ia juga berpesan untuk anak muda di daerah agar tidak berkecil hati dan terus menggali potensi dalam diri masing-masing. “Kita dari kota kecil, tapi internet ada. Eksplorasi ke luar, cari tempat di mana potensi kita dihargai,” pungkasnya.

    (asj/asj)