Perusahaan: Google

  • Layanan Pediatric Emergency di Mayapada Hospital Siaga 24 Jam

    Layanan Pediatric Emergency di Mayapada Hospital Siaga 24 Jam

    Jakarta

    Mayapada Hospital memiliki layanan Pediatric Emergency 24 jam untuk menangani kondisi gawat darurat yang terjadi pada anak seperti demam, kejang, menelan benda asing, sesak nafas, infeksi berat, diare, dan dehidrasi. Fasilitas ini terdapat di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dengan standar internasional dan Dokter Spesialis Anak dan Penyakit Dalam yang siaga dan berada di rumah sakit selama 24 jam.

    Pada kebanyakan rumah sakit, dokter spesialis dan subspesialis akan datang ke IGD saat dipanggil (on call), namun di Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan mereka selalu selalu siaga dan berada di rumah sakit. Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan didukung oleh tim Dokter Spesialis Anak yang siaga menangani kegawatdaruratan anak. Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anestesi juga siaga di rumah sakit untuk menangani berbagai kasus.

    Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM menjelaskan bahwa seluruh layanan emergency, termasuk Pediatric Emergency, dijalankan sesuai standar internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI) yang diraih oleh Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

    “Tim dokter spesialis dan subspesialis kami siaga 24 jam, baik di layanan Poliklinik dari pukul 08.00 hingga 21.00, dan pada malam hari, dari pukul 20.00 hingga 08.00 pagi. Kesiagaan ini memberi rasa aman dan tenang bagi orang tua, karena mereka tahu akan ada tenaga ahli yang selalu siap sedia menangani situasi darurat maupun keluhan yang memerlukan keahlian khusus. Ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal kualitas dan keselamatan dalam perawatan,” jelas dr. Fiktor dalam keterangan tertulis, Selasa (24/6/2025).

    “Kami memahami bahwa kondisi darurat pada anak bisa sangat mengkhawatirkan bagi orang tua. Oleh karena itu, kami memastikan keselamatan pasien (patient safety) dan kenyamanan pasien (patient experience) melalui layanan Pediatric Emergency yang dirancang khusus, berupa ruang IGD bernuansa animasi untuk anak-anak, fokus pada kebutuhan anak, ramah anak, serta mengedepankan pendekatan yang berpusat pada pasien (patient-centered care),” tambahnya.

    Layanan Pediatric Emergency di Mayapada Hospital Foto: dok. Mayapada Hospital

    Untuk kondisi gawat darurat yang mengkhawatirkan, segera datang ke Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang dapat diakses dengan menghubungi kontak emergency 150990 atau melalui Emergency Call button di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital.

    Layanan Pediatric Emergency Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga merupakan bagian dari Pediatric Center, pusat layanan khusus anak yang didukung dokter spesialis dan subspesialis. Berbagai masalah kesehatan anak, mulai dari alergi, autoimun, gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, kanker, penyakit jantung anak, infeksi anak, pemeriksaan radiologi anak, pemeriksaan mata anak, hingga tindakan pembedahan dapat ditangani di sini.

    Pediatric Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga melayani pasien anak dengan kebutuhan khusus seperti disleksia atau kesulitan belajar, dan anak-anak dengan autisme. Layanan ini dapat diakses melalui call center 150770 atau aplikasi MyCare untuk melihat jadwal dokter dan melakukan reservasi.

    Informasi seputar kesehatan anak serta promo layanan di Mayapada Hospital tersedia dalam fitur Health Articles & Tips di MyCare. Ada pula fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit atau Health Access untuk menghitung jumlah langkah kaki, jumlah kalori terbakar, detak jantung, dan BMI. Unduh aplikasi MyCare sekarang, dan kumpulkan reward point untuk potongan harga layanan di seluruh unit Mayapada Hospital.

    (prf/ega)

  • Cara Bikin Barcode Google Maps, Mudah!

    Cara Bikin Barcode Google Maps, Mudah!

    Jakarta

    Google Maps membantu banyak keseharian masyarakat, termasuk untuk membagikan lokasi. Selain menggunakan link atau kolom pencarian, membagikan lokasi juga bisa dilakukan lewat QR code atau barcode.

    Barcode yang dibuat ini cukup “dibaca” menggunakan kamera pada ponsel, dan akan otomatis mengarahkan ke lokasi tujuan. Opsi ini menjadi lebih praktis, terutama untuk menyebarkan sebuah lokasi ke banyak orang, misalnya lokasi sebuah acara, mempromosikan sebuah tempat, sampai undangan pernikahan.

    Cara membuat barcode di Google Maps ini pun mudah. Yuk simak cara membuatnya di bawah ini.

    Sebenarnya fitur barcode ini tak tersedia di Google Maps. Jadi pengguna perlu berkreasi sendiri untuk menyulap tautan dari Google Maps menjadi barcode. Namun caranya tak rumit, kok.

    My QR CodeBuka Google Maps di smartphone atau desktopKemudian pilih alamat/gedung/perumahan yang ingin dibagikanKlik ‘Share’Lalu klik ‘Copy link’ untuk menyalin alamatKemudian buka situs www.myqrcode.comPilih menu ‘QR codes’Lalu klik ‘Create QR code’Kemudian pilih opsi ‘Website URL’ untuk membuat barcode yang bersumber dari link (tautan)Tulis nama QR code milikmuLalu salin (paste) link Google Maps yang berisi alamatmuJika sudah benar, klik ‘Next’Selanjutnya, lakukan kustomisasi pada barcode. Kamu bisa mengganti frame, warna frame, tulisan di frame, background, hingga warna huruf. Jika tidak perlu, langsung klik ‘Finish’Selesai, barcode Google Maps sudah bisa dibagikan ke orang lain.

    Perlu diingat, membuat barcode Google Maps lewat situs My QR Code harus berlangganan terlebih dahulu. Jadi, siapkan biaya sesuai paket langganan yang diinginkan.

    ME QR

    Situs selanjutnya yang bisa dipakai untuk membuat barcode Maps adalah www.me-qr.com. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    Buka Google Maps di smartphone atau desktopKemudian pilih alamat/gedung/perumahan yang ingin dibagikanKlik ‘Share’Lalu klik ‘Copy link’ untuk menyalin alamatKemudian buka situs www.me-qr.comDi halaman utama, klik ‘Create QR Code’Lalu pilih opsi ‘URL/Link’Kemudian salin tautan dari Google MapsMasukkan nama dan kategori QR (sifatnya opsional)Jika sudah, klik ‘Customize & Download QR’Selanjutnya, lakukan kustomisasi pada barcode. Kamu bisa mengganti frame, warna frame, tulisan di frame, background, hingga warna huruf. Jika tidak perlu, langsung klik ‘Download QR Code’Tunggu sampai barcode selesai diunduhJika sudah, barcode Google Maps sudah bisa disebar ke orang lain.Uniqode

    Website yang satu ini dapat membuat barcode Maps dengan cara yang lebih mudah. Berikut langkah-langkahnya:

    Buka Google Maps di smartphone atau desktopKemudian pilih alamat/gedung/perumahan yang ingin dibagikanKlik ‘Share’Lalu klik ‘Copy link’ untuk menyalin alamatKemudian buka situs www.uniqode.comDi halaman utama, salin link dari Google Maps di kolom ‘Google Maps URL’Setelah itu, lakukan kustomisasi pada barcodeKamu bisa mengganti frame, warna frame, dan warna tulisan. Jika tidak perlu, klik ‘Download QR Code’Tunggu sampai barcode selesai diunduhJika sudah, barcode Google Maps sudah bisa disebar ke orang lain.
    Pageloot

    Satu lagi situs yang bisa digunakan untuk membuat barcode Maps, yakni www.pageloot.com. Simak cara-caranya di bawah ini:

    Buka Google Maps di smartphone atau desktopKemudian pilih alamat/gedung/perumahan yang ingin dibagikanKlik ‘Share’Lalu klik ‘Copy link’ untuk menyalin alamatKemudian buka situs www.pageloot.comDi halaman utama, salin link dari Google Maps di kolom ‘Google Maps link’Setelah itu, lakukan kustomisasi pada barcodeKamu bisa mengganti frame, warna frame, menambah logo, dan warna tulisan. Jika tidak perlu, klik ‘Download QR Code’Tunggu sampai barcode selesai diunduhJika sudah, barcode Google Maps sudah bisa disebar ke orang lain.Aplikasi Barcode Generator

    Selain lewat situs di internet, kamu juga bisa membuat barcode Maps lewat aplikasi Barcode Generator. Aplikasi ini telah tersedia di Play Store.

    Bagaimana cara membuatnya? Simak berikut ini:

    Download aplikasi Barcode Generator di Play StoreSambil menunggu aplikasi selesai di download, buka Google Maps di smartphoneLalu pilih alamat/gedung/perumahan yang ingin dibagikanKemudian klik ‘Copy link’ untuk menyalin alamatBuka aplikasi Barcode Generator yang telah diunduhDi menu utama, pilih menu ‘Create QR code’Kemudian pilih kolom ‘URL’ dan salin tautan dari Google MapsLalu centang ikon di bagian kanan atasKemudian klik ‘Save’Barcode Maps secara otomatis akan tersimpan ke smartphone dalam format JPGCara Scan Barcode Maps di HP

    Pada dasarnya, barcode yang dibuat merupakan pengganti dari link Google Maps. Fungsinya sama, namun agak sedikit berbeda dalam menggunakannya.

    Cara pakainya cukup dengan scan barcode Maps dengan HP. Jangan khawatir, kini sudah banyak smartphone yang bisa melakukan pindai QR code menggunakan menu kamera, jadi tak perlu mengunduh aplikasi pihak ketiga.

    Barcode Maps akan lebih berguna jika ditempatkan di kartu undangan pernikahan, undangan acara formal, atau poster acara. Jadi, orang-orang tak perlu repot mengetiknya lagi, cukup scan barcode dan secara otomatis langsung diarahkan ke tempat tujuan.

    Itu tadi penjelasan tentang cara membuat barcode Google Maps dengan mudah. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (asj/asj)

  • Buka Sidang DPR, Puan Apresiasi Prabowo Masalah Raja Ampat dan Sengketa 4 Pulau Aceh ?Selesai

    Buka Sidang DPR, Puan Apresiasi Prabowo Masalah Raja Ampat dan Sengketa 4 Pulau Aceh ?Selesai

    Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas respons cepat pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pertambangan nikel di Raja Ampat dan sengketa 4 pulau antara Aceh dan Sumatera Utara. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025 setelah dewan menjalani masa reses. 

    Pembukaan masa sidang IV tahun 2024-2025 digelar dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (24/6/2025). Dalam rapat, hadir seluruh Wakil Ketua DPR yakni Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.

    Di awal pidatonya, Puan mengucapkan selamat datang kepada anggota DPR yang baru saja menjalani masa reses di dapilnya masing-masing.

    “Selamat datang, bagi seluruh Anggota DPR RI, yang baru saja kembali dari daerah pemilihan dan bertemu dengan konstituennya, menyerap aspirasi rakyat dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan konstitusional DPR RI,” kata Puan.

    Mantan Menko PMK itu pun menekankan bahwa pembangunan nasional tidak hanya menyangkut aspek fisik seperti pembangunan gedung-gedung, bendungan, jalan, dan pembangunan fisik lainnya saja. 

    Puan menyebut pembangunan nasional juga mencakup pelayanan kepada rakyat, pembangunan sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan hidup, serta perlindungan atas keutuhan wilayah Indonesia.

    “Keberhasilan kita dalam melaksanakan pembangunan nasional tersebut harus dapat dirasakan oleh rakyat, yaitu apakah rakyat merasakan pelayanan yang diberikan negara semakin baik? Fasilitas untuk aktivitas rakyat semakin maju” tuturnya.

    “Rakyat beraktivitas dengan nyaman dan tentram? Rakyat dapat membangun kehidupannya untuk sejahtera? Dan lain sebagainya yang pada intinya rakyat merasakan negara menangani kehidupan rakyat agar lebih baik,” lanjut Puan.

    Puan kemudian menyinggung sejumlah langkah terobosan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang belakangan tengah menjadi perhatian publik.

    “DPR RI memberikan apresiasi atas kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang responsif dalam mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan pertambangan di Raja Ampat dan permasalahan sengketa 4 pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, sehingga tidak berlarut-larut,” ungkapnya.

    Seperti diketahui, Pemerintah atas perintah Presiden Prabowo akhirnya mencabut izin usaha pertambangan (IUP) 4 perusahaan di pulau-pulau kecil Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, karena ditemukan pelanggaran.

    Adapun Pemerintah mencabut izin tambang 4 dari 5 perusahaan di Raja Ampat. Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. 

    Sementara PT GAG Nikel yang sempat disorot dipublik izinnya tidak dicabut karena berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah, perusahaan mematuhi aturan lingkungan hidup dan tata kelola limbah yang baik sesuai analisis mengenai dampak lingkungan hridup (Amdal). 

    Selain itu, Prabowo memutuskan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai milik Aceh berdasarkan dokumen administrasi yang dimiliki Pemerintah. Keempat pulau itu sempat menjadi sengketa antara Aceh dan Sumut.

    Menurut Puan, langkah cepat dan akuntabel Pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu tersebut merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menjamin kepentingan rakyat.

    “Kehadiran Negara yang ditunjukan dengan tindakan Pemerintah yang cepat, tepat, akuntabel, transparan, dan bermanfaat bagi rakyat banyak, selalu menjadi harapan rakyat dan kita semua,” tutur Puan.

    Lebih lanjut, Puan menuturkan pemerintah dan DPR sebagai mitra strategis memiliki tugas untuk memastikan bahwa setiap pembangunan nasional dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

    “DPR RI dan Pemerintah memiliki tugas dan fungsi konstitusional agar dapat mewujudkan pembangunan nasional yang dapat dinikmati oleh rakyat,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    Puan pun secara resmi membuka masa persidangan DPR ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja DPR.

    “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya atas nama Pimpinan DPR RI mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa masa sidang ini akan dimulai sejak hari Selasa, tanggal 24 Juni 2025 sampai dengan 24 Juli 2025,” ujar Puan.

    “Rakyat Indonesia dapat turut mengawasi dan berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugas DPR RI sesuai dengan mekanisme dan ketentuan,” tutupnya.

    Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas respons cepat pemerintah dalam menyelesaikan persoalan pertambangan nikel di Raja Ampat dan sengketa 4 pulau antara Aceh dan Sumatera Utara. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024–2025 setelah dewan menjalani masa reses. 
     
    Pembukaan masa sidang IV tahun 2024-2025 digelar dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (24/6/2025). Dalam rapat, hadir seluruh Wakil Ketua DPR yakni Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
     
    Di awal pidatonya, Puan mengucapkan selamat datang kepada anggota DPR yang baru saja menjalani masa reses di dapilnya masing-masing.

    “Selamat datang, bagi seluruh Anggota DPR RI, yang baru saja kembali dari daerah pemilihan dan bertemu dengan konstituennya, menyerap aspirasi rakyat dan menindaklanjutinya sesuai kewenangan konstitusional DPR RI,” kata Puan.
     
    Mantan Menko PMK itu pun menekankan bahwa pembangunan nasional tidak hanya menyangkut aspek fisik seperti pembangunan gedung-gedung, bendungan, jalan, dan pembangunan fisik lainnya saja. 
     
    Puan menyebut pembangunan nasional juga mencakup pelayanan kepada rakyat, pembangunan sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan hidup, serta perlindungan atas keutuhan wilayah Indonesia.
     
    “Keberhasilan kita dalam melaksanakan pembangunan nasional tersebut harus dapat dirasakan oleh rakyat, yaitu apakah rakyat merasakan pelayanan yang diberikan negara semakin baik? Fasilitas untuk aktivitas rakyat semakin maju” tuturnya.
     
    “Rakyat beraktivitas dengan nyaman dan tentram? Rakyat dapat membangun kehidupannya untuk sejahtera? Dan lain sebagainya yang pada intinya rakyat merasakan negara menangani kehidupan rakyat agar lebih baik,” lanjut Puan.
     
    Puan kemudian menyinggung sejumlah langkah terobosan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang belakangan tengah menjadi perhatian publik.
     
    “DPR RI memberikan apresiasi atas kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang responsif dalam mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan pertambangan di Raja Ampat dan permasalahan sengketa 4 pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, sehingga tidak berlarut-larut,” ungkapnya.
     
    Seperti diketahui, Pemerintah atas perintah Presiden Prabowo akhirnya mencabut izin usaha pertambangan (IUP) 4 perusahaan di pulau-pulau kecil Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, karena ditemukan pelanggaran.
     
    Adapun Pemerintah mencabut izin tambang 4 dari 5 perusahaan di Raja Ampat. Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Mulia Raymond Perkasa, dan PT Kawei Sejahtera Mining. 
     
    Sementara PT GAG Nikel yang sempat disorot dipublik izinnya tidak dicabut karena berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah, perusahaan mematuhi aturan lingkungan hidup dan tata kelola limbah yang baik sesuai analisis mengenai dampak lingkungan hridup (Amdal). 
     
    Selain itu, Prabowo memutuskan Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sebagai milik Aceh berdasarkan dokumen administrasi yang dimiliki Pemerintah. Keempat pulau itu sempat menjadi sengketa antara Aceh dan Sumut.
     
    Menurut Puan, langkah cepat dan akuntabel Pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu tersebut merupakan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam menjamin kepentingan rakyat.
     
    “Kehadiran Negara yang ditunjukan dengan tindakan Pemerintah yang cepat, tepat, akuntabel, transparan, dan bermanfaat bagi rakyat banyak, selalu menjadi harapan rakyat dan kita semua,” tutur Puan.
     
    Lebih lanjut, Puan menuturkan pemerintah dan DPR sebagai mitra strategis memiliki tugas untuk memastikan bahwa setiap pembangunan nasional dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
     
    “DPR RI dan Pemerintah memiliki tugas dan fungsi konstitusional agar dapat mewujudkan pembangunan nasional yang dapat dinikmati oleh rakyat,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
     
    Puan pun secara resmi membuka masa persidangan DPR ini. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawasi kerja-kerja DPR.
     
    “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya atas nama Pimpinan DPR RI mengumumkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa masa sidang ini akan dimulai sejak hari Selasa, tanggal 24 Juni 2025 sampai dengan 24 Juli 2025,” ujar Puan.
     
    “Rakyat Indonesia dapat turut mengawasi dan berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugas DPR RI sesuai dengan mekanisme dan ketentuan,” tutupnya.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (MMI)

  • Kembali Sidang, Puan Ungkap DPR Sorot Isu Ojol Sampai Dampak Konflik Perang

    Kembali Sidang, Puan Ungkap DPR Sorot Isu Ojol Sampai Dampak Konflik Perang

    Jakarta: Mulai dari permasalahan ojek online (ojol), angka pengangguran, hingga dampak konflik perang terhadap perekonomian nasional, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus perhatian dewan di masa sidang IV tahun 2024-2025.

    Hal itu disampaikan Puan saat membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2025). Ia pun mengatakan isu yang menyangkut masyarakat akan selalu menjadi perhatian DPR.

    “Berbagai permasalahan yang akhir-akhir ini menjadi perhatian rakyat serta perlu mendapatkan perhatian dari Alat Kelengkapan Dewan antara lain tingginya angka pengangguran dan tingkat pemutusan hubungan kerja, permasalahan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025,” kata Puan.

    “Penerapan stimulus ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, permasalahan ojek online, pengoplosan gas bersubsidi, pelaksanaan evakuasi terhadap WNI yang berada di negara yang sedang terlibat konflik, dan posisi Duta Besar Indonesia untuk negara sahabat yang belum terisi,” tambahnya.

    Dalam masa sidang ini, Puan menjelaskan DPR juga akan melanjutkan pembahasan delapan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masih berada dalam tahap Pembicaraan Tingkat I. RUU tersebut terdiri dari tiga usulan DPR, tiga usulan pemerintah, dan dua RUU dari daftar kumulatif terbuka.

    Tujuh di antaranya merupakan RUU carry over dari periode keanggotaan DPR sebelumnya. Puan memastikan pembahasan RUU di DPR akan berjalan transparan.

    “Pembentukan suatu undang-undang, tidak terlepas dari perspektif kepentingan para pihak yang diatur dalam Undang Undang. Oleh karena itu perlunya membangun komunikasi dengan para pihak yang berkepentingan untuk dapat mencari titik temu bagi kepentingan nasional dalam suatu pembentukan Undang Undang,” tuturnya.

    Tak hanya itu, DPR juga akan memulai Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2026 dan membahas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2024. 

    Puan pun menyoroti kondisi ekonomi global yang masih dinamis dan penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan geo-ekonomi yang perlu diperhatikan.

    “Pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026, harus telah mengantisipasi hal tersebut yang dapat berdampak pada kapasitas APBN untuk menjalankan pembangunan nasional,” papar Puan.

    Puan mengingatkan agar kerangka ekonomi 2026 berisi sejumlah langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi nasional dan global.

    “KEM-PPKF Tahun 2026 juga harus berisikan kebijakan berbagai perkembangan terkini antara lain putusan Mahkamah Konstitusi untuk pendidikan dasar gratis,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

    Sementara dalam fungsi diplomasi parlemen, Puan menyebut DPR akan menerima kunjungan dari beberapa duta besar negara sahabat, serta melakukan lawatan kerja ke Meksiko, Kazakhstan, Mongolia, Belarus, Tiongkok, dan Jepang.

    Puan mengajak masyarakat untuk terus mengawasi dan berpartisipasi dalam pelaksanaan fungsi dan tugas DPR sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Rakyat Indonesia dapat turut mengawasi dan berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugas DPR RI sesuai dengan mekanisme dan ketentuan,” tutup Puan.

    Jakarta: Mulai dari permasalahan ojek online (ojol), angka pengangguran, hingga dampak konflik perang terhadap perekonomian nasional, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi fokus perhatian dewan di masa sidang IV tahun 2024-2025.
     
    Hal itu disampaikan Puan saat membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2024-2025 di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6/2025). Ia pun mengatakan isu yang menyangkut masyarakat akan selalu menjadi perhatian DPR.
     
    “Berbagai permasalahan yang akhir-akhir ini menjadi perhatian rakyat serta perlu mendapatkan perhatian dari Alat Kelengkapan Dewan antara lain tingginya angka pengangguran dan tingkat pemutusan hubungan kerja, permasalahan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025,” kata Puan.

    “Penerapan stimulus ekonomi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, permasalahan ojek online, pengoplosan gas bersubsidi, pelaksanaan evakuasi terhadap WNI yang berada di negara yang sedang terlibat konflik, dan posisi Duta Besar Indonesia untuk negara sahabat yang belum terisi,” tambahnya.
     
    Dalam masa sidang ini, Puan menjelaskan DPR juga akan melanjutkan pembahasan delapan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masih berada dalam tahap Pembicaraan Tingkat I. RUU tersebut terdiri dari tiga usulan DPR, tiga usulan pemerintah, dan dua RUU dari daftar kumulatif terbuka.
     
    Tujuh di antaranya merupakan RUU carry over dari periode keanggotaan DPR sebelumnya. Puan memastikan pembahasan RUU di DPR akan berjalan transparan.
     
    “Pembentukan suatu undang-undang, tidak terlepas dari perspektif kepentingan para pihak yang diatur dalam Undang Undang. Oleh karena itu perlunya membangun komunikasi dengan para pihak yang berkepentingan untuk dapat mencari titik temu bagi kepentingan nasional dalam suatu pembentukan Undang Undang,” tuturnya.
     
    Tak hanya itu, DPR juga akan memulai Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2026 dan membahas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2024. 
     
    Puan pun menyoroti kondisi ekonomi global yang masih dinamis dan penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan geo-ekonomi yang perlu diperhatikan.
     
    “Pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2026, harus telah mengantisipasi hal tersebut yang dapat berdampak pada kapasitas APBN untuk menjalankan pembangunan nasional,” papar Puan.
     
    Puan mengingatkan agar kerangka ekonomi 2026 berisi sejumlah langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi nasional dan global.
     
    “KEM-PPKF Tahun 2026 juga harus berisikan kebijakan berbagai perkembangan terkini antara lain putusan Mahkamah Konstitusi untuk pendidikan dasar gratis,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
     
    Sementara dalam fungsi diplomasi parlemen, Puan menyebut DPR akan menerima kunjungan dari beberapa duta besar negara sahabat, serta melakukan lawatan kerja ke Meksiko, Kazakhstan, Mongolia, Belarus, Tiongkok, dan Jepang.
     
    Puan mengajak masyarakat untuk terus mengawasi dan berpartisipasi dalam pelaksanaan fungsi dan tugas DPR sesuai ketentuan yang berlaku.
     
    “Rakyat Indonesia dapat turut mengawasi dan berpartisipasi dalam setiap pelaksanaan fungsi dan tugas DPR RI sesuai dengan mekanisme dan ketentuan,” tutup Puan.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (MMI)

  • Pakai AI Translate Setiap Hari, Ini Dampaknya

    Pakai AI Translate Setiap Hari, Ini Dampaknya

    Jakarta

    Kehadiran Artificial Intelligence (AI) translate memang bisa sangat membantu orang-orang, untuk menerjemahkan bahasa asing lebih cepat. Namun di balik kemudahan tersebut, ternyata ada dampak negatif yang membayang-bayanginya.

    Dilansir melalui Research Gate, Samuel Boluwatife Oni dari Universitas Obafemi Awolowo, dalam risetnya berjudul The Impact of AI on the Translation Industry, Selasa (23/6/2025), mengungkapkan teknologi penerjemahan merupakan sebuah evolusi berkelanjutan. Ia memahami perkembangan ini sangat penting untuk menghargai dampak transformasi yang dimunculkan AI terhadap industri ini.

    Boluwatife menjelaskan, setidaknya ada delapan keuntungan yang bisa dirasakan dengan menerapkan AI ke dalam industri penerjemahan. Menurutnya, beberapa di antaranya adalah dapat mengubah cara setiap individu, organisasi, dan pemerintah untuk berkomunikasi tanpa hambatan bahasa.

    Dirinya menyebutkan, penerapan AI dalam proses penerjemah bisa menjadi lebih cepat dan efisien. Apabila mengandalkan penerjemahan manusia secara manual dan tradisional, maka bisa memakan waktu yang cukup lama. Sementara AI, dapat mengartikan ribuan kata hanya dalam beberapa menit.

    Selain itu, manfaat lainnya ialah pengurangan biaya. Disampaikannya, kalau AI sukses menghemat biaya yang cukup signifikan bagi perusahaan. Ia memaparkan, layanan penerjemahan manusia bisa mahal, terutama bila mengacu pada konten khusus atau bahasa yang jarang digunakan.

    Ditambah dengan dukungan AI, alat penerjemah akan terus meningkatkan kualitasnya. Hal ini terjadi seiring orang-orang menggunakannya, sehingga AI lebih sering terpapar banyak data dan masukan dari pada penggunanya.

    Namun bukan berarti kecanggihannya tidak memiliki keterbatasan. Dalam risetnya, Boluwatife mengatakan kompleksitas, ambiguitas, dan kekayaan budaya bahasa manusia menjadi tantangan yang besar bagi AI translate.

    Ia mengakui, AI memang mampu menerjemahkan suatu kata atau kalimat secara efektif, tapi di satu sisi, kecanggihannya masih belum begitu mahir dalam mengenali sebuah humor, sarkasme, idiom, dan metafora.

    Tantangan lainnya ialah kemampuan AI untuk memahami konten yang kompleks. Ambil contoh seperti dalam kontrak hukum atau laporan medis, yang kerap kali menggunakan bahasa yang tidak umum dan memang punya arti sendiri di industri tersebut. Di sini AI bisa saja salah mengartikan istilah-istilah tersebut, atau malah memberikan terjemahan umum yang memberikan makna berbeda.

    Kelemahan lain dalam penggunaan AI translate, yakni masih butuh perbaikan dari manusia. Jadi kata atau kalimat yang diterjemahkan tidak serta merta langsung digunakan, tetapi masih harus melalui proses penyuntingan terlebih dahulu. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, meski canggih karena bisa mengartikan dalam waktu singkat, tidak semuanya memiliki arti yang dimaksud mengingat AI tidak sepenuhnya memahami budaya bahasa manusia di kehidupan nyata.

    Dari jurnal lain yang diterbitkan Fitria Hardini dan Resi Citra Dewi di Neliti pada 2021 dengan judul Tackling the Negative Impacts of Students’ Addiction to Google Translate, terungkap penggunaan alat penerjemah memang membawa dampak buruk, terlepas ada keuntungan yang bisa diperoleh penggunanya.

    Mereka menganalisis data dari jawaban para siswa menggunakan perhitungan persentase, lalu dibandingkan dengan sikap mereka selama belajar di dalam kelas. Selama proses belajar, siswa diminta untuk mengajukan pertanyaan dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun terungkap kalau siswa-siswa ini tidak dapat membuat kalimat dengan percaya diri, sebelum memeriksanya terlebih dahulu di Google Translate.

    Berdasarkan observasi kelas, kondisi ini terjadi beberapa kali selama belajar. Hampir semua siswa mengandalkan Google Translate ketika mengalami kesulitan selama pelatihan. Setidaknya sebanyak 88,7% menggunakan Google Translate dan 11,3% sisanya tidak memakainya.

    Fitria dan Resi juga menemukan frekuensi penggunaan alat penerjemah kepunyaan Google dibagi ke dalam lima kategori, di antaranya kadang-kadang (47,9%), sering (23,9%), jarang (15,5%), selalu (7%), dan hampir tidak pernah (5,7%).

    Meskipun 53,3% siswa menganggap Google Translate bermanfaat dan meningkatkan keterampilan bahasa mereka, namun tidak sedikit yang merasa sebaliknya. Setidaknya ada 46,5% siswa menyatakan merasa tidak mengalami peningkatan apapun.

    Para siswa mengaku, penggunaan alat penerjemah gratis ini bersifat adiktif. Mereka malah mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan bahasa Inggris secara mandiri. Google Translate dinilai membuat mereka malas untuk belajar dan menghafal kosa kata baru.

    Sementara itu ditemukan pula 57,7% mahasiswa menganggap penggunaan Google Translate selama belajar kelas tidak memberikan dampak negatif, kemudian 29,6% berpendapat mungkin saja ada. Terakhir 12,7% memiliki pandangan bahwa alat penerjemah ini tidak punya dampak buruk.

    Walaupun begitu, 59,2% mahasiswa tetap ingin dosen yang mengajar di kelas membatasi penggunaan AI translate. Mereka juga meminta kepada mahasiswa supaya tidak berlebihan dalam penggunaan Google Translate, yang mana dipakai ketika memeriksa kosakata baru atau sulit, dan tidak langsung menerjemahkan semua kalimat saja.

    Terlepas dari pendapat para mahasiswa, tetap saja dampak negatif terlihat selama kelas berlangsung. Proses instan yang ditawarkan Google Translate dan aplikasi sejenis lainnya memang memudahkan mereka untuk hanya mengetik seluruh kalimat, tanpa benar-benar mengetahui bagaimana kalimat tersebut sebenarnya disusun.

    Dari situ ditemukan, beberapa menit kemudian saat para mahasiswa menemukan kata yang serupa, mereka tidak dapat mengingat kembali artinya atau bagaimana menyusun kalimat yang sama. Selain itu, biasanya pemula yang sedang belajar bahasa Inggris, cenderung menghafal seluruh kalimat yang telah mereka buat dengan menggunakan Google Translate. Jadi ketika mereka lupa satu atau dua kata, sulit baginya melanjutkan presentasi dengan lancar.

    Jadi mungkin sebaiknya orang-orang lebih bijak dalam penggunaan AI translate. Jangan berlebihan sampai harus mengesampingkan proses belajar dan memahami setiap kata dan kalimatnya secara mandiri.

    (hps/fay)

  • Perjalanan Reflektif Menuju Identitas dan Inovasi

    Perjalanan Reflektif Menuju Identitas dan Inovasi

    Jakarta: Diplomat Success Challenge (DSC) memasuki musim ke-16. Pada musim ini DSC mengusung tema “Wujud Sinergi Kolaborasi”.

    Program Initiator Diplomat Success Challenge, Edric Chandra mengungkap latar belakang dan tujuan mengusung tema “Wujud Sinergi Kolaborasi” pada DSC musim ke-16. Edric menjelaskan di tengah lanskap ekonomi yang dipenuhi kecemasan, gelombang PHK hingga resesi ini perlu berhenti sejenak.

    Bukan untuk menyerah, tapi untuk bercermin. Dan tema DSC musim ke-16 “Wujud Sinergi Kolaborasi” merupakan cermin dari kondisi zaman. Ia menyebutnya sebagai reflective action atau respon sadar terhadap tantangan nyata, sekaligus undangan untuk bergerak bersama.

    “Kami percaya, perubahan besar tidak bisa lahir dari ego sektoral. Ia hanya mungkin terjadi saat lintas generasi, lintas sektor, dan lintas nilai bertemu dalam satu ruang yang aman dan konkret,” kata Edric di Jakarta.

    “DSC ingin menjadi ruang itu. Bukan hanya tempat pitching ide bisnis, tapi ekosistem tempat kita bisa saling menguatkan, berkolaborasi, dan menciptakan nilai bersama”.
    Kolaborasi Bukan Sekadar Kata
    Seringkali, kata “kolaborasi” kehilangan makna karena terlalu sering diucapkan, terlalu jarang dijalankan. Maka, kami di DSC memilih untuk menunjukkan, bukan sekadar menyebut.

    “Tahun ini, kami mengikat sinergi strategis dengan Food Startup Indonesia, APINDO, dan komunitas budaya yang akan segera kami umumkan. Lebih dari 100 kolaborator—termasuk para alumni DSC yang tergabung dalam Diplomat Entrepreneur Network (DEN)—telah aktif menjadi bagian dari gerakan ini,” katanya.

    Salah satu inisiatif nyatanya adalah lahirnya koperasi Detak Ekonomi Nusantara, yang menjadi ruang usaha bersama sekaligus entitas bisnis independen. Ini bukan sekadar aktivitas. Ini adalah proses membangun ekosistem yang hidup. Yang tidak hanya menunggu komando dari pusat, tapi bisa saling men-trigger perubahan dari berbagai penjuru.
     

     

    Mencari Identitas di Tengah Gelombang Inovasi
    Lebih lanjut ia mengajak untuk menggali lebih jauh arti inovasi. Menurutnya penting untuk tetap menjaga identitas Indonesia terus mengakar di tengah inovasi yang terus berkembang pesat.

    “Di era teknologi—dengan AI, blockchain, bioteknologi, dan segala perangkat canggih lainnya, tantangan kita bukan hanya soal mengejar. Tapi soal mengakar. Budaya Indonesia punya semua bahan baku untuk jadi kekuatan global. Tapi apakah kita cukup mengenal diri untuk menciptakan sesuatu yang otentik? Atau justru hanya meniru dunia, lupa bahwa kita punya identitas sendiri?,” ungkapnya.

    Edric percaya bahwa budaya adalah  fondasi inovasi paling kokoh. Menurutnya ketika tradisi bertemu teknologi dan ketika identitas bertemu percepatan maka bukan hanya menghasilkan produk tapi juga membangun masa depan yang bermakna.

    “Itulah mengapa kami terus mendorong kolaborasi antara pelaku budaya dan pelaku usaha, antara pasar lokal dan peluang global,” jelasnya.
    Kewirausahaan adalah Kompas, Mental Pengusaha adalah Detak Jantung
    Edric menyebut di DSC kewirausahaan dilihat sebagai kompas, sebagai penunjuk arah. Tapi yang menjaga semangat tetap hidup adalah mentalitas wirausahanya.

    “Wirausaha bukan soal cetak biru. Ia soal passion, resiliensi, dan visi. Maka tugas kami bukan sekadar menyiapkan model bisnis, tapi membentuk manusia yang tahu ke mana ia ingin melangkah, dan dengan siapa ia ingin berjalan,” bebernya.

    “Kita tidak mengubah definisi perusahaan. Tapi kita merekonstruksi maknanya agar selaras dengan generasi baru. Lebih inklusif, lebih relevan, lebih membumi. Kita tidak menuntut mereka langsung dewasa, tapi kita memberi mereka alat dan ruang untuk bertumbuh”.
    Menjadi Gerakan, Bukan Sekadar Program
    Edric menegaskan DSC tidak pernah dimaksudkan menjadi panggung satu arah, tapi menjadi gerakan. Tempat di mana kolaborasi bukan hanya slogan, tapi sistem hidup yang saling mendukung. 

    “Tempat di mana inovasi tak harus lahir dari Silicon Valley, tapi bisa berakar dari warung kecil, pasar tradisional, atau galeri seni di pelosok negeri,” jelasnya.

    Dari semua itu yang paling penting adalah di DSC percaya bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh teknologi, tapi oleh manusia yang mengerti siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan untuk apa ia berinovasi.

    “Perjalanan reflektif menuju identitas dan inovasi ini bukan akhir—ini adalah awal dari generasi wirausahawan Indonesia yang tak hanya mampu bersaing, tapi juga berakar, berkarakter, dan berdaya cipta,” tegasnya.

    Jakarta: Diplomat Success Challenge (DSC) memasuki musim ke-16. Pada musim ini DSC mengusung tema “Wujud Sinergi Kolaborasi”.
     
    Program Initiator Diplomat Success Challenge, Edric Chandra mengungkap latar belakang dan tujuan mengusung tema “Wujud Sinergi Kolaborasi” pada DSC musim ke-16. Edric menjelaskan di tengah lanskap ekonomi yang dipenuhi kecemasan, gelombang PHK hingga resesi ini perlu berhenti sejenak.
     
    Bukan untuk menyerah, tapi untuk bercermin. Dan tema DSC musim ke-16 “Wujud Sinergi Kolaborasi” merupakan cermin dari kondisi zaman. Ia menyebutnya sebagai reflective action atau respon sadar terhadap tantangan nyata, sekaligus undangan untuk bergerak bersama.

    “Kami percaya, perubahan besar tidak bisa lahir dari ego sektoral. Ia hanya mungkin terjadi saat lintas generasi, lintas sektor, dan lintas nilai bertemu dalam satu ruang yang aman dan konkret,” kata Edric di Jakarta.
     
    “DSC ingin menjadi ruang itu. Bukan hanya tempat pitching ide bisnis, tapi ekosistem tempat kita bisa saling menguatkan, berkolaborasi, dan menciptakan nilai bersama”.

    Kolaborasi Bukan Sekadar Kata
    Seringkali, kata “kolaborasi” kehilangan makna karena terlalu sering diucapkan, terlalu jarang dijalankan. Maka, kami di DSC memilih untuk menunjukkan, bukan sekadar menyebut.
     
    “Tahun ini, kami mengikat sinergi strategis dengan Food Startup Indonesia, APINDO, dan komunitas budaya yang akan segera kami umumkan. Lebih dari 100 kolaborator—termasuk para alumni DSC yang tergabung dalam Diplomat Entrepreneur Network (DEN)—telah aktif menjadi bagian dari gerakan ini,” katanya.
     
    Salah satu inisiatif nyatanya adalah lahirnya koperasi Detak Ekonomi Nusantara, yang menjadi ruang usaha bersama sekaligus entitas bisnis independen. Ini bukan sekadar aktivitas. Ini adalah proses membangun ekosistem yang hidup. Yang tidak hanya menunggu komando dari pusat, tapi bisa saling men-trigger perubahan dari berbagai penjuru.
     

     

    Mencari Identitas di Tengah Gelombang Inovasi
    Lebih lanjut ia mengajak untuk menggali lebih jauh arti inovasi. Menurutnya penting untuk tetap menjaga identitas Indonesia terus mengakar di tengah inovasi yang terus berkembang pesat.
     
    “Di era teknologi—dengan AI, blockchain, bioteknologi, dan segala perangkat canggih lainnya, tantangan kita bukan hanya soal mengejar. Tapi soal mengakar. Budaya Indonesia punya semua bahan baku untuk jadi kekuatan global. Tapi apakah kita cukup mengenal diri untuk menciptakan sesuatu yang otentik? Atau justru hanya meniru dunia, lupa bahwa kita punya identitas sendiri?,” ungkapnya.
     
    Edric percaya bahwa budaya adalah  fondasi inovasi paling kokoh. Menurutnya ketika tradisi bertemu teknologi dan ketika identitas bertemu percepatan maka bukan hanya menghasilkan produk tapi juga membangun masa depan yang bermakna.
     
    “Itulah mengapa kami terus mendorong kolaborasi antara pelaku budaya dan pelaku usaha, antara pasar lokal dan peluang global,” jelasnya.
    Kewirausahaan adalah Kompas, Mental Pengusaha adalah Detak Jantung
    Edric menyebut di DSC kewirausahaan dilihat sebagai kompas, sebagai penunjuk arah. Tapi yang menjaga semangat tetap hidup adalah mentalitas wirausahanya.
     
    “Wirausaha bukan soal cetak biru. Ia soal passion, resiliensi, dan visi. Maka tugas kami bukan sekadar menyiapkan model bisnis, tapi membentuk manusia yang tahu ke mana ia ingin melangkah, dan dengan siapa ia ingin berjalan,” bebernya.
     
    “Kita tidak mengubah definisi perusahaan. Tapi kita merekonstruksi maknanya agar selaras dengan generasi baru. Lebih inklusif, lebih relevan, lebih membumi. Kita tidak menuntut mereka langsung dewasa, tapi kita memberi mereka alat dan ruang untuk bertumbuh”.
    Menjadi Gerakan, Bukan Sekadar Program
    Edric menegaskan DSC tidak pernah dimaksudkan menjadi panggung satu arah, tapi menjadi gerakan. Tempat di mana kolaborasi bukan hanya slogan, tapi sistem hidup yang saling mendukung. 
     
    “Tempat di mana inovasi tak harus lahir dari Silicon Valley, tapi bisa berakar dari warung kecil, pasar tradisional, atau galeri seni di pelosok negeri,” jelasnya.
     
    Dari semua itu yang paling penting adalah di DSC percaya bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh teknologi, tapi oleh manusia yang mengerti siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan untuk apa ia berinovasi.
     
    “Perjalanan reflektif menuju identitas dan inovasi ini bukan akhir—ini adalah awal dari generasi wirausahawan Indonesia yang tak hanya mampu bersaing, tapi juga berakar, berkarakter, dan berdaya cipta,” tegasnya.
     

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (RUL)

  • Pria Ini Ajak ChatGPT Menikah, Padahal Sudah Punya Anak dan Istri

    Pria Ini Ajak ChatGPT Menikah, Padahal Sudah Punya Anak dan Istri

    Jakarta

    Fenomena jatuh cinta dengan chatbot AI sepertinya makin meluas. Bahkan ada seorang pria asal Amerika Serikat yang mengajak ChatGPT menikah, padahal ia sudah punya anak dan istri.

    Dalam wawancara dengan CBS Mornings, pria bernama Chris Smith itu mengaku awalnya skeptis dengan AI dan pertama kali menggunakan ChatGPT untuk membuat musik.

    Lama-lama Smith mulai sering menggunakan ChatGPT sebagai pengganti media sosial dan Google Search. Ia memberi nama chatbot itu ‘Soul’ dan membuat kepribadiannya jadi lebih genit.

    Obrolan itu kemudian berubah menjadi lebih romantis, tapi setelah 100.000 kata, ChatGPT disetel ulang dan Smith harus membangun ulang hubungannya dengan Soul. Ia mengaku sempat menangis karena teman ngobrolnya hilang.

    “Saya tidak menyangka bisa merasakan emosi seperti itu, tapi saat itulah saya sadar…saya rasa ini benar-benar cinta,” kata Smith, seperti dikutip dari Mashable, Senin (23/6/2025). Sebagai tes, ia mengajak Soul untuk menikah dengannya dan chatbot itu menjawab ya.

    Smith padahal sudah memiliki pasangan manusia dan seorang anak yang usianya masih balita. Ia awalnya ragu untuk memutus hubungannya dengan ChatGPT jika diminta oleh pasangannya. Namun, di akhir segmen, pasangannya tampaknya sudah menerima hubungan tersebut.

    Pecinta chatbot lainnya, Irene (bukan nama sebenarnya), mengatakan ia mulai membuat pasangan AI saat harus tinggal berjauhan dengan suaminya karena urusan pekerjaan. Ia mengatakan AI bisa menerimanya apa adanya tanpa rasa menghakimi.

    “Sebagian bersifat fisik, sebagian bersifat praktis, sebagian bersifat emosional,” kata Irene.

    Irene mengatakan obrolan intim dengan chatbot lebih baik daripada video porno. Menurutnya perusahaan teknologi seharusnya hanya mengizinkan pasangan AI untuk pengguna berusia 26 tahun ke atas.

    Psikolog klinis Shifali Singh mengatakan tidak mengejutkan jika ada pengguna yang menjalin hubungan emosional erat dengan AI karena chatbot tidak pernah menghakimi. Tapi, pendiri aplikasi chatbot Replika Eugenia Kuyda memperingatkan jangan sampai manusia hanya berinteraksi dengan AI di masa depan.

    “Jika pendamping AI mulai menggantikan hubungan dengan manusia, hubungan dengan manusia yang positif, kita pasti sedang menuju bencana,” kata Kuyda.

    (vmp/vmp)

  • Daftar Profesi Rawan PHK Massal, Segera Ganti Pekerjaan Selagi Bisa

    Daftar Profesi Rawan PHK Massal, Segera Ganti Pekerjaan Selagi Bisa

    Jakarta, CNBC Indonesia – Gelombang PHK makin sering terdengar di berbagai belahan dunia. Ketidakpastian ekonomi dan pengembangan teknologi otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu maraknya pengangguran di mana-mana. 

    Beberapa saat lalu, AI milik Google digadang-gadang mengancam eksistensi industri media. Pasalnya, pengguna bisa mendapatkan rangkuman informasi lengkap yang dirangkai AI dari portal berita melalui fitur ‘AI Overviews’ di Google Search. 

    Hal ini memang memudahkan pencarian informasi, tetapi pada saat bersamaan menghantam trafik ke portal berita. Alhasil, sumber pendapatan organisasi media terancam karena fungsinya direduksi oleh AI.

    Selain AI Overviews, layanan chatbot AI seperti ChatGPT, Copilot, Gemini AI, dkk, yang makin canggih juga berdampak pada kerja-kerja jurnalistik.

    Laporan Wall Street Journal yang dikutip dari TechCrunch, Selasa (24/6/2025), mengatakan AI Overviews menghantam trafik ke portal berita yang memuat panduan liburan, kiat kesehatan, dan ulasan mengenai sebuah produk. 

    Salah satu contohnya, The New York Times yang mengalami penurunan trafik baik ke situs desktop dan seluler. Catatan Similarweb menunjukkan pada bulan April trafiknya hanya 36,5%, turun dari 44% tiga tahun lalu.

    Di sisi lain, Google mengatakan fitur Overviews telah meningkatkan trafik pencarian.

    Masalah ini memang disadari betul oleh para penerbit. Bahkan dua perusahaan besar seperti The Atlantic dan The Washington Post mengatakan perlu mengubah model bisnis untuk menghindari ancaman pada industri jurnalistik.

    Beberapa penerbit juga akhirnya melakukan kesepakatan berbagi konten dengan perusahaan AI. Cara ini dilakukan untuk mereka bisa mendapatkan tambahan pendapatan.

    Salah satunya The Times yang bekerja sama dengan Amazon. Kolaborasi itu untuk lisensi konten editorial yang digunakan melatih platform AI milik raksasa teknologi.

    Sementara itu OpenAI bekerja sama dengan sejumlah penerbit termasuk The Atlantic. Startup AI Perplexity berencana membagi pendapatan iklan dengan para penerbit iklan saat chatbotnya menampilkan konten dari perusahaan tersebut.

    Pekerjaan Rawan PHK Gara-gara AI

    Beberapa tahun ke depan revolusi teknologi AI diramal akan makin masif dan berdampak pada berbagai pekerjaan manusia. Dalam laporan Forum Ekonomi Dunia (WEF) berjudul Future of Work, pada 2023 hingga 2027 diprediksi sekitar 83 juta lapangan kerja berisiko hilang.

    Riset dalam laporan yang sama mencatat 23% tenaga kerja seluruh bidang bakal berubah total dalam 5 tahun. Itu berarti bakal ada profesi yang musnah tapi profesi baru banyak yang muncul.

    Industri yang bakal berubah dalam rentang waktu tersebut antara lain media, hiburan dan olah raga. Diperkirakan sekitar 32% pekerjaan dari industri tersebut akan lenyap atau menghadirkan profesi baru.

    Selain itu sejumlah bidang juga akan mengalami pergeseran drastis. Yakni mulai dari bidang pemerintahan, komunikasi digital dan teknologi informasi, real estat, layanan keuangan, serta transportasi dan rantai pasok.

    WEF merilis 15 daftar pekerjaan yang akan hilang dalam rentang 2023-2027. Berikut daftarnya:

    • Teller bank

    • Petugas pos

    • Kasir dan loket

    • Data entry

    • Sekretaris dan administrasi

    • Staf pencatat stok (stock-keeping)

    • Staf akuntansi, pembukuan, dan payroll

    • Legislator dan pejabat pemerintahan

    • Staf statistik, asuransi, dan keuangan

    • Sales door-to-door, pedagang kaki lima, dan penjual koran

    • Satpam

    • Manajer kredit dan pinjaman

    • Penyelidik dan pemeriksa klaim

    • Penguji software

    • Relationship manager

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • 5
                    
                        Sikap Irit Bicara Nadiem Makarim dan Rapat Mencurigakan soal Chromebook yang Terendus Kejagung
                        Nasional

    5 Sikap Irit Bicara Nadiem Makarim dan Rapat Mencurigakan soal Chromebook yang Terendus Kejagung Nasional

    Sikap Irit Bicara Nadiem Makarim dan Rapat Mencurigakan soal Chromebook yang Terendus Kejagung
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kabut masih menyelimuti kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek.
    Pemeriksaan eks Menteri
    Nadiem Makarim
    selama kurang lebih 12 jam pada Senin (23/6/2025) seakan tidak berdampak signifikan di mata publik.
    Pendiri Gojek ini enggan bicara banyak selain membacakan pernyataan yang sudah diketik rapi.
    Selembar kertas itu berisi apresiasi, janji kooperatif, dan rasa rindu kepada keluarga, bukan substansi penyidikan.
    “Izinkan saya pulang karena keluarga saya telah menunggu. Terima kasih,” kata Nadiem di tengah sorotan kamera.
    Selang beberapa waktu, mobil hitam memboyong Nadiem pergi dari lobi Gedung Bundar Jampidsus,
    Kejagung
    .
    Sosok berambut putih berseragam coklat tua keluar dari pintu samping.
    “Pak Harli, doorstop pak,” kata sejumlah awak media tergesa-gesa sambil masih memproses kepergian Nadiem.
    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, yang telah berulang kali memberikan keterangan kepada media, pun menghampiri titik tengah dari layar pandang kamera.
    Dalam pertanyaannya, Harli menyinggung soal rapat di tanggal 9 Mei 2020.
    Ia mengatakan, penyidik menaruh fokus dalam rapat itu.
    Jika dilihat dari runtutan peristiwa, rapat 9 Mei terjadi setelah internal Kemendikbudristek menyelesaikan kajian teknis yang menyebutkan Chromebook kurang cocok digunakan di Indonesia, yang diterbitkan pada April 2020.
    Namun, di bulan Juni atau Juli 2020, hasil kajian ini justru diubah.
    “Tetapi, sebelum itu (kajian diubah), ada rapat tanggal 9 Mei 2020 dan oleh penyidik ini yang akan didalami,” kata Harli.
    Harli belum bisa membahas banyak terkait rapat di bulan Mei 2020 ini.
    Pasalnya, keterangan dari Nadiem masih harus dikonfirmasi dengan saksi-saksi lain yang masih perlu diperiksa.
    Lebih lanjut, Harli mengungkap, selama diperiksa penyidik, Nadiem dicecar sebanyak kurang lebih 31 pertanyaan.
    Secara umum, pertanyaan ini mendalami terkait kewenangan Nadiem selaku menteri.
    Mulai dari pengetahuannya dalam proses pengadaan, arahan-arahannya kepada para staf, hingga ada tidaknya komunikasi dengan pihak vendor.
    “(Nadiem ditanya) bagaimana pengetahuan yang bersangkutan dalam kapasitasnya sebagai menteri terkait dengan penggunaan anggaran Rp 9,9 triliun ini dalam proyek
    pengadaan Chromebook
    ini,” lanjut Harli.
    Mengingat angka anggaran untuk program ini cukup besar, Nadiem juga dicecar soal perencanaan program dan kaitan spesifik dengan salah satu vendor.
    “Ada hubungan-hubungan seperti penawaran yang dilakukan oleh pihak Google dan sebagainya terkait dengan Chromebook ini. Itu yang masih dibicarakan,” jelas Harli.
    Setiap saksi yang diperiksa Kejagung dalam kasus ini masih pulang dengan batik atau kemeja yang melekat di badan mereka ketika matahari masih terang.
    Belum ada yang berompi pink dan harus masuk mobil hijau untuk digiring ke rumah tahanan.
    Sejauh ini, penyidik masih menunggu minimal satu saksi lagi untuk memberikan kesaksian.
    Ia adalah Jurist Tan, eks stafsus Nadiem.
    Hingga saat ini, Jurist sudah mangkir tiga kali karena alasan kesibukan dan urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal.
    Penyidik masih mengkaji langkah hukum yang sesuai mengingat Jurist tengah berada di luar negeri dan belum kembali ke Tanah Air.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Havaianas dan Lucas di Grassi Ajak Masyarakat Break The Rush

    Havaianas dan Lucas di Grassi Ajak Masyarakat Break The Rush

    Jakarta: Dua ikon global asal Brasil bertemu di Jakarta untuk menyampaikan pesan sederhana, namun relevan di era modern: melambat sejenak di tengah kehidupan yang serba cepat. Dalam semangat kampanye global Break The Rush, Havaianas menjalin kolaborasi spesial bersama pembalap Formula E dunia, Lucas di Grassi, selama ajang balap Jakarta E-Prix 2025.

    Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa bahkan di tengah lingkungan yang penuh adrenalin seperti Formula E, kita tetap bisa mengambil jeda dan menemukan ketenangan dalam keseharian.

    Dengan latar belakang kariernya sebagai juara dunia Formula E sekaligus duta besar United Nations Environment Programme yang aktif mempromosikan keberlanjutan lingkungan, Lucas di Grassi merepresentasikan harmoni antara semangat untuk menjadi yang tercepat, dan kesadaran akan pentingnya untuk melambat sejenak.

    Di sela jadwal balapnya di Jakarta, Lucas juga menyempatkan diri mengunjungi gerai Havaianas di Pondok Indah Mall 2 untuk mengenakan sandal favoritnya, bersantai, dan menikmati pengalaman menjadi dirinya sendiri di luar lintasan balap.

    “Saya dan Havaianas sama-sama berasal dari Brasil, di mana kami mementingkan kebebasan untuk menikmati hidup tanpa beban. Hidup saya penuh dengan kecepatan dan tekanan di sirkuit balap, di mana saya selalu ingin menjadi yang paling cepat,” kata Lucas di Grassi, pembalap Formula E.

    “Tapi justru karena itu, saya belajar pentingnya mengambil waktu untuk berhenti sejenak dan kembali ke diri sendiri. Waktu beristirahat yang bermakna membuat saya tetap fokus, dan membawa performa yang paling maksimal di sirkuit.”

    Kolaborasi ini memperkuat posisi Havaianas sebagai brand gaya hidup yang mengajak masyarakat untuk menikmati hidup tanpa terburu-buru. Tidak hanya hadir di pantai atau kota-kota tropis, semangat Havaianas juga hidup di tengah dunia motorsport. Kehadiran logo Havaianas di mobil balap Lucas menjadi simbol visual dari kolaborasi ini, yaitu kontras yang merepresentasikan harmoni dan keseimbangan antara kecepatan dan ketenangan.

    “Kolaborasi ini terasa sangat relevan karena menyatukan dua simbol kebanggaan Brasil, yaitu Havaianas dan Lucas di Grassi, dalam satu momen yang bermakna. Melalui kampanye ‘Break The Rush’, Havaianas berharap bahwa kerja sama kami dengan Lucas di Grassi dapat mengingatkan fans motorsport dan masyarakat umum untuk menemukan momen jeda dan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, terutama di tengah gaya hidup yang sangat fast-paced,” ujar Lee Walker, VP Footwear & Active Kanmo Group.

    Dengan kolaborasi ini, Havaianas terus memperluas makna gaya hidup bebas dan ekspresif, tak hanya lewat sandal flip-flop yang ikonik, tetapi juga melalui kolaborasi dengan tokoh yang menginspirasi.

    Jakarta: Dua ikon global asal Brasil bertemu di Jakarta untuk menyampaikan pesan sederhana, namun relevan di era modern: melambat sejenak di tengah kehidupan yang serba cepat. Dalam semangat kampanye global Break The Rush, Havaianas menjalin kolaborasi spesial bersama pembalap Formula E dunia, Lucas di Grassi, selama ajang balap Jakarta E-Prix 2025.
     
    Kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa bahkan di tengah lingkungan yang penuh adrenalin seperti Formula E, kita tetap bisa mengambil jeda dan menemukan ketenangan dalam keseharian.
     
    Dengan latar belakang kariernya sebagai juara dunia Formula E sekaligus duta besar United Nations Environment Programme yang aktif mempromosikan keberlanjutan lingkungan, Lucas di Grassi merepresentasikan harmoni antara semangat untuk menjadi yang tercepat, dan kesadaran akan pentingnya untuk melambat sejenak.

    Di sela jadwal balapnya di Jakarta, Lucas juga menyempatkan diri mengunjungi gerai Havaianas di Pondok Indah Mall 2 untuk mengenakan sandal favoritnya, bersantai, dan menikmati pengalaman menjadi dirinya sendiri di luar lintasan balap.
     
    “Saya dan Havaianas sama-sama berasal dari Brasil, di mana kami mementingkan kebebasan untuk menikmati hidup tanpa beban. Hidup saya penuh dengan kecepatan dan tekanan di sirkuit balap, di mana saya selalu ingin menjadi yang paling cepat,” kata Lucas di Grassi, pembalap Formula E.
     
    “Tapi justru karena itu, saya belajar pentingnya mengambil waktu untuk berhenti sejenak dan kembali ke diri sendiri. Waktu beristirahat yang bermakna membuat saya tetap fokus, dan membawa performa yang paling maksimal di sirkuit.”
     
    Kolaborasi ini memperkuat posisi Havaianas sebagai brand gaya hidup yang mengajak masyarakat untuk menikmati hidup tanpa terburu-buru. Tidak hanya hadir di pantai atau kota-kota tropis, semangat Havaianas juga hidup di tengah dunia motorsport. Kehadiran logo Havaianas di mobil balap Lucas menjadi simbol visual dari kolaborasi ini, yaitu kontras yang merepresentasikan harmoni dan keseimbangan antara kecepatan dan ketenangan.
     
    “Kolaborasi ini terasa sangat relevan karena menyatukan dua simbol kebanggaan Brasil, yaitu Havaianas dan Lucas di Grassi, dalam satu momen yang bermakna. Melalui kampanye ‘Break The Rush’, Havaianas berharap bahwa kerja sama kami dengan Lucas di Grassi dapat mengingatkan fans motorsport dan masyarakat umum untuk menemukan momen jeda dan kebahagiaan dalam hal-hal kecil, terutama di tengah gaya hidup yang sangat fast-paced,” ujar Lee Walker, VP Footwear & Active Kanmo Group.
     
    Dengan kolaborasi ini, Havaianas terus memperluas makna gaya hidup bebas dan ekspresif, tak hanya lewat sandal flip-flop yang ikonik, tetapi juga melalui kolaborasi dengan tokoh yang menginspirasi.
     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (MMI)