Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong Jakarta menjadi kota pariwisata global dengan menyambut baik beroperasinya Novotel Jakarta Pulomas di Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kehadiran hotel tersebut menjadi penguat ekosistem pariwisata, terutama di wilayah Jakarta Timur.
“Momentum pembukaan hotel ini sangat tepat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor penyediaan akomodasi menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi dengan capaian 9,55 persen,” kata Pramono dalam acara pembukaan Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur, Senin
Pria yang akrab disapa Pram itu pun berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pemerintahan maupun event agar dapat diselenggarakan di hotel tersebut.
Menurut dia, data BPS tersebut mencerminkan perubahan wajah Jakarta yang tidak lagi hanya dipandang sebagai kota bisnis, melainkan telah berkembang signifikan menjadi kota tujuan wisata, yang terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.
Dia menyebutkan jumlah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Indonesia yang sebelumnya hanya sekitar lima penerbangan per hari, kini meningkat menjadi 18 penerbangan.
Bahkan, kawasan perbelanjaan dan rute perjalanan darat ke Bandung juga disebut banyak dipenuhi wisatawan asal Malaysia.
“Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia, termasuk Jakarta, semakin meningkat,” ucap Pramono.
Lebih lanjut, dia menegaskan target ambisius Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong Jakarta masuk dalam 50 besar kota global dunia pada 2025.
Saat ini, peringkat Jakarta telah naik dari posisi 74 menjadi 71 dalam kurun waktu lima bulan.
Sejalan dengan peningkatan peringkat itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong sektor perhotelan melalui berbagai insentif, termasuk keringanan pajak bagi hotel-hotel yang berpartisipasi dalam kompetisi peningkatan kualitas dan estetika bangunan.
“Saat ini, ada sekitar 300 hotel di Jakarta yang kami lombakan. Pemenangnya akan mendapatkan insentif perpajakan sebagai bentuk dukungan pemerintah,” ujar Pramono.
Dia optimistis kehadiran hotel baru tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.
“Semoga hotel ini memberi kontribusi nyata bagi ekonomi Jakarta dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tutur Pramono.
Peresmian Novotel Jakarta Pulomas, Jakarta Timur, Senin (15/12/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Sementara itu, Direktur PT Nusantara Wisata Cemerlang Tommy William menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI terhadap pengembangan sektor perhotelan dan pariwisata.
Dia menilai kehadiran hotel tersebut berada pada momentum yang tepat, seiring meningkatnya pertumbuhan sektor akomodasi di Jakarta.
Berdasarkan data BPS, sektor penyediaan akomodasi dan perhotelan mencatat pertumbuhan tertinggi dengan capaian 9,55 persen.
“Angka ini menunjukkan bahwa Jakarta tidak lagi hanya dikenal sebagai kota bisnis, tetapi telah berkembang menjadi kota pariwisata dengan pertumbuhan yang signifikan,” imbuh Tommy.
Dia juga mengapresiasi kebijakan Pemprov DKI yang memberikan berbagai insentif bagi sektor perhotelan, termasuk keringanan pajak bagi hotel-hotel yang berpartisipasi dalam program peningkatan kualitas dan estetika bangunan.
Menurut dia, dukungan tersebut dapat mendorong pelaku usaha perhotelan untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.
“Kami optimistis kehadiran hotel ini akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Jakarta, membuka lapangan kerja, serta memperkuat citra Jakarta di mata internasional,” ungkap Tommy.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
