Pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati capai 3.012 ton

Pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati capai 3.012 ton

Jakarta (ANTARA) – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur (Jaktim) mencatat telah mengangkut sebanyak 3.012 ton sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang selama lima hari terakhir.

“Dalam lima hari ini kami sudah mengangkut sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke Bantar Gebang dengan total tonase mencapai 3.012 ton,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin LH Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dwi menyebut, pihaknya mengerahkan 178 armada truk untuk mengangkut sampah dari Pasar Induk Kramat Jati ke TPST Bantar Gebang.

Sudin LH memastikan pengangkutan sampah tetap dilakukan secara rutin, meski pengangkutan massal atau grebek sampah sudah dilakukan.

Dwi menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perumda (PD) Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah ke depan.

“Hasil rapat internal mendorong PD Pasar Jaya untuk melakukan pengangkutan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Ke depannya, PD Pasar Jaya akan menyiapkan kendaraan pengangkut sendiri,” ujarnya.

Nantinya, Sudin LH hanya akan melakukan pendampingan serta perbantuan pengangkutan sampah residu. Namun, sebelum sistem tersebut berjalan penuh, pengangkutan rutin masih tetap dilakukan oleh Sudin LH Jakarta Timur.

“Kemarin kami sudah mengangkut sekitar 11 truk, dan hari ini direncanakan 10 sampai 12 truk untuk pengangkutan sampah harian,” kata Dwi.

Kelancaran pengangkutan juga bergantung pada kondisi cuaca di TPST Bantar Gebang. “Ketika hujan deras, ada kendala operator untuk alat berat, pengangkutan dan perapihannya tidak beroperasi, menunggu sampai cuaca berangsur pulih kembali dan tidak membahayakan keselamatan,” jelas Dwi.

Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir, kata dia, sempat menyebabkan antrean karena alat berat tidak dapat dioperasikan demi keselamatan petugas.

“Makanya biasanya suka ada antrean. Tapi kalau di cuaca-cuaca normal, Alhamdulillah pengangkutan bisa terlaksana dengan baik,” kata dia.

Meski demikian, dia memastikan pengangkutan sampah baru atau harian sudah kembali berjalan normal dan bukan bagian dari kegiatan grebek.

“Pengangkutan hari ini dan kemarin sudah merupakan angkutan rutin, bukan grebek. Sampah yang diangkut adalah sampah baru hasil timbulan satu sampai dua hari,” ucap Dwi.

Dia optimistis tidak akan terjadi penumpukan sampah secara signifikan dalam waktu dekat karena jumlah timbunan sampah diimbangi dengan kapasitas pengangkutan.

Adapun kegiatan grebek sampah terakhir sendiri dilakukan pada Senin (12/1) dengan jumlah sekitar 46 truk dalam satu hari.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.