Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja Megapolitan 7 Januari 2026

Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
                
                    
                        
                            Megapolitan
                        
                        7 Januari 2026

Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Butuh 98 Hari Kerja
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com –
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan, pembongkaran 98 tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan memakan waktu selama 98 hari kerja.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, pembongkaran akan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga, dengan estimasi setiap satu tiang membutuhkan satu hari pengerjaan.
“Kita awali besok, ya taruhlah kalau satu tiang satu hari, ya hitung saja (98 tiang 98 hari kerja). Kira-kira seperti itu. Diawali oleh kita yang bongkar,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2026).
Bina Marga menjadwalkan pembongkaran akan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan.
Usai pembongkaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampak seragam seperti sisi barat.
Jalur cepat dan jalur lambat di sisi timur akan dihilangkan dan diganti dengan penataan jalan serta trotoar yang lebih rapi.
“Rasuna Said sisi barat sudah selesai, jalan dan trotoarnya sudah rapi. Tapi sisi timurnya masih terkendala adanya tiang monorel. Makanya akan kita rapikan jalannya yang Jalan Rasuna Said sisi timur jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata dia.
Saat ini, pembongkaran baru akan dilakukan untuk tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said.
Sementara itu, tiang monorel yang berada di wilayah Senayan, Jakarta Pusat, masih dalam tahap pembahasan.
“Ada 98 (tiang) yang di sepanjang Rasuna Said. Kita mau nata yang di Rasuna Said dulu,” lanjut dia.
Heru menambahkan,
pembongkaran tiang monorel
sekaligus penataan jalan dan trotoar dibiayai sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut tidak ada penutupan jalan saat proses pembongkaran berlangsung.
Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat dua lajur, yakni jalur lambat dan jalur cepat. Saat pekerjaan berlangsung, alat berat akan ditempatkan di jalur lambat.
Kendaraan yang biasanya melintas di jalur tersebut akan dialihkan ke jalur cepat sehingga arus lalu lintas tetap berjalan tanpa ada penutupan.
“Jadi kan lalu lintasnya kita akan lakukan semacam pengalihan arus. Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata dia.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.