Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

PBB Bantah Klaim Israel yang Sebut Ada Cukup Makanan di Gaza: Pernyataan Konyol – Halaman all

PBB Bantah Klaim Israel yang Sebut Ada Cukup Makanan di Gaza: Pernyataan Konyol – Halaman all

TRIBUNNEWS.COM – Pernyataan Israel yang mengklaim bahwa ada cukup makanan di Gaza untuk bertahan dalam jangka waktu lama langsung dibantah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada Selasa (2/4/2025), PBB menyebut klaim tersebut sebagai “konyol”.

Sebab, saat ini 25 toko roti di Gaza telah tutup karena kekurangan pasokan, seperti tepung dan gas.

Sejak 2 Maret, tidak ada bantuan yang dikirimkan ke Gaza, Reuters melaporkan.

Hal ini terkait keputusan Israel yang menahan masuknya barang dan pasokan kemanusiaan hingga Hamas membebaskan semua sandera yang tersisa.

Israel juga menyebutkan bahwa sekitar 25.200 truk bantuan telah memasuki Gaza selama gencatan senjata, membawa hampir 450.000 ton bantuan.

Menurut Israel, itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan makanan di Gaza dalam jangka waktu lama jika Hamas memungkinkan distribusi kepada warga sipil.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric dengan tegas membantah klaim tersebut.

Ia menjelaskan bahwa “persediaan kita sudah hampir habis”.

Dujarric menyebutkan bahwa toko roti tidak akan bisa buka jika tidak ada tepung atau gas untuk memasak.

PBB mengatakan bahwa mereka telah berjuang keras mengatasi hambatan yang ditimbulkan oleh operasi militer Israel dan pembatasan akses ke Gaza.

PBB juga mengungkapkan bahwa bantuan yang mereka kirimkan hanya mencakup kurang dari 30 persen dari total bantuan yang masuk ke Gaza.

Sebagian besar bantuan berasal dari organisasi lain dan negara-negara yang terlibat.

Pada saat yang sama, Hamas menggambarkan kondisi Gaza sebagai fase kelaparan, menyebutnya sebagai “krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.”

Hamas menyalahkan Israel atas dampak bencana kemanusiaan ini.

Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, setelah serangan oleh Hamas yang menewaskan lebih dari 1.200 orang di Israel selatan dan menyandera sekitar 250 orang.

Sejak itu, lebih dari 50.000 warga Palestina tewas dalam serangan balasan Israel, dengan sebagian besar penduduk Gaza terpaksa mengungsi.

Dalam perkembangan terbaru, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran di Rafah dan daerah sekitarnya, menandakan kemungkinan serangan darat lebih lanjut.

Serangan ini terjadi di tengah perayaan Idul Fitri, hari raya umat Islam yang biasanya dirayakan untuk menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Merangkum Semua Peristiwa