Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Pasar Saham Asia Tertekan Jelang Pengumuman Tarif Impor Baru AS

Pasar Saham Asia Tertekan Jelang Pengumuman Tarif Impor Baru AS

Jakarta, Beritasatu.com – Pasar saham Asia mengalami tekanan pada Rabu (2/4/2025), sementara harga emas sebagai aset safe-haven bertahan mendekati rekor tertinggi.

Investor global rupanya tengah menanti kepastian mengenai kebijakan tarif impor baru yang akan diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari ini. Kekhawatiran terhadap potensi perang dagang global semakin meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi.

Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif impor pada aluminium, baja, dan otomotif, serta menaikkan bea masuk untuk seluruh produk asal China. Kebijakan ini telah mengguncang pasar saham global dan Asia karena dikhawatirkan dapat memicu perlambatan ekonomi global yang signifikan.

Dilansir dari Reuters, pasar saham di Asia melemah pada sesi perdagangan pagi. Indeks Nikkei Jepang turun 0,3%, sementara indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,57%.

“Kondisi pasar saat ini penuh dengan volatilitas. Investor cenderung berhati-hati dan mengurangi eksposur risiko sambil menunggu kejelasan kebijakan tarif,” ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.

Bursa saham China dibuka dengan pergerakan bervariasi. Indeks saham unggulan CSI 300 naik tipis 0,14%, sementara indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,3% pada awal perdagangan.

“Trump menyebut 2 April sebagai ‘hari pembebasan’, tetapi tampaknya investor belum benar-benar terbebas dari ketidakpastian tarif,” kata Vasu Menon, direktur strategi investasi OCBC.

Selain ketidakpastian tarif, investor juga mencermati tanda-tanda perlambatan ekonomi. Data terbaru menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada Maret 2025 setelah dua bulan berturut-turut mengalami ekspansi. Sementara itu, indeks harga produsen naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir akibat kekhawatiran terhadap tarif impor.

“Tarif seharusnya membantu sektor manufaktur AS, tetapi yang terjadi justru kekhawatiran terhadap rantai pasokan dan risiko pembalasan dari negara lain,” tulis para ekonom ING dalam catatannya.

Pada saat pasar saham Asia bergejolak, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan di tengah ketidakpastian pasar. Harga emas naik 0,7% ke level US$ 3.132,43 per troy ons, mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Merangkum Semua Peristiwa