partai: Gelora

  • Mensos Gus Ipul Bersiap Jalankan Arahan Prabowo soal Evakuasi Warga Gaza, Pangkalpinang Disiapkan

    Mensos Gus Ipul Bersiap Jalankan Arahan Prabowo soal Evakuasi Warga Gaza, Pangkalpinang Disiapkan

    GELORA.CO – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku, pihaknya sampai saat ini masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto, perihal rencana evakuasi warga Gaza, Palestina.

    Dia menegaskan, Kementerian Sosial saat ini juga tengah bersiap-siap untuk menerima tugas dari Presiden Prabowo terkait rencana evakuasi tersebut.

    “Kita diajak oleh mensesneg untuk siap-siap, siapa tahu nanti ada arahan dari Bapak Presiden (Prabowo),” kat Gus Ipul di acara Halalbihalal PKB, kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu, 20 April 2025.

    Bahkan, Dia mengaku bahwa saat ini Kemensos juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas yang sekiranya dibutuhkan untuk menyambut warga Gaza tersebut.

    Di mana, salah satu persiapannya yakni termasuk tempat pengungsian di wilayah Pangkalpinang.”salah satunya yang kita siapkan itu di Pangkalpinang,” ujarnya.

    Diketahui, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa wacana evakuasi seribu pengungsi Gaza ke Indonesia, bukanlah tindakan relokasi sebagaimana yang ramai diberitakan.

    Menurutnya, rencana evakuasi ini juga hanya bersifat sementara dengan tujuan kemanusiaan.

    “Oh tidak, tidak (relokasi). Untuk membantu,” kata Prabowo dalam Antalya Diplomacy Forum, Turki, sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 20 April 2025.

  • Situasi Sekarang Tidak Baik-baik Saja

    Situasi Sekarang Tidak Baik-baik Saja

    GELORA.CO – Wakil presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menilai situasi di Indonesia saat ini tidak baik-baik saja sehingga Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih harus bersatu dan kompak.

    “Saya kira kita semua tahu bahwa situasi sekarang itu ‘kan tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, harus bekerja keras, bersatu,” ujar Ma’ruf usai menghadiri acara halalbihalal di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Jakarta, Minggu malam (20/4/2025).

    Selain itu, mantan Wapres itu mengingatkan kepada Presiden beserta kabinetnya untuk mengambil langkah terbaik ke depannya.

    “Mengambil langkah-langkah yang terbaik, lebih mengutamakan mana yang harus diprioritaskan. Saya kira itu,” kata Ma’ruf ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan wejangan untuk pemerintahan saat ini.

    Pada kesempatan itu, Ma’ruf Amin tiba di rumah dinas Cak Imin pada pukul 19.25 WIB. Kehadirannya disambut langsung oleh Cak Imin.

    Ma’ruf Amin keluar dari rumah dinas pada pukul 20.31 WIB, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.

    Setelah itu, Ma’ruf Amin pergi meninggalkan area rumah dinas.

  • Saya Kira itu Diartikan Silaturahmi

    Saya Kira itu Diartikan Silaturahmi

    GELORA.CO – Wakil presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menilai kunjungan sejumlah menteri pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto ke rumah presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu terakhir, sebagai bagian dari silaturahmi.

    “Saya kira Itu bagian dari yang harus diartikan sebagai silaturahmi dengan mantan presiden, mantan wakil presiden, dan dengan yang lain-lain,” ujar Ma’ruf usai menghadiri acara halalbihalal di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Jakarta, Minggu malam (20/4/2025), ketika menjawab isu matahari kembar.

    Oleh sebab itu, dia juga menganggap kunjungan para menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih tidak mengancam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

    “Ya, kalau hatinya bersih semua, tidak ada ancaman. Hatinya dibersihkan dahulu,” katanya mengingatkan.

    Sebelumnya, isu matahari kembar muncul usai sejumlah menteri yang menjabat di Kabinet Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Solo untuk menemui mantan Presiden Joko Widodo pada momen Lebaran 2025.

    Beberapa menteri yang hadir, di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji.

    Selain itu, ada juga Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

  • Jokowi Beri Arahan ke Peserta Sespimmen Polri Perkuat Dugaan ‘Parcok’

    Jokowi Beri Arahan ke Peserta Sespimmen Polri Perkuat Dugaan ‘Parcok’

    GELORA.CO – Pertemuan Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) disebut dapat memperkuat dugaan publik ihwal andil Jokowi dalam partai coklat (‘parcok’).

    Dalam hal ini menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, dengan kunjungan kepolisian ini, juga bisa menguatkan dugaan jika Jokowi memang mengendalikan polisi untuk kepentingan politiknya, termasuk dugaan penyalahgunaan wewenang di Pilpres atau Pemilu lalu.

    “Jokowi sendiri perlu mendapat teguran publik, ia seharusnya menjaga kehormatan Presiden saat ini, dengan tidak memfestivalkan pengaruhnya di kalangan elit,” kata Dedi, Minggu (20/4/2025).

    Pun, Dedi mengkhawatirkan drama kekuasaan Jokowi saat ini, terlebih intensitas pejabat negara dan penegak hukum yang mengunjungi kediaman ayahanda Kaesang Pangarep tersebut kian bertambah.

    Menurutnya, Jokowi sebagai tokoh bangsa lazim saja dikunjungi, tetapi jika ada ‘pengkultusan’ dan rutin, itu berisiko terjadi konflik kekuasaan.

    “Presiden Prabowo perlu memberikan teguran terhadap siapapun yang mewakili negara, tetapi berhubungan dengan Jokowi secara berlebih. Wibawa kuasa Presiden Prabowo bisa runtuh,” jelasnya.

    Dedi menegaskan bahwa Jokowi seharusnya menjaga martabat Presiden Prabowo dengan sikapnya saat ini. 

    “Jokowi bisa dianggap post power syndrom, menyaingi Prabowo dan jelas itu tidak baik,” katanya.

    Sebelumnya, Patun Pokjar II Serdik Sespimmen Dikreg ke-65, Kombes Denny membenarkan pihaknya mengunjungi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada Kamis (17/4/2025). 

    Di dalam rombongan peserta terdapat Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah bersama peserta lain yang menempuh pendidikan Serdik Sespimmen Dikreg ke-65.

    Kombes Denny mengatakan, pertemuan merupakan bentuk silaturahmi peserta didik dengan Jokowi.  

    “Bersilaturahmi dengan bapak Jokowi sekalian meminta masukan untuk perkembangan ke depannya,” kata Kombes Denny, dalam keterangannya, setelah pertemuan, Sabtu. 

    Menurutnya, perkembangan ke depan berkaitan kepemimpinan agar bisa menghadapi tantangan global pada era digital, kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (AI) serta robotic.

    Denny menambahkan arahan Jokowi, mengharapkan sinergitas antara Polri dan TNI ditingkatkan.

    “Intinya beliau (berpesan) untuk menjadi anggota pori dan TNI yang lebih baik ke depan,” katanya. 

    “Dan bisa dicintai oleh masyarakat dan menjadi panutan untuk masyarakat,” pungkasnya.

  • Sosok Putri Wulandari, Tahanan Wanita Diduga Diperkosa Oknum Polisi, Ternyata Seorang Muncikari

    Sosok Putri Wulandari, Tahanan Wanita Diduga Diperkosa Oknum Polisi, Ternyata Seorang Muncikari

    GELORA.CO – Belum lama ini seorang tahanan wanita bernama Putri Wulandari (21) tengah ramai jadi perbincangan publik.

    Tidak lain, hal ini terjadi usai Putri Wulandari disebut menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum polisi Polres Pacitan, Jawa Timur.

    Yang mana, oknum polisi bernama Aiptu Lilik Cahyadi ini diduga telah rudapaksa tahanan wanita tersebut.

    Usut punya usut, Putri Wulandari yang disebut jadi korban tindak asusila ini ternyata merupakan seorang muncikari.

    Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarlawu.jawapos.com pada Minggu (20/4/2025).

    Dalam artikelnya, Putri ditetapkan sebagai tahanan lantaran tersandung kasus prostitusi di sebuah hotel kawasan Sidoharjo, Pacitan.

    Yang mana, ditangkapnya tahanan wanita itu usai digerebek pihak kepolisian pada Rabu (26/2/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

    Diketahui, dalam penggerebekan tersebut Putri tertangkap basah bersama dengan seorang wanita lainnya berinisial IA (18).

    Berdasarkan informasi dihimpun, wanita lainnya ini merupakan seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditugaskan oleh Putri.

    Yang mana, IA disinyalir dipertemukan oleh seorang pria tidak dikenal oleh tahanan wanita tersebut.

    “PW diduga berperan sebagai muncikari, yang mempertemukan seorang pria dengan IA di kamar hotel,” jelasnya.

    Namun, aksi prostitusi ini gagal usai pihak kepolisian mendapatkan laporan adanya praktik ilegal itu.

    Kendati demikian, tuduhan bahwa Putri disebut sebagai muncikari ini justru dibantah oleh kuasa hukumnya, Mustofa Ali Fahmi.

    Fahmi menuturkan bahwa antara Putri dengan wanita berinisial IA sama sekali tidak terikat secara bisnis dalam agenda prostitusi tersebut.

    Sebab, kedua wanita itu disinyalir merupakan seorang keluarga yang sepakat melakukan hal tersebut dengan sukarela.

    “PW usianya 21 tahun, dikenakan Pasal 506. Tapi sebenarnya IA adalah anak tantenya. Mereka datang untuk open BO secara pribadi,” jelasnya.

    Kendati demikian, nama Putri kini kembali disorot publik bukan karena kasus prostitusi yang pernah ia lakukan.

    Melainkan, tahanan wanita itu kembali jadi perbincangan usai diduga jadi korban rudapaksa oknum polisi Polres Pacitan. ***

  • AS Kritik Bea Cukai RI, Sistem Dinilai Tidak Transparan dan Rawan Korupsi

    AS Kritik Bea Cukai RI, Sistem Dinilai Tidak Transparan dan Rawan Korupsi

    GELORA.CO – Amerika Serikat (AS) kembali mengkritik kebijakan pemerintah Indonesia, kali ini berkaitan dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Dalam laporan National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers yang dirilis Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), AS menilai kebijakan dan praktik kepabeanan Indonesia menyulitkan pelaku usaha asing, serta tidak sejalan dengan komitmen dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

    Salah satu yang disorot adalah metode penilaian bea masuk oleh petugas Bea Cukai Indonesia yang dinilai tidak sesuai dengan Perjanjian Penilaian Kepabeanan (Customs Valuation Agreement/CVA) WTO. Eksportir AS juga melaporkan adanya perbedaan penilaian atas produk yang sama di berbagai wilayah di Indonesia.

    Kebijakan verifikasi pra-pengapalan juga masuk dalam daftar keberatan. Melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 16/2021, Indonesia mewajibkan verifikasi sebelum pengiriman untuk berbagai jenis produk oleh perusahaan surveyor, termasuk untuk elektronik, tekstil, makanan-minuman, hingga kosmetik.

    “Hingga 31 Desember 2024, Indonesia belum menyampaikan pemberitahuan atas ketentuan ini kepada WTO sebagaimana diatur dalam Perjanjian Pemeriksaan Pra-pengapalan WTO,” tulis USTR, Minggu (20/4).

    Kemudian, AS juga menyoroti aturan yang mengatur operasional kepabeanan atas barang tidak berwujud, seperti transmisi atau unduhan elektronik, dengan penetapan prosedur serta klasifikasi dalam Bab 99 pada buku tarif Indonesia. Para pemangku kepentingan AS menyatakan bahwa regulasi ini menimbulkan beban administratif signifikan bagi industri AS, terutama karena adanya kewajiban penyimpanan dokumen yang belum terdefinisi secara jelas.

    Selain itu, skema pemberian insentif kepada petugas bea cukai Indonesia juga menjadi sorotan. Berdasarkan sistem yang berlaku, petugas dapat memperoleh imbalan hingga 50 persen dari nilai barang sitaan atau bea terutang dalam kasus pelanggaran kepabeanan.

    Padahal, menurut Perjanjian Fasilitasi Perdagangan WTO, negara anggota diwajibkan menghindari sistem yang memberikan insentif tidak proporsional, agar tidak mendorong praktik penegakan hukum yang berlebihan. Dalam laporannya, AS menyebut Indonesia sebagai salah satu dari sedikit mitra dagang utama yang masih menerapkan sistem semacam ini.

    Sistem tersebut dinilai berisiko menimbulkan praktik korupsi dan menciptakan ketidakpastian hukum serta minimnya transparansi dalam proses penetapan sanksi.

    “Indonesia telah menyampaikan pemberitahuan mengenai peraturan penilaian kepabeanannya kepada WTO sejak September 2001, namun hingga kini belum memberikan jawaban atas Daftar Pertanyaan WTO yang menggambarkan implementasi Perjanjian Penilaian Kepabeanan tersebut,” tulis USTR. (*)

  • Jokowi Beri Arahan ke Peserta Sespimmen Polri Dinilai Berisiko Konflik Kekuasaan

    Jokowi Beri Arahan ke Peserta Sespimmen Polri Dinilai Berisiko Konflik Kekuasaan

    GELORA.CO – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyatakan kunjungan Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-65 ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bisa memperkuat dugaan publik, terkait andil Jokowi dalam partai coklat atau ‘parcok’ yang diidentikan dengan polisi yang berseragam cokelat.

    “Dengan kunjungan kepolisian ini, juga bisa menguatkan dugaan jika Jokowi memang mengendalikan polisi untuk kepentingan politiknya, termasuk dugaan penyalahgunaan wewenang di Pilpres atau Pemilu lalu,” ucap Dedi kepada Inilah.com, Minggu (20/4/2025).

    “Jokowi sendiri perlu mendapat teguran publik, ia seharusnya menjaga kehormatan Presiden saat ini, dengan tidak memfestivalkan pengaruhnya di kalangan elit,” tegasnya.

    Tak hanya itu, ia mengaku sedikit mengkhawatirkan drama kekuasaan Jokowi saat ini, terlebih intensitas pejabat negara dan penegak hukum yang mengunjungi kediaman ayahanda Kaesang Pangarep tersebut kian bertambah.

    “Jokowi sebagai tokoh bangsa lazim saja dikunjungi, tetapi jika ada ‘pengkultusan’ dan rutin, itu berisiko terjadi konflik kekuasaan, Presiden Prabowo perlu memberikan teguran terhadap siapapun yang mewakili negara, tetapi berhubungan dengan Jokowi secara berlebih. Wibawa kuasa Presiden Prabowo bisa runtuh,” ujarnya.

    Jokowi, lanjut Dedi, seharusnya menjaga martabat Presiden Prabowo dengan sikapnya saat ini. “Jokowi bisa dianggap post power syndrom, menyaingi Prabowo dan jelas itu tidak baik,” tandasnya.

    Diketahui, Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-65 menemui Presiden ke-7 Jokowi di kediamannya, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah pada Kamis (17/4/2025).

    Patun Pokjar II Serdik Sespimmen Dikreg ke-65, Kombes Denny membenarkan kunjungan ini. Di dalam rombongan peserta terdapat pula Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah bersama peserta lain yang menempuh pendidikan Serdik Sespimmen Dikreg ke-65.

    Denny mengatakan, pertemuan merupakan bentuk silaturahmi peserta didik dengan Jokowi. “Bersilaturahmi dengan bapak Jokowi sekalian meminta masukan untuk perkembangan ke depannya,” katanya, dikutip Minggu (20/4/2025).

    Dia menyebut pertemuan tersebut membahas perkembangan ke depan, berkaitan kepemimpinan agar bisa menghadapi tantangan global pada era digital, kecerdasan buatan atau kecerdasan artifisial (AI) serta robotic.

    Denny menambahkan arahan Jokowi seputar harapannya dalam sinergitas antara Polri dan TNI ditingkatkan. “Intinya beliau (berpesan) untuk menjadi anggota pori dan TNI yang lebih baik ke depan. Dan bisa dicintai oleh masyarakat dan menjadi panutan untuk masyarakat,” ujarnya.

    Sebelumnya pertemuan antara peserta Sespimmen Polri dengan Jokowi di Solo, Jawa tengah sempat muncul di media sosial Instagram @Sespimmen65, namun, pada Sabtu (19/4/2025) pukul 16.00 WIB, unggahan tersebut sudah tidak terlihat.

    Wartawan Inilah.com telah berupaya menghubungi pihak Mabes Polri untuk mengkonfirmasi perihal hilangnya unggahan tersebut, namun hingga Minggu (20/4/2025) pukul 16.01 WIB tidak mendapatkan respons.

    Sebagai informasi, Sespimmen Polri merupakan sekolah staf dan pimpinan menengah Polri yang terdiri dari peserta didik perwira menengah Polri dengan pangkat AKBP dan Kompol. Tujuan sespimmen ini adalah untuk menghasilkan perwira dengan kemampuan manajerial tingkat menengah, moralitas, integritas, serta wawasan kebangsaan dan kepemimpinan strategis. (*)

  • Tentara Israel Serang Jemaat Kristen Palestina di Yerusalem Saat Sabtu Suci

    Tentara Israel Serang Jemaat Kristen Palestina di Yerusalem Saat Sabtu Suci

    GELORA.CO – Pasukan Israel menyerang dan menghalangi jemaat Kristen Palestina yang hendak beribadah di Gereja Makam Suci, Yerusalem, pada Sabtu malam (19/4).

    Insiden itu terjadi di tengah perayaan Sabtu Suci, salah satu momen penting menjelang Paskah bagi umat Kristen.

    Mengutip WAFA News Agency, keterangan dari saksi mata dan jurnalis di Yerusalem menunjukkan bagaimana pasukan Israel memblokir akses ke Kota Tua, mendirikan pos pemeriksaan di setiap gang menuju gereja, dan menahan sejumlah tokoh gereja di perbatasan militer yang dibentuk sementara.

    Delegasi Apostolik untuk Yerusalem dan perwakilan Vatikan untuk Negara Palestina, Uskup Agung Adolfo Tito Yllana, termasuk di antara yang ditahan dan tidak diizinkan masuk.

    Sebuah video yang dibagikan di media sosial menunjukkan aparat Israel mendorong dan memukul jemaat yang mencoba memasuki gereja.

    Teriakan dan doa terdengar bersahut dengan perintah aparat yang bersenjata lengkap.

    Seorang jurnalis yang merekam suasana di halaman Gereja Makam Suci, melaporkan bahwa jumlah aparat lebih banyak dari jemaat.

    “Gereja dan alun-alun sekitar nyaris kosong,” tulisnya.

    “Padahal biasanya tempat ini penuh oleh ribuan umat.”

    Tak hanya dari dalam Yerusalem, ribuan umat Kristen Palestina dari Tepi Barat juga dilarang masuk.

    Mereka gagal menghadiri kebaktian karena tidak mendapat izin dari otoritas Israel untuk melewati pos pemeriksaan militer.

    Warga Palestina, baik Kristen maupun Muslim, selama ini memang memerlukan izin khusus hanya untuk bisa beribadah di kota suci tersebut.

    Dalam dua tahun berturut-turut, perayaan Minggu Suci dan Paskah di Yerusalem berlangsung dalam pembatasan ketat. Gereja-gereja membatalkan parade dan prosesi tradisional, membatasi aktivitas pada doa dan liturgi.

    Di tengah tekanan dan pembatasan, Patriark Ortodoks Yunani Yerusalem, Theophilos III, tetap memimpin doa penerimaan “Api Suci” di Gereja Makam Suci.

    Api ini secara simbolik dibagikan ke gereja-gereja di Palestina dan wilayah lain, termasuk ke komunitas diaspora Kristen di berbagai negara. (*)

  • Arahan Jokowi ke Sespimmen Polri Merusak Tatanan Hukum

    Arahan Jokowi ke Sespimmen Polri Merusak Tatanan Hukum

    GELORA.CO – Sikap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan peserta didik Sespimmen Polri di rumah pribadinya menimbulkan perdebatan soal etika seorang mantan kepala negara.

    Langkah Jokowi yang masih memberi arahan kepada peserta didik Sespimmen bisa menjadi preseden buruk.

    Sespimmen Polri merupakan program pendidikan bagi perwira menengah dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

    Tujuannya adalah untuk mencetak calon pemimpin kepolisian dengan kemampuan manajerial tingkat menengah, integritas moral, wawasan kebangsaan, serta kepemimpinan strategis.

    “Belum apa-apa mereka sudah tidak bisa membedakan bagaimana bernegara yang betul,” tegas Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dikutip dari kanal YouTube-nya, Minggu, 20 April 2025.

    Menurutnya, para peserta Sespimmen adalah calon-calon jenderal yang berpotensi menjadi pemimpin bangsa. Oleh karena itu, pendidikan yang mereka terima harus mencerminkan nilai-nilai ketatanegaraan kuat dan etis.

    “Mereka enggak bisa datang ke rumah orang, apalagi orang tersebut sekarang sangat potensial bermasalah secara hukum, kan kacau jadinya,” tegasnya.

    Tak hanya itu, dia juga menyinggung bagaimana para menteri dan pejabat negara masih menunjukkan loyalitas kepada Jokowi meskipun masa jabatannya telah usai.

    “Dari sisi ketatanegaraan atau etika kenegaraan, kita bisa persoalkan itu. Menteri ke Jokowi itu tidak sopan karena mereka bukan pembantu Jokowi lagi, tetapi pembantu Prabowo. Ini menunjukkan tidak adanya mono loyalitas kepada Prabowo,” jelasnya.

    Berkaitan dengan lawatan menteri ke rumah Jokowi, Prabowo diminta tidak melakukan pembiaran. Fenomena ini menurut Refly bisa merusak sistem ketatanegaraan, termasuk soal lawatan para Sespimmen Polri baru-baru ini.

    “Kalau ini terus dibiarkan, maka tatanan etika dan hukum kita bisa hancur,” pungkasnya.

  • Aipda Hendra Gunawan, Polisi yang Viral Hina Seniman Langsung Diamankan dan Ditempatkan di Balik Jeruji Besi

    Aipda Hendra Gunawan, Polisi yang Viral Hina Seniman Langsung Diamankan dan Ditempatkan di Balik Jeruji Besi

    GELORA.CO –  Seorang anggota kepolisian dari Polsek Kalijati dinyatakan tidak layak menjabat setelah muncul video viral yang menampilkan ucapannya yang menghina seniman.

    “Orang seni itu murahan. Murahan. Bener, gak? Orang seni itu gak bakal ada yang kaya. Sengsara semua orang seni itu,” ucapnya dalam kanal YouTube Rusdy Oyag, dikutip dari akun Instagram @subang.info, Minggu 20 April 2025.

    Dalam insiden yang mengejutkan tersebut, Kapolsek Kalijati, AKP Teguh Sujito, langsung mengambil tindakan tegas.

    Petugas yang tidak disebut namanya dan disinyalir dikenal dengan inisial H segera dicopot dari jabatannya sebagai Babinkamtibmas Desa Jambelaer Dawuan.

    Meskipun H telah meminta maaf atas pernyataan tersebut, pihak Polsek Kalijati menindaklanjuti kasus ini dengan membawanya ke Provost dan Unit Intel guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Melansir unggahan @subang.info, tersangka telah diperiksa oleh Provost dan Unit Intel dari Polsek Kalijati dan saat video direkam, ia sudah ditempatkan di balik jeruji besi.

    Sejauh ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait motif atau langkah hukum yang akan diambil terhadap tersangka.

    Kasus ini menjadi viral di media sosial dan mendapatkan banyak kecaman dari warganet.

    Kronologi Kasus

    Melansir dari akun Instagram @jabodetabek 24info mengunggah video detik-detik seorang pria yang mengenakan kaos cokelat yang naik ke atas panggung dan merebut mic musisi tersebut.

    “Oknum polisi Polsek Kalijati Subang, diduga menyampaikan hinaan pada seniman, dengan menyebut seniman murahan, pada Sabtu 19 April 2025,” tulis keterangan unggahan yang dikutip Poskota pada Minggu, 20 April 2025.

    Ia dengan lantang menyebut bahwa seorang musisi murahan dan tidak ada yang sejahtera. Sehingga, hidupnya selalu sengsara.

    “Orang seni itu murahan, tidak ada yang kaya. Selalu sengsara, iya enggak?,” kata pria tersebut.