partai: Berkarya

  • Tecno Rilis Megabook K16S, Laptop 16 Inch Rp 6 Juta

    Tecno Rilis Megabook K16S, Laptop 16 Inch Rp 6 Juta

    Jakarta

    Tecno merilis laptop baru di Indonesia, yaitu laptop seri K pertama dari Megabook yang menurut mereka ditujukan untuk generasi muda yang menyukai hiburan.

    Dengan konsep “See Bigger, Sound Louder,” Megabook K16S hadir dengan layar lebar 16 inci rasio 16:10 dan speaker besar 2W 4013 dalam desain yang lebih tipis dan berbahan logam.

    “Tecno Megabook K16S hadir di Indonesia siap membantu para ‘Gen-Z’ atau generasi muda untuk mencapai lebih banyak hal, baik dalam berkarya, belajar, maupun menikmati hiburan, menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan laptop dengan performa maksimal, desain yang sleek, fitur lengkap dan mendukung gaya hidup modern,” kata Anthoni Roderick, PR Manager Tecno Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.

    Tecno Megabook K16S dilengkapi dengan prosesor hingga AMD Ryzen 5 7430U yang punya 6 core dan 12 thread, dengan frekuensi boost maksimal 4,3 GHz dan menggunakan chip grafis terintegrasi AMD Radeon.

    Kapasitas RAM-nya adalah 8GB dan bisa ditingkatkan hingga 32GB, serta kapasitas penyimpanan SSD 512GB. Baterainya berkapasitas 70Wh, dan diklaim bisa bertahan hingga 17,5 jam untuk penggunaan pekerjaan kantor dan hiburan harian.

    Tecno Megabook K16S Foto: Dok. Tecno

    Megabook K16S telah diperbarui dengan desain all-metal yang lebih ringan dan tipis, serta mendukung pembukaan dengan satu jari hingga 180 derajat, memungkinkan pengguna untuk mencapai sudut pandang yang berbeda berkat engsel dan struktur yang sangat baik.

    Layar 16 inchnya ini menggunakan rasio 16:10 dan rasio screen to body 91%. Untuk penggunaan sehari-hari, laptop ini juga mendukung konferensi AI dengan kamera 1MP yang telah didukung dengan Privacy Camera Shutter yang berfungsi untuk membuka dan menutup kamera.

    Megabook K16S dilengkapi dengan perangkat lunak yang dikembangkan sendiri, PC Manager, yang memastikan migrasi data yang aman dan cepat, serta memudahkan kolaborasi dengan smartphone Tecno tipe tertentu melalui operasi yang mudah.

    Pengguna dapat dengan cepat mengelola pengaturan, pemecahan masalah, optimisasi PC, dan menghubungkan OneLeap untuk koneksi seamless melalui PC Manager guna mencapai operasi kolaboratif lintas platform yang meningkatkan efisiensi kerja harian.

    Para pengguna sudah dapat melakukan pre-order Tecno Megabook K16S di seluruh e-commerce resmi Tecno Indonesia seperti TikTok Shop, Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli dan Akulaku mulai 11 November 2024 dengan harga Rp 5.999.000.

    (asj/asj)

  • WBI Jadi Ruang Kepedulian akan Kekayaan Budaya Nusantara

    WBI Jadi Ruang Kepedulian akan Kekayaan Budaya Nusantara

    Jakarta: Keragaman budaya Indonesia menjadi kekayaan yang sangat bermakna. Sebagai sebuah
    negara kepulauan dengan letak geografis yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, Indonesia memiliki lebih dari 400 suku bangsa.

    Masing-masing suku memiliki ciri khas budaya dan adat istiadatnya, yang menjadikan Indonesia
    negara dengan keberagaman yang memikat hati. Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation
    menjadi ruang bagi semua untuk memiliki kepedulian bersama, akan berharganya kekayaan
    budaya Indonesia.

    Didirikan pada 24 November 2021 oleh tokoh-tokoh yang peduli akan pentingnya menjaga
    budaya Indonesia, WBI ingin berkontribusi pada kemajuan budaya nasional memanfaatkan dan
    melestarikan budaya secara kreatif, membangun rasa cinta bangsa Indonesia, khususnya kaum
    muda terhadap budaya Indonesia.

    Serta terus mendukung keberadaan pelaku budaya di negeri ini serta memberi kesempatan bagi mereka untuk berkarya melalui berbagai kegiatannya. Berbagai kegiatan tersebut di antaranya adalah menyelenggarakan Jagantara (Jaga Warisan Nusantara) secara berkala, sebagai wadah apresiasi untuk pelaku budaya dan mereka yang berada di sektor UMKM Budaya, seperti aneka kerajinan, wastra dan kuliner nusantara.

    WBI Foundation juga memberikan atensi kepada pekerja seni, baik dalam bentuk penghargaan
    maupun bantuan sosial terutama bagi pelaku budaya yang membutuhkan. Bantuan ini tidak hanya dalam bentuk dana sosial, tetapi juga dalam bentuk dukungan bagi mereka untuk terus berkarya.

    Kegiatan lain yang juga mendapat perhatian khusus oleh WBI Foundation adalah mengajak
    sebanyak mungkin generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Di bidang
    wastra khususnya, WBI mendorong disainer-disainer muda Indonesia untuk mengangkat
    penggunaan wastra dalam busana rancangannya.

    Agar wastra bisa menjadi pilihan generasi muda dalam berkegiatan. Karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, tanpa disadari berbagai unsur budaya termasuk kesenian dan adat istiadat, perlahan terkikis dan tergantikan oleh unsur budaya luar.

    Warisan Budaya Indonesia menjalin silaturahmi kebudayaan dengan dunia internasional, serta
    membuka ruang kolaborasi, agar budaya Indonesia pun bisa mendunia. Pada HUT ASEAN 24 Agustus 2024 yang lalu, WBI bersama Kemenko Perekonomian menggagas terciptanya kain batik ASEAN.

    Kain batik ini mengambil motif klasik batik Indonesia yang dipadukan dengan kekayaan flora yang ada di setiap negara anggota ASEAN. Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh WBI untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia adalah menitipkan kain-kain wastra Indonesia di berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri.

    Dalam acara Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan ini WBI Foundation juga memberikan apresiasi untuk pekerja seni dan budaya, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk keberlangsungan seni dan budaya Indonesia. Di antaranya Guruh Soekarno Putra dan Titiek Puspa.

    Dengan penghargaan ini, WBI berharap seniman Indonesia memiliki kebanggaan akan profesi mereka dan dedikasi mereka untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Ini juga menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk menekuni dunia seni dan budaya. Mengingat di tangan generasi mudalah, warisan budaya Indonesia akan bisa bertahan.

    “Sebagai wujud komitmen kami, tahun depan pada bulan Februari, WBI Foundation akan menyelenggarakan Jagantara 3.0 di Jakarta Convention Center. Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara adalah acara tahunan yang menampilkan dan mempresentasikan budaya Indonesia dengan kemasan menarik, terutama untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih mencintai budaya Indonesia dan turut melestarikannya,” kata Widhiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu pengurus WBI Foundation.

    Ia berharap WBI Foundation dapat terus menjadi garda depan dalam melestarikan dan
    mempromosikan seni budaya Indonesia di tingkat global.  Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan Warisan Budaya Indonesia juga menampilkan peragaan busana karya disainer-disainer yang menggunakan wastra Indonesia, tarian daerah yang dikemas apik oleh GSP dan seniman-seniman muda Syandria, Adikara, Afgan, Rosa dan Kanda Brothers.

    WBI juga ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk menghargai dan
    melestarikan warisan budaya Indonesia. Demi menjaga keberagaman dan kekayaan budaya
    Indonesia untuk generasi masa depan dan menjadi devisa bagi negara yang membawa kemakmuran bagi para pelaku budaya.

    Agar budaya Indonesia bisa terus beradaptasi dengan selera dan tuntutan zamannya, dan bisa tetap diminati oleh generasi muda Indonesia yang akan menjadi pasar masa depan. WBI percaya, pendekatan yang kreatif memegang peran yang penting dalam upaya melestarikan budaya Indonesia, termasuk menghidupkan kembali budaya Indonesia.

    Pada akhirnya industri kebudayaan sebagai bagian dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif,
    diharapkan dapat terus menghidupkan keberagaman budaya yang pada gilirannya meningkatkan semangat inklusif dan saling jaga antar kelompok sosial, serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar.

    Dan dengan kekayaan budaya Indonesia yang ada, akan bisa menjadi penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui berbagai kegiatan ini Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation selaku berharap nilainilai budaya di Indonesia bisa terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang.

    Semua ini merupakan bagian dari cita-cita WBI agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya
    dikagumi sebagai maha karya semata, tetapi bisa menjadi devisa negara dan membawa
    kesejahteraan bagi para pelaku budaya.

    Jakarta: Keragaman budaya Indonesia menjadi kekayaan yang sangat bermakna. Sebagai sebuah
    negara kepulauan dengan letak geografis yang diapit oleh dua benua Asia dan Australia dan berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, Indonesia memiliki lebih dari 400 suku bangsa.
     
    Masing-masing suku memiliki ciri khas budaya dan adat istiadatnya, yang menjadikan Indonesia
    negara dengan keberagaman yang memikat hati. Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation
    menjadi ruang bagi semua untuk memiliki kepedulian bersama, akan berharganya kekayaan
    budaya Indonesia.
     
    Didirikan pada 24 November 2021 oleh tokoh-tokoh yang peduli akan pentingnya menjaga
    budaya Indonesia, WBI ingin berkontribusi pada kemajuan budaya nasional memanfaatkan dan
    melestarikan budaya secara kreatif, membangun rasa cinta bangsa Indonesia, khususnya kaum
    muda terhadap budaya Indonesia.
    Serta terus mendukung keberadaan pelaku budaya di negeri ini serta memberi kesempatan bagi mereka untuk berkarya melalui berbagai kegiatannya. Berbagai kegiatan tersebut di antaranya adalah menyelenggarakan Jagantara (Jaga Warisan Nusantara) secara berkala, sebagai wadah apresiasi untuk pelaku budaya dan mereka yang berada di sektor UMKM Budaya, seperti aneka kerajinan, wastra dan kuliner nusantara.
     
    WBI Foundation juga memberikan atensi kepada pekerja seni, baik dalam bentuk penghargaan
    maupun bantuan sosial terutama bagi pelaku budaya yang membutuhkan. Bantuan ini tidak hanya dalam bentuk dana sosial, tetapi juga dalam bentuk dukungan bagi mereka untuk terus berkarya.
     
    Kegiatan lain yang juga mendapat perhatian khusus oleh WBI Foundation adalah mengajak
    sebanyak mungkin generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia. Di bidang
    wastra khususnya, WBI mendorong disainer-disainer muda Indonesia untuk mengangkat
    penggunaan wastra dalam busana rancangannya.
     
    Agar wastra bisa menjadi pilihan generasi muda dalam berkegiatan. Karena seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, tanpa disadari berbagai unsur budaya termasuk kesenian dan adat istiadat, perlahan terkikis dan tergantikan oleh unsur budaya luar.
     
    Warisan Budaya Indonesia menjalin silaturahmi kebudayaan dengan dunia internasional, serta
    membuka ruang kolaborasi, agar budaya Indonesia pun bisa mendunia. Pada HUT ASEAN 24 Agustus 2024 yang lalu, WBI bersama Kemenko Perekonomian menggagas terciptanya kain batik ASEAN.
     
    Kain batik ini mengambil motif klasik batik Indonesia yang dipadukan dengan kekayaan flora yang ada di setiap negara anggota ASEAN. Kegiatan lain yang juga dilakukan oleh WBI untuk mengangkat kekayaan budaya Indonesia adalah menitipkan kain-kain wastra Indonesia di berbagai perwakilan Indonesia di luar negeri.
     
    Dalam acara Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan ini WBI Foundation juga memberikan apresiasi untuk pekerja seni dan budaya, yang telah mendedikasikan hidupnya untuk keberlangsungan seni dan budaya Indonesia. Di antaranya Guruh Soekarno Putra dan Titiek Puspa.
     
    Dengan penghargaan ini, WBI berharap seniman Indonesia memiliki kebanggaan akan profesi mereka dan dedikasi mereka untuk melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia. Ini juga menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk menekuni dunia seni dan budaya. Mengingat di tangan generasi mudalah, warisan budaya Indonesia akan bisa bertahan.
     
    “Sebagai wujud komitmen kami, tahun depan pada bulan Februari, WBI Foundation akan menyelenggarakan Jagantara 3.0 di Jakarta Convention Center. Jagantara atau Jaga Warisan Nusantara adalah acara tahunan yang menampilkan dan mempresentasikan budaya Indonesia dengan kemasan menarik, terutama untuk menarik perhatian generasi muda agar lebih mencintai budaya Indonesia dan turut melestarikannya,” kata Widhiyanti Putri Wardhana sebagai salah satu pengurus WBI Foundation.
     
    Ia berharap WBI Foundation dapat terus menjadi garda depan dalam melestarikan dan
    mempromosikan seni budaya Indonesia di tingkat global.  Pesta Budaya 3 Tahun Perjalanan Warisan Budaya Indonesia juga menampilkan peragaan busana karya disainer-disainer yang menggunakan wastra Indonesia, tarian daerah yang dikemas apik oleh GSP dan seniman-seniman muda Syandria, Adikara, Afgan, Rosa dan Kanda Brothers.
     
    WBI juga ingin mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk menghargai dan
    melestarikan warisan budaya Indonesia. Demi menjaga keberagaman dan kekayaan budaya
    Indonesia untuk generasi masa depan dan menjadi devisa bagi negara yang membawa kemakmuran bagi para pelaku budaya.
     
    Agar budaya Indonesia bisa terus beradaptasi dengan selera dan tuntutan zamannya, dan bisa tetap diminati oleh generasi muda Indonesia yang akan menjadi pasar masa depan. WBI percaya, pendekatan yang kreatif memegang peran yang penting dalam upaya melestarikan budaya Indonesia, termasuk menghidupkan kembali budaya Indonesia.
     
    Pada akhirnya industri kebudayaan sebagai bagian dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif,
    diharapkan dapat terus menghidupkan keberagaman budaya yang pada gilirannya meningkatkan semangat inklusif dan saling jaga antar kelompok sosial, serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang besar.
     
    Dan dengan kekayaan budaya Indonesia yang ada, akan bisa menjadi penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Melalui berbagai kegiatan ini Warisan Budaya Indonesia (WBI) Foundation selaku berharap nilainilai budaya di Indonesia bisa terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi yang akan datang.
     
    Semua ini merupakan bagian dari cita-cita WBI agar kekayaan budaya Indonesia tidak hanya
    dikagumi sebagai maha karya semata, tetapi bisa menjadi devisa negara dan membawa
    kesejahteraan bagi para pelaku budaya.

     
    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    dan follow Channel WhatsApp Medcom.id

    (WHS)

  • Gandeng McKinsey, Sri Mulyani Mau Rombak LPDP

    Gandeng McKinsey, Sri Mulyani Mau Rombak LPDP

    Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah polemik isu harus pulang atau tidaknya alumni penerima beasiswa pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memanggil tim McKinsey Indonesia ke kantornya.

    Sri Mulyani mengatakan, pemanggilan tim McKinsey itu untuk mendiskusikan reformasi tata kelola LPDP. Menurutnya, LPDP semakin strategis dalam menciptakan kualitas SDM Indonesia yang lebih baik sebagai modal wajib agar Indonesia bisa keluar dari Middle Income Trap.

    “Kami berdiskusi mengenai reformasi tata kelola dari @lpdp.ri yang merupakan salah satu institusi penting penggerak pendidikan dan penelitian Indonesia,” tulis Sri Mulyani dalam akun instagramnya, dikutip Selasa (12/10/2024).

    Dia menganggap LPDP sebagai institusi pengelola dana abadi pendidikan menjadi tumpuan dari berbagai aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, tata kelolanya harus terus diperbaiki

    “Dan saya berharap dari diskusi bersama tim McKinsey hari ini, kita bisa mendapatkan insight tentang bagaimana mengembangkan institusi LPDP agar dapat terus diandalkan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin berkualitas Indonesia di masa depan,” ungkapnya.

    Dia berharap dengan upaya ini, bangsa ini bisa mencapai visi Indonesia Emas 2045, dan cita-cita Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.

    Sebagaimana diketahui, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan alasan pemerintah ingin membolehkan penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Indonesia, sebab negara ini belum dapat menjamin pekerjaan bagi para alumni tersebut.

    Sebagai gantinya, para penerima beasiswa LPDP ke depannya tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia dengan berkarya di luar negeri.

    “Sekarang kan dilihat aja. Kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik, kan juga baik. Iya kan? Nggak ada masalah. Pasti pulang suatu hari,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024), seperti dilansir detikcom.

    Sementara itu, para anggota dewan di DPR menganggap seharusnya penerima beasiswa pulang ke Indonesia. Di samping harus bisa berkarya bagi tanah air dengan menciptakan lapangan kerja sendiri, mereka juga telah menikmati uang negara untuk sekolah.

    Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai alumni LPDP ogah balik ke Tanah Air akan dapat sentimen negatif dari masyarakat.

    “Dari sisi rights dan mendorong potensi maksimal, sebenarnya bagus. Tapi sentimen masyarakat pada mereka yang sekolah dengan biaya negara tapi tidak kembali akan negatif karena ada opportunity cost besar yang bisa digunakan untuk membiayai kuliah di dalam negeri atau untuk membiayai kepentingan pendidikan lainnya,” kata Hetifah kepada wartawan, Jumat (8/11/2024).

    Hetifah meminta anggaran untuk beasiswa LPDP diprioritaskan bagi mereka yang pasti akan kembali ke Indonesia usai menempuh pendidikan di luar negeri. Jika memilih tinggal di luar negeri, maka pelajar itu harus menjadi diaspora yang tetap membawa nama baik Indonesia.

    “Namun kalau lihat contoh negara China dan India, mereka menjadi diaspora tidak dengan menggunakan government scholarship. Tokoh-tokoh yang dianggap diaspora sukses (Habibie, Stella Christie, Carina Joe) tidak pakai government scholarship kan,” tegasnya.

    (haa/haa)

  • Wamentan Bakal Cetak Banyak Orang Kaya Baru dari Sektor Pertanian

    Wamentan Bakal Cetak Banyak Orang Kaya Baru dari Sektor Pertanian

    Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan salah satu program prioritas Kementerian Pertanian (Kementan). Program itu adalah mencetak banyak orang kaya baru dari sektor pertanian. Pertambahan jumlah orang kaya dari sektor pertanian ini dinilai dapat menumbuhkan perekonomian Indonesia.

    “Jadi bagaimana menjadikan orang sebanyak mungkin tambah sejahtera. Intinya, tambah sejahtera itu ya tambah kaya. Nah, yang sudah kaya itu tetap kita bina supaya tambah besar,” ungkap Sudaryono, dalam wawancara khusus “Beritasatu Special” BTV di kantor Kementan, Senin (11/11/2024).

    Menurut Sudaryono, semakin banyak orang kaya dari sektor pertanian ini akan menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    “Karena dengan dia besar, dia menciptakan lapangan pekerjaan, dia mendatangkan aset bagi negara, dan lain-lain. Mereka menjadi engine pertumbuhan bangsa kita,” katanya.

    Adapun sejumlah langkah yang akan dilakukan Kementan, yakni melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku sektor pertanian, baik yang sudah besar, sedang merintis, hingga yang baru memulai usaha.

    “Bagaimana cara membinanya? Membinanya bisa dalam bentuk kemudahan modal. Saya kira pemerintah juga sudah memberikan modal dan lain-lain dalam bentuk pelatihan yang sedang kita laksanakan,” jelasnya.

    Dikatakan Sudaryono, Kementan juga sedang menggencarkan program-program yang melibatkan anak muda untuk berkesempatan berkarya dan berkiprah di sektor pertanian.

    “Kita sudah berikan di Kementerian Pertanian, dengan kita undang banyak anak muda untuk hadir di proyek cetak sawah kita, yaitu dengan brigade pangan sekitra 200 hektare,” terangnya.

    Selain itu, Kementan juga memberikan pelatihan-pelatihan dan memperluas akses pasar ekspor kepada pelaku usaha sektor pertanian.

    “Salah satu yang mungkin menjadi tugas diplomasi, dalam hal ini diplomasi perdagangan adalah bagaimana kita membuka seluas-luas pasar ekspor kita,” ujar Sudaryono.

    Dia menilai, meski cakupan pasar domestik dalam negeri sudah besar, Kementan akan terus berupaya mendorong pengurangan impor dan peningkatan ekspor.

    “Kita kurang-kurangi impor pertanian dan kita naik-naikin ekspor pertanian kita. Karena itu akan lebih menguntungkan bagi negara kita dan akan mem-boost pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

    Langkah untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor pertanian bisa mencetak orang kaya baru pada bidang tersebut.

  • Banyak Fresh Graduate Ingin Kerja di Bank Muamalat, Ini Buktinya – Page 3

    Banyak Fresh Graduate Ingin Kerja di Bank Muamalat, Ini Buktinya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menerima penghargaan dari Prosple. Penghargaan yang diraih oleh bank syariah pertama di Indonesia ini adalah TOP 100 perusahaan di Indonesia yang paling diminati oleh fresh graduate.

    Bank Muamalat berhasil menempati urutan teratas untuk kategori bank syariah dan peringkat kelima untuk sektor perbankan di Indonesia.

    Direktur Bank Muamalat Riksa Prakoso mengatakan, prestasi ini menunjukkan bahwa pionir bank syariah di Indonesia ini sangat fokus untuk mengembangkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan khususnya dalam industri keuangan syariah dan halal di Tanah Air.

    “Keberhasilan Bank Muamalat mempertahankan prestasi ini merupakan suatu kebanggaan. Kami akan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas program dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk kampus atau universitas,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (11/11/2024).

    “Kami bersyukur bahwa atensi fresh graduate untuk memperoleh pengalaman kerja di Bank Muamalat sangat tinggi,” tambah Riksa.

    Pencapaian Bank Muamalat ini merupakan hasil dari komitmen dan aksi nyata yang memfasilitasi generasi muda untuk berkarya, seperti melalui program Muamalat Officer Development Program (MODP) dan Muamalat Apprentice Program (MAP).

    Selain itu, bank pertama murni syariah di Indonesia ini juga mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kemendiktisaintek melalui program pemagangan bersertifikat seperti Muamalat Internship Program (MIP) atau Muamalat Indonesia Kompeten (MIKO).

  • Melihat Karya-Karya Konvergensi Seni dan Teknologi di UNU Yogyakarta

    Melihat Karya-Karya Konvergensi Seni dan Teknologi di UNU Yogyakarta

    Liputan6.com, Yogyakarta – Dari suksesnya pameran ‘Indonesia 100%’ yang dihadiri sebelas ribu pengunjung, Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Yogyakarta kembali menggelar pameran seni rupa. Sebanyak 23 karya hasil konvergensi seni dan teknologi dipamerkan di sudut ‘Galeri Nusantara’.

    Bertajuk ‘Under The Same Sun’, karya-karya dari 14 seniman maupun kolektif seni berbasis kolaborasi lintas-disiplin bidang seni dan teknologi dipamerkan mulai 9 November sampai 15 Desember 2024. Ajang ini mengeksplorasi hubungan antara manusia, seni, dan sains-teknologi.

    “Karya yang dipamerkan adalah perpaduan antara karya seni dan karya ilmiah yang dikemas inovatif dan kreatif. Pameran ini menjadi ruang refleksi memandang hubungan manusia, alam, dan teknologi hari ini,” kata Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita, Sabtu (9/11/2024).

    Kehadiran karya inovasi teknologi dalam balutan seni, selaras dengan komitmen UNU Yogyakarta dalam pengembangan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

    Sebagai kampus baru, Widya menyatakan akan terus fokus pada isu-isu STEM dan masa depan. Seperti melalui transformasi digital di lingkup internal hingga persiapan program strategis seperti ICT – Blockchain Academy.

    “Terutama di program Mohammed Bin Zayed (MBZ) College for Studies yang mempelajari bidang-bidang masa depan. Pameran ini sesuai dengan visi UNU Yogyakarta. Kami ingin menjadi anomali di lingkungan NU dan mengajak santri-santri NU untuk menggeluti STEM dan menghasilkan inovasi,” kata dia.

    Widya juga melihat pameran ini menjadi momen peneguhan bagi NU dan UNU Yogyakarta yang memberi perhatian besar pada STEM dan perkembangannya seperti IoT hingga AI atau kecerdasan buatan.

    Diharapkan keberlangsungan ‘Under The Same Sun’ menjadi ruang temu pihak yang menaruh perhatian pertemuan antara teknologi dan seni. Berbagai seminar, workshop, dan pameran inovasi dari mahasiswa dan mitra kolaborasi turut berlangsung selama pameran.

    Kurator ‘Under the Same Sun’, Ignatia Nilu, menjelaskan, sejak hadirnya teknologi Internet of Things (IoT), kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi semakin terbuka. Bidang Galleries, Libraries, Archives, Museums (GLAM) dan STEM yang sebelumnya bekerja dengan pendekatan yang berbeda, kini mulai saling berinteraksi dan bertukar ide.

    “Kedua bidang itu menciptakan sinergi baru yang menggabungkan kreativitas imajinatif dengan metodologi ilmiah yang ketat. Penggunaan teknologi seperti mesin dan komputasi kini menjadi elemen sentral dalam berbagai kegiatan manusia sehari-hari,” paparnya.

    Pameran art and science menciptakan ruang di mana ide-ide dapat dieksplorasi lebih jauh. Sehingga menjadi platform kolaborasi antara sektor-sektor berbeda, mulai dari pemangku kepentingan hingga para inovator muda.

    “Pameran ini mendukung pengembangan gagasan dan karya yang berdampak tidak hanya pada dunia akademik, tetapi juga industri dan masyarakat luas,” kata Nilu.

    Sebagai refleksi dari dunia yang semakin terotomatisasi dan terkoneksi, menurut dia, pameran ini juga berfungsi sebagai wadah untuk melihat kembali hubungan manusia dengan teknologi dan alam.

    “Dalam konteks pasca-antropose, pameran ini mengajak kita merenungkan masa depan di mana manusia, alam, dan teknologi hidup dalam keseimbangan,” imbuhnya.

    Terlepas dari kekhawatiran akan distopia teknologi, Nilu menambahkan, pameran ini menawarkan pandangan optimis tentang bagaimana manusia dapat hidup harmonis dengan alam, di bawah langit dan matahari yang sama, bahkan di era pasca-internet dan revolusi automasi.

    Melalui kaya berjudul ‘Reconnected Access Memory (RAM): Deactiviating Activism Edition’, MIVUBI yang digawangi Riyan Kresnandi, menggunakan ikon game Minecraft sebagai medium berkarya dan beragam mode permainan virtual.

    “Namun permainan ini merangkum potret ketidakadilan atas orang-orang yang meminta keadilan,” tutupnya.

     

    Cuma Segini Harga Rempah Mengandung Curcumin Penangkal Corona di Cilacap

  • Panggilan Ayu Fauzziyah Angkat Status Gizi Indonesia Lewat Gizipedia

    Panggilan Ayu Fauzziyah Angkat Status Gizi Indonesia Lewat Gizipedia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sederet tantangan di depan mata tak menghalangi semangat Ayu Fauziyyah Adhimah dalam memberikan konten-konten seputar ilmu gizi. Sebagai salah satu kreator platform edukasi gizi, ia terus menebar harapan bagi masyarakat khususnya dalam aspek kesehatan.

    Melalui Gizipedia Indonesia, Ayu berharap status gizi masyarakat Indonesia mengalami peningkatan.

    Gizipedia Indonesia merupakan platform yang berfokus pada gizi dan kesehatan. Platform ini diisi oleh para ahli gizi yang terdiri dari dietisien dan nutrisionis yang telah memiliki surat tanda registrasi dan tercatat sebagai anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).

    Gizipedia didirikan pada September 2019 oleh Ayu Fauziyyah dan Yusrina Husnul, serta Salsabila Fasya yang turut bergabung pada 2023. Mereka bekerja secara daring dari kota yang terpisah, di mana Ayu tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur, Salsa di Blitar, Jawa Timur, dan Yusrina bekerja di Yogyakarta.

    Pengembangan Gizipedia didasari oleh pemikiran para pendiri yang resah dengan minimnya wadah bagi ahli gizi, mahasiswa gizi, dan masyarakat untuk berdiskusi dan mendapatkan pengetahuan yang valid mengenai gizi.

    Menurut Ayu, banyak masyarakat yang cenderung lebih mempercayai informasi gizi dari para influencer yang tidak memiliki latar belakang gizi dan kesehatan daripada informasi dari ahli gizi yang kompeten di bidangnya.

    Berkaca dari fenomena tersebut, Ayu berharap kehadiran Gizipedia mampu memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat. Gizipedia juga menjalin kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus membantu ahli gizi dalam bekerja dengan membuat aplikasi rumus perhitungan gizi.

    Awalnya, Ayu dan Yusrina saling berbagi konten melalui Twitter dan mengunggahnya ke Instagram sehingga mendapatkan banyak respons positif. Pengikut mereka di di Instagram tumbuh dari 5.000 pengikut hingga saat ini mencapai 105 ribu pengikut.

    “Jadi kami membantu untuk meningkatkan status gizi masyarakat dengan membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk lansia dan balita di Posyandu. Sebab, di sekitar kami banyak sekali lansia yang kekurangan gizi karena anak-anaknya merantau. Jadi kami membantu untuk meningkatkan status gizi Lansia seperti itu,” ungkap dia beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (10/11/2024).

    Asal tahu saja, Gizipedia memiliki produk papan Gpad yang berisi kumpulan rumus dan diagnosa gizi pasien serta ratusan referensi modul dan e-book. Dana yang mereka dapatkan dari penjualan Gpad digunakan untuk mendukung program makanan tambahan bagi lansia dan balita di posyandu.

    Terdapat sejumlah program yang telah dijalankan oleh Gizipedia. Pertama, edukasi online melalui media sosial. Dalam hal ini, Gizipedia aktif memproduksi konten visual yang menarik terkait informasi seputar gizi dan kesehatan.

    Kedua, Gizipedia menyediakan bimbingan belajar uji kompetensi gizi. Program ini bertujuan membantu mahasiswa untuk belajar dan lulus dalam uji kompetensi gizi agar bisa mendapatkan surat tanda registrasi (STR) untuk bekerja di fasilitas kesehatan.

    Ketiga, Gizipedia memiliki program webinar dan sesi berbagi. Program ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan gambaran kepada calon ahli gizi agar mereka siap bekerja di masyarakat setelah lulus sekaligus meningkatkan kompetensi serta kualitasnya agar dapat bekerja secara profesional.

    Keempat, Gizipedia memberi makanan tambahan kepada lansia yang dilakukan setiap hari Jumat. Makanan tambahan yang diberikan antara lain telur, tahu, tempe, dan sayuran untuk mencegah malnutrisi yang banyak terjadi pada kelompok usia lanjut. Sejauh ini, kegiatan tersebut baru ada di wilayah Yogyakarta beberapa bulan terakhir.

    Kelima, Gizipedia turut melaksanakan program pemberian makanan tambahan bagi balita di Posyandu. Dalam hal ini, Gizipedia membagikan lauk hewani seperti tempe dan telur. Program ini baru ada di wilayah Yogyakarta dan berjalan beberapa bulan terakhir.

    Keenam, Gizipedia memiliki program konsultasi gizi dan cek kesehatan. Gizipedia turut berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta pada event #inijakarta tahun 2021 melalui booth konsultasi gizi dan cek kesehatan.

    Lebih lanjut, untuk mempertahankan keberlanjutan seluruh program, Gizipedia menyusun jadwal kegiatan mingguan dan bulanan yang berisi konten edukasi di media sosial minimal tiga kali dalam seminggu, webinar dan sesi berbagi setiap bulan, bimbingan belajar (bimbel) dan Try out UKOM 6 bulan sekali, pemberian makanan tambahan bagi lansia setiap hari jumat, serta pemberian makanan bagi balita setiap bulan saat Posyandu.

    Atas kegigihan dalam meningkatkan status gizi masyarakat luas, Ayu mendapatkan apresiasi Satu Indonesia Awards 2024 dari PT Astra International Tbk.

    Sebagai catatan, Satu Indonesia Awards merupakan ajang untuk mengapresiasi anak-anak muda yang berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bagi Astra, peran anak muda sangat krusial dalam kemajuan bangsa Indonesia.

    Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, ada banyak hal yang telah diberikan oleh anak-anak muda Indonesia yang didasari oleh satu kesadaran, satu empati, dan satu keinginan untuk berbuat lebih baik bagi masyarakat sekitar.

    Dia pun menitipkan pesan kepada para pemenang Satu Indonesia Awards agar terus berkarya, berinovasi, dan berdedikasi kepada masyarakat sekitar dalam kapasitasnya masing-masing.

    “Sebarkan terus inspirasi dan terus semangat menciptakan solusi berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” kata Djony.

    Perlu diketahui, peserta Satu Indonesia Awards terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ketika pertama kali diadakan pada 2010 silam, Satu Indonesia Awards hanya diikuti oleh 120 peserta. Pada 2024 ini, terdapat 16.775 peserta yang ikut serta dalam Satu Indonesia Awards. Adapun secara agregat, sejak 2010 sudah ada 657 pemuda terbaik yang mendapatkan Satu Indonesia Awards. 

    #BersamaBerkaryaBerkelanjutan #KitaSATUIndonesia

    (bul/bul)

  • DPR: Penerima Beasiswa LPDP Wajib Berkontribusi ke Negara – Espos.id

    DPR: Penerima Beasiswa LPDP Wajib Berkontribusi ke Negara – Espos.id

    Perbesar

    ESPOS.ID – Ilustrasi beasiswa. (freepik.com)

    Esposin, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan Saan Mustopa mengatakan warga yang mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk sekolah di luar negeri harus memberikan kontribusi kepada negara.

    “Tentu hasil dari LPDP ini kan juga harus berkontribusi kepada bangsa dan negara karena dia dibebani oleh biaya negara dan itu uang dari pajak semua,” kata Saan saat ditemui di Gedung Akademi Bela Negara, Jakarta Selatan, Sabtu (9/11/2024). 

    Promosi
    BRI Peduli Salurkan Beasiswa dan Sarana Prasarana kepada YPAC Jakarta

    Menurut Saan, beasiswa LPDP merupakan investasi besar yang dikeluarkan negara dalam bidang pendidikan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Investasi itu berupa mengirimkan putra-putri terbaik bangsa untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas di luar negeri.

    Tentu saja, lanjut Saan, ilmu yang didapatkan di luar negeri itu harus dimanfaatkan para pelajar Indonesia untuk memajukan bangsa.

    “Lebih bagus (mengabdi) di dalam negerilah. Menurut saya balik ke sini kan mereka banyak dibutuhkan, walaupun ya tidak dilarang juga kalau memang mereka mau tetap di sana,” kata Saan sebagaimana dilansir Antara. 

    Dengan mengabdinya seluruh peserta LPDP kepada bangsa, Saan yakin langkah Indonesia menuju bonus demografi yang berkualitas pada tahun 2045 akan berjalan dengan mulus.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan alumni penerima beasiswa LPDP dari universitas luar negeri dapat berkarya di mana saja sehingga tidak harus kembali ke tanah air untuk mengabdi.

    “Kami memang memberi kesempatan mereka untuk berkarya di mana saja. Meskipun tidak pulang, tetapi dia punya prestasi yang bagus, bekerja di perusahaan yang juga baik di luar negeri atau menemukan inovasi. Kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Jadi, meskipun di luar negeri, kan masih Merah Putih,” ujar Satryo seusai Rapat Tingkat Menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2024). 

    Ia menambahkan ketidakharusan penerima beasiswa LPDP untuk kembali mengabdi di tanah air karena kondisi dalam negeri yang menurutnya belum optimal dalam menyediakan wadah sekaligus peluang untuk berkarya dan mengabdi sesuai keahlian masing-masing.

    Meski begitu, ia mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen untuk bersinergi membangun industri dalam negeri yang nantinya mampu menampung keahlian serta gelar pendidikan para alumni LPDP dari universitas luar negeri.

    Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak menganggap pemberian beasiswa pendidikan tinggi hingga ke luar negeri, seperti Program LPDP sebagai sesuatu yang merugikan, sebab investasi dalam bidang pendidikan tidak pernah memberikan kerugian.

    “Memang menghabiskan duit? Tidak juga. Investasi pendidikan tidak pernah rugi. Jangan dihitung pulang atau tidak. Dia punya karir, punya prestasi kan tidak menganggur, dia bekerja, punya pengetahuan, penghasilan yang baik. Kenapa tidak?” imbuhnya.

    Sebelumnya, pada Rabu (30/10/2024),Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan, pihaknya sedang meneliti secara seksama terhadap penggunaan dana LPDP berbasis data dan melakukan analisis berbasis pengeluaran dan manfaat yang didapatkan atau cost-benefit analysis.

    “Alokasi dana (LPDP) itu memang perlu kita lihat kembali, apakah dana yang sekarang dipakai, misalnya bahwa kebanyakan dana dipakai untuk program magister itu apakah optimal atau tidak,” katanya.

    Stella menekankan asas dari suatu hal yang optimal adalah berkeadilan dan berkualitas, sehingga kedua faktor tersebut juga menjadi hal yang dipertimbangkan dalam pengkajian ulang ini.

    “Sebentar lagi akan kami keluarkan temuan dan rekomendasi kami, bagaimana untuk bisa mengoptimalkan dana LPDP supaya jelas,” ujarnya.

    Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
    Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram “Solopos.com Berita Terkini” Klik link ini.

  • Febby Rastanty Komit Tetap Berkarya di Dunia Hiburan setelah Menjadi Istri Anggota Polri

    Febby Rastanty Komit Tetap Berkarya di Dunia Hiburan setelah Menjadi Istri Anggota Polri

    Jakarta, Beritasatu.com – Febby Rastanty resmi menikah dengan anggota Polri, Drajad Djumantara di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/11/2024). Meskipun telah menikah, Febby mengungkapkan ia tetap akan melanjutkan kariernya di dunia hiburan. 

    “Dengan status baru ini, saya tetap akan berkarya di dunia hiburan karena suami mendukung dan memberikan izin,” ungkap Febby Rastanty dalam keterangan tertulis kepada wartawan pada Minggu (10/11/2024).

    Febby juga menyatakan rasa syukur atas kelancaran pernikahannya, meskipun proses persiapan mereka terbilang cukup padat. 

    “Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang-orang dan vendor-vendor yang sangat membantu dalam persiapan pernikahan kami, terutama di tengah jadwal kami berdua yang sangat sibuk. Tanpa bantuan mereka, mungkin kami sulit mewujudkan pernikahan yang kami impikan,” tambahnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Febby juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk rekan-rekan, sahabat, dan keluarga, sehingga pernikahannya bisa berjalan dengan lancar.

    “Terima kasih semuanya,” tutup Febby.

    Pada acara ijab kabul, Drajad memberikan mas kawin berupa 9 gram logam mulia, uang sebesar US$ 11 dan uang senilai Rp 2.024.

    Dalam pernikahan yang digelar tertutup itu, Febby dan Drajad menggunakan busana adat Sunda. Febby mengenakan kebaya warna putih yang dihiasi payet dan manik-manik itu berdetail potongan leher bulat rendah dan ekor yang menyapu lantai.

    Febby juga memakai rok kain batik warna putih kecoklatan, seperti pengantin Sunda lainnya, ia memakai siger sebagai hiasan kepalanya beserta ronce melati panjang.

    Sedangkan suaminya, Drajad Djumantara mengenakan beskap putih dan blangkon dengan warna serta corak senada kain Febby. Dia juga memakai ronce melati yang dikalungkan di lehernya.

  • Penenun terakhir suku Osing jaga budaya lewat wastra

    Penenun terakhir suku Osing jaga budaya lewat wastra

    Jakarta (ANTARA) – Hangatnya sinar Mentari menemani perjalanan menapaki sebuah gang yang tidak terlalu lebar di Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

    Tidak jauh dari gang itu, para tamu disambut senyum merekah yang terpancar dari raut wajah Siami, pengrajin “terakhir” kain tenun tradisional Banyuwangi.

    Sosok wanita berusia 74 tahun itu merupakan generasi ketiga penerus yang masih aktif menekuni pembuatan kain tradisional yang rumit. Hal itu merupakan komitmen kuat yang dipegangnya untuk meneruskan warisan budaya Banyuwangi secara turun temurun.

    Berjalan dengan sedikit membungkuk, namun melangkah dengan kuat dan mantap, Siami lantas beralih menuju sebuah balai (bale) yang ada di depan rumahnya. Balai yang dibangun dengan kayu itu menggambarkan betapa banyak tahun yang telah dilewati.

    Pada bagian langit-langit sisi kanan dan kiri balai berhiaskan anyaman bambu yang terlihat usang, namun dengan hiasan kain merah putih terpasang di langit-langit. Hiasan itupun mempermanis dan menghadirkan nuansa penuh semangat.

    Balai yang mampu memuat sekitar empat orang penenun, termasuk alat tenun, ini juga dihiasi janur kuning yang semakin menyemarakkan suasana, seakan siap menjadi panggung pentas Siami berkarya.

    Matahari terus merangkak naik. Sambil duduk bersama alat tenun warisan leluhur, ia memulai aktivitas menenun kain khas suku Osing, Banyuwangi. Kulit yang mulai mengendur serta penuh kerut itu tidak sanggup menutup semangat Siami untuk melanjutkan tenunan yang telah terajut beberapa centimer.

    Sesekali ia menarik benang yang dipintal putrinya, Ariyana, untuk dipasang di alat tenun di hadapannya.

    Dalam kesehariannya, Siami yang tak lagi memiliki penglihatan setajam dulu, mulai menenun pada pukul 6 pagi hingga 4 sore. Di jeda sepanjang waktu itu, ia melaksanakan kewajiban ibadah pada zuhur dan asar, serta istirahat makan.

    Kegiatannya pun dilanjutkan usai shalat isya. Hanya saja, kali ini bukan menenun. Ia memintal benang untuk persiapan esok hari. Meski bukan produksi sendiri, benang yang dibeli dari Surabaya itu wajib dipintal agar tidak kusut saat ditenun.

    Selembar kain tenun yang memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Proses pembuatan kain ini dilakukan dari pemilihan benang dari gulungan sesuai dengan rencana motif yang akan dibuat, penjemuran benang, benang dibentangkan, dipintal, baru kemudian ditenun.

    Harga kain tenun buatannya memang terhitung tidak murah. Hal ini karena proses pembuatan yang memakan waktu cukup lama, selembar kain tenun motif solok seukuran sekitar 3 meter x 60 centimeter dibuat selama satu bulan lebih, sehingga kerumitan motif tentu akan berpengaruh pada harga kain.

    Kain tenun suku Osing terdiri dari beberapa motif yang meliputi kluwung, gedog, dan solok. Motif solok memiliki banyak bentuk motif yang terdiri dari garis horizontal segitiga titik belah ketupat dan bentuk seperti jam pasir.

    Tenun ini digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti acara pernikahan atau manten, prosesi peringatan kematian, hingga menggendong bayi keturunan suku Osing yang baru lahir.

    Ditambah lagi benang yang kini harus dibeli dari Surabaya, ini tentu menjadi persoalan tambahan dalam proses produksi kain tenung khas Osing.

    Siami, penenun terakhir suku Osing saat ditemui di kediamannya di desa Jambesari, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (8/11/2024). ANTARA/ (Sinta Ambar)

    Hadapi tantangan

    Belajar menenun sejak 1965, Siami yang merupakan seorang anak tunggal ini. Dengan Bahasa Osing ia menjelaskan bahwa sejak kecil hanya diperbolehkan melihat ibunya menenun dan memintal benang.

    Hal ini karena alat yang dimiliki hanya satu unit, sementara jika Siami belajar menggunakannya, maka akan mengganggu produksi tenun buatan sang ibu.

    Diceritakan bahwa ibu dari Siami berpulang pada tahun 2000. Siami yang sebelumnya hanya belajar memintal benang dan melihat proses menenun itu pun ingin meneruskan tradisi menenun. Dalam proses memintal benang hingga menenun, Siami sering kali menjajal dan berujung gagal. Kegagalan demi kegagalan itu tak lantas menghentikan tekadnya.

    Sebagaimana mitos yang beredar, warga setempat menyarankan Siami untuk ziarah ke makam sang ibu serta meminta izin (menyambung energi jiwa dengan sang ibu) untuk menggunakan alat tenun warisan itu. Benar saja, tidak lama usai ziarah, Siami pun berhasil melewati sejumlah proses rumit menenun hingga akhirnya menjadi kain dengan penuh arti.

    Dulu, dalam satu keluarga di Desa Jambesari terdapat banyak alat tenun. Karena masih banyak keturunan yang meneruskan budaya lokal ini, namun seiring berjalannya waktu, para anggota keluarga banyak yang merantau ke berbagai kota, serta proses belajar yang tidak sebentar juga menjadi kendala lain. Persoalan itu yang akhirnya budaya menenun kian tergerus dan menyisakan hanya Siami seorang.

    Salah seorang putrinya, Ariyana (43), yang hingga kini telah belajar memintal benang itu berharap dapat segera menggunakan alat tenun hasil duplikasi itu. Soal menenun, ia sempat berkesimpulan membutuhkan ketelitian yang tinggi. Salah dalam membuat pola akan berujung kain tenun dipotong, sehingga bakal membuang benang, sementara untuk mengulang tenun dari awal akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karenanya ketelitian dan jam terbang menjadi hal utama yang dibutuhkan sebagai keterampilan dasar menenun.

    Tidak ingin budaya menenun berakhir, Busana yang merupakan menantu Siami mengungkapkan, kini ia telah menduplikasi alat tenun berbahan kayu itu, sehingga keturunan Siami dapat melanjutkan tradisi menenun.

    Soal alat tenun yang diduplikasi, alat itu dibuat dengan kerangka kayu yang memanfaatkan bahan lokal asal Banyuwangi. Hingga kini alat tersebut masih dalam proses penyempurnaan, sehingga belum dapat digunakan.

    Busana berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan pada tahun depan. Salah satu bagian alat tenun yang sulit diduplikasi adalah suri atau sisir yang berfungsi merapikan motif dan pola kain tenun. Bagian itu memang sempat terkendala dalam proses pembuatannya, karena bahan yang sama persis tidak kunjung ditemukan.

    “Saat ini saya sudah dapat bahannya, tapi masih belum saya gunakan, karena harus melengkapi bahan lainnya seperti sisir dan alat lainnya, mudah-mudahkan tahun depan sudah bias digunakan,” kata Busana, saat berbincang dengan ANTARA.

    Sementara itu, Kepala Desa Jambesari Muhammad Ali Mansur berharap kerajinan tenun Osing tidak hanya berhenti di Siami. Generasi-generasi muda lainnya terus distimulus belajar menenun serta ikut melestarikan budaya luhur tersebut.

    Ia pun berharap, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) yang sebelumnya memberikan penghargaan berupa “local heroes” ini mampu menjadi katalis bagi generasi muda untuk ikut belajar menenun. Mansur juga akan menggelar pelatihan pemasaran produk tenun buatan Siami, sehingga mampu memperluas pasar.

    Pasalnya, hingga kini Siami hanya menerima pesanan dari orang sekitar Banyuwangi. Sementara menjawab kendala soal alat tenun, ia mengupayakan tambahan alat itu, sehingga, selain untuk pelatihan generasi muda, juga dapat mendukung produksi kain tenun khas Osing.

    Sebelumnya, Siami mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tenologi (Kemendikbudristek) yang bertajuk “Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2024” kategori Pelestari sebagai penenun wastra Osing. Anugerah ini diberikan karena Siami dianggap berkontribusi terhadap kemajuan kebudayaan Indonesia.

    Melihat budaya menenun suku Osing yang kini menyisakan hanya satu orang penenun, sejarawan dan pemerhati budaya dari Klub Tempo Doeloe (komunitas penggiat sejarah dan budaya Indonesia) Allan Akbar menilai kain buatan suku asli Banyuwangi yang dipercaya sebagai keturunan Kerajaan Blambangan ini merupakan warisan kerajinan yang memiliki makna historis mendalam.

    Bagi dia, berbicara kain tradisional Banyuwangi, terutama dari Suku Osing, kita sedang membahas kekayaan budaya yang tidak hanya artistik, tapi juga sarat makna historis.

    Motif-motif pada kain Osing itu unik dan penuh filosofi, menggambarkan identitas masyarakat setempat. Pewarnaan alami dan teknik yang dipakai pun luar biasa, menunjukkan warisan kearifan lokal yang berusia ratusan tahun.

    Editor: Masuki M. Astro
    Copyright © ANTARA 2024