Blog

  • Pegiat Lingkungan Hidup Soroti Penanaman Pohon Kamboja di Taman Kota Sumenep

    Pegiat Lingkungan Hidup Soroti Penanaman Pohon Kamboja di Taman Kota Sumenep

    Sumenep (beritajatim.com) – Penanaman puluhan pohon kamboja di area Taman Kota Sumenep mendapat sorotan dari pegiat lingkungan, Fadel Abu Aufa. Ia mengaku tidak habis pikir, mengapa pohon angsana atau pohon sono yang sudah berusia puluhan tahun ditebang, namun sekarang justru akan digantikan dengan pohon kamboja. Padahal selama ini, Taman Kota atau alun-alun Kota Sumenep, dikenal kerindangannya karena dikelilingi pohon sono.

    “Sebelum ini orang duduk-duduk menikmati taman kota terasa sejuk dan rindang karena ada pohon sono. Kemudian dibabat habis, dan sekarang malah mau diganti pohon kamboja,” katanya sambil mengernyitkan dahi, Rabu (24/12/2025).

    Menurutnya, penanaman pohon Kamboja di areal taman kota kurang tepat. Karena selama ini, pohon kamboja identik dengan pohon di makam-makam.

    “Selama ini saya belum pernah melihat, taman kota di Jawa Timur ditanami pohon kamboja. Karena biasanya kita menjumpai pohon kamboja itu di kuburan,” ujarnya.

    Kalaupun tidak di makam, lanjut Fadel, pohon kamboja biasanya menjadi simbol adat bagi masyarakat daerah tertentu seperti Bali.

    “Bukan untuk hiasan di taman kota seperti yang dilakukan Pemkab Sumenep ini. Awalnya katanya mau ditanami tabebuya. Ternyata sekarang malah kamboja,” tuturnya sambil menggelengkan kepala.

    Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, membenarkan adanya penanaman sekitar 25 pohon kamboja di taman kota tersebut. Menurut Eri, pohon kamboja yang ditanam itu merupakan kamboja hias seperti yang banyak dijumpai di Bali.

    “Yang kami tanam ini jenisnya kamboja hias. Bukan jenis yang banyak didapati di makam-makam. Kamboja hias ini bunganya harum,” terang Eri.

    Ia menjelaskan, pohon kamboja dipilih untuk ditanam di areal taman kota dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya karena akar pohon kamboja tidak merusak infrastruktur taman.

    “Pemilihan pohon kamboja hias ini selain karena bunganya harum, juga akarnya aman. Tidak merusak bangunan trotoar taman. Beda dengan beberapa pohon sebelumnya,” ujar Eri.

    Sedangkan untuk kawasan lain seperti Jalan Diponegoro yang juga dilakukan penebangan pohon sono, Pemkab Sumenep berencana akan menanam pohon tabebuya. Tabebuya banyak menjadi pilihan tanaman hiasan di jalan umum di beberapa kota, karena bunganya yang berwarna-warni cantik apabila sedang bermekaran, mirip dengan bunga sakura. (tem/but)

  • Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal

    Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal

    Kapolri Titip Umat Kristen Doakan Korban Banjir Sumatera saat Misa Natal
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke Gereja Katedral dan Gereja Immanuel di Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
    Sigit pun menitipkan doa untuk korban bencana banjir dan longsor di Sumatera kepada para jemaat gereja yang mengikuti misa malam
    Natal
    2025.
    “Kita berdoa semua agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal, baik hari ini ataupun nanti pergantian tahun semua bisa berjalan,” ujar Sigit di Gereja Katedral, Rabu.
    “Tentunya kita titip doakan saudara kita yang sedang terkena musibah untuk kembali bisa bangkit. Dan kita berdoa sama-sama untuk saudara kita di Sumatera dan saudara kita di seluruh negeri agar semua terjaga dari situasi prediksi yang kemungkinan bisa terjadi akibat ramalan cuaca,” sambungnya.
    Sigit memastikan bahwa pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang menjalani ibadah Natal telah berjalan optimal.
    Dia menekankan, peninjauan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat bisa mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal saat Natal dan Tahun Baru 2026.
    “Sesuai arahan Presiden kita diminta memberikan pelayanan terkait operasi Nataru di dalamnya kita mengamankan masyarakat mudik, masyarakat yang melaksanakan Misa ibadah Natal dan masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” tutur Sigit.
    Sigit memaparkan, untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru 2026, sebanyak 147.000 personel gabungan dikerahkan.
    Selain itu, Sigit menyebut, Polri menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.
    “Kami Polri saat ini menurunkan kurang lebih 147.000 personel gabungan dan kemarin juga kami melaksanakan apel bersama-sama dengan rekan-rekan lain seperti Banser. Kami juga mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan khususnya di gereja yang melaksanakan perayaan Misa Natal,” jelasnya.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Prabowo ke Jaksa Agung: Mungkin Anda Tak Populer bagi Maling-maling Itu

    Prabowo ke Jaksa Agung: Mungkin Anda Tak Populer bagi Maling-maling Itu

    Prabowo ke Jaksa Agung: Mungkin Anda Tak Populer bagi Maling-maling Itu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin dalam menangani kasus korupsi hingga penertiban kawasan hutan, meski akibatnya adalah sosok Burhanuddin menjadi tidak populer atau tidak menyenangkan bagi koruptor.
    Hal ini dikatakan
    Prabowo
    dalam sambutannya saat menghadiri penyerahan hasil penyelamatan
    keuangan negara
    di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025).
    “Terima kasih
    Jaksa Agung
    ,
    leadership
    (kepemimpinan) Anda. Mungkin Anda tidak populer tapi tidak populer bagi segelintir maling-maling itu,” kata Prabowo, Rabu.
    Kendati tak populer, Prabowo meyakini banyak masyarakat yang mendoakannya.
    Sebab, Jaksa Agung bersama jajarannya berupaya membasmi kejahatan dan kerugian negara.
    “Anda didoakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Terima kasih. Teruskan perjuangan. Merdeka. Merdeka. Merdeka,” tutur dia.
    Adapun dalam momen yang sama, Prabowo juga sempat menulis pesan khusus untuk para jaksa dalam sebuah prasasti.
    Pesan tersebut berkaitan dengan integritas dan keberanian penegak hukum.
    “Jadilah Jaksa yang berani dan jujur membela keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia tercinta!” tulis Prabowo dalam prasasti.

    Prabowo menekankan pentingnya keberanian aparat penegak hukum dalam menjaga kekayaan negara dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
    Kepala Negara juga menegaskan komitmennya dalam memberantas
    korupsi
    sejak detik pertama menjabat.
    “Begitu saya menerima mandat, saya sudah bertekad untuk melawan korupsi, melawan perampokan kekayaan negara oleh siapapun, di mana pun,” tandas Prabowo.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • UMP 2026 Naik Lebih Tinggi, Namun Upah Riil Buruh Masih Tertekan

    UMP 2026 Naik Lebih Tinggi, Namun Upah Riil Buruh Masih Tertekan

    Bisnis.com, JAKARTA — Seluruh gubernur wajib mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 selambat-lambatnya pada hari ini, Rabu, 24 Desember 2025. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.

    Dalam beleid tersebut, formula kenaikan upah tetap memperhitungkan inflasi ditambah komponen pertumbuhan ekonomi yang dikalikan indeks alfa. Pemerintah, kali ini, menaikkan rentang alfa dari 0,1—0,3 menjadi 0,5—0,9.

    Perubahan ini membuat UMP 2026 berpotensi melonjak lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Namun demikian, sejumlah kajian menunjukkan kenaikan upah belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup.

    Bank Dunia, dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2025, mencatat rata-rata upah riil di Indonesia mengalami kontraksi 1,1% per tahun sepanjang 2018—2024. Tekanan paling besar dialami kelompok pekerja berkeahlian tinggi, yang upah riilnya turun hingga 2,3% per tahun.

    Pekerja berkeahlian menengah mencatat penurunan 1,1%, sementara pekerja berkeahlian rendah berkebalikan mencatat kenaikan tipis 0,3%.

    Bank Dunia menilai kondisi ini berkaitan dengan ketidakcocokan antara suplai tenaga kerja terdidik dan ketersediaan pekerjaan berkualitas. Penciptaan lapangan kerja dalam satu tahun terakhir masih didominasi sektor bernilai tambah rendah.

    “Penciptaan lapangan kerja antara Agustus 2024 dan Agustus 2025 sebagian besar terkonsentrasi di sektor-sektor bernilai rendah, seperti pertanian serta akomodasi dan makanan-minuman,” tulis Bank Dunia dalam laporannya, dikutip Rabu (24/12/2025).

    Sektor pertanian menyerap tambahan sekitar 490.000 tenaga kerja, disusul sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebanyak 420.000 orang. Dengan rata-rata upah sekitar Rp2,55 juta per bulan. Jumlah ini di bawah rata-rata nasional Rp3,33 juta. Sementara peluang tenaga kerja terampil memperoleh kompensasi kompetitif menjadi lebih terbatas.

    Bank Dunia juga menilai kondisi ini mempercepat fenomena hollowing-out atau penyusutan kelas menengah. Porsi pekerjaan berkeahlian menengah turun dari 71,1% pada 2018 menjadi 68,3% pada 2024. Banyak tenaga kerja terdidik akhirnya masuk ke segmen pekerjaan dengan kualifikasi dan upah lebih rendah.

    Data Bank Dunia tersebut diolah dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mendefinisikan upah riil sebagai gambaran daya beli dari pendapatan yang diterima pekerja.

    Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Arief Anshory Yusuf menilai penurunan upah riil umumnya dipengaruhi dua hal yakni inflasi tinggi atau upah yang stagnan.

    Menurutnya, kasus Indonesia lebih banyak disebabkan pertumbuhan upah yang lambat, sementara inflasi relatif terkendali.

    “Jadi kalau merasa, ‘Kok saya enggak sejahtera?’ Ya iya. Gaji naik, cuma enggak bisa membarengi kenaikan biaya hidup,” jelas Arief kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

    Pada saat yang sama, pemerintah mendorong kebijakan kenaikan UMP melalui formula baru. Namun, tanpa peningkatan produktivitas dan penciptaan pekerjaan bernilai tambah tinggi, perbaikan kesejahteraan pekerja dinilai belum akan terasa signifikan.

  • Dana Abadi Pendidikan Bojonegoro Rp500 M Masuk SiLPA karena Tak Bisa Terserap

    Dana Abadi Pendidikan Bojonegoro Rp500 M Masuk SiLPA karena Tak Bisa Terserap

    Bojonegoro (beritajatim.com) — Program dana abadi daerah bidang pendidikan yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro belum bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

    Alokasi sebesar Rp500 miliar yang dipasang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 tidak bisa direalisasikan setelah hasil evaluasi gubernur mengharuskan adanya sejumlah penyesuaian sebelum pengesahan.

    Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro Abdulloh Umar menjelaskan, secara prinsip pembentukan dana abadi pendidikan tidak menemui persoalan mendasar.

    Namun, terdapat beberapa catatan evaluasi yang wajib ditindaklanjuti pemerintah daerah sebelum program tersebut dapat dijalankan.

    “Harusnya sudah disahkan. Kendalanya pada register 1 Desember itu karena harus mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan,” kata Abdulloh Umar saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).

    Menurutnya, hasil evaluasi gubernur memuat lima poin catatan yang perlu diperbaiki. Evaluasi tersebut bersifat administratif dan teknis, bukan penolakan terhadap konsep dana abadi pendidikan itu sendiri.

    “Untuk pengesahan dana abadi secara umum tidak ada masalah. Ada beberapa catatan yang harus dievaluasi dan ditindaklanjuti, ada penyesuaian. Pada dasarnya sudah benar,” ujarnya.

    Akibat belum rampungnya proses evaluasi dan perizinan, anggaran dana abadi pendidikan sebesar Rp500 miliar tidak dapat direalisasikan dan akan masuk sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

    Umar menyebut, dana tersebut selanjutnya akan dialihkan ke Belanja Tidak Terduga (BTT) dan direncanakan kembali dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026.

    “Dengan tidak terserapnya alokasi Rp500 miliar, masuk SiLPA tahun depan, dialihkan ke BTT. Tahun depan seharusnya dimasukkan kembali di PAPBD,” jelasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto belum memberikan tanggapan saat dihubungi hingga berita ini ditulis.

    Sebagai informasi, kebijakan dana abadi daerah bidang pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2025. Pada BAB III ayat 4 disebutkan bahwa dana abadi dibentuk paling lama dalam jangka waktu lima tahun, dimulai pada tahun anggaran 2026 hingga 2030, dengan total anggaran sebesar Rp3 triliun.

    Penganggaran dana abadi daerah bidang pendidikan itu skema pembayarannya pada tahun anggaran 2026, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan sebesar Rp500 miliar, kemudian pada 2027-2028 dialokasikan sebesar Rp750 miliar, dan 2029-2030 dialokasikan sebesar Rp500 miliar.

    Pemkab Bojonegoro menargetkan dana abadi tersebut menjadi instrumen jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan pembiayaan sektor pendidikan. Namun, proses sinkronisasi regulasi dengan pemerintah pusat masih menjadi tantangan awal dalam implementasinya. [lus/but]

     

  • Hasil TKA Jeblok, Pemerintah Pastikan Jalur Prestasi SNBP Pakai Nilai Rapor

    Hasil TKA Jeblok, Pemerintah Pastikan Jalur Prestasi SNBP Pakai Nilai Rapor

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI baru saja melaporkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025.

    Hasilnya, untuk jenjang SMA, rata-rata nilai paling tinggi pada mata pelajaran wajib adalah Antropologi sebesar 70,43 dan paling rendah adalah mata pelajaran Bahasa Inggris Wajib 24,93.

    Kepala Bidang Pengembang dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Handaru Catu Bagus membenarkan bahwa hasil TKA tahun ini rendah. 

    “Namun walaupun hasilnya seperti itu, hasil TKA tetap bermanfaat sebagai validator nilai rapor untuk jenjang pendidikan berikutnya, termasuk untuk jalur prestasi agar bisa masuk PTN melalui SNBP [Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi,” katanya kepada Bisnis, Rabu (24/12/2025).

    Validator rapor bermaksud untuk memperkuat data hasil belajar yang diperoleh dari sekolah. Dengan hasil TKA, gambaran mengenai kompetensi murid bisa menjadi lebih akurat dan mencerminkan kemampuan akademik asli, bukan berasal dari hasil subjektivitas guru. 

    Handaru menjelaskan hasil TKA tidak menjadi landasan utama untuk seleksi berdasarkan prestasi. Namun, untuk mendaftar SNBP harus mengikuti TKA.

    Adapun, hasil TKA akan menjadi refleksi setelah beberapa tahun tidak ada asesmen standar nasional yang mengukur individu siswa.

    “Hasil TKA ini sebagai baseline [dasar] nilai untuk perbaikan pada proses pembelajaran dan penilaian di satuan pendidikan,” jelasnya.

    Dalam TKA dikenalkan soal-soal logika, untuk mendorong bernalar kritis yang disesuaikan dengan kondisi sehari-hari dari murid.

    “Harapannya adanya perbaikan dalam proses pembelajaran dan penilaian di satuan pendidikan tersebut. Jadi TKA tetap efektif untuk memotivasi siswa untuk meningkatkan capaian belajar dan capaian prestasinya,” lanjutnya.

    Namun, dengan hasil TKA ini, Kemendikdasmen juga akan mengevaluasi agar satuan pendidikan lebih siap dalam pelaksanaan TKA selanjutnya.

    Pertama, Kemendikdasmen akan mengefektifkan sosialisasi hingga ke satuan pendidikan, khususnya terkait dengan jenis atau tipe soal termasuk karakter butir soal yang akan dikerjakan murid

    Kedua, memperbanyak butir soal latihan TKA pada laman Ayo Coba TKA yang dikembangkan kementerian agar murid dapat teredukasi dan terbiasa dalam mengerjakan butir soal TKA.

    “Selain itu, akan dilakukan peningkatan capacity building terhadap guru agar kualitas pengajaran dan penilaian di kelas meningkat,” imbuhnya.

    Kemudian, kementerian juga akan meningkatkan pengawasan secara berlapis pada saat pelaksanaan agar hasil TKA objektif dan dapat dipercaya oleh lembaga atau instansi atau mitra yang akan menggunakan hasil TKA.

  • Artis Porno Bonnie Blue Lecehkan Bendera Merah Putih, Ditangkap Polisi Inggris

    Artis Porno Bonnie Blue Lecehkan Bendera Merah Putih, Ditangkap Polisi Inggris

    GELORA.CO – Nama Bonnie Blue, bintang film dewasa asal Inggris, kembali menjadi perbincangan luas di ruang publik digital. Perempuan yang sebelumnya menuai kecaman keras masyarakat Indonesia akibat aksinya yang dianggap melecehkan bendera Merah Putih itu, kini dikabarkan ditangkap aparat kepolisian Inggris.

    Melansir dari instagram @awreceh.id, momen penangkapan tersebut disebut terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dan dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial.

    Cuplikan video penangkapan Bonnie Blue menjadi viral hanya dalam hitungan jam. Rekaman itu memperlihatkan dirinya digiring oleh petugas kepolisian Inggris di sebuah lokasi yang belum diungkap secara resmi.

    Meski detail kronologi dan alasan penangkapan belum disampaikan otoritas setempat, peristiwa ini langsung memicu gelombang reaksi publik, khususnya dari warganet Indonesia yang masih menyimpan ingatan kuat atas kontroversi lama yang pernah ia buat.

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, nama Bonnie Blue identik dengan kontroversi penghinaan simbol negara. Aksi yang dinilai tidak menghormati bendera Merah Putih beberapa waktu lalu sempat memicu kemarahan luas, kecaman tokoh publik, hingga desakan agar pemerintah mengambil sikap tegas.

    Oleh karena itu, kabar penangkapannya di Inggris dianggap oleh sebagian warganet sebagai momen yang sarat makna emosional.

    Di jagat maya, respons publik tampak terbelah. Banyak warganet meluapkan rasa puas dan lega, mengaitkan penangkapan tersebut dengan rekam jejak kontroversial Bonnie Blue.

    Dalam berbagai kolom komentar, muncul anggapan bahwa peristiwa ini merupakan konsekuensi moral dari tindakan-tindakan provokatif yang pernah ia lakukan di masa lalu. Sejumlah komentar bahkan menilai aparat penegak hukum Inggris bertindak profesional dan tegas.

    Namun, tidak sedikit pula warganet yang bersikap lebih skeptis. Sebagian mempertanyakan validitas waktu kejadian, dengan menduga bahwa video tersebut merupakan rekaman lama yang kembali diviralkan tanpa konteks yang jelas.

    Ada pula pihak yang mengingatkan publik agar tidak terburu-buru mengaitkan penangkapan itu dengan kontroversi yang pernah terjadi di Indonesia, mengingat belum adanya pernyataan resmi dari kepolisian Inggris.

    Di tengah perdebatan tersebut, muncul juga suara-suara yang meminta publik bersikap lebih adil. Sejumlah warganet menyatakan dukungan kepada Bonnie Blue dan menilai bahwa setiap individu berhak diperlakukan sesuai proses hukum yang berlaku, tanpa dibebani stigma masa lalu. Mereka menekankan pentingnya memisahkan persoalan hukum yang sedang terjadi dengan kontroversi lama yang telah berlalu.

    “Itu video lama 6 bulan yang lalu” ujar @moc***

    “iya pada ketipu kalau mau upgrade minimal lihat @kbrilondon belun ada apa2” ujar @ryz***

    “video lama itu cek di tiktokny daily mail uk” ujar @bgs

    Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya ingatan kolektif publik digital. Kasus Bonnie Blue tidak lagi sekadar soal penangkapan seseorang di luar negeri, melainkan telah menjelma menjadi simbol perdebatan tentang etika, penghormatan terhadap simbol negara, serta keadilan di era media sosial. Setiap potongan informasi, sekecil apa pun, dapat memantik emosi dan interpretasi yang berbeda di tengah masyarakat.

    Hingga artikel ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Inggris terkait dugaan pelanggaran hukum yang menyebabkan Bonnie Blue ditangkap.

    Otoritas setempat juga belum mengonfirmasi keaslian dan konteks lengkap video yang beredar luas di media sosial. Ketidakjelasan ini justru memperbesar ruang spekulasi dan memperpanjang polemik di ruang publik.

  • Banyak Jaksa Kena OTT KPK, Jaksa Agung: Saya Bersyukur Dibantu

    Banyak Jaksa Kena OTT KPK, Jaksa Agung: Saya Bersyukur Dibantu

    Banyak Jaksa Kena OTT KPK, Jaksa Agung: Saya Bersyukur Dibantu
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Jaksa Agung ST Burhanuddin bersyukur atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membantu Korps Adhyaksa dalam upaya pembenahan internal.
    Hal ini disampaikan
    Jaksa
    Agung merespons penangkapan sejumlah jaksa yang terjaring
    operasi tangkap tangan
    (OTT) oleh Komisi Antirasuah pada 17-18 Desember lalu.
    “Saya bersyukur dibantu oleh
    KPK
    , bersyukur,” kata Burhanuddin saat ditemui gedung
    Kejaksaan Agung
    (Kejagung), Jakarta, Rabu (24/12/2025).
    Kendati demikian, Burhanuddin memastikan Kejaksaan Agung tetap akan menindak tegas oknum jaksa yang terlibat tindak pidana, termasuk yang sebelumnya terjaring OTT KPK.
    Ia menegaskan tidak akan memberikan instruksi ulang kepada jajarannya. Namun, Burhanuddin mengultimatum seluruh jaksa agar kembali mengingat sumpah dan janji saat pertama kali dilantik.
    “Saya ingatkan saja, mengingatkan mereka di daerah agar tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan, (mengingatkan) dengan janji-janji mereka di awal, begitu diangkat, janji, ya sudah (harus dijalankan),” ujarnya.
    Burhanuddin juga menegaskan komitmennya untuk menindak setiap pelanggaran yang dilakukan aparat penegak hukum di lingkungan Kejaksaan.
    “Yang pasti apapun akan saya tindak tegas. Bahwa kita kemarin kan sudah kita lihat, kita ada juga yang kita tangani sendiri dan mohon doa restunya ya,” kata Jaksa Agung.
    Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Banten pada 17–18 Desember 2025.
    Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sembilan orang dan menyita uang tunai sekitar Rp900 juta.
    Kasus ini diduga berkaitan dengan pemerasan terhadap seorang warga negara Korea Selatan yang sedang berperkara pidana.
    Meski OTT dilakukan KPK, penanganan perkara kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, yang menetapkan lima tersangka, termasuk tiga jaksa aktif.
    OTT juga dilakukan KPK di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada 18 Desember 2025.
    Dalam operasi ini, KPK mengamankan enam orang dan menetapkan tiga jaksa sebagai tersangka, yakni Kepala Kejaksaan Negeri HSU, Kepala Seksi Intelijen, dan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara.
    KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga berasal dari praktik pemerasan terkait penanganan perkara hukum.
    Berbeda dengan kasus Banten, perkara OTT di HSU ditangani langsung oleh KPK.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

  • Ini Cara 3 Satpam Gunawangsa MERR Surabaya Bertahan Setahun Curi Motor

    Ini Cara 3 Satpam Gunawangsa MERR Surabaya Bertahan Setahun Curi Motor

    Surabaya (beritajatim.com) – Tiga Satpam Gunawangsa MERR Surabaya ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut. Penangkapan dilakukan karena mencuri sepeda motor di tempat yang seharusnya mereka jaga. Ketiga satpam itu adalah Slamet (34) asal Jombang, Julianto Bagus (23) dan Gustiari (33) warga Sidoarjo.

    Dari informasi yang dihimpun Beritajatim.com, ketiga satpam Gunawangsa MERR itu diduga melakukan aksi pencurian lebih dari lima kali. Mereka kerap kali membujuk korban agar tidak melapor ke polisi. Alasannya, agar peristiwa hilangnya sepeda motor di lokasi parkiran ojek online itu diselidiki oleh internal satpam.

    “Kalo lima kali lebih. Sering kehilangan kok pas mereka yang menjaga. Cuman mereka selalu bilang agar diselesaikan secara internal dulu ke korban,” kata salah satu penghuni yang enggan namanya disebutkan.

    Ketiga pelaku saat diamankan di Polsek Rungkut.

    Sejumlah penghuni Gunawangsa MERR sebenarnya sudah menaruh rasa curiga kepada ketiga pelaku. Selama setahun terakhir, kejadian pencurian kerap kali terjadi saat ketiganya sedang berjaga.

    “Kebanyakan kan hilang dini hari waktu mereka jaga bertiga kan. Ya sebenarnya sudah curiga. Tapi mereka petugas keamanan tau titik-titik blindspot kamera CCTV,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kapolsek Rungkut AKP Agus Santoso mengatakan dari hasil penyelidikan sementara, ketiga pelaku sudah beraksi lima kali sejak tahun 2024. Mereka menjual sepeda motor itu ke penadah di Sidoarjo.

    “Sementara masih lima kali mereka beraksi. Namun, tentu terus kita kembangkan,” kata Agus.

    Agus menjelaskan setelah menerima laporan dari korban yang juga penghuni Gunawangsa Merr, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Ketiganya terekam CCTV mendorong sepeda motor korban ke arah Barat menuju Novotel Samator.

    “Otak pelaku SM yang juga komandan regu. Lalu JB yang mengawasi situasi sementara GU gang mengeksekusi,” terangnya.

    Dari pengakuan tersangka, mereka nekat mencuri demi uang tambahan sebesar Rp 1,5 juta karena gaji yang diterima masih kurang untuk menghidupi keluarga.

    “Kami masih buru satu pelaku lain yang buron,” pungkas Agus.

    Diketahui sebelumnya, tiga satpam Apartemen Gunawangsa MERR Surabaya ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut usai terbukti melakukan pencurian sepeda motor di kawasan parkir tempat mereka bekerja.

    Dari informasi yang dihimpun Beritajatim, ketiga satpam itu ialah Slamet (34) asal Jombang, Julianto Bagus (23) dan Gustiari (33) warga Sidoarjo. Ketiga satpam Gunawangsa Merr Surabaya ini sudah melakukan aksi pencurian motor di tempat kerjanya sendiri sejak tahun 2024. Total, ada lima sepeda motor yang sudah mereka curi.

    “Kemarin kita sudah amankan tiga petugas keamanan apartemen yang malah melakukan pencurian di tempat yang seharusnya mereka jaga. Kami masih kejar satu lagi pelaku yang berhasil kabur,” kata Kapolsek Rungkut AKP Agus Santoso.

    Agus menjelaskan, komplotan pencuri berkedok petugas keamanan itu dibongkar setelah ada laporan masuk ke Polsek Rungkut dari korban berinisial TK (47) asal Sukodono, Sidoarjo.

    Saat itu, korban datang ke Apartemen Gunawangsa MERR untuk berkunjung ke apartemen rekannya, Sabtu (29/11/2025) malam. Korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat di area ojek online yang berada di dekat pos satpam.

    “Korban lalu nongkrong sebentar di minimarket yang ada di apartemen tersebut. Sekitar pukul 22.30 WIB, korban baru naik ke kamar rekannya,” jelas Agus.

    Keesokan harinya, korban menuju tempat parkir khusus ojek online untuk kembali pulang. Namun, saat itu dia tidak menemukan sepeda motor. Atas peristiwa itu, korban melapor ke Polsek Rungkut. [ang/but]

  • PDIP Bondowoso Nyekar ke Makam Ronggo I, Serap Spirit Sejarah

    PDIP Bondowoso Nyekar ke Makam Ronggo I, Serap Spirit Sejarah

    Bondowoso (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bondowoso yang baru dilantik memulai kegiatan. DPC melakukan ziarah (nyekar) ke makam Ronggo I Bondowoso, pendiri Kabupaten Bondowoso, Rabu, 24 Desember 2025 sore.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyerap nilai sejarah, spiritualitas, dan kepeloporan sang pionir, yang kemudian dijadikan pijakan moral dalam arah politik partai lima tahun ke depan.

    Sekitar pukul 16.00 WIB, ratusan kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso hadir di makam Raden Bagus Asra, yang dikenal sebagai Ronggo I Bondowoso.

    Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WIB, Ketua DPC Sinung Sudrajad sudah menyampaikan arah politik partai di kantor DPC, momen ziarah ini menjadi simbol nyata bahwa perjuangan politik partai tetap berakar pada sejarah dan nilai-nilai moral.

    Dalam prosesi nyekar, Sinung menekankan pentingnya meneladani kepeloporan Ronggo I, yang mampu merintis pemerintahan resmi pertama di Bondowoso di tengah keterbatasan zamannya. Menurut Sinung, semangat inilah yang ingin diwariskan kepada kader PDI Perjuangan dalam menjalankan pengabdian politik lima tahun ke depan.

    “Ki Ronggo adalah pionir. Semangat membabat alas dan keberanian mengambil tanggung jawabnya menjadi inspirasi kami dalam politik,” ujar Sinung.

    Selain itu, Sinung menekankan wejangan spiritual Ronggo I, yaitu “Suci Tinata Estuning Urip”, yang bermakna berbuat baik dalam kehidupan sebagai bekal kehidupan yang sesungguhnya.

    Pengurus DPC PDIP Bondowoso saat nyekar ke Makam Ki Ronggo usai menyampaikan sikap politik, Rabu, 24 Desember 2025. (Deni Ahmad Wijaya/BeritaJatim.com)

    Bagi PDIP Bondowoso, nilai ini menjadi kompas moral dalam menentukan arah kebijakan politik, termasuk dalam pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

    Kegiatan nyekar ini juga menjadi momen simbolik bahwa politik partai tidak terlepas dari akar sejarah dan budaya lokal. Sinung menegaskan, setiap langkah politik DPC PDI Perjuangan Bondowoso ke depan akan mengacu pada nilai patriotisme, kepeloporan, dan pelayanan kepada rakyat, sebagaimana dicontohkan oleh Ronggo I Bondowoso.

    “Seorang pionir tidak pernah mati. Yang tersesat terkadang pengikutnya. Spirit pionir Ki Ronggo harus hidup dalam setiap langkah politik kami,” tambah Sinung. (awi/but)