Negara: Republik Rakyat Cina

  • Tegang! 6 Balon Udara-Pesawat-Kapal Militer China Dekati Taiwan    
        Tegang! 6 Balon Udara-Pesawat-Kapal Militer China Dekati Taiwan

    Tegang! 6 Balon Udara-Pesawat-Kapal Militer China Dekati Taiwan Tegang! 6 Balon Udara-Pesawat-Kapal Militer China Dekati Taiwan

    Taipei

    Taiwan mendeteksi enam balon udara China yang mengudara di lepas pantai pulau tersebut. Sejumlah pesawat militer dan kapal perang Beijing juga terdeteksi di dekat wilayah Taiwan.

    Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (7/2/2025), menyebut enam balon udara China itu terdeteksi dalam waktu 24 jam terakhir, atau hingga Jumat (7/2) pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

    Selain mendeteksi balon udara, Taipei juga mendeteksi sembilan pesawat militer China, bersama dengan enam kapal perang dan dua kapal resmi pada periode waktu yang sama di dekat wilayah Taiwan.

    Balon-balon udara China itu, menurut data yang dirilis Kementerian Pertahanan Taiwan, terdeteksi mengudara di ketinggian 16.000 kaki (4.877 meter) hingga 20.000 kaki (6.096 meter). Salah satu balon udara itu bahkan terdeteksi mengudara langsung di atas wilayah Taiwan.

    Insiden ini terjadi saat China mempertahankan tekanan militer untuk mendorong klaim kedaulatannya atas Taiwan.

    Meskipun Taiwan menyebut negaranya berdaulat, China bersikeras mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menguasainya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing meningkatkan pengerahan jet tempur dan kapal perang ke sekitar Taipei. China juga berupaya menghapus Taiwan dari panggung internasional dengan memburu sekutu-sekutu diplomatiknya dan menghalangi negara itu dari forum global.

    Balon-balon udara China secara rutin terdeteksi di perairan dekat Taiwan. Namun dalam insiden terbaru pada Jumat (7/2), jumlah balon yang terdeteksi mencetak rekor tertinggi dalam sehari yang pernah tercatat oleh militer Taipei sejauh ini.

    Tahun lalu, Taiwan mendeteksi rekor delapan balon udara China dalam waktu kurang dari sebulan, setelah pilpres yang dimenangkan oleh Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik yang kini berkuasa.

    Beijing menganggap Lai sebagai “separatis” dan telah melakukan beberapa kali latihan militer besar-besaran sejak dia berkuasa pada Mei tahun lalu.

    Taiwan menggambarkan balon-balon udara China sebagai bentuk pelecehan “zona abu-abu” — sebuah taktik yang tidak termasuk dalam aksi perang, tetapi dapat melemahkan kekuatan Angkatan Bersenjata Taipei.

    Balon udara China menjadi topik yang sarat politik pada awal tahun 2023 ketika Amerika Serikat (AS) menembak jatuh objek yang disebutnya balon mata-mata. Balon udara berukuran besar, dan membawa muatan elektronik dalam jumlah besar itu, mengudara di atas instalasi militer AS yang sensitif dan memicu kekhawatiran bahwa Beijing sedang mengumpulkan data intelijen penting.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Bagaimana seharusnya merespons era antiklimaks giant tech Amerika?

    Bagaimana seharusnya merespons era antiklimaks giant tech Amerika?

    Mahasiswa mengoperasikan aplikasi produk dan layanan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Sadang Hegar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/10/2024). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.)

    Bagaimana seharusnya merespons era antiklimaks giant tech Amerika?
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 07 Februari 2025 – 11:55 WIB

    Elshinta.com – Era dominasi perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat, yang selama dua dekade terakhir menjadi penggerak utama inovasi global, mulai menunjukkan tanda-tanda antiklimaks. Fenomena ini bukan sekadar akibat dari siklus bisnis alami atau persaingan global yang sehat, melainkan hasil dari kombinasi kebijakan proteksionis yang tidak biasa dan regulasi domestik yang dianggap menghambat inovasi.

    Di tengah perubahan ini, muncul pertanyaan penting terkait bagaimana Indonesia seharusnya merespons dinamika baru ini untuk memperkuat posisinya di kancah teknologi global?

    Ketua Komite Tetap (Komtap) AI Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Karim Taslim, menilai kebijakan tarif dan cukai yang diterapkan selama masa pemerintahan Donald Trump di AS menjadi salah satu pemicu utama terjadinya gesekan dengan mitra dagang tradisional seperti Eropa dan Kanada.

    Kebijakan yang dimaksudkan untuk melindungi industri dalam negeri AS itu, justru memicu tindakan balasan dari negara-negara mitra tersebut. Dampaknya merembet ke berbagai sektor, termasuk teknologi, di mana perusahaan-perusahaan Amerika mulai merasakan tekanan dari pasar internasional.

    Di saat yang sama, menurut Karim yang juga Founder Indonesia AI Innovation Challenge dan COO – PT. Terre Tech Nusantara itu, negara lain seperti Tiongkok memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat dominasi mereka, terutama di bidang kecerdasan buatan (AI). Perkembangan AI di Tiongkok melaju pesat, meninggalkan Amerika yang terhambat oleh regulasi ketat terkait privasi, hak asasi manusia, dan kekayaan intelektual.

    Di satu sisi, regulasi tersebut memang penting untuk melindungi hak-hak individu, tetapi di sisi lain, mereka menjadi penghalang bagi inovasi yang cepat dan adaptif. Tiongkok, dengan pendekatan yang lebih longgar terhadap regulasi semacam ini, mampu mengembangkan teknologi AI yang lebih agresif dan kompetitif di pasar global.

    Tanda-tanda keretakan dominasi teknologi Amerika mulai terlihat semakin nyata ketika insiden serius terjadi pada 1 Februari 2025. Di Indonesia, Google, sebagai simbol kekuatan teknologi Amerika, sempat mengalami kegagalan fatal dalam menampilkan kurs USD/IDR yang akurat.

    Insiden ini diyakini banyak pihak, bukan semata soal kesalahan teknis, tetapi mencerminkan kerentanan sistem yang selama ini dianggap tak tergoyahkan. Kepercayaan publik terhadap algoritma dan metode pencarian Google mulai terkikis, mendorong sebagian pengguna beralih ke aplikasi generatif AI yang menawarkan hasil lebih akurat dan personal.

    Sementara itu, di belahan dunia lain, Tiongkok menunjukkan kekuatan mereka dalam menghadapi serangan siber besar-besaran yang diduga datang dari arah pentagon pada pekan lalu. Serangan DDoS yang dilancarkan pada dini hari dengan frekuensi mencapai 800.000 permintaan per detik bertujuan melumpuhkan infrastruktur jaringan penting Tiongkok.

    Namun, respons cepat dari perusahaan-perusahaan teknologi seperti Huawei, 360, dan komunitas hacker patriotik berhasil menggagalkan serangan tersebut. Mereka tidak hanya mempertahankan sistem, tetapi juga melakukan serangan balik simbolis yang memperlihatkan kecanggihan dan kesiapan mereka dalam perang siber.

    Kisah pertempuran siber ini menjadi simbol kebangkitan Tiongkok dalam mempertahankan kedaulatan digital mereka. Dalam 96 jam yang penuh ketegangan, para insinyur dan teknisi Tiongkok menunjukkan ketangguhan luar biasa. Mereka bekerja tanpa henti, mengorbankan kenyamanan pribadi demi menjaga keamanan data nasional. Keberhasilan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal semangat kolektif dan dedikasi tinggi terhadap tujuan bersama.

    Pertarungan ini juga menjadi pelajaran penting bagi negara lain, termasuk Indonesia. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan bagian integral dari kedaulatan nasional. Indonesia harus menyadari bahwa ketergantungan berlebihan pada teknologi asing dapat menjadi titik lemah yang berbahaya. Insiden yang menimpa Google menunjukkan betapa rapuhnya sistem yang tampak kuat di permukaan.

    Ini adalah momen bagi Indonesia untuk memperkuat infrastruktur teknologi domestik, meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan AI, serta membangun sistem keamanan siber yang tangguh.

    Pemain Kunci

    Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kunci di era teknologi baru ini. Dengan populasi yang besar dan demografis yang muda, Indonesia adalah pasar yang menjanjikan sekaligus sumber talenta yang melimpah. Pemerintah dan sektor swasta harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif, di mana startup teknologi lokal dapat tumbuh dan bersaing di tingkat global.

    Selain itu, pendidikan di bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) harus diperkuat untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan teknologi masa depan. Regulasi yang mendukung inovasi tanpa mengorbankan privasi dan hak asasi manusia juga menjadi kunci.

    Indonesia harus belajar dari kesalahan Amerika dalam menyeimbangkan kebutuhan akan perlindungan data dengan kebutuhan untuk mendorong kemajuan teknologi. Pendekatan yang fleksibel dan adaptif terhadap regulasi akan memungkinkan perkembangan teknologi yang lebih cepat dan relevan dengan kebutuhan pasar.

    Tidak kalah pentingnya adalah membangun ketahanan siber yang solid. Indonesia harus berinvestasi dalam teknologi pertahanan siber dan melatih tenaga ahli di bidang ini. Ancaman siber tidak hanya datang dari negara lain, tetapi juga dari aktor non-negara yang dapat merusak stabilitas nasional. Oleh karena itu, strategi keamanan siber harus menjadi bagian integral dari kebijakan nasional.

    Di era di mana dominasi teknologi global sedang mengalami pergeseran, Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran yang lebih besar. Dengan langkah yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan momen antiklimaks dari raksasa teknologi Amerika untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan teknologi baru di Asia.

    Inilah saatnya bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator yang mampu bersaing di panggung dunia.

    Sumber : Antara

  • Kekuatan Baru China, Petaka Besar Ancam Amerika

    Kekuatan Baru China, Petaka Besar Ancam Amerika

    Jakarta, CNBC Indonesia – Rusia akan berkolaborasi dengan para peneliti China dalam proyek-proyek kecerdasan buatan (AI) bersama di masa depan.

    Hal tersebut diungkap oleh seorang eksekutif bank terbesar di Rusia, Sberbank.

    Sberbank menilai, DeepSeek asal China dapat mengubah lanskap teknologi dengan menciptakan model AI yang jauh lebih murah daripada pesaing AI lainnya di Amerika Serikat (AS).

    Rusia dan China sendiri telah lama membicarakan kerja sama dalam bidang AI, termasuk pengaplikasiannya dalam militer. Namun, informasinya bersifat rahasia dan tidak banyak diketahui publik.

    Sberbank, di bawah CEO German Gref, telah mengubah dirinya dari bank tabungan negara bergaya Soviet lawas, menjadi salah satu pemain terkemuka di Rusia dalam bidang kecerdasan buatan dan merilis model GigaChat pada 2023.

    “Sberbank memiliki banyak ilmuwan. Melalui mereka, kami berencana untuk melakukan proyek penelitian bersama dengan para peneliti dari Tiongkok,” kata Wakil CEO Pertama Sberbank Alexander Vedyakhin, dikutip dari Reuters, Jumat (7/2/2025).

    Ia tidak memperinci dengan siapa bank ini akan berkolaborasi di China.

    DeepSeek, startup yang berbasis di Hangzhou, membuat gebrakan di pasar global bulan lalu karena para investor bertaruh bahwa model-model berbiaya rendah dari mereka akan mengancam dominasi perusahaan AI besar asal AS seperti Nvidia.

    Kekuatan Baru China-Rusia

    Bergabungnya Rusia dan China dinilai dapat mengguncang sektor AI di seluruh dunia, di tengah kompetisi antara China dan AS untuk mendominasi industri AI. Di sisi lain, kedua negara tersebut dianggap oleh Washington sebagai ancaman negara terbesar bagi Barat.

    Presiden Vladimir Putin dan Xi Jinping memiliki pandangan dunia yang sama, yang menggambarkan Barat sebagai negara yang mengalami kemunduran. Sementara China menantang supremasi AS dalam segala hal, mulai dari AI dan komputasi kuantum, hingga biologi sintetis dan kekuatan militer yang tangguh.

    Upaya Barat untuk mengisolasi Rusia atas perang di Ukraina telah mendorong Moskow dan Beijing lebih dekat. Bahkan Putin dalam beberapa bulan terakhir telah menggambarkan China sebagai “sekutu”.

    “China adalah mitra Rusia dalam banyak isu agenda internasional, dan tingkat kerja sama ilmiah antara kedua negara dapat diperkuat melalui kolaborasi antara para ilmuwan kami,” pungkasnya.

    (fab/fab)

  • Serangan BYD ke Kandang Tesla, Kita Harus Bagaimana?

    Serangan BYD ke Kandang Tesla, Kita Harus Bagaimana?

    Jakarta

    Apa yang akan terjadi kalau BYD tidak dikenai tarif oleh pemerintah Amerika Serikat dan mobil China bebas masuk ke Amerika Serikat tanpa tarif? Kira-kira hal yang dialami oleh Chat GPT di Apple Store dan Play Store yang digusur oleh Deepseek akan dialami oleh Tesla. Posisinya akan tergantikan oleh produk yang lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah bagus. (lihat gambar 1)

    Deepseek menempati peringkat 1 aplikasi gratis mengalahkan ChatGPT di AppStore dan Google Play. Foto: Istimewa

    Sebenarnya kemenangan Asisten AI Deepseek terhadap ChatGPT bukan kemenangan China terhadap Amerika, tetapi ini adalah kemenangan Open Source terhadap close source atau propietary.

    Pengembang Deepseek mendapatkan manfaat dari open research dan open source seperti PyTorch dan Llama dalam membangun aplikasinya. Mereka mendapatkan ide baru dan membangun ide itu pada fondasi yang disediakan oleh opensource.

    Dan hasil kerja mereka dipublikasikan secara opensource sehingga siapa saja bisa mendapatkan manfaat dari aplikasi yang mereka kembangkan, setiap orang bisa memiliki server AI sendiri seperti Deepseek dimana hal tersebut sebelumnya tidak dimungkinkan jika anda menggunakan ChatGPT.

    Deepseek adalah juaranya?

    Apakah Deepseek akan menjadi pemenang dan mengalahkan saingannya seperti Chat GPT, Gemini, Llama dan platform AI lainnya seperti yang terjadi saat ini?
    Masih terlalu pagi untuk menentukan pemenang. Namun yang jelas Deepseek sudah melakukan start yang luar biasa dan mengalahkan pesaing besar dengan dana dan sumberdaya hampir tidak terbatas.

    Mengalahkan raksasa Silicon Valley sekelas Google, Meta (Facebook, Instagram dan Whatsapp), Amazon dan Microsoft juga bukan hal yang mustahil walaupun memang bukan hal yang bisa dilakukan oleh sembarangan perusahaan. Namun terbukti hal ini bisa dilakukan oleh perusahaan China.

    Lihat saja Tiktok yang mampu bersaing dengan Instagram, Alibaba yang menjadi tuan rumah di China mengalahkan Amazon atau Tencent yang secara notabene menjadi raja game di dunia. Semua ini bisa terwujud karena adanya keuletan, kompetisi yang luar biasa ketat dan dukungan yang tepat dari pemerintah China.

    Satu hal yang jelas diperlihatkan oleh Deepseek adalah pendekatan pengembangan AI oleh perusahaan rintisan Amerika yang sangat haus prosesor dan daya listrik dan mengakibatkan biaya yang luar biasa besar ternyata terbukti tidak efisien dan sangat mahal. Dengan biaya sekitar 4 % dari yang dikeluarkan oleh Open AI, Deepseek mampu memberikan layanan Asisten AI yang setara dengan yang diberikan oleh Open AI.

    Hal inilah yang menyebabkan rontoknya harga saham-saham magnificent 7 alias 7 perusahaan IT terbesar di dunia karena mereka telah mengeluarkan biaya yang luar biasa besar untuk pengembangan AI yang ternyata sangat tidak efisien.

    Apa yang harus dilakukan Indonesia?

    Lalu, sebagai pengguna awam. Apakah kita perlu beralih dari ChatGPT dan ramai-ramai menggunakan Deepseek ? Apakah perlu memilih paket berbayar dalam menggunakan Asisten AI?

    Pada dasarnya, Asisten AI adalah aplikasi untuk membantu meningkatkan produktivitas. Deepseek dan ChatGPT memberikan layanan gratis bagi pengguna awam dengan batas penggunaan tertentu dan lebih dari cukup jika digunakan untuk kepentingan pribadi tanpa perlu membayar. Malah dengan adanya Deepseek ini, ketika batas penggunaan salah satu Asisten AI melebihi kuota, maka kita jadi memiliki kuota tambahan dari layanan Asisten AI lain dan hal ini tentunya menguntungkan bagi kita sebagai konsumen.

    Sejauh masih bisa dipakai, ChatGPT 3.5 untuk keperluan sehari-hari lebih dari cukup. Tidak ada alasan berpindah dari ChatGPT ke Deepseek, justru dengan adanya Deepseek memberikan lebih banyak kesempatan menggunakan AI Chatbot secara gratis, dimana kalau kuota token pada salah satu chatbot habis atau mengalami gangguan, kita bisa menggunakan chatbot lain.

    Namun jika anda membutuhkan Asisten AI yang lebih canggih, bisa mengupload dokumen, lebih cepat atau keperluan bisnis yang mengharuskan anda menggunakan AI berbayar anda bisa mempertimbangkan menggunakan Asisten AI berbayar dan menggunakan API Application Programming Interface untuk proses otomasi.

    Bahaya keamanan data

    Lalu ada issue yang dikembangkan mengenai keamanan data pengguna Deepseek yang servernya berada di China. Apakah kita perlu khawatir akan hal ini ? Sebenarnya kekhawatiran ini agak aneh, mengapa ketika menggunakan ChatGPT, Google Maps, Instagram dan WhatsApp tidak pernah ditanyakan keamanan data pengguna ? Servernya juga bukan di Indonesia dan datanya berada di bawah penguasaan perusahaan Amerika dan pemerintah Amerika setiap saat bisa meminta akses data tersebut.

    Apakah kalau data dibawa ke Amerika lebih tidak bahaya daripada dibawa ke China ? Harusnya secara logika yah bahayanya sama. Malah pengguna Deepseek di Amerika harus lebih khawatir daripada pengguna di Indonesia, tetapi kok Deepseek tetap menjadi aplikasi nomor 1 di AppStore dan Play Store di Amerika ?

    Jadi rasanya agak berlebihan kalau kita sebagai pengguna menghindari menggunakan Deepseek hanya karena servernya dihosting di China. Sebagai informasi, ketika anda menggunakan produk China seperti HP China, mobil listrik China, Drone China, IoT China datanya juga banyak yang disimpan di server China.

    Data yang didapatkan oleh Deepseek tidak lebih banyak daripada data aplikasi populer yang sering kita gunakan. Data aplikasi lain itu jauh lebih banyak yg diambil seperti data lokasi, kebiasaan membuka aplikasi (kapan buka, kapan aktif), minat pengguna pada bidang apa saja, sedang search apa saja, sering kemana saja, siapa saja temannya atau konten apa saja yg paling sering diakses.

    Jika ingin dikhawatirkan, data itu yg lebih perlu dikhawatirkan dan bukan data chatbot dengan Asisten AI. Sebaliknya, kalau gara² kekhawatiran berlebihan ini kita jadi ketakutan menggunakan AI, kita (Indonesia) akan rugi besar. Indonesia ini sudah tertinggal jauh dalam perlombaan pengembangan aplikasi AI dan implementasi AI. Sementara negara lain sudah melaju kencang dengan AI, kita malah ketakutan sendiri dengan AI dan kita tidak memanfaatkan AI dengan optimal untuk kepentingan kita.

    Justru dengan adanya Asisten AI Open Source ini, hal ini merupakan kesempatan emas bagi kita di Indonesia untuk segera mengejar ketertinggalan. Semua orang berlomba2 mengupdate dirinya dengan AI dan membiasakan diri menggunakannya, tetapi dengan mengetahui batas dan kelemahan AI.

    Jadi jangan dipercaya 100 % karena tidak ada jaminan informasi yang dihasilkan oleh AI 100 % akurat. Anda sebagai pengguna yang harus bijak dalam memilah, menyerap dan menggunakan informasi.

    (fyk/fyk)

  • JICT Persingkat Waktu Singgah Kapal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok – Halaman all

    JICT Persingkat Waktu Singgah Kapal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok – Halaman all

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sepanjang tahun 2024, Jakarta International Container Terminal (JICT)  menangani lebih dari 2 juta TEUs (peti kemas setara ukuran 20 feet) volume petikemas ekspor impor di Tanjung Priok. 

    Tren peningkatan volume tersebut diproyeksikan akan terus bertambah di 2025. 

    Hal ini dapat terlihat dari kedatangan kapal baru (Maiden Voyage) CMA CGM Kauri yang bersandar di terminal petikemas tersibuk di Indonesia tersebut.

    CMA CGM Kauri sendiri menghubungkan rute pelabuhan di Tiongkok Utara dan Filipina dengan pelabuhan di Indonesia melalui JICT.

    Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan,  kedatangan Kapal CMA CGM Kauri menandakan peningkatan kepercayaan dari pengguna jasa terhadap pelayanan di terminal peti kemas tersebut.

    “Kami merasa terhormat sekaligus berterima kasih atas new service dari CMA CGM Kauri. Semoga JICT dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa kami,” ujar Ade saat seremoni kedatangan kapal, di Dermaga Utara JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025).

    Ade bilang, JICT berupaya mempersingkat waktu singgah kapal di pelabuhan (port stay) dengan beberapa pengadaan alat-alat baru.

    Hal ini selaras dengan program Pelindo guna mengintegrasikan ekosistem maritim nasional yang berkelas dunia.

    “Kita akan mengadakan crane baru dengan spek super post panamax, lima e-RTGC (alat bongkar muat lapangan) dan truk-truk baru. Ini semua menjadi refleksi dari komitmen JICT untuk mewujudkan pelayanan yang cepat dan handal sekaligus dapat mempersingkat port stay di JICT,” ujar Ade.      

    Kapten Kapal CMA CGM Kauri, Sviatoslav Getta mengatakan, pentingnya Indonesia dan JICT bagi CMA CGM Group.

    “Kami terkesan dengan aspek keamanan dan produktivitas pelabuhan yang ditunjukkan oleh JICT. Saya berharap peningkatan pelayanan JICT dapat berkontribusi positif bagi CMA CGM dan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan ini,” ujar Sviatoslav.

    Dalam acara seremoni kedatangan CMA CGM Kauri turut hadir Presiden Direktur CMA CGM Indonesia Michel Razak, Direktur Utama Subholding Pelindo Terminal Petikemas M. Adji, Chief officer CMA CGM Kauri Oleksandr Kornov dan Pihak Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

     

  • Dasco terima Dubes Rusia bahas soal bilateral hingga beasiswa

    Dasco terima Dubes Rusia bahas soal bilateral hingga beasiswa

    Kami bicara banyak hal tadi tentang hubungan bilateral kedua negara yang akan kita lebih tingkatkan

    Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk RI Sergei Gennadievich Tolchenov dan membicarakan berbagai hal, mulai dari hubungan bilateral kedua negara hingga beasiswa bagi pelajar Indonesia.

    “Kami bicara banyak hal tadi tentang hubungan bilateral kedua negara yang akan kita lebih tingkatkan. Kemudian tadi bicara banyak hal, antara lain tadi soal beasiswa mahasiswa kita di Rusia,” kata Dasco usai pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat.

    Dia mengatakan dalam pertemuan juga dibahas kerja sama dalam bidang perdagangan, energi, ketahanan pangan, dan peningkatan kerja sama antarparlemen, termasuk kerja sama kedua negara.

    “Juga banyak ide-ide yang tadi kami sudah bicarakan dan akan ditindaklanjuti, baik antarparlemen maupun nanti penyampaian kepada Presiden kita untuk peningkatan hubungan bilateral kedua negara,” ucapnya.

    Dasco pun tak menampik dalam pertemuan dengan Tolchenov turut dibahas keanggotaan penuh Indonesia dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

    “Ya, tadi sudah kami bicarakan dan kami juga apresiasi kepada pemerintah Rusia yang sudah mendukung kita (Indonesia) menjadi keanggotaan penuh dalam waktu singkat,” tuturnya.

    Sementara itu pada kesempatan tersebut, Tolchenov juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antarparlemen RI dengan Rusia.

    Adapun terkait pembahasan kerja sama bilateral kedua negara, Tolchenov menyebut dirinya membicarakan tentang hubungan diplomatis RI dengan Rusia yang sudah terjalin sejak 75 tahun lalu.

    “Pada awal minggu ini, kami merayakan ulang tahun ke-75 hubungan diplomatis antara RI dan Rusia, dan saya sangat senang kami memiliki hubungan yang bermanfaat dan beragam,” tuturnya.

    Dia mengatakan bahwa hubungan diplomatis RI-Rusia tidak hanya mencakup bidang politik, melainkan juga menyangkut bidang pendidikan dan budaya.

    “Bukan hanya politik, tapi juga ekonomi, perdagangan, pendidikan, juga kerjasama militer, kerja sama budaya, dan kami menyentuh semua masalah ini, termasuk pertukaran pendidikan pelajar Indonesia di Rusia,” ujarnya.

    Dia mengatakan Rusia juga berkomitmen untuk meningkatkan kuota penerima beasiswa pendidikan bagi pelajar Indonesia di negara Beruang Merah.

    “Kami juga menyiapkan 250 beasiswa untuk pelajar Indonesia untuk belajar di Rusia, dan tahun ini semoga mungkin kami menyiapkan sekitar 500 pendaftar untuk beasiswa ini,” ucap Tolchenov.

    Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
    Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
    Copyright © ANTARA 2025

  • Puan harap RI-Italia saling melengkapi saat bertemu Parlemen Italia

    Puan harap RI-Italia saling melengkapi saat bertemu Parlemen Italia

    Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Presiden Chamber of Deputies, Republik Italia, Lorenzo Fontana di Italia, Kamis waktu setempat. ANTARA/HO-DPR RI.

    Puan harap RI-Italia saling melengkapi saat bertemu Parlemen Italia
    Dalam Negeri   
    Editor: Novelia Tri Ananda   
    Jumat, 07 Februari 2025 – 07:51 WIB

    Elshinta.com – Ketua DPR RI Puan Maharani berharap hubungan Republik Indonesia dengan Italia menjadi hubungan yang saling melengkapi, saat pertemuan bilateral dengan Pimpinan Parlemen Italia atau Presiden Chamber of Deputies, Republik Italia, Lorenzo Fontana di Italia, Kamis waktu setempat.

    Menurut dia, peningkatan kerja sama parlemen antarkedua negara merupakan hal yang penting karena diplomasi parlemen diperlukan untuk melengkapi diplomasi antar pemerintah.

    “DPR RI memandang pentingnya mendorong dialog antarparlemen dan diplomasi parlemen yang semakin erat, baik secara bilateral, regional, maupun global,” kata Puan.

    Terkait diplomasi parlemen, dia mengatakan DPR RI periode 2024-2029 telah membentuk Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI dengan Italia, sebagai bagian dari 102 GKSB yang dibentuk DPR pada pada 30 Januari lalu.

    “Diplomasi parlemen diharapkan dapat menjembatani perbedaan antarnegara, di saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis, seperti meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, konflik, persaingan kekuatan besar, iklim,” kata dia.

    ia pun menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral RI-Italia yang telah berlangsung baik dan erat selama ini. Terlebih lagi, dia mengaku sudah bertemu dengan Lorenzo beberapa kali, termasuk saat KTT G20.

    Dengan begitu, menurut dia, ada berbagai isu terkait kerja sama kedua negara yang perlu dilanjutkan untuk dibicarakan. Dia pun mengatakan Indonesia dan Italia memiliki kesamaan sebagai negara demokrasi yang menghargai hak asasi manusia dan melaksanakan rule of law.

    “Hubungan baik ini menjadi landasan kuat untuk pengembangan kerja sama konkret di bidang ekonomi yang saling menguntungkan bagi kesejahteraan rakyat kedua negara,” kata dia.

    Selain itu, dia mengatakan pengembangan kerja sama di bidang perekonomian RI-Italia semakin signifikan mengingat saat ini Indonesia telah resmi bergabung dengan blok ekonomi Brazil, Rusia, India, China, dan South Africa (BRICS).

    “Kerja sama ekonomi Indonesia dan Italia sendiri sudah cukup besar dan perlu ditingkatkan termasuk di bidang pendidikan, kebudayaan, industri, dan agrikultur,” katanya.

    Untuk bidang pendidikan, dia pun mendorong agar ada kerja sama antar-universitas Indonesia dan Italia, misalnya dengan membuat program gelar bersama. Selain itu, kerja sama pun perlu ditingkatkan dalam pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penelitian bersama dan publikasi internasional.

    Kemudian, dia ingin agar Indonesia dan Italia perlu memperkuat kontak antar masyarakat melalui pariwisata, program pertukaran pemuda, pertukaran pemimpin agama, beasiswa dan mengintensifkan dialog antaragama.

    Di samping itu, dia pun mengapresiasi atas adanya kerja sama RI-Italia yang baru dilakukan, yakni TNI Angkatan Laut (AL) telah menerima dua unit kapal buatan perusahaan kapal dari Italia, Fincantieri, yang akan digunakan untuk memperkuat pertahanan wilayah laut Indonesia.

    “Saya senang atas keberhasilan upacara pemberian nama untuk dua kapal perang Indonesia, yaitu KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang dibeli dari Fincantieri Italia pada 29 Januari 2025,” katanya.

    Dengan begitu, dia pun mengundang pimpinan parlemen Italia Lorenzo Fontana untuk berkunjung secara resmi ke Indonesia. Menurut dia, diplomasi parlemen dapat menjembatani perbedaan antarnegara, di saat dunia sedang menghadapi berbagai krisis.

    Sumber : Antara

  • Perang Dagang AS vs China, Simak Untung Rugi untuk RI – Page 3

    Perang Dagang AS vs China, Simak Untung Rugi untuk RI – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia menyebut kebijakan perdagangan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, khususnya terkait dengan tarif dagang dengan China memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.

    Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif dagang 10 persen terhadap China. Kemudian, Pemerintah China menetapkan tarif impor bagi komoditas-komoditas asal AS sebagai balasan dari kebijakan Presiden AS Donald Trump.

    Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter (DKEM) Juli Budi Winantya, mengatakan meskipun ada banyak risiko yang dihadapi, tidak sedikit pula peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

    Salah satu dampak utama yang dirasakan Indonesia dari kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump, adalah risiko yang terkait dengan hubungan dagang Indonesia dengan China.

    “Dampak dari peningkatan, dari ketidakpastian ini yang terutama terkait dengan tarif. Itu di satu sisi memang ada risiko, terutama terkait dengan Tiongkok,” kata Juli dalam media briefing di Aceh, Jumat (7/2/2025).

    Dampak ke Ekspor Indonesia

    Juli menjelaskan, sebagai mitra dagang utama, pertumbuhan ekonomi China yang melambat dapat mempengaruhi permintaan ekspor Indonesia.

    Penurunan permintaan ekspor ke China bisa memperlambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam sektor-sektor yang bergantung pada pasar Tiongkok.

    “Tiongkok itu mitra dagang utama kita. Sehingga yang terjadi dengan Tiongkok tentunya akan berpengaruh ke kita. Risikonya bisa dari ekspor kita yang melambat. Karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat,” ujarnya.

    Selain itu, kebijakan tarif yang diterapkan oleh Amerika Serikat juga menyebabkan produk-produk dari Tiongkok yang sebelumnya diekspor ke AS, kini terhambat.

    Hal ini bisa mengakibatkan produk-produk tersebut mencari pasar alternatif, salah satunya Indonesia. Dampaknya, pasar dalam negeri bisa jadi terhambat oleh peningkatan produk impor yang membanjiri pasar Indonesia, sehingga bisa merugikan industri dalam negeri.

    “Produk Tiongkok itu tidak bisa dijual lagi ke Amerika Serikat. Sehingga, bisa juga jadi membanjiri masuk ke Indonesia. Itu dari sisi risikonya ya,” jelasnya.

     

  • DeepSeek-ChatGPT Minggir, Muncul Aplikasi Baru Lebih Canggih

    DeepSeek-ChatGPT Minggir, Muncul Aplikasi Baru Lebih Canggih

    Jakarta, CNBC Indonesia – DeepSeek dan ChatGPT punya saingan baru. Bernama Mistral AI yang merupakan startup Prancis didukung raksasa chipset Nvidia.

    Mistral AI didirikan dua tahun lalu. Startup ini memiliki chatbot Le Chat, mendukung sumber terbuka dengan mesin inferensi yang diklaim tercepat di dunia mencapai 1.000 kata per detik.

    Asisten digital itu telah tersedia di browser, serta telah ditawarkan untuk produk bisnis. Menurut Mistral, mereka telah memiliki beberapa kerja sama dengan lusinan perusahaan besar termasuk Veolia yang merupakan grup pengelolaan air dan limbah Prancis.

    Platform itu memang belum sebesar ChatGPT. Chatbot milik OpenAI telah memiliki 200 juta pengguna aktif mingguan, sementara berdasarkan ucapan CEO dan salah satu pendiri Mistral AI, Arthur Mensch, Le Chat mengantongi ‘beberapa juta pelanggan’.

    Meski begitu, Le Chat dan Mistral AI cukup menjanjikan. Startup bernilar 5,8 miliar euro mendapatkan dukungan finansial dari Nvidia dan sering dibicarakan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dikutip dari Reuters, Jumat (7/2/2025).

    Mensch juga menyoroti pesaingnya DeepSeek, yang baru saja mengguncang pasar global belum lama ini. Dia mengatakan tidak terlalu terkejut dengan inovasi perusahaan asal China, karena dia mengenalnya dengan baik.

    DeepSeek, dia mengatakan diuntungkan dari teknologi yang dibagikan Mistral lewat sumber terbuka.

    Selain itu, dia juga mengatakan tujuan utama membuat AI agar bisa lebih terbuka dan mudah diakses semua orang. “Ada dimensi budaya pada AI dan menurut saya semua orang menyadari itu. Ini mengenai memiliki juara Eropa dan karena itu kami menciptakan Mistral,” jelasnya.

    Perbandingan Mistral 7B dan DeepSeek R1

    Adyog membuat perbandingan kedua model AI tersebut. Laman tersebut menuliskan Mistral 7B sebagai model AI yang lebih efisiensi dan cepat.

    Untuk pengetahuan umum (General Knowledge/MMLU), pengujian Adyog menunjukkan Mistral 7B sebesar 62,6% sementara DeepSeek R1 59,8%. Mistral 7B juga lebih unggul untuk logika dan matematika (Math & Logic/GSM8K) yakni 58,1% berbanding 54,3%.

    Kecepatan inferensi (Inference Speed) yang menunjukkan kecepatan AI menangani input, Mistral 7B juga sedikit lebih mumpuni dibandingkan DeepSeek R1, yakni 35,2 token/detik berbanding 30,9 token/detik.

    Kendati demikian DeepSeek R1 lebih unggul di sektor pengumpulan kode (Code Generation/Human Eval) dan Multi-Turn Chat.

    Salah satu kemampuan DeepSeek R1 yang jauh lebih hemat biaya ketimbang ChatGPT milik OpenAI ternyata masih tak terkalahkan. Adyog mengatakan biaya komputasi (Cloud Cost) DeepSeek R1 per jam US$2,07 berbanding US$2,20 pada Mistral 7B.

    DeepSeek menggunakan retrieval-augmented generation (RAG) untuk peningkatan retensi. Model tersebut disebut merespon lebih baik untuk format obrolan panjang.

    Sementara Mistral 7B lebih unggul untuk respons umum AI dan kecepatan menangani perintah.

    Secara karakteristik, Mistral 7B dinilai lebih cepat dan menyeluruh dalam menangani input. Sementara DeepSeek R1 bisa memaparkan fakta secara lebih dinamis, tetapi membutuhkan infrastruktur tambahan.

    (dem/dem)

  • Kemenperin Bidik Perluasan Ekspor Produk Kerajinan  – Halaman all

    Kemenperin Bidik Perluasan Ekspor Produk Kerajinan  – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri kerajinan dalam negeri memiliki pangsa pasar ekspor yang potensial, peluang ini perlu terus dimaksimalkan oleh para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

    Berdasarkan data yang diolah Pusdatin Kemenperin, kinerja ekspor industri kerajinan dalam negeri pada tahun 2024 mencapai angka 679,02 juta dolar AS.

    Adapun lima negara tujuan ekspor produk industri kerajinan Indonesia, yaitu ke China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang dan Belanda. 

    Kementerian Perindustrian berupaya mendorong promosi produk dan jenama kerajinan lokal ke pasar internasional melalui berbagai program strategis.

    Dalam upaya meningkatkan akses pasar produk-produk kerajinan dalam negeri, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin memfasilitasi 10 IKM binaan untuk ikut serta dalam pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) ke 25 yang digelar sepekan pada 5-9 Februari 202 di Jakarta International Convention Center (JCC) Senayan. 

    Pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut kembali digelar sebagai ajang pameran dagang, wadah promosi, sekaligus sarana edukasi, sosialisasi dan kolaborasi antar komunitas perajin serta jenama kerajinan lokal dengan berbagai pihak.

    Pameran Inacraft tahun ini mengusung tema Sustainibility and Collaboration, dengan menetapkan kerajinan dan kesenian dari Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Icon Pavilion, dengan tema The Cosmological Axis of Yogyakarta Living in Harmony.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, menyampaikan IKM yang mendapatkan fasilitasi keikutsertaan dalam Inacraft, telah melalui proses kurasi dan seleksi yang dilaksanakan pada awal hingga pertengahan bulan Januari 2025.

    “Melalui fasilitasi pameran ini, kami berupaya menampilkan produk IKM yang inovatif dengan berkolaborasi dalam satu pavilliun. Yaitu, produk-produk kerajinan yang berkualitas tinggi sehingga dapat bersaing dengan produk impor dan meningkatkan posisi di pasar lokal,” ungkap Reni dalam keterangan, Kamis (6/2/2025).

    Adapun 10 IKM yang difasilitasi oleh Ditjen IKMA Kemenperin dalam Pameran Inacraft 2025, yakni Rubysh Jewelry, Hexagon by Zara Tentriabeng Designs, Intan Songket, Tuban Lokcan Tenun Gedhog dan Batik Tulis, Miss Allyna, Ketak Nusantara, Cemara Ceramics, Risman Wijaya Keramik, Cabaco.id dan Bagbone Leather. Lokasi paviliun Kemenperin untuk 10 IKM tersebut berada di Main Lobby Booth No.B JCC.