Negara: Republik Rakyat Cina

  • Bencana Longsor Besar, 30 Orang Hilang & 10 Rumah Tertimbun

    Bencana Longsor Besar, 30 Orang Hilang & 10 Rumah Tertimbun

    Jakarta, CNBC Indonesia – Desa Jinping, Kota Yibin, Provinis Sichuan, China mengalami bencana longsor. Sampai pada Sabtu (8/2/2025) tercatat 30 orang dilaporkan hilang dan 200 orang lainnya telah dilakukan evaluasi.

    Longsor yang terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat (0350 GMT) itu setidaknya telah menghancurkan sepuluh rumah.

    Menurut laporan dari stasiun penyiaran negara CCTV, dikutip AFP, lebih dari 200 orang telah dievakuasi dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

    “Sepuluh rumah tertimbun, lebih dari 30 orang hilang, dan sekitar 200 orang dievakuasi dan dipindahkan,” kata CCTV mengutip AFP, dikutip Minggu (9/2/2025).

    Namun, tim penyelamat yang sedang bekerja di lokasi mengungkapkan longsor masih terus berlangsung, sehingga warga diminta untuk menghindari area tersebut demi keselamatan.

    Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan pihak berwenang untuk melakukan segala upaya dalam pencarian dan penyelamatan orang yang hilang, serta meminimalkan jumlah korban jiwa. Selain itu, pemerintah China juga menginstruksikan agar dampak bencana ini ditangani dengan baik.

    Kementerian Manajemen Darurat China menyatakan bahwa dua orang telah berhasil diselamatkan sejauh ini. Tim tanggap darurat terus bekerja keras untuk mencari korban selamat.

    Pemerintah China juga telah mengalokasikan dana bantuan sebesar 30 juta Yuan (sekitar 4,1 juta Dolar AS) untuk mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan pasca-bencana.

    Peristiwa longsor ini menambah deretan bencana alam yang melanda wilayah China, yang sering kali dilanda cuaca ekstrem. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa atau penyebab pasti terjadinya longsor.

    (pgr/pgr)

  • Modus Gila! Wanita Ini Pakai Suami Palsu buat Tipu Keluarga Sendiri Rp 26 M

    Modus Gila! Wanita Ini Pakai Suami Palsu buat Tipu Keluarga Sendiri Rp 26 M

    Jakarta

    Wanita asal Shanghai, China, melakukan penipuan properti bersama suami palsunya. Alih-alih menawarkan rumah harga murah, wanita berusia 40 tahun bermarga Meng ini malah menipu kerabatnya sendiri hingga US$ 1,6 juta atau setara Rp 26 miliar (kurs Rp 16.276).

    Dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (8/2/2025) cerita wanita ini telah menggemparkan media sosial China. Pasalnya penipuan itu dilakuka saat usaha real estat kecil yang dikelolanya bangkrut pada 2014.

    Untuk melancarkan penipuannya, wanita tersebut berpura-pura menikah dengan seorang pria yang menyamar sebagai pengusaha real estat kaya. Padahal pria bermarga Jiang yang dinikahinya itu cuma driver taksi biasa.

    Dia memperkenalkan suami palsunya sebagai pengusaha properti untuk melancarkan aksi penipuannya. Wanita itu menyebut suaminya tengah membuat properti dengan harga murah. Wanita itu memberi tahu kerabatnya bahwa suaminya bertanggung jawab atas pembangunan banyak proyek real estat besar.

    Dia pun menawarkan rumah kepada sepupunya dengan setengah harga. Wanita itu juga meminta sepupunya untuk berbohong kepada kerabatnya bahwa dia hanya membayar setengah harga karena dirinya dan suami memiliki koneksi.

    Tak sampai di situ, penipuan itu juga dilakukan dengan membawa beberapa kerabatnya ke sebuah proyek properti. Dia mengatakan kepada kerabatnya dapat menurunkan harga sebesar US$ 700 per meter persegi, jadi sekitar 20% lebih murah dari harga semula.

    Setidaknya lima kerabatnya telah jatuh ke dalam perangkap wanita itu dan sepakat untuk membeli. Beberapa bahkan menjual properti yang mereka tinggali untuk mendapatkan rumah yang ditawarkan wanita itu.

    Kejanggalan mulai dirasakan saat wanita itu menunda serah terima selama bertahun-tahun. Dia beralasan butuh waktu untuk mengatur diskon.

    Baru sekitar 2018 dan 2019, akhirnya ada serah terima. Namun kejanggalan kembali terjadi karena kerabatnya tidak menerima sertifikat dari rumah tersebut. Baru setelah salah satu korban menyadari ada yang tidak beres, dan pergi untuk memeriksa dengan pengembang properti. Tak disangka properti yang dia tinggali bukan miliknya.

    Kasus ini telah masuk ke pengadilan. Wanita itu divonis 12 tahun, enam bulan penjara. Sedangkan suami palsunya dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena dialah yang menandatangani kontrak sewa rumah dengan pemilik flat yang sebenarnya.

    (fdl/fdl)

  • Heboh Pembatasan di AS, TikTok Malah Kasih Ini ke Pengguna Android

    Heboh Pembatasan di AS, TikTok Malah Kasih Ini ke Pengguna Android

    Jakarta, CNBC Indonesia – TikTok mengizinkan pengguna Android di Amerika Serikat untuk mengunduh dan terhubung ke aplikasi video pendek melalui paket di situs webnya.

    Ini menjadi sebuah sebagai upaya untuk menghindari pembatasan pada platform populer di negara tersebut.

    Sementara Apple dan Google sampai saat ini belum mengembalikan TikTok ke toko aplikasi mereka sejak undang-undang AS berlaku pada 19 Januari yang mengharuskan pemiliknya dari China, ByteDance, untuk menjualnya dengan alasan keamanan nasional atau menghadapi larangan.

    Presiden Donald Trump, yang mulai menjabat sehari setelah undang-undang tersebut diberlakukan, menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk menunda selama 75 hari pemberlakuan undang-undang tersebut.

    Trump telah mengatakan dia sedang dalam pembicaraan dengan beberapa orang mengenai pembelian TikTok dan kemungkinan akan mengambil keputusan mengenai masa depan aplikasi bulan ini. TikTok memiliki sekitar 170 juta pengguna di Amerika Serikat.

    Presiden menandatangani perintah eksekutif pada Senin yang memerintahkan pembentukan dana kekayaan negara dalam satu tahun ke depan, dan mengatakan bahwa dana tersebut berpotensi bisa digunakan untuk membeli TikTok.

    Para pejabat AS telah memperingatkan, di bawah ByteDance, ada risiko data orang Amerika disalahgunakan, demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (8/2/2025)

    Para pendukung kebebasan berbicara menentang pelarangan TikTok di bawah undang-undang tersebut, yang disahkan oleh Kongres dan ditandatangani oleh Presiden Joe Biden.

    Perusahaan mengatakan bahwa para pejabat AS salah mengartikan hubungannya dengan Cina, dengan alasan mesin rekomendasi konten dan data penggunanya disimpan di Amerika Serikat di server cloud yang dioperasikan oleh Oracle, sementara keputusan moderasi konten yang memengaruhi pengguna Amerika juga dibuat di Amerika Serikat.

    (dce)

  • Ramai Larang Pakai DeepSeek AI, Komdigi Ungkap Sikap Pemerintah RI Terkini

    Ramai Larang Pakai DeepSeek AI, Komdigi Ungkap Sikap Pemerintah RI Terkini

    Jakarta

    Sejumlah negara telah melarang penggunaan DeepSeek, khususnya di lingkungan pekerjaan. Lalu, bagaimana sikap Pemerintah Indonesia terkait perkembangan isu global tersebut?

    Sebagai informasi, DeepSeek merupakan perusahaan rintisan asal China yang mengembangkan teknologi AI yang kemampuannnya lebih canggih daripada Nvidia hingga OpenAi. Akan tetapi, ada dugaan risiko keamanan siber yang mengintai pengguna yang memakain DeeSeek.

    Mengenai hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail, memberikan pernyataannya saat ditemui di sela-sela acara pembukaan pita frekuensi 6 GHz untuk WiFi 6E dan WiFi 7.

    “Kita belum ada diskusi ke sana (pelarangan DeepSeek di Indonesia),” ujar Ismail di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

    Sebelumnya, fenomena DeepSeek ini sempat dikomentari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Disampaikannya, pemerintah belum membuat keputusan untuk melakukan pembatasan akses publik ke teknologi AI buatan DeepSeek.

    Bagi yang memanfaatkan AI, Meutya menyarankan agar pengguna mengikuti pedoman surat edaran Kementerian Komdigi terkait pemakaian teknologi AI dan tentunya tidak menyalahi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang di antaranya mengatur pembatasan konten negatif, seperti judol dan pornografi, serta ruang digital ramah anak,” ungkap Menkomdigi Meutya Hafid.

    Diberitakan sebelumnya, Departemen Dalam Negeri Australia menyatakan DeepSeek akan dilarang untuk dipakai di seluruh perangkat pemerintahan federal terkait isu keamanan nasional, yang tidak disebutkan secara detail. Nasihat dari intelijen negara itu menyatakan bahwa ada risiko yang mengintai dalam pemakaian DeepSeek.

    Mendagri Tony Burke, menyatakan keputusan itu diambil bukan karena DeepSeek berasal dari China, tapi terkait risiko pada pemerintah Australia dan asetnya. “Pemerintahan Anthony Albanese (PM Australia) mengambil aksi cepat untuk melindungi keamanan nasional dan kepentingan Australia,” katanya.

    Departemen dan lembaga pemerintah Australia diminta untuk memastikan DeepSeek tidak diinstal di perangkat apapun. Sekitar dua tahun silam, TikTok juga dilarang diunduh di perangkat pemerintah Australia.

    Adapun Italia, Taiwan dan beberapa lembaga pemerintah Amerika Serikat juga memberlakukan pelarangan DeepSeek. Kekhawatiran terbesar yang dilaporkan adalah potensi kebocoran data ke pemerintah China.

    Menurut kebijakan privasi DeepSeek, perusahaan tersebut menyimpan semua data pengguna di China, di mana undang-undang setempat mewajibkan organisasi untuk berbagi data dengan pejabat intelijen atas permintaan.

    NASA misalnya, telah melarang karyawan menggunakan teknologi DeepSeek. Memo dari kepala AI agensi antariksa itu memberi tahu personel bahwa server DeepSeek beroperasi di luar AS, yang menimbulkan kekhawatiran soal keamanan nasional.

    (agt/agt)

  • Panas Tensi Geopolitik Ganggu Investasi Asing ke RI? Ini Kata Rosan

    Panas Tensi Geopolitik Ganggu Investasi Asing ke RI? Ini Kata Rosan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Namun, dalam situasi geopolitik yang tengah memanas, bagaimana pemerintah dapat memenuhi target tersebut?

    Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan tensi geopolitik dan geoekonomi pasti akan berdampak ke banyak aspek, tetapi ia menyebut hal ini juga menimbulkan kesempatan tersendiri.

    “Di tengah tension geopolitik dan geoekonomi ya pastinya mempunyai dampak yang challenge. Tapi di saat bersamaan juga, menurut kami, it creates opportunity juga,” ujar Rosan dalam program Evening Up CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (8/2/2025).

    “Contohnya saya baru dari China. Dari beberapa perusahaan China yang besar mereka juga sudah memikirkan bagaimana relokasi gitu, ke negara-negara ASEAN, contohnya karena mereka tetap ingin masuk ke pasar di Amerika Serikat,” jelasnya.

    Menurut Rosan, hal ini memperlihatkan beberapa pihak sudah melihat apa yang harus dilakukan ke depannya, termasuk bergerak dengan pihak lain.

    “Mereka sudah melihat apa yang mereka harus lakukan. Termasuk misalnya bergerak sama dengan pihak lain, pengurangan porsi dari kepentingan mereka, agar mereka juga bisa menikmati dan tetap masuk ke pasar di AS, dan bisa menikmati juga insentif dalam bentuk program-program dari AS, seperti Inflation Reduction Act (IRA), dan yang lain-lain,” paparnya.

    “Jadi, menurut saya, daru segi konteks investasi ya, memang ada tantangan, tapi di satu sisi juga menciptakan peluang-peluang baru.”

    Investasi yang masuk ke dalam ASEAN secara keseluruhan disebutkan kurang lebih US$ 280 miliar dolar. Dari total tersebut, Rosan menyebut investasi masuk ke Indonesia saat ini kurang lebih hanya mungkin US$35-40 miliar.

    “Nah kalau kita lihat, itu kan berarti kurang lebih hanya 16-17%. Sedangkan kalau kita lihat potensi ekonomi kita kontribusi ke ASEAN hanya 40%. Maksudnya kalau kita lihat secara hubungannya secara langsung, maksudnya paling tidak kita juga harusnya investasi yang masuk ke Indonesia itu lebih,” jelasnya.

    “Karena hampir 50% masuknya ke Singapura, negara-negara ASEAN lainnya juga mempunyai kontribusi yang ada. Jadi Indonesia masih sangat-sangat mempunyai potensi untuk investasi yang masuk ke Indonesia itu menjadi lebih besar.”

    Tantangan Menarik Investasi Asing ke RI

    Meski investasi asing memiliki potensi besar di RI, tetapi Rosan menyebut hal ini terus tertunda akibat masalah klasik, yakni terkait perizinan dan kepastian hukum. Hal ini, katanya, selalu menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperbaiki.

    “Apa kita sudah memperbaiki ini? Sudah, kita terus memperbaiki itu, tapi mungkin kita perlu percepat akselerasi dari perbaikan-perbaikan yang kita sudah lakukan ini. Dan perlu kita sosialisasikan juga, karena negara lain juga terus memperbaiki, me-reform diri mereka dari segi regulasi, perizinan, policy, dan itu juga kita harus lakukan juga,” jelasnya.

    Rosan melihat beberapa negara, seperti India dan Vietnam, telah mengubah undang-undangnya dalam rangka mereka menarik investasi yang masuk ke negara mereka masing-masing.

    “Kita juga harus proaktif. Kita nggak bisanya di sini saja, ngasih tahu bahwa kita punya ini nih ABCDEF. Tapi kita juga harus memahami demannya kebutuhan pasar, tren di pasar itu seperti apa,” ujarnya. “Tidak hanya dari sisi kita saja, dari sisi supply-nya saja, tapi di mana juga kita harus mengerti dan memahami seperti itu.”

    (dce)

  • Berlian Buatan dari Wilayah Termiskin di Spanyol – Halaman all

    Berlian Buatan dari Wilayah Termiskin di Spanyol – Halaman all

    Rebeca Brandys (yang fotonya terlihat pada gambar) memakai berlian buatan di telinga, leher, dan jarinya. Wanita Spanyol berambut merah ini adalah seorang pengacara yang bekerja di pabrik pertama ‘berlian laboratorium’ yang ada Spanyol.

    Pabrik itu terletak di wilayah termiskin di Spanyol, Extremadura. Di sinilah perusahaan AS, Diamond Foundry, memproduksi berlian buatan untuk industri perhiasan melakukan tahap uji coba sejak tahun 2023.

    Sebagai Wakil Direktur Utama Diamond Foundry Eropa, Brandys bertanggung jawab atas semua kasus hukum perusahaan tersebut. Saat ini tim perusahaan tersebut beranggotakan 40 orang, sebagian besar terdiri dari insinyur dengan spesialisasi di bidang kimia, mekanika, dan aplikasi industri.

    Kebutuhan pelanggan yang berubah

    Diamond Foundry bukanlah satu-satunya perusahaan yang memproduksi berlian secara artifisial. Bahkan De Beers, produsen dan penjual berlian asli terbesar di dunia yang berbasis di London, kini berinvestasi dalam produksi laboratorium. Rantai perhiasan Denmark, Pandora, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, bahkan mengumumkan pada tahun 2021 bahwa mereka akan segera menjual berlian buatan – beralasan adanya peningkatan permintaan dari pembeli-pembeli muda.

    “Di AS, lebih banyak ‘berlian laboratorium’ yang dibeli daripada yang berlian asli,” kata Brandys kepada DW. Salah satu alasannya adalah harga yang lebih murah. Di industri perhiasan, harga berlian buatan ini kurang dari sepersepuluh dari harga berlian asli, menurut perusahaan perhiasan Jerman Diamant-Agentur dari Oberursel.

    Aktor Hollywood sebagai investor

    Alasan lainnya: citra berlian alami bukanlah citra terbaik. Banyak orang kini berpikir tentang kerusakan lingkungan, kondisi kerja yang tidak manusiawi, dan fakta bahwa batu permata tersebut turut digunakan untuk membiayai konflik berdarah di berbagai negara Afrika.

    Hollywood pun mengangkat tema ini ke dalam film, salah satunya adalah film “Blood Diamond” (2006) yang dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai pemeran utama. Dicaprio adalah salah satu investor awal Diamond Foundry, Perusahaan yang didirikan di San Francisco pada tahun 2012.

    Diamond Foundry mengoperasikan pabrik seluas 6.000 meter persegi di Trujillo, Spanyol. Berlian buatan diproduksi dalam 20 reaktor, yang membutuhkan sistem pendingin yang kompleks dan kap mesin ekstraksi yang besar. Pengunjung hanya diperbolehkan melihat pabrik dari luar; apa yang terjadi di dalamnya adalah rahasia perusahaan.

    Setidaknya ada sedikit bocoran: “Jika berlian asli membutuhkan waktu 1000 tahun untuk terbentuk, Diamond Foundry berhasil membuat berlian berukuran 20 mm hanya dalam waktu empat minggu dan dalam suhu 1000 derajat menggunakan karbon, yaitu grafit, dan tekanan yang besar,” jelas Eugenio de Arriba, kepala pabrik di Trujillo, kepada DW.

    Berbeda dengan berlian imitasi, yang terbuat dari kaca, berlian buatan memiliki sifat material yang sama dengan berlian asli. Oleh karena itu, berlian buatan ini tidak hanya diminati sebagai perhiasan, tetapi juga begitu diperlukan oleh industri. Karena kekerasan dan ketahanannya terhadap suhu, berlian ini dapat digunakan sebagai alat pemotong atau sebagai lensa pada optik laser.

    Berlian untuk semikonduktor

    Salah satu pendiri Diamond Foundry adalah Martin Roscheisen yang lahir di Jerman. Dia adalah seorang ilmuwan komputer dan pengusaha teknologi yang tinggal di Silicon Valley. Ini menjadi salah satu alasan Diamond Foundry melihat potensi penggunaan berliannya pada cip komputer.

    Pada tahun 2023, Diamond Foundry memproduksi wafer (elektronik) menggunakan berlian berdiameter 100 mm yang diproduksi di laboratorium.

    Wafer elektronik adalah lempengan tipis (setebal milimeter) di mana sirkuit terpadu, yang dikenal sebagai mikrocip, diproduksi. Mikrocip biasanya berbahan dasar silikon, yang sebagian besar berasal dari Cina.

    Diamond Foundry sekarang mengganti silikon dengan lapisan berlian buatan setipis kulit. Berlian buatan ini dapat membuang panas dengan lebih baik dan turut meningkatkan pendinginan serta daya komputasi chip. Perusahaan Jerman, Augsburg Diamond Technology (Audiatec), yang diakuisisi oleh Diamond Foundry pada tahun 2022, juga melakukan penelitian tentang hal ini.

    Uang dari negara

    Penggunaan berlian buatan, serta gagasan untuk mengurangi ketergantungan pada silikon dari Cina, juga menarik bagi Uni Eropa. Pada akhir tahun 2024, Uni Eropa memberikan lampu hijau kepada pemerintah Spanyol untuk memberikan bantuan sebesar 81 juta Euro untuk pabrik Diamond Foundry. Produksinya akan diperluas untuk aplikasi industri tersebut pada fase berikutnya.

    Menurut Diamond Foundry, tahap pertama proyek ini telah menelan biaya 275 juta Euro. Lebih lanjut, investor harus mengumpulkan dana 400 juta Euro untuk mengubahnya menjadi industri mikrocip. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kata Antonio Cordova, Direktur Diamond Foundry Eropa, pabrik berlian terbesar di dunia akan berlokasi di ujung Eropa, di seberang Afrika.

    Peluang untuk wilayah Extremadura

    Wilayah Extremadura menyambut baik setiap investasi perusahaan. Di wilayah ini terdapat kekurangan lapangan pekerjaan dan banyak orang yang ingin berpindah ke kota. Banyak lahan yang disewakan kepada perusahaan listrik untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas yang besar.

    “Kami berada di tempat yang tepat. Kami ingin menggunakan energi yang sebagian besar bersumber dari energi surya yang kami kelola sendiri,” kata Antonio Cordova.

    Tak jauh dari wilayah tersebut, di Cácares, terdapat tambang litium dan satu jam perjalanan dari Trujillo, yakni Navalmoral de la Mata, terdapat sebuah pabrik baterai yang akan dibangun tahun depan di bawah kepemimpinan perusahaan Cina, Envision, dan perusahaan Spanyol, Acciona Group.

    Selama wawancara, Cordova memandang ke arah pegunungan “Sierra de Gredos” dari ruang konferensi kaca di pabrik Diamond Foundry dan ia melihat fase berikutnya dari Diamond Foundry yang akan datang. Sejauh ini, berlian laboratorium untuk cip komputer hanya digunakan oleh produsen cip Nvidia, dałam rangkaian uji coba mereka di Amerika Serikat.

    Cordova yakin bahwa produksi untuk cip akan segera dilakukan dalam skala industri di Trujillo. “Namun, kami membutuhkan lebih banyak bantuan dari Eropa dan negara Spanyol untuk hal ini,” jelasnya. Untuk perluasan pabrik dan penelitian lebih lanjut, perusahaan mengandalkan pendanaan dari Next Generation Fonds, yang sebelumnya disiapkan oleh Uni Eropa untuk mengembalikan stabilitas ekonomi pasca pandemi virus corona.

    Diamond Foundry juga berharap untuk mendapatkan bagian dari Next Generation Fonds Uni Eropa Spanyol untuk memperluas pabrik dan memajukan penelitian.

    Diadaptasi dari artikel DW bahsa Jerman.

  • India Jaga Jarak dari China di BRICS, Setia Pakai Dolar AS

    India Jaga Jarak dari China di BRICS, Setia Pakai Dolar AS

    Jakarta

    India secara resmi menolak pembentukan mata uang BRICS sebagai tandingan dolar Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa India tetap akan menggunakan dolar AS untuk transaksi lintas batas.

    India akan menyelesaikan pembayaran dalam mata uang lokal dengan negara-negara berkembang lainnya hanya jika dianggap sesuai. Kebijakan ini muncul setelah Donald Trump membebaskan India dari perang tarif, namun tetap memberlakukannya pada Kanada, Meksiko, dan China.

    China, salah satu anggota BRICS, bisa jadi tidak akan menganggap enteng sikap India lantaran negara komunis tersebut ingin meluncurkan mata uang baru untuk bersaing dengan dolar AS.

    China bekerja sama dengan Rusia dan Iran dalam pembentukan mata uang tersebut guna mencabut dominasi dolar AS secara global. Langkah tersebut dapat meredam pasar AS dan memicu inflasi di dalam negeri.

    Menteri Perdagangan Persatuan India, Piyush Goyal, menegaskan bahwa India tidak mendukung segala bentuk mata uang BRICS. Goyal menjelaskan bahwa India tidak ingin berbagi mata uang yang sama dengan China.

    Bagi yang belum tahu, India dan China telah berselisih selama lebih dari lima dekade karena sengketa perbatasan dan perang dagang. Menerima sikap China akan membuat pemerintahan PM Modi terlihat lebih lemah dan menghambat prospek pemilunya ke depan.

    “Kami tidak mendukung mata uang BRICS apa pun. Bayangkan kita mempunyai mata uang yang dibagi dengan China. Kami tidak punya rencana. Tidak mungkin memikirkan mata uang BRICS,” kata Menteri Perdagangan India Piyush Goyal saat konferensi pers di meja bundar IT-BT 2025 di New Delhi, dilansir dari Business Today pada Sabtu (8/2/2025).

    Namun, rencana untuk meluncurkan mata uang BRICS masih tetap berjalan seiring dengan upaya China, Rusia, dan Iran melakukan dedolarisasi. Dedolarisasi adalah tujuan pertama dan terpenting dari ketiga negara tersebut karena mereka bertujuan untuk mengakhiri ketergantungan pada dolar AS.

    (fdl/fdl)

  • Puluhan Orang Hilang Usai Tanah Longsor di China

    Puluhan Orang Hilang Usai Tanah Longsor di China

    Jakarta

    Lebih dari 30 orang hilang setelah bencana tanah longsor di provinsi Sichuan, China barat daya pada hari Sabtu (8/2).

    Tanah longsor melanda desa Jinping di kota Yibin sekitar pukul 11:50 waktu setempat.

    “Sepuluh rumah telah terkubur dan lebih dari 30 orang hilang,” lapor media pemerintah China, CCTV, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (8/2/2025).

    Presiden China Xi Jinping telah memerintahkan pihak berwenang untuk melakukan “segala yang mungkin untuk mencari dan menyelamatkan orang-orang yang hilang, meminimalkan korban, dan menangani akibatnya dengan benar”, lapor CCTV.

    Kementerian Manajemen Darurat China mengatakan dalam sebuah posting online bahwa dua orang telah diselamatkan.

    Tim tanggap darurat berada di lokasi untuk mencari para korban selamat, tambah kementerian.

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Berlian Buatan dari Wilayah Termiskin di Spanyol

    Berlian Buatan dari Wilayah Termiskin di Spanyol

    Jakarta

    Rebeca Brandys (yang fotonya terlihat pada gambar) memakai berlian buatan di telinga, leher, dan jarinya. Wanita Spanyol berambut merah ini adalah seorang pengacara yang bekerja di pabrik pertama ‘berlian laboratorium’ yang ada Spanyol.

    Pabrik itu terletak di wilayah termiskin di Spanyol, Extremadura. Di sinilah perusahaan AS, Diamond Foundry, memproduksi berlian buatan untuk industri perhiasan melakukan tahap uji coba sejak tahun 2023.

    Sebagai Wakil Direktur Utama Diamond Foundry Eropa, Brandys bertanggung jawab atas semua kasus hukum perusahaan tersebut. Saat ini tim perusahaan tersebut beranggotakan 40 orang, sebagian besar terdiri dari insinyur dengan spesialisasi di bidang kimia, mekanika, dan aplikasi industri.

    Kebutuhan pelanggan yang berubah

    Diamond Foundry bukanlah satu-satunya perusahaan yang memproduksi berlian secara artifisial. Bahkan De Beers, produsen dan penjual berlian asli terbesar di dunia yang berbasis di London, kini berinvestasi dalam produksi laboratorium. Rantai perhiasan Denmark, Pandora, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia, bahkan mengumumkan pada tahun 2021 bahwa mereka akan segera menjual berlian buatan – beralasan adanya peningkatan permintaan dari pembeli-pembeli muda.

    “Di AS, lebih banyak ‘berlian laboratorium’ yang dibeli daripada yang berlian asli,” kata Brandys kepada DW. Salah satu alasannya adalah harga yang lebih murah. Di industri perhiasan, harga berlian buatan ini kurang dari sepersepuluh dari harga berlian asli, menurut perusahaan perhiasan Jerman Diamant-Agentur dari Oberursel.

    Aktor Hollywood sebagai investor

    Alasan lainnya: citra berlian alami bukanlah citra terbaik. Banyak orang kini berpikir tentang kerusakan lingkungan, kondisi kerja yang tidak manusiawi, dan fakta bahwa batu permata tersebut turut digunakan untuk membiayai konflik berdarah di berbagai negara Afrika.

    Hollywood pun mengangkat tema ini ke dalam film, salah satunya adalah film “Blood Diamond” (2006) yang dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai pemeran utama. Dicaprio adalah salah satu investor awal Diamond Foundry, Perusahaan yang didirikan di San Francisco pada tahun 2012.

    Diamond Foundry mengoperasikan pabrik seluas 6.000 meter persegi di Trujillo, Spanyol. Berlian buatan diproduksi dalam 20 reaktor, yang membutuhkan sistem pendingin yang kompleks dan kap mesin ekstraksi yang besar. Pengunjung hanya diperbolehkan melihat pabrik dari luar; apa yang terjadi di dalamnya adalah rahasia perusahaan.

    Setidaknya ada sedikit bocoran: “Jika berlian asli membutuhkan waktu 1000 tahun untuk terbentuk, Diamond Foundry berhasil membuat berlian berukuran 20 mm hanya dalam waktu empat minggu dan dalam suhu 1000 derajat menggunakan karbon, yaitu grafit, dan tekanan yang besar,” jelas Eugenio de Arriba, kepala pabrik di Trujillo, kepada DW.

    Berbeda dengan berlian imitasi, yang terbuat dari kaca, berlian buatan memiliki sifat material yang sama dengan berlian asli. Oleh karena itu, berlian buatan ini tidak hanya diminati sebagai perhiasan, tetapi juga begitu diperlukan oleh industri. Karena kekerasan dan ketahanannya terhadap suhu, berlian ini dapat digunakan sebagai alat pemotong atau sebagai lensa pada optik laser.

    Berlian untuk semikonduktor

    Salah satu pendiri Diamond Foundry adalah Martin Roscheisen yang lahir di Jerman. Dia adalah seorang ilmuwan komputer dan pengusaha teknologi yang tinggal di Silicon Valley. Ini menjadi salah satu alasan Diamond Foundry melihat potensi penggunaan berliannya pada cip komputer.

    Pada tahun 2023, Diamond Foundry memproduksi wafer (elektronik) menggunakan berlian berdiameter 100 mm yang diproduksi di laboratorium.

    Wafer elektronik adalah lempengan tipis (setebal milimeter) di mana sirkuit terpadu, yang dikenal sebagai mikrocip, diproduksi. Mikrocip biasanya berbahan dasar silikon, yang sebagian besar berasal dari Cina.

    Diamond Foundry sekarang mengganti silikon dengan lapisan berlian buatan setipis kulit. Berlian buatan ini dapat membuang panas dengan lebih baik dan turut meningkatkan pendinginan serta daya komputasi chip. Perusahaan Jerman, Augsburg Diamond Technology (Audiatec), yang diakuisisi oleh Diamond Foundry pada tahun 2022, juga melakukan penelitian tentang hal ini.

    Uang dari negara

    Penggunaan berlian buatan, serta gagasan untuk mengurangi ketergantungan pada silikon dari Cina, juga menarik bagi Uni Eropa. Pada akhir tahun 2024, Uni Eropa memberikan lampu hijau kepada pemerintah Spanyol untuk memberikan bantuan sebesar 81 juta Euro untuk pabrik Diamond Foundry. Produksinya akan diperluas untuk aplikasi industri tersebut pada fase berikutnya.

    Menurut Diamond Foundry, tahap pertama proyek ini telah menelan biaya 275 juta Euro. Lebih lanjut, investor harus mengumpulkan dana 400 juta Euro untuk mengubahnya menjadi industri mikrocip. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kata Antonio Cordova, Direktur Diamond Foundry Eropa, pabrik berlian terbesar di dunia akan berlokasi di ujung Eropa, di seberang Afrika.

    Peluang untuk wilayah Extremadura

    Wilayah Extremadura menyambut baik setiap investasi perusahaan. Di wilayah ini terdapat kekurangan lapangan pekerjaan dan banyak orang yang ingin berpindah ke kota. Banyak lahan yang disewakan kepada perusahaan listrik untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas yang besar.

    “Kami berada di tempat yang tepat. Kami ingin menggunakan energi yang sebagian besar bersumber dari energi surya yang kami kelola sendiri,” kata Antonio Cordova.

    Tak jauh dari wilayah tersebut, di Cácares, terdapat tambang litium dan satu jam perjalanan dari Trujillo, yakni Navalmoral de la Mata, terdapat sebuah pabrik baterai yang akan dibangun tahun depan di bawah kepemimpinan perusahaan Cina, Envision, dan perusahaan Spanyol, Acciona Group.

    Selama wawancara, Cordova memandang ke arah pegunungan “Sierra de Gredos” dari ruang konferensi kaca di pabrik Diamond Foundry dan ia melihat fase berikutnya dari Diamond Foundry yang akan datang. Sejauh ini, berlian laboratorium untuk cip komputer hanya digunakan oleh produsen cip Nvidia, dalam rangkaian uji coba mereka di Amerika Serikat.

    Cordova yakin bahwa produksi untuk cip akan segera dilakukan dalam skala industri di Trujillo. “Namun, kami membutuhkan lebih banyak bantuan dari Eropa dan negara Spanyol untuk hal ini,” jelasnya. Untuk perluasan pabrik dan penelitian lebih lanjut, perusahaan mengandalkan pendanaan dari Next Generation Fonds, yang sebelumnya disiapkan oleh Uni Eropa untuk mengembalikan stabilitas ekonomi pasca pandemi virus corona.

    Diamond Foundry juga berharap untuk mendapatkan bagian dari Next Generation Fonds Uni Eropa Spanyol untuk memperluas pabrik dan memajukan penelitian.

    Diadaptasi dari artikel DW bahasa Jerman.

    Lihat juga video: Wujud Kalung Berlian Langka yang Diduga Berhubungan dengan Marie Antoinette

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Anggaran Terbatas, Kapal Induk Ringan Dinilai Realistis buat RI
                
                    
                        
                            Nasional
                        
                        8 Februari 2025

    Anggaran Terbatas, Kapal Induk Ringan Dinilai Realistis buat RI Nasional 8 Februari 2025

    Anggaran Terbatas, Kapal Induk Ringan Dinilai Realistis buat RI
    Tim Redaksi
    JAKARTA, KOMPAS.com
    – Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyambut baik rencana pengadaan kapal induk ringan berjenis
    landing helicopter dock
    (LHD) yang tengah dikaji Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI AL.
    Pasalnya, anggaran Indonesia untuk mengadakan kapal induk besar seperti milik Amerika Serikta, Perancis, hingga Inggris masih sangat terbatas.
    Terlebih, Indonesia masih menganut doktrin bersifat defensif, dengan konsep
    anti-access/area denial
    (A2/AD) yang berfokus pada pertahanan wilayah dengan sistem pertahanan berlapis.
    Sedangkan negara-negara tersebut menganut doktrin ofensif yang memiliki strategi proyeksi kekuatan global.
    “Saya kira kapal induk ringan minimal, ya atau kapal serbu amfibi dengan kemampuan pesawat lepas landas pendek, lebih realistis untuk diwujudkan. Jadi, bukan kapal induk yang besar,” kata Khairul saat dihubungi
    Kompas.com,
    Sabtu (8/2/2025).
    Ia tidak memungkiri, keberadaan kapal induk sangat penting untuk pengamanan jalur perdagangan internasional, operasi kemanusiaan, dan respons cepat terhadap bencana.
    Begitu pun tantangan keamanan maritim, seperti penangkapan ikan ilegal (
    illegal fishing
    ), konflik di Laut China Selatan (LCS), serta ancaman bencana alam.
    Katanya, kapal induk bisa difungsikan sebagai rumah sakit terapung, pusat komando darurat, hingga pangkalan udara ketika muncul kondisi-kondisi darurat.
    “Karena bisa menjangkau wilayah-wilayah yang relatif terpencil, sehingga ketika misalnya Covid-19 kemarin, satu pulau sulit diakses oleh layanan kesehatan yang baik, kapal induk bisa difungsikan juga,” tutur Khairul.
    Kendati begitu, Khairul mengingatkan pemerintah untuk turut mempertimbangkan biaya pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur menyusul wacana pengadaan kapal induk untuk Operasi Militer Selain Pedang (OMSP).
    Terlebih, kata dia, prioritas anggaran pertahanan negara saat ini masih fokus pada modernisasi alutsista.
    Negara lebih memprioritaskan penggantian alutsista yang sudah tua, seperti pesawat tempur hingga sistem pertahanan darat lainnya. Dengan anggaran terbatas, pengadaan kapal induk belum bisa menjadi prioritas utama.
    “Ini terkait investasi jangka panjang, butuh anggaran besar. Bukan hanya untuk pembeliannya, tapi untuk pemeliharaan infrastruktur pendukung, kemudian SDM terlatihnya,” tandas Khairul.
    Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mengakui bahwa Kemenhan dan TNI Angkatan Laut (AL) sedang mengkaji pengadaan kapal induk jenis landing helicopter dock (LHD).
    Kepala Biro Info Pertahanan Setjen Kemenhan RI Brigjen Frega Wenas Inkiriwang mengatakan, kapal ini merupakan salah satu opsi yang dikaji dalam pengembangan kekuatan TNI AL guna meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan dan operasi gabungan.
    “Kajian ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dilakukan ke depan sesuai dengan kebutuhan pertahanan negara serta mendukung berbagai operasi, baik dalam konteks penyiapan Operasi Militer Perang (OMP) maupun mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” kata Frega kepada
    Kompas.com.
    Copyright 2008 – 2025 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.