Negara: Republik Rakyat Cina

  • India Membara! Dilanda Gelombang Panas, Suhunya Bisa Tembus 47 Derajat Celcius

    India Membara! Dilanda Gelombang Panas, Suhunya Bisa Tembus 47 Derajat Celcius

    Jakarta

    Gelombang panas atau heatwave yang menyengat melanda India bagian utara, dengan suhu yang melonjak di atas normal. Kondisi ini tentunya mengganggu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan masalah kesehatan.

    Departemen Meteorologi India mengungkapkan pada Senin (9/6/2025), suhu udara melonjak hingga 47,3 derajat Celsius di Sri Ganganagar, sebuah kota gurun di negara bagian barat laut Rajasthan.

    Panas yang menyengat membuat infrastruktur kesehatan negara menjadi kewalahan. Paparan suhu ekstrem yang berkepanjangan sering kali menyebabkan sengatan panas atau heat stroke, yang sangat berdampak pada orang yang bekerja di luar ruangan, anak-anak, dan orang tua.

    Tahun lalu, gelombang panas selama berbulan-bulan di seluruh wilayah India. Menurut data Kementerian Kesehatan India, kondisi tersebut menewaskan lebih dari 100 orang dan menyebabkan lebih dari 40 ribu kasus dugaan heat stroke.

    Pada Senin (9/6), ibu kota India yakni New Delhi mengalami gelombang panas pertama musim ini dengan suhu yang melonjak hingga lebih dari 45 derajat Celsius. Cuaca panas yang menyengat tidak hanya sekedar angka karena suhu yang dirasakan, indeks panas yang memperhitungkan kelembapan relatif lebih tinggi beberapa tingkat.

    Seorang pengemudi becak, Pradeep Kumar, sangat merasakan dampak panas yang menyengat itu dan berpengaruh pada kesehatannya. Hal ini juga mempengaruhi pendapatannya karena orang-orang menghindari perjalanan pulang pergi di siang hari.

    “Panas ini membuat kami sangat lelah. Kami minum air untuk bertahan. Tetapi, kesehatan kami sering kali terganggu. Saya merasa terganggu,” tutur Kumar yang dikutip dari South China Morning Post.

    Departemen cuaca telah mengeluarkan peringatan gelombang panas untuk beberapa hari ke depan di India utara yang mencakup negara bagian Rajasthan, Uttar Pradesh, Haryana, dan wilayah ibu kota nasional New Delhi.

    Beberapa bagian wilayah tersebut mungkin akan mengalami hujan ringan mulai hari Kamis (12/6), yang akan membawa kelegaan.

    Gelombang panas ini juga dirasakan oleh seorang turis dari Amerika Serikat, Ryan Rodriguez. Pria 22 tahun itu mengonsumsi minuman dingin untuk menyejukkan dirinya di Delhi.

    “Cuaca di sini cukup panas. Saya baru saja datang dari perjalanan ke Timur Tengah, jadi saya masih beradaptasi. Tetapi, (cuaca di sini) jauh lebih panas daripada Virginia. Sejauh ini saya belum pernah melihat cuaca yang lebih panas dari ini di India,” kata Rodriguez.

    Di Uttar Pradesh, gelombang panas yang menyiksa membuat masyarakat sulit karena masalah jaringan listrik.

    “Tidak ada cahaya selama berjam-jam di sore hari, tepat saat panasnya tak tertahankan. Kipas angin berhenti, pendingin tidak berfungsi, dan kami hanya bisa duduk di lantai, basah kuyup oleh keringat,” beber Shabnam Khan, seorang ibu rumah tangga di Lucknow, Uttar Pradesh.

    Ilmuwan senior di Pusat Meteorologi Regional di Lucknow, Atul Kumar Singh, mengatakan gelombang panas di musim panas yang brutal ini masih akan terus berlangsung. Sebab, hujan monsun musiman masih beberapa minggu lagi.

    “Kami melihat yang terburuk dari panas dan kelembaban. Ini bukan lagi sekadar masalah ketidaknyamanan. Ini telah menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

    (sao/kna)

  • Segini Penurunan Harga AION V Setelah Dirakit Lokal

    Segini Penurunan Harga AION V Setelah Dirakit Lokal

    Purwakarta

    Mobil listrik GAC AION V resmi dirakit secara lokal di Purwakarta menggunakan fasilitas PT National Assemblers (NA) milik Indomobil Group. Setelah dirakit lokal, harga AION V tentunya akan mengalami penurunan. Berapa ya?

    Dijelaskan Andrew Nasuri selaku Direktur Indomobil Group, harga mobil listrik AION V setelah dirakit lokal akan mengalami penurunan sekitar 10%. “Secara harga sebetulnya itu akan kita samakan, karena dengan insentif 0% itu kan juga sudah lumayan dari pemerintah,” buka Andrew di Purwakarta, Selasa (10/6/2025).

    “Tapi dengan kandungan lokal ini bertambah, yang pasti harga itu akan lebih kompetitif. Dengan adanya (penambahan TKDN) ini, akan ada VAT (PPN ditanggung pemerintah) itu paling sedikit 10%. Jadi akan 10% lebih murah (harganya),” lanjut Andrew.

    Diketahui saat ini AION V ditawarkan dalam dua varian dan harga, yakni AION V Exclusive seharga Rp 449 juta dan AION V Luxury seharga Rp 489 juta. Dengan dirakit secara lokal, AION V akan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 40% dan berhak memperoleh keringanan berupa PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) sebesar 10%.

    Sebagai informasi, seluruh pengoperasian perakitan AION V di pabrik Purwakarta diklaim mengadopsi sistem manufaktur canggih dari NEV Lighthouse Factories GAC di China, dengan 100% konektivitas data di seluruh proses produksi. Hal ini disebut memungkinkan kontrol kualitas yang presisi, serta efisiensi operasional yang tinggi.

    Nantinya, lebih dari empat jenis kendaraan akan diproduksi di sini, termasuk sedan, SUV, dan MPV. Bahkan, untuk menjawab Indonesia, GAC dan Indomobil akan memenuhi kebutuhan pasar dengan menghadirkan model MPV 7-seater.

    Proses pergantian lini produksi dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 menit, hal ini memungkinkan produksi yang cepat dan responsif. Kapasitas yang ada saat ini diklaim mampu memproduksi kendaraan dengan perhitungan 3 JPH (Jobs Per Hour) dan akan ditingkatkan menjadi 5 JPH.

    (lua/din)

  • Ngeri! Bank Dunia Ramal Sejumlah Negara Ambruk di 2025, Ini Datanya

    Ngeri! Bank Dunia Ramal Sejumlah Negara Ambruk di 2025, Ini Datanya

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah negara akan mulai mengalami kontraksi atau pertumbuhan ekonomi yang minus pada 2025, menurut prospek terbaru Bank Dunia (World Bank) dalam laporan terbarunya dalam Global Economic Prospects (GEP) edisi Juni 2025.

    Kepala Ekonom Grup Bank Dunia Indermit Gill mengatakan, melemahnya ekonomi sejumlah negara karena efek terus melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam tiga dekade terakhir. Akibat kompleksitas tekanan ekonomi global, mulai efek konflik geopolitik, perang tarif dagang, menurunnya produktivitas, populasi yang menua, hingga level utang yang tinggi.

    Pertumbuhan di negara berkembang telah menurun selama tiga dekade dari 6% per periode 2000-an menjadi 5% pada 2010-an, dan kini kurang dari 4% pada 2020-an. Penurunan ini sejalan dengan laju pertumbuhan perdagangan global yang menurun dari rata-rata 5% pada 2000-an menjadi sekitar 4,5% pada 2010-an, dan kini kurang dari 3% pada 2020-an.

    “Di luar Asia, dunia berkembang sedang berubah menjadi zona tanpa pembangunan,” kata Indermit Gill, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (11/6/2025).

    Daftar negara yang ekonominya berpotensi minus pada 2025 ini terletak di empat kawasan, yaitu Asia Timur dan Pasifik, Amerika Latin dan Karibia, Timur tengah dan Afrika Utara, serta Sub-Saharan Afrika.

    Asia Timur dan Pasifik

    Untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Bank Dunia memperkirakan, negara yang ekonominya mulai terkontraksi pada 2025 ialah Myanmar mencapai minus 2,5% dari perkiraan sebelumnya dalam GEP edisi Januari 2025 masih mampu tumbuh 2%. Ekonomi Myanmar menurut Bank Dunia akan pulih pada 2026 dengan prediksi pertumbuhan di level 3%.

    Tekanan ekonomi terhadap Myanmar ini kata Bank Dunia dipicu oleh konflik bersenjata yang terus terjadi, hingga bencana alam seperti gempa magnitude 7,7 pada Maret 2025.

    “Konflik bersenjata yang terus-menerus dapat semakin menekan aktivitas ekonomi di Myanmar, termasuk menyebabkan inflasi melonjak, sentimen bisnis melemah, dan perpindahan penduduk,” ungkap Bank Dunia.

    Lalu, negara yang ekonominya akan anjlok di kawasan ini kata Bank Dunia adalah Vanuatu dengan kontraksi mencapai minus 1,8% dari perkiraan sebelumnya pada Januari 2025 sebesar tumbuh 1,5%. Ekonomi Vanuatu mulai membaik ke level 2,3% pada 2026, lebih baik dari perkiraan pada Januari yang hanya tumbuh 2,1%.

    Tekanan ekonomi yang dialami Vanuatu menurut Bank Dunia juga dipicu oleh rentannya negara ini terhadap bencana alam.

    “Kerentanan terhadap bencana alam juga menimbulkan risiko negatif, seperti yang ditegaskan oleh kerusakan besar yang disebabkan oleh gempa bumi dahsyat di Myanmar dan Thailand pada akhir Maret, serta Vanuatu akhir tahun lalu.” ucap Bank Dunia.

    Amerika Latin dan Karibia

    Di kawasan Amerika Latin dan Kepulauan Karibia, Bank Dunia memperkirakan, negara yang ekonominya akan terkontraksi atau anjlok pada 2025 ialah Haiti menjadi minus 2,2% dari sebelumnya pada proyeksi Januari 2025 masih mampu tumbuh 0,5%. Sedangkan pada 2026, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Haiti akan tumbuh 2% atau naik dari perkiraan sebelumnya pada Januari 2025 sebesar 1,5%.

    “Prospek ekonomi Haiti masih rapuh dan penuh ketidakpastian di tengah ketidakstabilan politik dan tantangan keamanan yang terus berlanjut, dengan ekonominya diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 2,2% pada 2025,” kata Bank Dunia.

    Timur Tengah dan Afrika Utara

    Untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Bank Dunia mencatat, negara yang ekonomi terkontraksi pada 2025 yakni Iran, Tepi Barat dan Gaza, serta Yaman.

    Iran ekonominya Bank Dunia perkirakan minus 0,5% dan akan pulih ke level 0,3% pada 2026. “Prospeknya lebih lemah dibandingkan bulan Januari, sebagian mencerminkan berkurangnya permintaan minyak dari Tiongkok, kekurangan energi, dan meningkatnya ketidakpastian yang membatasi aktivitas non-minyak.,” ucap Bank Dunia.

    Untuk Tepi Barat dan Gaza, kontraksinya mencapai 1,6% pada 2025 akibat kerusakan peperangan dengan Israel, dan berpotensi naik pesat pada 2026 menjadi tumbuh 4% pada 2026.

    “Di Tepi Barat dan Gaza, pertumbuhan diperkirakan menguat menjadi 4% pada tahun 2026 dan 16% pada 2027 setelah kontraksi sebesar 1,6% pada 2025, dengan asumsi rekonstruksi dimulai pada 2026,” kata Bank Dunia.

    Sedangkan untuk Yaman, kontraksi ekonominya mencapai minus 1,5%, dan pulih sedikit pada 2026 menjadi 0,5%. “Mengingat situasi keamanan, PDB di Republik Yaman diperkirakan akan kembali mengalami kontraksi tahun ini,” ucap Bank Dunia.

    Sub-sahara Afrika

    Di kawasan Sub saharan Afrika, Bank Dunia hanya memperkirakan satu kawasan yang ekonominya akan minus pada 2025, yakni Guinea Khatulistiwa atau Equatorial Guinea dengan minus 3,1%. Tapi, pada 2026, Bank Dunia perkirakan ekonominya akan membaik menjadi 0,6% meski kembali kontraksi pada 2027 menjadi minus 1,1%.

    (arj/mij)

  • IHSG Sesi 1 Turun 0,49 Persen ke 7.195

    IHSG Sesi 1 Turun 0,49 Persen ke 7.195

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Rabu (11/6/2025) ditutup melemah. IHSG turun sebesar 35 poin atau 0,49 persen ke 7.195.

    Seiring pelemahan IHSG, indeks saham unggulan LQ45 ikut terkoreksi sebesar 0,65 persen. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,87 persen, sementara indeks Investor33 mencatat penurunan sebesar 0,71 persen.

    Volume perdagangan tercatat sebanyak 2,6 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 17,8 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,505 juta kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 263 saham menguat, 288 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

    Sebaliknya, beberapa sektor mencatatkan penurunan, dipimpin oleh sektor kesehatan yang melemah 0,675. Sektor barang konsumsi primer dan nonprimer masing-masing turun 0,62 persen dan 0,54 persen. Sektor keuangan juga mencatat penurunan sebesar 0,31 persen.

    Saham-saham paling aktif dalam perdagangan hari ini yakni saham BRMS, MBA, BBRI, CUAN dan ANTM. Sementara top gainer yakni saham PNSE, MTWI, PTSP, KOPI dan DADA.

    Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG masih dalam batas wajar karena masih berada di atas support 7.139. Selain itu, Nafan mengatakan pada hari ini investor tengah menanti beberapa data ekonomi global dan hasil pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

  • Pengakuan Pasien Terpapar COVID-19 Varian ‘Nimbus’, Ini Gejala yang Dirasakan

    Pengakuan Pasien Terpapar COVID-19 Varian ‘Nimbus’, Ini Gejala yang Dirasakan

    Jakarta

    Varian COVID-19 baru NB.1.8.1 kini tengah menyebar di sejumlah negara, termasuk Thailand dan Singapura. Varian ini disebut sebagai ‘Nimbus’ atau dalam ilmu cuaca merujuk pada salah satu awan berwarna abu-abu gelap dan tebal yang menyebabkan hujan. Nama resminya adalah varian COVID-19 NB.1.8.1.

    Seorang ahli epidemiologi di China, Dr Zhong Nanshan, mengungkapkan varian ‘Nimbus’ ini memiliki gejala yang khas yakni sakit tenggorokan. Banyak pasien yang melaporkan gejala sakit tenggorokan seperti ‘tersayat pisau cukur atau pecahan kaca’.

    Banyak warga China yang memposting di media sosial, salah satunya Weibo, mereka tertular COVID-19 dan menunjukkan gejala yang menyakitkan. Hal itu bahkan membuat mereka merasa seperti kehabisan tenaga.

    Varian NB.1.8.1 telah menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk China. Berdasarkan data dari Maret-Mei, pasien yang dirawat di UGD yang dites positif COVID-19 naik dari 7,5 menjadi 16,2 persen.

    Analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan varian ‘Nimbus’ lebih menular. Namun, masih belum ada bukti bahwa varian tersebut dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah atau kematian.

    Pengakuan Pasien soal Gejala Akibat Varian ‘Nimbus’

    Selain sakit tenggorokan, pasien yang terinfeksi varian ‘Nimbus’ juga melaporkan gejala yang mirip dengan varian sebelumnya, seperti batuk, demam, nyeri otot, dan hidung tersumbat. Dr Nanshan juga mengatakan gelombang COVID-19 saat ini tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya.

    “Namun kali ini, laporan klinis menunjukkan bahwa gejala radang tenggorokan akibat silet lebih jelas, dan batuknya lebih banyak,” bebernya yang dikutip dari Daily Mail.

    Melalui unggahan media sosial Weibo, warga China juga mengungkapkan gejala yang muncul akibat varian ‘Nimbus’.

    “Saat makan siang beberapa hari yang lalu, seorang kolega batuk sangat parah hingga saya pikir dia tersedak makanan,” tulis seorang warga di Weibo.

    “Dia mengatakan itu adalah efek yang masih ada dari gelombang COVID ini. Ketika saya bertanya tentang gejala utamanya, dia mengatakan radang tenggorokan yang seperti tersayat silet,” sambungnya.

    Warga lainnya juga mengungkapkan keluhan yang hampir sama, yakni sakit tenggorokan.

    “Saya pernah terserang radang tenggorokan seperti tersayat silet, dan merasa sangat lelah,” katanya.

    Seorang warga juga menyebutkan gejala yang sama. Radang tenggorokan menjadi tanda atau gejala yang pertama kali terasa.

    “Radang tenggorokan akibat silet pasca COVID sangat parah. Bengkak, nyeri, dan saya hampir tidak bisa bicara. Adakah pengobatan yang cepat?” tulisnya.

    (sao/suc)

  • Dorong Ekonomi Nasional, Ini Jurus PIS Hadapi Tantangan Kondisi Global

    Dorong Ekonomi Nasional, Ini Jurus PIS Hadapi Tantangan Kondisi Global

    Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah terus mencari jalan keluar dalam mengarungi gejolak perekonomian dunia dengan meningkatkan intensitas perdagangan global. Seiring dengan rencana tersebut, industri maritim logistik Indonesia diyakini akan terus tumbuh dan menjelma menjadi salah satu maritime hub penting di kawasan Asia.

    Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Anindya Bakrie menyebut pemerintah saat ini terus menggenjot intensitas perdagangan berbagai sektor dengan sejumlah negara mitra strategis seperti China, Amerika Serikat, Uni Eropa, negara anggota BRICS, dan lainnya. Dengan kondisi demikian, Anindya meyakini industri pelayaran akan semakin cerah hingga beberapa tahun ke depan.

    “Dan saya kebutuhan itu semua akan membutuhkan ketersediaan jumlah kapal yang banyak,” ujar Anindya dalam sesi panel Market Outlook for Shipping di ajang Indonesia Maritime Week (IMW) 2025 di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

    Acara yang diikuti oleh para pemimpin kunci industri logistik ini membahas tantangan dan peluang industri maritim di tengah gejolak ekonomi dunia. Seperti diketahui, konflik geopolitik, kebijakan tarif, hingga krisis iklim merupakan variabel penting yang mempengaruhi rantai suplai perdagangan dunia.

    Selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian nasional, PT Pertamina International Shipping (PIS) selaku Sub Holding Integrated Marine Logistics (SH IML) dari PT Pertamina (Persero) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi ketidakpastian global guna menjaga performa kinerja perusahaan.

    Hal ini dipaparkan oleh Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) I Ketut Laba, yang mewakili SH IML di panggung IMW.

    Ia memaparkan saat ini tren pertumbuhan ekonomi masih di sekitar 5%, diikuti dengan permintaan minyak domestik diperkirakan naik sekitar 4,5%, serta pengapalan minyak yang juga tumbuh sekitar 5%. Di tengah pertumbuhan positif tersebut, Ia menilai pertumbuhan jumlah kapal di Asia belum bisa mengimbangi lonjakan pasar yang diperkirakan hanya tumbuh 2,5% per tahun, serupa dengan pertumbuhan jumlah kapal berbendera Indonesia. Ketersediaan jumlah dan keandalan kapal diperkirakan jadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani guna mengejar kebutuhan pasar.

    “Strategi kami di Pertamina adalah mengembangkan kekuatan armada dan menurunkan usia rata-rata kapal. Strategi ekspansi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik yang akan terus meningkat, tapi juga menangkap peluang bisnis di pasar internasional dengan menyediakan armada yang andal serta memenuhi regulasi,” imbuh I Ketut Laba.

    Bicara soal menjaga ketersediaan kapal bukan tanpa tantangan sama sekali. Salah satu persoalan yang dihadapi industri pelayaran adalah armada yang semakin berumur. 

    COO Caravel Group sekaligus Chairman The Hong Kong Shipowners Association Ltd. Angad Banga di kesempatan yang sama menjelaskan, kondisi tersebut mengharuskan peremajaan armada untuk perdagangan ekspor, domestik, serta kebutuhan bahan bakar yang ditentukan untuk pengangkutan tertentu.

    PT Pertamina International Shipping (PIS), yang menaungi PTK sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistic (SH IML), saat ini tercatat mengelola lebih dari 700 kapal, dengan 106 kapal milik yang diawaki sekitar 10.000 pelaut andal. PTK sendiri berkontribusi terhadap 402 kapal dari total armada.

    PIS juga terus memperbarui armadanya dengan sejumlah kapal tanker baru yang dilengkapi teknologi mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan. Total ada 11 armada tanker baru yang PIS hadirkan sepanjang 2024, termasuk 4 kapal Very Large Gas Carrier (VLGC). Dengan penambahan unit-unit baru tahun ini, PIS kini memiliki tujuh tanker VLGC dengan rerata usia 3,42 tahun.

    “Selain perawatan armada, kami juga terus memperbarui teknologi dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kami tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan domestik, tapi juga dapat menangkap potensi pengangkutan internasional secara maksimal,” pungkas I Ketut Laba.

  • TPK Batu Ampar Mulai Layani Transhipment Internasional

    TPK Batu Ampar Mulai Layani Transhipment Internasional

    Jakarta

    PT Batam Terminal Petikemas mulai melaksanakan kegiatan transhipment Peti Kemas Internasional di Terminal Petikemas Batu Ampar (TPK Batu Ampar). TPK Batu Ampar kedatangan MV Oriental Bright (CVM Service) yang membawa peti kemas 1150 teus.

    1150 teus tersebut 112 teus petikemas transhipment dari Pelabuhan Haiphong, dan Ho Chi Minh di Vietnam, Pelabuhan Laem Chabang, Thailand serta Pelabuhan Qinzhou, China akan transit di TPK Batu Ampar, dan akan diangkut menuju ke Pelabuhan Haldia di India dengan menggunakan kapal SITC Zhi (FIE Service).

    Layanan yang dilakukan pada Senin (9/6/) yang lalu ini merupakan kerja sama antara Persero Batam dan SITC Line dari China yang akan berlangsung secara mingguan.

    Kegiatan transhipment peti kemas internasional ini merupakan yang pertama kali terjadi di Batam dan pertama di wilayah Indonesia. Biasanya kegiatan transhipment yang dilaksanakan di Tanjung Priok dan Tanjung Perak hanya untuk petikemas domestik.

    “Dengan dimulainya aktivitas transhipment ini, akan mempromosikan Batam sebagai Pelabuhan transhipment alternatif di samping Singapura, Port Klang dan Tanjung Pelepas di Selat Malaka, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah jalur utama maritim dunia,” ujar Chief Operating Officer PT Persero Batam M. Iqbal Mirza dalam keterangan tertulis, Rabu (11/6/2025).

    Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Basori Alwi mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan pelayanan Direct Call dan Transhipment ini dengan mendatangkan beberapa pelayaran asing yang telah menyatakan minat untuk masuk dan akan mulai dilayani pada bulan Agustus mendatang.

    “Pada Bulan Agustus, Insyaallah TPK Batu Ampar akan sejajar dalam fasilitas dan pelayanan dengan pelabuhan lain di Selat Malaka, dan kami siap menyambut kedatangan para shipping line dunia di Batam,” ungkapnya.

    Ditemui terpisah, Distribution Manager PT Ecogreen Indonesia, Henry Lim, sebagai eksportir yang rutin menggunakan jasa TPK Batu Ampar, menyampaikan adanya direct call telah berhasil menurunkan biaya logistik secara signifikan, yaitu sebesar US$ 600 per teus, karena petikemas tidak perlu lagi transit di Singapura, serta waktu pengiriman yang lebih cepat.

    Capaian ini menjadi yang terbaru bagi TPK Batu Ampar setelah sebelumnya berhasil mengembangan 4 rute pelayaran langsung (Direct Call) dari Batam ke China, Vietnam, Myanmar dan India melalui kerja sama dengan pelayaran SITC Line dan Evergreen Line.

    Adapun SITC Line melalui Wu Qi, Shipping Manager at SITC International Holdings Co Ltd menyatakan mendukung penuh pengoperasian TPK Batu Ampar dan akan menjadikan Batam sebagai pelabuhan yang strategis bagi perusahaan untuk pengembangan rute direct call dan transhipment di kawasan Asia.

    Untuk diketahui, sejak dioperasikannya Toleh PT Persero Batam melalui Perjanjian Kerja sama dengan BP Batam, TPK Batu Ampar telah banyak melakukan transformasi, di antaranya peningkatan produktivitas bongkar muat, percepatan waktu sandar, digitalisasi pelabuhan.

    TPK Batu Ampar juga meningkatkan konektivitas serta pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan seperti pengadaan 4 unit Ship to Shore Crane, 10 unit Rubber Tyre Gantry Crane, 12 Ha Container Yard, serta 25 unit Electric Terminal Tractor.

    Seluruh peralatan bongkar muat akan menggunakan energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan dan diharapkan dapat dioperasikan penuh pada bulan Agustus 2025.

    Tonton juga Video: Bakamla Duga Kapal Tanker Iran Melakukan Transhipment

    (anl/ega)

  • Laju IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Terseok-seok

    Laju IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Terseok-seok

    Jakarta, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Investor tampaknya masih menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan dampak terhadap tingkat suku bunga bank sentral Amerika Federal Reserve.

    IHSG dibuka melemah 16,15 poin atau 0,22 persen ke posisi 7.214,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,88 poin atau 0,60 persen ke posisi 807,92.

    Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai pelemahan IHSG masih dalam batas wajar karena masih berada di atas support 7.139. Selain itu, Nafan mengatakan pada hari ini investor tengah menanti beberapa data ekonomi global dan hasil pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China .

    “Hari ini IHSG masih agak malu-malu. Karena Kita melihat market juga menanti dinamika perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Seperti kita ketahui, pertemuan ini bisa menghasilkan kesepakatan yang komprehensif sehingga bisa meredam gejolak perang dagang,” ucap Nafan kepada Beritasatu.com, Rabu (11/6/2025).  

    Sebagai informasi, pejabat dua negara adidaya perdagangan tersebut mengadakan pertemuan di London, Inggris pada 9-10 Juni 2025 waktu setempat. Pertemuan ini adalah yang kedua kalinya setelah pertemuan pertama dilaksanakan di Jenewa, Swiss, pada Mei lalu.

    Selain menanti hasil perundingan antara AS dan China, menurut Nafan, investor juga tengah menanti data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis pada pekan ini.

    “CPI AS diprediksi akan tetap tinggi di atas range yang ditetapkan The Fed pada 2%. Dengan demikian, dikhawatirkan bahwa The Fed akan cenderung berpikir ulang untuk menerapkan pelonggaran kebijakan moneter,” tambah Nafan.

    Dilansir dari Investing.com, data CPI bulan Mei ini akan menjadi bukti dampak dari kebijakan agresif mengenai tarif yang diinisiasi Presiden Donald Trump, karena perusahaan telah menetapkan bea impor yang lebih tinggi. Konsensus pasar memperkirakan angka CPI AS bulan Mei akan berada pada level 2,5%, naik dari bulan sebelumnya 2,3%. 

  • Cuma Sultan yang Bisa Beli Boneka Labubu Ini, Nih Alasannya!

    Cuma Sultan yang Bisa Beli Boneka Labubu Ini, Nih Alasannya!

    Jakarta

    ‘Demam’ boneka Labubu melanda para penggemar mainan dan kolektor dari berbagai negara. Akibatnya harga boneka dengan ciri khas telinga dan mata besar ini menjadi sangat mahal.

    Melansir Reuters, Rabu (11/5/2025), bahkan figur boneka yang satu ini ada yang terjual seharga 1,08 juta yuan atau sekitar Rp 2,45 miliar (asumsi kurs Rp 2.275/yuan) dalam sebuah lelang di Beijing, China pada Selasa (10/6) kemarin.

    Untuk diketahui lelang tersebut diselenggarakan oleh Yongle International Auction, sebuah lembaga yang biasanya berfokus pada seni modern dan perhiasan. Lelang ini menawarkan 48 item dan dihadiri langsung oleh sekitar 200 orang, serta lebih dari seribu penawar juga ikut serta secara online melalui aplikasi seluler Yongle.

    Dalam pelaksanaannya seluruh boneka Labubu ditawarkan dari harga pembukaan nol. Namun dalam setiap kesempatan figur boneka ditawar dengan harga yang sangat tinggi, membuat total dana yang terkumpul dalam lelang tersebut mencapai 3,73 juta yuan atau Rp 8,48 miliar.

    Barang dengan penawaran tertinggi adalah figur Labubu berwarna hijau mint setinggi 131 cm, yang menerima beberapa tawaran hingga terjual seharga 1,08 juta yuan atau Rp 2,45 miliar. Pihak lelang mengatakan figur tersebut merupakan satu-satunya yang tersedia di dunia.

    Kemudian ada juga satu set berisi tiga boneka Labubu berukuran sekitar 40 cm dan terbuat dari bahan PVC terjual seharga 510.000 yuan atau Rp 1,16 miliar. Disebutkan set ini berasal dari seri bertajuk “Three Wise Labubu” yang diproduksi terbatas hanya 120 set pada 2017 lalu.

    Salah seorang penawar di lelang Yongle bermarga Du mengatakan bahwa ia semula hanya berniat menghabiskan maksimal 20.000 yuan atau Rp 45,5 juta untuk membeli boneka tersebut. Namun akhirnya pulang dengan tangan hampa karena harga yang ditawarkan terlalu tinggi.

    “Anak saya menyukainya, jadi setiap kali Labubu mengeluarkan produk baru, kami pasti membeli satu atau dua. Sulit dijelaskan mengapa mainan ini begitu digemari, tapi sepertinya memang menyentuh generasi sekarang,” ujar Du.

    Sebagai tambahan informasi, karakter boneka Labubu diciptakan sekitar satu dekade lalu oleh seniman dan ilustrator asal Hong Kong, Kasing Lung. Pada 2019, Lung menyetujui kerja sama dengan Pop Mart untuk memasarkan Labubu dalam bentuk mainan koleksi yang umumnya dijual dengan konsep “blind box”.

    Dalam konsep “blind box”, pembeli tidak mengetahui desain mainan yang akan mereka dapatkan sampai kemasan dibuka. Di toko-toko Pop Mart, harga awal mainan Labubu versi blind box ini dibanderol sekitar 50 yuan atau Rp 113.750.

    Namun popularitas karakter ini tiba-tiba melejit setelah anggota grup musik K-pop Blackpink, Lisa, terlihat membawa boneka Labubu dan memujinya dalam wawancara serta unggahan media sosial.

    Banyak selebriti kemudian ikut-ikutan untuk memiliki boneka tersebut. Di mana bahkan pada Mei lalu, legenda sepak bola Inggris David Beckham mengunggah foto Labubu miliknya yang menempel di tas.

    Tonton juga Video: Rela Habiskan Jutaan Rupiah Demi Labubu

    (igo/fdl)

  • Kini Ada Nimbus, Ternyata Ini Alasan Varian Baru COVID-19 Bermunculan

    Kini Ada Nimbus, Ternyata Ini Alasan Varian Baru COVID-19 Bermunculan

    Jakarta

    Baru-baru ini, sejumlah negara melaporkan peningkatan kasus COVID-19, termasuk di Indonesia. Hal ini biasanya tak luput dari kemunculan varian baru COVID-19, seperti XFG, NB.1.8.1 atau varian nimbus, hingga MB.1.1 dan KP.2.18.

    Varian XFG misalnya, saat ini tengah merebak di India. XFG ini merupakan varian rekombinan atau hasil dari gabungan materi genetik dari dua varian berbeda yang menginfeksi seseorang secara bersamaan.

    Varian NB.1.8.1 atau varian Nimbus saat ini sudah merebak di 22 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, hingga Australia. Varian ini juga menjadi dominan di beberapa wilayah Asia, termasuk Singapura, China, hingga Hong Kong. Varian ini bukanlah rekombinan, melainkan sublineage atau turunan dari varian Omicron, khususnya bagian dari keluarga XBB.

    Sementara itu, MB.1.1 dan KP.2.18 adalah varian yang saat ini merebak di Indonesia. Keduanya memiliki karakteristik yang sama dengan JN.1.

    Selain varian-varian tersebut, masih banyak lagi varian COVID yang beredar. Lantas, apa yang menjadi pemicu varian baru terus bermunculan?

    Epidemiolog Dicky Budiman mengatakan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, adalah virus RNA yang memiliki sifat mudah bermutasi, terutama ketika masih beredar luas di populasi manusia. Setiap kali virus tersebut menginfeksi seseorang, ada peluang terjadinya perubahan atau mutasi genomnya.

    “Mayoritas mutasi ini tidak signifikan, tetapi beberapa mutasi bisa membuat virus lebih menular, lebih mampu menghindari kekebalan, atau bahkan lebih sulit terdeteksi oleh sistem kekebalan tubuh,” ucapnya saat dihubungi detikcom, Rabu (11/6/2025).

    “Varian seperti XFG, MB.1.1, dan NB.1.8.1 adalah bagian dari turunan Omicron varian yang paling dominan saat ini. Mereka berkembang karena seleksi alam, artinya varian yang bisa bertahan dan menyebar lebih baik akan lebih mendominasi,” imbuhnya lagi.

    NEXT: Perlu waspada

    Oleh karena itu, Dicky mengimbau agar masyarakat tetap waspada namun tidak perlu panik. Sejauh ini, lanjutnya, varian baru tersebut belum menunjukkan peningkatan keparahan penyakit secara signifikan jika dibandingkan dengan varian Omicron sebelumnya.

    Meski begitu, ia menilai vaksinasi tetap penting dilakukan, khususnya bagi kelompok rentan. Hal ini dikarenakan penularan virus masih tinggi, terutama di populasi yang imunitasnya mulai menurun, baik karena belum vaksinasi ulang (booster) atau karena infeksi sebelumnya sudah lama terjadi.

    Selain vaksin, perlu juga menggunakan masker di ruangan tertutup dan ramai, terutama saat ada lonjakan kasus atau saat merasa tidak enak badan.

    “Tetap di rumah bila sakit adalah bentuk tanggung jawab sosial untuk mencegah penularan. Perhatikan ventilasi ruangan dan tetap jaga kebersihan tangan,” sambungnya lagi.