Negara: Republik Rakyat Cina

  • Oppo Find X9 Pro Bakal Dukung Lensa Zoom Tambahan

    Oppo Find X9 Pro Bakal Dukung Lensa Zoom Tambahan

    Jakarta

    Oppo akan meluncurkan Find X9 dan Find X9 Pro di China pada 16 Oktober mendatang. Ponsel ini akan hadir dengan aksesoris lensa telephoto tambahan untuk mengambil foto dengan zoom lebih jauh.

    Kehadiran aksesoris ini dikonfirmasi langsung oleh Oppo lewat livestream yang ditayangkan di platform media sosial Weibo. Aksesoris itu bernama Oppo Hasselblad Professional Teleconverter Kit yang di dalamnya berisi lensa dan dua adapter.

    Cara kerja lensa telephoto tambahan ini mirip seperti aksesoris serupa yang diluncurkan untuk Vivo X200 Ultra. Bedanya, lensa telephoto tambahan dari Oppo mendukung zoom 3,28x.

    Ketika dipasang di kamera periskop telephoto 70mm 200 MP di Find X9 Pro, lensa tersebut dapat memperpanjang zoom hingga 3,28x. Dengan kata lain, lensa tambahan ini dapat mengubah kamera periskop 3x di Find X9 Pro menjadi kamera 9,6x (230 mm).

    Photography kit untuk Oppo Find X9 Pro Foto: Weibo

    Selain konfirmasi langsung dari Oppo, informasi terkait spesifikasi Find X9 Pro juga diungkap oleh tipster Digital Chat Station. Dalam postingannya di Weibo, DCS mengungkap Find X9 Pro akan mengusung layar OLED LTPO datar berukuran 6,78 inch.

    Layar tersebut memiliki resolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz. Oppo diklaim akan menyematkan sensor sidik jari ultrasonik di layar Find X9 Pro yang bisa mengenali sidik jari secara lebih akurat.

    Dari segi kamera, Oppo Find X9 Pro akan mengandalkan kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYT-829 dan kamera ultrawide 50 MP dengan sensor ISOCELL JN5 yang menemani kamera periskop telephoto 200 MP.

    Oppo kabarnya akan menambahkan sensor multispectral 2 MP untuk mengambil gambar dengan warna yang lebih akurat. Di bagian depan, Find X9 Pro kemungkinan mengusung kamera selfie 50 MP.

    Find X9 Pro sudah dipastikan menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500 yang baru saja diumumkan. DCS sebelumnya mengungkap Find X9 Pro akan tersedia dalam pilihan RAM hingga 16GB dan memori internal hingga 1TB, seperti dikutip dari Gizmochina, Senin (29/9/2025).

    Kinerja Find X9 Pro akan ditenagai baterai besar berkapasitas 7.500 mAh dengan pengisian cepat 80W dan pengisian nirkabel 50W. Ponsel ini akan menjalankan sistem operasi Android 16 dibalut antarmuka ColorOS 16.

    Oppo sudah mengonfirmasi Find X9 series akan dirilis secara global setelah diperkenalkan di China. Duo ponsel flagship ini kabarnya akan diluncurkan secara global pada 28 Oktober.

    (vmp/vmp)

  • Bukan Indonesia, Media China Justru Sebut Vietnam Sebagai Dalang Sanksi FIFA ke FAM

    Bukan Indonesia, Media China Justru Sebut Vietnam Sebagai Dalang Sanksi FIFA ke FAM

    FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Salah satu media asal China mengungkal hal menarik terkait sanksi yang dijatuhkan FIFA ke Federasi sepakbola Malaysia, FAM.

    Media China 163 dalam laporannya menyebut Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) adalah pihak yang melaporkan Malaysia ke FIFA.

    Laporan yang diajukan itu terkait penggunaan pemain naturalisasi ilegal pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027, 10 Juni lalu.

    VFF disebut media ini mengajukan protes ke FIFA terkait pemain naturalisasi timnas Malaysia usai kalah 0-4 pada Juni lalu.

    “Setelah pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Vietnam mengajukan protes mengenai dugaan penggunaan pemain naturalisasi secara ilegal oleh tim Malaysia dalam pertandingan tersebut,” tulis 163 dalam laporannya.

    “Selanjutnya, FIFA meluncurkan penyelidikan, dan setelah beberapa bulan memverifikasi semua dokumen yang diserahkan oleh Malaysia untuk pemain naturalisasi, akhirnya memutuskan bahwa beberapa dokumen telah dirusak dan dipalsukan,” tulis media tersebut.

    Sebelumnya, Federasi tertinggi sepakbola dunia, FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM)

    Sanksi ini diberikan setelah temuan soal adanya dokumen palsu dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia.

    Keputusan mengejutkan ini diumumkan oleh Komite Disiplin FIFA pada Jumat (26/9/2025) malam

    FAM dan para pemain melakukan pelanggaran serius terhadap Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen.

    Sanksi yang didapatkan Federasi Malaysia berawal dari laga Malaysia menghadapi Vietnam pada 10 Juni 2025 di babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027. 

  • Konteks Lebih Panjang, Biaya API 50% Lebih Hemat

    Konteks Lebih Panjang, Biaya API 50% Lebih Hemat

    Bisnis.com, JAKARTA– DeepSeek memperkenalkan model eksperimental baru bernama V3.2-exp yang dirancang untuk menekan biaya inferensi yang jauh lebih rendah saat digunakan dalam operasi konteks panjang.

    Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan di Hugging Face, lengkap dengan tautan menuju makalah akademis di GitHub.

    Melansir laman TechCrunch Selasa (30/9/2025) fitur utama dalam model baru ini disebut DeepSeek Sparse Attention.  

    Mekanismenya cukup unik sistem menggunakan modul bernama lightning indexer untuk memprioritaskan bagian-bagian tertentu dari jendela konteks. 

    Setelah itu, ada sistem lain bernama fine-grained token selection yang memilih token paling relevan dari potongan tersebut untuk dimasukkan ke jendela perhatian model yang terbatas. 

    Dengan cara ini, model tetap bisa menangani konteks panjang tanpa membebani server terlalu besar. Berdasarkan uji awal, biaya panggilan API untuk operasi dengan konteks panjang bisa ditekan hingga 50%. 

    Meski begitu, pengujian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan klaim tersebut. Karena model ini bersifat open weight dan tersedia gratis di Hugging Face, uji coba independen dari pihak ketiga diperkirakan segera menyusul.

    Riset terbaru DeepSeek ini menambah deretan inovasi yang berfokus pada pengurangan biaya inference yaitu biaya menjalankan model AI yang sudah dilatih, berbeda dengan biaya melatihnya. 

    Upaya ini berangkat dari kebutuhan agar arsitektur transformer bisa bekerja lebih efisien. DeepSeek, perusahaan berbasis di Tiongkok, dikenal sebagai pemain unik di tengah persaingan riset AI global. 

    Pada awal 2025, mereka sempat mencuri perhatian lewat model R1 yang dilatih terutama dengan reinforcement learning dengan biaya lebih rendah dibanding pesaing dari Amerika Serikat. Namun, gaungnya meredup setelah R1 tidak memicu perubahan besar seperti yang sempat diprediksi.

    Meski mungkin tidak menimbulkan kehebohan sebesar R1, pendekatan baru berbasis “sparse attention” ini diyakini tetap dapat memberikan pelajaran penting bagi penyedia AI di AS dalam menjaga biaya operasi tetap rendah.

  • Salamander Raksasa Hasil Hibrida Bikin Bingung Ilmuwan

    Salamander Raksasa Hasil Hibrida Bikin Bingung Ilmuwan

    Jakarta

    Berukuran hampir sebesar manusia kecil, salamander raksasa China adalah salah satu amfibi terbesar di dunia. Hewan dengan wujud seperti gumpalan ini terkadang disebut fosil hidup, karena mereka berasal dari garis keturunan yang membentang hingga 170 juta tahun yang lalu. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, sebuah fenomena baru telah muncul dalam kisah mereka yang berliku-liku, hibrida.

    Tumbuh hingga 1,8 meter, salamander raksasa China berasal dari aliran sungai pegunungan berbatu di China Tengah. Dengan kepala datar, mata kecil, dan lipatan kulit keriput yang longgar, mereka tampak aneh sehingga sering dikira batu berbintik atau dinosaurus pipih.

    Mereka terdaftar sebagai spesies ‘sangat terancam punah’ dalam Daftar Merah IUCN, terutama akibat penangkapan berlebihan. Di wilayah mereka, China, hewan langka ini dihargai mahal sebagai makanan lezat dan digunakan dalam pengobatan tradisional.

    Sepanjang 1960-an hingga 1970-an, ratusan hewan ini diimpor ke Jepang sebagai makanan baru dan hewan peliharaan eksotis. Konon, pemerintah Jepang berusaha membatasi restoran yang menyajikan daging langka ini pada 1973. Perdagangan tersebut gagal, menyebabkan banyak pedagang melepaskan hewan-hewan yang tersisa dari China ke wilayah Jepang.

    Ada juga laporan tentang ratusan salamander raksasa yang diimpor ke sebuah rumah pribadi di Prefektur Okayama, banyak di antaranya diyakini telah melarikan diri. Sejumlah kecil salamnder bertahan hidup di ekosistem baru ini, tempat mereka bersentuhan dengan kerabat dari genus yang sama, salamander raksasa Jepang.

    Para ilmuwan telah mencatat bagaimana kedua spesies ini berhasil ‘cocok’ dan mulai berhibridisasi di sungai-sungai Jepang. Dalam sebuah studi di 2024, para peneliti mengumpulkan 68 sampel dari salamander raksasa di Sungai Kamogawa, Kyoto, serta beberapa sampel dari koleksi pribadi, akuarium, dan kebun binatang di seluruh Jepang.

    Salamander raksasa di Jepang, mirip dengan yang di China tapi berbeda. Foto: IFL Science

    Mereka menemukan bahwa beberapa individu ini merupakan hibrida salamander raksasa Jepang dan salamander raksasa China, yang terbentuk dari perkawinan silang kedua spesies tersebut. Dalam beberapa kasus, tampaknya keturunan hibrida juga kawin satu sama lain atau dengan spesies lain dari populasi yang ‘murni secara genetik’, menciptakan campuran hibriditas dan percampuran gen yang lebih mendalam.

    Bahkan di luar hibrida, salamander raksasa merupakan masalah taksonomi yang rumit. Pada 2019, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa salamander raksasa China sebenarnya terdiri dari tiga spesies berbeda, dengan salamander raksasa China Selatan sebagai yang terbesar. Kemudian, pada 2024, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa mereka mungkin sebenarnya terdiri dari sembilan spesies berbeda.

    Membagi mereka menjadi lebih banyak spesies membuat upaya konservasi mereka menjadi sulit. Meskipun perlindungan telah ada untuk beberapa spesies yang telah diakui, perlindungan tersebut tidak secara otomatis berlaku untuk spesies yang baru diidentifikasi, banyak di antaranya masih belum memiliki nama resmi.

    Di Jepang, isu konservasi ini bahkan lebih sulit karena adanya hibrida. Tidak ada salamander China liar murni yang terlihat di Jepang sejak 2011, yang berarti mereka hampir punah di sana. Spesies ini juga dengan cepat punah di negara asalnya, China, dan kemungkinan akan segera punah.

    Para konservasionis kini berlomba-lomba menemukan salamander raksasa terakhir yang masih hidup, terutama betina, untuk membangun program pengembangbiakan dan melindungi masa depan mereka. Tantangannya rumit karena upaya mereka harus memisahkan spesies China dan Jepang, namun mereka terlihat hampir identik dan terkenal sulit dibedakan tanpa tes DNA yang canggih.

    (rns/rns)

  • PB PORDI, GP ANSOR, dan KTC Deklarasi di Shanghai, Komitmen Jadikan Domino Olahraga Dunia Tanpa Judi

    PB PORDI, GP ANSOR, dan KTC Deklarasi di Shanghai, Komitmen Jadikan Domino Olahraga Dunia Tanpa Judi

    FAJAR.CO.ID, SHANGHAI – Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) bersama Kreasi Tunas Cerdas (KTC) dan PP GP ANSOR menggelar Deklarasi bersama di Shanghai, China, Sabtu (27/9/2025). Deklarasi ini memuat dua poin utama, yakni menjadikan domino sebagai cabang olahraga populer di dunia serta menolak segala bentuk perjudian dalam olahraga domino, baik secara offline maupun online.

    Deklarasi yang diberi nama “Deklarasi Shanghai” tersebut menjadi bentuk komitmen bersama PB PORDI sebagai induk cabang olahraga Domino profesional, GP ANSOR sebagai organisasi kepemudaan, serta KTC sebagai pengembang platform game internasional. Tujuannya adalah menjadikan Permainan Domino sebagai cabang olahraga Resmi , Profesional serta terbebas dari praktik judi, Miras, dan narkotika.

    Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan tekadnya untuk memperluas pengakuan domino sebagai olahraga resmi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Dunia Internasional.

    “Ini merupakan langkah besar bagi olahraga domino. Komitmen ini berupaya mengubah persepsi domino dari sekadar permainan rakyat yang masih rentan terpapar perjudian menjadi cabang olahraga resmi berbasis kecerdasan intelektual yang profesional dan menjangkau semua kalangan,” ujarnya.

    Ia juga menekankan bahwa PORDI konsisten menjauhkan domino dari perjudian.

    “Sejak awal, kami berkomitmen penuh menjauhkan domino dari unsur judi. Visi PB PORDI adalah menjadikan domino sebagai cabang olahraga resmi yang sehat, mendidik dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami membangun sistem kompetisi yang berkelanjutan, terukur dan mengutamakan nilai-nilai fair play,” tambahnya.

  • 5 Fakta Menarik Drama China Twelve Letters yang Bikin Penonton Gagal Move On

    5 Fakta Menarik Drama China Twelve Letters yang Bikin Penonton Gagal Move On

    Surabaya (beritajatim.com) – Drama China terbaru berjudul Twelve Letters sukses mencuri perhatian sejak resmi dirilis pada 29 Agustus 2025. Serial bergenre romansa fantasi ini menghadirkan alur cerita yang unik dengan sentuhan time travel, misteri, sekaligus drama emosional.

    Dibintangi oleh Zhou Yi Ran, aktor yang sebelumnya dikenal lewat When I Fly Towards You, serta Wang Ying Lu dari When Destiny Brings the Demon, drama ini menawarkan kisah cinta sederhana di kota kecil yang terhubung melalui sebuah kotak surat misterius. Dengan total 12 episode, Twelve Letters bisa ditonton secara eksklusif di platform WeTV.

    Tak hanya menyuguhkan jalan cerita penuh romansa, drama ini juga ramai jadi perbincangan di berbagai media sosial berkat nuansa hangat dan emosional yang ditawarkan. Berikut lima alasan mengapa Twelve Letters layak masuk daftar tontonan kalian.

    1. Kisah Romansa Lintas Waktu yang Bikin Haru

    Berbeda dari drama time travel pada umumnya, Twelve Letters menghadirkan cerita yang lebih intim dan emosional. Kisah dimulai pada tahun 1991 ketika Hai Tang (Wang Ying Lu) menulis surat untuk dirinya sendiri dan memasukkannya ke dalam kotak pos merah. Ajaibnya, surat itu melintasi waktu dan tiba di tahun 2026, diterima oleh Yi Xun (Zhou Yi Ran) yang telah menua.

    Hubungan mereka pun terjalin lewat 12 surat penuh kerinduan, penyesalan, hingga harapan untuk mempertemukan masa lalu dengan masa depan.

    2. Karakter Utama dengan Latar Belakang Kuat

    Zhou Yi Ran memerankan Tang Yi Xun, seorang penagih utang yang bercita-cita meninggalkan pekerjaannya, sementara Wang Ying Lu berperan sebagai Ye Hai Tang, gadis yang ingin kuliah demi lepas dari beban utang sang ayah.

    Perkembangan karakter mereka digarap dengan emosional sehingga setiap pilihan terasa realistis dan jauh dari sekadar klise drama romansa.

    3. Peran Penting Tokoh Pendukung

    Bukan hanya pemeran utama yang mencuri perhatian, drama ini juga memperlihatkan tokoh pendukung yang benar-benar hidup dalam cerita. Mulai dari keluarga, sahabat, hingga tetangga, semuanya memiliki kontribusi penting dalam memperkuat alur serta emosi penonton.

    4. Sinematografi Nostalgis dan Hangat

    Salah satu kekuatan Twelve Letters terletak pada visual yang menampilkan suasana kota kecil dengan sentuhan sinematis. Setting tahun 1990-an memberi nuansa nostalgia, sementara adegan di tahun 2026 tetap membawa kesan melankolis yang menyentuh hati.

    5. Chemistry dan Akting Memukau

    Kualitas akting Zhou Yi Ran dan Wang Ying Lu menjadi alasan lain mengapa drama ini patut ditonton. Chemistry keduanya terasa alami, membuat emosi penonton ikut terbawa dalam setiap adegan. Dukungan dari para pemeran pendamping juga semakin memperkokoh kekuatan akting di sepanjang cerita.

    Dengan paduan romansa yang sederhana namun menyentuh, misteri yang penuh kejutan, serta sinematografi yang menawan, Twelve Letters menjadi salah satu drama China terbaru yang wajib ada di daftar tontonan kalian tahun ini. (mnd/ian)

  • Bukan Pertempuran, Senjata Barat Ini Bisa “Bunuh” Iran Pelan-Pelan

    Bukan Pertempuran, Senjata Barat Ini Bisa “Bunuh” Iran Pelan-Pelan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Iran saat ini mendapatkan tekanan baru. Hal ini disebabkan putaran sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang kembali berlaku sehubungan dengan proyek nuklir negara itu.

    Sanksi-sanksi tersebut secara otomatis diberlakukan kembali pada tengah malam hari Minggu setelah negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian nuklir Iran 2015. Mereka menggunakan mekanisme “snapback” dari perjanjian penting tersebut untuk mengaktifkannya kembali.

    Sanksi-sanksi tersebut mencakup embargo senjata, pembekuan aset, dan larangan perjalanan, serta sanksi nuklir, rudal, dan perbankan yang diperkirakan akan berdampak pada semua sektor ekonomi Iran yang terkepung, karena sebagian besar dari lebih dari 90 juta penduduknya akan menanggung akibatnya dalam beberapa bulan mendatang.

    Sanksi-sanksi tersebut mengikat semua negara anggota dan akan ditegakkan dengan menggunakan langkah-langkah nonmiliter.

    Situasi regional Iran yang bergejolak membuat beberapa pihak khawatir akan adanya serangan militer lebih lanjut oleh Israel dan Amerika Serikat. Tel Aviv dan Washington sendiri sempat melancarkan serangan selama 12 hari di sejumlah lokasi dan fasilitas pengayaan nuklir Iran pada bulan Juni yang menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan kerugian miliaran dolar.

    Beberapa warga Iran khawatir Israel akan menggunakan sanksi tersebut sebagai dalih untuk menyerang lagi, karena Israel menggunakan resolusi yang dikeluarkan oleh badan pengawas nuklir global pada bulan Juni sebagai dalih untuk perang yang disambut baik oleh para pejabat Israel dan publik.

    “Situasinya sama sekali tidak terlihat stabil,” kata Rouzbeh, pria berusia 35 tahun yang bekerja di Grand Bazaar Teheran, menjual motor listrik yang diimpor dari China dan negara-negara lain. “Seperti beberapa tahun terakhir, ketika dolar menguat, barang-barang impor akan menjadi lebih mahal dan langka,” ujarnya kepada Al Jazeera.

    “Beberapa orang di sini menutup semua penjualan selama beberapa hari hingga harga stabil. Yang lain memanfaatkan situasi ini dan menaikkan harga. Ketika harga naik, penjualan turun karena daya beli masyarakat tidak meningkat.”

    Kaum garis keras di Teheran tampak senang dengan sanksi PBB yang diperbarui, kemungkinan karena hal itu berarti berakhirnya perjanjian nuklir yang mereka tentang dengan keras selama satu dekade karena dianggap sebagai “kerugian belaka”.

    Saeed Jalili, anggota ultrakonservatif Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan calon presiden yang telah lama gagal, mengunggah video pidatonya pekan lalu yang mengecam kesepakatan nuklir dan keterlibatannya dengan Barat.

    “Hari ini kita harus menetralisir tuntutan berlebihan musuh dan mencegah ancamannya lebih lanjut,” ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut caranya.

    Kehakiman Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Sabtu bahwa mereka memantau aktivitas daring seputar berita snapback dan memperingatkan media bahwa mereka akan mengambil tindakan jika melakukan pelanggaran. Dikatakan bahwa sejumlah situs web dan kanal Telegram yang tidak disebutkan namanya telah dibuka kasusnya setelah mereka “mengganggu keamanan psikologis masyarakat” dengan menerbitkan “konten provokatif tentang kenaikan harga”.

    Mekanisme Snapback

    Proses snapback merupakan bagian dari kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang dibentuk untuk menghukum Iran jika mengingkari batasan ketat yang ditetapkan untuk menjamin kedamaian program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

    Iran, China, dan Rusia berpendapat bahwa Barat telah menyalahgunakan mekanisme tersebut, yang akan berakhir pada 18 Oktober. Hal ini karena Presiden AS Donald Trump-lah yang menarik diri dari JCPOA pada tahun 2018 dan memberlakukan sanksi sepihak sementara Iran tetap berkomitmen.

    Teheran mulai secara bertahap meninggalkan pembatasan hanya setahun setelah itu, tetapi tetap bersikeras bahwa mereka tidak akan pernah berusaha membuat bom.

    Setelah berbagai langkah saling balas selama bertahun-tahun, pengayaan uranium Iran mencapai 60%. Namun Negeri Persia itu tidak berusaha membuat bom, seperti yang diklaim oleh Israel dan AS sebagai dalih mereka atas serangan tersebut.

    Nasib uranium yang diperkaya tinggi dan kerusakan pasti pada fasilitas nuklir bawah tanahnya masih belum jelas sejak Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) ditolak aksesnya ke sebagian besar lokasi setelah perang.

    (tps/luc)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Kiamat Sopir Truk Makin Dekat, Tandanya Sudah Bermunculan di Amerika

    Kiamat Sopir Truk Makin Dekat, Tandanya Sudah Bermunculan di Amerika

    Jakarta, CNBC Indonesia – Industri kendaraan otomatis tanpa sopir (autonomous vehicle/AV) masih jauh dari tingkat kematangan. Namun, raksasa teknologi dan perusahaan otomotif makin kencang memamerkan inovasi terbaru mereka.

    Hal ini terlihat dari maraknya perusahaan yang meluncurkan taksi otomatis (robotaxi) di Amerika Serikat (AS), China, hingga negara-negara lain termasuk Singapura. Kemunculan robotaxi akan mengancam eksistensi profesi driver online, dengan maraknya layanan ride-hailing yang mulai menjajal robotaxi.

    Tak cuma itu, profesi sopir truk juga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kepunahan, meski belum dalam waktu dekat. Setidaknya ada dua perusahaan yang pekan ini mengeluarkan pengumuman penting.

    Pertama adalah Gatik, startup AV dan logistik yang hendak meluncurkan truk otomatis tanpa sopir jarak menengah. Startup tersebut mengumumkan kemitraan jangka panjang dengan peritel terbesar di Kanada, Loblaw.

    Dalam kesepakatan tersebut, Gatik akan menyediakan 20 truk otomatis pada akhir 2025, untuk mengantar paket ke jaringan toko Loblaw di area Toronto, dikutip dari TechCrunch, Senin (29/9/2025).

    Co-founder dan CEO Gatik, Gautam Narang, mengatakan pihaknya akan meluncurkan 30 truk otomatis pada akhir 2026 mendatang.

    Truk-truk tanpa sopir akan beroperasi secara otomatis dalam menjemput produk dan mendistribusikannya ke lebih dari 300 toko ritel.

    Bukan cuma itu, startup Kodiak Robotics asal AS juga tengah mengembangkan truk otomatis untuk penggunaan di jalan raya, industrial, dan pertahanan. Perusahaan akan mulai melantai di bursa Nasdaq pada pekan ini di bawah nama KDK dan KDKRW.

    Perusahaan yang kini bernama Kodiak AI akan go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus Ares Acquisition Corporation II, afiliasi Ares Management. Kesepakatan ini menilai startup tersebut sekitar US$2,5 miliar.

    “Seperti yang bisa Anda bayangkan, membangun dan meningkatkan skala perusahaan mobil otomatis yang transformatif membutuhkan modal yang sangat besar, dan kami ingin mengakses pasar publik sebagai jalur ke depan bagi perusahaan,” kata CEO Kodiak AI Don Brunette kepada TechCrunch.

    “Saya pikir kendaraan otomatis adalah masa depan transportasi darat secara luas,” ujarnya.

    Belum jelas kapan industri robotaxi dan truk tanpa sopir akan meluas hingga ke Tanah Air dan berdampak pada profesi-profesi yang saat ini masih ada. Tentu penerapan teknologi baru harus disertai dengan regulasi yang tepat dalam melindungi pekerjaan, agar tidak terjadi PHK massal. Kita tunggu saja!

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • RI Berpotensi Surplus Aluminium Imbas Eksodus Pabrik China

    RI Berpotensi Surplus Aluminium Imbas Eksodus Pabrik China

    Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi kebanjiran pasokan aluminium seiring investasi perusahaan-perusahaan China yang mulai membangun smelter aluminium di Tanah Air.

    Langkah perusahaan China membangun smelter di Indonesia bukan tanpa alasan. Melani menjelaskan, para perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu sudah tak bisa membangun smelter baru di negara asal mereka.

    Pasalnya, pemerintah China hanya mengizinkan smelter aluminium untuk memproduksi maksimal 45 juta ton per tahun.

    “Di atas itu dia sudah tidak boleh membangun di China. Makanya banyak pemain-pemain China akhirnya membangun smelter di Indonesia untuk aluminium,” ucap Melati dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (29/9/2025).

    Selain itu, perusahaan China memlilih membangun smelter di Indonesia juga karena RI telah melarang ekspor bauksit mentah sebagai bahan baku utama alumina.

    “Jadi di alumina refinery sekarang kita lihat peningkatan pemakaian bauksitnya cukup tinggi,” kata Melati.

    Sementara itu, Inalum saat ini juga tengah menyiapkan smelter aluminium baru di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas produksi hingga 600.000 ton per tahun yang ditargetkan rampung pada 2029. Pembangunan smelter baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi aluminium perseroan menjadi 900.000 ton per tahun. 

    Dengan potensi pasokan berlebih aluminium ke depan, Melati menuturkan, 30% dari total produksi aluminium perseroan pada 2029 akan dialokasikan untuk ekspor. 

    “Jadi dalam proyeksi kita sendiri ketika kita mencapai di 900.000 itu ada sekitar 30% yang kita alokasikan untuk ekspor. Jadi tidak hanya untuk dalam negeri,” ujarnya.

    Sejalan dengan upaya peningkatan produksi aluminium, Inalum juga telah mempercepat penyelesaian pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun di Mempawah, Kalimantan Barat pada tahun ini.

    Selain itu, pengembangan SGAR Fase II juga tengah dipersiapkan dan akan menambah kapasitas produksi alumina sebesar 1 juta ton per tahun pada 2028.

  • TikTok Didenda Rp15 Miliar, KPPU Awasi Ketat Syarat Caplok Tokopedia

    TikTok Didenda Rp15 Miliar, KPPU Awasi Ketat Syarat Caplok Tokopedia

    Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memberikan sanksi pada Tiktok sebesar Rp 15 miliar. Perkaranya adalah keterlambatan pemberitahuan akuisisi raksasa e-commerce Tokopedia pada 2024 lalu.

    “Kasus pelanggaran keterlambatan penyampaian notifikasi waktu akuisisi Tokopedia dulu,” kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur kepada CNBC Indonesia, Senin (29/9/2025).

    Tiktok membeli 75,01% saham Tokopedia yang semuanya diselesaikan pada Januari 2024. Nilai pembeliannya mencapai US$840 juta.

    Sebelumnya KPPU juga meminta sejumlah syarat untuk perlindungan pelaku UMKM saat akuisisi tersebut. Ditanyakan soal hal itu, Deswin mengatakan masih dalam masa pengawasan dan akan berlangsung hingga 2 tahun mendatang.

    “Kalau kepatuhan itu dari penilaian, sekarang masih dalam masa pengawasan pelaksanaan syarat-syarat..sampai dua tahun, sesuai penetapan,” ujarnya.

    Berikut 5 syarat persetujuan akuisisi Tokopedia oleh Tiktok:

    Kedua pelaku usaha harus memastikan tetap dibuka pilihan untuk metode pembayaran dan logistik yang tidak diikat dengan tying dan bundling dalam berbagai bentuk promosi, diskon, dan sejenisnya.Kedua pelaku usaha juga diharapkan tidak melakukan penyalahgunaan kekuatan pasar (abuse of dominant position) dengan melakukan praktik-praktik sebagai berikut:
    melakukan perilaku predatory pricing yang dapat merugikan pesaing;self-preferencing dalam display platform dan diskriminasi terhadap produk di luar grup para pihak;menghalangi seller/merchant untuk bertransaksi di Tokopedia maupun TikTok Shop (Shop|Tokopedia), baik secara langsung maupun dengan memberikan persyaratan yang memberatkan seller/merchant dan konsumen.Memastikan sosial media TikTok memberikan kebebasan bagi pemilik akun TikTok untuk mempromosikan produknya yang terdapat di platform e-commerce lain di luar Tokopedia dan TikTok Shop (Shop/Tokopedia).Memastikan tidak terdapat eksploitasi kekuatan pasar melalui kenaikan harga yang tidak wajar (tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi).Memastikan adanya perlindungan terhadap UMKM dengan memberikan kesempatan yang sama untuk UMKM berkembang di platform TikTok Shop (Shop/Tokopedia) dan Tokopedia.

    Sebelumnya dilaporkan Tiktok Indonesia menawarkan benefit besar pada penjual China. Dengan begitu mereka mau menjual produk impornya China di Indonesia.

    Beberapa benefit yang ditawarkan mulai dari insentif sebesar 30%, dukungan account manager, pembebasan biaya penjual, hingga adanya kupon tambahan.

    Informasi ini diungkapkan video pengguna Tiktok bernama @axingid. Dia memperlihatkan beragam kebijakan baru untuk Tiktok Shop Indonesia.

    Informasi soal subsidi itu pertama kali dilaporkan oleh akun Instagram @ecommurz. Video Tiktok itu juga sudah tidak ada lagi di akun @axingid.

    (dem/dem)

    [Gambas:Video CNBC]