Negara: Republik Rakyat Cina

  • Pertumbuhan ekspor Jakarta pada Agustus 2025 didorong nonmigas

    Pertumbuhan ekspor Jakarta pada Agustus 2025 didorong nonmigas

    Jakarta (ANTARA) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan pertumbuhan ekspor Jakarta pada Agustus 2025 yang mencapai 1,47 miliar dolar AS, atau tumbuh 13,74 persen dibandingkan Agustus 2024, didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas.

    “Dominan ekspor Jakarta adalah ekspor nonmigas yang tercatat naik 13,60 persen, jika Agustus 2025 dibandingkan dengan Agustus 2024,” ujar Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Rabu.

    Dia mengatakan berdasarkan sektor, industri pengolahan mendominasi ekspor Jakarta dengan kenaikan 14,69 persen pada Agustus 2025 dibandingkan Agustus 2024.

    “Yang paling dominan di sektor nonmigas ekspor kita (Jakarta) berasal dari industri pengolahan yang juga naik 14,69 persen,” kata Hasanudin.

    Dia merinci nilai ekspor sektor industri pengolahan pada Agustus 2024 tercatat 1,24 miliar dolar AS, sementara pada Agustus 2025 tumbuh menjadi 1,43 miliar dolar AS.

    Berdasarkan negara tujuan ekspor pada Agustus 2025, sambung dia, Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama dengan nilai mencapai 213,93 juta dolar AS (14,59 persen), kemudian diikuti Tiongkok sebesar 165,03 juta (11,26 persen), dan Singapura sebesar 118,87 juta (8,11 persen).

    Sementara berdasarkan kelompok komoditas, selama Agustus 2025, ekspor dari sepuluh kelompok komoditas utama memberikan kontribusi sebesar 77,11 persen terhadap total nilai ekspor Jakarta.

    Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh komoditas utama tersebut tumbuh 121,06 juta dolar AS atau 11,99 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024.

    Pertumbuhan secara tahunan pada periode tersebut didorong oleh peningkatan nilai ekspor logam mulia dan perhiasan/permata sebesar 58,42 juta dolar AS (57,15 persen) dan diikuti alas kaki sebesar 32,21 juta dolar AS (11,74 persen).

    Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
    Editor: Rr. Cornea Khairany
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Diplomat Senior China Tiba-tiba Diganti Usai Menghilang dari Publik

    Diplomat Senior China Tiba-tiba Diganti Usai Menghilang dari Publik

    Beijing

    Seorang diplomat senior China tiba-tiba diganti setelah keberadaannya misterius selama berbulan-bulan usai kembali dari perjalanan dinas ke luar negeri. Penggantian ini memicu spekulasi bahwa diplomat senior itu terjerat kasus yang membuatnya ditahan otoritas Beijing.

    Laporan media pemerintah China, seperti dilansir Associated Press, Rabu (1/10/2025), mengumumkan bahwa pemerintah telah menunjuk Liu Haixing sebagai pemimpin baru Departemen Internasional. Liu Haixing merupakan seorang diplomat berpengalaman yang pernah menduduki berbagai posisi diplomatik di Eropa.

    Sepulangnya ke Beijing, Liu Haixing menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri dan Direktur Jenderal Departemen Urusan Eropa.

    Dia ditunjuk menggantikan Liu Jianchao — tidak memiliki hubungan keluarga dengan Liu Haixing — yang tidak terlihat di depan publik sejak Juli lalu di tengah spekulasi bahwa dia ditahan karena alasan disiplin.

    Departemen Internasional, yang sebelumnya dipimpin oleh Liu Jianchao, merupakan sayap diplomatik Partai Komunis yang berkuasa di China. Departemen ini bertugas menjalin hubungan dengan partai-partai politik di negara-negara lainnya.

    Penunjukan Liu Haixing yang disampaikan lewat situs resmi Departemen Internasional ini, menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan Liu Jianchao.

    Liu Jianchao menjabat sebagai kepala Departemen Internasional sejak Juni 2022. Dia telah bepergian ke luar negeri secara ekstensif sebagai bagian dari upaya diplomatik China pascapandemi. Nama Liu Jianchao bahkan beredar sebagai salah satu calon Menteri Luar Negeri yang baru.

    Namun sosok Liu Jianchao tidak pernah terlihat di depan publik sejak akhir Juli lalu, setelah dia kembali dari perjalanan dinas ke luar negeri.

    Laporan media terkemuka, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip beberapa sumber menyebut bahwa Liu Jianchao kini ditahan untuk menjalani interogasi sebagai bagian dari penyelidikan disiplin. Tidak diketahui secara jelas soal pelanggaran atau kasus apa yang menjeratnya.

    Kasus hilangnya Liu Jianchao ini menyusul rentetan kasus serupa di China beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah hilangnya mantan Menteri Luar Negeri Qin Gang yang menjadi sorotan publik pada Juni 2023 lalu. Pada saat itu, Qin baru menjabat Menteri Luar Negeri selama tujuh bulan.

    Wang Yi, yang sebelumnya pernah menjabat Menteri Luar Negeri China, kembali ditunjuk oleh pemerintah untuk menduduki jabatan penting tersebut.

    WSJ melaporkan pada saat itu bahwa investigasi internal partai mendapati Qin terlibat dalam perselingkuhan selama masa jabatan sebelumnya sebagai Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS).

    Langkah penegakan disiplin semacam ini diyakini berlanjut saat Presiden Xi Jinping memimpin kampanye pembersihan disiplin yang gencar sejak pengangkatannya pada tahun 2012. Dilaporkan lebih dari 6 juta pejabat China telah dihukum karena korupsi dan pelanggaran lainnya.

    Tonton juga video “Istri Arya Daru Beberkan soal Teror di Makam Suaminya” di sini:

    Halaman 2 dari 2

    (nvc/ita)

  • Warren Buffet Jual Seluruh Saham BYD, Sudah Untung 20 Kali Lipat

    Warren Buffet Jual Seluruh Saham BYD, Sudah Untung 20 Kali Lipat

    Jakarta

    Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik miliarder Amerika, Warren Buffett, resmi mengakhiri investasinya di produsen kendaraan listrik (EV) asal Tiongkok, BYD.

    Berkshire sudah investasi panjang selama 17 tahun di BYD. Nilainya telah tumbuh lebih dari 20 kali lipat dalam periode tersebut.

    Perusahaan Buffett mulai berinvestasi di BYD pada tahun 2008. Dia membayar US$ 230 juta untuk mencaplok sekitar 225 juta lembar saham, setara dengan kepemilikan 10% saham BYD pada saat itu.

    Kemudian sejak Agustus 2022, Berkshire mulai secara bertahap mengurangi kepemilikan saham BYD.

    Mengutip CNBC International, penasihat khusus untuk BYD, Alfredo Altavilla mengatakan Buffett sudah mendapatkan keuntungan 20 kali lipat dari modal yang dia investasikan.

    Li Yunfei, petinggi BYD, dalam sebuah unggahan di akun Weibo resminya mengucapkan terima kasih kepada Berkshire atas investasi, bantuan, dan persahabatannya selama 17 tahun terakhir. Ia menyebut penjualan saham tersebut sebagai hal yang biasa.

    “Berinvestasi dalam saham melibatkan pembelian dan penjualan, yang benar-benar normal… Kami berterima kasih atas pengakuan Charlie Munger dan Warren Buffett atas BYD, serta atas investasi, dukungan, dan persahabatan selama 17 tahun terakhir… Pujilah semua orang percaya jangka panjang!” tulis Li Yunfei.

    Mencukil laporan Reuters, pesaing terbesar Tesla tersebut mengalami penurunan laba kuartalan untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun karena ekspansinya terhambat di tengah kampanye pemerintah melawan perang harga.

    Penjualan domestik BYD, yang mencakup hampir 80% dari total pengiriman globalnya, turun selama empat bulan berturut-turut di bulan Agustus. BYD telah memangkas target penjualan tahunan hingga 16% menjadi 4,6 juta kendaraan.

    (riar/dry)

  • Sindir MBG dan Janji Pilpres, Penulis Kondang Ini Sarankan Program Tidur Siang Gratis 2029

    Sindir MBG dan Janji Pilpres, Penulis Kondang Ini Sarankan Program Tidur Siang Gratis 2029

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Progran makan bergizi gratis (MBG) beberapa waktu terakhir jadi sorotan banyak pihak. MBG sendiri merupakan janji kampanye pasangan Prabowo-Gibran yang kini telah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

    Terkait janji kampanye Pilpres ini, penulis kondang Indonesia, Tere Liye, memberi ide bagi kontestan Pilpres 2029.

    “Saya mau ngasih IDE program berikutnya buat pak jabat dan bu jabat. Buat kampanye pilpres 2029 nanti. Tidur Siang Gratis,” tulis Tere Liye, dikutip dari akun media sosialnya, Rabu (1/10/2025).

    Menurut riset, lanjut Tere Liye, memberikan tidur siang pada murid-murid sekolah itu sangat signifikan pengaruhnya ke prestasi akademik, kebahagiaan, dan lain sebagainya. Di China, malah sejak lama sudah ada, dan wajib bagi sebagian besar sekolah.

    “Nah, dengan argumen mulia tersebut, demi generasi berikutnya, mari kita bikin juga program Tidur Siang Gratis,” lanjut pria bernama asli Darwis itu.

    “Bukan buat tujuan mulianya sih. Ssst, tapi lumayan kan pengadaan buat kursi/meja tidurnya. Ada berapa puluh juta kursi. Juga tirai. Juga selimut. Bantal, waaaah, banyaknya itu kalau dijadikan proyek. Setiap tahun bisa beli baru pulak, peremajaan peralatan,” sindirnya.

    Masih ingat e-KTP? lanjut alumni Fakultas Ekonomi UI ini, dulu proyek ini hebat sekali tujuannya. “Keren pol. Belasan tahun berlalu, eh masih difotokopi juga itu KTP, kirain chip-nya sakti bener,” tutup Tere Liye. (sam/fajar)

  • Taliban Blokir Internet, Rakyat Afghanistan Hadapi Masa Suram

    Taliban Blokir Internet, Rakyat Afghanistan Hadapi Masa Suram

    Jakarta

    Jaringan internet fiber optik dan layanan data seluler di seluruh Afganistan terputus pada Selasa (30/09) tanpa penjelasan langsung dari pemerintah Taliban.

    Namun, ada kekhawatiran bahwa Taliban memperluas pemadaman internet di beberapa provinsi di bagian Utara Afganistan yang sudah diberlakukan sejak awal bulan September. Saat itu, juru bicara gubernur Provinsi Balkh mengatakan pemutusan internet dilakukan untuk “mencegah perilaku tidak bermoral.” Kini, warga Afganistan menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.

    Saluran berita swasta Afganistan, TOLO, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada DW bahwa salah satu kemungkinan yang akan terjadi ke depan adalah Taliban akan membatasi akses internet seluler hanya pada jaringan 2G berkecepatan rendah, yang hanya memungkinkan pengiriman teks.

    TOLO juga melaporkan bahwa Taliban telah memberi batas waktu satu minggu kepada operator jaringan untuk menghentikan layanan internet seluler 3G dan 4G.

    Belum pernah terjadi sebelumnya

    Doug Madory, analis jaringan di Kentik Network Intelligence, mengatakan kepada DW bahwa data menunjukkan Taliban mengeluarkan perintah pemutusan internet pada pukul lima sore pada Senin (29/09).

    Madory menjelaskan bahwa meskipun Afganistan tidak memiliki sistem sensor internet nasional seperti Great Firewall milik Cina, Taliban mampu memerintahkan perusahaan telekomunikasi untuk “memutuskan koneksi internet negara tersebut secara efektif.”

    “Kami mendengar bahwa kemungkinan ini akan berlangsung selama 30 hari, yang akan menjadi periode pemadaman komunikasi total yang sangat lama,” kata Madory.

    “Kalau benar kembali ke 2G, itu belum pernah dilakukan di tempat lain,” ujarnya.

    Internet Outage Detection and Analysis, yang memantau konektivitas internet global, menunjukkan bahwa hampir seluruh koneksi internet di Afganistan terputus pada Senin (29/09) sore.

    Langkah ini merupakan pemutusan internet nasional pertama di Afganistan dan akan menyebabkan “pemadaman total yang menyeluruh,” menurut NetBlocks, lembaga pemantau internet dan keamanan siber yang berbasis di London.

    Madory juga menepis kemungkinan bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh gangguan teknis.

    “Kalau seluruh negara bergantung pada satu kabel fiber optik yang terputus karena kecelakaan, mungkin bisa dijelaskan. Kenyataannya, infrastruktur di sana tidak memiliki titik kegagalan tunggal seperti itu,” katanya.

    Dampak terhadap perekonomian

    “Gangguan internet menandai dimulainya penindasan besar-besaran di seluruh Afganistan,” kata pakar keamanan Bismillah Taban kepada DW awal bulan September saat pemadaman pertama terjadi.

    “Taliban bisa memperluas tindakan represif mereka dan menghindari pengawasan internasional. Ini sangat mengkhawatirkan.”

    Para pedagang dan pelaku usaha memperingatkan konsekuensi serius jika akses internet seluler dibatasi. Internet fiber optik sebagian besar digunakan oleh perusahaan, bank, dan lembaga pemerintah.

    “Saat ini, 80% transaksi bisnis dilakukan secara online. Kami sudah menghadapi tantangan besar. Jangan memperlebar kesenjangan antara rakyat dan pemerintah lebih jauh lagi,” kata Khan Jan Alokozai, Wakil Presiden Kamar Dagang Afganistan, di X setelah pemblokiran pertama.

    Afganistan hadapi masa suram

    Sayed Ahmad Shah Sadaat, mantan Menteri Pendidikan Afghanistan (2016–2018), juga memperingatkan dampaknya.

    “Jaringan fiber optik yang digunakan masyarakat untuk pendidikan daring, perdagangan, dan sistem perbankan akan terdampak di semua aspek kehidupan. Taliban tidak punya sistem internet alternatif. Jika jaringan diputus, Afganistan akan memasuki masa suram,” katanya kepada DW.

    “Lembaga pemerintah seperti kantor paspor, kantor pendaftaran, bea cukai, bank, dan media sangat bergantung pada koneksi fiber optik. Jika mereka lumpuh, tekanan terhadap struktur administrasi pusat akan makin besar.”

    Organisasi media internasional juga menyuarakan kekhawatiran.

    “Melarang internet broadband adalah bentuk sensor yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan menghambat kerja jurnalis serta hak publik untuk mendapatkan informasi,” kata Beh Lih Yi, Direktur Regional Committee to Protect Journalists.

    “Taliban harus menghentikan siklus penindasan ini dan segera memulihkan akses internet tanpa syarat karena itu adalah alat penting bagi jurnalisme.”

    Ancaman bagi pendidikan perempuan Afganistan

    Bagi perempuan dan anak perempuan, keputusan ini bisa berdampak sangat serius. Setelah dilarang bersekolah dan berkuliah, banyak dari mereka mengandalkan pendidikan daring sebagai satu-satunya cara untuk tetap belajar.

    “Murid-murid saya memiliki Wi-Fi, tapi sekarang tidak berfungsi lagi,” kata sutradara film Afganistan Sahraa Karimi, yang mengajar murid-muridnya dari luar negeri. “Saya membaca di berita bahwa Taliban telah mematikan internet di banyak kota. Saya sangat sedih. Bagaimana saya bisa mengajar para gadis sekarang?”

    Aktivis di Afganistan juga menyuarakan kekhawatiran mereka.

    “Mematikan internet adalah langkah terakhir menuju kemunduran, kebodohan, dan kehancuran,” kata seorang perempuan dalam pesan video kepada DW.

    Yang lain menyebutnya sebagai “serangan langsung terhadap martabat, kebebasan, dan masa depan bangsa.”

    “Ketika Taliban memutus internet, ini bukan sekadar masalah teknis,” kata Pashtana Durrani, pendiri jaringan sekolah daring LEARN Afghanistan. “Ini adalah serangan terhadap masa depan negara.”

    Bagi banyak pelajar, internet adalah satu-satunya penghubung mereka dengan guru dan pelajaran. Terutama bagi anak perempuan, yang dilarang bersekolah dan berkuliah, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk terus belajar.

    “Setiap pemadaman,” tambah Durrani, “membuat generasi muda Afganistan makin tertinggal, melemahkan fondasi intelektual negara, dan memperdalam keputusasaan mereka.”

    Laporan tambahan oleh Helay Asad dan Sushmitha Ramakrishnan

    Artikel ini telah diperbarui dari versi sebelumnya untuk menyertakan penutupan total layanan internet oleh Taliban di Afganistan

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

    Diadaptasi oleh Algadri Muhammad

    Editor: Hani Anggraini

    (ita/ita)

  • Neraca Perdagangan Agustus 2025 Surplus US,49 Miliar, 64 Bulan Beruntun!

    Neraca Perdagangan Agustus 2025 Surplus US$5,49 Miliar, 64 Bulan Beruntun!

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mencapai surplus US$5,49 miliar per Agustus 2025.

    Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus selama 64 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

    Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor Agustus 2025 mencapai  US$24,9 miliar atau naik 5,78% dibandingkan Agustus 2024 (year on year/YoY).

    Adapun nilai impor Agustus 2025 mencapai US$19,47 miliar atau turun 6,56% dibandingkan agustus 2024.

    Nilai impor ini terdiri dari impor migas yang mencapai US$2,73 miliar atau naik 3,17% secara tahunan. Sementara itu impor nonmigas mencapai US$16,74 miliar mengalami penurunan secara tahunan 7,98%.

    “Pada Agustus 2025, neraca perdagangan barang tercatat surplus sebesar US$5,49 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan ini telah mencatat surplus selama 64 bulan berturut turut sejak Mei 2020,” ujar Habibullah pada Rabu (1/10/2025).

    Surplus pada Agsutus 2025 lebih ditopang surplus komoditas nonmigas sebesar US$7,15 miliar dengan komoditas penyumbang surplus lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral dan besi dan baja.

    “Pada saat yang sama neraca perdagangan komoditas migas mencatat defisit US$1,66 miiar,” ungkap Habibullah.

    Sebelumnya, konsensus ekonom memproyeksikan surplus neraca perdagangan Indonesia akan berlanjut pada Agustus 2025 atau 64 bulan secara beruntun. Kendati demikian, surplus pada Agustus 2025 diproyeksikan akan menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

    Berdasarkan konsensus proyeksi 20 ekonom yang dihimpun Bloomberg, nilai tengah (median) surplus neraca perdagangan pada Agustus 2025 diproyeksikan sebesar US$4,03 miliar. Proyeksi tersebut lebih rendah dari realisasi neraca dagang bulan sebelumnya atau pada Juli 2025 senilai US$4,17 miliar.

    Estimasi tertinggi dikeluarkan oleh Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual dengan nominal US$5,36 miliar. Sebaliknya, estimasi terendah diberikan oleh Cimb Ltd dengan angka US$2,8 miliar.

    David Sumual menjelaskan bahwa proyeksi neraca dagang Agustus 2025 itu dipengaruhi oleh ekspor yang naik 7,24% secara tahunan (year on year/YoY) dan 1,57% secara bulanan (month on month/MoM). Sementara itu, impor -4,31% YoY dan -3,89 MoM.

    “Surplus neraca dagang kembali meningkat, didorong ekspor yang sangat tinggi—sedangkan impor melemah,” jelas David kepada Bisnis, Selasa (30/9/2025).

    Dia merincikan data yang dikeluarkan otoritas China menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Negeri Panda naik tinggi di Agustus sebesar 20% MoM, terutama untuk produk batu bara, minyak, dan gas bumi.

    Menurutnya, kenaikan harga crude palm oil (CPO) alias minyak kelapa sawit mentah Agustus tampaknya juga mendorong ekspor. Sementara itu, sambung David, efek penurunan surplus akibat tarif tampaknya belum terlihat.

  • KCIC Tebar Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh Rp50.000, Cek Syarat Ketentuannya

    KCIC Tebar Diskon Tiket Kereta Cepat Whoosh Rp50.000, Cek Syarat Ketentuannya

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan promo diskon tiket Kereta Cepat WHOOSH Indonesia hingga Rp50.000 dalam rangka menyambut tanggal cantik 10.10 di bulan Oktober.  

    General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menuturkan bahwa promo ini ditujukan untuk mendorong minat masyarakat yang semakin tinggi, baik untuk perjalanan bisnis di hari kerja maupun wisata di akhir pekan. 

    “Kami melihat Whoosh semakin diminati bukan hanya sebagai transportasi bisnis, tapi juga sebagai moda pilihan untuk wisata. Dengan adanya promo diskon ini, kami ingin mendorong lebih banyak masyarakat untuk menikmati perjalanan nyaman dan efisien bersama Whoosh,” ujar Eva dalam keterangan resmi, Rabu (1/10/2025). 

    Pada hari kerja, mayoritas penumpang Whoosh adalah pelaku perjalanan bisnis, sementara di akhir pekan didominasi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang memanfaatkan Whoosh untuk mengunjungi berbagai destinasi liburan.

    Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, promo diskon hingga Rp50.000 ini tersedia melalui kolaborasi dengan Traveloka pada promo Traveloka 10.10 Travel Sale. 

    Penumpang yang membeli tiket Whoosh dalam periode promo ini juga berhak mendapatkan souvenir eksklusif yang dapat diambil langsung di loket stasiun Whoosh. 

    Proses penukaran dilakukan dengan menunjukkan tiket hasil pembelian promo kepada petugas untuk diverifikasi, dan souvenir akan diberikan selama persediaan masih tersedia.

    “Kami ingin memastikan perjalanan cepat dengan Whoosh semakin memberikan pengalaman menyenangkan, baik bagi pebisnis maupun wisatawan. Promo ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat untuk terus memanfaatkan Whoosh dalam setiap perjalanan,” tutup Eva.

    Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2025, jumlah penumpang Whoosh mencapai 580.300 orang atau tumbuh 4,56% dari bulan sebelumnya atau secara month to month (MtM). 

    Sementara secara kumulatif pada periode Januari hingga Juli 2025, jumlah pengguna Whoosh mencapai 3,5 juta orang atau tumbuh 7,02% dari periode yang sama tahun lalu. 

    Whoosh nyatanya juga diminati oleh para wisatawan. Sejak beroperasi, Whoosh telah melayani lebih dari 528.000 wisatawan asing, dengan 225.000 di antaranya berasal dari Malaysia.

    Berikut Syarat & Ketentuan Promo Kereta Cepat Whoosh:

    1. Diskon 3% s.d. Rp50.000 dengan minimum pembelian Rp500.000, dalam satu nomor pemesanan.

    2. Kupon tersedia dalam stok terbatas per hari.

    3. Berlaku untuk pemesanan melalui Traveloka App versi minimum 3.40.0 (Android/iOS) atau melalui situs web Traveloka versi desktop atau mobile.

    4. Berlaku untuk semua rute.

    5. Berlaku untuk semua metode pembayaran.

    6. Berlaku untuk satu kali pemesanan selama periode promo.

    7. Periode pemesanan: 1–10 Oktober 2025

    8. Periode perjalanan: sesuai ketersediaan jadwal

    9. Kupon diskon ini tidak dapat digabung dengan kupon diskon lainnya

  • Pantas Laku Keras, Begini Spesifikasi Mobil Listrik Wuling Seharga Rp 150 Juta

    Pantas Laku Keras, Begini Spesifikasi Mobil Listrik Wuling Seharga Rp 150 Juta

    Jakarta

    Kurang dari sepekan lalu, produsen roda empat asal China, Wuling telah meluncurkan mobil listrik terbaru untuk konsumen domestik. Kendaraan tersebut bernama Wuling Binguo S dan hanya dibanderol mulai dari 66.800 yuan atau Rp 150 jutaan!

    Dilansir dari Carnewschina, Rabu (1/10), Wuling Binguo S bisa ditebus 63.800 yuan atau Rp 149 jutaan untuk konsumen yang melakukan trade-in atau tukar tambah. Harganya yang murah membuat kendaraan tersebut laku keras di China.

    Dua hari setelah diluncurkan, Wuling Binguo S sudah terpesan 55.840 unit. Sementara unit yang terkirim ke konsumen baru mencapai 7.250 unit.

    Wuling Binguo S Foto: Dok. Carnewschina

    Dengan harganya yang murah, ditambah penjualan yang laku keras, kalian mungkin penasaran seperti apa spesifikasi Wuling Binguo S. Nah, untuk menjawab rasa penasaran tersebut, berikut kami rangkum fitur dan mesinnya.

    Spesifikasi Wuling Binguo S

    Secara tampilan, Binguo S tetap mempertahankan bahasa desain bulat dan playful ala keluarga Binguo. Bagian depannya dihiasi lampu depan poligonal bergaya retro, sementara opsi warna bodi dual-tone dan desain velg kustom siap bikin tampilannya makin gemas.

    Soal ukuran, mobil ini cukup kompak dengan panjang 4.265 mm, lebar 1.785 mm, tinggi 1.600 mm, dan jarak sumbu roda 2.610 mm. Meski mungil, Wuling mengklaim kabinnya lapang untuk sebuah city car lima penumpang. Headroom baris depan mencapai 1.008 mm, sementara baris kedua punya pitch kursi 882 mm.

    Wuling Binguo S Foto: Dok. Carnewschina

    Masuk ke interior, ada dua pilihan tema warna: Soft White dan Warm Brown. Sedangkan fiturnya cukup lengkap, ada panel instrumen 8,8 inch, layar hiburan floating 12,8 inch, konektivitas Bluetooth, tombol start/stop, lampu otomatis, dan cruise control. Trim lebih tinggi ditambah kamera panoramik, jok pengemudi elektrik, pemanas jok depan, hingga spion elektrik dengan heater.

    Sistem hiburannya mengandalkan platform Lingyu AI milik Wuling yang mendukung Hicar, Carlink, dan Apple CarPlay. Tak ketinggalan, ada dasbor sekunder model tembus untuk ruang ekstra dan wireless charging 50W.

    Di balik kap, Binguo S memakai motor listrik tunggal bertenaga 75 kW. Tenaganya dipasok baterai LFP dua pilihan kapasitas: 31,9 kWh dengan jarak tempuh 325 km dan 41,9 kWh yang bisa melaju hingga 430 km. Sementara pengisian daya dari 30 ke 80 persen hanya butuh 35 menit dengan fitur fast charging.

    (sfn/din)

  • Nama Fredy Pratama Mendadak Hilang dari Situs Red Notice Interpol, Ini Penjelasan Polisi

    Nama Fredy Pratama Mendadak Hilang dari Situs Red Notice Interpol, Ini Penjelasan Polisi

    Bisnis.com, JAKARTA — Nama buronan kasus narkoba internasional Fredy Pratama menghilang dalam daftar red notice Interpol.

    Berdasarkan penelusuran Bisnis dalam situs red notice Interpol pada Rabu (1/10/2025) sekitar 08.45 WIB, nama gembong narkoba sudah tidak termasuk dalam buronan red notice yanh ditampilkan di web Interpol.

    Padahal, buruan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu nampak diperlihatkan di situs Interpol dalam beberapa tahun sebelumnya.

    Kala itu, dalam situs Interpol tercatat bahwa Fredy Pratama lahir pada 25 Juni 1985 di Banjarmasin dengan jenis kelamin laki-laki. Adapun, dalam foto yang diunggah Interpol, Fredy nampak memiliki rambut hitam panjang dengan mengenakan kaus berwarna biru.

    Adapun, buronan berkewarganegaraan Indonesia yang tercantum dalam red notice Interpol saat ini ada tujuh orang.

    Mereka adalah Pietruschka Evelina Fadil (64), Pietruschka Manfred Armin (66), Mendomba Randy (49), Kurniawan Edo (40), Daschbach Richard Jude (88), Nugroho Sofyan Iskandar (57), dan Djatmiko Febri Irwansyah (43).

    Dalam hal ini, Sekretariat National Central Bureau Interpol (Ses NCB Interpol) Brigjen Pol Untung Widyatmoko menjelaskan bahwa dalam daftar buronan yang masuk dalam red notice Interpol itu ada dua macam.

    Secara terperinci, ada buronan berstatus res notice yang ditampilkan untuk publik dan buronan yang hanya ditampilkan untuk aparat penegak hukum saja.

    “Dalam Red Notice Interpol memang ada dua tipe, satu published for public dan kedua published for law enforcement only,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (1/10/2025).

    Sekadar informasi, Fredy Pratama memiliki beberapa julukan seperti The Secret, Airbag, Mojopahit dan termasuk Casanova. 

    Setiap bulannya, jaringan Fredy disebut mampu selundupkan narkotika sebanyak 100 kg hingga 500 kg per bulan.

    Dalam memuluskan bisnisnya, Fredy Pratama menyelundupkan narkoba dari kawasan ‘Segitiga Emas’ menggunakan kemasan teh China yang kemudian dikirim ke Malaysia dan Indonesia. 

  • Saham Teknologi Asia Diburu Asing, Pasar Negara Berkembang Reli

    Saham Teknologi Asia Diburu Asing, Pasar Negara Berkembang Reli

    Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham di pasar berkembang atau emerging market mencatat reli selama sembilan bulan berturut-turut, menjadi tren kenaikan terpanjang sejak tahun 2004.

    Hal itu seiring dengan derasnya arus masuk kapital asing dan investor yang terus mengalirkan modal ke saham teknologi Asia.

    Berdasarkan data Bloomberg,  indeks saham negara berkembang milik MSCI Inc. ditutup naik 0,5% pada Selasa (30/9/2025), mendorong imbal hasil bulanan sejauh ini menjadi 7%.

    Saham Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. yang terdaftar di Hong Kong menjadi penyumbang kenaikan terbesar bersama produsen chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Co.

    Investor sebagian besar mengabaikan laporan JOLTS yang menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan di AS hampir tidak mengalami kenaikan pada bulan Agustus, sambil tetap mencermati potensi penutupan pemerintahan AS.

    Reli di pasar negara berkembang ini didorong oleh ekspektasi pelemahan dolar AS, pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, serta tanda-tanda pemulihan di China.

    Malcolm Dorson, Manajer Portofolio Senior dan Kepala Manajemen Aktif di Global X Management, mengingatkan bahwa tidak ada yang naik secara terus-menerus tanpa volatilitas.

    “Namun bisa jadi kita sedang menyaksikan awal dari siklus baru yang menguntungkan pasar negara berkembang,” kata Dorson, dikutip Bloomberg pada Rabu (1/10/2025).

    Adapun, saham-saham teknologi Asia mendapat dorongan dari optimisme seputar perusahaan yang terkait dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

    Menurut Analis Senior di Swissquote Ipek Ozkardeskaya, investor global masih relatif kurang terekspos terhadap saham China yang membuka ruang lebih lanjut untuk kelanjutan reli.

    “Saham teknologi Tiongkok, meskipun telah reli cukup kuat tahun ini, masih diperdagangkan dengan valuasi yang lebih murah dibandingkan rekan-rekan mereka di AS, di mana valuasi yang tinggi mulai menjadi kekhawatiran,” ujarnya.

    Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.