Negara: Republik Rakyat Cina

  • Mengenal Teknologi Iradiasi, Bisa Bikin Buah Ekspor hingga MBG Tetap Awet

    Mengenal Teknologi Iradiasi, Bisa Bikin Buah Ekspor hingga MBG Tetap Awet

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi iradiasi pangan yang dapat membuat makanan lebih tahan lama, terutama produk pangan yang akan diekspor, hingga makanan pada program Makan Bergizi Gratis alias (MBG).

    Peneliti Pusat Riset Teknologi Proses Radiasi BRIN, Murni Indarwatmi mengatakan, teknologi iradiasi sangat diperlukan untuk menjaga kualitas dari komoditas pangan yang akan diekspor, terutama buah-buahan. 

    Pasalnya, sejumlah negara seperti Australia, Jepang dan China mewajibkan produk buah-buahan yang diekspor ke negara tersebut sudah melalui proses iradiasi.

    “Sebagaimana diketahui dari berita-berita, beberapa kali ekspor buah-buahan dari Indonesia ditolak, karena adanya kebusukan, atau ditemukan hama berupa belatung dan lalat buah,” ujarnya dalam webinar secara virtual, Kamis (2/10/2025).

    Teknologi iradiasi bisa memperpanjang masa simpan makanan, mengurangi kontaminasi bakteri atau mikroba yang dapat merusak produk pangan, membuat lebih cepat busuk dan kehilangan nutrisi.

    Adapun, beberapa keunggulan teknologi iradiasi yakni efektif membunuh mikroba, hama, dan mampu menjangkau hama tersembunyi, sehingga membuat kualitas produk tetap terjaga.

    “Pada buah dan sayuran, radiasi dosis rendah dapat menekan aktivitas fisiologis seperti produksi etilen atau hormon pematangan. Sehingga memperlambat pematangan dan memperpanjang umur simpan,” ujarnya.

    Secara teknis, iradiasi untuk buah tropis terdiri dari dua teknik. Pertama, saat masa pra-panen dengan Teknik Serangga Mandul (TSM) di kebun dengan mengendalikan populasi lalat buah. Caranya, dengan melepaskan serangga mandul ke seluruh area yang terserang untuk menurunkan populasi hama di lapangan dengan spesies yang sama.

    Kedua, iradiasi fitosanitari yang diterapkan pasca-panen untuk komoditas ekspor. Teknik ini menggunakan radiasi gamma, sinar-X, atau elektron berenergi tinggi terhadap komoditas pertanian. Tujuannya untuk mengendalikan atau menonaktifkan organisme pengganggu tumbuhan karantina, seperti serangga hingga bakteri.

    Terpisah, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan pemanfaatan radiasi pangan tidak hanya terbatas pada ekspor, tetapi juga bisa menunjang program makan bergizi gratis (MBG) dan logistik saat terjadi bencana di wilayah terpencil.

    “Dengan pemanfaatan yang tepat, radiasi pangan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan penanganan darurat secara efektif,” ujar Hendrian mengutip laman resmi BRIN, Kamis (2/10).

    Hendrian menambahkan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini, perlu ada pendalaman lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan. Standarisasi diperlukan, mencakup standar mutu produk, standar dosis iradiasi, dan standar operasional fasilitas iradiasi. 

  • Bos Produsen Otomotif AS Siaga Tinggi Bersiap Hadapi Hancurnya Penjualan Mobil Listrik Usai Insentif Pajak Berakhir

    Bos Produsen Otomotif AS Siaga Tinggi Bersiap Hadapi Hancurnya Penjualan Mobil Listrik Usai Insentif Pajak Berakhir

    JAKARTA – Para CEO produsen otomotif di Amerika Serikat (AS) kini berada dalam status siaga tinggi, bersiap menghadapi jatuh bebasnya penjualan kendaraan listrik (EV) menyusul berakhirnya insentif pajak federal sebesar 7.500 dolar AS (sekitar Rp124,5 juta) bagi pembeli sejak akhir September.

    Dilansir dari Reuters, Kamis, 2 Oktober, CEO Ford Jim Farley bahkan menyebut hilangnya subsidi hasilkan perubahan signifikan di pasar. Berakhirnya kredit pajak pada 30 September memicu kepanikan di kalangan industri, yang sebelumnya telah melihat lonjakan rekor penjualan pada Agustus saat konsumen bergegas memanfaatkan kredit yang tersisa.

    Kekhawatiran mendalam muncul dari para pemimpin industri mengenai dampak langsung dari berakhirnya insentif tersebut. Jim Farley memprediksi bahwa penjualan mobil listrik bisa anjlok hingga 5 persen dari total penjualan kendaraan bulan depan atau setengah dari rekor yang tercatat di musim panas lalu.

    Prediksi yang sama suramnya datang dari Chairman Nissan Americas Christian Meunier, yang memperkirakan keruntuhan pasar EV pada bulan Oktober ini. Meunier menambahkan bahwa persaingan akan menjadi super-brutal karena banyak pesaing telah membangun stok EV yang melimpah, dan kini harus berjuang keras untuk menemukan pembeli.

    Pencabutan insentif ini semakin memperburuk posisi pasar AS, yang sudah tertinggal jauh dalam adopsi EV dibandingkan pasar global lainnya. Di China, pemimpin dunia dalam EV dan produksi baterai, kendaraan listrik dan plug-in hybrid telah melampaui 40 persen dari total penjualan, sementara Eropa berada di sekitar 20 persen. Lebih lanjut, pertumbuhan penjualan EV di AS sudah melambat dalam dua tahun terakhir, bahkan saat insentif masih berlaku. Sebuah studi akademis memperkirakan bahwa tanpa insentif, registrasi kendaraan listrik di AS dapat turun hingga 27 persen.

    Dampak langsung terasa hingga ke tingkat dealer, di mana kekhawatiran meningkat tentang menumpuknya inventaris EV yang tidak terjual. Dealer-dealer khawatir model-model mahal, seperti truk pikap listrik Chevy Silverado dari General Motors yang harganya bisa mencapai lebih dari 90.000 dolar AS (sekitar Rp1,5 miliar), akan kesulitan menarik pembeli tanpa adanya bantuan subsidi. Untuk meredam pukulan ini, pabrikan besar seperti GM dan Ford telah berupaya mengalihkan insentif pajak ke dalam persyaratan sewa (lease terms) untuk beberapa bulan ke depan, sementara Hyundai langsung menawarkan potongan harga hingga 7.500 dolar AS untuk model Ioniq 5 tahun 2025.

  • KKP dukung “hatchery” udang swasta tingkatkan mutu benih dan ekspor

    KKP dukung “hatchery” udang swasta tingkatkan mutu benih dan ekspor

    Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan dukungan penuh terhadap hatchery pengembangan pembenihan udang oleh swasta sebagai langkah strategis meningkatkan mutu benih, daya saing, serta memperkuat ekspor udang Indonesia di pasar global.

    Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP TB Haeru Rahayu (Tebe) mengatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan hatchery pembenihan udang oleh swasta, seperti di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

    “Pembenihan berkualitas berperan besar mendukung produktivitas udang nasional dari sisi hasil panen maupun daya saing,” kata Tebe dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

    Hatchery udang adalah tempat penetasan telur udang yang bertujuan menghasilkan benur udang berkualitas tinggi, sehat, dan konsisten sebagai dasar budidaya.

    Tebe mengatakan telah meninjau pembenihan udang milik swasta yakni Post Larva Haji Agus (PLHA) yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

    “Kehadiran Post Larva Haji Agus (PLHA) tidak hanya menjawab kebutuhan benih bermutu, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal. Ini baik sekali untuk mendukung industri udang kita,” ujarnya.

    Menurut dia, peningkatan investasi hatchery, dukungan teknologi ramah lingkungan, serta solidnya kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar udang global yang nilainya mencapai 64,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2024. Angka itu setara sekitar Rp1.077,9 triliun.

    Tebe menyebutkan saat ini Indonesia berada di peringkat kelima produsen udang dunia setelah China, Vietnam, Ekuador, dan India. Pasar utama ekspor Indonesia adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan China.

    “Negara-negara pembeli kini sangat ketat dalam menilai mutu dan ketertelusuran produk. Oleh karena itu, benih yang bermutu menjadi kunci menghasilkan udang berkualitas dan kompetitif di pasar global,” ujar Tebe.

    Pemilik PLHA Agus mengungkapkan pembangunan hatchery didorong banyaknya permintaan benih udang.

    Menurut dia, hatchery itu bukan sekadar tempat produksi, tetapi simbol meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja, penyediaan benur andal dan berkualitas secara konsisten.

    PLHA telah merekrut lebih dari 60 persen tenaga kerja yang berasal dari masyarakat lokal. Selain fokus pada peningkatan produksi benih udang berkualitas, PLHA berkomitmen memperhatikan aspek lingkungan melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

    Selain PLHA, di Lampung juga terdapat hatchery swasta lain seperti milik Uus yang berlokasi di Kalianda, Lampung Selatan.

    Uus mengungkapkan keberhasilan usaha pembenihan berkat induk Udang Nusa Dewa hasil inovasi Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIUUK) Karangasem.

    Dia mengatakan hatchery yang dikelolanya mampu memproduksi hingga 90 juta ekor nauplii udang Nusa Dewa per bulan. Hasil itu untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga Aceh, bahkan sampai Singapura. Benih udang Nusa Dewa memiliki daya tahan tinggi dan pertumbuhan cepat, sehingga diminati pasar.

    “Tingkat keaktifannya mencapai 90 persen. Bahkan ketika dibandingkan dengan benur dari Vietnam dan India, hasilnya tetap lebih unggul karena pertumbuhannya lebih rata dan stabil,” kata Uus.

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya peningkatan produksi dan kualitas hasil perikanan melalui penerapan program ekonomi biru. Strategi ini dinilai mampu memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia di tingkat global.

    Pewarta: Muhammad Harianto
    Editor: Bambang Sutopo Hadi
    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Startup Sudah Tak Laku, Ramai-ramai Beralih Jualan Senjata Pembunuh

    Startup Sudah Tak Laku, Ramai-ramai Beralih Jualan Senjata Pembunuh

    Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah pendiri startup di Silicon Valley beralih dari ‘jualan’ produk konsumen ke bisnis senjata berteknologi tinggi. Fenomena ini memanfaatkan sentimen perang dan kebutuhan senjata militer otomatis.

    Salah satu contoh paling mencolok adalah Allen Control Systems, startup yang kini menjual senapan mesin otonom bertenaga kecerdasan buatan (AI) bernama “Bullfrog”.

    Allen Control Systems dipimpin oleh Steven Simoni, mantan pendiri startup yang mendapatkan hasil penjualan layanan keuangan kepada DoorDash senilai US$125 juta pada 2022.

    Perusahaan itu mengantongi dana sekitar US$40 juta, termasuk putaran yang dipimpin Craft Ventures, dan mengklaim telah mendapatkan kontrak prototipe dengan Angkatan Darat AS serta pasukan operasi khusus. Produk andalannya, Bullfrog, dipasarkan dengan harga sekitar US$350.000 per unit.

    Bullfrog dirancang untuk menjatuhkan drone kecil yang menjadi ancaman di medan perang modern. Perangkat ini mampu berputar cepat dan menargetkan sasaran secara otomatis.

    Namun, uji coba lapangan juga menampilkan kegagalan, dalam satu demo, senapan sempat macet sehingga beberapa drone lolos tanpa kerusakan. Allen mengatakan produk tersebut masih dalam tahap pengembangan dan diharapkan siap pada akhir tahun.

    Peralihan startup teknologi ke sektor pertahanan itu terjadi di tengah konflik di Ukraina dan Timur Tengah, serta meningkatnya ketegangan geopolitik. Model bisnis baru ini kerap mengikuti pola: mengembangkan prototipe di Silicon Valley, menggalang dana ventura, kemudian mencari pembeli besar di kalangan militer dan pemerintah.

    Menurut sumber perusahaan, Allen memanfaatkan jaringan politik dan militer untuk mempercepat penjualan. Pendiri seperti Simoni kerap tampil di media, menyelenggarakan acara untuk pejabat militer dan penggalangan dana politik, serta menjadi pembicara di forum-forum yang dihadiri investor besar.

    Jaringan ini dilaporkan membuka akses ke pertemuan dengan pejabat Pentagon dan pejabat pembuat kebijakan AS, demikian dikutip dari laporan Reuters, Kamis (2/10/2025).

    Meski mendapat sambutan di kalangan investor dan beberapa komandan militer, langkah ini menuai kritik. Pengamat menilai hype dan tekanan untuk cepat menghasilkan prototipe bisa membahayakan bila produk belum matang.

    Respons dari sejumlah pihak terkait, termasuk Craft Ventures serta beberapa politisi yang disebut dalam pemberitaan, belum diterima untuk dimuat. Sementara itu, Angkatan Darat AS menyatakan sedang dalam proses memberikan kontrak kepada Allen Control Systems untuk mengevaluasi potensi integrasi Bullfrog ke platform yang ada.

    Selain senapan mesin otonom, Allen Control Systems juga mengembangkan perangkat lain seperti laser dazzler yang dapat mengganggu sensor drone, serta varian udara dari Bullfrog yang dinamai “Scourge”. Perusahaan bahkan berencana melakukan pencatatan publik lewat SPAC pada tahun depan, berharap minat investor ritel terhadap perusahaan senjata bertenaga AI akan tinggi.

    Reuters melaporkan bahwa Simoni adalah bagian dari generasi pendiri startup baru yang memanfaatkan peralihan Silicon Valley ke teknologi militer, karena perang di Ukraina dan Timur Tengah, serta meningkatnya ketegangan dengan China.

    Kondisi ini menggarisbawahi gencarnya AS mempersiapkan diri menghadapi masa depan peperangan. Para pendiri startup agaknya terinspirasi dan mengikuti jejak pendiri Anduril, Palmer Luckey, dan CEO Palantir, Alex Karp. 

    Para startup yang dulunya menjual aplikasi konsumen kini mengembangkan kawanan drone, satelit mata-mata, kapal otonom, dan teknologi mematikan lainnya, sekaligus meningkatkan popularitas dari para pemodal ventura dan Pentagon.

    “Saya benci perang, tetapi perang akan selalu terjadi. Jadi, pasti akan ada orang yang akan membuat produk semacam ini pada akhirnya,” kata Simoni.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Purbaya Ngebet Bangun Kilang, Impor Minyak RI Tembus Rp350 Triliun per Agustus 2025

    Purbaya Ngebet Bangun Kilang, Impor Minyak RI Tembus Rp350 Triliun per Agustus 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Komisi XI DPR mendesak Danantara supaya meminta PT Pertamina (Persero) membangun kilang minyak baru, agar tidak terus-menerus mengimpor.

    Dalam catatan Bisnis, Indonesia adalah importir migas sejak tahun 2004 lalu. Sebelum tahun itu, Indonesia masuk dalam negara-negara pengekspor minyak alias OPEC. Pada dekade 1970-an, Indonesia bahkan pernah menikmati booming migas yang memberi kemakmuran sekaligus modal pemerintah untuk melakukan pembangunan secara massif.

    Namun demikian, kondisi tersebut bertolak belakang dengan saat ini. Neraca migas Indonesia tercatat terus defisit. Hal itu berarti bahwa jumlah importasi migas jauh lebih besar dibanding nilai ekspornya.

    Pada tahun 2024 lalu, Badan Pusat Statistik alias BPS mencatat neraca migas Indonesia defisit sebesar US$20,4 miliar. Defisit itu terjadi karena nilai ekspor hanya US$15,87 miliar, sedangkan impor menembus angka US$36,27 miliar. 

    Adapun jika dirinci, besarnya nilai impor migas itu disumbang oleh impor hasil minyak atau minyak jadi senilai US$25,92 miliar. Realisasi impor tersebut naik sebesar 5% dari tahun 2023 yang tercatat hanya US$24,68 miliar. 

    Sementara itu, untuk komoditas minyak mentah, nilai importasinya turun sebesar 7,08% dari US$11,14 miliar (2023) menjadi US$10,35 miliar. 

    Pada tahun ini, setidaknya sampai dengan Agustus 2025, importasi migas sejatinya mengalami penurunan dibandingkan Januari-Agustus 2024. Jumlahnya bahkan cukup besar dari US$24,21 miliar (2024) menjadi US$21,1 miliar (2025). Nilai impor migas hingga Agustus 2025 itu setara Rp350 triliun.

    Pemicu penurunan impor migas itu terjadi karena anjloknya importasi hasil minyak dari US$17,21 miliar (Januari – Agustus 2024) menjadi hanya US$15,13 miliar pada periode yang sama tahun ini.

    Subsidi Tiap Tahun Naik

    Di sisi lain, kertegantungan Indonesia dengan impor migas itu bertolak belakang dengan jumlah subsidi energi naik terus dari tahun ke tahun. 

    “BBM tuh—solar, diesel—kita banyak impornya sampai puluhan miliar dolar per tahun. Sudah berapa tahun kita mengalami hal tersebut? Sudah puluhan tahun kan,” ungkap Menkeu Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025).

    Masalahnya, Pertamina tidak kunjung membangun kilang minyak baru. Purbaya mengaku Pertamina sudah pernah berjanji akan membangun tujuh kilang baru dalam lima tahun pada 2018.

    Menurutnya, janji itu disampaikan ketika investor China ingin membangun kilang minyak di Indonesia namun Pertamina harus membeli minyak dari mereka selama 30 tahun sebelum diambil alih. Hanya saja, Pertamina menolak karena sudah berencana membangun tujuh kilang baru.

    Ternyata, sambung Purbaya, sudah tujuh tahun berjalan namun Pertamina belum satupun membangun satupun kilang minyak baru. Oleh sebab itu, dia turut meminta DPR mendorong agar Pertamina membangun kilang minyak baru ketika melakukan rapat dengan Danantara.

    “Jadi kilang itu, bukan kita enggak bisa bikin atau kita nggak bisa bikin proyeknya, cuman Pertamina-nya males-malesan aja,” jelasnya.

  • Mobil Listrik Murah Toyota bZ3X Kini Tersedia Versi Setir Kanan

    Mobil Listrik Murah Toyota bZ3X Kini Tersedia Versi Setir Kanan

    Jakarta

    Toyota resmi menghadirkan bZ3X dalam versi setir kanan. Model mobil listrik baterai (BEV) ini meluncur di Hong Kong dan Makau, menandai langkah penting Toyota dalam memperluas pasar EV ke negara-negara pengguna setir kanan.

    Di Makau, Toyota bZ3X dijual HKD 259.000 atau setara Rp 552,8 juta. Harga tersebut ternyata lebih tinggi dibanding pasar China, di mana model ini dijual dengan banderol 139.800 yuan atau sekitar Rp 326 juta. Sementara untuk Hong Kong, harga resminya masih menunggu konfirmasi.

    Di pasar Hong Kong dan Makau, bZ3X mengusung motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 210 Nm. Tenaga ini bersumber dari baterai lithium iron phosphate (LFP) 70 kWh. Dalam siklus uji NEDC, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 565 km sekali pengisian. Baterai mendukung pengisian cepat DC hingga 90 kW dan pengisian AC hingga 6,6 kW.

    Toyota bZ3X kali pertama meluncur di China Foto: Carnewschina

    Dari sisi dimensi, bZ3X memiliki panjang 4.600 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.645 mm, dan jarak sumbu roda 2.765 mm. Bobotnya 1.835 kg, sementara bagasi menampung hingga 1.000 liter. Mobil ini dilengkapi velg alloy 19 inci dengan ban 225/45R19, serta suspensi depan MacPherson strut dan torsion beam di belakang.

    Masuk ke interior, bZ3X menawarkan kabin modern dengan panel instrumen digital 9 inci dan layar sentral 14,6 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay nirkabel. Sistem audionya menggunakan 11 speaker Yamaha, sementara kursi depan memiliki fitur ventilasi, pemanas, pendingin, serta pengatur suhu zona ganda dengan filter PM2.5. Kursi belakang bisa direbahkan hingga 137 derajat, dilengkapi atap panoramik untuk menambah kenyamanan.

    Meski demikian, versi Makau tidak mendapatkan motor lebih bertenaga 224 PS atau perangkat kemudi berbasis lidar seperti model di China. Toyota bZ3X sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Toyota, Guangzhou Automobile Group, GAC Toyota Motor, dan IEM by Toyota. Model ini sebelumnya tampil perdana di Auto China Beijing 2024 bersama bZ3C dan bZ3.

    Selain Hong Kong dan Makau, bZ3X versi setir kanan diperkirakan akan merambah pasar Jepang, Inggris, Australia, Selandia Baru, hingga Singapura. Indonesia kebagian nggak ya?

    (lua/dry)

  • Ketika Purbaya Geram Soal Danantara hingga Kilang Pertamina

    Ketika Purbaya Geram Soal Danantara hingga Kilang Pertamina

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyampaikan sejumlah keluhannya terhadap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan beberapa BUMN yang dibawahinya ketika melaksanakan rapat dengan Komisi XI DPR, Selasa (30/9/2025).

    Rapat dengan Komisi Keuangan DPR itu awalnya membicarakan terkait dengan anggaran subsidi sekaligus pembayaran kewajiban public service obligation (PSO) dari negara kepada sejumlah BUMN, seperti PT Pertamina (Persero) hingga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.

    Purbaya menyebut pemerintah sudah membayarkan beban subsidi kepada BUMN, meski pelaksanaannya diakui lambat. Dia pun memerintahkan anak buahnya agar pembayaran subsidi dan kompensasi ke BUMN seperti Pertamina dan PLN ke depannya tidak melebihi waktu satu bulan lamanya.

    “Saya kan pernah di private sector, saya ngerti cost of capital perusahaan jadi tinggi. Saya akan lihat satu minggu terakhir, ke depan saya akan percepat. Jangan sampai kita telat bayar lagi, kalau bisa sebulan langsung bayar,” jelas Purbaya di hadapan Komisi XI DPR, dikutip dari YouTube DPR, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

    Meski demikian, Menkeu yang belum genap sebulan menjabat itu menyayangkan kenapa BUMN tidak langsung menghadap kepadanya terkait dengan subsidi yang belum dibayarkan negara. Laporan itu justru disampaikan kepada Komisi XI DPR.

    Purbaya menilai harusnya BUMN, yang kini dibawahi Danantara, tanggap melihat kebijakannya saat ini. Dia menyinggung uang pemerintah di Bank Indonesia (BI) padahal masih bersisa Rp250 triliun, bahkan setelah sebelumnya Rp200 triliun diinjeksi ke himbara untuk memacu kredit.

    “Ketika mood saya seperti itu, langsung dia menghadap saya, minta apa. Ini kan enggak, dia menghadap anda langsung kan? Padahal sama saya teman. Saya pengawas Danantara, awas besok. Kenapa mereka enggak ke saya?,” jelasnya sambil disambut tawa para anggota DPR.

    Jaminan Purbaya untuk memastikan pemerintah mempercepat pembayaran subsidi PSO tidak datang tanpa peringatan. Pria yang juga otomatis menjabat sebagai Dewan Pengawas Danantara itu mengingatkan, BUMN harus turut memastikan agar perusahaan mencetak laba.

    “Tapi nanti saya lihat, kalau enggak untung juga, awas. Kalau cost udah diturunkan, jangan main-main mereka. Tapi saya janji betulin proses di sini. Kita akan percepat sebulan selesai, Pak,”
    terangnya.

    Desak Bangun Kilang Pertamina

    Purbaya yang kini bertanggung jawab mengelola keuangan negara mengaku, anggaran subsidi energi untuk masyarakat memakan porsi besar APBN. Namun, hal itu menjadi konsekuensi lantaran ekonomi masyarakat belum tumbuh dengan baik sehingga fiskal kerap berfungsi sebagai shock absorber.

    Namun demikian, mantan Deputi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu blak-blakan mengaku pernah meminta Pertamina agar membangun kilang baru. Harapannya, agar BBM yang menjadi hajat hidup orang banyak tidak perlu diimpor dalam jumlah besar dari negara tetangga seperti Singapura.

    Dia menyebut permintaannya kepada Pertamina itu tak kunjung diwujudkan sejak pertama kali disampaikan pada 2018. Satu kilang pun tak dibangun oleh BUMN migas itu.

    Purbaya mengungkap pernah menawarkan ke Pertamina investor dari China yang ingin membangun kilang di Tanah Air. Setelah 30 tahun membeli dari kilang itu, nantinya kilang bisa dimiliki oleh Pertamina. Namun, dia mengatakan Pertamina menolak usulan tersebut dengan alasan sudah melebihi kapasitas perseroan (overcapacity).

    “Saya kaget. Overcapacity apa? Satu pun kilang enggak jadi kan? Mereka bilang tapi ke depannya jadi. Yang ada malah kebakaran kan?,” ungkapnya.

  • Ramai-ramai Serbu Harta Karun Baru Bernilai Rp 46.000 Triliun

    Ramai-ramai Serbu Harta Karun Baru Bernilai Rp 46.000 Triliun

    Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa teknologi dunia tengah memburu harta karun baru berupa infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dengan nilai fantastis.

    Citigroup memperkirakan total belanja infrastruktur AI global akan menembus US$2,8 triliun atau sekitar Rp46.000 triliun hingga 2029, naik dari proyeksi sebelumnya US$2,3 triliun.

    Lonjakan estimasi ini didorong oleh investasi agresif para hyperscaler, seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet, serta meningkatnya kebutuhan perusahaan global untuk mengadopsi AI.

    Menurut laporan tersebut ledakan AI sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022 telah memicu ekspansi pusat data besar-besaran dan belanja modal jumbo, demikian dikutip dari Reuters, Rabu (1/10/2025).

    Bahkan, meskipun ada kekhawatiran akibat munculnya DeepSeek, model AI murah buatan China, serta kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, permintaan terhadap AI terus melesat.

    Belanja modal AI dari hyperscaler diperkirakan mencapai US$490 miliar pada akhir 2026, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar US$420 miliar.

    Citi juga menghitung, permintaan komputasi AI global akan membutuhkan 55 gigawatt kapasitas daya baru pada 2030, setara dengan belanja tambahan US$2,8 triliun, di mana US$1,4 triliun di antaranya berasal dari Amerika Serikat.

    Namun, biaya investasi ini dinilai sangat mahal. Setiap 1 GW kapasitas komputasi membutuhkan dana sekitar US$50 miliar. Alhasil, raksasa teknologi tak lagi hanya mengandalkan laba untuk mendanai proyek AI, melainkan mulai mengandalkan utang. Kondisi ini sudah mulai terlihat dalam laporan keuangan, di mana pengeluaran untuk AI mulai memangkas free cash flow perusahaan.

    “Perusahaan telah memberikan validasi eksternal yang jelas terhadap nilai AI,” tulis Citi, merujuk pada implementasi produksi di sejumlah korporasi besar seperti Eli Lilly, Hitachi, dan Wolters Kluwer.

    (fab/fab)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Takut China, Kapal Perang Jepang akan Dilengkapi Rudal Tomahawk

    Takut China, Kapal Perang Jepang akan Dilengkapi Rudal Tomahawk

    Jakarta

    Sebuah kapal perang Jepang dalam perjalanan menuju Amerika Serikat untuk dipasangi rudal jelajah canggih, Tomahawk. Ini merupakan antisipasi AS dan sekutu-sekutunya di Asia di tengah meningkatnya jumlah rudal jelajah China dan Korea Utara.

    JS Chokai, kapal perusak berpeluru kendali yang dilengkapi radar Aegis, berlayar menuju AS untuk penempatan selama setahun. Ia akan dimodifikasi dan awaknya dilatih agar dapat meluncurkan Tomahawk, rudal jelajah bermanuver dengan jangkauan sekitar 2.500 kilometer. Dikutip detikINET dari CNN, Tomahawk dapat mencapai target jauh di dalam wilayah China dan Korut.

    Awal 2024, Jepang menandatangani kesepakatan dengan AS untuk memperoleh 400 Tomahawk. Tokyo meningkatkan anggaran pertahanan guna melawan ancaman regional. Menurut Kemenhan Jepang, aktivitas militer China menghadirkan tantangan strategis terbesar.

    Menhan Jepang Jenderal Nakatani, menyebut Beijing agresif meningkatkan kemampuan militer sambil mengintensifkan aktivitas di sekitar kawasan. Kepulauan Senkaku, gugusan kepulauan di Laut Cina Timur yang dikendalikan Jepang tapi juga diklaim China yang menyebutnya Kepulauan Diaoyu, menjadi salah satu sengketa.

    Kemenhan Jepang menyebut Pasukan Bela Diri Jepang ingin memperkuat kemampuan pertahanan jarak jauh mereka. Namun meskipun Tokyo menyebut Tomahawk adalah untuk bertahan, rudal tersebut dianggap sebagai senjata ofensif.

    Lembar fakta Angkatan Laut AS tentang rudal tersebut menyatakan bahwa Tomahawk digunakan untuk peperangan serangan darat dan nama lengkapnya Rudal Serang Darat Tomahawk.

    Ketika Jepang berniat membeli Tomahawk tahun 2023, China bereaksi keras terhadap langkah tersebut dan menuding Tokyo melanggar konstitusi pasca Perang Dunia II, yang membatasi militer Jepang pada peran defensif semata.

    Tomahawk adalah salah satu senjata paling andal di gudang senjata AS. Menurut produsen Raytheon, rudal jelajah tersebut dapat menyerang target secara tepat dari jarak ribuan kilometer, bahkan di wilayah udara yang dijaga ketat.

    Selain kapal, Tomahawk juga dapat ditembakkan dari kapal selam dan platform darat. Tomahawk telah digunakan dalam pertempuran lebih dari 2.000 kali, menurut Raytheon, termasuk pada bulan Juni ketika Tomahawk yang diluncurkan dari kapal selam digunakan dalam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Kemenhan Jepang mengemukakan bahwa Chokai sudah berlatih memuat amunisi tiruan Tomahawk ke dalam peluncur vertikalnya. Chokai, yang panjangnya 204 meter dan berat 9.500 ton, memiliki 90 sel peluncur vertikal, yang juga dapat digunakan untuk meluncurkan rudal permukaan ke udara, rudal anti balistik, rudal pertahanan udara, dan roket anti kapal selam.

    (fyk/fay)

  • Oppo A6 Pro Bisa Dipesan Mulai 2 Oktober 2025, Ini Harga dan Spesifikasinya – Page 3

    Oppo A6 Pro Bisa Dipesan Mulai 2 Oktober 2025, Ini Harga dan Spesifikasinya – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta – Oppo Indonesia resmi merilis generasi baru dari A5 Pro yaitu Oppo A6 Pro 5G dan A6 Pro 4G pada Kamis, (2/10/2025). 

    Menyasar segmentasi kelas menengah, kedua ponsel baru besutan raksasa teknologi asal China tersebut hadir dengan chipset MediaTek Helio G100 untuk varian 4G dan Dimensity 6300 untuk versi 5G.

    Dari segi desain, Oppo A6 Pro series membawa tiga varian warna: Lunar Titanium, Stellar Blue, dan Coral Pink dengan beberapa perbedaan detail corak yang terlihat.

    Mulai dari Oppo A6 Pro 4G, back cover yang digunakan di ponsel ini terkesan lebih simpel dan bersih karena tidak memberikan motif apapun.

    Sementara itu, berbeda dengan adiknya, Oppo A6 Pro 5G, terlihat menggunakan cover bercorak bunga teratai yang sedikit mirip dengan desain Iridescent Mermaid di Reno 14 Pro 5G.

    Selanjutnya berpindah ke bagian menarik, periode promosi dari Oppo A6 Pro series di Indonesia sudah dibuka dari 2-9 Oktober 2025, dengan beberapa penawaran keuntungan senilai Rp 3,6 juta.

    Rincian benefit tersebut di antaranya:

    Gratis OPPO Enco Buds3 Pro senilai Rp 449.000.
    OPPO Care selama 1 tahun senilai Rp 699.000.
    Penawaran eksklusif SIMPATI dengan kuota 25GB/bulan.
    Cashback hingga Rp 150.000 dari eSwop.
    Beragam voucher belanja yang bisa ditukarkan di aplikasi My OPPO.

    Buat kamu yang tertarik, yuk simak spesifikasi Oppo A6 Pro series di bawah ini.