Negara: Republik Rakyat Cina

  • Harga Xiaomi 17 Pro dan Pro Max, Kapan Dijual di Indonesia?

    Harga Xiaomi 17 Pro dan Pro Max, Kapan Dijual di Indonesia?

    Bisnis.com, JAKARTA – Xiaomi menggemparkan pasar gadget dengan merilis Xiaomi 17 Series. Ponsel ini disebut akan menjadi pesaing berat dari iPhone 17 series.

    Ponsel asal China ini secara sengaja melewati seri 16, dan langsung “menggeber” pasar dengan memperkenalkan inovasi baru pada Xiaomi 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max.

    Kedua ponsel tersebut memiliki bentuk bodi belakang yang mirip dengan iPhone 17 series. Sayangnya, Xiaomi memberikan tambahan layar belakang aktif yang memiliki beragam fungsi.

    Inovasi ini menjadi pukulan telak bagi iPhone yang hingga kini belum memberikan pembaruan mumpuni pada ponsel mereka.

    Diketahui, Xiaomi 17 Series resmi diperkenalkan pada 25 September 2025 di pasar China. Ponsel tersebut pun bisa dibeli oleh masyarakat mulai bisa dipesan sejak 27 September 2025.

    Sayangnya varian terbaru ini tak bisa didapatkan dengan mudah di pasar Indonesia. Hal ini dikarenakan Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max hanya dijual di China saja.

    Harga Xiaomi 17 Series

    Daftar Harga Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max untuk pasar China:

    Xiaomi 17 Pro 12 GB/256 GB – 5.000 yuan (Rp11,7 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro 12 GB/512 GB – 5.300 yuan (Rp12,4 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro 16 GB/512 GB – 5.600 yuan (Rp13,1 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro 16 GB/1 TB – 6.000 yuan (Rp14,1 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro Max 12 GB/512 GB – 6.000 yuan (Rp14,1 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro Max 16 GB/512 GB – 6.300 yuan (Rp14,8 jutaan)
    Xiaomi 17 Pro Max 16 GB/1 TB – 7.000 yuan (Rp16,4 jutaan)

    Spesifikasi Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max

    Xiaomi 17 Pro

    Xiaomi 17 Pro memiliki layar sekunder yang mendukung refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits, dan sudah dilengkapi teknologi DC Dimming.

    Khusus untuk Xiaomi 17 Pro Max, layar sekunder didesain dengan ukuran lebih besar yakni 2,9 inci.

    Kemudian Xiaomi 17 Pro memiliki chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 terbaru yang dipasangkan dengan RAM berjenis LPDDR5X 12 GB dan 16 GB. Disematkan pula penyimpanan internal (storage) UFS 4.1 berkapasitas 256 GB, 512 GB, dan 1 TB.

    Ponsel ini juga diberikan sistem pendingin vapor chamber berukuran 4.637 mm persegi, yang membuat ponsel lebih dingin saat digunakan untuk performa maksimal.

    Untuk baterainya, Xiaomi 17 Pro memiliki kapasitas 6.300 mAh yang mendukung fitur pengisian daya cepat HyperCharge via kabel (wired) 100 watt, nirkabel (wireless) 50 watt, serta reverse charging 22,5 watt.

    Kamera Xiaomi 17 Pro memiliki kamera utama bersensor OmniVision Light Fusion 950L 50 MP (1/1,28 inci) dengan rentang dinamis 16,5 stop. Lensa Leica Summilux f/1,67-nya lengkap dengan fitur penstabil gambar (OIS).

    Fitur lainnya yakni adanya kamera periskop telefoto 50 MP (5x zoom, OIS, f/3.0), kamera ultrawide 50 MP yang memiliki bidang pandang 102 derajat, dan kamera depan resolusi 50 MP serta sensor 3D Time-of-Flight (ToF) baru.

    Xiaomi 17 Pro Max

  • China Kembangkan Data Center Bawah Laut untuk AI

    China Kembangkan Data Center Bawah Laut untuk AI

    Jakarta

    Sebuah perusahaan teknologi maritim di China, Highlander, tengah mengembangkan pusat data bawah laut yang akan diselamkan di lepas pantai Shanghai.

    Inisiatif ini bertujuan mengurangi konsumsi energi untuk pendinginan, yang menjadi salah satu tantangan terbesar pusat data di era AI, demikian dikutip detikINET dari South China Morning Post, Jumat (3/10/2025).

    Kapsul server yang tengah dikerjakan di galangan kapal di Nantong akan menjadi salah satu uji coba komersial pertama dari jenisnya di dunia. Proyek ini tengah memasuki tahap penyelesaian fisik sebelum diselamkan sekitar pertengahan Oktober.

    Salah satu keuntungan utama dari pusat data bawah laut adalah pendinginan pasif: arus laut menjaga suhu pod tetap rendah tanpa perlu kipas besar atau sistem pendingin air yang boros energi. Highlander menyebut bahwa fasilitas semacam ini dapat menghemat hingga 90 persen energi untuk pendinginan dibanding pusat data konvensional di darat.

    Menurut Yang Ye, VP dari Highlander, operasi bawah laut memiliki keunggulan utama yang sulit ditandingi.

    “Fasilitas bawah laut bisa menghemat hampir 90% konsumsi energi untuk pendinginan,” tambahnya.

    Sebenarnya, konsep pusat data di lautan bukanlah hal baru. Microsoft pernah mengujinya di lepas pantai Skotlandia pada 2018, namun proyek Highlander menjadi salah satu upaya komersialisasi pusat data bawah laut paling nyata hingga saat ini.

    Meskipun menjanjikan dari sisi efisiensi, teknologi ini masih menghadapi pertanyaan seputar dampak lingkungan dan kelayakan komersial. Tekanan air, korosi air laut, perawatan bawah permukaan, serta koneksi optik laut dalam menjadi kendala teknis yang harus diatasi.

    Selain itu, meskipun pendinginan pasif dapat memotong konsumsi listrik, tetap ada kebutuhan untuk pasokan listrik ke server, manajemen trafik data, dan keamanan fisik yang kompleks di lingkungan bawah laut.

    (asj/asj)

  • Menko AHY Lobi Swiss Investasi Megaproyek Giant Sea Wall

    Menko AHY Lobi Swiss Investasi Megaproyek Giant Sea Wall

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai menawarkan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall ke Swiss.

    AHY menyebut pihaknya telah melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Swiss guna mendorong peluang pembiayaan Giant Sea Wall yang hendak segera dieksekusi dalam rangka melindungi area pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura).

    “Kita membuka ruang kerja sama potensi untuk hadirnya inovasi teknologi dan juga investasi dari semua. Tentu dengan Swiss kita juga membangun kerja sama yang baik dan inilah saat-saat yang baik karena membicarakan sesuatu yang besar mega proyek seperti Giant Sea Wall,” kata AHY saat ditemui di JW Mariott, Jakarta, Jumat (3/10/2025).

    Bukan tanpa alasan, AHY menyebut Swiss merupakan salah satu negara yang unggul dalam sektor infrastruktur. Untuk itu, kerja sama dengan Swiss tersebut menjadi salah satu langkah strategis yang penting untuk direalisasikan.

    “Karena Swiss itu selama berpuluh-puluh tahun leading dalam inovasi teknologi kualitas termasuk juga dalam infrastruktur yang berkelanjutan oleh karena itu bagus kalau kita kawinkan dengan potensi dan apa yang sedang dikerjakan di Indonesia,” pungkasnya.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping terkait pembangunan Giant Sea Wall.

    Pembahasan terkait dengan proyek giant sea wall dilakukan Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing pada Rabu (3/9/2025). 

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda, Tuan-Ibu, atas semua dukungan yang telah kami terima sehingga saat ini, terutama pada kerja sama di berbagai sektor,” kata Prabowo dalam forum itu, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/9/2025).

    Adapun, pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas proyek giant sea wall yang direncanakan membentang di pesisir utara atau pantura Jawa. 

    Meskipun demikian, belum ada penjelasan detail terkait hal apa saja yang dibahas kedua pemimpin negara soal megaproyek tersebut.

  • Edan, Elon Musk Sentuh Kekayaan Rp 8.302 Triliun!

    Edan, Elon Musk Sentuh Kekayaan Rp 8.302 Triliun!

    Jakarta

    Bos SpaceX dan Tesla Elon Musk menjadi orang pertama yang mencapai kekayaan USD 500 miliar — setengah triliun dollar — (setara Rp 8.302 triliun). Torehannya ia dapatkan setelah nilai perusahaan mobil listrik dan usahanya yang lain mengalami kenaikan drastis tahun ini.

    Dikutip dari BBC, Jumat (3/10/2025), kekayaan Musk menyentuh USD 500,1 miliar pada hari Rabu siang waktu New York. Padahal, hari sebelumnya, kekayaan Musk masih di angka USD 499 miliar, menurut laporan Forbes Billionaires Index.

    Pencapaian Musk ini membuatnya semakin jauh di depan dari rivalnya di bidang teknologi, contohnya pendiri Oracle Larry Ellison. Larry Ellison memiliki kekayaan USD 350,7 miliar atau sekitar Rp 5.825 triliun, menjadikannya berada di posisi kedua setelah Elon Musk.

    Menariknya, pada bulan sebelumnya, Ellison sempat mengambil alih tahta orang terkaya di dunia milik Musk selama beberapa jam saja. Ini terjadi karena saham Oracle melambung lebih dari 40%, didorong oleh prospek perusahaan terhadap bisnis infrastruktur cloud dan AI.

    Saat ini, kepemilikan saham Musk di Tesla sudah di angka 12% lebih. Saham Tesla naik lebih dari 3,3% pada akhir perdagangan New York pada hari Rabu dan kini telah naik lebih dari 20% di tahun ini.

    Jika sebelumnya laki-laki kelahiran Pretoria, Afrika Selatan, tersebut lebih berfokus pada isu politik di pemerintahan Presiden Donald Trump, kini para investor menyambut baik kembalinya keseriusannya untuk Tesla.

    Ketua dewan direksi Tesla, Robyn Denholm, mengatakan pada bulan September bahwa Musk kini menjadi pusat perhatian di perusahaan pembuat mobil tersebut. Dewan direksi perusahaan juga mengatakan Musk dapat menerima paket gaji senilai lebih dari USD 1 triliun jika ia mencapai sejumlah target ambisius selama dekade mendatang.

    Untuk mendapatkan paket tersebut, ia perlu meningkatkan nilai Tesla delapan kali lipat, menjual satu juta robot AI, menjual 12 juta mobil Tesla lainnya, dan mencapai beberapa target lainnya.

    Bulan lalu, Musk turut mengumumkan bahwa ia telah membeli saham Tesla senilai sekitar USD 1 miliar. Pembelian saham ini dianggap oleh beberapa investor sebagai bentuk kepercayaan terhadap perusahaan.

    Tesla telah menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk persaingan ketat dari produsen mobil listrik pesaing seperti BYD dari China. Perusahaan ini pun sedang dalam proses transisi ke bisnis AI dan robotika.

    (ask/ask)

  • Bos KS Wanti-Wanti Banjir Baja China Bakal Makin Parah, BMAD Tak Cukup

    Bos KS Wanti-Wanti Banjir Baja China Bakal Makin Parah, BMAD Tak Cukup

    Jakarta, CNBC Indonesia – Industri baja nasional menghadapi ancaman serius dari lonjakan impor, khususnya dari China. Skala produksi yang sangat besar, ditambah tekanan ekonomi dan kebijakan dagang dari negara maju, membuat produsen baja China agresif mencari pasar baru.

    Akibatnya, menurut Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Akbar Djohan, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rentan akibat lemahnya perlindungan industri dalam negeri. Mekanisme bea masuk antidumping (BMAD) disebutnya tak cukup melindungi industri nasional.

    “Kita harus lihat dulu situasi industri di China. China ini, industrinya, bahkan ekonominya unstoppable. Artinya, dengan kapasitas skala ekonominya yang luar biasa, sampai 1,3 miliar ton per tahun, sedangkan kita nasional kurang daripada 18 juta ton per tahun, tentu tidak apple to apple,” ujar Akbar dalam keterangannya.

    Ia menjelaskan, kondisi ekonomi China yang sedang mengalami perlambatan, ditambah tekanan dari kebijakan tarif Amerika Serikat di era Trump, mendorong eksportir baja Negeri Tirai Bambu untuk mencari pasar alternatif di kawasan Asia Tenggara.

    “Lalu bagaimana situasi penurunan ekonomi di China, lalu ditambah tarif Trump, 19 persen resiprokal plus 50 persen additional tax, tentu memberikan peluang bagi pasar budget China untuk mencari market baru di Asia Tenggara. Salah satu negara yang paling lemah proteksinya di Asia Tenggara adalah Indonesia,” katanya.

    Akbar mengingatkan kondisi ini bisa menyebabkan banjir impor baja secara besar-besaran ke pasar domestik. Dengan skala produksi dan efisiensi biaya yang jauh berbeda, harga produk baja impor menjadi tidak sebanding dengan produk lokal, membuat industri dalam negeri kesulitan bersaing.

    “Sehingga akan sangat masif banjirnya impor masuk ke Indonesia, dengan skala sangat masif, sangat besar, tentu HPP-nya ini di luar daripada kemampuan industri domestik untuk compete. Kurang lebih sekitar 16 persen harga yang ada di domestik,” ungkapnya.

    Meski Indonesia sudah memiliki instrumen perlindungan seperti bea masuk anti-dumping, Akbar menilai upaya ini belum cukup efektif. Selain karena besarnya selisih harga, proses administratif untuk menerapkan kebijakan tersebut dinilai terlalu lambat dan tidak responsif terhadap kondisi di lapangan.

    “Karena mereka, kalau toh kita melakukan proteksi berupa biaya masuk anti-dumping, ternyata ini tidak cukup. Tidak cukup instrumen ini. Masih banyak instrumen-instrumen lain yang bisa kita lakukan,” tegasnya.

    Ia juga menyoroti birokrasi lintas kementerian dan lembaga yang memperlambat pemberlakuan kebijakan perlindungan. Proses pengajuan hingga implementasi bea masuk anti-dumping bisa memakan waktu hingga dua tahun, waktu yang dianggap terlalu lama bagi industri yang sedang berjuang bertahan.

    “Yang mengatur biaya masuk anti-dumping ini tentu lintas KL, lintas kementerian dan lembaga. Pendaftaran administratifnya juga sampai pemberlakuan itu sangat lama. Satu setengah tahun sampai dua tahun, sampai diberlakukannya biaya masuk anti-dumping. Kalau rentang waktu sampai dua tahun, tentu pabriknya sudah mati, sudah tutup,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Akbar mendorong adanya mekanisme percepatan melalui kebijakan sementara, yang bisa melindungi industri domestik sambil menunggu proses administrasi rampung.

    “Nah ini yang kita perlu percepatan kepada pemerintah untuk pay attention. Biaya masuk anti-dumping itu ada mekanisme temporary, ada mekanisme sementara. Sehingga paling tidak enam bulan sambil itu berproses, sambil melakukan percepatan administratif, ini sudah terproteksi industri dalam negeri kita daripada serbuan baja dari China tadi maupun dari negara lain,” ujarnya.

    (dce)

    [Gambas:Video CNBC]

  • Mendag AS Paksa Taiwan Bantu Amerika Produksi Chip Canggih

    Mendag AS Paksa Taiwan Bantu Amerika Produksi Chip Canggih

    Washington

    Pemerintah Amerika Serikat mendesak Taipei untuk mengalihkan investasi dan produksi chip ke AS, agar separuh chip yang edar di Amerika dapat diproduksi di dalam negeri.

    Washington telah berdiskusi dengan Taipei mengenai pembagian “50-50” dalam produksi semikonduktor, yang akan signifikan mengurangi ketergantungan Amerika pada Taiwan. Taiwan disebut-sebut memproduksi lebih dari 90% semikonduktor canggih dunia, yang menurut Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, menimbulkan kekhawatiran karena jarak negara kepulauan itu dari AS dan kedekatannya dengan China.

    “Tujuan saya, dan tujuan pemerintahan ini, adalah memindahkan produksi chip secara signifikan ke dalam negeri, kita perlu membuat chip kita sendiri,” kata Lutnick. “Ide yang saya ajukan adalah, mari kita capai 50-50. Kami memproduksi separuhnya, dan Anda memproduksi separuhnya lagi.”

    Target Lutnick adalah mencapai sekitar 40% produksi semikonduktor domestik pada akhir masa jabatan Presiden AS Donald Trump, yang akan membutuhkan investasi lokal lebih dari USD 500 miliar.

    Kekuatan Taiwan dalam produksi chip berkat Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC), produsen chip terbesar dan tercanggih di dunia, yang menangani produksi untuk raksasa teknologi Amerika seperti Nvidia dan Apple.

    Posisi penting Taiwan dalam produksi chip global diyakini menjamin pertahanannya terhadap aksi militer langsung dari China, yang sering disebut Perisai Silikon. Namun Lutnick mengecilkan “Perisai Silikon” dan berpendapat Taiwan akan lebih aman dengan produksi chip lebih seimbang antara AS dan Taiwan.

    “Argumen saya kepada mereka adalah, kalau Anda punya 95% produksi chip, bagaimana saya bisa mendapatkannya untuk melindungi Anda? Anda akan meletakkannya di pesawat? Meletakannya di kapal?” kata Lutnick. Berdasarkan rencana 50-50, AS akan tetap “sangat bergantung” pada Taiwan, tetapi akan memiliki kapasitas sendiri.

    Beijing memandang Taiwan sebagai wilayahnya dan berjanji merebutnya kembali dengan paksa jika perlu. Tahun ini, militer China menggelar sejumlah latihan militer skala besar di lepas pantai Taiwan untuk menguji kemampuan militernya.

    Pernyataan Lutnick dalam wawancara News Nation selaras dengan komentar Trump sebelumnya, yang menunjukkan bahwa AS harus mendapatkan lebih banyak imbalan atas bantuan pertahanannya pada Taiwan.

    Tahun lalu, Trump, yang saat itu masih calon presiden, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Taiwan harus membayar AS untuk pertahanan, dan menuduh negara itu “mencuri” bisnis chip Amerika Serikat.

    AS pernah menjadi pemimpin pasar semikonduktor global, tapi kehilangan pangsa pasar karena pergeseran industri dan munculnya raksasa Asia seperti TSMC dan Samsung. TSMC telah membangun fasilitas manufaktur di AS sejak 2020 dan terus meningkatkan investasinya. TSMC mengumumkan niatnya untuk berinvestasi tambahan sebesar USD 100 miliar pada bulan Maret, sehingga total investasi yang direncanakan jadi USD 165 miliar.

    (fyk/fyk)

  • Rutin Makan Jamur Efektif Tingkatkan Gairah Seksual, Benarkah?

    Rutin Makan Jamur Efektif Tingkatkan Gairah Seksual, Benarkah?

    JAKARTA – Jamur selama ini lebih dikenal sebagai bahan masakan. Namun siapa sangka jamur kini sedang naik daun sebagai salah satu tren untuk meningkatkan gairah seksual.

    Hal pertama yang perlu diluruskan adalah ini bukan jamur psikedelik (magic mushroom) yang menimbulkan halusinasi. Jamur yang dinilai bisa meningkatkan gairah seksual adalah jamur obat atau medicinal mushrooms.

    “Jamur obat adalah kelompok jamur dengan khasiat terapeutik kuat. Yang paling sering digunakan antara lain lion’s mane, cordyceps, reishi, chaga, dan turkey tail. Banyak dari jamur ini sudah digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda selama ribuan tahun,” jelas Clarissa Berry, ahli gizi dari DIRTEA, dikutip dari laman Women’s Health.

    Menurut Berry, jamur obat bekerja sebagai adaptogen yakni zat alami yang membantu tubuh mencapai kondisi seimbang.

    “Mereka meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres dan memberikan banyak manfaat lain seperti mengatur mood, memperbaiki tidur, meningkatkan fokus, energi serta imunitas,” katanya.

    Salah satu yang paling menarik perhatian adalah cordyceps, jamur yang sering disebut sebagai afrodisiak alami.

    Cordyceps sudah digunakan ribuan tahun oleh masyarakat Tibet, Nepal, dan Tiongkok.

    “Petani Tibet pertama kali melihat efek cordyceps ketika yak mereka yang memakan jamur ini menunjukkan tanda peningkatan energi dan vitalitas. Mereka kemudian mencoba merebusnya sebagai teh, dan hasilnya sangat berkhasiat,” kata Dr Naomi Newman-Beinart, ahli gizi dari Link Nutrition.

    Sejumlah penelitian juga mulai mendukung klaim tersebut.

    “Salah satu studi di China menunjukkan adanya peningkatan libido wanita hingga 86% setelah mengonsumsi cordyceps,” jelas Berry.

    Penelitian lain juga menemukan adanya peningkatan kadar testosteron serta fungsi seksual pada pria. Walau hasil awalnya menjanjikan, para pakar tetap mengingatkan agar tidak terburu-buru.

    “Saat ini belum ada bukti kuat cordyceps bisa membantu mengatasi disfungsi seksual atau masalah kesuburan,” kata Giulia Guerrini, apoteker di Medino.

    “Beberapa penelitian pada hewan memang menunjukkan pengaruh terhadap produksi hormon, tetapi penelitian pada manusia masih terlalu kecil dan belum konsisten,” lanjutnya.

    Jamur obat umumnya dijual dalam bentuk bubuk yang bisa dicampur ke dalam air hangat, kopi, atau smoothie. Produk berkualitas biasanya melalui proses dual extraction agar kandungan aktifnya tetap terjaga.

    “Cara paling efektif mendapatkan manfaat jamur adalah dengan mengonsumsinya langsung.” ujar Dr Newman-Beinart.

    Kabar baiknya, cordyceps tidak diketahui memiliki efek samping serius, kecuali bagi mereka yang memang alergi terhadap jamur.

  • Efek Berantai Shutdown ke Ekonomi AS & Global

    Efek Berantai Shutdown ke Ekonomi AS & Global

    Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat menghentikan sebagian operasionalnya sejak Rabu (1/10/2025) akibat belum sepakatnya pemerintah Presiden AS Donald Trump dan Kongres mengenai pendanaan federal.

    Penutupan atau shutdown ini memicu reaksi di pasar global seiring investor menakar potensi dampaknya terhadap perekonomian secara keseluruhan. Kendati shutdown umumnya hanya memberi dampak terbatas pada pasar modal, momen kali ini dinilai sarat konsekuensi.

    Rilis data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan pada Jumat dipastikan tertunda, menambah ketidakpastian bagi bank sentral AS Federal Reserve yang bersiap menggelar pertemuan penting beberapa pekan mendatang.

    Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan memanfaatkan situasi ini untuk melakukan PHK sejumlah besar pegawai federal.

    Sejumlah aset bergerak variatif merespons shutdown pemerintah AS. Harga emas kembali mencetak rekor tertingginya usai shutdown, meskipun kembali melemah merespons komentar pejabat The Fed. Sementara itu, bursa Eropa dan Wall Street kompak ditutup menguat. Bursa saham AS bahkan mencetak rekor tertingginya.

    Wakil Kepala Ekonom Aberdeen Luke Bartholomew mengatakan penutupan pemerintahan AS semakin mempertebal keraguan atas kredibilitas institusi AS, posisi fiskal, dan tanda-tanda “disfungsi” politik.

    “Yang mengejutkan bagi saya adalah seberapa besar modal politik yang rela digelontorkan pemerintahan Trump untuk, jika boleh saya katakan, mereformasi sekaligus memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve,” katanya seperti dikutip CNBC International.

    Bartholomew mengatakan The Fed pada dasarnya adalah institusi penopang bagi pasar modal global. Karena itu, premi jangka panjang kini menghadapi tekanan dan diperkirakan tren ini akan terus berlanjut.

    Di sisi lain, shutdown pemerintah federal diperkirakan tidak akan meninggalkan bekas permanen pada perekonomian AS. Dampaknya lebih terasa pada para pembuat kebijakan dan investor yang harus mengambil keputusan tanpa panduan data resmi untuk jangka waktu yang tidak pasti.

    Dalam setengah abad terakhir, 20 shutdown rata-rata berlangsung delapan hari dengan median empat hari, tidak cukup panjang untuk benar-benar melumpuhkan ekonomi, meski layanan publik dan gaji pegawai federal sempat terganggu.

    Meski begitu, bagi pejabat moneter, ketidaknyamanan ini nyata. The Fed harus mengambil keputusan suku bunga dalam empat minggu mendatang dengan fokus utama pada inflasi dan pasar tenaga kerja—dua indikator yang kini justru kehilangan data resmi dari BLS, BEA, dan Biro Sensus.

    “Sangat disayangkan kita tidak memperoleh statistik resmi justru ketika kita berusaha menilai apakah ekonomi sedang memasuki fase transisi,” kata Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee seperti dikutip Reuters.

    Data Ketenagakerjaan Tertunda

    The Fed bulan lalu memangkas suku bunga untuk pertama kali sejak Desember, mencerminkan kekhawatiran yang meningkat terhadap pasar tenaga kerja. Namun proyeksi para pejabat menunjukkan sebagian masih menilai risikonya belum cukup besar untuk mendorong pemangkasan lanjutan dalam waktu dekat.

    Jika shutdown berlarut-larut, laporan ketenagakerjaan bulanan nonfarm payroll dari Biro Statistik AS (BLS) yang seharusnya dirilis Jumat depan bisa jadi baru tersedia setelah rapat FOMC pada 28–29 Oktober. Kondisi ini mirip dengan penutupan pemerintahan di awal masa jabatan Donald Trump.

    Sementara itu, laporan ADP menunjukkan perusahaan swasta memangkas 32.000 pekerjaan pada September, dengan tren penurunan tenaga kerja terjadi tiga dari empat bulan terakhir. Tanpa data BLS sebagai pembanding, pejabat The Fed dan ekonom harus menilai apakah data ADP yang selama ini dianggap “pengganti inferior” layak dijadikan acuan.

    Kredibilitas BLS sendiri tengah dipertanyakan setelah serangkaian revisi besar dan pemecatan kepala lembaga tersebut oleh Trump pada Agustus. Hal ini mendorong minat lebih besar pada sumber data alternatif seperti ADP.

    Ekonom Senior Oxford Economics Matthew Martin mengatakan penurunan tenaga kerja swasta dalam laporan ADP menegaskan kehati-hatian korporasi menambah karyawan.

    ”Dengan data pasar tenaga kerja yang lemah dan potensi kabut data akibat shutdown, kami merevisi proyeksi: pemangkasan suku bunga yang semula Desember kami majukan ke Oktober,” tulisnya dalam riset.

    Bukan Krisis

    Meskipun ratusan ribu pegawai federal dirumahkan dan layanan pemerintah lumpuh, shutdown dalam sejarah jarang memberi guncangan serius pada ekonomi.

    Hanya dua shutdown yang terjadi bersamaan dengan kontraksi ekonomi, yakni November 1981 (era Ronald Reagan, 2 hari) dan Oktober 1990 (era George H.W. Bush, 3 hari). Namun keduanya terjadi ketika ekonomi AS memang sudah masuk resesi.

    Shutdown pada kuartal IV 1977 di masa Jimmy Carter yang menutup pemerintahan total 31 hari selama tiga bulan memang membuat pertumbuhan ekonomi tersendat, tetapi konsumsi tetap berjalan dan pertumbuhan pulih cepat pada kuartal berikutnya.

    Shutdown terpanjang sepanjang sejarah (35 hari, Desember 2018–Januari 2019) hanya membuat konsumsi turun rata-rata 0,3%, dan perlambatan lebih disebabkan memudarnya efek pemotongan pajak Trump serta dampak perang dagang dengan China.

    Bahkan lonjakan singkat klaim tunjangan pengangguran dari pegawai federal yang dirumahkan kala itu tidak merembes ke pasar tenaga kerja secara luas. Data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan tingkat pengangguran AS tetap stabil sepanjang periode shutdown.

    “Shutdown pemerintah memang merepotkan dan berantakan, tetapi hampir tidak ada bukti bahwa dampaknya signifikan terhadap ekonomi. Aktivitas yang hilang umumnya akan pulih pada kuartal berikutnya,” ujar Scott Helfstein, Kepala Strategi Investasi Global X.

  • Uji Baterai iPhone 17 Pro Max vs Xiaomi 17 Pro Max, Menang Mana?

    Uji Baterai iPhone 17 Pro Max vs Xiaomi 17 Pro Max, Menang Mana?

    Jakarta

    Persaingan antara Apple dan Xiaomi di segmen flagship semakin memanas sejak peluncuran iPhone 17 series dan Xiaomi 17 series pada September lalu. Salah satu sorotan utama adalah duel baterai antara iPhone 17 Pro Max dan Xiaomi 17 Pro Max.

    Xiaomi menggebrak dengan baterai raksasa 7.500 mAh berteknologi silikon-karbon, unggul jauh dibanding iPhone 17 Pro Max yang hanya 4.832 mAh. Secara teori, keunggulan kapasitas hingga 55% ini seharusnya membuat Xiaomi juara daya tahan.

    Tapi, benarkah di lapangan? Video perbandingan pertama yang viral datang dari kanal YouTube tech reviewer asal China, “科技美学” (Tech Aesthetics). Di menit 13:37 video tersebut, pengujian baterai antar kedua ponsel ini jadi pusat perhatian.

    Tes ini melibatkan lima tugas intensif, masing-masing selama 30 menit: browsing web, rekam video 1080p, tonton video 1080p, main Genshin Impact, dan main Honkai: Star Rail (diterjemahkan dari Mandarin sebagai “Star Iron”).

    Hasilnya? Xiaomi 17 Pro Max dengan baterai 7.500 mAh masih punya sisa daya 66%, sementara iPhone 17 Pro Max bertahan di 60%. Menariknya, Xiaomi 17 Pro (6.300 mAh) malah lebih boros, sisa dayanya hanya 55%-kalah telak dari iPhone 17 Pro Max.

    Dari segi konsumsi, Xiaomi 17 Pro Max “makan” sekitar 2.550 mAh, sementara iPhone hanya 1.929 mAh. Artinya, meski kapasitasnya lebih besar, efisiensi Xiaomi kalah di pengujian ini.

    Teknologi silikon-karbon di Xiaomi memang revolusioner, fokus pada kepadatan energi untuk muat lebih banyak daya dalam ruang sempit. Tapi, seperti dijelaskan dalam video, ini tak langsung optimalkan konsumsi sistem secara keseluruhan.

    “Baterai besar bagus untuk endurance panjang, tapi software dan hardware integration yang bikin beda,” tulis salah satu komentator di video tersebut.

    Pertanyaan besar muncul: Apakah HyperOS di Xiaomi kurang matang dibanding iOS? Beberapa spekulan bilang iya, karena Apple terkenal dengan optimasi baterai yang ketat-dari chip A19 Pro hingga manajemen latar belakang. Xiaomi, meski klaim HyperOS 2.0 lebih efisien, tampaknya masih ketinggalan di tes real-world ini.

    Video ini cepat menyebar ke Reddit, khususnya di subreddit r/Android dan r/iPhone, memicu debat panas. Beberapa user skeptis: “Ini bukan drain test full 100% ke 0%, Apple biasanya lambat turun di awal tapi curam di akhir. Hasilnya bisa misleading,” kata seorang redditor. Yang lain bela Xiaomi: “Jangan underestimate optimasi iOS, tapi Xiaomi janji baterai cadangan tahan lebih lama-realitanya enggak gitu.”

    Pendapat lain lebih netral: “Tes ini oke untuk snapshot, tapi full drain test bakal lebih fair. Apple emang lambat habis 10% pertama, tapi stabil sepanjang hari.” Mayoritas setuju, pengujian komprehensif dari 100% ke 0% dibutuhkan, terutama bandingkan dengan Android lain seperti Samsung Galaxy S25 Ultra. Banyak yang puji Apple: “iOS magic-nya di efisiensi, bukan ukuran baterai.”

    (afr/afr)

  • Kilang Pertamina di Dumai Terbakar Usai Sempat Dikritik Purbaya

    Kilang Pertamina di Dumai Terbakar Usai Sempat Dikritik Purbaya

    Bisnis.com, JAKARTA — Kilang Dumai milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Provinsi Riau, terbakar pada Rabu (1/10/2025) malam.  Kejadian itu terjadi selang satu hari usai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung Pertamina yang malas membangun kilang.

    Sindiran Purbaya itu dilontarkan tatkala menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Selasa (30/9/2025). Mulanya, Purbaya menyinggung Pertamina karena lamban mengurus pembangunan kilang baru. Imbasnya, negara harus mengimpor BBM dari Singapura.

    “Jadi kilang itu bukan kita nggak bisa bikin, atau kita nggak bisa bikin proyeknya, cuman Pertamina malas-malasan saja,” ucap Purbaya.

    Dia mengaku pernah mengultimatum Pertamina bahwa akan ada investor China yang mau bikin kilang di Indonesia. Namun, Pertamina keberatan lantaran merasa sudah overcapacity. 

    Mendengar hal tersebut, Purbaya mengaku kaget. Sebab, perusahaan pelat merah itu mengklaim bakal membangun 7 kilang baru dalam 5 tahun ke depan.

    “Mereka [Pertamina] bilang, iya, tapi segera-segera akan jadi. Sampai sekarang nggak jadi, yang ada malah beberapa dibakar kan,” tutur Purbaya.

    Dia pun meminta DPR ikut mengawasi Pertamina. Ini khususnya terkait proyek kilang yang sedang digarap.

    “Jadi, tolong dari parlemen juga mengontrol Pertamina untuk hal tersebut. Jadi kita kerja sama. Tujuan kita sama, sepertinya mengurangi subsidi dan membuat subsidi dan membuat subsidi yang ada pun lebih murah dan tepat sasaran,” ucap Purbaya.

    Seperti diketahui, Kilang Dumai terbakar pada Rabu (1/10/2025). Apin berhasil dipadamkan malam itu juga.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai Agustiawan mengatakan, tim tanggap darurat Kilang Pertamina Dumai telah berhasil mengatasi kejadian kebakaran di salah satu unit operasional malam itu juga.

    “Berkat gerak cepat dan koordinasi yang solid, situasi kini telah berada dalam kondisi aman dan berhasil terkendali pada pukul 23.20 WIB,” ujar Agustiawan.

    Agustiawan mengatakan, begitu insiden terdeteksi, tim penanggulangan keadaan darurat langsung melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur keselamatan. Penanganan dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain dan tidak menimbulkan korban jiwa.

    “Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Kilang Pertamina Dumai juga melakukan pengamanan area kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan,” jelas Agustiawan.

    Sebagai informasi, Kilang Dumai bernilai sangat strategis dan berperan penting karena turut berkontribusi memasok 16% kebutuhan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) dan sebagian wilayah Kalimantan.