Negara: Jalur Gaza

  • AS Izin Israel Beri Senjata ke Palestina Perangi Milisi di Tepi Barat

    AS Izin Israel Beri Senjata ke Palestina Perangi Milisi di Tepi Barat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Amerika Serikat meminta izin kepada Israel agar bisa memberi bantuan senjata kepada Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA) untuk memerangi milisi di Jenin, Tepi Barat.

    Adapun bantuan senjata yang dijanjikan AS kepada PA meliputi amunisi, helm, rompi antipeluru, perangkat komunikasi, peralatan penglihatan malam, pakaian penjinak bom, dan kendaraan lapis baja.

    Tindakan AS ini menyusul perang saudara antara pasukan PA dengan Brigade Jenin yang terjadi pada pekan lalu.

    Saat itu, pasukan PA mengerahkan kendaraan lapis baja untuk menghantam Brigade Jenin yang terafiliasi dengan Jihad Islam di Jalur Gaza.

    Serangan ini dilaporkan telah menewaskan seorang komandan Brigade Jenin, Yazid Ja’ayseh.

    Serangan ini diklaim sebagai kemenangan PA terhadap Brigade Jenin di Tepi Barat.

    “Operasi ini adalah momen kemenangan atau kekalahan bagi Otoritas Palestina,” kata seorang pejabat senior Palestina dilansir, seperti dikutip Jerusalem Post.

    Sebetulnya, Israel sudah pernah menyetujui AS untuk memberi bantuan senjata kepada Palestina.

    Namun, Israel berubah pikiran setelah Hamas melakukan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

    Hingga saat ini, Israel belum menanggapi permintaan izin dari AS untuk memberi bantuan senjata kepada Palestina.

    Sebab, memasok peralatan militer kepada Otoritas Palestina merupakan isu politik yang sangat sensitif bagi Netanyahu.

    (gas/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Israel Klaim Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat, Yisrael Katz: Itu akan Dilaksanakan Bertahap – Halaman all

    Israel Klaim Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat, Yisrael Katz: Itu akan Dilaksanakan Bertahap – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengatakan pembicaraan mengenai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas semakin erat sejak kesepakatan yang dilaksanakan tahun lalu.

    Jika disetujui oleh kedua pihak, Yisrael Katz mengatakan pertukaran itu akan dilaksanakan secara bertahap.

    “Perjanjian pertukaran tahanan antara Israel dan gerakan Hamas akan dilaksanakan secara bertahap,” menurut sumber yang berpartisipasi dalam pertemuan komite, mengutip perkataan Yisrael Katz, Senin (16/12/2024). 

    Namun, ia belum dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai masalah itu.

    “Akan ada mayoritas di kabinet dan di pemerintahan untuk membahas perjanjian itu. Lebih baik tidak banyak bicara tentang masalah ini,” lanjutnya.

    Pada Senin kemarin, Yisrael Katz dijadwalkan bertemu dengan penasihat Presiden terpilih AS Donald Trump untuk urusan tahanan Israel di Gaza.

    “Jika Israel tidak secara serius setuju untuk menghentikan perang, rencana pertukaran tawanan akan membuat sebagian dari mereka yang diculik tetap ditahan untuk jangka waktu yang lama,” menurut laporan Kan 11.

    Netanyahu Berbicara dengan Donald Trump, Bahas Sandera di Gaza

    Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia berbicara dengan sekutunya, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump melalui telepon.

    Netanyahu dan Donald Trump membahas negosiasi kesepakatan pertukaran tahanan.

    Donald Trump menggambarkannya sebagai panggilan telepon singkat.

    “Kami melakukan percakapan yang sangat baik. Kami membahas apa yang akan terjadi,” kata Donald Trump.

    Donald Trump mengatakan perlunya mencapai formula dalam beberapa tahap untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas.

    “Kami berusaha sekuat tenaga untuk membantu memulihkan para sandera di Gaza,” kata Donald Trump.

    Ia menekankan bahwa Donald Trump akan berupaya untuk mengakhiri perang di Gaza.

    “Saya akan bekerja sejak hari pertama masa jabatan saya untuk menghentikan semua perang,” lanjutnya.

    Sementara itu, Otoritas Penyiaran Israel mengatakan delegasi Israel sedang menuju ke Qatar saat negosiasi kesepakatan berlangsung.

    Jumlah Korban di Jalur Gaza

    Israel yang didukung Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza.

    Jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 45.028 jiwa dan 106.962 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (16/12/2024) menurut Kementerian Kesehatan Gaza, dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Anadolu Agency.

    Sebelumnya, Israel mulai menyerang Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak pendirian Israel di Palestina pada tahun 1948.

    Israel mengklaim, ada 101 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 sandera Palestina pada akhir November 2023.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

    Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

  • Bebaskan Sandera Atau Kekacauan Terjadi!

    Bebaskan Sandera Atau Kekacauan Terjadi!

    Florida

    Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman terbaru untuk kelompok Hamas yang berperang melawan Israel di Jalur Gaza. Trump memperingatkan Hamas untuk segera membebaskan para sandera sebelum dirinya dilantik pada 20 Januari mendatang, atau kekacauan akan terjadi.

    “Seperti yang Anda ketahui, saya telah memberikan peringatan bahwa jika para sandera ini tidak segera kembali ke rumah mereka pada tanggal tersebut, maka kekacauan akan terjadi,” cetus Trump dalam konferensi pers terbaru di Palm Beach, Florida, seperti dilansir Reuters, Selasa (17/12/2024).

    Konferensi pers ini menjadi yang pertama digelar Trump setelah dirinya memenangi pilpres AS pada November lalu.

    Dalam peringatannya, Trump menambahkan bahwa jika tidak ada kesepakatan gencatan senjata yang tercapai pada saat dia kembali menjabat Presiden AS, maka “situasinya tidak akan menyenangkan”.

    Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal maksud pernyataannya tersebut.

    Dalam konferensi pers ini, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan “pembicaraan yang sangat baik” dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membahas situasi perang di Jalur Gaza.

    Perang berkecamuk di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu, setelah Hamas dan sekutu militan lainnya melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel. Otoritas Tel Aviv melaporkan sekitar 1.200 orang tewas dan lebih dari 250 orang, termasuk warga negara Israel-Amerika, disandera usai serangan tersebut.

  • Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 45 Ribu Orang

    Korban Tewas Serangan Israel di Gaza Tembus 45 Ribu Orang

    Jakarta

    Korban tewas di Palestina akibat serangan Israel terus bertambah. Terbaru, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan korban tewas di Gaza berjumlah 45 ribu orang lebih.

    Dilansir Aljazeera, Selasa (17/12/2024), mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Seluruh keluarga disebut habis diserang Israel.

    Para korban termasuk keluarga Reem Jihad Abu Hayya yang berusia tiga bulan. Mereka terbunuh dalam serangan Israel pada bulan Agustus di Khan Younis.

    Dampak bom tersebut membuat anak tersebut terlempar dari rumahnya, di mana ia kemudian ditemukan di reruntuhan, dengan luka bakar dan puing-puing di sekujur tubuh mungilnya.

    Sebelumnya, Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa Israel bermaksud untuk “mengosongkan” Jalur Gaza dari rakyat Palestina, terutama di bagian utara, tempat Israel melancarkan serangan besar-besaran bulan ini.

    “Sudah setahun penuh sejak bencana terbesar yang dialami rakyat Palestina setelah Nakba tahun 1948, yaitu perang Israel yang di dalamnya kejahatan genosida dan pembersihan etnis dilakukan di Jalur Gaza,” kata Abbas dalam pidatonya di KTT BRICS yang digelar di Kazan, Rusia, hari Kamis (24/10).

    “Ini adalah bagian dari rencana untuk mengosongkan wilayah tersebut dari rakyatnya, terutama sekarang di Gaza utara, tempat pasukan pendudukan membuat penduduk di sana kelaparan,” imbuh Abbas, dilansir kantor berita AFP.

    Lihat Video Serangan Israel Tewaskan 53 Warga Palestina di Gaza

    (zap/yld)

  • Negosiasi dengan Hamas, Israel Klaim Pembebasan Sandera Kian Dekat

    Negosiasi dengan Hamas, Israel Klaim Pembebasan Sandera Kian Dekat

    Jakarta, CNN Indonesia

    Israel menyatakan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza dalam perang antara Israel dan Hamas menunjukkan hasil yang baik.

    Menurut Menteri Pertahanan Israel Katz, mereka belum pernah sedekat ini mencapai kesepakatan soal pembebasan sandera.

    “Kami belum sedekat ini dengan kesepakatan mengenai sandera sejak negosiasi sebelumnya,” kata Katz dilansir AFP, Selasa (17/12).

    Seorang pejabat senior Hamas di Doha juga mengatakan ada kemajuan dalam proses negosiasi. Ia berharap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tidak melanggar kesepakatan.

    “Kesepakatan untuk pertukaran tahanan dan gencatan senjata antara perlawanan dan pendudukan telah lebih dekat dari sebelumnya, jika Netanyahu tidak dengan sengaja mengganggu kesepakatan seperti yang telah dilakukannya sebelumnya,” kata pejabat Hamas anonim itu.

    Ia mengatakan Hamas telah memberi tahu mediator Mesir dan Qatar tentang kesiapan mereka menghentikan perang. Ia pun menegaskan Hamas ingin perang berhenti secara total dan permanen.

    “Hamas menekankan pada saat yang sama bahwa mereka tidak akan menerima apa pun kecuali kesepakatan yang mengarah pada penghentian perang secara menyeluruh dan permanen, penarikan penuh dari seluruh Jalur Gaza, termasuk wilayah Philadelphia dan Netzarim, pemulangan para pengungsi, dan kesepakatan pertukaran tahanan yang serius,” ucapnya.

    Perang antara Hamas dan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Ribuan warga, mayoritas perempuan dan anak-anak, menjadi korban tewas.

    Pada November 2023, gencatan senjata selama satu minggu, bisa membebaskan 105 sandera yang ditahan di Jalur Gaza. Sebagian besar adalah warga Israel, tetapi ada juga pekerja pertanian Thailand.

    Gencatan senjata itu jadi satu-satunya sepanjang lebih dari satu tahun ini. Pembebasan itu terjadi sebagai bagian dari pertukaran kebebasan 240 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

    Semua upaya mediasi yang dipimpin Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar sejak saat itu untuk melakukan gencatan senjata baru terus gagal.

    Pada September, Qatar menghentikan upaya mereka memediasi dua negara dan menyatakan kedua pihak tak punya kemauan untuk mencapai kesepakatan.

    (tim/tsa)

    [Gambas:Video CNN]

  • Houthi Serang Israel Saat Sidang Netanyahu di Pengadilan, Pecahan Rudal Meledak di Yerusalem – Halaman all

    Houthi Serang Israel Saat Sidang Netanyahu di Pengadilan, Pecahan Rudal Meledak di Yerusalem – Halaman all

    Houthi Serang Israel Saat Sidang Netanyahu, Pecahan Rudal Meledak di Yerusalem

    TRIBUNNEWS.COM – Sistem pertahanan udara ‘Arrow’ Angkatan Udara Israel (IAF) dilaporkan mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Houthi di Yaman pada Senin (16/12/2024).

    Langkah intersepsi rudal balistik Houthi dari Yaman ini mengaktifkan sirene di Tel Aviv, dan sekitarnya, militer Israel mengumumkan dilansir JPost, Senin.

    Pada Senin malam, polisi Israel melaporkan kalau pecahan rudal dari Yaman menghantam atap sebuah bangunan tempat tinggal di lingkungan Beit Hanina di Yerusalem.

    Pecahan rudal itu disebut juga menembus ke dalam apartemen di bawahnya.

    Pihak Magen David Adom (Palang Merah Israel) dan kepolisian Yerusalem mengatakan tidak ada laporan korban luka atau pecahan peluru yang jatuh setelah intersepsi tersebut.

    “IDF menambahkan bahwa rudal itu sendiri tidak melintasi wilayah Israel, namun peringatan dibunyikan karena kekhawatiran akan jatuhnya puing-puing dari pencegatan tersebut,” kata laporan itu.

    Disebutkan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang memberikan kesaksian untuk ‘Kasus 4000’ di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada saat sirene dibunyikan.

    Kasus 4000 merupakan nomor sidang perkara yang mendakwa Netanyahu untuk tuduhan penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan menerima suap.

    Selain 4000, Netanyahu juga tengah menghadapi Kasus  1000 dan 2000 di mana sang perdana menteri didakwa melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

    Kesaksian tetap berlanjut meskipun sidang berlangsung di aula bawah tanah, lansiran media Israel, Maariv melaporkan.

    Menurut media Israel, aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara Ben Gurion untuk sementara dihentikan tetapi kemudian dilanjutkan seperti biasa.

    Sistem pertahanan anti-rudal Israel menembakkan rudal intersepsi saat roket ditembakkan dari Lebanon, dekat perbatasan Israel dengan Lebanon, 22 Oktober 2024.

    Pernyataan Houthi

    Tak lama setelah peluncuran tersebut, juru bicara Houthi Yahya Saree mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa kelompok tersebut telah melakukan “dua operasi militer.

    Serangan pertama Houthi menargetkan situs militer di Ashkelon yang diduduki dan yang kedua menargetkan sebuah situs di Jaffa yang diduduki Israel.”

    Selain itu, Saree mengklaim Houthi telah melakukan operasi drone bersama dengan Perlawanan Islam di Irak, yang menargetkan lokasi di Israel selatan.

    Tidak ada sirene yang dibunyikan di Ashkelon atau daerah lain di Israel selatan.

    Houthi mengirim rudal balistik ke Israel tengah pada tanggal 1 Desember, yang juga dicegat sebelum mencapai wilayah Israel.

    Dalam foto selebaran yang disediakan oleh pusat media Houthi, para petempur Houthi berpartisipasi dalam latihan militer pada 12 Maret 2024, di Sana’a, Yaman. (HandOut/Houthi via Getty Images)

    Sasar Kapal Perang AS

    Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) mengumumkan pada 10 Desember serangkaian serangan baru terhadap kapal perang dan kapal kargo AS yang melintasi perairan regional.

    Laporan media Israel mengatakan Tel Aviv sedang mempersiapkan ‘serangan besar’ terhadap Yaman sebagai tanggapan atas operasi Sanaa yang mendukung warga Palestina di Gaza

    “Angkatan laut, UAV, dan rudal Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer khusus yang menargetkan tiga kapal pasokan Amerika setelah mereka meninggalkan pelabuhan Djibouti dan sebelumnya telah melakukan agresi terhadap Yaman,” bunyi pernyataan dari pejabat di Sanaa.

    Pesawat tak berawak dan rudal YAF juga menargetkan dua kapal perusak AS yang menyertai kapal pasokan di Teluk Aden.

    Bersamaan dengan serangan terbarunya terhadap kapal perang AS yang melakukan militerisasi di Laut Merah, Sanaa mengungkapkan pasukannya melancarkan “dua operasi militer yang menargetkan target militer di wilayah Yaffa dan Ashkelon di Palestina yang diduduki” pada hari Selasa pagi pekan lalu.

    “Angkatan Bersenjata Yaman terus melaksanakan operasi dukungan untuk perlawanan Palestina dan melaksanakan operasi pertahanan untuk Yaman tercinta hingga agresi berhenti dan pengepungan di Jalur Gaza dicabut,” tegas pernyataan YAF.

    Awal minggu ini, pejabat pemerintah Yaman yang dipimpin Ansarallah menegaskan komitmen negara mereka untuk terus memerangi Israel dan sekutunya hingga genosida warga Palestina di Gaza berhenti.

    “Tidak ada yang menandingi kesiapan kita untuk perdamaian kecuali kesiapan kita untuk perang,” kata Hussein al-Ezzi, anggota Biro Politik Ansarallah, melalui media sosial pada hari Minggu.

    Menurut laporan Yaman, AS dan Arab Saudi baru-baru ini mengajukan tawaran kepada Ansarallah untuk kesepakatan yang akan mengakhiri operasi angkatan lautnya yang gencar terhadap kepentingan maritim Israel dan kapal perang Barat.

    “Riyadh dan Washington berusaha memanfaatkan perkembangan yang terjadi di kawasan itu untuk menekan Sanaa agar setuju melanjutkan perjanjian baru,” demikian laporan media Arab .

    “Kami mendukung solusi diplomatik; kami tahu bahwa tidak ada solusi militer,” kata Utusan Khusus AS untuk Yaman Timothy Lenderking pada bulan April, beberapa bulan sebelum Sanaa memaksa beberapa kapal induk AS dan kapal perang Eropa keluar dari Asia Barat.

    Sebuah pesawat nirawak Yaman meledak di sebuah penthouse di pemukiman Avne di Israel pada hari Minggu saat Tel Aviv melancarkan invasi darat ke Suriah selatan. Itu adalah hari ketiga berturut-turut serangan Yaman terhadap Israel. 

    Perusahaan Penyiaran Israel (KAN) melaporkan minggu ini bahwa Tel Aviv berencana melakukan “serangan besar” terhadap Yaman.

     

    (oln/JPost/TC/*)

     

  • Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Perkembangan di Suriah dan Juga Tawanan di Gaza – Halaman all

    Benjamin Netanyahu dan Donald Trump Bahas Perkembangan di Suriah dan Juga Tawanan di Gaza – Halaman all

    Netanyahu dan Trump Bahas Perkembangan di Suriah dan Juga Tawanan di Gaza

    TRIBUNNEWS.COM- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Presiden terpilih AS Donald Trump selama akhir pekan tentang tindakan “Israel” di Suriah dan upaya untuk mengamankan pertukaran tahanan di Gaza, yang keduanya diperkirakan akan menjadi tantangan kebijakan luar negeri utama bagi Trump setelah menjabat.

    Perdana Menteri pendudukan Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa ia berbicara dengan Presiden terpilih AS Donald Trump selama akhir pekan tentang agresinya terhadap Suriah dan upaya untuk mencapai kesepakatan pertukaran tahanan di Jalur Gaza di tengah genosida yang sedang berlangsung dan peristiwa geopolitik yang berkembang.

    Netanyahu, pada hari Minggu, menggambarkan “Kami memiliki diskusi yang sangat ramah, hangat, dan penting.”

    Ia mengatakan topik-topik ini kemungkinan akan muncul sebagai beberapa tantangan utama kebijakan luar negeri yang dihadapi Trump ketika ia menjabat pada tanggal 20 Januari.

    Utusan khusus Trump Steven Witkoff terlibat dalam perundingan gencatan senjata di Gaza

    Steven Witkoff, yang ditunjuk oleh Presiden terpilih AS Donald Trump sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah, telah memulai diskusi diplomatik yang bertujuan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan mengamankan pembebasan tawanan Israel, 
    Financial Times melaporkan pada hari Jumat.

    Witkoff bertemu dengan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mediator utama dalam negosiasi gencatan senjata, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menurut dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

    Financial Times mengungkapkan bahwa Witkoff mengadakan diskusi dengan Perdana Menteri Qatar bulan lalu untuk membahas perang yang sedang berlangsung.

    Pada tanggal 23 November, Witkoff melakukan perjalanan ke Palestina yang diduduki untuk bertemu dengan Netanyahu. Pertemuan ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Israel dan mantan pejabat pemerintahan Trump, serta seorang diplomat yang diberi pengarahan tentang percakapan tersebut.

    Sementara itu, kepala Mossad David Barnea, kepala negosiator “Israel”, dilaporkan bertemu dengan perdana menteri Qatar di Wina pada tanggal 24 November untuk membahas situasi lebih lanjut.

    Menurut laporan, pembicaraan Witkoff difokuskan pada pengamanan gencatan senjata dan pembebasan tawanan yang tersisa sebelum pelantikan Trump.

    Menurut FT , seorang diplomat menyatakan bahwa Witkoff sedang berupaya mengamankan gencatan senjata sebelum pelantikan Trump, yang memungkinkan pemerintahan untuk fokus pada prioritas lain, seperti stabilisasi regional, setelah menjabat.

    Presiden terpilih Trump, berbicara tentang tawanan di Gaza, memperingatkan awal minggu ini bahwa “Akan ada kekacauan di Timur Tengah” kecuali mereka dibebaskan sebelum pelantikannya pada tanggal 20 Januari.

     

     

    SUMBER: AL MAYADEEN

  • Pilu 40 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza, Termasuk Anak-anak

    Pilu 40 Orang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza, Termasuk Anak-anak

    Jakarta

    Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan bahwa serangan Israel di wilayah Palestina itu pada hari Minggu (15/12) menewaskan sedikitnya 40 orang. Korban tewas termasuk beberapa anak-anak, seorang juru kamera TV Al Jazeera, dan tiga petugas penyelamat.

    Saluran berita Al Jazeera yang berbasis di Qatar mengatakan bahwa juru kameranya Ahmed al-Louh tewas “dalam bombardir Israel” yang menargetkan kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.

    Dilansir kantor berita AFP, Senin (16/12/2024), juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal mengonfirmasi Louh tewas dalam serangan yang “menargetkan lokasi Pertahanan Sipil” di kamp Nuseirat, yang juga menewaskan tiga anggota badan penyelamat.

    Militer Israel mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka telah menewaskan Louh, dengan mengklaim bahwa ia adalah anggota Jihad Islam dan “sebelumnya bertugas sebagai komandan peleton” untuk kelompok militan yang telah bertempur bersama Hamas di Gaza tersebut.

    Militer Israel mengatakan lokasi pertahanan sipil tersebut digunakan sebagai “pusat komando dan kendali” oleh Hamas dan Jihad Islam.

    Militer Israel telah berulang kali menuduh wartawan Al Jazeera memiliki hubungan dengan Hamas atau sekutunya, Jihad Islam.

    Louh adalah wartawan Al Jazeera kelima yang terbunuh sejak perang di Gaza dimulai, dan kantor jaringan tersebut di wilayah itu telah digempur.

    Bassal mengatakan kepada AFP bahwa serangan Israel terhadap sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat berlindung oleh warga Palestina yang mengungsi di kota utama Gaza selatan menewaskan sedikitnya 12 orang, termasuk sejumlah anak-anak.

  • Israel Akan Tutup Kedutaan di Irlandia, Kenapa?

    Israel Akan Tutup Kedutaan di Irlandia, Kenapa?

    Tel Aviv

    Israel akan menutup Kedutaan Besarnya yang ada di Dublin, Irlandia, karena “kebijakan ekstrem anti-Israel” dari pemerintah Irlandia. Kebijakan anti-Israel itu mencakup pengakuan terhadap negara Palestina dan dukungan untuk langkah hukum internasional terhadap Israel yang berperang melawan Hamas di Jalur Gaza.

    Otoritas Israel, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya, Senin (16/12/2024), telah memanggil pulang Duta Besar di Dublin menyusul keputusan Irlandia mengenai negara Palestina pada Mei lalu.

    Kemarahan Tel Aviv semakin meningkat pekan lalu setelah Dublin mengumumkan dukungan untuk langkah hukum Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional atau ICJ, yang menggugat Israel atas tuduhan genosida.

    “Keputusan untuk menutup Kedutaan Besar Israel di Dublin diambil mengingat kebijakan ekstrem pemerintah Irlandia yang anti-Israel,” sebut Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataannya pada Minggu (15/12) waktu setempat.

    “Tindakan dan retorika antisemitisme yang digunakan Irlandia terhadap Israel berakar pada delegitimasi dan demonisasi negara Yahudi, serta standar ganda, Irlandia telah melanggar setiap garis merah dalam hubungannya dengan Israel,” tegas Menteri Luar Negeri (Menlu) Gideon Saar dalam pernyataannya.

    Menanggapi pengumuman Israel tersebut, Perdana Menteri (PM) Irlandia Simon Harris mengatakan keputusan itu sangat disesalkan. Namun dia menegaskan Dublin akan selalu membela hak asasi manusia (HAM) dan hukum internasional.

    “Saya sepenuhnya menolak pernyataan soal Irlandia adalah anti-Israel. Irlandia adalah pro-perdamaian, pro-HAM, dan pro-hukum internasional,” tegas Harris dalam pernyataan via media sosial X.

    Lihat Video ‘Serangan Israel Tewaskan 53 Warga Palestina di Gaza’:

  • Netanyahu Sebut Diskusikan soal Gaza hingga Suriah dengan Trump

    Netanyahu Sebut Diskusikan soal Gaza hingga Suriah dengan Trump

    Jakarta, CNN Indonesia

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbincang dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal perkembangan di Gaza, Palestina, dan Suriah, Sabtu (15/12).

    Netanyahu mengaku berbicara dengan Trump soal upaya pembebasan sandera dari tangan milisi Hamas di Gaza. Dia juga membicarakan soal kemenangan Israel.

    “Kami membahas perlunya menyelesaikan kemenangan Israel dan kami berbicara panjang lebar tentang upaya yang kami lakukan untuk membebaskan sandera kami,” katanya, Minggu (15/12) seperti dikutip dari Reuters.

    Sebelumnya, pemerintahan AS yang kini masih dipimpin Presiden Joe Biden melalui penasihat keamanan nasional Jake Sullivan pada pekan lalu meyakini akan ada kesepakatan gencatan senjata di Gaza hingga pembebasan sandera.

    Netanyahu mengatakan dia dan Trump juga membahas situasi di Suriah setelah penggulingan Presiden Bashar al-Assad.

    Israel telah melakukan ratusan serangan terhadap persediaan senjata strategis Suriah beberapa hari sejak penggulingan Assad dan memindahkan pasukan ke zona demiliterisasi di Suriah.

    “Kami tidak tertarik pada konflik dengan Suriah,” klaim Netanyahu.

    Tindakan Israel di Suriah, katanya, adalah untuk, “menggagalkan potensi ancaman dari Suriah dan mencegah pengambilalihan elemen teroris di dekat perbatasan.”

    Trump akan mengucap sumpah sebagai Presiden AS pada 20 Januari mendatang. Juru bicara Trump menolak mengonfirmasi soal isi perbincangan dengan Netanyahu.

    Utusan Trump untuk urusan Timur Tengah, Steve Witkoff pada pekan lalu mengatakan jika para sandera Israel tak dibebaskan Hamas pada hari pelantikannya, maka itu bakal menjadi ‘sebuah hari yang tak indah’.

    Sementara itu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza, Palestina, Rabu (11/12). Resolusi itu didukung oleh 158 negara, dengan sembilan lainnya menolak dan 13 memilih abstain.

    Resolusi ini berisi desakan untuk “gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen” serta “pembebasan segara dan tanpa syarat semua sandera”.

    Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour menyambut baik resolusi Majelis Umum PBB ini. Ia berterima kasih atas dukungan luar biasa negara-negara terhadap resolusi ini dan mengatakan bahwa suara tersebut “mencerminkan tekad dan kebulatan tekad masyarakat internasional.”

    “Kami akan terus mengetuk pintu Dewan Keamanan dan Majelis Umum hingga kami melihat gencatan senjata segera dan tanpa syarat diberlakukan dan hingga kami melihat bantuan kemanusiaan didistribusikan secara besar-besaran di seluruh penjuru Jalur Gaza,” ujarnya.

    Sementara itu, Wakil Duta Besar Amerika Serikat Robert Wood, selaku penentang resolusi, mengatakan bahwa pengesahan resolusi ini merupakan hal yang “memalukan dan salah.”

    Utusan Israel untuk PBB Danny Danon juga mengatakan menjelang pemungutan suara bahwa resolusi tersebut “di luar logika.”

    “Pemungutan suara hari ini bukanlah pemungutan suara untuk belas kasih. Ini adalah pemungutan suara untuk keterlibatan,” kata Danon.

    Majelis Umum PBB telah beberapa kali mengadopsi resolusi mengenai situasi di Jalur Gaza, Palestina. Kendati begitu, resolusi Majelis Umum tak bisa melewati Dewan Keamanan PBB, yang telah lumpuh pada isu-isu panas seperti Gaza dan Ukraina buntut politik internal.

    Resolusi Majelis Umum PBB tidak mengikat secara hukum. Artinya, desakan ini bisa saja diabaikan tanpa konsekuensi apa pun.

    (Reuters/kid)

    [Gambas:Video CNN]