Negara: Iran

  • PCO Ungkap Strategi Prabowo Hadapi Tarif Trump, Salah Satunya Masuk BRICS

    PCO Ungkap Strategi Prabowo Hadapi Tarif Trump, Salah Satunya Masuk BRICS

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terutama terkait penerapan tarif timbal balik (reciprocal tariff) 32% untuk produk Indonesia yang dijual ke pasar Negeri Paman Sam.

    Untuk diketahui, Presiden Trump telah secara resmi mengumumkan kebijakan tarif impor minimum 10% ke semua negara dan tarif lebih tinggi di kisaran 40% hingga 50% untuk sejumlah penyumbang defisit neraca perdagangan terbesar. Kebijakan itu diumumkan Trump di Gedung Putih pada Rabu sore (2/4/2025), waktu setempat. 

    Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Noudhy Valdryno mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah merancang berbagai kebijakan strategis sejak hari pertama dilantik. 

    “Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Noudhy melalui siaran pers, Kamis (3/4/2025).

    Tiga kebijakan strategis yang dimaksud oleh Noudhy yaitu perluasan mitra dagang Indonesia, percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan penguatan resiliensi konsumsi dalam negeri. 

    Dalam perluasan mitra dagang, Noudhy mengatakan Prabowo telah mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) pada minggu pertama setelah dilantik. Blok kerja sama itu tercatat berkontribusi pada 40% nilai perdagangan global. Noudhy menyebut keanggotaan Indonesia di BRICS memperkuat berbagai perjanjian dagang multilateral. 

    Selain keanggotan daam BRICS, Indonesia tercatat telah menandatangani perjanjian kerja sama seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 10 negara Asean dan Australia, China, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Blok kerja sama perdagangan bebas dan investasi ini mencakup 27% perdagangan global, serta aksesi ke OECD yang mencakup 64% perdagangan global. 

    RI juga telah mengikat diri dalam sejumlah perjanjian dagang multilateral lainnya meliputi CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA, serta perjanjian bilateral dengan Korea Selatan, Jepang, Australia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Iran, Chile, dan berbagai negara lainnya. 

    Untuk aspek percepatan hilirisasi SDA, Noudhy menyebutkan bahwa Indonesia telah menerapkannya pada komoditas nikel sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasil dari hilirisasi ini terlihat dari lonjakan ekspor nikel dan turunannya dari hanya USS$3,7 miliar pada 2014 menjadi US$34,3 miliar pada 2022. 

    Hilirisasi, terang Noudhy, nantinya juga akan didukung dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Sovereign wealth fund (SWF) baru Indonesia itu akan mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan. 

    “Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor, tetapi juga tidak lagi bergantung pada investasi asing serta mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan,” imbuhnya.

    Ketiga, memperkuat resiliensi konsumsi dalam negeri. Prabowo disebut memperkuat daya beli masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu ditargetkan mencapai seluruh target penerima manfaat yakni 82 juta pada 2025. 

    Program lain yang dinilai memperkuat ketahanan konsumsi dalam negeri di antaranya adalah rencana pendirian 80.000 Koperasi Desa Merah Putih.

    “Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” kata Noudhy.

    Penerapan tarif impor timbal balik 32% untuk produk asal Indonesia dilakukan pemerintahan Donald Trump menyusul defisit neraca perdagangan yang melebar. Kenaikan tarif ini turut menyasar mitra dagang AS di Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Thailand, Malaysia dan Kamboja.

    “Sebagaimana terindikasi pada defisit tahunan perdagangan barang AS yang besar dan terus menerus, hal ini merupakan ancaman yang luar biasa terhadap keamanan nasional dan ekonomi AS,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Gedung Putih, Kamis (3/4/2025). 

    Trump pun mengakui bahwa defisit neraca perdagangan yang terus menerus dialami AS berdampak pada pelemahan sektor manufaktur di negaranya.

    Trump juga menyoroti perbedaan jomplang antara besaran tarif rata-rata yang diterapkan oleh AS dan negara mitranya atas barang-barang yang diperdagangkan. Dia memberi contoh besaran tarif untuk impor kendaraan yang masuk AS di level 2,5%, sementara Uni Eropa, India dan China masing-masing menerapkan tarif rata-rata sebesar 10%, 70% dan 15% untuk produk serupa.

    Untuk saklar jaringan, AS menerapkan tarif impor 0%, sementara itu India menerapkan 10%. 

    “Brasil dan Indonesia menerapkan tarif lebih tinggi untuk etanol yakni 18% dan 30%, jauh dari AS yakni 2,5%,” paparnya.

  • Mengapa Rusia, Belarus, Kuba, dan Korea Utara Tak Kena Tarif Timbal Balik dari AS? – Halaman all

    Mengapa Rusia, Belarus, Kuba, dan Korea Utara Tak Kena Tarif Timbal Balik dari AS? – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan alasan mengapa Rusia, Belarus, Kuba, dan Korea Utara tidak masuk dalam daftar tarif baru yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

    Karoline Leavitt mengatakan alasan pengecualian Rusia adalah karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada negara tersebut setelah invasinya ke Ukraina pada tahun 2022 sudah menghalangi perdagangan antara AS dan Rusia.

    Perdagangan tahunan AS-Rusia telah berkurang menjadi hanya $3,5 miliar per tahun sejak sanksi tersebut berlaku.

    “Kuba, Korea Utara dan sekutu utama Rusia, Belarus, tidak dimasukkan dalam daftar tarif baru Trump karena alasan yang sama,” kata Leavitt kepada Axios, Kamis (3/4/2025).

    Namun, Iran dan Suriah, yang juga menghadapi embargo dan sanksi berat, dikenakan tarif tambahan masing-masing sebesar 10 dan 40 persen, seperti diberitakan Newsweek.

    Rusia, yang berada di bawah lebih dari 28.595 sanksi Barat yang berbeda, telah mengklasifikasikan data perdagangan sejak dimulainya perang.

    Impor barang AS dari Rusia berjumlah $3,0 miliar pada tahun 2024, turun 34,2 persen dari tahun 2023, menurut kantor Perwakilan Dagang AS.

    Namun, bagi Rusia, risiko terbesar adalah potensi perlambatan permintaan global akibat perang tarif yang lebih luas dan dapat memengaruhi harga minyak, seperti diberitakan NBC.

    Bank sentral Rusia memperingatkan para pejabat awal tahun ini bahwa Amerika Serikat dan OPEC memiliki kapasitas untuk membanjiri pasar minyak dan menyebabkan terulangnya kejatuhan harga berkepanjangan tahun 1980-an yang menyebabkan jatuhnya Uni Soviet.

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif pada sekutu dan musuh termasuk Eropa, India, Jepang dan China.

    Sedangkan beberapa negara yang paling banyak dikenai sanksi di dunia – Rusia, Belarus, Kuba dan Korea Utara – mendapatkan perlakuan hukuman khusus.

    Saat dunia dilanda perang dagang, Trump mengenakan tarif sebesar 10 persen pada sebagian besar barang yang diimpor ke Amerika Serikat.

    China, pemasok barang terbesar ke AS, kini menghadapi tarif sebesar 54 persen pada semua ekspor ke konsumen terbesar di dunia.

    “Dalam menghadapi perang ekonomi yang tiada henti, Amerika Serikat tidak dapat lagi melanjutkan kebijakan penyerahan ekonomi sepihak,” kata Trump saat menyampaikan tarif pada hari Rabu (2/4/2025).

    Setelah Trump mengumumkan tarif baru, pasar saham di seluruh dunia anjlok pada hari Kamis.

    Sementara itu, para pemimpin negara lain kecewa dengan keputusan Donald Trump, termasuk negara anggota Uni Eropa yang kini menyiapkan pembalasan.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

  • Ini Tiga Senjata Presiden Prabowo Hadapi Tarif Trump

    Ini Tiga Senjata Presiden Prabowo Hadapi Tarif Trump

    Jakarta, CNBC Indonesia — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengklaim sudah menyiapkan strategi menangkal dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tarif impor.

    Menurut Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Noudhy Valdryno ada tiga “Gebrakan besar” yang sudah dilakukan jauh hari untuk menghadapi gejolak.

    Noudhy menjelaskan Presiden bahkan sudah merancang berbagai kebijakan strategis itu sejak hari pertama dilantik.

    “Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Noudhy, dalam keterangan resmi, Kamis (3/4/2025).

    Ia mengatakan bahwa ketiga kebijakan ini bersinergi mampu membawa Indonesia tetap tumbuh dan berkembang meskipun dalam situasi disrupsi ekonomi global. Tiga kebijakan itu antara lain:

    1. Perluasan Mitra Dagang

    Noudhy menjelaskan bergabungnya Indonesia dalam aliansi ekonomi BRICS memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

    Menurutnya, keanggotaan Indonesia di BRICS memperkuat berbagai perjanjian dagang multilateral. Indonesia telah menandatangani perjanjian seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan 10 negara ASEAN dan Australia, RRT, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, yang mencakup 27% perdagangan global, serta aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang mencakup 64% perdagangan global. Termasuk beberapa perjanjian dagang lainnya CP-TPP, IEU-CEPA, dan I-EAEU CEPA.

    Selain berbagai perjanjian dagang multilateral, Indonesia juga memiliki perjanjian dagang bilateral dengan Korea, Jepang, Australia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Iran, Chile, dan berbagai negara lainnya.

    2. Percepatan Hilirisasi Sumber Daya Alam

    Menurut Noudhy, pemerintahan Prabowo memprioritaskan kebijakan hilirisasi. Salah satu contoh sukses adalah komoditas nikel. Selain itu Prabowo juga telah meluncurkan Badan Pengelola Investasi Danantara yang diklaim untuk mempercepat hilirisasi Sumber Daya Alam strategis.

    “BPI Danantara akan mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, batu bara, minyak bumi, gas bumi, perkebunan, kelautan, perikanan, dan kehutanan,” katanya.

    3. Penguatan Konsumsi Dalam Negeri

    Menurut Noudhy Program Makan Bergizi Gratis dan pendirian 80.000 koperasi desa merah putih bertujuan meningkatkan konsumsi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor, serta memperkuat perekonomian domestik. Diharapkan dari program itu dapat mendongkrak konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 54% dari PDB Indonesia.

    “Dengan memperkuat hubungan dagang internasional, mengoptimalkan potensi sumber daya alam, dan meningkatkan konsumsi dalam negeri, Presiden Prabowo membuktikan bahwa Indonesia dapat tetap tumbuh meskipun di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian,” kata Noudhy.

    (mkh/mkh)

  • Putin Ingin Rusia Menengahi Perundingan Perjanjian Nuklir Iran dan AS – Halaman all

    Putin Ingin Rusia Menengahi Perundingan Perjanjian Nuklir Iran dan AS – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Rusia siap membantu Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mencapai kesepakatan mengenai perjanjian nuklir yang baru.

    Ia mengatakan Rusia berupaya untuk melakukannya sebelum terlambat.

    “Rusia siap menawarkan jasa baik untuk membantu Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan yang wajar sebelum terlambat,” katanya pada hari Kamis (3/4/2025)

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom Iran jika Iran tidak bersedia untuk membicarakan perjanjian nuklir yang baru.

    “Penggunaan kekuatan militer terhadap Iran adalah tidak sah dan tidak dapat diterima,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Kamis.

    Kementerian tersebut juga mencatat Rusia berkomitmen untuk mencari solusi yang dinegosiasikan guna menyelesaikan program nuklir Iran.

    “Ancaman untuk mengebom infrastruktur energi nuklir Iran akan menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diubah,” tambahnya seperti diberitakan Al Arabiya.

    Sementara itu, Kremlin mengatakan seorang pejabat Rusia tengah mengadakan pembicaraan di Washington atas instruksi Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai hal tersebut.

    Pejabat itu mengatakan rincian pembicaraan itu akan menyusul setelah kunjungan tersebut.

    Iran dan AS Saling Ancam

    Pernyataan Rusia muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan pemboman dan sanksi jika negara itu gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

    Iran menjawab bahwa pihaknya tidak akan berunding dengan AS meskipun ada ancaman.

    Selain itu, Iran juga memperingatkan AS terhadap tindakan militer apa pun terhadapnya menyusul ancaman Trump untuk mengebom Iran dan berjanji akan memberikan tanggapan tegas.

    Sumber-sumber Iran menyatakan bahwa ancaman AS bertujuan untuk memaksa Iran bernegosiasi dan membuat konsesi ilegal.

    Kemarin surat kabar AS, Axios, melaporkan dengan mengutip sumber pejabat AS yang mengatakan Gedung Putih secara serius mempertimbangkan usulan Iran untuk mengadakan pembicaraan nuklir tidak langsung.

    Pejabat tersebut mengatakan Trump menerima tanggapan resmi Iran selama akhir pekan atas surat yang dikirimnya kepada Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tiga minggu lalu, di mana ia mengusulkan pembicaraan langsung mengenai masalah nuklir Iran

    Ali Larijani, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, mengonfirmasi Senin (31/3/2025) lalu bahwa isi pesan presiden AS tidak berbeda dari pernyataannya sendiri, tetapi disampaikan dalam bahasa diplomatik.

    “Setiap kesalahan Amerika mengenai masalah nuklir Iran akan memaksa kita untuk mengambil jalan lain, dan mungkin memaksa kita, di bawah tekanan dari rakyat, untuk memproduksi senjata nuklir,” kata Ali Larijani dalam wawancara yang ditayangkan di televisi Iran.

    Sebelumnya pada masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari perjanjian nuklir antara Iran dan negara-negara besar dunia pada tahun 2015.

    Perjanjian tersebut memberlakukan pembatasan pada aktivitas nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi.

    Setelah itu, Presiden AS juga menerapkan kembali sanksi komprehensif terhadap Iran.

    Sejak penarikan AS dari perjanjian tersebut, laporan-laporan Barat menuduh Iran melampaui batas-batas yang ditetapkan oleh perjanjian pengayaan uranium, sementara Iran membantah berusaha memiliki senjata nuklir.

    (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

  • Peringatan untuk AS, Iran Bisa Percepat Pembuatan Rudal Nuklir: Uranium Bukan Lagi Masalah – Halaman all

    Peringatan untuk AS, Iran Bisa Percepat Pembuatan Rudal Nuklir: Uranium Bukan Lagi Masalah – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Iran dapat memperkaya uranium yang cukup hingga mencapai tingkat senjata untuk lima perangkat nuklir dalam seminggu, klaim para analis.

    Namun, kemampuan Teheran untuk membangun senjata peluncur rudal yang layak kemungkinan akan memakan waktu antara enam dan 18 bulan, menurut laporan intelijen barat.

    Menyusul ancaman dari Presiden AS Donald Trump , penasihat senior pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei mengatakan bahwa Iran akan memperoleh senjata semacam itu jika diserang.

    “Kami tidak bergerak ke arah senjata [nuklir], tetapi jika Anda melakukan sesuatu yang salah dalam masalah nuklir Iran, Anda akan memaksa Iran untuk bergerak ke arah itu karena mereka harus mempertahankan diri,” kata Ali Larijani, dikutip dari The National.

    Hal itu menjadikan bulan-bulan mendatang sebagai periode krusial bagi kawasan tersebut, kata Dr. Sanam Vakil dari lembaga pemikir Chatham House di London.

    “Kita berada di tahun krisis di mana kita bisa melihat negosiasi, serangan Israel, dan persenjataan semuanya terjadi,” katanya kepada The National.

    “Ada urutan bagaimana hal ini akan terjadi. Untuk membenarkan persenjataan, harus ada serangan dan agar serangan dapat terjadi, harus ada upaya negosiasi.”

    Delapan bom, dua minggu

    Meskipun tidak ada satu pun sentrifus Iran yang memperkaya uranium hingga ke tingkat 90 persen yang mendefinisikan material kelas senjata, Iran memiliki persediaan yang diperkaya hingga 60 persen, menurut Institut Sains dan Keamanan Internasional yang berpusat di Washington.

    Dengan pengayaan lebih lanjut, bahan tersebut dapat menjadi bahan bakar “hingga lima hulu ledak nuklir dalam waktu satu minggu atau delapan hulu ledak dalam waktu dua minggu”, kata Darya Dolzikova, seorang ahli proliferasi nuklir di lembaga pemikir Rusi.

    Iran Watch, yang melacak kemampuan negara itu untuk membuat senjata nuklir, juga mengonfirmasi angka-angka itu tetapi menambahkan dalam laporan bulan lalu bahwa agar uranium dapat menimbulkan ancaman nuklir, ia harus diproses lebih lanjut menjadi komponen senjata.

    Dikatakan pula, jika Iran memilih untuk membuat senjata nuklir, “Ia dapat melakukannya di lokasi rahasia” dan bukan di lokasi yang terkenal, karena “dalam upaya membuat senjata… ada risiko terdeteksi sebelum berhasil”.

    Rudal nuklir ‘tidak diketahui’

    Sementara bahan untuk membuat bom dapat dilakukan dengan cepat, kesulitan yang lebih besar adalah membangun dan menguji bom, meletakkannya pada rudal dan menembakkannya.

    “Uranium bukan lagi masalah bagi Iran, tetapi mengembangkan senjata nuklir untuk memasukkan bahan fisil itu ke dalamnya adalah pertanyaan yang lebih besar, sesuatu yang tidak diketahui yang jauh lebih besar,” kata Jeremy Binnie, seorang analis rudal Iran di Janes, perusahaan intelijen pertahanan.

    Khorramshahr merupakan rudal yang paling mungkin digunakan karena muatannya seberat 1.800 kg akan memungkinkannya membawa perangkat nuklir sejauh 2.000 kilometer, sehingga menempatkan Tel Aviv dalam jangkauannya.

    Langkah pertama adalah membentuk uranium menjadi bola kemudian mengembangkan mekanisme pemicu untuk memulai reaksi nuklir untuk peledakan.

    “Itu sebenarnya adalah alat yang cukup rumit untuk diproduksi, karena Anda perlu membungkus bahan peledak konvensional ke rumah mekanisme pemicu,” kata Binnie.

    Iran juga perlu membangun kembali ruang uji bahan peledak karena lokasi di Parchin dihancurkan setelah perjanjian nuklir 2015.

    “Perkiraan intelijen menunjukkan bahwa Iran tidak begitu maju, dan itu akan menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan senjata nuklir yang dapat dikirim dengan sangat cepat,” imbuh Binnie.

    Perangkat itu akan membutuhkan 16 ribu kg uranium U-235 untuk satu senjata. Namun, jika Iran memilih untuk bergerak lebih cepat, mereka dapat menggunakan hulu ledak nuklir seberat 7 kg.

    Ini akan menghasilkan hasil yang hanya di bawah 16.000 ton bahan peledak konvensional yang setara dengan bom yang dijatuhkan AS di kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945, menurut Iran Watch.

    “Beberapa pakar yakin bahwa Iran dapat menggunakan lebih sedikit material, dengan asumsi Iran akan menerima hasil yang lebih rendah untuk setiap senjata,” kata laporan tersebut. “Iran dapat menggunakan sedikitnya tujuh kilogram jika pengembang senjata Iran memiliki tingkat keterampilan ‘sedang’.”

    Terowongan dalam

    Ibu Dolzikova mengatakan perkiraan intelijen menyebutkan kemampuan Iran untuk memiliki rudal nuklir antara enam dan 18 bulan, yang memberikan waktu untuk merencanakan serangan sepenuhnya.

    Tetapi, Iran sangat menyadari kemungkinan serangan terhadap program nuklirnya dan telah menyebarkan serta memperkuat fasilitasnya.

    Natanz, yang terletak 225 km di selatan Teheran, merupakan situs pengayaan utama Iran dengan empat terowongan yang dibor ke dalam gunung untuk menyediakan perlindungan bawah tanah terhadap serangan udara.

    Fordow, pabrik yang diperkuat dengan kuat yang tertanam di gunung dekat Qom, adalah bekas pangkalan Korps Garda Revolusi Islam yang dibangun untuk menahan serangan.

    Sebagian besar situs lainnya dapat disebar, meskipun rentan terhadap penemuan intelijen Israel dan Amerika baik melalui sumber manusia maupun satelit dan intelijen komunikasi.

  • Dampak Tarif Trump, Analis: Harga Emas Menguat, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000

    Dampak Tarif Trump, Analis: Harga Emas Menguat, Rupiah Bisa Tembus Rp17.000

    Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan tarif impor yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpotensi berdampak signifikan terhadap harga emas dunia. Namun, di sisi lain, kebijakan ini berisiko melemahkan nilai tukar rupiah. 

    Trump diketahui mengumumkan kebijakan tarif resiprokal yang berdampak signifikan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dalam kebijakan ini, produk non-migas Indonesia dikenakan tarif sebesar 32% saat memasuki pasar AS.

    Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kebijakan tersebut membuat harga emas dunia melonjak sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global. 

    “Pagi tadi, harga emas sempat menyentuh level US$3.180 per troy ounce, dan ada kemungkinan besar dalam minggu depan harga emas dunia bisa mencapai US$3.200,” ujarnya kepada awak media, Kamis (3/4/2025). 

    Menurutnya, selain dampak dari kebijakan tarif impor AS, lonjakan harga emas juga dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Di Timur Tengah, AS mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait isu reaktor nuklir. 

    Di Eropa, meskipun Rusia dan Ukraina telah menandatangani perjanjian damai, dua negara Eropa lainnya tengah bersiap mengirim pasukan untuk bergabung dengan Ukraina. Ini meningkatkan risiko pecahnya kembali konflik di kawasan tersebut. 

    “Hal tersebut menandakan potensi konflik kembali pecah di kawasan tersebut. Perjanjian damai yang disponsori AS dinilai lebih menguntungkan Rusia dibandingkan dengan Ukraina,” tutur Ibrahim. 

    Sementara itu, dampak kebijakan perdagangan AS juga tecermin pada nilai tukar rupiah yang kembali mengalami tekanan. Rupiah diperkirakan melemah ke level Rp16.900 per dolar AS dalam waktu dekat, bahkan berpotensi tembus Rp17.000.

    “Perang dagang ini bisa membuat mata uang rupiah kembali melemah, dan kemungkinan besar dalam minggu-minggu ini pembukaan pasar di level Rp16.900 dan ada kemungkinan besar pecah telur juga di Rp17.000,” kata Ibrahim.

    Ibrahim menambahkan bahwa pasar saham domestik juga terdampak dengan proyeksi penurunan indeks saham sekitar 2%-3% pada perdagangan awal pekan depan, Selasa (8/4/2025) akibat ketidakpastian pasar global.

    Dia menyatakan pemerintah perlu mengambil langkah strategis dalam menghadapi dampak negatif dari kebijakan tarif impor AS. Salah satunya dengan menerapkan aksi balasan terhadap produk impor asal Negeri Paman Sam.

    “Selain itu, pemerintah juga perlu mempercepat diversifikasi pasar ekspor, terutama dengan memperkuat kerja sama dalam forum BRICS agar ekspor yang sebelumnya surplus ke AS dapat dialihkan ke negara mitra lainnya,” ucapnya. 

    Di sisi lain, stimulus ekonomi juga diperlukan untuk menjaga daya saing industri dalam negeri. Bank Indonesia (BI) diharapkan terus melakukan intervensi di pasar keuangan guna menstabilkan nilai tukar rupiah, salah satunya melalui perdagangan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) serta pengelolaan obligasi.

    Menurut Ibrahim, jika strategi tersebut dapat dijalankan dengan baik, Indonesia diharapkan mampu menghadapi dampak perang dagang dan menjaga stabilitas perekonomian nasional dalam menghadapi tekanan global. 

  • Jarak Iran Serang Diego Garcia Sejauh Jakarta-Manokwari, Pesawat Siluman Siaga di Pangkalan Besar AS – Halaman all

    Jarak Iran Serang Diego Garcia Sejauh Jakarta-Manokwari, Pesawat Siluman Siaga di Pangkalan Besar AS – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Para pemimpin militer top Iran dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan serangan pendahuluan terhadap Diego Garcia, pangkalan besar AS di sudut terpencil Samudra Hindia.

    Pangkalan tersebut merupakan tempat sekitar sepertiga pesawat pengebom B-2 “Stealth” Amerika saat ini dikerahkan.

    Kehadiran pesawat tempur canggih senilai $2 miliar di pangkalan militer AS-Inggris terjadi saat Presiden AS Donald Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran, memperingatkannya untuk tidak melanjutkan program nuklir.

    Tujuh pesawat pengebom telah diterbangkan ke Diego Garcia, dengan Trump memberi ancaman Iran tidak membuat kesepakatan.

    “Akan ada pengeboman. Itu akan menjadi pengeboman—yang belum pernah mereka lihat sebelumnya,” ucapnya dikutip dari The Telegraph India.

    AS memiliki total sekitar 20 pesawat pengebom B-2, jadi membawa sejumlah besar pesawat ke Diego Garcia dapat mengindikasikan bahwa AS bermaksud menyerang Iran dan Houthi yang didukung Iran di Yaman.

    Atau, hal ini berfungsi sebagai peringatan keras bagi Iran, yang dimaksudkan untuk mengintimidasi para pemimpinnya.

    Pesawat pengebom B-2 dikenal sebagai “hantu langit” karena mereka dapat menerobos pertahanan udara paling canggih.

    “Penempatan ini merupakan sinyal yang jelas bagi Iran,” kata analis CNN Cedric Leighton, seorang pensiunan kolonel Angkatan Udara AS.

    “Ini bisa menjadi peringatan langsung untuk menghentikan dukungan bagi Houthi di Yaman atau cara bagi pemerintahan Trump untuk menekan Teheran agar merundingkan perjanjian nuklir baru.”

    Serangan Awalan

    Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada The Telegraph, London, bahwa komandan militer telah diminta untuk menargetkan pangkalan gabungan Inggris-AS dalam upaya untuk mencegah serangan terhadap Iran.

    Beberapa pemimpin Iran berpendapat bahkan serangan simbolis terhadap Diego Garcia akan menunjukkan bahwa Amerika tidak dapat menyerang mereka tanpa menanggung akibatnya.

    Seorang pejabat Iran mengatakan kepada The Telegraph, London, “Ada yang mengusulkan agar rudal ditembakkan ke pulau itu—bukan dengan maksud untuk mengenai apa pun, tetapi jatuh ke air—untuk mengirim pesan yang jelas kepada Amerika bahwa kami serius.”

    Hingga baru-baru ini, lokasi terpencil Diego Garcia dianggap membuatnya kebal terhadap serangan musuh.

    Letaknya di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.960 km barat daya Thiruvananthapuram dan 3.500 km timur Tanzania.

    Jarak terpendek antara Iran dan Diego Garcia adalah 3.795 km, atau sejauh sekitar jarak Jakarta ke Manokwari.

    Pesawat pengebom B-2 dapat menempuh jarak ini dengan bantuan enam pesawat tanker KC-135 yang diparkir di landasan pacu lapangan udara Diego Garcia, yang menyediakan pengisian bahan bakar di udara.

    Angkatan Udara AS hanya memiliki 20 pesawat pengebom siluman, yang berarti bahwa antara 20 dan 35 persen dari seluruh armada kini dikerahkan di Samudra Hindia, menurut The War Zone (TWZ), situs web urusan militer yang disegani.

    Karena hanya sebagian dari armada B-2 yang tersedia untuk penggunaan operasional pada satu waktu karena perawatan dan faktor-faktor lain, ini merupakan persentase yang lebih tinggi dari pesawat pengebom yang tersedia bagi angkatan udara untuk misi.

    B-2 menimbulkan ancaman signifikan terhadap Iran dan program nuklirnya, karena mampu menembus jauh ke dalam wilayah musuh untuk melakukan serangan presisi terhadap fasilitas yang diperkeras dan terkubur dalam.

    B-2 adalah satu-satunya pesawat AS yang mampu menyebarkan bom penghancur bunker seberat 30.000 pon, kata TWZ.

    Pihak berwenang AS meyakini Iran saat ini tidak memiliki senjata nuklir, tetapi mereka memperkirakan perlu waktu beberapa minggu atau hari bagi Iran untuk memproduksi bahan fisil yang dibutuhkan.

    Pesawat pengebom B-2 dikerahkan dalam serangan presisi terhadap Houthi pada Oktober 2024.

    Pesawat pengebom lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, menargetkan lima fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah yang diperkeras di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

    Siaran pers Pangkalan Angkatan Udara Whiteman menyatakan bahwa pesawat pengebom itu dilengkapi dengan bom penghancur bunker seberat 30.000 pon yang mampu menembus lapisan baja paling tebal sekalipun.

    Dulu dianggap berada di luar jangkauan musuh AS, Diego Garcia mungkin tidak lagi tak tersentuh berkat kemajuan teknologi militer.

    TWZ mencatat bahwa Iran memiliki kapal perang “pangkalan laut”, Shahid Mahdavi, “kapal kontainer yang dimodifikasi tempat rudal dan pesawat nirawak dapat diluncurkan.”

    Iran memiliki sejarah menggunakan kapal kargo yang dimodifikasi sebagai “kapal induk” untuk serangan rahasia, kata TWZ.

    Kapal-kapal Iran dapat berupaya untuk mengalahkan pertahanan apa pun di Diego Garcia dengan meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak dalam jumlah besar, demikian dilaporkan TWZ.

    Disebutkan bahwa Iran menggunakan taktik serupa terhadap Israel dua kali tahun lalu, “yang membutuhkan pasukan AS, Israel, dan pasukan asing lainnya yang signifikan untuk membantu meredam” serangan tersebut.

    TWZ juga memperingatkan bahwa kehilangan satu pun B-2 akibat “serangan pesawat nirawak kelas bawah akan menjadi pukulan telak bagi kemampuan strategis Amerika yang ada.”

    Sebuah laporan dari lembaga pemikir Hudson Institute di Washington menyatakan bahwa hanya dibutuhkan lima rudal dengan hulu ledak untuk menghancurkan atau merusak parah setiap pesawat yang berada di landasan penerbangan tempur utama di Diego Garcia.

    Shahid Mahdavi dan korvet Angkatan Laut Iran mengunjungi Port Klang di Malaysia pada bulan Februari sebelum berlayar di lepas pantai Pakistan, India, dan Sri Lanka.

    Armada tersebut dilaporkan berada dalam jarak 1.300 km dari Diego Garcia di dekat garis khatulistiwa.

    Trump tetap bertekad untuk menghentikan program pengembangan nuklir Iran. Ia dilaporkan telah menulis surat kepada pejabat Iran dan mendesak mereka untuk mengadakan perundingan langsung.

    Meskipun Iran telah menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam perundingan tidak langsung, ketegangan tetap tinggi.

    “Ada dua cara untuk menangani Iran: secara militer, atau membuat kesepakatan. Saya lebih suka membuat kesepakatan karena saya tidak ingin menyakiti Iran,” kata Trump kepada Fox News bulan lalu.

    Trump memberi Iran waktu hingga awal Mei untuk menyelesaikan kesepakatan. Iran dan AS membuat kesepakatan selama masa jabatan presiden Barack Obama, tetapi Trump membatalkan kesepakatan tersebut selama masa jabatan pertamanya.

    Sejak pertengahan Maret, serangan AS telah menewaskan sedikitnya 53 orang, menurut kementerian kesehatan yang dipimpin Houthi.

    Serangan itu terjadi sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman terhadap kapal perang AS, dengan para militan mengklaim tindakan mereka sebagai bentuk solidaritas dengan Gaza di tengah serangan Israel yang terus berlanjut.

    Retorika Trump yang memanas hanya menambah ketegangan.

    “Berhentilah menembaki kapal-kapal AS, dan kami akan berhenti menembaki kalian. Jika tidak, kita baru saja memulai, dan penderitaan yang sesungguhnya belum datang – baik bagi Houthi maupun sponsor mereka di Iran,” kata Trump di platform Truth Social miliknya.

  • Media Israel Akui Houthi Tangguh: Tak Ada Tanda Akan Menyerah meski Digempur AS – Halaman all

    Media Israel Akui Houthi Tangguh: Tak Ada Tanda Akan Menyerah meski Digempur AS – Halaman all

    TRIBUNNEWS.COM – Kelompok Houthi di Yaman tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah meski sudah digempur oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

    Houthi bahkan mengklaim akan terus menyerang kapal perang AS di Laut Merah. Serangan itu dimulai sejak perang di Jalur Gaza meletus tanggal 7 Oktober 2023.

    AS meminta Houthi untuk berhenti menyerang kapal-kapal terafiliasi Israel di Laut Merah. Namun, Houthi memilih mengabaikannya.

    Houthi terus menargetkan kapal dan bahkan meningkatkan serangan ke Israel dalam dua minggu terakhir dengan belasan rudal balistik.

    Media besar Israel The Jerusalem Post mengakui ketangguhan Houthi dan menyebutnya belum akan berhenti.

    “Pertanyaannya apa yang akan terjadi selanjutnya. Houthi tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Mereka berupaya memasang wajah berani dalam upaya mereka,” kata media itu.

    “Kenyataannya ialah bahwa Houthi tidak punya banyak senjata dan mereka tampaknya tidak bisa merusak kapal perang AS.”

    Media Israel itu mengatakan Houthi tidak perlu melakukan banyak hal agar bisa bertahan dari serangan AS.

    “Houthi bisa bersembunyi di gua dan bunker, dan tidak jelas bagaimana mereka akan dikalahkan dalam jangka panjang.”

    “Mereka bisa memilih untuk menuntut perdamaian dan sepakat untuk menghentikan serangan. Namun, tidak jelas apakah hal itu akan membuat malu mereka. Houthi sukses melawan Arab Saudi tahun 2015 hingg 2022.”

    Arab Saudi ikut campur dalam persoalan di Yaman dengan cara mendukung pemerintahan Yaman untuk melawan Houthi. Dengan bantuan Iran, Houthi lalu melawan Arab Saudi. Hal itu menunjukkan bahwa Houthi tidak mudah untuk ditundukkan.

    RUDAL BALISTIK – Tangkap layar Khaerni, Selasa (25/3/2025) menunjukkan peluncurkan rudal balistik kelompok Houthi dari Yaman yang menargetkan Tel Aviv, Israel. Houthi menegaskan, entitas Israel dan Israel menjadi sasaran serangan yang sah seiring dilakukannya lagi agresi militer Israel di Jalur Gaza. (Khaberni)

    Adapun tanggal 3 April kemarin Houthi dilaporkan melancarkan serangan besar terhadap kapal perang AS di Laut Merah. Salah satu yang kapal yang diserang adalah kapal induk USS Harry S. Truman.

    Houthi mengklaim serangan itu adalah balasan atas serangan AS di Yaman.

    “Serangan AS yang menargetkan bangunan manajemen air di Distrik Al Mansouriyah di Provinsi Hudaydah dengan beberapa serangan pada hari Kamis menyebabkan tiga orang tewas dan dua terluka, kebanyakan adalah pegawai,” kata Houthi,

    “Operasi militer kami untuk melawan AS akan berlanjut, menargetkan kapal perangnya di zona operasional yang dideklarasikan.”

    Menurut Houthi, pihaknya menggunakan sejumlah rudal penjelajah dan drone atau pesawat tanpa awak dalam serangan terhadap USS Harry S. Truman.

    Di samping itu, Houthi juga mengaku akan terus menargetkan kapal Israel yang berlayar di Laut Merah. Serangan itu baru akan berhenti jika perang di Gaza diakhiri.

    Kembali jatuhkan MQ-9 Reaper

    Tempo hari Houthi kembali berhasil menjatuhkan drone MQ-9 Reaper milik AS.

    Dalam pernyataanya pada hari Senin kemarin, Houthi menyebut drone itu merupakan MQ-9 ke-16 yang dijatuhkan pihaknya sejak perang di Jalur Gaza meletus tanggal 7 Oktober 2023.

    “Sebagai balasan atas agresi militer Amerika terhadap negara kami, sistem pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh satu drone MQ-9 saat melanjakan misi permusuhan di langit Provinsi Ma’arib dengan rudal buatan lokal yang sesuai,” kata Houthi dikutip dari Press TV.

    Reaper adalah drone yang sangat mahal karena bernilai $32 juta atau sekitar setengah triliun rupiah. 

    PESAWAT TANPA AWAK – Sebuah MQ-9 Reaper menerbangkan misi pelatihan di atas Nevada Test and Training Range pada 15 Juli 2019. Houthi Yaman dilaporkan menembak jatuh drone AS pada 4 Maret 2025. (Foto Angkatan Udara AS oleh Prajurit Kelas 1 William Rio Rosado)

    Sudah ada enam belas Reaper yang dihancurkan Houthi. Oleh karena itu, kerugian AS mencapai Rp8 triliun.

    Reaper rawan dijatuhkan oleh musuh-musuh AS. Drone ini bahkan kerap menjadi korban Houthi.

    Reaper mampu terbang hingga ketinggian 15.240 meter dan terbang di udara selama 24 jam. Drone ini adalah aset yang sangat penting bagi militer AS dan operasi Intelijen.

    (*)

  • Hadapi Tarif Impor Trump, Perdagangan BRICS Harus Diperkuat

    Hadapi Tarif Impor Trump, Perdagangan BRICS Harus Diperkuat

    Jakarta, Beritasatu.com – Indonesia perlu memperkuat perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS untuk mencari sumber pendapatan baru di tengah penerapan tarif impor tinggi oleh Donald Trump.

    Ekonom dan praktisi pasar modal dari PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menyampaikan, kebijakan tarif impor Trump yang agresif dapat berdampak negatif terhadap ekonomi dan pasar keuangan Indonesia. Oleh karena itu, memperkuat perdagangan dengan BRICS menjadi solusi strategis untuk memitigasi dampak tarif AS.

    “Indonesia perlu memperkuat perdagangan dengan negara-negara anggota BRICS untuk mencari sumber pendapatan yang baru,” ujar Hans Kwee, Kamis (3/4/2025).

    Diketahui, Indonesia secara resmi menjadi anggota BRICS pada awal 2025. BRICS sendiri dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, lalu Afrika Selatan bergabung pada 2010. BRICS pada tahun lalu juga telah memperluas keanggotaannya dengan menerima Mesir, Iran, Ethiopia, hingga Uni Emirat Arab.

    Disampaikan  Hans Kwee, kebijakan tarif impor ini berisiko menurunkan kinerja ekspor dan surplus neraca perdagangan.

    Hans juga menyoroti potensi dampak kebijakan tarif ini terhadap nilai tukar rupiah. Ia memproyeksikan rupiah akan melemah akibat penguatan dolar AS terhadap mata uang global.

    Sementara itu, sektor pasar modal juga akan terdampak tarif impor Trump. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan terkoreksi mengikuti tren pelemahan di bursa Asia dan global.

  • Berikut Daftar 160 Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, termasuk Indonesia – Halaman all

    Berikut Daftar 160 Negara dan Wilayah yang Kena Tarif Baru Trump, termasuk Indonesia – Halaman all

    Donald Trump mengumumkan tarif baru 10 persen untuk semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain

    Tayang: Kamis, 3 April 2025 12:41 WIB

    YouTube The White House

    TARIF BARU AS – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru 10 persen untuk semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain, termasuk beberapa mitra dagang terbesar AS. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru 10 persen untuk semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi pada puluhan negara lain, termasuk beberapa mitra dagang terbesar AS.

    Trump memberlakukan ‘Tarif Timbal Balik’ terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia. Presiden mengatakan AS akan menggunakan uang yang dihasilkan dari tarif untuk “mengurangi pajak dan membayar utang nasional kami.”

    “Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami,” ujar Trump saat mengumumkan langkah-langkah baru tersebut.

    Trump kemudian mengangkat bagan besar berjudul ‘Tarif Timbal Balik’. Kolom pertama adalah daftar negara. Kemudian, kolom kedua merupakan besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS. Kemudian, kolom ketiga berisi tarif balasan yang dikenai AS terhadap negara itu.

    Berikut daftar 160 negara dan wilayah yang dikenakan tarif oleh AS:

    1. China: 34 persen
    2. Uni Eropa:20%
    3. Vietnam: 46%
    4. Taiwan: 32%
    5. Jepang: 24%
    6. India: 26%
    7. Korea Selatan: 25%
    8. Thailand: 36%
    9. Swiss: 31%
    10. Indonesia: 32%
    11. Malaysia: 24%
    12. Komboja: 49%
    13. Inggris: 10%
    14. Afrika Selatan: 30%
    15. Brasil: 10%
    16. Bangladesh: 37%
    17. Singapura: 10%
    18. Israel: 17%
    19. Filipina: 17%
    20. Chile: 10%
    21. Australia: 10%
    22. Pakistan: 29%
    23. Turki: 10%
    24. Sri Langka: 44%
    25. Kolombia: 10%
    26. Peru: 10%
    27. Nikaragua: 18%
    28. Norwegia: 15%
    29. Kosta Rika: 10%
    30. Jordan: 20%
    31. Republik Dominika: 10%
    32. Uni Emirat Arab: 10%
    33. Selandia Baru: 10%
    34. Argentina: 10%
    35. Ekuador: 10%
    36. Guatemala: 10%
    37. Honduras: 10%
    38. Madagaskar: 47%
    39. Myanmar: 44%
    40. Tunisia: 28%
    41. Kazakhstan: 27%
    42. Serbia: 37%
    43. Mesir: 10%
    44. Arab Saudi: 10%
    45. El Savador: 10%
    46. Pantai Gading: 21%
    47. Laos: 48%
    48. Botswana: 37%
    49. Trinidad dan Tabago: 10%
    50. Maroko: 10%
    51. Algeria: 30%
    52. Oman: 10%
    53. Uruguay: 10%
    54. Bahamas: 10%
    55. Lesotho: 50%
    56. Ukraina: 10%
    57.Bahrain: 10%
    58. Qatar: 10%
    59. Mauritius: 40%
    60. Fiji: 32%
    61. Islandia: 10%
    62. Kenya: 10%
    63. Liechtenstein: 37%
    64. Guyana: 38%
    65. Haiti: 10%
    66. Bosnia-Herzegovina: 35%
    67. Nigeria: 14%
    68. Namibia: 21%
    69. Brunei: 24%
    70. Bolivia:  10%
    71. Panama: 10%
    72. Venezuela: 15%
    73. Makedonia Utara: 33%
    74. Ethiopia: 10%
    75. Ghana: 10%
    76. Moldova: 31%
    77. Angola: 32%
    78. Republik Demokratik Kongo: 11%
    79. Jamaika: 10%
    80. Mozambik: 16%
    81. Paraguay: 10%
    82. Zambia: 17%
    83. Lebanon: 10%
    84. Tanzania: 10%
    85. Irak: 39%
    86. Georgia: 10%
    87. Senegal: 10%
    88. Azerbaijan: 10%
    89. Kamerun: 11%
    90. Uganda: 10%
    91. Albania: 10%
    92. Armenia: 10%
    93. Nepal: 10%
    94. Sint Maarten: 10%
    95. Kepulauan Falkland: 41%
    96. Gabon: 10%
    97. Kuwait: 10%
    98. Togo: 10%
    99. Suriname: 10%
    100. Belize: 10%
    101. Papua Nugini: 10%
    102. Malawi: 19%
    103. Liberia: 10%
    104. British Virgin Islands: 10%
    105. Afganistan: 10%
    106. Zimbabwe: 18%
    107. Benin: 10%
    108. Barbados: 10%
    109. Monako: 0%
    110. Suriah: 41%
    111. Uzbekistan: 10%
    112. Republik Kongo: 10%
    113. Jibuti: 10%
    114. Polinesia Prancis: 10%
    115. Kepulauan Cayman: 10%
    116. Kosovo: 10%
    117. Curaçao: 10%
    118. Vanuatu: 22%
    119. Rwanda: 10%
    120. Sierra Leone: 10%
    121. Mongolia: 10%
    122. San Marino: 10%
    123. Antigua dan Barbuda: 10%
    124. Bermuda: 10%
    125. Eswatini: 10%
    126. Kepulauan Marshall: 10%
    127. Saint Pierre dan Miquelon: 50%
    128. Saint Kitts dan Nevis: 10%
    129. Turkmenistan: 10%
    130. Grenada: 10%
    131. Sudan: 10%
    132. Kepulauan Turks dan Caicos: 10%
    133. Aruba: 10%
    134. Montenegro: 10%
    135. Saint Helena: 10%
    136. Kirgistan: 10%
    137. Yaman: 10%
    138. Saint Vincent and Grenadines: 10%
    139. Niger: 10%
    140. Saint Lucia: 10%
    141. Nauru: 30%
    142. Guinea Khatulistiwa: 13%
    143. Iran: 10%
    144. Libya: 31%
    145. Samoa: 10%
    146. Guinea: 10%
    147. Timor Leste: 10%
    148. Monstserrat: 10%
    149. Chad: 13%
    150. Mali: 10%
    151. Sao Tome dan Príncipe: 10%
    152. Pulau Norfolk: 29%
    153. Gibraltar: 10%
    154. Tuvalu: 10%
    155. Teritori Inggris di Samudra Hindia: 10%
    156. Tokelau: 10%
    157. Guinea-Bissau: 10%
    158. Svalbard dan Jan Mayen: 10%
    159. Pulau Heard dan Kepulauan McDonald: 10%
    160. Réunion: 37%

    “);
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:’4′,img:’thumb2′}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }
    else{
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    $(“#test3”).val(“Done”);
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else if (getLast > 150) {
    if ($(“#ltldmr”).length == 0){
    $(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya’);
    }
    }
    }
    });
    });

    function loadmore(){
    if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();
    var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));
    $(“#latestul”).append(“”);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast ;
    if($(“#test3”).val() == ‘Done’){
    newlast=0;
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast + 1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;
    if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;
    else cat=””;
    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    else{
    $.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, {start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’}, function(data) {
    $.each(data.posts, function(key, val) {
    if(val.title){
    newlast = newlast+1;
    if(val.video) {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = ” “;
    }
    else
    {
    var vthumb = “”;
    var vtitle = “”;
    }
    if(val.thumb) {
    var img = “”+vthumb+””;
    var milatest = “mr140”;
    }
    else {
    var img = “”;
    var milatest = “”;
    }
    if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+””;
    else subtitle=””;

    $(“#latestul”).append(“”+img+””);
    }else{
    return false;
    }
    });
    $(“.loading”).remove();
    });
    }
    }

    Berita Terkini