Negara: Inggris

  • Cerita Horor Penumpang Japan Airlines yang Tabrakan: Hampir Mati

    Cerita Horor Penumpang Japan Airlines yang Tabrakan: Hampir Mati

    Jakarta, CNN Indonesia

    Penumpang Japan Airlines (JAL) mengungkap situasi mencekam kala pesawat yang ditumpanginya itu terbakar usai bertabrakan dengan pesawat lain di landasan pacu Bandara Haneda, Tokyo, Jepang, Selasa (2/1).

    Seluruh 379 penumpang JAL516 itu selamat usai dievakuasi keluar pesawat yang terbakar. Tsubasa Sawada (28), warga Tokyo yang baru kembali dari liburan di Sapporo, mengatakan ada ledakan di pesawat sekitar 10 menit setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi.

    “Saya hanya bisa mengatakan itu adalah keajaiban. Kami bisa mati jika terlambat,” kata Sawada kepada Reuters.

    Dalam video yang diterima Reuters, kabin pesawat Airbus350-900 itu tampak dipenuhi kepulan asap dan membuat banyak penumpang cemas, panik, dan kebingungan. Sementara itu, penumpang lain berpegangan pada anak-anak mereka yang menjerit ketakutan.

    “Tolong keluarkan saya dari sini,” teriak seorang perempuan dalam sebuah video.

    “Kenapa kalian tidak membuka saja [pintunya],” jerit seorang anak.

    Sawada mengatakan dirinya sudah mengira tak akan selamat saat menyadari api telah melalap sebagian badan pesawat.

    Menurut beberapa laporan media Jepang, hanya tiga dari total delapan pintu pesawat yang bisa dibuka saat insiden berlangsung.

    Kru pesawat akhirnya berhasil mengevakuasi seluruh penumpang keluar pesawat tepat waktu dari tiga pintu tersebut.

    “Saya benar-benar berpikir akan mati,” kata Sawada.

    “Setelah kecelakaan itu terjadi, saya tertawa sedikit pada awalnya saat saya bisa melihat beberapa percikan api keluar [dari mesin] tapi ketika api mulai membesar, saya menyadari itu lebih dari sekadar sesuatu,” lanjut dia.

    Dalam video yang dibagikan kepada Reuters, pramugari Japan Airlines terlihat mengimbau para penumpang untuk tetap tenang dengan meminta mereka kooperatif.

    Satoshi Yamake (59), penumpang yang duduk di dekat bagian depan pesawat, mengatakan para kru pesawat dengan cepat mengerahkan penumpang ke jalur evakuasi yang diikuti dengan tertib.

    Menurut maskapai, evakuasi dimulai tak lama setelah pesawat berhenti. Semua penumpang dibawa ke tempat yang aman dalam kurun waktu kurang dari 20 menit.

    Rekaman video juga menunjukkan para penumpang dievakuasi dengan tenang dan tak terlihat membawa tas tangan apa pun.

    Sesuai dengan peringatan badan keselamatan penerbangan selama ini, membawa barang dan tas saat keadaan darurat di pesawat berisiko mempersulit operasi penyelamatan dan berakhir menghilangkan nyawa.

    “Awak kabin telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Sepertinya tidak ada penumpang yang membawa barang bawaan. Itu adalah keajaiban bahwa semua penumpang bisa turun,” kata direktur keselamatan udara di konsultan penerbangan yang berbasis di Inggris Ascend by Cirium, Paul Hayes.

    Seorang pejabat kementerian transportasi Jepang juga mengatakan dalam briefing media bahwa prosedur evakuasi maskapai “dilakukan dengan tepat.”

    Saat insiden terjadi, 115 unit pemadam kebakaran juga sudah dikerahkan untuk bersiaga di lokasi kejadian guna memadamkan kobaran api. Api itu merambat dari belakang pesawat hingga akhirnya menelan seluruh bagian pesawat dalam bola api.

    Pesawat JAL516 terbakar setelah bertabrakan dengan pesawat yang lebih kecil, Coast Guard, tak lama setelah mendarat. Lima dari enam awak pesawat Coast Guard tewas di tempat.

    Tabrakan itu terjadi pada pukul 17.46 sore waktu setempat.

    Kapten pesawat telah diberi izin untuk mendarat namun diduga tak melihat keberadaan pesawat patroli maritim Dash-8 buatan Bombardier dari Coast Guard di bawahnya.

    Pihak berwenang hingga kini masih menyelidiki kecelakaan tersebut.

    (blq/rds)

    [Gambas:Video CNN]

  • Mengapa Thailand Tidak Pernah Dijajah?

    Mengapa Thailand Tidak Pernah Dijajah?

    Jakarta, CNN Indonesia

    Jepang dan Thailand adalah negara di Asia yang tidak pernah merasakan kolonialisme atau penjajahan Eropa.

    Dilansir dari National Geographic, kolonialisme didefinisikan sebagai kontrol oleh satu kekuasaan atas suatu wilayah atau masyarakat yang bergantung.

    Kolonialisme atau penjajahan terjadi ketika suatu negara menundukkan negara lain, menaklukkan penduduknya dan mengeksploitasi. Kolonialisme seringkali memaksakan nilai-nilai budaya dan bahasanya kepada pihak yang dijajah.

    Pada tahun 1914, sebagian besar negara di dunia pernah merasakan penjajahan Eropa.

    Terhindarnya Thailand dari penjajahan negara-negara Eropa berkaitan dengan reformasi sentralisasi oleh Raja Chulalongkorn.

    Thailand yang dahulu disebut sebagai Kerajaan Siam terletak di antara Burma yang dikuasai Inggris dan Indochina yang dikuasai Prancis, sekarang menjadi Vietnam, Laos, dan Kamboja.

    Raja-raja Siam, khususnya Chulalongkorn, menyadari bahwa satu-satunya menghindari penjajahan adalah mendekatkan diri kepada Eropa.

    Pada pertengahan abad ke-19, Siam memiliki sistem politik unik dan mapan yang disebut sebagai Mandala, dilansir dari New Historian.

    Sistem Mandala justru berfokus pada wilayah pengaruh dimana penguasa yang lebih lemah memberikan penghormatan kepada penguasa yang lebih berkuasa.

    Kerajaan Siam berusaha memadukan beberapa faktor yang ada untuk menghindari kekuatan Eropa.

    Pertama, letak geografis Siam yang berada di antara Semenanjung Malaya di bawah koloni Inggris dan Indochina di bawah koloni Perancis memungkinkan wilayah tersebut menjadi zona netral.

    Kedua, Raja Chulalongkorn mengubah sistem politiknya dengan lebih Eropa dan menjadi pertanda dimulainya proyek besar-besaran untuk memodernisasi Thailand.

    Aspek penting dari proyek ini adalah pembuatan peta, karena orang Siam menyadari bahwa orang Eropa banyak menekankan pada ilmu pengetahuan, khususnya ilmu topografi.

    Peta digunakan Inggris dan Perancis sebagai penentu wilayah yang mereka kuasai dan ketika perbatasan tidak jelas, mereka memanfaatkan kondisi ini untuk mengklaim wilayah tersebut.

    Ketiga, Raja Chulalongkorn mengubah kekuasaan yang tersebar menjadi terpusat.

    Raja mempunyai kekuasaan atas seluruh wilayah secara de facto, tetapi masih banyak wilayah yang tidak memiliki kepastian politik secara de jure.

    Raja Chulalongkorn untuk pertama kalinya dalam sejarah Siam membentuk pasukan khusus untuk mengendalikan penguasa lokal dan wilayah yang tidak diawasi.

    Raja Chulalongkorn melucuti dan menggulingkan penguasa lokal dengan memusatkan kekuasaan di Bangkok.

    Tindakan frontal Raja Chulalongkorn berkaitan dengan tekanan Barat yang terus berlanjut dan warisan kebijakan ayahnya, Raja Mongkut, yang memberikan konsesi teritorial kepada Barat.

    Pada Tahun 1893, Raja Chulalongkorn terpaksa menyerahkan seluruh wilayah Laos di sebelah timur Sungai Mekong kepada Prancis setelah kapal Perancis memaksa menyusuri Sungai Chao Phraya ke Bangkok, dikutip dari Britannica.

    Dua tahun kemudian, Kerajaan Siam kembali kehilangan hak atas empat negara bagian Melayu yang diserahkan kepada Inggris.

    Reformasi yang dilakukan Raja Chulalongkorn mencakup reorganisasi pemerintahan menjadi kementerian-kementerian yang dengan tanggung jawab fungsional dan birokrasi terpusat.

    Pemerintah juga menerapkan sistem administrasi yang seragam dan terpusat di provinsi-provinsi terpencil, mensistematisasikan pengumpulan pendapatan pemerintah, menghapuskan perbudakan dan persyaratan layanan tenaga kerja, menetapkan pengadilan hukum dan reformasi peradilan, memperkenalkan sistem sekolah modern, serta membangun sistem kereta api dan telegraf.

    Reorganisasi besar-besaran juga diberlakukan kepada kebiksuan Budha dengan memasukkan semua biksu di seluruh negeri ke dalam sangha sebagai hierarki keagamaan berskala nasional yang pada puncaknya terhubung dengan raja.

    Reformasi Raja Chulalongkorn berdampak luar biasa pada sejarah Thailand menjadi negara yang lebih modern.

    (bac/bac)

    [Gambas:Video CNN]

  • Ratu Denmark Mendadak Umumkan Turun Takhta, Ini Sosok Penggantinya

    Ratu Denmark Mendadak Umumkan Turun Takhta, Ini Sosok Penggantinya

    Kopenhagen

    Warga Denmark diberi kejutan pada Malam Tahun Baru saat Ratu Margrethe II mengumumkan pengunduran diri dan menyerahkan takhta ke putranya, Putra Mahkota Frederik. Lalu, apa saja yang diketahui tentang Putra Mahkota Frederik?

    Dilansir BBC, Senin (1/1/2024), Margrethe II bakal resmi turun takhta sebagai Ratu Denmark pada 14 Januari 2024. Dia telah menjadi ratu selama 52 tahun.

    “Saya akan menyerahkan tahta kepada putra saya, Putra Mahkota Frederik,” ucap Margrethe II dalam pengumuman secara langsung di TV.

    Penerusnya, Putra Mahkota Frederik sempat dikenal di Denmark sebagai seorang pangeran pesta pada awal tahun 1990-an. Namun, citra tersebut mulai berubah setelah Frederik lulus dari Universitas Aarhus pada tahun 1995 dengan gelar master dalam ilmu politik.

    Dia adalah bangsawan Denmark pertama yang menyelesaikan pendidikan universitas. Selama masa studinya, dia menghabiskan waktu di Harvard di Amerika Serikat, di mana dia mendaftar dengan nama samaran Frederik Henriksen.

    Dia juga bertugas di angkatan laut Denmark, di mana dia dijuluki ‘Pingo’ – yang menurut Mail diperoleh setelah pakaian selamnya terisi air selama kursus scuba diving dan dia harus berjalan seperti penguin.

    Pria berusia 55 tahun tersebut terkenal sebagai seorang pemberani dengan ikut serta dalam ekspedisi ski selama empat bulan melintasi Greenland pada tahun 2000. Dia sempat dirawat di rumah sakit karena kecelakaan kereta luncur dan skuter.

    Crown Prince Frederik of Denmark dan Crown Princess Mary of Denmark. (Photo by Ole Jensen/Getty Images) Foto: Getty Images

    Frederik, seperti Raja Charles III dari Inggris, dikenal karena kecintaannya terhadap lingkungan. Dia telah bersumpah untuk ‘memandu kapal’ Denmark ke masa depan.

    Istrinya, Putri Mary, dibesarkan di pulau Tasmania, Australia, dan bekerja sebagai pengacara ketika pasangan tersebut bertemu pada tahun 2000 di sebuah bar di Sydney selama Olimpiade.

    Mary pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak tahu bahwa pria yang ditemuinya adalah pangeran Denmark.

    “Setengah jam kemudian seseorang mendatangi saya dan berkata, ‘Apakah Anda tahu siapa orang-orang ini?’” ucapnya.

    Mereka dianggap oleh sebagian orang mewakili nilai-nilai modern dan telah berusaha mendidik keempat anak mereka – seorang perempuan, laki-laki dan saudara kembar – dengan pendidikan senormal mungkin. Keduanya mengirim anak-anak mereka ke sekolah negeri.

    Berbeda dengan tradisi kerajaan Inggris, tidak akan ada upacara penobatan resmi Putra Mahkota Frederik saat naik takhta sebagai Raja Denmark. Penobatannya hanya akan diumumkan dari Kastil Amalienborg di Kopenhagen pada hari itu.

    Dia akan menjadi Raja Denmark dan kepala negara di negara tersebut – yang merupakan monarki konstitusional – serta di Greenland dan Kepulauan Faroe.

    (haf/imk)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • 52 Tahun Menjabat, Ratu Denmark Margrethe II Umumkan Lepas Takhta

    52 Tahun Menjabat, Ratu Denmark Margrethe II Umumkan Lepas Takhta

    Jakarta, CNN Indonesia

    Ratu Denmark Margrethe II resmi bakal melepas takhta kerajaan pada 14 Januari 2024. Pengumuman tersebut dibagikan oleh Margrethe II saat memberikan pidato tahun baru Kerajaan Denmark, Minggu (31/12) waktu setempat.

    Menurut pemberitaan CNN, Minggu (31/12), Ratu Margrethe II akan mewarisi takhta kerajannya kepada sang anak, Pangeran Frederik.

    “Saya telah memutuskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat,” ujar Margrethe II dalam pidato tersebut, seperti diberitakan oleh CNN.

    “Pada tanggal 14 Januari 2024 – 52 tahun setelah saya menggantikan ayah tercinta saya – saya akan mengundurkan diri sebagai Ratu Denmark. Saya akan menyerahkan takhta kepada putra saya, Putra Mahkota Frederik,” tambahnya resmi menjadwalkan masa pengunduran diri.

    Ratu Margrethe II meletakkan jabatan ini usai 52 tahun duduk di kursi Kerajaan Denmark. Dalam waktu selama itu, Margrethe II sempat mengenang masa jabatan lebih dari lima dekade itu sebagai waktu yang berkesan.

    Namun, Margrethe II, yang berusia 83 tahun, menyadari bahwa kiprahnya tidak akan bisa sama lagi seperti masa-masa awal ia menduduki singgasana Kerajaan Denmark.

    Dalam pidato kenegaraan tersebut, Margrethe II pun mengaku jika operasi punggung yang ia hadapi pada Februari 2023 memberikannya pemikiran untuk memikirkan masa depannya sebagai Ratu di Kerajaan Denmark.

    “Waktu yang selama itu akan meninggalkan kesan kepada siapapun – termasuk kepada saya! Waktu terus berjalan, dan jumlah ‘penyakit’ juga semakin meningkat. Siapa pun tidak akan bisa melakukan seperti yang ia lakukan di masa lalu,” tambahnya.

    “Pada Februari tahun ini saya menjalani operasi punggung ekstensif,” kata Margrethe II.

    “Semuanya berjalan baik, berkat tenaga kesehatan yang berkompeten, yang merawat saya. Tentu saja, operasi ini memberikan pemikiran mengenai masa depan – apakah sekarang adalah saat yang tepat untuk meneruskan tanggung jawab tersebut kepada generasi berikutnya,” tutupnya.

    Ratu Margrethe II naik takhta Kerajaan Denmark pada 14 Januari 1972 setelah kematian ayahnya, Raja Frederik IX. Setelah kematian Ratu Inggris Elizabeth II tahun lalu, Margrethe menjadi monarki yang paling lama menjabat di Eropa dengan rentang waktu 52 tahun.

    Setelah Ratu Margrethe II resmi turun takhta pada 14 Januari, anaknya akan dilantik menjadi Raja Frederik X pada Januari mendatang, menurut keterangan resmi pihak Perdana Menteri Denmark, seperti diberitakan oleh CNN.

    Istrinya, Putri Mary yang merupakan kelahiran Australia, akan menjadi Permaisuri Denmark. Putri Mary akan menjadi orang Australia pertama yang menduduki peran tersebut.

    Berdasarkan konstitusi yang berlaku, anggota keluarga Kerajaan Denmark dikenal memiliki peran yang terbatas dalam aktivitas kenegaraan.

    Kekuasaan tertinggi berada di tangan parlemen, namun peresmian undang-undang baru harus melibatkan tanda tangan monarki yang diwakili oleh Raja maupun Ratu.

    Selain itu, Raja maupun Ratu Denmark memiliki peran penting di agenda internasional sebagai duta besar dan perwakilan negara.

    (far/pua)

    [Gambas:Video CNN]

  • DK PBB Setujui Resolusi Bantuan Kemanusiaan Gaza Usai AS Abstain

    DK PBB Setujui Resolusi Bantuan Kemanusiaan Gaza Usai AS Abstain

    New York

    Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui resolusi terbaru soal penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diselimuti perang selama beberapa bulan terakhir. Resolusi ini disetujui setelah Amerika Serikat (AS), yang bisa saja menolak dengan hak veto, memilih abstain.

    Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/12/2023), resolusi yang disponsori oleh Uni Emirat Arab ini mengalami perubahan pada beberapa bagian penting demi mengamankan kompromi. Resolusi ini akhirnya disepakati Dewan Keamanan PBB dalam voting pada Jumat (22/12) setelah mengalami penundaan beberapa hari.

    Hasil voting menunjukkan 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB memberikan suara dukungan untuk resolusi yang isinya menuntut semua pihak dalam perang antara Israel dan Hamas untuk mengizinkan “pengiriman bantuan kemanusiaan dalam skala besar yang aman dan tanpa hambatan”.

    AS, yang sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB memiliki hak veto yang bisa digunakan untuk menolak resolusi itu, memilih abstain dalam voting. Sama seperti AS, Rusia juga memilih abstain.

    Namun demikian, Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menyebut resolusi tersebut sebagai “langkah maju yang kuat”.

    “Dewan ini memberikan secercah harapan di tengah lautan penderitaan,” sebutnya.

    Diketahui bahwa resolusi ini juga menyerukan penciptaan “kondisi untuk penghentian permusuhan yang berkelanjutan”, namun tidak menyerukan diakhirinya pertempuran dengan segera.

    Pada awal bulan ini, Washington menggunakan hak veto untuk menolak resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera demi mengakhiri pertempuran sengit antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Akibatnya, resolusi itu gagal untuk diadopsi meskipun didukung oleh 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya.

    Inggris, sekutu AS, memilih untuk memberikan suara abstain pada saat itu.

    Sebelum voting untuk resolusi terbaru itu digelar, Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut bahwa serangan Israel menjadi “masalah sebenarnya” dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Guterres juga menyerukan kembali untuk gencatan senjata kemanusiaan.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Kesaksian WN Thailand 51 Hari Disandera Hamas di Terowongan Bawah Tanah Gaza

    Kesaksian WN Thailand 51 Hari Disandera Hamas di Terowongan Bawah Tanah Gaza

    Jakarta

    “Saya beruntung atau tidak?” Wichian Temthong merenungkan pertanyaan ini. “Saya kira saya beruntung, sebab saya masih di sini, masih hidup.”

    Pria yang bekerja sebagai buruh tani ini adalah satu dari 23 warga Thailand yang disandera, kemudian dibebaskan Hamas bulan lalu.

    Kini pria berusia 37 tahun ini kembali ke negaranya, tinggal di kamar kecil di kota pinggiran selatan Bangkok yang menjadi kawasan industri bersama istrinya, Malai.

    Walaupun dia selamat, tapi tiga pria muda Israel yang ditemuinya sewaktu ditahan rupanya tidak selamat. Mereka ditembak mati secara tidak sengaja oleh tentara Israel.

    Wichian bertandang ke Israel akhir September silam, seperti kebanyakan orang Thailand dari kawasan miskin di bagian timur laut negara itu, yang mencari nafkah di ladang-ladang Israel dengan harapan gaji lebih tinggi.

    Setelah sembilan hari, Wichian ditugaskan di perkebunan alpukat di Kibbutz Kfar Aza.

    Pada pagi pertamanya di sana – tanggal 7 Oktober – Wichian terbangun mendengar suara tembakan.

    Namun seiring dengan tembakan yang makin intens menjelang tengah hari, mereka memutuskan untuk mengunci diri di salah satu bangunan.

    Belum selesai menutup pintu bangunan, pria-pria bersenjata sudah mendobraknya, salah satu dari mereka memegang granat.

    Mereka mulai memukuli orang-orang Thailand ini dengan popor senapan.

    “Saya tengkurap seperti ini dan berteriak Thailand, Thailand, Thailand,” tutur Wichian seraya menunjukkan bagaimana kedua tangannya diletakkan di belakang kepala.

    “Tetapi mereka tetap memukuli saya. Yang bisa saya lakukan adalah tetap menundukkan kepala. Satu orang menghentakkan kakinya kepada saya. Saya merangkak ke bawah tempat tidur untuk bersembunyi.

    Saya berusaha mengirim pesan teks kepada istri saya, untuk bilang kepadanya saya diculik, tetapi mereka memboyong saya keluar dengan menarik kaki saya.”

    HOSTAGE AND MISSING FAMILIES FORUMDari kiri ke kanan: Alon Shamriz, Yotam Haim dan Samer Talalka

    Wichian akhirnya dibawa ke dalam terowongan-terowongan yang terletak jauh di bawah tanah Gaza, dan ditahan di sana selama 51 hari.

    Ini adalah cobaan yang menyedihkan, sebab dia satu-satunya orang Thailand di selnya.

    Dia tidak bisa berbahasa Inggris, sehingga hanya bisa berkomunikasi melalui gambar-gambar dan gerakan tangan.

    Kondisinya sangat muram. Para sandera hanya diberi makan sehari sekali; terkadang tidak lebih dari sepotong roti dan satu buah kurma kering.

    “Ketika saya mengalami stres berat mereka akan datang dan berbincang dengan saya, untuk menenangkan, tetapi saya tidak mengerti mereka.

    “Satu-satunya cara saya bertahan adalah dengan memikirkan wajah anak-anak saya, istri saya, dan ibu saya.”

    “Saat tidak ada lagi yang bisa dilakukan, saya cuma duduk bersandar ke dinding dan meditasi. Saya terus membatin mengenai hal yang sama berulang-ulang, bahwa saya harus bertahan hidup.”

    Wichian mengenang sandera-sandera lain yang disekap bersamanya di dalam terowongan; tiga orang Israel – Yotam, Sammy dan Alon – yang tetap berada di tahanan setelah Wichian dibebaskan, tetapi kemudian ditembak mati tentara-tentara Israel yang gugup setelah mereka keluar dari sekapan dan mengibarkan bendera putih, Jumat lalu.

    Wichian baru saja membaca berita tersebut, lengkap dengan foto-foto mereka, ketika kami datang untuk mewawancarainya.

    “Setiap hari teman-teman asing saya berusaha untuk saling mendukung satu sama lain. Kami akan berjabat tangan dan adu kepalan tangan.

    “Mereka menghibur saya dengan memeluk saya dan menepuk pundak saya. Tapi kami hanya bisa berkomunikasi dengan gerakan tangan.”

    Wichian mengetahui bahwa Yotam adalah pemain drum, dan Sammy gemar mengendarai motornya, dan bekerja di peternakan ayam. Wichian berupaya mengajarkan mereka beberapa kata dalam bahasa Thailand.

    Dia bercerita dua dari sandera Israel itu sudah disekap bersamanya sejak hari pertama. Yang ketiga bergabung bersama mereka pada 9 Oktober.

    Wichian berkisah para penyekap mereka tidak memperlakukan sandera dengan kejam, tetapi dalam beberapa minggu pertama di bawah tanah kadang-kadang mereka dipukuli dengan kabel listrik.

    “Kami selalu lapar. Kita hanya bisa menyesap air. Sebuah botol besar harus bisa untuk bertahan empat hingga lima hari, botol kecil untuk dua hari.”

    BBC/LULU LUOWichian dalam foto-foto ini bersama istri dan kedua anaknya. Ia mengatakan, akan kembali ke Israel untuk mendapatkan kesempatan menambah penghasilan dan menabung lebih banyak lagi.

    Dia benar-benar menderita karena tidak bisa mandi. Mereka diperbolehkan tidur siang hari, tidak pada malam hari. Mereka selalu dalam keadaan lembab – tidak ada yang bisa kering di terowongan bawah tanah.

    Wichian menyibukkan diri dengan berusaha membersihkan area tempat hidup mereka. Dia bahkan membantu penjaga-penjaga Hamas yang datang ke dalam terowongan setelah bom menghantam tempat itu.

    Satu bulan kemudian, keempat sandera dipindahkan ke terowongan baru. “Sekitar pukul 19.00, mereka membawa kami ke atas. Tapi begitu saya melihatnya, hati ini rasanya ingin lari kembali ke terowongan bawah tanah.

    “Anda bisa melihat cahaya terang di mana-mana dari pertempuran udara. Saya mendengar pesawat tanpa awak, terbang dari segala penjuru, dan suara tembakan. Kami harus berlari selama 20 menit, berusaha untuk menghindari pesawat tanpa awak.”

    Wichian berujar para penyekapnya mendorong dirinya untuk menghitung hari di sebuah kalender, dan bahkan membawakannya jam, sebab Wichian terus menanyakan waktu kepada mereka.

    Akhir dari penderitaan Wichian tiba-tiba saja datang. “Mereka datang menunjuk ke saya dan berkata kamu, kamu pulang, Thailand.”

    Dia melihat sinar mentari siang hari untuk pertama kalinya setelah 51 hari, dan dirinya diserahkan kepada Palang Merah, lalu dibawa melintasi perbatasan ke Mesir.

    “Selama saya di bawah sana tidak pernah sekalipun saya meneteskan air mata. Namun begitu saya naik, dan melihat dua orang Thailand lainnya dibebaskan, saya memeluk mereka dan menangis sejadi-jadinya.”

    “Kami berpelukan bersama, dan duduk dengan air mata berlinang, bertanya kepada diri kami sendiri bagaimana bisa kami selamat.”

    “Begitu saya kembali ke Thailand mereka memberi saya nama baru. Mereka memanggil saya si penyintas dan Tuan Banyak Untung.”

    Kendati demikian, Wichian tetap harus membayar utang yang cukup besar – sekitar 230,000 Thai baht (Rp101,9 juta) – untuk membayar ongkos kepergiannya ke Israel. Dia tidak sempat memperoleh penghasilan selama berada di sana.

    Jadi, sama seperti istrinya, Wichian mengambil pekerjaan di sebuah pabrik. Gajinya rendah – hanya sekitar 800 baht (Rp354,851) per hari. Mereka tidak bisa menabung banyak. Kedua anak mereka tinggal bersama kakek dan neneknya di kampung halaman mereka di Provinsi Buri Ram.

    Wichian sesekali susah tidur, dan terbangun memanggil-manggil ibunya. Tapi, dia mengaku berkeinginan untuk kembali ke Israel, demi kesempatan untuk menambah penghasilan, dan menabung lebih banyak lagi.

    (haf/haf)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Rudal Israel Hantam Suriah, 2 Tentara Terluka

    Rudal Israel Hantam Suriah, 2 Tentara Terluka

    Damaskus

    Serangan udara Israel menargetkan sejumlah area di dekat Damaskus, ibu kota Suriah. Sedikitnya dua tentara Suriah mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

    Seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (18/12/2023), serangan udara Israel yang menggunakan rudal pada Minggu (17/12) waktu setempat itu dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan Suriah dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita SANA.

    “Sekitar pukul 22.05 waktu setempat, musuh Israel melakukan agresi udara dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki, menargetkan beberapa area di dekat ibu kota Damaskus,” sebut Kementerian Pertahanan Suriah dalam pernyataannya.

    “Dua tentara mengalami luka-luka,” imbuh pernyataan tersebut.

    Dilaporkan oleh Kementerian Pertahanan Suriah bahwa sistem pertahanan anti-pesawat Suriah berhasil mencegat beberapa rudal Israel yang mengudara di wilayah negara tersebut.

    Seorang koresponden AFP yang sedang berada di dekat Damaskus melaporkan dirinya mendengar suara pengeboman.

    Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau HAM yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa jet-jet tempur Israel menyerang “pertahanan anti-pesawat rezim Suriah serta posisi Hizbullah (yang didukung Iran) di dekat Sayyida Zeinab” — distrik di sebelah selatan ibu kota Suriah.

    Lihat juga Video ‘Detik-detik Serangan Rudal ke Jurnalis Lebanon di Dekat Perbatasan Israel’:

    Israel telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap Suriah, negara tetangganya, sejak perang sipil dimulai tahun 2011 lalu. Sebagian besar serangan militer Israel menargetkan pasukan yang didukung Iran dan para petempur Hizbullah, serta posisi tentara Suriah.

    Namun serangan-serangan Israel semakin intensif sejak perang berkecamuk antara Israel dan Hamas, sekutu Hizbullah, di Jalur Gaza pada awal Oktober lalu. Serangan lintas perbatasan juga marak terjadi antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa pekan terakhir.

    Pada 10 Desember lalu, dua petempur Hizbullah dan dua personel pasukan keamanan Suriah, yang bekerja dengan kelompok itu, tewas akibat serangan Israel yang menghantam distrik Sayyida Zeinab.

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Hong Kong Mulai Persidangan Jimmy Lai, AS-Inggris Serukan Pembebasan

    Hong Kong Mulai Persidangan Jimmy Lai, AS-Inggris Serukan Pembebasan

    Jakarta

    Pengadilan keamanan nasional bagi pengkritik terkemuka Tiongkok, Jimmy Lai, dibuka pada hari Senin (18/12) di Hong Kong dengan pengamanan yang ketat. Aktivis prodemokrasi itu menghadapi tuduhan bahwa dia telah berkolusi dengan kekuatan asing, termasuk Amerika Serikat (AS).

    Kerumunan terbentuk di luar gedung Pengadilan Hukum Kowloon Barat sejak malam sebelum persidangan dimulai. Terlihat puluhan polisi dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Minggu lalu, kepala keamanan Hong Kong memperingatkan bahwa upaya apa pun untuk mengganggu jalannya persidangan tidak akan ditoleransi.

    Lai, 76 tahun, adalah pendiri tabloid prodemokrasi berbahasa Mandarin, Apple Daily, yang kini resmi ditutup. Dia juga merupakan salah satu pengkritik paling terkemuka di Hong Kong terhadap kepemimpinan Partai Komunis Cina, yang memicu protes besar-besaran pada tahun 2019 lalu.

    Persidangan Lai dijadwalkan akan berlangsung di pengadilan terbuka selama 80 hari kerja ke depan dan akan diawasi secara ketat sebagai barometer kebebasan politik dan independensi peradilan di kota itu. Lai akan diadili tanpa juri dan tidak diperbolehkan memilih pengacara.

    Jimmy Lai tampak tenang menjalani persidangan

    Pada hari Senin (18/12), Lai yang sebelumnya tidak pernah terlihat di depan umum sejak 2021 itu muncul di pengadilan dengan mengenakan setelan jas, dan tersenyum serta melambaikan tangan ke arah galeri tempat keluarganya duduk.

    Lai, yang diapit oleh empat pengawal, terlihat membaca dokumen pengadilan ketika pengacara utamanya, Robert Pang, berbicara kepada tiga hakim yang mengenakan rambut palsu dan jubah merah.

    “Ketika hak-hak fundamental dilanggar, perlindungan apapun harus ditafsirkan secara luas untuk mendukung Lai dan secara khusus untuk penuntutan,” kata Pang kepada pengadilan.

    Lokasi gedung pengadilan tampak terlihat dengan penjagaan keamanan super ketat, dengan polisi berseragam, polisi anti huru-hara dan polisi berpakaian preman, kendaraan lapis baja hingga anjing pelacak.

    “Lai telah ditahan di penjara selama hampir tiga tahun. Saya ingin menyaksikannya,” kata salah satu pendukung Lai, Jolly Chung, pria berusia 29 tahun. “Jika dia tidak bisa keluar dan harus mati di penjara, saya harap dia bisa bangga dengan dirinya sendiri, dan banyak orang Hong Kong yang ingin mengucapkan terima kasih kepadanya.”

    AS-Inggris serukan pembebasan Jimmy Lai

    Para pengamat dari konsulat asing Hong Kong, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, turut hadir dalam persidangan tersebut.

    Kasus Lai ini telah menuai kecaman luas dari masyarakat internasional, namun Beijing terus menerus menepis kecaman itu sebagai bentuk campur tangan dan sebuah noda.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris David Cameron mengatakan dalam sebuah pernyataan menjelang persidangan dimulai bahwa dia “sangat prihatin dengan penuntutan bermotif politik” terhadap Lai.

    “Sebagai seorang jurnalis dan penerbit yang terkemuka serta vokal, Jimmy Lai telah menjadi target dalam upaya yang jelas untuk menghentikan pelaksanaan haknya atas kebebasan berekspresi dan berserikat secara damai,” tambahnya.

    Cameron menegaskan bahwa, “saya menyerukan kepada pihak berwenang Hong Kong untuk mengakhiri penuntutan mereka dan membebaskan Jimmy Lai.”

    Juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Matthew Miller juga menyerukan pembebasan Lai, dengan mengatakan bahwa “tindakan yang menghambat kebebasan pers dan membatasi arus informasi yang bebas … telah merusak lembaga-lembaga demokratis Hong Kong dan merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis dan keuangan internasional”.

    Dipenjara selama lebih dari 1.100 hari, Lai telah dihukum dalam lima kasus lainnya, termasuk dakwaan keterlibatannya dalam mengorganisir dan berpartisipasi pada demonstrasi selama protes demokrasi tahun 2019 silam.

    kp/hp (Reuters, AFP)

    Lihat juga Video ‘Warga Hong Kong Lebih Pilih Punya Kucing Dibanding Bayi’:

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Monster Laut Raksasa Berhasil Digali Keluar dari Tebing di Inggris

    Monster Laut Raksasa Berhasil Digali Keluar dari Tebing di Inggris

    Jakarta

    Tengkorak seekor monster laut raksasa berhasil digali dari deretan tebing di pesisir Dorset, Inggris.

    Makhluk itu dikenal sebagai pliosaurus, reptil laut ganas yang berburu di lautan lepas sekitar 150 juta tahun lampau.

    Fosil sepanjang dua meter ini adalah salah satu penemuan fosil pliosaurus paling lengkap sehingga khalayak bisa mendapat wawasan baru tentang predator purba ini.

    Steve Etches telah memperoleh tengkorak Pliosaurus. Sekarang dia ingin memiliki sisa fosil lainnya dari hewan itu. (BBC/Tony Jolliffe)

    “Wah!”

    Para hadirin tercengang saat kain yang menutupi fosil ditarik dan memperlihatkan tengkorak pliosaurus untuk pertama kalinya.

    Terlihat jelas dari ukuran tengkoraknya saja bahwa pliosaurus adalah makhluk laut raksasa dan fosilnya tersimpan dalam kondisi bagus.

    Seberapa lengkap fosil monster raksasa dari tebing Durset?

    “Ini adalah salah satu fosil terbaik yang pernah saya tangani. Apa yang membuatnya unik adalah kelengkapannya,” kata Steve Etches kepada BBC News.

    “Rahang bawah dan tengkorak atas menyatu bersama, seperti wujudnya saat masih hidup. Di seluruh dunia, hampir tidak ada spesimen lain yang pernah ditemukan memiliki tingkat detail seperti itu.

    “Dan kalau ada pun, banyak bagiannya yang hilang. Sedangkan ini, meskipun sedikit terdistorsi – setiap tulangnya ada.”

    Steve Etches menunjukkan rahang pliosaurus kepada Sir David Attenborough. (BBC Studios)

    Tengkorak itu lebih panjang daripada tinggi badan sebagian manusia. Ini dapat memberi gambaran mengenai seberapa besar makhluk itu secara keseluruhan.

    Perhatian setiap orang pasti tertuju pada giginya yang berjumlah 130 keping, terutama di bagian depan.

    Dengan gigi yang panjang dan tajam seperti pisau cukur, makhluk raksasa tersebut bisa membunuh mangsanya dengan satu gigitan.

    Baca juga:

    Tetapi jika Anda berani melihat lebih dekat, bagian belakang setiap gigi memiliki alur halus.

    Alur itu membantu makhluk raksasa tersebut menembus daging mangsanya dan menarik taringnya yang seperti belati dengan cepat sehingga siap untuk melakukan serangan kedua.

    BBC/Tony JolliffeGigi pliosaurus memiliki alur.

    Pliosaurus: Predator raksasa yang merajai lautan

    Pliosaurus adalah pembunuh ganas dengan panjang 10-12 meter. Dilengkapi empat bagian tubuh seperti sirip yang kuat, pliosaurus mampu bergerak menyusuri laut dengan kecepatan tinggi.

    Makhluk itu dulunya merupakan predator tertinggi dalam rantai makanan di lautan.

    “Hewan itu sangat besar sehingga saya pikir ia mampu secara efektif memangsa makhluk apapun yang cukup malang berada di sekitarnya,” kata Dr Andre Rowe dari Universitas Bristol.

    “Saya tidak ragu bahwa ini merupakan semacam T-rex bawah air.”

    Mangsa pliosaurus mencakup reptil lain seperti kerabatnya yang berleher panjang, plesiosaurus; dan ichthyosaurus yang mirip lumba-lumba.

    BBCPerbandingan kekuatan gigi.

    Bagaimana fosil pliosaurus ditemukan?

    Penemuan fosil pliosaurus bermulai dari kegiatan jalan kaki di sepanjang pantai dekat Kimmeridge Bay di World Heritage Jurassic Coast (Pantai Jurassic Warisan Dunia), situs di Inggris selatan yang terkenal.

    Teman Steve Etches dan sesama penggemar fosil, Phil Jacobs, menemukan ujung moncong pliosaurus yang tergeletak di sirap.

    Karena fosil itu terlalu berat untuk dibawa, dia pergi menjemput Steve dan mereka berdua memasang tandu darurat untuk membawa fragmen fosil itu ke tempat yang aman.

    BBC StudiosSeluruh penggalian dilakukan dengan tali tinggi di atas pantai Dorset.

    Namun, di mana bagian lain dari hewan itu? Sebuah pengamatan dron terhadap tebing yang menjulang tinggi menunjukkan lokasi yang mungkin menjadi letak sisa fosil berada.

    Masalahnya, satu-satunya cara untuk menggalinya adalah dengan turun dari atas.

    Baca juga:

    Menggali fosil dari dalam batu selalu merupakan pekerjaan yang melelahkan dan rumit. Tetapi melakukannya sambil terikat di udara pada tali dari tebing, 15 meter di atas pantai, membutuhkan keterampilan mumpuni.

    Semua keberanian, dedikasi, dan waktu berbulan-bulan untuk membersihkan tengkorak, tentu saja sepadan dengan hasil yang didapat.

    Para ilmuwan dari seluruh dunia akan berlomba-lomba mengunjungi fosil Dorset untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana reptil menakjubkan ini hidup dan mendominasi ekosistem mereka.

    BBCTengkorak pliosaurus Jurrasic.

    Ahli paleobiologi, Prof Emily Rayfield, sudah mempelajari lingkaran-lingkaran besar di bagian belakang kepala.

    Dari observasi tersebut, ia dapat mengetahui ukuran otot yang mengoperasikan rahang pliosaurus, dan kekuatan yang dihasilkan saat mulutnya menutup dan menghancurkan mangsanya.

    Di ujung atas, makhluk itu dapat mengeluarkan kekuatan sekitar 33.000 newton. Sebagai konteks, rahang hewan paling kuat adalah buaya air asin, yakni 16.000 newton.

    Baca juga:

    “Jika makhluk itu dapat menghasilkan gigitan yang sangat kuat, ia dapat melumpuhkan mangsa; kecil kemungkinannya dapat lolos. Gigitan yang kuat berarti makhluk itu juga dapat mengunyah jaringan dan tulang dengan cukup efektif,” jelas peneliti dari Bristol tersebut.

    “Dalam hal strategi makan: buaya menjepit mangsa dengan rahang mereka dan kemudian berputar, untuk menarik anggota badan mangsanya. Ini adalah ciri khas dari hewan yang memiliki kepala yang besar di belakang, dan kita melihat ini ada pada pliosaurus.”

    BBC/Tony JolliffeLubang-lubang kecil ini merupakan bagian dari sistem sensorik hewan

    Spesimen yang baru ditemukan ini memiliki bagian tubuh yang menunjukkan bahwa ia memiliki indra yang sangat akut dan sangat berguna.

    Moncongnya dihiasi dengan lubang-lubang kecil yang mungkin merupakan kelenjar untuk membantunya mendeteksi perubahan tekanan air yang dipicu oleh calon mangsa.

    Dan di kepalanya ada lubang yang menampung mata parietal atau mata ketiga. Kadal, katak, dan beberapa ikan yang hidup saat ini memilikinya.

    Bagian tubuh ini peka cahaya dan mungkin dapat membantu menemukan hewan lain, terutama ketika pliosaurus muncul dari perairan yang dalam dan keruh.

    BBC/Tony JolliffeTebing Kimmeridge Clay di Dorset, Inggris, dulu merupakan lapisan lumpur paling bawah di dalam lautan Jurassic.

    Steve Etches akan memajang tengkorak itu tahun depan di museumnya di Kimmeridge dalam Koleksi Etches.

    Fosil itu memiliki beberapa tulang belakang yang timbul di bagian belakang kepala tetapi tak tampak di beberapa tulang.

    Mereka menjadi petunjuk yang mengarah pada potensi ada lebih banyak fosil yang masih tersisa di dalam tebing. Steve sangat ingin melanjutkan apa yang telah ia mulai.

    “Saya rela mempertaruhkan hidup saya, sisa-sisa hewan itu ada di sana,” katanya kepada BBC News.

    “Dan itu benar-benar harus dikeluarkan karena berada di lingkungan yang sangat cepat terkikis. Bagian dari garis tebing ini akan perlahan menghilang setiap tahun.

    “Dan tidak akan lama sebelum sisa-sisa fosil pliosaurus jatuh dan hilang. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.”

    Reportase tambahan oleh Rebecca Morelle dan Tony Jolliffe

    Lihat juga Video ”Perburuan’ Monster Loch Ness ‘Nessie’ Sudah Dilakukan, Hasilnya?’:

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

  • Kisah Keluarga Kabur dari Korut Lewati Ladang Ranjau-Badai Lautan

    Kisah Keluarga Kabur dari Korut Lewati Ladang Ranjau-Badai Lautan

    Jakarta

    Awal tahun ini, Kim melakukan pelarian yang terdengar mustahil dari Korea Utara. Dia kabur lewat jalur laut bersama seluruh keluarganya – istrinya yang sedang hamil, ibunya, keluarga saudara laki-lakinya, dan sebuah guci berisi abu mendiang ayahnya.

    Mereka adalah orang-orang pertama yang melarikan diri dari negara itu tahun ini, dan berhasil mencapai Korea Selatan.

    Ketika pandemi Covid melanda, pemerintah Korea Utara panik dan membatasi diri dari dunia luar, menutup perbatasannya, dan menghentikan perdagangan.

    Pembelotan warganya – yang dulu cukup sering terjadi – hampir sepenuhnya berhenti.

    Kim – seorang pembelot Korea Utara yang keluar sejak pandemi – bercerita kepada BBC bagaimana dirinya merancang rencana pelarian yang luar biasa seperti itu.

    Kepada BBC, Kim mengungkap informasi terbaru terkait kehidupan di Korut, termasuk kasus-kasus orang mati kelaparan dan meningkatnya penindasan.

    Ia meminta kami untuk tidak mengungkap nama lengkapnya, dengan alasan keamanan. Dia ingin melindungi keluarganya di Seoul dan kerabatnya yang masih tinggal di Korea Utara.

    BBC

    Malam ketika Kim hendak kabur dari Korea Utara, situasinya penuh dengan gejolak. Angin kencang yang membawa badai berhembus dari selatan. Ini semua adalah bagian dari rencana Kim. Ia berharap laut yang ganas akan memaksa kapal pengintai untuk mundur.

    Ia telah mendambakan malam seperti itu selama bertahun-tahun, merencanakannya dengan cermat selama berbulan-bulan, tetapi itu tidak banyak membantu untuk meredam ketakutannya.

    Beberapa keponakannya tertidur lelap berkat pil tidur yang dia berikan kepada mereka. Dia dan saudaranya harus menggendong mereka melewati ladang ranjau dalam kegelapan, ke tempat perahu pelarian yang mereka tambatkan secara sembunyi-sembunyi.

    Mereka mengendap-endap dengan hati-hati untuk menghindari sorotan lampu penjaga.

    BBCPerahu yang digunakan oleh Kim dan keluarganya untuk melarikan diri.

    Begitu tiba di perahu, mereka menyembunyikan anak-anak dalam karung gandum bekas untuk menyamar agar terlihat seperti kantong berisi perkakas.

    Kemudian, keluarga ini berlayar ke Korea Selatan: para pria membawa pedang, para perempuan membawa racun.

    Masing-masing mencengkeram satu kulit telur, dilubangi dan diisi dengan bubuk cabai dan pasir hitam, yang dapat mereka pecahkan pada wajah penjaga pantai jika terjadi konfrontasi.

    Bunyi mesin perahu mereka meraung, tetapi yang bisa didengar Kim hanyalah suara jantungnya yang berdebar-debar. Satu kesalahan saja dapat membuat mereka semua dieksekusi.

    BBC

    Ketika saya bertemu Kim di wilayah pinggiran Kota Seoul bulan lalu, dia ditemani petugas polisi berpakaian biasa – pengamanan yang lumrah diberikan kepada pelarian baru-baru ini.

    Pertemuan ini selang beberapa pekan sejak dia dan keluarganya dibebaskan dari pusat rehabilitasi – tempat warga Korea Utara yang tiba di Korea Selatan.

    “Ada banyak penderitaan,” katanya, memulai cerita pengalamannya tinggal di Korea Utara selama empat tahun terakhir.

    Pada awal Covid-19, orang-orang “sangat ketakutan”, katanya. Pemerintah menyiarkan gambar orang-orang yang sekarat di seluruh dunia, dan memperingatkan masyarakat jika aturan tidak diikuti, seluruh negara bisa musnah.

    Beberapa orang bahkan dikirim ke kamp kerja paksa karena melanggar regulasi Covid, katanya.

    Baca juga:

    Ketika ada laporan kasus suspek Covid, petugas akan mengkarantina seluruh desa, katanya. Semua orang dikurung dan area itu ditutup, meninggalkan mereka yang ada di dalam dengan sedikit makanan atau tanpa makanan.

    “Setelah mereka membuat orang kelaparan selama beberapa waktu, pemerintah akan mengirim truk-truk berisi persediaan makanan.

    “Mereka mengaku menjual makanan dengan harga murah, jadi orang-orang akan memuji mereka – ibarat membuat bayi kelaparan yang kemudian diberi sedikit makanan sehingga bayi itu akan berterima kasih. “

    Kim mengatakan orang-orang mulai mempertanyakan apakah ini adalah bagian dari strategi negara untuk mendapatkan keuntungan dari pandemi.

    Karena semakin banyak orang yang sembuh dari Covid, mereka mulai berpikir negara telah membesar-besarkan tingkat bahayanya, katanya.

    “Sekarang banyak yang percaya itu hanya dijadikan alasan untuk menindas kami.”

    Penutupan perbatasan menyebabkan kerusakan paling buruk, katanya.

    Baca juga:

    Pasokan makanan di Korea Utara sudah lama tidak stabil, tetapi dengan berkurangnya suplai yang masuk ke negara itu, harga telah meroket, katanya. Imbasnya, hidup semua orang “jauh lebih sulit”.

    Pada musim semi 2022, dia melihat situasinya memburuk.

    “Selama tujuh atau delapan tahun tidak banyak yang membicarakan kelaparan, tetapi kemudian kami mulai sering mendengar tentang kasus [kelaparan],” katanya.

    “Anda bangun suatu pagi dan mendengar: ‘oh, seseorang di distrik ini mati kelaparan’. Keesokan paginya, kami mendapatkan laporan lain.”

    Suatu hari pada bulan Februari tahun ini, Kim mengatakan seorang pelanggan dari daerah tetangga datang terlambat ke rapat. Ia mengatakan bahwa polisi telah menangkap semua orang di desanya atas dugaan pembunuhan pasangan lansia.

    Tetapi setelah autopsi, mereka mengumumkan pasangan itu meninggal akibat kelaparan. Tikus-tikus telah memakan jari tangan dan kaki mereka saat sudah sekarat. Adegan mengerikan itu membuat para penyelidik mencurigai adanya pembunuhan.

    Kemudian pada April, ia mengatakan dua petani yang ia kenal secara pribadi mati kelaparan.

    Para petani mengalami masa tersulit, katanya, karena jika panennya buruk, negara akan memaksa mereka untuk menebusnya dengan menyerahkan lebih banyak pasokan makanan pribadi mereka.

    Kami tidak mengonfirmasi kematian ini secara independen. Laporan Global 2023 tentang Krisis Pangan menyatakan bahwa sejak perbatasan Korea Utara ditutup, semakin “sulit untuk mendapatkan informasi akurat tentang kerawanan pangan” tetapi ada “indikasi situasinya memburuk”.

    Pada Maret 2023, Korea Utara meminta bantuan dari World Food Programme (Program Pangan Dunia).

    Pakar dari Amnesty International untuk Korea Utara, Choi Jae-hoon, mengatakan dia telah mendengar tentang kasus-kasus kelaparan, dari para pembelot Korut di Seoul yang telah berhasil menjalin komunikasi dengan keluarga di rumah.

    “Kami mendengar bahwa situasi pangan memburuk selama periode Covid, dan di beberapa daerah, petani cenderung paling menderita,” katanya.

    Tetapi Choi mencatat bahwa situasinya tidak separah kelaparan pada 1990an: “Kami mendengar bahwa orang-orang telah menemukan cara untuk bertahan hidup sesuai kemampuan mereka.”

    Kim sendiri juga menemukan cara, tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi untuk berkembang.

    Baca juga:

    Seperti kebanyakan orang di Korea Utara sebelum Covid, ia menghasilkan uang dengan menjual barang-barang di pasar gelap. Ia menjual sepeda motor dan televisi yang diselundupkan dari China.

    Tetapi ketika perbatasan ditutup, hampir semua perdagangan terbatas. Ia beralih ke jual-beli sayuran. Dia pikir semua orang pasti perlu makan.

    Kim menyebut dirinya sebagai “pedagang belalang”, menjajakan barang-barangnya secara diam-diam di rumah atau di gang-gang jalanan. “Jika seseorang melaporkan kami, kami akan mengemas barang-barang itu dan lari, seperti belalang,” katanya.

    “Orang-orang akan datang kepada saya, memohon saya untuk menjual kepada mereka. Saya bisa meminta harga berapa pun yang saya inginkan,” katanya.

    Kim mendapati dirinya lebih kaya dari sebelumnya. Dia dan istrinya mampu makan sup untuk makan malam, dengan daging apa pun yang mereka pilih.

    “Itu dianggap sebagai makanan mewah di Korea Utara.”

    BBC

    Kim menggambarkan dirinya sebagai seorang pengusaha yang sangat cerdas dan terkadang, tidak bermoral. Sekarang di usianya yang 30-an tahun, dia bekerja keras dan menabung selama lebih dari satu dekade serta mencari cara agar dapat mengakali sistem Korea Utara.

    Hal tersebut sebagian karena dia merasa kecewa dengan sistem negara itu dari usia muda. Ia mengingat sejak dulu kala, dia dan ayahnya akan duduk menonton acara televisi Korea Selatan dengan diam-diam.

    Mereka tinggal begitu dekat dengan perbatasan sehingga mereka bisa menyetel saluran Korea Selatan di perangkat televisi mereka. Kim terpikat oleh negara di mana orang-orang bisa hidup bebas.

    Seiring bertambah usia, korupsi dan ketidakadilan yang dia saksikan di Korea Utara mulai menggerogotinya. Ia mengingat satu insiden di mana petugas keamanan menggerebek rumahnya.

    “Semua yang Anda miliki adalah milik negara,” kata mereka. “Kau pikir oksigen ini milikmu?” ejek seorang petugas. “Tentu saja bukan, berengsek.”

    Baca juga:

    Kemudian, pada 2021, Kim mengatakan regu penumpasan yang kuat dibentuk untuk mencoba menekan apa yang dianggap negara sebagai “perilaku anti-sosial”. Mereka akan secara sewenang-wenang menghentikan orang di jalan dan mengintimidasi mereka.

    “Orang-orang mulai menyebut petugas penumpasan ini seperti nyamuk, seperti vampir yang menghisap darah kami.”

    Pelanggaran paling serius adalah mengonsumsi dan berbagi informasi dari luar, khususnya tentang budaya Korea Selatan.

    Hukuman keras terhadap hal ini, kata Kim, telah menjadi “jauh lebih intens. Ketika Anda tertangkap, mereka akan menembak Anda, membunuh Anda, atau mengirim Anda ke kamp kerja paksa.”

    Pada April tahun lalu, Kim mengatakan dia dipaksa menonton seorang pria berusia 22 tahun yang dia kenal ditembak mati dalam eksekusi publik. “Dia dibunuh karena mendengarkan 70 lagu Korea Selatan dan menonton sekitar tiga film, dan membaginya dengan teman-temannya.”

    Pihak berwenang mengatakan kepada para penonton bahwa mereka ingin menghukum pria itu dengan keras, agar dapat menjadi contoh yang benar. “Mereka kejam,” kata Kim, “semua orang takut.”

    BBCFoto ilustrasi perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara.

    Kami tidak dapat memverifikasi eksekusi ini secara independen, tetapi pada Desember 2020 Korea Utara mengeluarkan undang-undang baru, yang menyatakan bahwa warga yang membagikan konten Korea Selatan akan dieksekusi.

    Joanna Hosaniak dari Aliansi Warga untuk Hak Asasi Manusia Korea Utara mengatakan laporan Kim tentang eksekusi itu “benar-benar tidak mengejutkan”.

    Hosaniak telah mewawancarai ratusan pelarian selama dua dekade. “Korea Utara selalu menggunakan eksekusi publik sebagai sarana untuk mengendalikan populasi,” katanya.

    “Setiap kali [pemerintah] menerapkan undang-undang baru, mereka memulai gelombang eksekusi.”

    Ketika Kim menceritakan pengalamannya, ia menjadi tertekan. Dia mengatakan ketika temannya bunuh diri tahun lalu, ia merasa hancur.

    Temannya putus asa ingin menceraikan seorang perempuan yang tidak lagi dicintainya dan menikahi dengan perempuan lain. Ia diberitahu oleh para pejabat bahwa satu-satunya cara dia bisa bercerai adalah menghabiskan waktu di kamp kerja paksa.

    Dia tenggelam dalam utang, mencoba mencari jalan keluar lain, sebelum mengakhiri hidupnya.

    Kim mengunjungi kamar temannya setelah kematiannya. Suasana yang terlihat menjelaskan betapa lambat dan menyakitkannya kematian yang dideritanya. Temannya telah mencakar dinding sampai kukunya keluar.

    BBC

    Meskipun Kim telah mendambakan kabur ratusan kali, dia tidak pernah tega meninggalkan keluarga. Pada 2022, hidup menjadi begitu buruk, dia merasa akhirnya bisa meyakinkan mereka untuk kabur dengannya.

    Ia berusaha meyakinkan saudaranya terlebih dahulu. Dia dan istrinya menjalankan bisnis makanan laut ilegal, tetapi pemerintah baru-baru ini menindak penjualan tidak resmi.

    Meskipun memiliki perahu, mereka tidak boleh lagi memancing. Dengan uang yang menipis, dia mudah dibujuk. Selama tujuh bulan berikutnya, Kim dan saudara laki-lakinya itu dengan cermat merencanakan pelarian.

    Selama pandemi, banyak rute pelarian yang melintasi perbatasan utara negara itu dengan China telah diblokir. Tetapi keduanya tinggal di sebuah kota nelayan kecil di ujung barat daya negara itu, dekat dengan perbatasan Korea Selatan.

    Posisi mereka memberikan jalan keluar alternatif, namun berisiko, melalui laut.

    BBC

    Pertama, mereka perlu izin untuk mengakses air. Mereka telah mendengar tentang pangkalan militer terdekat, di mana warga sipil dikirim untuk menangkap ikan yang kemudian dijual untuk membayar peralatan militer.

    Saudara laki-laki Kim mendaftar dalam skema tersebut.

    Sementara itu Kim mulai berteman dengan penjaga pantai dan penjaga keamanan yang berpatroli di daerah itu, diam-diam menggali informasi dari mereka tentang pergerakan, protokol, dan pola pergeseran mereka, sampai yakin dia dan saudaranya bisa naik perahu di malam hari, tanpa tertangkap.

    Kemudian, muncullah tugas tersulitnya: meyakinkan istrinya dan ibunya yang sudah lanjut usia untuk bergabung dengannya. Keduanya menolak untuk pergi.

    Akhirnya, kedua saudaranya meneriaki ibu mereka untuk mengalah, mengancam akan membatalkan perjalanan jika dia tidak bergabung dengan mereka, dan meminta pertanggungjawabannya atas kesengsaraan mereka sampai masa tua mereka.

    “Dia putus asa dan banyak menangis tetapi akhirnya setuju,” kata Kim.

    Istrinya, bagaimanapun, tidak bisa diyakinkan. Sampai suatu hari pasangan itu mengetahui bahwa mereka mengandung bayi. “Kamu tidak hanya mengurus tubuhmu sendiri,” ia berargumen.

    “Kamu adalah orang tua, apakah kamu ingin anak kita tinggal di lubang neraka ini?” Ia akhirnya berhasil.

    BBC

    Setelah berbicara selama beberapa jam, Kim dan saya pergi makan malam, di mana dia menceritakan persiapan terakhir yang ia lakukan untuk pelariannya.

    Khawatir pihak berwenang akan merusak makam ayah mereka setelah pergi, akhirnya mereka menggali kuburannya.

    Setelah menutup kembali makam dengan tanah agar terlihat tidak rusak, mereka membawanya ke hutan belantara terdekat dan membakar sisa jasadnya.

    Mereka kemudian pergi mengamati ladang ranjau terpencil yang nanti harus mereka seberangi dalam kegelapan. Mereka berpura-pura memetik ramuan obat, sambil memetakan rute yang jelas untuk dilalui.

    Garis pantai baru-baru ini ditanami ranjau darat untuk mencegah orang kabur, kata Kim, tetapi dengan sedikit penjaga yang bertugas di sana, itu menjadi jalan keluar yang paling aman.

    Baca juga:

    Kemudian, mereka tinggal menunggu cuaca dan air pasang berubah.

    Pada pukul 10 malam tanggal 6 Mei mereka berlayar, melakukan perjalanan sejauh yang masih diperbolehkan, kemudian melanjutkannya.

    Air surut membuat terumbu karang dan batu-batu besar timbul di perairan, sehingga mereka harus berlayar dengan sangat lambat, berharap untuk menyamarkan diri mereka sebagai sampah yang mengambang dalam tangkapan radar.

    Sementara itu, jantung Kim berdebar-debar, pakaiannya basah penuh keringat.

    Begitu merasa aman, mereka melaju dengan kecepatan penuh mengikuti arus. Kim menoleh ke belakang untuk melihat sebuah kapal mengikuti, tetapi tidak bisa menangkap mereka.

    Dalam beberapa menit mereka telah melintasi perbatasan maritim.

    AFPBentangan laut yang harus diseberangi Kim agar dapat sampai ke pulau Yeonpyong.

    “Pada saat itu, semua ketegangan saya hilang. Saya merasa seperti akan pingsan,” katanya.

    Mereka menyalakan lampu kapal mereka ketika mendekati pulau Yeonpyeong Korea Selatan dan diselamatkan oleh angkatan laut, setelah hampir dua jam berada di laut.

    Semuanya berjalan persis seperti yang direncanakan. “Rasanya seperti angkasa membantu kami,” katanya.

    BBC

    Pelarian Kim luar biasa karena beberapa alasan, kata Sokeel Park dari Liberty in Korea Utara, sebuah organisasi yang membantu pengungsi dari Korea Utara bermukim di Korea Selatan.

    Dia menjelaskan bahwa pelarian via laut tak hanya sangat jarang terjadi, tetapi sejak pandemi hampir tidak mungkin orang dapat kabur.

    “Kabur lewat laut membutuhkan perencanaan yang cermat, keberanian yang luar biasa dan semuanya harus berjalan dengan sangat baik,” katanya. “Pasti ada lebih banyak orang Korea Utara yang telah mencoba tetapi tidak berhasil.”

    “Orang-orang yang dapat membelot sekarang hanya orang kaya dan yang terhubung dengan baik,” tambah Pastor Stephen Kim dari JM Missionary, yang membantu warga Korea Utara membelot melalui China.

    Sekitar 1.000 orang melintasi perbatasan China setiap tahun, tetapi sepengetahuannya hanya 20 yang telah menyeberang selama empat tahun terakhir, dan hanya empat dari mereka yang tiba di Korea Selatan.

    Pada Oktober lalu, ia dan Human Rights Watch menuduh China mengirim beberapa pembelot kembali ke Korea Utara.

    Baca juga:

    Pyongyang saat ini memperdalam hubungannya dengan China dan Rusia, sekaligus berpaling dari diplomasi dengan Barat. Hal ini membuat semakin sulit bagi masyarakat internasional untuk mengatasi pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan ini.

    Pemerintah Korea Selatan telah menjadikan hak asasi manusia Korea Utara sebagai salah satu prioritas utamanya, tetapi wakil menteri unifikasinya Moon Seong-hyun mengatakan pihaknya memiliki “sarana terbatas untuk digunakan”.

    “Apa yang kami coba lakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, dengan terus mengangkat masalah ini lewat PBB dan tempat-tempat lain,” katanya.

    “Ada kecenderungan Korea Utara untuk mendengarkan negara-negara di Eropa,” tambahnya. Ia menyebut Inggris dan Jerman sebagai contoh.

    Tetapi peran Seoul sebagian besar telah terbatas pada membantu jumlah pengungsi sedikit yang berhasil sampai ke Selatan, membantu mereka dengan konseling, perumahan dan pendidikan.

    BBC

    Setelah diselamatkan, Kim dan keluarganya pertama-tama harus diperiksa oleh dinas intelijen Korea Selatan, untuk memeriksa bahwa mereka bukan mata-mata Korea Utara.

    Mereka kemudian dididik tentang kehidupan di Korea Selatan di pusat pemukiman kembali. Meskipun secara fisik sangat dekat, rumah lama dan baru mereka adalah dunia yang terpisah, dan pembelot sering kesulitan dalam bertransisi.

    BBCKim mengatakan dia merasa penyesuaian dirinya dengan kehidupan di Seoul lebih mudah dibandingkan anggota keluarganya yang lain.

    Keluarganya telah pindah dari fasilitas pemukiman ke sebuah apartemen pada Oktober, tepat ketika istri Kim melahirkan.

    Istrinya sehat, tetapi masih sulit untuk menyesuaikan diri, katanya, meskipun ibunya yang paling kesulitan beradaptasi. Tak satu pun dari mereka pernah naik kereta bawah tanah sebelumnya, dan ibunya sering tersesat.

    Setiap kesalahan semakin menyusutkan kepercayaan diri ibunya. “Dia agak menyesal datang ke sini sekarang,” Kim mengaku.

    Tetapi Kim, yang sudah begitu akrab dengan budaya Korea Selatan, mengatakan dia beradaptasi dengan mudah. “Dunia yang saya bayangkan dan dunia yang sekarang saya navigasikan secara fisik terasa sangat mirip.”

    Saat kami berbicara, dia dengan penasaran mengambil kotak AirPod saya dari meja di samping kami, membaliknya di tangan. Saya membukanya untuk memperlihatkan headphone nirkabel, tapi tetap saja dia tampak bingung.

    Baru setelah saya meletakkan kuncup di telinga saya, baru ekspresi penuh pemahaman melintasi wajahnya dan dia tertawa.

    Akan ada lebih banyak kejutan dan tantangan ke depan bagi Kim. Ini hanyalah awal dari perjalanannya.

    Reportase tambahan oleh Hosu Lee. Ilustrasi oleh Lilly Huynh

    (ita/ita)

    Hoegeng Awards 2025

    Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu