Negara: Belgia

  • Ekspor Furnitur dan Kerajinan RI Capai Rp 36 Triliun, Terbanyak ke 5 Negara Ini – Page 3

    Ekspor Furnitur dan Kerajinan RI Capai Rp 36 Triliun, Terbanyak ke 5 Negara Ini – Page 3

    Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut Indonesia tercatat sebagai pemasok furniture dan kerajinan nomor 19 dunia, dengan nilai ekspor furniture dan kerajinan periode Januari-November 2024 mencapai USD 2,22 miliar atau setara Rp 36 triliun (1 USD=Rp16.242).

    Adapun negara tujuan utama ekspor furnitur yaitu Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Jerman, dan Belgia.

    Kemudian pada tahun 2023, nilai ekspor furniture dan kerajinan mencapai USD 2,46 miliar. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut sektor ini masih memiliki potensi yang besar meski ada banyak tantangan yang harus dihadapi.

    “Hal ini cukup mengembirakan bahwa permintaan dunia untuk produk furniture dan kerajinan masih cukup menjanjikan, di mana tren permintaan dunia terus tumbuh positif sebesar 15,09 persen,” kata Mendag Budi dalam peluncuran IFFINA 2025, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).

    Selain itu, sektor ini juga mengalami tren pertumbuhan yang positif, dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 2,62 persen selama lima tahun terakhir.

    Tidak hanya itu, khusus untuk produk furniture, pasar global diperkirakan akan terus berkembang. Pada tahun 2024, market size untuk industri furniture global diperkirakan mencapai USD 770,42 miliar, dan diproyeksikan akan melonjak menjadi USD 925,46 miliar pada tahun 2029.

    Menurutnya, hal tersebut memberikan gambaran yang sangat positif mengenai potensi pertumbuhan sektor ini jika dikelola dengan baik, sehingga mampu memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia.

    Tiga Program Utama Kemendag

    Untuk memanfaatkan peluang besar ini, Kementerian Perdagangan Indonesia telah merancang tiga program strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sektor furniture dan kerajinan Indonesia. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif baik di pasar domestik maupun internasional.

     

     

  • Mendag sebut ekspor furnitur Indonesia capai Rp36 triliun

    Mendag sebut ekspor furnitur Indonesia capai Rp36 triliun

    permintaan dunia untuk furnitur dan kerajinan masih cukup menjanjikan di mana tren permintaan dunia terus tumbuh positif sebesar 15,09 persen

    Jakarta (ANTARA) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan nilai ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar dunia mencapai 2,22 miliar dolar AS atau senilai Rp36,07 triliun pada Januari-November 2024.

    Budi mengatakan, posisi Indonesia berada di urutan ke-19 di dunia sebagai pemasok furnitur dan kerajinan. Pada 2023, nilai ekspor produk tersebut mencapai 2,46 miliar dolar AS dengan tren pertumbuhan tahunan sebesar 2,62 persen dalam lima tahun terakhir.

    “Hari ini cukup menggembirakan bahwa permintaan dunia untuk furnitur dan kerajinan masih cukup menjanjikan di mana tren permintaan dunia terus tumbuh positif sebesar 15,09 persen,” ujar Budi dalam peluncuran IFFINA 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis.

    Ia menjelaskan, ekspor produk furnitur Indonesia banyak diminati oleh Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Jerman, dan Belgia.

    Lebih lanjut, khusus untuk produk furnitur, market size global mencapai 770,42 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 925,46 miliar dolar AS pada 2029.

    Budi optimistis, ekspor furnitur Indonesia akan terus bertambah dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekspor Indonesia secara keseluruhan yang ditargetkan naik 7,1 persen.

    Oleh karenanya, Mendag berharap pemerintah, pelaku usaha dan juga asosiasi untuk bekerja sama dan berkolaborasi untuk dapat meningkatkan ekspor.

    “Jadi pasar kita itu cukup besar, jangan sampai pasar yang besar ini dimanfaatkan oleh produk-produk asing,” kata Budi.

    Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Dedy Rochimat mengatakan nilai ekspor furnitur pada 2024 baik 4,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Namun demikian, data dari BPS menunjukkan bahwa impor furnitur meningkat hingga level 16 persen dalam periode yang sama, ditambah semakin banyaknya pameran produk furnitur impor yang digelar di Indonesia.

    Dedy menyebut, geliat perdagangan furnitur dan mebel Indonesia perlu untuk lebih ditingkatkan, salah satunya melalui penyelenggaraan International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) Plus 2025 yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan.

    “Kali ini IFFINA Plus yang di mana kita akan menggabungkan antara ekspor dan juga dalam negeri, Jadi kita lihat dalam negeri ini banyak sekali produk-produk yang datang dari luar negeri, sehingga saya pikir kita harus memperkuat juga dalam negeri supaya lokal ini membeli barang-barang produk dalam negeri,” kata Dedy.

    Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
    Editor: Faisal Yunianto
    Copyright © ANTARA 2025

  • Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS, Begini Respons Pemimpin Bisnis di Eropa – Page 3

    Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS, Begini Respons Pemimpin Bisnis di Eropa – Page 3

    Kepada CNBC, CEO Novartis Vas Narasimhan menuturkan, era Trump 2.0 adalah momen besar bagi Eropa. Kawasan itu perlu melakukan deregulasi dan meningkatkan daya saing.

    “Eropa harus memutuskan sekarang, di dunia di mana Amerika Serikat melakukan deregulasi yang sangat ketat dan berusaha meningkatkan daya saing, apakah Eropa akan terus berdiam diri, terus meningkatkan regulasi di Komisi Eropa, meningkatkan regulasi di berbagai negara, atau apakah kita akhirnya akan mendapatkan lingkungan lebih pro kompetitif dan pro inovasi di Eropa,” ia mengatakan.

    “Kita lihat saja nanti. Sejarah menunjukkan meski ada banyak pembicaraan, tidak banyak tindakan yang diambil dari Komisi Eropa. Sekarang, inilah saatnya. Karena, jika tidak, saya pikir Eropa akan semakin tertinggal dibandingkan AS,” ujar dia.

    Meningkatkan Daya Saing

    Pembuat kebijakan Eropa tampaknya menyadari kebutuhan mendesak untuk berinovasi dan melakukan deregulasi dalam menghadapi persaingan dan rivalitas ekonomi yang semakin ketat dari AS dan China.

    “Pemerintahan Trump yang baru seharusnya menjadi peringatan bagi Eropa,” ujar Menteri Keuangan Belgia Vincent van Peteghem.

    “Dari pada fokus pada pembalasan terhadap tarif AS, kita harus fokus pada tantangan Eropa, menurunnya daya saing dan meningkatnya kesenjangan produktivitas yang kita hadapi,” ia menambahkan.

    CEO ING Steven van Rijswijk menuturkan, Eropa membutuhkan regulasi yang lebih disederhanakan dan diselaraskan di seluruh blok untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja. Hal yang menjadi masalah yang semakin besar bagi benua tersebut. Ia mencatat lebih banyak investasi juga diperlukan.

    “Banyak investasi yang perlu dilakukan dalam infrastruktur, banyak investasi yang perlu dilakukan dalam otonomi strategis Eropa dalam hal infrastruktur teknologi. Itu hal-hal yang perlu distimulasi,” ujar dia.

     

     

  • 17 Januari 1948: Langkah berliku menuju kemerdekaan

    17 Januari 1948: Langkah berliku menuju kemerdekaan

    Perjanjian Renvile (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen) (https://tinyurl.com/524a48fj)

    17 Januari 1948: Langkah berliku menuju kemerdekaan
    Dalam Negeri   
    Editor: Calista Aziza   
    Jumat, 17 Januari 2025 – 06:00 WIB

    Elshinta.com – Perjanjian Renville menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda. Perjanjian ini ditandatangani pada 17 Januari 1948 di atas kapal perang Amerika Serikat, USS Renville, yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Mediasi ini muncul sebagai respons internasional terhadap konflik yang terus memanas antara Indonesia dan Belanda setelah Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947.

    Belanda melancarkan serangan militer meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan dalam Perjanjian Linggarjati. Konflik ini mengundang perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang kemudian membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk memediasi perselisihan. Perundingan yang dimulai pada Desember 1947 melibatkan delegasi Indonesia yang dipimpin Amir Sjarifuddin, delegasi Belanda yang dipimpin R. Abdulkadir Widjojoatmodjo, dan KTN yang terdiri dari wakil Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

    Hasil dari perundingan ini mencakup beberapa poin penting, seperti pengakuan garis demarkasi (Garis Van Mook) sebagai batas wilayah kekuasaan, penghentian permusuhan, serta pengakuan bahwa wilayah Indonesia hanya meliputi Yogyakarta, Jawa Tengah, dan sebagian Sumatra. Belanda juga berjanji untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara bertahap dalam bentuk negara federal.

    Namun, perjanjian ini memunculkan berbagai dampak yang signifikan. Secara politik, Kabinet Amir Sjarifuddin menghadapi tekanan besar karena dianggap terlalu kompromistis, hingga akhirnya jatuh dari kekuasaan. Di sisi militer, pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di wilayah yang diduduki Belanda terpaksa mundur ke daerah yang diakui dalam garis demarkasi, menciptakan perjalanan panjang dan penuh pengorbanan yang kemudian dikenal sebagai “long march.” Di tingkat internasional, Perjanjian Renville menunjukkan bahwa perjuangan Indonesia untuk meraih kedaulatan mendapat perhatian dunia dan semakin memantapkan posisi diplomatiknya.

    Meskipun memberikan pengakuan internasional terhadap keberadaan Indonesia, Perjanjian Renville juga memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi bangsa ini untuk mencapai kemerdekaan penuh. Peristiwa ini adalah langkah yang berat namun penting dalam perjalanan panjang menuju pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949. Penandatanganan Perjanjian Renville menjadi cerminan semangat perjuangan bangsa dalam menghadapi tekanan, baik dari dalam maupun luar negeri, demi mempertahankan kedaulatan yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.

    Sumber : Sumber Lain

  • Ilmuwan Belgia Botolkan Bau Tulang untuk Melatih Anjing Pelacak

    Ilmuwan Belgia Botolkan Bau Tulang untuk Melatih Anjing Pelacak

    Foto Health

    REUTERS/Yves Herman – detikHealth

    Sabtu, 18 Jan 2025 13:00 WIB

    Belgia – Seorang ilmuwan Belgia bekerja sama dengan polisi federal untuk menciptakan aroma yang menyerupai bau tulang manusia. Hal ini untuk melatih anjing pelacak.

  • UPDATE Terbaru Naturalisasi Calon Pemain Timnas:2 Nama Terdepan Segera Gabung, Kluivert Beri Harapan

    UPDATE Terbaru Naturalisasi Calon Pemain Timnas:2 Nama Terdepan Segera Gabung, Kluivert Beri Harapan

    TRIBUNJAKARTA.COM – Proses perpindahan kewarganegaraan atau naturalisasi dua pemain keturunan Indonesia, Ole Romeny dan Jairo Riedewald, kini terus dikebut PSSI.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan, jika naturalisasi kedua pemain itu saat ini sedang dalam proses.

    Pria yang juga Menteri BUMN itu pun mengklaim jika sudah mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Hukum.

    “Mengenai pemain naturalisasi, kita tunggu saja prosesnya. Karena ini kan semua proses,” ungkap Erick, Senin (13/1/2025).

    “Tadi Pak Menpora sendiri sudah telepon menteri Hukum, Menkum juga support seperti biasa,” paparnya.

    Untuk diketahui, Ole Romeny dan Jairo Riedewald, merupakan pemain keturunan Indonesia yang kini berkebangsaan Belanda.

    Ole Romeny sendiri berposisi sebagai penyerang yang kini membela klub Liga 2 Inggris, Oxford United.

    Sementara itu, Jairo adalah gelandang berusia 28 tahun yang sedang membela klub Liga Belgia, Royal Antwerp.

    Jeje mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, marah besar setelah mengetahui sang pelatih disindir oleh Bung Towel. Jeje menyinggung etika yang tak pantas dari Bung Towel.

    Kedua pemain tersebut pun diharapkan bisa secepatnya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi bisa memperkuat Timnas Indonesia untuk lanjutan putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Maret 2025.

    Demi bisa memuluskan naturalisasi mereka, PSSI pun telah berkomunikasi dengan DPR yang menjadi bagian penting dalam proses perpindahan kewarganegaraan.

    “Kami juga sudah sosialisasi DPR minta dukungannya, bahkan bapak Presiden Prabowo juga disampaikan beliau sangat menjunjung tinggi bagaimana bangsa kita bisa dipandang di dunia,” ujar Erick.

    Sebagai catatan, Ole Romeny sendiri sudah lebih dulu dimulai proses naturalisasinya.

    Bahkan, sang pemain juga sudah sempat berada di Jakarta untuk melakukan rangkaian naturalisasi menjadi WNI.

    Untuk Jairo, belum lama dijajaki oleh PSSI.

    Namun, sudah dipastikan pula oleh pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

    Di sisi lain, PSSI juga sedang memproses perpindahan kewarganegaraan dua pemain Timnas Indonesia U-20, Dion Markx dan Tim Geypens.

    (TribunJkarta/Tribunnews, Alfarizy)

    Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

    Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

  • LAPORAN DARI FRANKFURT: Messe Frankfurt Bidik Omzet 800 Juta Euro Sepanjang 2025

    LAPORAN DARI FRANKFURT: Messe Frankfurt Bidik Omzet 800 Juta Euro Sepanjang 2025

    Bisnis.com, FRANKFURT—The Heimtextil 2025 menandai bergulirnya kembali pameran, konvensi, dan event skala internasional di Kota Frankfurt, Jerman. Eksibisi yang berlangsung selama 14—17 Januari 2025 ini tidak hanya menghubungkan sejumlah perusahaan tekstil, tapi juga menciptakan platform untuk pertumbuhan industri garmen secara global.

    Managing Director Messe Frankfurt Detlef Braun, dalam sambutannya pada pembukaan The Heimtextil 2025, mengatakan bahwa pameran fisik dan interaksi langsung dalam bisnis sangatlah penting di tengah tantangan ekonomi dunia. Sejumlah pihak, ujarnya, perlu fokus dan merapatkan kepentingan untuk memikirkan inovasi dan kolaborasi secara bersama-sama.

    “Messe Frankfurt telah memiliki sejarah selama 784 tahun. Tahun lalu, kami menyelenggarakan 330 acara besar dengan 98.000 peserta pameran di Frankfurt dan 4,1 juta pembeli profesional dari seluruh dunia,” ujarnya, Selasa (14/1/2025).

    The Heimtextil 2025Perbesar

    Sepanjang 2024, Messe Frankfurt mencatatkan pendapatan senilai total 780 juta euro. Braun berharap pihaknya dapat meningkatkan pendapatan dengan perolehan lebih dari 800 juta euro selama perhelatan event berskala internasional tahun ini.

    The Heimtextil sebagai event pembuka bakal dihadiri oleh lebih dari 3.000 perusahaan dengan 95% peserta internasional dari 130 negara. Pameran dan eksibisi ini menampilkan beragam produk tekstil untuk variasi kebutuhan interior di rumah serta perhotelan.

    Menurut Braun, segmen produk karpet dan permadani mengalami pertumbuhan signifikan dengan lebih dari 300 peserta pameran baru. Messe Frankfurt sampai harus menambah aula hanya untuk memamerkan produk karpet yang bertambah signifikan.

    Sejumlah perusahaan karpet ternama telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka di The Heimtextil 2025. Di antaranya adalah nama-nama besar internasional seperti Bhadohi Carpets (India), Balta Home (Belgia) dan Kaleen Lifestyle (India), yang akan memamerkan produk mereka untuk pertama kalinya di The Heimtextil 2025.

    Sementara itu, merek-merek ternama lainnya seperti Lalee OHG (Jerman), Mittal International (India), Oriental Weavers Group (Mesir), Ragolle Rugs (Belgia), dan Universal XXI (Spanyol) juga kembali hadir di pameran tahun ini.

    “Heimtextil menjadi tujuan inovasi di industri tekstil rumah, tren, dorongan berkelanjutan, dan berbagai peluang unik bagi bisnis kami. Kami mendapat manfaat dari pengenalan yang luar biasa dan banyak kontak internasional baru,” kata Yasmine Khamis, Head of Oriental Weavers Group.

    Pelaku industri tekstil dari Indonesia juga hadir memamerkan produknya di The Heimtextil 2025. PT Ateja Tritunggal yang tahun lalu juga berpartisipasi, kini kembali menempatkan produknya di aula 6 The Heimtextil 2025.

    Produk yang dipamerkan oleh perusahaan desain interior asal Bandung itu mulai dari kain sofa, jok mobil, hingga produk interior lainnya. Ateja telah berdiri lebih dari 50 tahun dan mengekspor produknya ke 84 negara di dunia.

    The Heimtextil 2025 menjadi medium pertemuan strategis perusahaan-perusahaan tekstil dunia dengan pembeli profesional berskala global. Tahun ini, Messe Frankfurt menyematkan tema ‘Future Continuous’ untuk menegaskan komitmen industri tekstil terhadap masa depan yang berkelanjutan.

    “Kami menganggap Heimtextil seperti ‘batu karang’ yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi,” tegas Braun.

  • Eropa-Inggris-NATO Rapat Mendadak Pertahanan Luar Biasa, Ada Apa?

    Eropa-Inggris-NATO Rapat Mendadak Pertahanan Luar Biasa, Ada Apa?

    Jakarta, CNBC Indonesia – Para pemimpin Uni Eropa (UE) bersama dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, akan berkumpul di Belgia pada 3 Februari mendatang. Melansir AFP mereka akan berkumpul untuk “retret” pertahanan luar biasa.

    Ini dilakukan dua minggu setelah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Pembicaraan disebut akan berlangsung di titik krusial.

    Para pendukung utama Ukraina dalam perang dengan Rusia itu, akan mengamati janji Trump untuk segera mengakhiri konflik setelah resmi dilantik. Trump juga menuntut anggota NATO untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka.

    “Eropa perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk pertahanannya sendiri,” tulis Kepala Dewan Eropa Antonio Costa pada Senin dalam sebuah surat yang mengundang kepala negara dan pemerintahan UE ke pembicaraan di Kastil Limont, satu jam di luar Brussels, dikutip Selasa (15/1/2025).

    “Saya yakin kita memiliki penilaian yang sama tentang ancaman yang dihadapi Eropa,” kata Costa kepada negara-negara anggota.

    Ia menyebut dengan agresi Rusia terhadap Ukraina yang menandakan kembalinya “perang intensitas tinggi” ke benua itu,  ancaman dari serangan hibrida dan serangan siber terhadap negara-negara anggota juga meningkat. Ia mengingatkan prospek geopolitik untuk blok tersebut akan tetap menantang di masa mendatang.

    “Perdamaian di Eropa bergantung pada Ukraina yang memenangkan perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi,” tambahnya.

    Pembicaraan akan difokuskan pada penentuan prioritas untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Eropa, tentang cara mempercepat pembiayaan swasta dan memobilisasi dana publik yang lebih baik untuk pertahanan. Termasuk cara memperdalam kemitraan termasuk dengan mitra Eropa non-UE.

    Dalam hal kerja sama UE-Inggris, pertahanan dan keamanan dipandang sebagai bidang tempat London dan Brussels dapat bekerja sama lebih erat. Perlu diketahui, Inggris mengincar akses ke program UE untuk meningkatkan produksi senjata.

    “Inggris adalah mitra utama bagi Uni Eropa, khususnya di bidang pertahanan,” tegas Costa.

    (sef/sef)

  • 6 Beda Homo Neanderthal dan Homo Sapiens, Moyang Manusia yang Dianggap Kembar

    6 Beda Homo Neanderthal dan Homo Sapiens, Moyang Manusia yang Dianggap Kembar

    Jakarta

    Homo neanderthal dan Homo sapiens diyakini sebagai nenek moyang manusia modern. Meski dianggap sebagai kembaran karena bersaudara dekat, ilmuwan menganggap mereka sebagai jenis berbeda.

    Dalam artikel ini akan kita ulas perbedaan antara Homo neanderthal dan Homo sapiens, mulai dari sejarah penemuan, ciri-ciri, hingga masa hidup keduanya.

    Beda Homo Neanderthal dan Homo Sapiens

    Berikut ini 6 perbedaan Homo neanderthal dan Homo sapiens dari berbagai sisi:

    1. Sejarah Penemuan

    Menurut situs The Smithsonian’s Museum Conservation Institute, spesimen pertama Homo neanderthalensis yang diakui adalah Neanderthal 1. Fosil Neanderthal 1 ditemukan pada tahun 1856 di Jerman.

    Penemuan fosil selanjutnya pada 1864 diberi nama Homo neanderthalensis oleh ahli geologi William King. Nama ini berdasarkan lokasi penemuannya, yakni di Gua Feldhofer, Neanderthal (Lembah Neander), Jerman.

    Beberapa tahun kemudian, para ilmuwan menyadari penemuan fosil pada 1829 di Engis, Belgia, dan 1848 di Tambang Forbes, Gibraltar juga merupakan Neanderthal. Sehingga, dua fosil ini disebut sebagai penemuan Neanderthal yang pertama.

    Sementara Homo sapiens, menurut Natural History Museum, fosil pertamanya ditemukan di Jebel Irhoud, Maroko, pada 1960-an. Awalnya, usia fosil diperkirakan sekitar 40.000 tahun.

    Selanjutnya banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui fosil melalui penggalian situs. Riset menemukan berbagai tengkorak parsial, rahang bawah, hingga perkakas batu. Melalui berbagai bagian fosil ini, usia H sapiens diperkirakan 100.000 hingga 350.000 tahun.

    2. Fitur wajah

    Berbagai fitur wajah H neanderthal sangat unik, seperti dikatakan profesor antropologi biologi di New York University bernama Shara Bailey. Dikutip dari Live Science, fitur ini memungkinkan H neanderthal tak sulit dibedakan dengan spesies lain.

    Ciri-cirinya adalah memiliki dahi yang miring dengan alis sangat tebal melengkung, hidung lebih lebar dan menonjol, serta tengkorak yang sedikit lebih memanjang. Jika dilihat dari samping, H neanderthal juga memiliki dagu yang lebih kecil serta gigi depan yang lebih besar dari H sapiens.

    Sementara tengkorak manusia modern cenderung tinggi dan bulat, tempurung otaknya berbentuk bulat. Sedangkan tengkorak Neanderthal, seperti kebanyakan manusia purba lainnya, panjang dan rendah.

    3. Bentuk Tubuh

    Pimpinan penelitian evolusi manusia Chris Stringer di Natural History Museum mengatakan, H neanderthal dapat berdiri tegak dengan dua kaki dan tulang mirip manusia modern. Rata-rata tinggi H neandherthal adalah 150-170 cm, badan berotot dengan bahu lebar, serta pinggulnya melebar.

    Namun, kapasitas paru H neanderthal 20% lebih besar daripada manusia modern. Proporsi badan Neanderthal juga berbeda, seperti segmen bawah lengan dan kaki mereka relatif lebih pendek dibandingkan dengan segmen atas.

    4. Pola Makan

    H neanderthal dipercaya mengonsumsi daging dan tumbuhan seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Namun mereka cenderung makan daging karena iklim saat itu lebih dingin.

    Spesies H neanderthal disebut berburu binatang berukuran besar dan sedang. Mereka kemungkinan menggunakan teknik perburuan penyergapan jarak dekat dengan menusuk binatang dengan tombak tajam.

    5. Pola Perilaku

    Perilaku Neanderthal juga mirip dengan manusia sekarang. Mereka mengubur kerabatnya yang meninggal, merawat yang sakit, tinggal di gua bersama komunitas kecil, dapat membuat api dan bisa berbahasa. Neanderthal juga mengenakan beberapa pakaian, seperti kulit binatang di bahu atau di sekitar pinggang,

    Menurut Stringer, perilaku H neanderthal sebetulnya mirip H sapiens generasi awal. Hal ini terlihat pada Homo sapiens yang meninggalkan Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu. Mereka diperkirakan menggunakan jenis perkakas batu yang sama dengan Neanderthal. Baru sekitar 50.000 tahun yang lalu, terjadi ‘ledakan’ kebudayaan pada Homo sapiens.

    6. Masa Hidup

    Dalam buku Sangiran Menjawab Dunia terbitan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dijelaskan, H neanderthalensis punah karena tak mampu melawan kondisi alam yang sangat dingin.

    Banyak dari mereka mati muda ketika berusia tak sampai 20 tahun. Masa hidup mereka terbilang sangat singkat, karena spesies tersebut hanya bertahan kurang dari 100.000 tahun.

    Sementara Homo sapiens adalah spesies yang menjadi satu-satunya manusia yang bertahan hingga saat ini. Spesies ini bisa bertahan karena punya kemampuan adaptasi yang luar biasa.

    (bai/row)

  • Mogok Kerja Nasional di Belgia, Penerbangan-Kereta Lumpuh

    Mogok Kerja Nasional di Belgia, Penerbangan-Kereta Lumpuh

    Jakarta

    Sejumlah pekerja di Belgia melakukan aksi mogok kerja nasional sebagai protes terhadap rencana reformasi pensiun. Aktivitas ini melumpuhkan lalu lintas udara hingga kereta api.

    Dikutip dari Reuters, Senin (13/1/2025), hampir setengah dari semua penerbangan di bandara Brussels dibatalkan karena petugas penanganan bagasi, keamanan, dan staf darat lainnya mogok kerja.

    Sementara itu, operator kereta api nasional NMBS melaporkan, mereka hanya mengoperasikan sejumlah kecil kereta di seluruh negeri. Angkutan umum di ibu kota Brussels juga sangat terdampak kondisi ini.

    Tidak hanya itu, sekolah ditutup dan puluhan ribu guru diperkirakan bergabung dalam unjuk rasa nasional di Brussels untuk memprotes reformasi pensiun. Reformasi ini sedang dibahas oleh partai-partai yang mencoba membentuk pemerintahan baru setelah pemilihan umum Juni 2024.

    Pembicaraan pembentukan pemerintahan telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa kemajuan nyata, karena kelima partai yang terlibat menyatakan ketidaksetujuannya tentang keuangan pemerintah dan reformasi pensiun.

    (shc/ara)