Bahkan, kata dia, sejumlah kolega hingga stakeholder dan turut membantu menunjang upaya renovasi museum tersebut. Terutama bagian atap sehingga bisa lebih tertutup dan terhindar dari rembesan air hujan.
“Ada beberapa stakeholder yang membantu sehingga museum kami secara bertahap direnovasi,” ujarnya.
Arimbi tak menampik pentingnya peran dan kesadaran masyarakat terutama pemerintah dalam upaya melestarikan museum yang ada di Kasultanan Kanoman Cirebon ini. Ia mengaku, banyak ritual dan tradisi yang masih dilestarikan di Kasultanan Kanoman Cirebon.
Namun, upaya tersebut dianggap masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya akses masuk Keraton Kanoman yang terhalan aktivitas pasar tradisional.
“Koleksi museum kami ada ratusan dan ini menjadi penting untuk dilestarikan dirawat karena sebagai bukti dan jejak sejarah leluhur membangun peradaban Cirebon,” ujar Arimbi.